Komentar

Komentar

Jumlah balasan: 34

Assallammuallaikum, mahasiswa berikut ini kolom komentar untuk menanggapi artikel pada pertemuan 6, setiap mahasiswa wajib memberikan komentar dan tanggapan dalam forum komentar ini. sebutkan nama npm dan prodi

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Endang Julianti Tobing 2115011065 -
Izin menjawab Pak/Bu
Nama:Endang Julianti Tobing
NPM:2115011065
Kelas:B S1 Teknik Sipil
Berdasarkan artikel tersebut dapat saya tangkap bahwa, globalisasi merupakan era perubahan-perubahan yang cepat yang mengandung hal-hal yang positif, namun juga membawa segi-segi negatif bagi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus pandai-pandai menangkap dan memanfaatkan peluang dari segi-segi positifnya dan tetap berdiri pada nilai-nilai yang telah diikrarkan, dibela, dan dijunjung tinggi. Menghadapi globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat tegak dengan memiliki kedaulatan di bidang politik, kemandirian bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan memiliki daya lenting yang kuat dalam ketahanan nasional. Lebih dari itu, harus tetap memperkokoh jati diri sebagai Pancasilais yang menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. Sebaiknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar.Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar loyalitas warga masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar loyalitas warga masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi. Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai .aspek. Negara seolah tanpabatas (borderless), saling tergantung (interdependency) dan saling terhubung (interconected) antara satu negara dengan negara lainnya. Saat ini, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan warganya.Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepenting-an militer semata tetapi kepentingan seluruh bangsa Indonesia. Dalam pelaksaan pembelaan negara, seorang warga negara bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Ismi Fadia -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaruh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ismi Fadia
NPM : 2115011026
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait artikel pembelajaran pada pertemuan ke-7 tentang Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara Dalam Menghadapi Tantangan Global Melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural. Seperti yang kita ketahui Revitalisasi merupakan suatu anggota atau cara dan kelakuan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya. Revetalisasi pada pancasila maksudnya reassessment Pancasila (penilaian kembali atas pemaknaan pancasila selama ini) dengan tujuan untuk menghasilkan pemikiran dan pemaknaan baru, dapat dimulai dengan menjadikan kembali Pancasila sebagai public discourse (wacana publik). Dengan menjadikan Pancasila menjadi wacana publik merupakan tahap awal yang krusial untuk pengembangan kembali Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang dapat dimaknai secara terus menerus, sehingga tetap relevan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Perlu kita sadari bahwa mengaktualisasikan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa maupun bernegara adalah sebuah keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan menjadi pedoman dalam pemecah permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk menjaga loyalitas warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.
Untuk itu sikap yang harus kita lakukan adalah sikap bela negara, yang bisa kita lakukan baik secara militer maupun non-militer, secara non-militer dapat dilakukan dengan menjaga bangsa dan kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme, sedangkan secara militer dapat dilakukan dengan meggunakan senjata apabila ada serangan orang asing terhadap kedaulatan bangsa.

Sekian tanggapan saya terkait artikel di atas, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh BELLA APRILIA -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Bella Aprilia
NPM : 2115011086
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa, revitalisasi Pancasila dapat dimulai dengan menjadikan Pancasila kembali sebagai public discourse dan wacana publik. Dengan menjadikan Pancasila sebagai wacana publik merupakan tahap awal krusial untuk pengembangan kembali Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang dapat dimaknai secara terus menerus, sehingga tetap relevan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat juga bisa menjadi ancaman dan juga tantangan bagi penerus generasi saat ini. Kemajuan teknologi informasi telah merubah hubungan antar negara dan pola hubungan antar manusia. hal ini dapat memberikan kontribusi positif bagi proses pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun disisi lain, teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana melemahkan ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan suatu negara. potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara. Sperti pembekalan mental spiritual, upaya peningkatan perasaan cinta tanah air, pengawasan yang ketat terhadap eksploitasi sumber daya alam nasional dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat kecintaan terhadap tanah air.

Pembentukan masyarakat multi-kultural Indonesia sebaliknya harus diupayakan secara sistematis, programatis, integrated dan berkesinambungan, dan bahkan perlu percepatan. Salah satu strategi penting dalam mengakselerasikannya adalah pendidikan multi-kultural yang diselenggarakan melalui seluruh lembaga pendidikan, baik formal maupun non-formal, dan bahkan informal dalam masyarakat luas.

Sekian tanggapan dan kesimpulan dari saya
Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh HIMAWAN ARBIANSYAH -
Assalamu'alaikum wr.wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Himawan Arbiansyah
NPM : 2115011126
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel
Revitalisasi Pancasila meniscayakan upaya penggalian kembali norma-norma falsafah Pancasila untuk menjadikan spirit dan landasan bagi terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan bagi norma hukum di Indonesia Pancasila sering dilihat sebagai idiologi yang berhadapan dengan ideologi global, seperti kapitalisme dan liberalisme. Revitalisasi Pancasila berarti memahami dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam upaya merevitalisasi Pancasila di kehidupan masyarakat, semua
elemen baik itu individu, pejabat pemerintahan maupun organisasi massa harus
terlibat aktif agar tercapai hasil yang maksimal. Diharapkan jika semua elemen
masyarakat ikut berpartisipasi dalam merevitalisasi nilai-nilai Pancasila maka
penginternalisasian nilai-nilai Pancasila akan mencapai semua sendi kehidupan. Revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila ini bertujuan untuk Menyediakan sumber daya manusia Indonesia yang berwawasan Pancasila
memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme, Memberikan arah kepada
pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan teknis pelaksanaan dan
fasilitasi dalam rangka revitalisasi dan akutalisasi nilai-nilai Pancasila, Menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada para penyelenggara dan pemerintahan di tingkat daerah, organisasi politik, organisasi
kemasyarakatan, lembaga nirlaba lainnya dan lembaga pendidikan.

Aktualisasi pancasila secara objektif, yaitu melaksanakan pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan Negara, meliputi bidang legislatif, serta kesiapan individu untuk mengamalkan pancasila. eksekutif, yudikatif, dan dalam kehidupan kenegaraan lainnya.
Aktualisasi pancasila secara subjektif, yaitu pelaksanaan pancasila dalam setiap pribadi, perseorangan, warga Negara, dan penduduk. Secara subjektif sangat ditentukan oleh kesadaran, kataatan, serta kesiapan individu untuk mengamalkan pancasila.

Dalam masalah ini adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila itu benar-benar dapat dicerminkan dalam sikap dan perilaku dari seluruh warga Negara, mulai dari aparatur pimpinan nasional sampai kepada rakyat biasa. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memerlukan kondisidan iklim yang memungkinkan segenap lapisan masyarakat yang dapat dicerminkan nilai-nilai pancasila itu dan dapat terlihat dalam perilaku yang sesungguhnya.

