Latihan Tugas 6

Latihan Tugas 6

Number of replies: 24

Mahasiswa silahkan dikerjakan tugas ini ya..lalu beri penilaian atas jawabanmu (self asessment)

In reply to First post

Re: Latihan Tugas 6

by Berti Yolida -
Tuliskan apa saja yang anda ketahui tentang kearifan lokal di pesisir (minimal 5) dan jelaskan
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Tina Febriani -
Tina Febriani
1913024046

a. Tradisi nadran
Inti upacara nadran adalah mempersembahkan sesajen (yang merupakan ritual dalam agama hindu untuk menghormati roh leluhurnya) kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut, sekaligus merupakan ritual tolak bala (keselamatan). Sesajen yang diberikan, disebut ancak, yang berupa anjungan berbentuk replika perahu yang berisi kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya.

b. Paksi pak sekala brak
Adalah kerajaan adat yang berada di wilayah kabupaten lampung barat yang terdiri empat paksi yang masing-masing dipimpin seorang sultan : paksi buay pernong, paksi buay belenguh, paksi buay bejalan diway dan paksi buay nyerupa. Jauh sebelum peradaban islam masuk, konon disebutkan kerjaan sekala brak dihuni suku atau buay tumi. Suku tersebut menganut kepercayaan hindu bairawa. Mereka mengagungkan sebatang pohon keramat (belasa kepampang) yang memilik dua cabang berbeda. Satu cabang nangka dan satu cabang lainya berupa kayu sebuku (kayu bergetah). Konon bila seseorang menyentuh getah cabang sebukau, dia bisa terkena penyakit kulit. Penyakit itu hanya bisa disembuhkan dengan getah dari cabang nangka di pohon tersebut. Saat peradaban islam menguasai sekala brak, pohon belasa kepampang ditebang dan kayunya dipergunakan untuk membuat singgasana raja (pepadun).

c. Bediom
Adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat lampung barat bagian pesisir. Tradisi bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa ketika melaksanakan adat bediom ini diantaranya adalah: peralatan tidur, peralatan memasak, lampu, sembako, sajadah dan al quran. Al quran dan sajadah dibawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan sebagai simbol bahwa ia adalah pemimpin atau imam bagi keluarganya. Sedangkan peralatan lainnya dibawa oleh sanak kerabat.

d. Ngekuk
Yaitu memasak nasi yang di buburkan guna makanan pertama bagi bayi yang baru lahir. Ngekuk ini adalah salah satu tradisi masyarakat lampung pesisir yang dipercayai bahwa siapa pun yang mengngekukkan makanan bayi yang baru lahir maka bayi akan mengikuti sifat dan watak orang yang memasakkannya tadi. Maka dari itu untuk mengekuk atau membuat bubur buat sang bayi keluarga bisa memilih orang yang mereka kehendaki yang tentunya menurut orang tua sang bayi orang tersebut memilki kepribadian yang baik.

e. Butetebus
Apabila bayi yang dilahirkan memiliki kemiripan bahkan sangat mirip dengan kedua kedua orang tuanya yang sama dengan jenis kelamin bayi tersebut. Maka bayi tersebut harus dijual dengan tetangga maupun dengan saudara yang kemudian ditebus kembali. Untuk berapa lama bayi tersebut di jual itu tergantung dengan kesepakatan kepada sang pembeli. Maksud dari menjual bayi disini yaitu agar bayi memiliki keselamatan dan umur yang panjang
.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Erika Suci Amalia -
Erika Suci Amalia
1913024010
1) Ngumbai lawok
Ngumbai lawok merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat. Ngumbai lawok merupakan ritual melarung berbagai sesaji ke laut sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diperoleh selama satu tahun. Tradisi ini lahir dari pemahaman nelayan setempat bahwa laut adalah lahan untuk mencari nafkah. Sehingga, laut harus dibersihkan, dijaga, dan dirawat dengan melakukan ngumbai lawok yang dalam pelaksanannya ditandai dengan penyembelihan dan pelarungan kepala kerbau ke laut sebagai wujud rasa terima kasih atas nikmat Tuhan. Ritual ini juga menjadi simbol persahabatan antara nelayan dengan laut (manusia dengan alam).
2) Ngejalang
Salah satu kebudayaan yang terdapat di Lampung khususnya masyarakat adat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Raw Ngambur Kecamatan Ngambur Kabupaen Pesisir Barat yang telah ada sejak dulu dan tetap dilaksanakan hïngga saat ini adalah tradisi Ngejalang. Ngejalang dilaksanakan pada satu hari sebelum bulan Ramadhan, satu hari sebelum Idul Fitri serta minggu pertama bulan Syawal setiap tahunnya, dan diikuti oleh lapisan masyarakat. Ngejalang dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pada tanggal
satu han sebelum masuk Ramadhan digelar Ngejalang Kukhuk, satu hari sebelum hari Raya Idhul Fitri digelar Ngejalang Keluarga, 2 syawal digelar Ngejalang pangan, dilanjutkan pada tanggal 4 Syawal Ngejalang Kubur. Waktu pelaksanaan secara bergiliran setiap pekon atau marga. X Tradisi 1 Ngejalang dalam perspektif budaya dapat dimaknai sebagai wujud dari sistem sosial karena mengandung aktivitas dan tindakan berpola pada masyarakat setempat. Dan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa Ngejalang merupakan suatu tradisi yang ada dalam masyarakat, karena dalam waktu pelaksanaannya. Ngejalang dilakukan setiap tahun pada bulan Syawal dan dilakukan dari generasi kegenerasi sebagai bentuk kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.
3) Sistem Perladangan Masyarakat Adat Krui (Repong)
Sistem perladangan yang dilakukan oleh masyarakat Adat Krui adalah mengolah hutan. Masyarakat Adat Krui menanam ubi kayu, ubi jalar, padi ladang, pisang, tebu, rambutan, jengkol, petai, duku, durian, pepaya, yang semuanya ini terutama tidak untuk dikonsumsi sendiri, tetapi hasilnya dijual ke pasar. Masyarakat Adat Krui membedakan adanya dua tipe lahan hutan, yaitu pulan tuha (hutan primer) dan pulan ngura (hutan sekunder). Pulan tuha biasanya menjadi preferensi pertama dalam pemilihan lahan ketika seorang petani berniat membuka hutan untuk kegiatan pertanian. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa lahan demikian masih memiliki kesuburan yang cukup baik.
4) Tradisi Nadran
Masyarakat pesisir yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan merupakan masyarakat yang masih sangat percaya akan hal yang sifat nya gaib, karena masyarakat pesisir pada umum nya memiliki kearifan lokal yang mendorong mereka terhadap suatu pandangan hidup, ilmu pengetahuan, dan pengalaman hidup yang telah di komunikasikan dari generasi ke generasi untuk bertahan hidup dalam lingkungannya yang telah menyatu dengan sistem kepercayaan, aturan dan budaya yang selanjutnya di aplikasikan di dalam tradisi dan mitos sejak waktu yang cukup lama. Masyarakat nelayan pada dasarnya masih memiliki rasa kegelisahan ketika melaut, karena mereka langsung turun ke laut tetapi masih belum mengetahui bagaimana kondisi nanti nya ketika melaut. masyarakat pesisir mencari sandaran yang bisa menopang kelancaran pekerjaan sehingga terhindar dari bahaya, menjaga keselamatan jiwa, dan meningkatnya penghasilan. Maka dari itu, masyarakat nelayan memiliki ikatan yang sangat intim dengan kekuatan supranatural yang di praktekan melalui ritual beragama.
5) Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka.
6) Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas).
7) Pejunjongan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter.
8) Paksi Pak Sekala Brak
Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Terpenting, pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adat pun tetap terpelihara dengan baik. Itu dibuktikan dengan adanya iyukh sumbai, tidak ada seorang pun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya. Kata Saibatin dimaknai sebagai Satu Orang Pemilik. Saibatin Kedau Adat/pemilik adat, Saibatin Kedau Harkat/pemilik harkat.
9) Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi).
10) Adat Melinting
Perkawinan masyarakat Lampung yang beradat Melinting memiliki tradisi perkawinan yang terdapat tiga jenis sistem atau bentuk perkawinan, yaitu mesukum (bumbang aji), ngakuk majau (sebumbangan) dan ngibal serbou (mupakat tuha).
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Widya Wafa Karimah -
Widya Wafa Karimah
1953024004
1. Ngumbai atakh adalah suatu bentuk pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar hasil perkebunan yang menjadi matapencaharian warga masyarakat meningkat dan dijauhkan dari segala musibah ataupun adanya roh jahat yang bermaksud untuk mengganggu kesuburan tanaman. Adapun pelaksanaannya umumnya dilakukan pada hari pertama bulan atau musim haji.
2. Ngumbai lawok
Ngumbai lawok merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat.
3. Paksi Pak Sekala Brak
Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Terpenting, pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adat pun tetap terpelihara dengan baik. Itu dibuktikan dengan adanya iyukh sumbai, tidak ada seorang pun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya. Kata Saibatin dimaknai sebagai Satu Orang Pemilik. Saibatin Kedau Adat/pemilik adat, Saibatin Kedau Harkat/pemilik harkat.
4. Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi).
5. Adat Melinting
Perkawinan masyarakat Lampung yang beradat Melinting memiliki tradisi perkawinan yang terdapat tiga jenis sistem atau bentuk perkawinan, yaitu mesukum (bumbang aji), ngakuk majau (sebumbangan) dan ngibal serbou (mupakat tuha).
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Anisa Hikmawati -
Anisa Hikmawati
1913024028

