FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Number of replies: 18


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai materi PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan makalah dan media presentasi berupa PPT/LINK POWTOON untuk diunggah dalam forum ini. Cara mengunggah: klik reply, lalu ketik nama kelompok. Kemudian, unggah file Makalah dan PPT dengan mengklik advanced seperti gambar di bawah.
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Kelompok pemateri merangkum pertanyaan dan jawaban pada akhir pembelajaran dan dikirimkan di form diskusi ini.
  4. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

zz




In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Cahya Restuni གིས-
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Salwa auliya གིས-
Nama: Salwa Auliya
NPM: 2413053065

izin bertanya
Mengingat pengajaran nilai membutuhkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, bagaimana upaya yang dapat dilakukan guru apabila orang tua kurang terlibat dalam pembentukan karakter anak, sedangkan lingkungan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan siswa?
In reply to Salwa auliya

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Cahya Restuni གིས-
Nama: Cahya Restuni
Npm: 2413053039

Menjawab pertanyaan Salwa Auliya, apabila orang tua kurang terlibat dalam pembentukan karakter anak, guru dapat melakukan beberapa upaya. Pertama, guru perlu membangun komunikasi yang baik dengan orang tua melalui pertemuan atau komunikasi secara berkala untuk menyampaikan pentingnya pendidikan karakter bagi perkembangan anak. Kedua, guru dapat memperkuat pembiasaan nilai-nilai sosial di sekolah, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati melalui kegiatan pembelajaran dan aktivitas sehari-hari. Ketiga, guru perlu memberikan keteladanan yang konsisten agar siswa dapat melihat dan meniru perilaku positif secara langsung. Selain itu, guru dapat melibatkan masyarakat dan lingkungan sekitar dalam kegiatan yang mendukung pembentukan karakter siswa.
Dengan demikian, meskipun keterlibatan orang tua masih terbatas, guru tetap dapat mengoptimalkan peran sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. Namun, upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengusahakan kerja sama bersama keluarga, karena pembentukan karakter akan lebih optimal apabila nilai-nilai yang diterapkan di sekolah juga mendapat dukungan dari lingkungan keluarga.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

SOFIRANI NUR FADILAH གིས-
Nama : Sofirani Nur Fadilah
Npm : 2413053043

Izin bertanya,
Dalam materi dijelaskan bahwa nilai merupakan sesuatu yang bersifat abstrak, tetapi dapat terlihat melalui perilaku, tindakan, norma, moral, dan keyakinan seseorang. Bagaimana guru dapat mengetahui bahwa nilai, seperti kejujuran, telah benar-benar terinternalisasi dalam diri peserta didik, bukan sekadar ditunjukkan ketika berada dalam pengawasan guru?
In reply to SOFIRANI NUR FADILAH

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Ika Zakiyah གིས-
Nama: Ika Zakiyah
NPM: 2413053050

Izin menjawab pertanyaan dari Sofi,
Menurut saya, guru tidak bisa melihat apakah kejujuran sudah tertanam dalam diri peserta didik hanya dari sikap mereka ketika berada di depan guru. Guru perlu memperhatikan kebiasaan peserta didik dalam berbagai situasi, terutama ketika mereka tidak merasa sedang diawasi. Misalnya, ketika peserta didik menemukan barang milik temannya di kelas, guru dapat melihat apakah barang tersebut dikembalikan atau disimpan sendiri. 

Contoh lainnya ketika mengerjakan tugas tanpa pengawasan langsung, apakah peserta didik tetap mengerjakan dengan kemampuan sendiri atau memilih menyalin pekerjaan teman. Perilaku yang muncul secara berulang dapat menjadi gambaran apakah peserta didik memang sudah terbiasa bersikap jujur atau hanya melakukannya karena takut ditegur. Guru juga dapat mengajak peserta didik melakukan refleksi sederhana mengenai alasan mereka memilih suatu tindakan. Dengan melihat kebiasaan, pilihan, dan alasan di balik tindakan tersebut, guru dapat lebih memahami sejauh mana nilai kejujuran telah tertanam dalam diri peserta didik.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

ABRAL AL-TISA 2413053051 གིས-
Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051