Sekian dan terima kasih
Wassalamu'alaikum wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Nabira.202121 Nabira.202121 -
Nama : Nabira
NPM : 2115011015
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Izin memberikan tanggapan artikel

Artikel diatas memuat tentang revitalisasi pancasila dalam kehidupan multikultural di masa globalisasi dan bela negara.Sebagai pandangan hidup (filsafat) nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalamnya merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa Pemahaman generasi penerus bangsa tentang pancasila dan empat pilar kebangsaan semakin terdegradasi dan terkikis oleh derasnya nilai – nilai baru yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa
Belum teraktualisasinya nilai dasar Pancasila secara konsisten perlu terus menerus diadakan perubahan, baik dalam arti konseptual maupun operasional.Bagi generasi di masa globalisasi tidak mudah untuk mempertahankan komitmen para founding fathers terdahulu karena lingkungan global berkembangnya pola pikir pola sikap dan pola tindak sangat mempengaruhi. Oleh sebab itu pengimplementasian nilai nilai pancasila di dalam kehidupan pedidikan dimulai sejak awal proses pendidikan sehingga nilai luhur pancasila dapat tertanam dan melekat didalam kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa.Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.Globalisasi yang didominasi perkembangan teknologi dan informasi telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan saat ini. Di satu sisi, hal ini dapat memberikan kontribusi positif bagi proses pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun disisi lain, teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana melemahkan ketahanan ideologi.Semua potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara, antara lain: Pembekalan mental spiritual,Upaya peningkatan perasaan cinta tanah air (patriotisme) melalui pemahaman dan penghayatan,Pengawasan yang ketat terhadap eksploitasi sumber daya alam,pemerintahan yang bersih dan berwibawa,Untuk menghadapi potensi agresi bersenjata dari luar selain menggunakan unsur kekuatan TNI, tentu saja dapat menggunakan unsur Rakyat Terlatih (Ratih) sesuai dengan doktrin Sistem Pertahanan Semesta.
Terima kasih wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RAFAEL.BINTANG.CAHYA.KUSUMA mas bintang -
Nama : Rafael Bintang Cahya Kusuma
NPM : 2155011006
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut saya dapat menyimpulkan yaitu
1. Dinamika Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya
memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar loyalitas warga
masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.

2.Pancasila itu ialah usaha pemikiran sumber daya manusia Indonesia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menanggap sebagai suatu
kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu.

3.Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. Negara seolah tanpabatas (borderless), saling tergantung (interdependency)dan saling terhubung (interconected) antara satu negara dengan negara lainnya. Saat ini, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan warganya.

4.Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepenting-an militer semata
tetapi kepentingan seluruh bangsa Indonesia.

5.Dalam pelaksaan pembelaan negara, seorang warga negara bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.

sekian kesimpulan yang saya dapat dalam membaca artikel tersebut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RIZANU AKBAR -
Izin menjawab Pak/Bu
Nama:Rizanu Akbar
NPM:2115011064
Kelas:B S1 Teknik Sipil

Dari artikel tersebut yang dapat saya tangkap.
Revitalisasi Pancasila yaitu upaya penggalian kembali norma-norma falsafah Pancasila untuk menjadikan spirit dan landasan bagi terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan bagi norma hukum di Indonesia.
revitalisasi sangat perlu dilakukan untuk menjadikan Pancasila sebagai paradigma dalam berhukum sehingga dapat memperkecil jarak antara das sollen (kaidah dan norma, red) dan das sein (implementasi norma, red), sekaligus memastikan nilai-nilai

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.
Globalisasi didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi,Kemajuan teknologi informasi telah merubah hubungan antar negara dan pola hubungan antar manusia. hal ini dapat memberikan kontribusi positif bagi proses pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Namun disisi lain, teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana melemahkan ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan suatu negara. potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara. Sperti pembekalan mental spiritual, upaya peningkatan perasaan cinta tanah air.

Sekian dari saya,terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh OXANA ZALFANI SAID -
Nama : Oxana Zalfani Said
NPM : 2155011016

Prodi : S1 Teknik Sipil

assalamualaikum wr wb

Setelah membaca artikel tersebut saya dapat menyimpulkan yaitu
1. Dinamika Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya
memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar loyalitas warga
masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.

2.Pancasila itu ialah usaha pemikiran sumber daya manusia Indonesia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau menanggap sebagai suatu
kesanggupan yang digenggamnya seirama dengan ruang dan waktu.

3.Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. Negara seolah tanpabatas (borderless), saling tergantung (interdependency)dan saling terhubung (interconected) antara satu negara dengan negara lainnya. Saat ini, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan warganya.

4.Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepenting-an militer semata
tetapi kepentingan seluruh bangsa Indonesia.

5.Dalam pelaksaan pembelaan negara, seorang warga negara bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.

wassalamualaikum wr wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMAD AMIRUL K -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Muhamad Amirul Khoisin
NPM: 2115011115
Kelas: B
Prodi: Teknik Sipil

berdasarkan artikel tersebut saya dapat menyimpulkan beberapa hal yaitu:
a). revitalisasi pancasila adalah suatu usaha untuk mengembalikan Pancasila kepada subjeknya yaitu sebagai pedoman bagi para penyelenggara pemerintahan maupun bermasyarakat, untuk mewujudkan hal tersebut, maka pancasila perlu diajarkan dalam kaitannya dengan pembuatan atau evaluasi atas kebijakan publik selain dibicarakan sebagai dasar negara. pancasila dapat dihidupkan kembali sebagai nilai-nilai dasar yang memberi orientasi dalam pembuatan kebijakan publik yang pro terhadap aspek-aspek agama, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi dan keadilan

b). dinamika yang terjadi dalam proses perwujudan revitalisasi Pancasila kedalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah suatu keharusan. agar pancasila tetap selalu rlevan dalam fungsinya meberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

c). Pancasila sebagai dasar filsafat berarti pancasila ialah usaha atau pemikiran masyarakat Indonesia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau mengaggap sebagai suatu kesanggupan yang digenggamnya seirama ruang dan waktu.

d). globalisasi yang di dominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. Negara seolah tanpa batas(borderles), saling tergantung(interdependency) dan saling terhubung(interconnected) antara suatu negara dengan negara lainnya.

e). Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepentingan militer tetapi juga kepentingan seluruh bangsa Indonesia, dalam pelaksanaan bela negara, seorang warga negara dapat melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. pembelaan negara secara fisik berarti mengangkat senjata apabila ada serangan dari pihak lain, dan perjuangan non fisik dapat diartikan sebagai usaha untuk menjaga kedaulatan bangsa dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme

f). pendidikan multikultural pada prinsipnya adalah menanamkan keyakinan bahwa keragaman budaya yang ada di Indonesia adalah anugrah yang pautut mendapat penghargaan dalam rasa kesatuan , kebersamaan dan selaras dan berbuat baik terhadap sesama manusia . masyarakat dalam konteks multikultural belajar hidup dalam perbedaan, membangun rasa saling percaya(mutual trust) memelihara saling pengertian(mutual understanding) dan menjunjung sikap saling menghargai


demikian tanggapan saya terkait artikel tersebut, terimakasih
wassalamualaikum warah matullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Adrian Wicaksono -
Assalamu'alaikum wr.wb
Izin memperkenalkan diri
Nama :Adrian Wicaksono
NPM : 2115011074
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut yang bertemakan revitalisasi Pancasila dan bela negara dalam menghadapi tantangan global melalui pembelajaran berbasis mulkultural,diketahui bahwa Revitalisasi Pancasila merupakan upaya penggalian kembali nilai-nilai Pancasila untuk menjadikan landasan bagi terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan bagi norma hukum di Indonesia Pancasila sering dilihat sebagai idiologi yang berhadapan dengan ideologi global, seperti kapitalisme dan liberalisme. Revitalisasi Pancasila berarti memahami dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Pancasila memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme, Memberikan arah kepada
pemerintah untuk menerapkan kebijakan teknis pelaksanaan dan fasilitasi dalam rangka revitalisasi dan akutalisasi nilai-nilai Pancasila, Menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada para penyelenggara dan pemerintahan di tingkat daerah maupun pusat, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan,dan lembaga pendidikan.Aktualisasi pancasila secara objektif, yaitu melaksanakan pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan Negara, meliputi bidang legislatif, serta kesiapan individu untuk mengamalkan pancasila. eksekutif, yudikatif, dan dalam kehidupan kenegaraan lainnya.Aktualisasi pancasila secara subjektif, yaitu pelaksanaan pancasila dalam setiap pribadi, perseorangan, warga Negara, dan penduduk. Secara subjektif sangat ditentukan oleh kesadaran, kataatan, serta kesiapan individu untuk mengamalkan pancasila.

Tantangan Revitalisasi dalam era ini adalah pengaruh teknologi informasi dan globalisasi,dampak yang ditimbulkan dalam era globalisasi adalah menurunnya kesadaran masyarakat untuk mengamalkan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia ditengah kehidupan masyarakat.untuk itu kita sebagai generasi penerus harus trus menanamkan jiwa nasionalisme yang tinggi agar nilai-nilai Pancasila harus trus ditegakan dan diperjuangkan agar tidak melenceng akibat pengaruh globalisasi.

Sekian tanggapan dari saya kurang lebih nya mohon maaf,Terima Kasih.
Wassalamualaikum wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Rivaldi Silva Julian -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri.
Nama : Rivaldi Silva Julian
NPM : 211501114
Kelas : Pancasila B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel yang terkait.

Menurut saya, Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara Dalam Menghadapi Tantangan Global Melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural merupakan sebuah konsep yang dijadikan landasan atau acuan bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi kemajuan yang terjadi dalam dunia yang diterapkan melalui penanaman dan penumbuhan moral dan kebudayaan yang dijadikan hokum di Indonesia. Revitalisasi Pancasila berarti memahami dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila memiliki nilai-nilai luhur seperti nasionalisme dan patriotrimse sehingga dapat mewakili dan memberikan arah dalam penyelenggaraan Negara.

Sementara itu, tantangan revitalisasi dalam era ini adalah berupa perkembangan teknologi informasi akibat pengaruh globalisasi. Beberapa dampak yang ditimbulkan adalah menurunnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai dalam kehidupan kesehariannya. Oleh sebab itu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus mampu bertahan dalam era globalisasi dengan memiliki jiwa yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Sekian tanggapan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Allecia Purnama Indah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Allecia Purnama Indah
NPM : 2115011085
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Seiring majunya zaman yang modern, era globalisasi dapat memberikan hal postif dan negatif, hal positifnya kita dapat mengakses berbagai informasi dengan mudah, juga hal negatif membuat banyak informasi terakses dengan mudah yang memunculkan pengaruh paham-paham ideologi lain. Tanpa disadari, generasi penerus bangsa bergerak semakin menjauh dari Pancasila sebagai jati diri bangsa yang bercirikan semangat persatuan dan kesatuan. Karena itu, diperlukan kompetensi masyarakat Indonesia yang mampu bersikap bijaksana yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Masalah yang menyebabkan Pancasila sulit diterapkan antara lain globalisasi, adanya kesalahan dalam memberikan pendidikan mengenai Pancasila di jenjeng-jenjang Pendidikan, selain itu adanya ketidaksesuaian nilai Pancasila. Agar hal ini tidak terjadi maka diperlukan aktualisasi atau pembaharuan nilai-nilai Pancasila. Belum teraktualisasinya nilai dasar Pancasila secara konsisten dalam tataran praksis perlu terus menerus diadakan perubahan, baik dalam arti konseptual maupun operasional.

Revitalisasi Nilai Dasar Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Globalisasi. Prinsip pertama yakni pedoman hidup dasar bangsa Indonesia yang berkeTuhanan. Prinsip yang tertuang dalam sila kedua Pancasila, merupakan bentuk kesadaran bahwa bangsa Indonesia sejak dulu telah menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sesuai budaya bangsa indonesia yang beragam. Prinsip persatuan indonesia berarti ciri, identitas masing-masing suku bangsa tetap terpelihara dan terjaga keberadaannya. Sila keempat merupakan bentuk kesadaran dan pengejawantahan prinsip-prinsip kehidupan kelembagaan yang didasarkan pada perilaku kehidupan gotong-royong. Prinsip keadilan merupakan kristalisasi keinginan dan cita-cita bangsa untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur.
Kesadaran bela negara perlu lebih ditingkatkan, karena adanya pengaruh globalisasi disegala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Semua potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara baik militer maupun non-militer.

Sekian tanggapan dari saya, Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Muhamad Zada Empu Razak Kesatria -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Muhamad Zada Empu Razak Kesatria
NPM : 2155011005
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Revitalisasi adalah suatu cara dan kelakuan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya. Revitalisasi pancasila adalah upaya penggalian kembali norma dan falsafah pancasila untuk menjadikan semangat dan landasan terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan norma hukum di Indonesia. Pancasila sering dilihat sebagai ideologi yang berhadapan dengan ideologi global, seperti kapitalisme dan liberalisme. Revitalisasi pancasila berarti memahami dan menghayati nilai luhur pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam upaya merevitalisasi pancasila di kehidupan bermasyarakat, semua elemen baik itu individu maupun organisasi masa harus terlibat aktif agar tercapai hasil yang maksimal. Jika semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam merevitalisasi nilai-nilai pancasila maka perevitalisasian nilai-nilai pancasila akan mencapai di semua sendi kehidupan. Dalam masalah ini adalah bagaimana nilai-nilai pancasila itu benar-benar dapat dicerminkan dalam sikap dan perilaku dari seluruh warga negara Indonesia, mulai dari aparatur pimpinan nasional sampai kepada rakyat biasa.