1. Tradisi Nadran
Tradisi nandran adalah tradisi atau ritual khusus kepada Tuhan yang dapat membantu permasalahan hidupnya dan memberikan ketenangan psikologis dan keadaan rezeki yang melimpah.
2. Nemui nyimah
Nemui nyimah, sebagai konsep kearifan budaya lokal yakni sopan santun, berbagi dengan tetamu, pemurah dengan tetamu dan ramah kepada tamu. Makna nemui nyimah adalah filosofi bagi toleransi dan merawat harmoni bagi masyarakat Lampung.
3. Ngejalang
Ngejalang merupakan suatu tradisi
yang ada dalam masyarakat, karena dalam waktu pelaksanaannya. Ngejalang dilakukan setiap tahun pada bulan Syawal dan dilakukan dari generasi ke generasi sebagai bentuk kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.
4. Ngumbai lawok
Ngumbai lawok merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung
Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat.
5. Sistem perladangan
Sistem perladangan yang dilakukan oleh masyarakat Adat Krui adalah mengolah hutan. Masyarakat Adat
Krui membedakan adanya dua tipe lahan hutan, yaitu pulan tuha (hutan primer) dan pulan ngura (hutan sekunder).
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Nabila Herlinawati -
Nama : Nabila Herlinawati
NPM : 1913024004
5 Kearifan lokal yang ada di Pesisir diantaranya adalah :
1. Tradisi Nadran
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena miliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi.
Adapun inti upacara nadran adalah mempersembahkan sesajen (yang merupakan ritual dalam agama Hindu untuk menghormati roh leluhurnya) kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut, sekaligus merupakan ritual tolak bala (keselamatan).

2. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka. Kegiatan membuang gulma ini disebut dengan istilah “Nyalau”. Cara nyalau sendiri adalah dengan cara membuang gulma dari petak sawah atau menenggelamkan gulma tersebut (yang sudah terlebih dahulu dicabut tentunya) kedasar lumpur sawah yang tujuannya agar gulma-gulma tersebut mati dan menjadi pupuk bagi tanaman padi tersebut. Sebagaimana halnya dengan jenis kearifan lokal lain dibelahan bumi nusantara lainnya, kegiatan nyalau inipun memiliki segi positif dalam mengeratkan tali silaturahmi dan tradisi saling tolong- menolong antar anggota masyarakat.

3. Ngebuyu
Merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas), kertas hias, kayu/bambu, lem, dan permen. Kertas hias warna (biasanya berwarna merah dan putih), kayu/bambu, dan lem digunakan untuk merangkai uang kertas dan permen hingga menyerupai pohon. Puncak pohon buatan tersebut diberi foto sang anak yang akan Ngabuyu. Beras kuning, kemiri, dan uang (logam dan receh) ditaruh dalam sebuah baskom yang sudah diberi alas sehelai kain.
Nilai dan makna yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi Ngebuyu bagi penyelenggara, yaitu orangtua sang bayi, adalah sebagai ungkapan rasa syukur karena telah dikaruniai anak. Sementara itu, bagi hadirin yang diundang dalam pelaksanaan tradisi Ngebuyu dapat diibaratkan sebagai saksi yang memperkuat pernyataan bahwa penyelenggara telah dikaruniai anak.

4. Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan.

5. Ngumbai Lawok
Ngumbai lawok merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat. Ngumbai lawok merupakan ritual melarung berbagai sesaji ke laut sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diperoleh selama satu tahun. Tradisi ini lahir dari pemahaman nelayan setempat bahwa laut adalah lahan untuk mencari nafkah. Sehingga, laut harus dibersihkan, dijaga, dan dirawat dengan melakukan ngumbai lawok yang dalam pelaksanannya ditandai dengan penyembelihan dan pelarungan kepala kerbau ke laut sebagai wujud rasa terima kasih atas nikmat Tuhan. Ritual ini juga menjadi simbol persahabatan antara nelayan dengan laut (manusia dengan alam).

6. Upacara Ngebabali,Upacara jenis ini dilaksanakan saat membuka huma atau perladangan baru disaat membersihkan lahan untuk ditanami atau pada saat mendirikan rumah dan kediaman yang baru atau juga untuk membersihkan tempat angker yang mempunyai aura gaib jahat.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Nisrina Nur Azizah -
Nama : Nisrina Nur Azizah
NPM : 1913024032
1. tradisi nadran
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena miliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi lainnya disamping menikmati hiburan-hiburan yang sedang ditampilkan. Tradisi Nadran termasuk bentuk interaksi manusia kepada sang pencipta atau Tuhan. Interaksi ini merupakan ucapan rasa syukur yang amat tulus muncul dari sebuah ekspresi yang dimiliki manusia dalam menjalani kehidupan.

2. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka. Kegiatan membuang gulma ini disebut dengan istilah “Nyalau”. Cara nyalau sendiri adalah dengan cara membuang gulma dari petak sawah atau menenggelamkan gulma tersebut (yang sudah terlebih dahulu dicabut tentunya) kedasar lumpur sawah yang tujuannya agar gulma-gulma tersebut mati dan menjadi pupuk bagi tanaman padi tersebut.

3. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas), kertas hias, kayu/bambu, lem, dan permen. Kertas hias warna (biasanya berwarna merah dan putih), kayu/bambu, dan lem digunakan untuk merangkai uang kertas dan permen hingga menyerupai pohon. Puncak pohon buatan tersebut diberi foto sang anak yang akan Ngabuyu. Beras kuning, kemiri, dan uang (logam dan receh) ditaruh dalam sebuah baskom yang sudah diberi alas sehelai kain. Tradisi ini dilaksanakan paling lama 9-10 hari setelah bayi lahir. Selama waktu tersebut, bayi tidak boleh dibawa keluar rumah sebelum berumur 9 hari dimana seluruh aktifitas dilakukan di dalam rumah. Setelah lebih dari 9 hari, sang bayi baru boleh berada di luar dan boleh dibawa mandi ke sungai (kabuyon atau diduayon). Tradisi Ngebuyu merupakan syarat yang wajib dilakukan sebelum Aqiqah, yaitu kurban hewan dalam syariat Islam.

4. Penjunjongan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter. fungsi pejunjongan ini adalah untuk menerima tamu. Tamu-tamu yang tidak kebagian tempat duduk diruang utama si Baya bisa duduk dipejunjongan saat acara berlangsung. Atau juga, pejunjongan bisa digunakan oleh para ibu-ibu sebagai dapur masak.

5. Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Eliska Bia Kusuma Putri -
Eliska Bia Kusuma Putri
NPM 1913024018
1. Ngumbai Lawok
merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah
mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah,
dan meningkat.

2. Ngejalang
Dilaksanakan pada satu hari sebelum bulan Ramadhan, satu hari sebelum Idul Fitri serta
minggu pertama bulan Syawal setiap tahunnya, dan diikuti oleh lapisan masyarakat. Ngejalang dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pada tanggal satu han sebelum masuk Ramadhan digelar Ngejalang Kukhuk, satu hari sebelum
hari Raya Idhul Fitri digelar Ngejalang Keluarga, 2 syawal digelar Ngejalang pangan, dilanjutkan pada tanggal 4 Syawal Ngejalang Kubur. Waktu pelaksanaan secara bergiliran setiap pekon atau marga.

3. Sistem Perladangan Masyarakat Adat Krui
Masyarakat Adat
Krui membedakan adanya dua tipe lahan hutan, yaitu pulan tuha (hutan primer)
dan pulan ngura (hutan sekunder). Pulan tuha biasanya menjadi preferensi pertama dalam pemilihan lahan ketika seorang petani berniat membuka hutan
untuk kegiatan pertanian. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa lahan demikian masih memiliki kesuburan yang cukup baik.

4. Nemui Nyimah
Nemui nyimah, sebagai konsep kearifan budaya lokal yakni sopan santun, berbagi dengan tetamu, pemurah dengan tetamu dan ramah kepada tamu. Merupakan piil pesenggiri (harga diri) bagi mereka bila kedatangan tetamu tidak
dilayani dengan baik. Maknanya nemui nyimah adalah filosofi bagi toleransi dan merawat harmoni bagi masyarakat Lampung.

5. Traisi Nadran
Masyarakat nelayan pada dasarnya
masih memiliki rasa kegelisahan ketika melaut, karena mereka langsung turun ke
laut tetapi masih belum mengetahui bagaimana kondisi nanti nya ketika melaut.
Terutama masalah cuaca merupakan faktor terpenting bagi nelayan, namun cuaca alam terkadang berubah-ubah yang dapat menjadi anacaman sewaktu waktu
dapat membuat nelayan celaka. Dengan kondisi seperti itu masyarakat pesisir mencari sandaran yang bisa menopang kelancaran pekerjaan sehingga terhindar dari bahaya, menjaga keselamatan jiwa, dan meningkatnya penghasilan. Maka
dari itu, masyarakat nelayan memiliki ikatan yang sangat intim dengan kekuatan supranatural yang di praktekan melalui ritual beragama.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Arinda Marsyahda Zaniarti -
Arinda Marsyahda Zaniarti
1913024012

1. Tanggamus (Tradisi Nadran)
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi
Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena memiliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi lainnya disamping
menikmati hiburan-hiburan yang sedang ditampilkan.
2. Pesawaran
Desa Pulau Pahawang memiliki Peraturan Desa (Perdes) Penyelamatan Mangrove yang berisi tentang larangan dan sanksi bagi warga desa maupun pendatang yang menebang pohon mangrove. Perdes tersebut dibuat warga bukan semata-mata karena keberhasilan kampanye NGO lingkungan, tetapi karena adanya kearifan lokal yang muncul kembali setelah terjadinya bencana besar.
3. Lampung Selatan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau
terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter.
Hampir semua acara besar orang Lampung Selatan seperti khitanan dan pernikahan pasti membutuhkan pejunjongan. Pejunjongan ini dibangun secara gotong-royong oleh bapak-bapak didesa dan dibangun sekitar 1 minggu sebelum
acara dimulai.
4. Lampung Barat
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun,
tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan.
Adapun peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa ketika melaksanakan adat bediom ini diantaranya adalah: peralatan tidur, peralatan memasak, lampu, sembako, sajadah dan Al Quran. Peralatan tersebut akan diberikan kepada kepala
keluarga sebagai “modal” melanjutkan kehidupannya setelah sampai di tempat yang baru setelah dibacakan doa-doa sesuai dengan kondisi keluarga yang bediom tersebut.
5. Lampung Timur
Desa Wana merupakan salah satu dari tujuh desa inti kediaman masyarakat Lampung Melinting. Desa Wana merupakan desa yang terbentuk sejak tahun 1818, di dalamnya hidup berbagai macam suku pendatang atau transmigran dari berbagai daerah. Suku Lampung merupakan suku mayoritas yang berdomisili di desa tersebut, tidak jarang pula Desa Wana dihuni oleh suku lainnya. Masyarakat desa Wana walaupun bermacam-macam suku dan memiliki pekerjaan yang beragam pula namun tetap dapat hidup dengan rukun dan damai. Hubungan yang erat antara warga satu dengan yang lain tetap terjaga. Masyarakatnya hidup atas dasar kekeluargaan sehingga sifat gotong royong saling membantu masih bisa terlihat.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by berliana putri -
Berliana Putri
1913024038

Beberapa kearifan lokal yang ada pada masyarakat pesisir diantaranya yaitu:
1) Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka.

2) Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas).

3) Pejunjongan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter.

4) Tradisi Nadran
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena miliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi. Adapun inti upacara nadran adalah mempersembahkan sesajen (yang merupakan ritual dalam agama Hindu untuk menghormati roh leluhurnya) kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut, sekaligus merupakan ritual tolak bala (keselamatan).