Izin bertanya kepada kelompok 5.
Jika seorang siswa memahami bahwa kejujuran itu penting, tetapi dalam situasi tertentu tetap memilih untuk berbohong, apakah pengajaran nilai tersebut dapat dikatakan berhasil? Bagaimana cara guru menilai keberhasilannya?
In reply to ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Cahya Restuni གིས-
Nama: Cahya Restuni
Npm: 2413053039

Menjawab pertanyaan Abral Al- Tisa, menurut kami, pengajaran nilai belum tentu dikatakan gagal hanya karena siswa masih melakukan kebohongan, karena pembentukan nilai merupakan sebuah proses. Guru perlu melihat perkembangan siswa secara menyeluruh, yaitu dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dari aspek kognitif, guru melihat apakah siswa memahami pentingnya kejujuran. Dari aspek afektif, guru melihat kesadaran dan sikap siswa terhadap nilai kejujuran. Sedangkan dari aspek psikomotorik, guru melihat apakah siswa mampu menerapkan kejujuran dalam tindakan nyata. Jadi, keberhasilan pengajaran nilai tidak cukup dilihat dari satu perilaku saja, tetapi dari perkembangan siswa yang diamati secara berkelanjutan melalui pembiasaan, pengalaman, dan refleksi.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Tri Septi Budiarti གིས-
Nama : TRI SEPTI BUDIARTI
NPM : 2413053070

Izin bertanya kepada kelompok 5,
Jika pendidikan multikultural bertujuan menciptakan sikap toleransi dan inklusif, mengapa bullying dan diskriminasi masih dapat terjadi di sekolah dasar meskipun nilai keberagaman sudah diajarkan?
In reply to Tri Septi Budiarti

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Cahya Restuni གིས-
Nama: Cahya Restuni
Npm: 2413053039

Disini saya menjawab pertanyaan Tri Septi, menurut kelompok kami, keteladanan guru lebih berpengaruh sebagai dasar, karena siswa SD cenderung belajar melalui apa yang mereka lihat dan contohkan dari orang di sekitarnya. Jika guru mengajarkan kejujuran tetapi tidak memberikan contoh yang jujur, pembiasaan di sekolah akan kurang efektif.

tapi, keteladanan saja tidak cukup. Pembiasaan tetap diperlukan agar nilai yang dicontohkan guru menjadi perilaku yang dilakukan siswa secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, keduanya harus berjalan bersama: guru menjadi contoh, sedangkan pembiasaan membuat nilai tersebut menjadi kebiasaan siswa. Hal ini sesuai dengan materi yang menempatkan guru sebagai teladan sekaligus sekolah sebagai lingkungan pembentuk karakter melalui pembelajaran dan pembiasaan.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Rika Noviliana གིས-
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073
Izin bertanya kepada kelompok 5,
Bagaimana cara guru memastikan bahwa pengajaran nilai tidak hanya membuat siswa memahami nilai secara teori, tetapi benar-benar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
In reply to Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Ika Zakiyah གིས-
Nama: Ika Zakiyah
NPM: 2413053050

Izin menjawab pertanyaan dari Rika,
Guru dapat memastikan penerapan nilai melalui tiga hal, yaitu pembiasaan, keteladanan, dan pengamatan. Nilai yang diajarkan perlu dibiasakan melalui kegiatan nyata, misalnya nilai disiplin diterapkan dengan datang tepat waktu dan mengumpulkan tugas sesuai batas waktu. Guru juga harus menjadi contoh dalam menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai tersebut. 

Setelah itu, guru mengamati perilaku siswa dalam berbagai kegiatan dan memberikan umpan balik ketika siswa sudah atau belum menerapkan nilai yang dipelajari. Siswa juga dapat diajak melakukan refleksi tentang bagaimana nilai tersebut mereka terapkan di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar. Dengan cara ini, guru dapat melihat bahwa nilai tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi sudah menjadi bagian dari kebiasaan dan perilaku siswa.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Lidya Gita Utami གིས-
Nama: Lidya Gita Utami
NPM: 2413053040

Menurut kelompok kalian, jika nilai yang diajarkan guru di sekolah berbeda dengan kebiasaan yang siswa lihat di rumah, kira-kira apa yang akan terjadi pada pembentukan karakter siswa dan bagaimana sebaiknya guru menyikapinya?
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Ika Zakiyah གིས-
Nama: Ika Zakiyah
NPM: 2413053050