Apabila ada salah kata saya mohon maaf, sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Az- Zahra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh
Sebelumnya, saya izin memperkenalkan diri
Nama : Az-Zahra
NPM : 2155011004
Prodi : S1 Teknik Sipil
Tanggapan saya terkait artikel ini adalah Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang bersifat terbuka sehingga Pancasila dapat menyesuaikan dengan situasi yang sedang terjadi. Dengan sifat ini, Pancasila rawan untuk terjadi hal-hal yang dapat memecah belah bangsa. Oleh karena itu, mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari adalah suatu keharusan. Nilai-nilai di dalam Pancasila harus diimplementasikan dengan hal sehari-hari, contohnya globalisasi yang memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu caranya adalah dengan sikap rajin belajar sehinggga kita dapat menyiapkan diri kita sebagai penerus bangsa yang berkualitas. Selain itu, sikap bela negara juga dibutuhkan demi keutuhan bangsa yang dapat dilakukan baik secara fisik maupun non fisik.
Itulah tanggapan saya terkait artikel ini.
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Rafly Bani Fadlih -
Nama : Rafly Bani Fadlih
NPM : 2115011116
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Globalisasi telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai .aspek. Negara seolah tanpabatas (borderless), saling tergantung (interdependency) dan Satrijo Budiwibowo, Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Tantangan… 577 saling terhubung (interconected) antara satu negara dengan negara lainnya. Tantangan terbesar generasi penerus saat ini adalah kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat. Berbagai dampak dapat diberikan oleh golbalisasi baik positif maupun negatif. Bangsa Indonesia harus pandai-pandai menangkap dan memanfaatkan peluang dari segi-segi positifnya dan tetap berdiri pada nilai-nilai yang telah diikrarkan, dibela, dan dijunjung tinggi.

Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.Kesadaran bela negara perlu lebih ditingkatkan ataudengan kata lain perlu dilakukanrevitalisasi, karena adanyapengaruh globalisasi disegalaaspek kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. .Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepenting-an militer semata tetapi kepentingan seluruh bangsa Indonesia. Dalam pelaksaan pembelaan negara, seorang warga negara bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.

Sekian tanggapan saya, apabila ada kesalahan mohon maaf
Terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Atma Seta Ramadhan -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama: Atma Seta Ramadhan
NPM: 2115011005
Kelas: B
Prodi: Teknik Sipil

Dari artikel diatas pengaktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah selalu terjadinya perubahan danpembaharuan dalam mentransformasikan nilaiPancasila ke dalam norma dan praktik hidupdengan menjaga konsistensi, relevansi, dankontekstualisasinya. Sedangkan perubahan dan pembaharuan yang berkesinambungan terjadiapabila ada dinamika internal (self-renewal )dan penyerapan terhadap nilai-nilai asing yang relevan untuk pengembangan dan penggayaanideologi Pancasila apalagi di era globalisasi saat ini, banyk sekali masalah yang diadapi negara dlam penerapan Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara salahsatu nya Pertama, kondisi masyarakat Indonesia dewasa ini telah mengalami transformasi sosial(social transformation) yang sangat fundamental. Proses transformasi sosial ini merupakanproduk dari pembangunan nasional yang berlangsung selama ini. kita sebagai mahaiswa sekaligus masyarakat indonesia diharaplkan mampu dalam menyaring segala transformasi sosial yng datangnya dari luar yang bersifat negafit terhadap sosial dan kebudayaan kita. Selain itu kita juga sebagai generasi penerus bangsa juga diharapkan mampu bersaing dengan dunia luar serta mampu mengaktualissikan nilai pancasila tersebut dimanapun kita berda agar fungsi pancasila sebagai idenditas bangsa daat terwujud dengan baik. dalam artikel tersebut kita juga diajarkan agar lebih melakukan atau melaksanakan bela negara, dimana jika kita sudah membela negara kita maka bangsa kita akan tetap dalat tidak akan terjadi perpecahbelahan antar suku maupun budaya.

Sekian tanggapan saya terkait artikel di atas, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Cahyani Putri Agustin -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaruh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : cahyani putri agustin
NPM : 2115011066
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menjawab, tanggapan saya mengenai artikel yang bapak berikan adalah sebagai berikut, artikel tersebut membicarakan tentang revitalisasi Pancasila dan Bela Negara Dalam Menghadapi Tantangan Global Melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural.
 
Kesimpulan yang saya tangkap dari artikel tersebut adalah, bahwa kita sebagai warga negara Indonesia wajib mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara agar loyalitas warga negara Indonesia terhadap Pancasila tetap tinggi.
Selain itu juga manfaat dalam mengaktualisasikan pancasila adalah untuk menghadapi tantangan global terhadap pengaruh nilai pancasila yang terkandung di dalamnya, dan dalam menaktualisasikan nilai nilai pancasila tersebut kita bisa melakukan bela negara yang bisa dilakukan secara fisik dan non-fisik, intinya revitalisasi pancasila dan bela negara adalah hal yang wajib kita miliki saat ini, karna globalisasi akan terus terjadi dan kita harus tetap mempertahankan nilai nilai pancasila agar kita juga bisa melakukan bela negara dengan baik dan benar.

Sekian,Terima kasih mohon maaf apbila terdapat kesalahan pak/bu
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Nur Azizah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaruh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Nur Azizah
NPM : 2115011004
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil
Izin menanggapi artikel
Setelah membaca artikel tersebut tentang revitalisasi Pancasila dan bela negara dalam menghadapi tantangan global melalui pembelajaran berbasis mulkultural adalah upaya penggalian kembali norma-norma falsafah Pancasila untuk menjadikan spirit dan landasan bagi terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan bagi norma hukum di Indonesia. Revitalisasi Pancasila berarti memahami dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dan juga Pancasila memiliki nilai-nilai luhur seperti nasionalisme dan patriotrimse sehingga dapat mewakili dan memberikan arah dalam penyelenggaraan negara.
Penyebab Pancasila sulit diterapkan yaitu dengan adanya globalisasi, kesalahan dalam memberikan pendidikan mengenai Pancasila di jenjeng-jenjang Pendidikan, selain itu adanya ketidaksesuaian nilai Pancasila. Agar hal ini tidak terjadi maka diperlukan aktualisasi atau pembaharuan nilai-nilai Pancasila. Perlu kita ketahui bahwa mengaktualisasikan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa maupun bernegara adalah sebuah keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan menjadi pedoman dalam pemecah permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk menjaga loyalitas warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.
Sekian tanggapan dan kesimpulan dari saya
Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh AMANDA AJENG AZZAHRA -
Nama : Amanda Ajeng Azzahra
NPM : 21150110125
Kelas : B

Assalamualaikum Wr. Wb
Izin menanggapi artikel yang tertera Pak/Bu.