5) Bediom
Adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat lampung barat bagian pesisir. Tradisi bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa ketika melaksanakan adat bediom ini diantaranya adalah: peralatan tidur, peralatan memasak, lampu, sembako, sajadah dan al quran. Al quran dan sajadah dibawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan sebagai simbol bahwa ia adalah pemimpin atau imam bagi keluarganya. Sedangkan peralatan lainnya dibawa oleh sanak kerabat.

6) Adat Melinting
Perkawinan masyarakat Lampung yang beradat Melinting memiliki tradisi perkawinan yang terdapat tiga jenis sistem atau bentuk perkawinan, yaitu mesukum (bumbang aji), ngakuk majau (sebumbangan) dan ngibal serbou (mupakat tuha).

7) Ngejalang
Salah satu kebudayaan adat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Raw Ngambur. Ngejalang dilaksanakan pada satu hari sebelum bulan Ramadhan, satu hari sebelum Idul Fitri serta minggu pertama bulan Syawal setiap tahunnya, dan diikuti oleh lapisan masyarakat. Ngejalang dilakukan dalam beberapa tahapan. Pertama, pada tanggal satu hari sebelum masuk Ramadhan digelar Ngejalang Kukhuk, satu hari sebelum hari Raya Idhul Fitri digelar Ngejalang Keluarga, 2 syawal digelar Ngejalang pangan, dilanjutkan pada tanggal 4 Syawal Ngejalang Kubur. Waktu pelaksanaan secara bergiliran setiap pekon atau marga. X Tradisi 1 Ngejalang dalam perspektif budaya dapat dimaknai sebagai wujud dari sistem sosial karena mengandung aktivitas dan tindakan berpola pada masyarakat setempat.

8) Paksi pak sekala brak
Adalah kerajaan adat yang berada di wilayah kabupaten lampung barat yang terdiri empat paksi yang masing-masing dipimpin seorang sultan : paksi buay pernong, paksi buay belenguh, paksi buay bejalan diway dan paksi buay nyerupa. Jauh sebelum peradaban islam masuk, konon disebutkan kerjaan sekala brak dihuni suku atau buay tumi. Suku tersebut menganut kepercayaan hindu bairawa. Mereka mengagungkan sebatang pohon keramat (belasa kepampang) yang memilik dua cabang berbeda. Satu cabang nangka dan satu cabang lainya berupa kayu sebuku (kayu bergetah). Konon bila seseorang menyentuh getah cabang sebukau, dia bisa terkena penyakit kulit. Penyakit itu hanya bisa disembuhkan dengan getah dari cabang nangka di pohon tersebut. Saat peradaban islam menguasai sekala brak, pohon belasa kepampang ditebang dan kayunya dipergunakan untuk membuat singgasana raja (pepadun).

9) Upacara Ngebabali
Upacara jenis ini dilaksanakan saat membuka huma atau perladangan baru disaat membersihkan lahan untuk ditanami atau pada saat mendirikan rumah dan kediaman yang baru atau juga untuk membersihkan tempat angker yang mempunyai aura gaib jahat.

10) Ngekuk
Yaitu memasak nasi yang di buburkan guna makanan pertama bagi bayi yang baru lahir. Ngekuk ini adalah salah satu tradisi masyarakat lampung pesisir yang dipercayai bahwa siapa pun yang mengngekukkan makanan bayi yang baru lahir maka bayi akan mengikuti sifat dan watak orang yang memasakkannya tadi. Maka dari itu untuk mengekuk atau membuat bubur buat sang bayi keluarga bisa memilih orang yang mereka kehendaki yang tentunya menurut orang tua sang bayi orang tersebut memilki kepribadian yang baik
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Rafika Dinda Febriana -
Rafika Dinda Febriana 1953024002 izin menjawab, kearifan lokal di pesisir yang saya ketahui adalah yang pertama yaitu ngumbai lawok yang merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) yang dilaksanakan sebagai rasa syukur atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. kedua, bediom yaitu suatu adat pindah rumah (lamban) yang umumnya dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi). ketiga, yaitu adat melinting yang merupakan perkawinan masyarakat Lampung yang beradat melinting memiliki tradisi perkawinan yang terdapat tiga jenis sistem atau bentuk perkawinan, yaitu mesukum (bumbang aji), ngakuk majau (sebumbangan) dan ngibal serbou (mupakat tuha). keempat, paksi pak sekala brak adalah kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Terpenting, pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adat pun tetap terpelihara dengan baik. Itu dibuktikan dengan adanya iyukh sumbai, tidak ada seorang pun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya. Kata Saibatin dimaknai sebagai satu orang pmilik. Saibatin Kedau Adat/pemilik adat, Saibatin Kedau Harkat/pemilik harkat. kelima, tradisi nadran
memiliki inti upacara mempersembahkan sesajen (yang merupakan ritual dalam agama hindu untuk menghormati roh leluhurnya) kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut, sekaligus merupakan ritual tolak bala (keselamatan). Sesajen yang diberikan, disebut ancak, yang berupa anjungan berbentuk replika perahu yang berisi kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Nigita Kusuma Ningrum -
Nigita Kusuma Ningrum
1913024020

1. Tradisi nadran
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena miliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi lainnya disamping menikmati hiburan-hiburan yang sedang ditampilkan. Tradisi Nadran termasuk bentuk interaksi manusia kepada sang pencipta atau Tuhan. Interaksi ini merupakan ucapan rasa syukur yang amat tulus muncul dari sebuah ekspresi yang dimiliki manusia dalam menjalani kehidupan.
2. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka. Kegiatan membuang gulma ini disebut dengan istilah “Nyalau”. Cara nyalau sendiri adalah dengan cara membuang gulma dari petak sawah atau menenggelamkan gulma tersebut (yang sudah terlebih dahulu dicabut tentunya) kedasar lumpur sawah yang tujuannya agar gulma-gulma tersebut mati dan menjadi pupuk bagi tanaman padi tersebut.
3. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas), kertas hias, kayu/bambu, lem, dan permen. Kertas hias warna (biasanya berwarna merah dan putih), kayu/bambu, dan lem digunakan untuk merangkai uang kertas dan permen hingga menyerupai pohon. Puncak pohon buatan tersebut diberi foto sang anak yang akan Ngabuyu. Beras kuning, kemiri, dan uang (logam dan receh) ditaruh dalam sebuah baskom yang sudah diberi alas sehelai kain. Tradisi ini dilaksanakan paling lama 9-10 hari setelah bayi lahir. Selama waktu tersebut, bayi tidak boleh dibawa keluar rumah sebelum berumur 9 hari dimana seluruh aktifitas dilakukan di dalam rumah. Setelah lebih dari 9 hari, sang bayi baru boleh berada di luar dan boleh dibawa mandi ke sungai (kabuyon atau diduayon). Tradisi Ngebuyu merupakan syarat yang wajib dilakukan sebelum Aqiqah, yaitu kurban hewan dalam syariat Islam.
4. Penjunjongan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter. fungsi pejunjongan ini adalah untuk menerima tamu. Tamu-tamu yang tidak kebagian tempat duduk diruang utama si Baya bisa duduk dipejunjongan saat acara berlangsung. Atau juga, pejunjongan bisa digunakan oleh para ibu-ibu sebagai dapur masak.
5. Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Komang Ayu Juni Harsini -
Selamat malam Ibu dan teman teman
Komang Ayu Juni Har sini
NPM 1913024042
Izin mencoba menjawab latihan tugas 6 kali ini
Berikut adalah contoh kearifan lokal di pesisir
1. Nandran
Nadran merupakan salah satu tradisi atau upacara yang mempersembahkan sesajen kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut sekaligus merupakan ritual tolak bala atau keselamatan.