Izin menjawab pertanyaan dari Lidya,
Kalau nilai yang diajarkan di sekolah berbeda dengan kebiasaan yang siswa lihat di rumah, siswa bisa menjadi bingung karena mendapatkan contoh yang berbeda. Menurut saya, guru sebaiknya tidak langsung menyalahkan keluarga, tetapi memberikan pemahaman kepada siswa melalui contoh-contoh yang sederhana dan konsisten. Guru juga bisa berkomunikasi dengan orang tua agar nilai yang dibiasakan di sekolah dapat didukung di rumah. Jadi, siswa mendapatkan arahan yang sejalan dan lebih mudah membentuk kebiasaan yang baik. Hal ini sesuai dengan materi bahwa pembentukan nilai membutuhkan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Rodiyah 2413053061 གིས-
Nama: Rodiyah
NPM: 2413053061

Pertanyaan:
Dalam pengajaran nilai, materi menyebutkan bahwa nilai bersifat abstrak tetapi terlihat melalui perilaku, tindakan, norma, moral, dan keyakinan. Mengapa pengajaran nilai tidak cukup hanya disampaikan secara teoretis, dan bagaimana perancangan pengalaman belajar yang berbasis kehidupan nyata dapat mengubah pemahaman kognitif siswa menjadi tindakan nyata?
In reply to Rodiyah 2413053061

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Ika Zakiyah གིས-
Nama: Ika Zakiyah
NPM: 2413053050

Izin menjawab pertanyaan dari Rodiyah,
Pengajaran nilai tidak cukup hanya dengan menjelaskan teori karena siswa belum tentu melakukan apa yang sudah mereka pahami. Nilai akan lebih mudah tertanam kalau siswa diberi kesempatan untuk mengalaminya langsung dalam kegiatan sehari-hari. Guru dapat merancang pengalaman belajar seperti:
1. Mengaitkan dengan kehidupan siswa, misalnya membahas sikap jujur melalui contoh yang pernah mereka alami di sekolah atau di rumah.
2. Memberikan kegiatan langsung, seperti kerja kelompok untuk melatih kerja sama dan saling menghargai.
3. Mengajak siswa berdiskusi dan refleksi, sehingga siswa dapat menyadari apakah mereka sudah menerapkan nilai tersebut atau belum.
4. Membiasakan perilaku positif, misalnya membiasakan disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain dalam kegiatan kelas.
Melalui pengalaman yang langsung dilakukan, siswa dapat memahami nilai bukan hanya dari penjelasan guru, tetapi juga dari apa yang mereka lihat, lakukan, dan rasakan sendiri.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Jesika Handayani གིས-
Nama: Jesika Handayani
NPM: 2413053046

Izin bertanya kepada kelompok 5
Dalam PPT dijelaskan bahwa penilaian pengajaran nilai mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Namun, sikap dan karakter siswa tidak selalu dapat diamati secara langsung dalam satu kali pembelajaran. Lalu, bagaimana cara guru memastikan bahwa penilaian yang dilakukan benar-benar mencerminkan karakter siswa yang sebenarnya, bukan hanya perilaku yang ditunjukkan ketika sedang berada di depan guru?
In reply to Jesika Handayani

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

gita fatimah གིས-
Nama : Gita Fatimah
Npm : 2413053059

Izin menjawab pertanyaan dari jesika jadi guru tidak cukup menilai dari satu kali pengamatan. Guru dapat melakukan observasi secara berulang dalam berbagai situasi, menggunakan jurnal/catatan perilaku, penilaian teman, dan refleksi siswa. Dengan begitu, guru bisa melihat apakah sikap tersebut memang menjadi kebiasaan siswa, bukan hanya ditunjukkan saat ada guru.
In reply to Cahya Restuni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Aulia Rahma Azzahra གིས-
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin bertanya kepada kelompok 5, pembelajaran IPS tidak hanya bertujuan agar siswa menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan memecahkan masalah. Jika waktu belajar terbatas, bagaimana guru menyeimbangkan antara penyampaian materi dan pengembangan keterampilan berpikir siswa?