Setelah membaca artikel tersebut menurut saya Pncasila akan memiliki fungsi yang relevan yaitu memberikan pedoman dalam pemecahan masalah di kehidupan berbangsa dan bernegara saat pengaktualisasian nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari terlaksana dengan baik. Sesuai dengan definisi-definisi filsafat, Pancasila memiliki arti usaha pemikiran manusia untuk mencari kebenaran dan dirasa sanggup sesuai dengan ruang dan waktu. Terdapat pula globalisasi yang dapat merubah pola hubungan antar bangsa karena adanya pengaruh IPTEK. Oleh karena adanya berbagai macam dampak dari globalisasi maka harus disertai pula dengan bela negara yang menjadi kewajiban setiap warga negara.

Sekian yang dapat saya sampaikan, terimakasih
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Ahmad Fahrezy -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri :
Nama : Ahmad Fahrezy
NPM : 2115011055
Kelas : Pancasila B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait artikel tersebut, Revitalisasi Pancasila yaitu upaya penggalian kembali norma-norma falsafah Pancasila untuk menjadikan spirit dan landasan bagi terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan bagi norma hukum di Indonesia, Menghadapi globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat tegak dengan memiliki kedaulatan di bidang politik, kemandirian bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan memiliki daya lenting yang kuat dalam ketahanan nasional. Lebih dari itu, harus tetap memperkokoh jati diri sebagai Pancasilais yang menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya, Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat juga bisa menjadi ancaman dan juga tantangan bagi penerus generasi saat ini, Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepentingan militer tetapi juga kepentingan seluruh bangsa Indonesia, dalam pelaksanaan bela negara, seorang warga negara dapat melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. pembelaan negara secara fisik berarti mengangkat senjata apabila ada serangan dari pihak lain, dan perjuangan non fisik dapat diartikan sebagai usaha untuk menjaga kedaulatan bangsa dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, oleh sebab itu, kita harus menyikapi era globalisasi ini dengan baik, dan sesuai dengan pancasila.
Sekian yang bisa saya sampaikan, jika ada salah kata, saya minta maaf
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Putri Afrianis -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaruh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Putri Afrianis
NPM : 2115011044
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil
Izin menanggapi artikel tersebut
Dari artikel kita dapat mengetahui bahwa dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dikarenakan hal itu kita diharuskan untuk memahami nilai nilai yang terkandung pada Pancasila tidak boleh memandang remeh nilai Pancasila. Di era globalisasi saat ini yang banyak didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. Negara seolah tanpabatas (borderless), saling tergantung (interdependency) dan saling terhubung (interconected) antara satu negara dengan negara lainnya. Saat ini, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan warganya. Dikarenakan semua sektor kehidupan bangsa saling berkaitan. Walaupun dunia dipengaruhi oleh era globalisasi kita harus menjaga negara kita dengan cara bela negara. Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Dalam pelaksaan pembelaan negara, seorang warga negara bisa melakukannya baik secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap kedaulatan bangsa. Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme. Dalam beberapa hal kita harus memikirkannya agar bangsa menjadi damai dan makmur.
Sekian tanggapan dari saya, Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Lenny Aditia Putri -
Assalamualaikum wr wb.
Nama: Lenny Aditia Putri
NPM: 21150110124
Kelas: B
Prodi: S1 Teknik Sipil

Berdasarkan artikel tersebut terdapat beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu :
1. Revitalisasi pancasila merupakan suatu usaha untuk mengembalikan pancasila kepada subjeknya yaitu sebagai pedoman bagi para penyelenggara pemerintahan maupun bermasyarakat. Dalam mewujudkan hal tersebut, maka pancasila perlu diajarkan kaitannya dengan pembuatan atau evaluasi atas kebijakan publik selain dibicarakan sebagai dasar negara. Pancasila dapat dihidupkan kembali sebagai nilai-nilai dasar yang memberi orientasi dalam pembuatan kebijakan publik yang pro terhadap aspek-aspek agama, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi dan keadilan

2. Dinamika yang terjadi dalam proses perwujudan revitalisasi Pancasila kedalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah suatu keharusan. agar pancasila tetap selalu rlevan dalam fungsinya meberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Pancasila sebagai dasar filsafat berarti pancasila ialah usaha atau pemikiran masyarakat Indonesia untuk mencari kebenaran, kemudian sampai mendekati atau mengaggap sebagai suatu kesanggupan yang digenggamnya seirama ruang dan waktu.

4. Globalisasi yang di dominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. Negara seolah tanpa batas (borderles), saling tergantung (interdependency) dan saling terhubung (interconnected) antara suatu negara dengan negara lainnya.

5. Bela negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Bela negara tidak hanya berhubungan dengan kepentingan militer tetapi juga kepentingan seluruh bangsa Indonesia, dalam pelaksanaan bela negara, seorang warga negara dapat melakukannya baik secara fisik maupun non fisik.

6. Pendidikan multikultural pada prinsipnya adalah menanamkan keyakinan bahwa keragaman budaya yang ada di Indonesia merupakan anugerah yang patut mendapat penghargaan dalam rasa kesatuan , kebersamaan dan selaras juga berbuat baik terhadap sesama manusia .


Demikian tanggapan saya terkait artikel tersebut, terimakasih
wassalamualaikum wr wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Khalila Putri Ralia -
Nama: Khalila Putri
NPM: 2115011105
Kelas : B S1 Teknik Sipil

menanggapi artikel dengan judul Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Tantangan Global melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural oleh Satrijo Budiwibowo.

1) Revitalisasi Nilai Dasar Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Globalisasi
Pada dasarnya semua bangsa di dunia, memiliki latar belakang sejarah, budaya dan peradaban yang dijiwai oleh sistem nilai dan filsafat, baik nilai-nilai moral keagamaan (theisme-religious) maupun nilai non religious (sekular, atheisme). Tegasnya, setiap bangsa senantiasa menegakkan nilai-nilai peradabannya dengan dijiwai, dilandasi dan dipandu oleh nilainilai religious atau non-religious.