2. Bediom
Tradisi video merupakan salah satu tradisi pindah rumah yang sering dilakukan oleh masyarakat pesisir barat. tradisi ini tidak hanya dilaksanakan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun namun juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya.

3. Ngumbai lawok
Melawak merupakan tradisi syukuran adat masyarakat pesisir terutama masyarakat pesisir barat. melawan dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juga laut yang berlimpah.

4. Ngejalang
Tradisi ngejalang merupakan kan tradisi yang dilaksanakan pada satu hari sebelum bulan Ramadhan dan 1 hari sebelum hari raya idul Fitri.

5. Ngumbai atakh
merupakan suatu bentuk pengharapan kepada Tuhan yang maha esa agar hasil perkebunan yang menjadi mata pencaharian warga masyarakat meningkat dan dijauhkan dari segala musibah atau adanya roh jahat yang bermaksud untuk mengganggu kesuburan tanaman.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Inggrid Purwaningtyas -
Inggrid Purwaningtyas
1913024040

1. Tradisi Nadran
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidupnya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran tradisi tahunan yang pelaksanaannya dipimpin oleh tetua adat. Bukan hanya sekedar hiburan, tetapi di dalamnya juga ada kegiatan transaksi ekonomi.

2. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka.

3. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas)

4. Paksi Pak Sekala Brak
Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Terpenting, pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adat pun tetap terpelihara dengan baik. Itu dibuktikan dengan adanya iyukh sumbai, tidak ada seorang pun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya. Kata Saibatin dimaknai sebagai Satu Orang Pemilik. Saibatin Kedau Adat/pemilik adat, Saibatin Kedau Harkat/pemilik harkat

5. Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi).
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Catharina Anandasari -
Nama : Catharina Anandasari
NPM : 1913024022
Kearifan lokal di pesisir :
1. Kearifan lokal di pulau Pahawang upaya penyelamatan hutan mangrove di Lampung. Desa Pulau Pahawang memiliki Peraturan Desa (Perdes) Penyelamatan Mangrove yang berisi tentang larangan dan sanksi bagi warga desa maupun pendatang yang menebang pohon mangrove.
2. Kegiatan membuang gulma ini disebut dengan istilah “Nyalau”. Biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, melakukan “bersih-bersih” pada sawah, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi.
3. Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Tradisi ini dilaksanakan paling lama 9-10 hari setelah bayi lahir. Selama waktu tersebut, bayi tidak boleh dibawa keluar rumah sebelum berumur 9 hari dimana seluruh aktifitas dilakukan di dalam rumah. Setelah lebih dari 9 hari, sang bayi baru boleh berada di luar dan boleh dibawa mandi ke sungai (kabuyon atau diduayon).
4. Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya.
5. Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena miliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi lainnya disamping menikmati hiburan-hiburan yang sedang ditampilkan.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Rima Mei Yanti -
Saya Rima Mei Yanti NPM 1913024008 izin menjawab,
1. Ngumbai lawok
Ngumbai lawok merupakan ritual melarung berbagai sesaji ke laut sebagai ungkapan syukur atas banyaknya tangkapan ikan, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat.
Acara ini dilakukan oleh masyarakat pesisir khususnya masyarakat pesisir barat.
2. Paksi Pak Sekala Brak
Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Jadi tidak ada seorang pun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya.
3. Ngumbai atakh
Ngumbai atakh merupakan wujud pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar hasil perkebunan yang menjadi matapencaharian warga masyarakat meningkat dan dijauhkan dari segala musibah ataupun adanya roh jahat yang bermaksud untuk mengganggu kesuburan tanaman. Biasanya dilakukan pada musim haji.
4. Bediom
Bediom merupakan suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi).
5. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas).
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Tazkya Aulia -
Tazkya Aulia Rahma
1913024036

1. Tradisi nadran; upacara yang mempersembahkan sesajen (yang merupakan ritual dalam agama hindu untuk menghormati roh leluhurnya) kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut, sekaligus merupakan ritual tolak bala (keselamatan). Sesajen yang diberikan, disebut ancak, yang berupa anjungan berbentuk replika perahu yang berisi kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya.

2. Ngejalang; salah satu kebudayaan yang terdapat di Lampung khususnya masyarakat adat Lampung Saibatin di Pekon Negeri Raw Ngambur Kecamatan Ngambur Kabupaen Pesisir Barat yang telah ada sejak dulu dan tetap dilaksanakan hïngga saat ini adalah tradisi Ngejalang. Ngejalang dilaksanakan pada satu hari sebelum bulan Ramadhan, satu hari sebelum Idul Fitri serta minggu pertama bulan Syawal setiap tahunnya, dan diikuti oleh lapisan masyarakat.

3. Repong; sistem perladangan yang dilakukan oleh masyarakat Adat Krui adalah mengolah hutan. Masyarakat Adat Krui menanam ubi kayu, ubi jalar, padi ladang, pisang, tebu, rambutan, jengkol, petai, duku, durian, pepaya, yang semuanya ini terutama tidak untuk dikonsumsi sendiri, tetapi hasilnya dijual ke pasar. Masyarakat Adat Krui membedakan adanya dua tipe lahan hutan, yaitu pulan tuha (hutan primer) dan pulan ngura (hutan sekunder).

4. Ngumbai lawok; acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat.

5. Paksi Pak Sekala Brak; kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Terpenting, pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adat pun tetap terpelihara dengan baik. Itu dibuktikan dengan adanya iyukh sumbai, tidak ada seorang pun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya. Kata Saibatin dimaknai sebagai Satu Orang Pemilik. Saibatin Kedau Adat/pemilik adat, Saibatin Kedau Harkat/pemilik harkat.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Rifki Muhaimin -
Nama: Rifki Muhaimin Syahputra
NPM: 1913024044


1. Bediom
Adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat lampung barat bagian pesisir. Tradisi bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa ketika melaksanakan adat bediom ini diantaranya adalah: peralatan tidur, peralatan memasak, lampu, sembako, sajadah dan al quran. Al quran dan sajadah dibawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan sebagai simbol bahwa ia adalah pemimpin atau imam bagi keluarganya. Sedangkan peralatan lainnya dibawa oleh sanak kerabat.

2. Ngekuk
Yaitu memasak nasi yang di buburkan guna makanan pertama bagi bayi yang baru lahir. Ngekuk ini adalah salah satu tradisi masyarakat lampung pesisir yang dipercayai bahwa siapa pun yang mengngekukkan makanan bayi yang baru lahir maka bayi akan mengikuti sifat dan watak orang yang memasakkannya tadi. Maka dari itu untuk mengekuk atau membuat bubur buat sang bayi keluarga bisa memilih orang yang mereka kehendaki yang tentunya menurut orang tua sang bayi orang tersebut memilki kepribadian yang baik.