2) Revitalisasi Bela Negara dalam Menghadapi Globalisasi
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Dengan melaksanakan kewajiban bela bangsa tersebut, merupakan bukti dan proses bagi seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaan mereka dalam berbakti pada nusa dan bangsa, serta kesadaran untuk mengorbankan diri guna membela negara.

3) Dimensi Pancasila dan Pendekatan Pendidikan Berbasis Multikultural
Istilah ―pendidikan multikultural‖ (multicultural education) dapat digunakan baik pada tingkat deskriptif dan normatif, yang menggambarkan isu-isu dan masalah-masalah pendidikan berkaitan dengan masyarakat multikultural. Lebih jauh ia juga mencakup pengertian tentang pertimbangan terhadap kebijakan-kebijakan dan strategistrategi bagi pendidikan bagi peserta didik di dalam masyarakat multikultural.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Dimas Adie Widjanarko Putra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Dimas Adie Widjanarko Putra
NPM : 2115011106
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Hal yang bisa saya simpulkan setelah membaca artikel tersebut adalah Revitalisasi Pancasila merupakan upaya penggalian kembali nilai-nilai Pancasila untuk menjadikan landasan bagi terbentuknya bimbingan moral serta menjadi landasan bagi norma hukum di Indonesia Pancasila sering dilihat sebagai idiologi yang berhadapan dengan ideologi global, seperti kapitalisme dan liberalisme. Revitalisasi Pancasila berarti memahami dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kemudian dalam upaya merevitalisasi pancasila di kehidupan bermasyarakat dan bernegara, semua elemen baik itu individu maupun organisasi harus terlibat aktif agar tercapai hasil yang maksimal. Jika semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam merevitalisasi nilai-nilai pancasila maka perevitalisasian nilai-nilai pancasila akan mencapai di semua sendi kehidupan.

Sekian tanggapan dari saya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Resa Handayani -
Assalamualaikum wr,wb
Nama : Resa Handayani
NPM : 2115011024
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Berdasarkan artikel Revitalisasi Nilai Dasar Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Globalisasi dapat saya simpulkan bahwa prinsip pertama yakni pedoman hidup dasar bangsa Indonesia yang berkeTuhanan. Prinsip yang tertuang dalam sila kedua Pancasila, merupakan bentuk kesadaran bahwa bangsa Indonesia sejak dulu telah menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sesuai budaya bangsa indonesia yang beragam. Prinsip persatuan indonesia berarti ciri, identitas masing-masing suku bangsa tetap terpelihara dan terjaga keberadaannya. Sila keempat merupakan bentuk kesadaran dan pengejawantahan prinsip-prinsip kehidupan kelembagaan yang didasarkan pada perilaku kehidupan gotong-royong. Prinsip keadilan merupakan kristalisasi keinginan dan cita-cita bangsa untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur. Kesadaran bela negara perlu lebih ditingkatkan, karena adanya pengaruh globalisasi disegala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. Semua potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara baik militer maupun non-militer.

Sekian terimakasih,
Wassalamualaikum wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Zulfa Afifah -
Assalammualaikum wr.wb.
Nama : Zulfa Afifah
NPM : 2115011104
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel yang telah bapak lampirkan,
Pada artikel di atas telah dijelaskan Revitalisasi Nilai Dasar Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Globalisasi dapat disimpulkan bahwa Revitalisasi Pancasila adalah suatu usaha untuk mengembalikan Pancasila kepada subjeknya yaitu sebagai pedoman bagi para penyelenggara pemerintahan maupun bermasyarakat, untuk mewujudkan hal tersebut, maka pancasila perlu diajarkan dalam kaitannya dengan pembuatan atau evaluasi atas kebijakan publik selain dibicarakan sebagai dasar negara. pancasila dapat dihidupkan kembali sebagai nilai-nilai dasar yang memberi orientasi dalam pembuatan kebijakan publik yang pro terhadap aspek-aspek agama, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi dan keadilan. Dinamika yang terjadi dalam proses perwujudan revitalisasi Pancasila kedalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah suatu keharusan. agar pancasila tetap selalu rlevan dalam fungsinya meberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Pendidikan multikultural pada prinsipnya adalah menanamkan keyakinan bahwa keragaman budaya yang ada di Indonesia adalah anugrah yang pautut mendapat penghargaan dalam rasa kesatuan , kebersamaan dan selaras dan berbuat baik terhadap sesama manusia . masyarakat dalam konteks multikultural belajar hidup dalam perbedaan, membangun rasa saling percaya(mutual trust) memelihara saling pengertian(mutual understanding) dan menjunjung sikap saling menghargai

Sekian tanggapan dari saya, terima kasih
Wassalamualaikum wr. wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMMAD RAIHAN AULIA -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Izin memperkenalkan diri:
Nama: Muhammad Raihan Aulia
NPM: 2115011016
Prodi: S1 Teknik Sipil
Kelas: Pendidikan Pancasila B

Izin untuk memeberikan tanggapan:

Artikel tersebut membahas tentang Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Tantangan Global melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural oleh Satrio Budiwibowo. Revitalisasi Pancasila merupakan upaya penggalian nilai-nilai Pancasila kembali. Revitalisasi Pancasila dapat dilakukan dengan cara melaksanakan kewajiban bela negara secara fisik atau non fisik dan dapat juga dilakukan dengan cara memahami dan menghayati nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Revitalisasi Pancasila ini sangat penting dikarenakan Pancasila adalah landasan bagi terbentuknya bimbingan moral dan landasan norma hukum yang penting bagi penyelenggara pemerintah maupun bermasyarakat dan juga agar Pancasila terus relevan, tidak kehilangan identitasnya dan tidak tergerus oleh era globalisasi yang membuat negara-negara yang ada seolah olah tanpa batas, saling terhubung dan saling tergantung terhadap satu sama lain.

Oleh karena itu, kita perlu Pendidikan multicultural karena Pendidikan ini berprinsip bahwa keragaman yang ada di Indonesia ini adalah penghargaan dalam rasa kesatuan, kebersamaan, dan selaras juga berbuat baik terhadap sesama manusia agar kita dapat hidup berdampingan dalam perbedaan dengan menjungjung sikap saling menghargai sesama.