3. Butetebus
Apabila bayi yang dilahirkan memiliki kemiripan bahkan sangat mirip dengan kedua kedua orang tuanya yang sama dengan jenis kelamin bayi tersebut. Maka bayi tersebut harus dijual dengan tetangga maupun dengan saudara yang kemudian ditebus kembali. Untuk berapa lama bayi tersebut di jual itu tergantung dengan kesepakatan kepada sang pembeli. Maksud dari menjual bayi disini yaitu agar bayi memiliki keselamatan dan umur yang panjang


4. Ngumbai lawok
Ngumbai lawok merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat. Ngumbai lawok merupakan ritual melarung berbagai sesaji ke laut sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diperoleh selama satu tahun. Tradisi ini lahir dari pemahaman nelayan setempat bahwa laut adalah lahan untuk mencari nafkah. Sehingga, laut harus dibersihkan, dijaga, dan dirawat dengan melakukan ngumbai lawok yang dalam pelaksanannya ditandai dengan penyembelihan dan pelarungan kepala kerbau ke laut sebagai wujud rasa terima kasih atas nikmat Tuhan. Ritual ini juga menjadi simbol persahabatan antara nelayan dengan laut (manusia dengan alam).
5. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka.
6) Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas).
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Rizky Angka Wijayanto -
Nama: Rizky Angka Wijayanto
NPM: 1913024048

1. Bediom
Adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat lampung barat bagian pesisir. Tradisi bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa ketika melaksanakan adat bediom ini diantaranya adalah: peralatan tidur, peralatan memasak, lampu, sembako, sajadah dan al quran. Al quran dan sajadah dibawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan sebagai simbol bahwa ia adalah pemimpin atau imam bagi keluarganya. Sedangkan peralatan lainnya dibawa oleh sanak kerabat.

2. Ngekuk
Yaitu memasak nasi yang di buburkan guna makanan pertama bagi bayi yang baru lahir. Ngekuk ini adalah salah satu tradisi masyarakat lampung pesisir yang dipercayai bahwa siapa pun yang mengngekukkan makanan bayi yang baru lahir maka bayi akan mengikuti sifat dan watak orang yang memasakkannya tadi. Maka dari itu untuk mengekuk atau membuat bubur buat sang bayi keluarga bisa memilih orang yang mereka kehendaki yang tentunya menurut orang tua sang bayi orang tersebut memilki kepribadian yang baik.

3. Butetebus
Apabila bayi yang dilahirkan memiliki kemiripan bahkan sangat mirip dengan kedua kedua orang tuanya yang sama dengan jenis kelamin bayi tersebut. Maka bayi tersebut harus dijual dengan tetangga maupun dengan saudara yang kemudian ditebus kembali. Untuk berapa lama bayi tersebut di jual itu tergantung dengan kesepakatan kepada sang pembeli. Maksud dari menjual bayi disini yaitu agar bayi memiliki keselamatan dan umur yang panjang


4. Ngumbai lawok
Ngumbai lawok merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat. Ngumbai lawok merupakan ritual melarung berbagai sesaji ke laut sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diperoleh selama satu tahun. Tradisi ini lahir dari pemahaman nelayan setempat bahwa laut adalah lahan untuk mencari nafkah. Sehingga, laut harus dibersihkan, dijaga, dan dirawat dengan melakukan ngumbai lawok yang dalam pelaksanannya ditandai dengan penyembelihan dan pelarungan kepala kerbau ke laut sebagai wujud rasa terima kasih atas nikmat Tuhan. Ritual ini juga menjadi simbol persahabatan antara nelayan dengan laut (manusia dengan alam).
5. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka.

6. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas).
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Rizka Fathi Aulia -
Nama : Rizka Fathi Aulia
NPM : 195302008

1. Tradisi nadran
Inti upacara nadran adalah mempersembahkan sesajen (yang merupakan ritual dalam agama hindu untuk menghormati roh leluhurnya) kepada penguasa laut agar diberi limpahan hasil laut, sekaligus merupakan ritual tolak bala (keselamatan). Sesajen yang diberikan, disebut ancak, yang berupa anjungan berbentuk replika perahu yang berisi kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya.

2. Paksi pak sekala brak
Adalah kerajaan adat yang berada di wilayah kabupaten lampung barat yang terdiri empat paksi yang masing-masing dipimpin seorang sultan : paksi buay pernong, paksi buay belenguh, paksi buay bejalan diway dan paksi buay nyerupa. Jauh sebelum peradaban islam masuk, konon disebutkan kerjaan sekala brak dihuni suku atau buay tumi. Suku tersebut menganut kepercayaan hindu bairawa. Mereka mengagungkan sebatang pohon keramat (belasa kepampang) yang memilik dua cabang berbeda. Satu cabang nangka dan satu cabang lainya berupa kayu sebuku (kayu bergetah). Konon bila seseorang menyentuh getah cabang sebukau, dia bisa terkena penyakit kulit. Penyakit itu hanya bisa disembuhkan dengan getah dari cabang nangka di pohon tersebut. Saat peradaban islam menguasai sekala brak, pohon belasa kepampang ditebang dan kayunya dipergunakan untuk membuat singgasana raja (pepadun).

3. Bediom
Adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat lampung barat bagian pesisir. Tradisi bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun peralatan dan perlengkapan yang harus dibawa ketika melaksanakan adat bediom ini diantaranya adalah: peralatan tidur, peralatan memasak, lampu, sembako, sajadah dan al quran. Al quran dan sajadah dibawa oleh kepala keluarga yang bersangkutan sebagai simbol bahwa ia adalah pemimpin atau imam bagi keluarganya. Sedangkan peralatan lainnya dibawa oleh sanak kerabat.

4. Perkawinan masyarakat Lampung yang beradat Melinting memiliki tradisi perkawinan yang terdapat tiga jenis sistem atau bentuk perkawinan, yaitu mesukum (bumbang aji), ngakuk majau (sebumbangan) dan ngibal serbou (mupakat tuha).

5. Ngumbai lawok
Ngumbai lawok merupakan acara syukuran adat masyarakat Lampung
Pesisir (utamanya di Kabupaten Pesisir Barat) atas rahmat Tuhan yang telah mereka peroleh dari laut. Ngumbai lawok dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas banyaknya tangkapan ikan dan juta laut yang bersahabat, dengan harapan agar berlimpah hasil tangkapan juga keramahan laut terus bertambah, dan meningkat.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Annisa Defy Shafira -
Annisa Defy Shafira 1913024026