Sekian tanggapan dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Filipus Kevin Fernando Unila -
Nama: Filipus Kevin Fernando
NPM : 2115011006
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel terkait Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara Dalam Menghadapi Tantangan Global Melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural. Arti Revitalisasi merupakan suatu anggota atau cara dan kelakuan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya. Revitalisasi pancasila berarti reassessment Pancasila atau penilaian kembali atas pemaknaan pancasila selama ini dengan tujuan menghasilkan pemikiran dan pemaknaan baru, dapat dimulai dengan menjadikan kembali Pancasila sebagai public discourse atua wacana publik. Dengan menjadikan Pancasila menjadi wacana publik merupakan tahap awal yang krusial untuk pengembangan kembali Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang dapat dimaknai secara terus menerus, sehingga tetap relevan dalam perkembangan kehidupan yang semakin maju ini.
Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. Negara seolah tanpa batas (borderless), saling tergantung (interdependency), dan saling terhubung (interconected) antara satu negara dengan negara lainnya. Saat ini, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan warganya. Namun disisi lain, teknologi informasi dapat digunakan sebagai sarana melemahkan ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan suatu negara. Potensi ancaman tersebut dapat diatasi dengan meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara, seperti seminar tentang bela negara dalam lingkup pancasila, pembekalan mental spiritual, dan upaya peningkatan perasaan cinta tanah air.

Sekian tanggapan yang dapat saya berikan, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RIDHO SOLIKHIN -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Nama : Ridho Solikhin
Npm : 2115011035
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : Pend. Pancasila B

Izin memberikan tanggapan mengenai artikel diatas

Saya setuju dengan apa yang ada pada artikel diatas. Memang benar bahwasanya
Revitalisasi sangat perlu dilakukan untuk menjadikan Pancasila sebagai paradigma dalam berhukum. Revitalisasi Pancasila berarti memahami dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila memiliki nilai-nilai luhur seperti nasionalisme dan patriotrimse sehingga dapat mewakili dan memberikan arah dalam penyelenggaraan Negara.

Di era saat ini, globalisasi merupakan era yang memiliki dampak positif, namun juga membawa segi-segi negatif bagi bangsa indonesia. Seperti yang terlihat di lingkungan sekitar, terlihat bahwa banyak sekali anak muda yang mengikuti budaya asing yang berlainan dengan nilai-nilai dalam pancasila. Sehingga, untuk menghadapi globalisasi ini, bangsa Indonesia harus dapat tegak dengan memiliki kedaulatan di bidang politik, kemandirian bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, dan memiliki daya lenting yang kuat dalam ketahanan nasional.

Mengaktualisasikan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa maupun bernegara haruslah dilakukan, agar Pancasila tetap selalu relevan menjadi pedoman dalam pemecah permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk menjaga loyalitas warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi. Selain itu, Indonesia harus tetap memperkokoh jati diri sebagai Pancasila yang menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu hal yang wajib diperhatikan. Sehingga  Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. Sebaliknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar. Agar loyalitas warga masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi. 

Terima kasih..
Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Erlinda Puspitasari -
Nama : Erlinda Puspitasari
NPM : 21150110
Kelas : B
Revitalisasi Pancasila berarti memahami dan menghayati nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila memiliki nilai-nilai luhur seperti nasionalisme dan patriotrimse sehingga dapat mewakili dan memberikan arah dalam penyelenggaraan Negara. Revitalisasi pancasila adalah suatu usaha untuk mengembalikan pancasila kepada subjeknya yaitu sebagai pedoman bagi para penyelenggara pemerintahan maupun bermasyarakat. Dalam mewujudkan hal tersebut, maka pancasila perlu diajarkan kaitannya dengan pembuatan atau evaluasi atas kebijakan publik selain dibicarakan sebagai dasar negara. Pancasila dapat dihidupkan kembali sebagai nilai-nilai dasar yang memberi orientasi dalam pembuatan kebijakan publik yang pro terhadap aspek-aspek agama, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi dan keadilan

Di era saat ini, globalisasi merupakan era yang memiliki dampak positif, namun juga membawa segi-segi negatif bagi bangsa indonesia. Seperti yang terlihat di lingkungan sekitar, terlihat bahwa banyak sekali anak muda yang mengikuti budaya asing yang berlainan dengan nilai-nilai dalam pancasila. Sehingga, untuk menghadapi globalisasi ini, bangsa Indonesia harus dapat tegak dengan memiliki kedaulatan di bidang politik, kemandirian bidang ekonomi, berkepribadian Dinamika yang terjadi dalam proses perwujudan revitalisasi Pancasila kedalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah suatu keharusan. agar pancasila tetap selalu rlevan dalam fungsinya meberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam kebudayaan, dan memiliki daya lenting yang kuat dalam ketahanan nasional. Mengaktualisasikan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa maupun bernegara haruslah dilakukan, agar Pancasila tetap selalu relevan menjadi pedoman dalam pemecah permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk menjaga loyalitas warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi. Selain itu, Indonesia harus tetap memperkokoh jati diri sebagai Pancasila yang menjunjung tinggi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu hal yang wajib diperhatikan. Sehingga Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Setiap warga negara wajib mempertahankan negaranya supaya kelangsungan hidup bangsanya tetap terpelihara. Untuk mempertahankan negara sangat ditentukan oleh sikap dan perilaku setiap warga negaranya. Jika warga negara bersifat aktif dan peduli terhadap kemajuan bangsanya maka kelangsungan hidup bangsa akan tetap terpelihara. Sebaliknya jika warga negara tidak peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsanya kelangsungan hidup bangsa akan terancam dan cepat atau lambat negara akan bubar. Agar loyalitas warga masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.
Pendidikan multikultural pada prinsipnya adalah menanamkan keyakinan bahwa keragaman budaya yang ada di Indonesia merupakan anugerah yang patut mendapat penghargaan dalam rasa kesatuan , kebersamaan dan selaras juga berbuat baik terhadap sesama manusia
Pengaktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah selalu terjadinya perubahan danpembaharuan dalam mentransformasikan nilaiPancasila ke dalam norma dan praktik hidupdengan menjaga konsistensi, relevansi, dankontekstualisasinya. Sedangkan perubahan dan pembaharuan yang berkesinambungan terjadiapabila ada dinamika internal (self-renewal )dan penyerapan terhadap nilai-nilai asing yang relevan untuk pengembangan dan penggayaanideologi Pancasila apalagi di era globalisasi saat ini, banyk sekali masalah yang diadapi negara dlam penerapan Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara salahsatu nya Pertama, kondisi masyarakat Indonesia dewasa ini telah mengalami transformasi sosial(social transformation) yang sangat fundamental. Proses transformasi sosial ini merupakanproduk dari pembangunan nasional yang berlangsung selama ini. kita sebagai mahaiswa sekaligus masyarakat indonesia diharaplkan mampu dalam menyaring segala transformasi sosial yng datangnya dari luar yang bersifat negafit terhadap sosial dan kebudayaan kita. Selain itu kita juga sebagai generasi penerus bangsa juga diharapkan mampu bersaing dengan dunia luar serta mampu mengaktualissikan nilai pancasila tersebut dimanapun kita berda agar fungsi pancasila sebagai idenditas bangsa daat terwujud dengan baik. dalam artikel tersebut kita juga diajarkan agar lebih melakukan atau melaksanakan bela negara, dimana jika kita sudah membela negara kita maka bangsa kita akan tetap dalat tidak akan terjadi perpecahbelahan antar suku maupun budaya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMMAD HANIF HIBATULLAH -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaruh,