Kearifan lokal yang terjadi di pulau Pahawang menjadi satu contoh keberhasilan dalam upaya penyelamatan hutan mangrove di Lampung. Desa Pulau Pahawang memiliki Peraturan Desa (Perdes) Penyelamatan Mangrove yang berisi tentang larangan dan sanksi bagi warga desa maupun pendatang yang menebang pohon mangrove. Perdes tersebut dibuat warga bukan semata-mata karena keberhasilan kampanye NGO lingkungan, tetapi karena adanya kearifan lokal yang muncul kembali setelah terjadinya bencana besar. Lampung memang punya kearifan lokal yang kuat. Etnik ini punya filosofi piil pesenggiri atau menjaga benar martabatnya. Mereka tidak mau terus-terusan malu dengan kondisi alam yang makin rusak. Mereka mau bergerak, berupaya memperbaiki kesalahan di masa lampau. Termasuk menjaga dengan baik lingkungan di sekitar.
Tari Melinting Seni Tari Melinting merupakan tarian tradisional dari peninggalan Ratu Melinting. Tari Melinting diperkirakan sudah ada pada abad ke-16, namun belum ada data yang pasti pada zaman Ratu Melinting keberapa tarian ini diciptakan. Tari Melinting merupakan salah satu kesenian tari yang menggambarkan keperkasaan dan keagungan Keratuan Melinting. Tari Melinting merupakan tari tradisional lepas untuk hiburan pelengkap pada acara Gawi Adat. Fungsi tari Melinting, yaitu merupakan tarian hiburan lepas sebagai tari penyambutan tamu agung yang datang ke daerah Lampung. Selain itu fungsi-fungsi Tari Melinting adalah sebagai pergaulan yang merupakan ungkapan rasa kegembiraan pasangan muda-mudi, penampilanya di dominasi oleh gerak yang dinamis dari penari pria, sedangkan penari wanitanya lebih halus sesuai dengan sifat kewanitaanya.
Repong damar merupakan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Krui Lampung Pesisir Barat secara turun temurun dari sejak jaman pemerintahan Kolonial Belanda. Repong damar adalah suatu sistem pengelolaan tanaman perkebunan yang ekosistemnya merupakan hamparan tanaman yang membentuk suatu hutan yang dibudidayakan dikelola oleh masyarakat
Bediom; Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi).
Paksi pak sekala brak; Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Penyebutan nama Lampung diperkirakan berasal dari kata Anjak Lambung. Dalam bahasa Indonesia kata Anjal Lambung bisa diartikan dari dataran tinggi, yakni kawasan Gunung Pesagi yang merupakan puncak tertinggi di Provinsi Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Terpenting, pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adat pun tetap terpelihara dengan baik. Itu dibuktikan dengan adanya iyukh sumbai, sehingga tidak ada seorang pun anggota masyarakat adat yang tidak jelas identitasnya. Kata Saibatin dimaknai sebagai Satu Orang Pemilik. Saibatin Kedau Adat/pemilik adat, Saibatin Kedau Harkat/pemilik harkat.
In reply to Berti Yolida

Re: Latihan Tugas 6

by Ajeng Ambar kusuma -
Nama : ajeng ambar kusuma
NPM : 1913024056

1. Tradisi Nadran
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena miliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi lainnya disamping menikmati hiburan-hiburan yang sedang ditampilkan. Tradisi Nadran termasuk bentuk interaksi manusia kepada sang pencipta atau Tuhan. Interaksi ini merupakan ucapan rasa syukur yang amat tulus muncul dari sebuah ekspresi yang dimiliki manusia dalam menjalani kehidupan. Muncul nya rasa syukur pada masyarakat pesisir melatar belakangin akan rasa syukur atas penghasilan yang didapat dari hasil laut dan mengharapkan peningkatan atau hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Serta meminta kepada sang pencipta untuk di jauhkan dari bencana atau bala ketika sedang mencari nafkah di laut.

2. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka. Kegiatan membuang gulma ini disebut dengan istilah “Nyalau”. Cara nyalau sendiri adalah dengan cara membuang gulma dari petak sawah atau menenggelamkan gulma tersebut (yang sudah terlebih dahulu dicabut tentunya) kedasar lumpur sawah yang tujuannya agar gulma-gulma tersebut mati dan menjadi pupuk bagi tanaman padi tersebut. Sebagaimana halnya dengan jenis kearifan lokal lain dibelahan bumi nusantara lainnya, kegiatan nyalau inipun memiliki segi positif dalam mengeratkan tali silaturahmi dan tradisi saling tolongmenolong antar anggota masyarakat.

3. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas), kertas hias, kayu/bambu, lem, dan permen. Kertas hias warna (biasanya berwarna merah dan putih), kayu/bambu, dan lem digunakan untuk merangkai uang kertas dan permen hingga menyerupai pohon. Puncak pohon buatan tersebut diberi foto sang anak yang akan Ngabuyu. Beras kuning, kemiri, dan uang (logam dan receh) ditaruh dalam sebuah baskom yang sudah diberi alas sehelai kain.
Selain Ngebuyu, tradisi ini juga dikenal dengan nama “Ngabuyu; Kabuyon; Diduayon; Tabur Uang; Saweran“.

4. Penjunjongan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter.
Bentuknya bisa menyerupai rumah, disesuaikan dengan tekstur rumah si Baya. Contohnya bila rumah si Baya berbentuk panggung, maka biasanya bentuk pejunjongan-nya juga berbentuk panggung, dan bila rumah si Baya berbentuk rumah beton, maka pejunjongan juga dibangun langsung beralaskan tanah yang dilapik dengan alas diatasnya. Biasanya, fungsi pejunjongan ini adalah untuk menerima tamu. Tamu-tamu yang tidak kebagian tempat duduk diruang utama si Baya bisa duduk dipejunjongan saat acara berlangsung. Atau juga, pejunjongan bisa digunakan oleh para ibu-ibu sebagai dapur masak (biasanya pejunjongan ini digunakan untuk pejunjongan beralaskan tanah), digunakan oleh ibu-ibu untuk menyediak an masakan bagi tamu atau bahkan untuk kegiatan mencuci piring tamu (biasanya pejunjongan seperti ini dibangun dibelakang/didapur rumah si Baya).
Hampir semua acara besar orang Lampung Selatan seperti khitanan dan pernikahan pasti membutuhkan pejunjongan. Pejunjongan ini dibangun secara gotong-royong oleh bapak-bapak didesa dan dibangun sekitar 1 minggu sebelum acara dimulai.

5. Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi). Sementara prosesinya sendiri diawali dengan kepala keluarga meninggalkan rumah lama diikuti oleh isteri, anak-anaknya, sanak saudara dan para tetangga menuju ke tempat tinggal baru. Jumlah pengiringnya bergantung pada kemampuan orang yang sedang bediom tersebut. Apabila ia termasuk orang mampu, maka bediom akan berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh puluhan atau bahkan ratusan orang dan diiringi dengan musik atau lagu tradisional. Namun apabila ekonomi orang yang berdiom hanya “pas-pasan” maka para pengiringnya hanyalah sanak keluarga dan tetangga terdekat saja.

6. Ngekuk
Yaitu memasak nasi yang di buburkan guna makanan pertama bagi bayi yang baru lahir. Ngekuk ini adalah salah satu tradisi masyarakat lampung pesisir yang dipercayai bahwa siapa pun yang mengngekukkan makanan bayi yang baru lahir maka bayi akan mengikuti sifat dan watak orang yang memasakkannya tadi. Maka dari itu untuk mengekuk atau membuat bubur buat sang bayi keluarga bisa memilih orang yang mereka kehendaki yang tentunya menurut orang tua sang bayi orang tersebut memilki kepribadian yang baik
In reply to First post

Re: Latihan Tugas 6

by Fajriani Nur Matin -
Nama : Fajriani Nur Matin
NPM : 1913024006

1. Tradisi Nadran
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidup nya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat pesisir yang pelaksanaannya dipimpin tetua adat yang pada dasarnya tradisi tersebut memiliki tujuan dan makna yang baik dalam memenuhi kebutuhan hidup, karena miliki nilai ekonomi yaitu adanya kegiatan transaksi ekonomi lainnya disamping menikmati hiburan-hiburan yang sedang ditampilkan. Tradisi Nadran termasuk bentuk interaksi manusia kepada sang pencipta atau Tuhan. Interaksi ini merupakan ucapan rasa syukur yang amat tulus muncul dari sebuah ekspresi yang dimiliki manusia dalam menjalani kehidupan. Muncul nya rasa syukur pada masyarakat pesisir melatar belakangin akan rasa syukur atas penghasilan yang didapat dari hasil laut dan mengharapkan peningkatan atau hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Serta meminta kepada sang pencipta untuk di jauhkan dari bencana atau bala ketika sedang mencari nafkah di laut.

2. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka. Kegiatan membuang gulma ini disebut dengan istilah “Nyalau”. Cara nyalau sendiri adalah dengan cara membuang gulma dari petak sawah atau menenggelamkan gulma tersebut (yang sudah terlebih dahulu dicabut tentunya) kedasar lumpur sawah yang tujuannya agar gulma-gulma tersebut mati dan menjadi pupuk bagi tanaman padi tersebut. Sebagaimana halnya dengan jenis kearifan lokal lain dibelahan bumi nusantara lainnya, kegiatan nyalau inipun memiliki segi positif dalam mengeratkan tali silaturahmi dan tradisi saling tolongmenolong antar anggota masyarakat.

3. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas), kertas hias, kayu/bambu, lem, dan permen. Kertas hias warna (biasanya berwarna merah dan putih), kayu/bambu, dan lem digunakan untuk merangkai uang kertas dan permen hingga menyerupai pohon. Puncak pohon buatan tersebut diberi foto sang anak yang akan Ngabuyu. Beras kuning, kemiri, dan uang (logam dan receh) ditaruh dalam sebuah baskom yang sudah diberi alas sehelai kain.
Selain Ngebuyu, tradisi ini juga dikenal dengan nama “Ngabuyu; Kabuyon; Diduayon; Tabur Uang; Saweran“.

4. Penjunjongan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter.
Bentuknya bisa menyerupai rumah, disesuaikan dengan tekstur rumah si Baya. Contohnya bila rumah si Baya berbentuk panggung, maka biasanya bentuk pejunjongan-nya juga berbentuk panggung, dan bila rumah si Baya berbentuk rumah beton, maka pejunjongan juga dibangun langsung beralaskan tanah yang dilapik dengan alas diatasnya. Biasanya, fungsi pejunjongan ini adalah untuk menerima tamu. Tamu-tamu yang tidak kebagian tempat duduk diruang utama si Baya bisa duduk dipejunjongan saat acara berlangsung. Atau juga, pejunjongan bisa digunakan oleh para ibu-ibu sebagai dapur masak (biasanya pejunjongan ini digunakan untuk pejunjongan beralaskan tanah), digunakan oleh ibu-ibu untuk menyediak an masakan bagi tamu atau bahkan untuk kegiatan mencuci piring tamu (biasanya pejunjongan seperti ini dibangun dibelakang/didapur rumah si Baya).
Hampir semua acara besar orang Lampung Selatan seperti khitanan dan pernikahan pasti membutuhkan pejunjongan. Pejunjongan ini dibangun secara gotong-royong oleh bapak-bapak didesa dan dibangun sekitar 1 minggu sebelum acara dimulai.

5. Bediom
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi). Sementara prosesinya sendiri diawali dengan kepala keluarga meninggalkan rumah lama diikuti oleh isteri, anak-anaknya, sanak saudara dan para tetangga menuju ke tempat tinggal baru. Jumlah pengiringnya bergantung pada kemampuan orang yang sedang bediom tersebut. Apabila ia termasuk orang mampu, maka bediom akan berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh puluhan atau bahkan ratusan orang dan diiringi dengan musik atau lagu tradisional. Namun apabila ekonomi orang yang berdiom hanya “pas-pasan” maka para pengiringnya hanyalah sanak keluarga dan tetangga terdekat saja.

6. Ngekuk
Yaitu memasak nasi yang di buburkan guna makanan pertama bagi bayi yang baru lahir. Ngekuk ini adalah salah satu tradisi masyarakat lampung pesisir yang dipercayai bahwa siapa pun yang mengngekukkan makanan bayi yang baru lahir maka bayi akan mengikuti sifat dan watak orang yang memasakkannya tadi. Maka dari itu untuk mengekuk atau membuat bubur buat sang bayi keluarga bisa memilih orang yang mereka kehendaki yang tentunya menurut orang tua sang bayi orang tersebut memilki kepribadian yang baik
In reply to First post

Re: Latihan Tugas 6

by ade amalia chansa -
Nama : Ade Amalia Chansa
NPM : 1963024002
Mohon izin menjawab

1. Tanggamus (Tradisi Nadran)
Tradisi Nadran merupakan suatu upacara adat yang rutin di adakan oleh masyarakat pesisir yang hidupnya sangat bergantung terhadap hasil laut. Tradisi Nadran tradisi tahunan yang pelaksanaannya dipimpin oleh tetua adat. Bukan hanya sekedar hiburan, tetapi di dalamnya juga ada kegiatan transaksi ekonomi.

2. Lampung Selatan
a. Nyalau
Bagi masyarakat Lampung Selatan yang memiliki sawah, biasanya 1 bulan setelah masa tanam padi, mereka melakukan “bersih-bersih” pada sawah mereka, yaitu membuang rumput (gulma) yang tumbuh mengelilingi tanaman padi mereka.
b. Ngebuyu
Ngebuyu merupakan sebuah upacara tradisional sederhana dan singkat. Persiapan dilakukan sehari sebelumnya, yaitu untuk membeli dan merangkai alat upacara. Bahan upacara hanya terdiri dari beras kuning, kemiri, uang (logam dan kertas),
c. Penjunjongan
Pejunjongan adalah bangunan semi permanen yang dibangun disekitar rumah sang Baya. Bangunan ini bisa dibuat bergabung dengan rumah si Baya atau terpisah dari rumah si Baya namun tak begitu jauh dari rumah si Baya tersebut, paling maksimal sekitar 10 meter.

3. Lampung Barat (Paksi Pak Sekala Brak )
Kerajaan Sekala Brak dianggap sebagai simbol peradaban, kebudayaan dan eksistensi Orang Lampung. Saibatin sebagai pucuk pimpinan juga tetap eksis mengatur struktur pemerintahan dan prosesi adat. Terpenting, pengakuan, pengabdian dan kesetiaan dari masyarakat adat pun tetap terpelihara dengan baik.

4. Lampung Barat (Bediom)
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi).

5. Lampung Timur ( Adat Melinting )
Perkawinan masyarakat Lampung yang beradat Melinting memiliki tradisi perkawinan yang terdapat tiga jenis sistem atau bentuk perkawinan, yaitu mesukum (bumbang aji), ngakuk majau (sebumbangan) dan ngibal serbou (mupakat tuha).