Izin memperkenalkan diri
Nama : M Hanif Hibatullah
NPM : 2115011084
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait artikel pembelajaran pada pertemuan ke-7 tentang Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara Dalam Menghadapi Tantangan Global Melalui Pembelajaran Berbasis Multikultural. Seperti yang kita ketahui Revitalisasi merupakan suatu anggota atau cara dan kelakuan untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terberdaya. Revetalisasi pada pancasila maksudnya reassessment Pancasila (penilaian kembali atas pemaknaan pancasila selama ini) dengan tujuan untuk menghasilkan pemikiran dan pemaknaan baru, dapat dimulai dengan menjadikan kembali Pancasila sebagai public discourse (wacana publik). Dengan menjadikan Pancasila menjadi wacana publik merupakan tahap awal yang krusial untuk pengembangan kembali Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang dapat dimaknai secara terus menerus, sehingga tetap relevan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Perlu kita sadari bahwa mengaktualisasikan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila ke dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa maupun bernegara adalah sebuah keharusan, agar Pancasila tetap selalu relevan menjadi pedoman dalam pemecah permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta untuk menjaga loyalitas warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.
Untuk itu sikap yang harus kita lakukan adalah sikap bela negara, yang bisa kita lakukan baik secara militer maupun non-militer, secara non-militer dapat dilakukan dengan menjaga bangsa dan kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme, sedangkan secara militer dapat dilakukan dengan meggunakan senjata apabila ada serangan orang asing terhadap kedaulatan bangsa.

Sekian tanggapan saya terkait artikel di atas, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu
Terima kasih

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh DAVIN OKTADAN NUGROHO -
Nama: Davin Oktadan Nugroho
NPM:2155011014
Kelas: B
Prodi: S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel,

Jadi bawasannya kita mengetahui bahwa revitalisasi bela negara memiliki beberapa tantangan dan ancaman yang dapat disiasati dengan cara meningkatkan Ketahanan Nasional melalui berbagai cara, antara lain:
1) Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruhpengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan normanorma kehidupan bangsa Indonesia
2) Upaya peningkatan perasaan cinta tanah air (patriotisme) melalui pemahaman dan penghayatan (bukan sekedar penghafalan) sejarah perjuangan bangsa.
3) Pengawasan yang ketat terhadap eksploitasi sumber daya alam nasional serta terciptanya suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa (legitimate, bebas KKN, dan konsisten melaksanakan peraturan/undang-undang).
4) Kegiatan-kegiatan lain yang bersifat kecintaan terhadap tanah air serta menanamkan semangat juang untuk membela negara, bangsa dan tanah air serta mempertahankan Panca Sila sebagai ideologi negara dan UUD 1945 sebagai landasan berbangsa dan bernegara.
5) Untuk menghadapi potensi agresi bersenjata dari luar, meskipun kemungkinannya relatif sangat kecil, selain menggunakan unsur kekuatan TNI, tentu saja dapat menggunakan unsur Rakyat Terlatih (Ratih) sesuai dengan doktrin Sistem Pertahanan Semesta. Dengan doktrin Ketahanan Nasional itu, diharapkan bangsa Indonesia mampu mengidentifikasi berbagai masalah nasional termasuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap keamanan negara guna menentukan langkah atau tindakan untuk menghadapinya.

Sekian, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Muhammad Faris Azzahri -
Assalamualaikum wr.wb
Nama: Muhammad Faris Azzahri
NPM : 2115011124
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel tersebut
Pancasila sebagai ideologi sedang dihadapkan oleh ideologi modern seperti kapitalisme dan liberalisme. Pancasila dibangun dengan tujuan menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakya Indonesia. Bangsa yang cerdas merupakan bangsa yang mampu untuk mengalirkan sumber-sumber kesejahteraan yang tersedia kita gunakan untuk kepentingan kita. Dalam era globalisasi perubahan perubahan positif berjalan dengan cepat, namun juga membawa hal negatif. Untuk itu kita di tuntut agar pandai menangkap dan memanfaatkan peluang dari segi postif namun tetap sesuai dengan nilai yang di junjung tinggi.
1. Revitalisasi Nilai Dasar Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Globalisasi.
Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia adalah Negara Pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya, membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan.

2. Revitalisasi Bela Negara dalam Menghadapi Globalisasi.
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang Satrijo Budiwibowo, Revitalisasi Pancasila dan Bela Negara dalam Menghadapi Tantangan dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.

3. Dimensi Pancasila dan Pendekatan Pendidikan Berbasis Multikultural
Istilah pendidikan multikultural dapat digunakan baik pada tingkat deskriptif dan normatif, yang menggambarkan isu-isu dan masalah-masalah pendidikan berkaitan dengan masyarakat multikultural. Lebih jauh ia juga mencakup pengertian tentang pertimbangan terhadap kebijakan-kebijakan dan strategistrategi bagi pendidikan bagi peserta didik di dalam masyarakat multikultural.

Demikian tanggapan saya mengenai artikel tersebut
Terima kasih, wassalamualaikum wr. wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Fatika Balqis Azzahro -
Nama : Fatika Balqis Azzahro
NPM : 2115011054
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah saya membaca artikel pada pertemuan 6, maka saya menyimpulkan bahwasannya Globalisasi merupakan era perubahan-perubahan yang cepat yang mengandung hal-hal yang positif, namun juga membawa segi-segi negatif bagi bangsa Indonesia. Tantangan terbesar generasi penerus saat ini adalah kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat. Globalisasi yang didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, telah merubah pola hubungan antar bangsa dalam berbagai aspek. Negara seolah tanpabatas, saling tergantung dan saling terhubung antara satu negara dengan negara lainnya. Saat ini, tidak ada satupun negara di dunia yang mampu berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan warganya. Dalam menghadapi globalisasi, bangsa Indonesia harus dapat tegak dengan memiliki kedaulatan di bidang politik, kemandirian bidang ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, memiliki daya lenting yang kuat dalam ketahanan nasional, serta harus tetap memperkokoh jati diri sebagai Pancasilais yang menjunjung tinggi UUD NKRI Tahun 1945.

Dinamika dalam mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan benegara adalah suatu keharusan, karena setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara dan bela negara sendiri merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia untuk mempertahankan NKRI, agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar loyalitas warga masyarakat dan warga negara terhadap Pancasila tetap tinggi.

Sekian, terima kasih