Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
Untuk menentukan jumlah sampel dari populasi yang jumlahnya terbatas, salah satu rumus yang sering digunakan adalah rumus Slovin, yaitu:
n = N / (1 + N·e²)
Keterangan:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = batas toleransi kesalahan
Rumus Slovin dapat digunakan untuk membantu menentukan jumlah sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang ditetapkan oleh peneliti. Dalam penelitian ekonomi dan pendidikan ekonomi, rumus ini juga dapat digunakan bersama teknik stratified random sampling, terutama apabila populasi memiliki kelompok atau tingkatan tertentu.
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam penelitian. Populasi harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan penelitian, sedangkan sampel harus dipilih menggunakan teknik yang sesuai. Sampel yang baik bukan hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi juga dari kemampuannya dalam mewakili karakteristik populasi yang diteliti.
Sumber:- Arikunto, S. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. (2010)
- Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
- Majdina, N. I., Pratikno, B., & Tripena, A. (2024). Penentuan ukuran sampel menggunakan rumus Bernoulli dan Slovin: Konsep dan aplikasinya. Jurnal Ilmiah Matematika Dan Pendidikan Matematika, 16(1), 73-84. https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jmp/article/view/11230
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
NPM: 2413031058
Populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam sebuah penelitian. Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk diteliti. Menurut Sugiyono (2020), penentuan populasi dan sampel perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Contoh penerapannya dapat dilihat pada penelitian Latifah yang berjudul Analisis Keputusan Mahasiswa Menempuh Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian tersebut menggunakan mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2012–2015 sebagai populasi, dengan sampel sebanyak 161 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikan pembagian kelompok dalam populasi secara proporsional.
Berdasarkan kedua sumber tersebut, saya memahami bahwa populasi dan sampel harus ditentukan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan. Peneliti tidak selalu harus mengambil data dari seluruh populasi karena hal tersebut bisa membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar. Oleh karena itu, sampel dapat digunakan untuk membantu proses penelitian, asalkan pemilihannya sesuai dengan karakteristik populasi dan tujuan penelitian. Dengan menentukan populasi dan sampel secara tepat, penelitian dapat berjalan lebih terarah dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber:
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Latifah, Z. Analisis Keputusan Mahasiswa Menempuh Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
2413031061
Populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2020), populasi berkaitan dengan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Penentuan populasi dan sampel perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Contoh penerapannya dapat dilihat pada penelitian Dike Rama Putra dan Rahmatullah Pratama yang berjudul Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi Pendidikan Ekonomi pada Perguruan Tinggi STKIP PGRI Sumatera Barat. Penelitian tersebut menggunakan 491 mahasiswa sebagai populasi dan mengambil 220 mahasiswa sebagai sampel dengan teknik proportional random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikan proporsi setiap kelompok dalam populasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampel dapat digunakan untuk memperoleh data penelitian tanpa harus melibatkan seluruh anggota populasi.
Dari hasil membaca buku dan jurnal tersebut, saya mengetahui bahwa penentuan populasi dan sampel merupakan langkah awal yang penting dalam penelitian. Peneliti perlu memahami siapa saja yang menjadi sasaran penelitian dan menentukan sebagian responden yang sesuai untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Pemilihan sampel juga harus menggunakan teknik yang tepat agar data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan demikian, peneliti dapat melaksanakan penelitian secara lebih efektif dan memperoleh hasil yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji.
Sumber:
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Informasi buku
Putra, D. R., & Pratama, R. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi Pendidikan Ekonomi pada Perguruan Tinggi STKIP PGRI Sumatera Barat. Jurnal Education and Development.
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
npm : 2413031056
Populasi adalah keseluruhan objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian Pendidikan Ekonomi, populasi dapat berupa seluruh mahasiswa, siswa, guru ekonomi, atau kelompok lain yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Penentuan populasi harus dilakukan secara jelas agar penelitian memiliki batasan yang tepat.
Sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi sumber data penelitian. Penggunaan sampel dapat membantu peneliti menghemat waktu, biaya, dan tenaga tanpa harus meneliti seluruh anggota populasi. Namun, sampel harus dipilih menggunakan teknik yang sesuai agar hasil penelitian dapat menggambarkan karakteristik populasi secara tepat. Menurut Subhaktiyasa (2024), pemilihan teknik dan ukuran sampel perlu disesuaikan dengan pendekatan serta tujuan penelitian.
Teknik pengambilan sampel secara umum dibagi menjadi probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberikan peluang kepada anggota populasi untuk terpilih menjadi sampel berdasarkan prosedur acak, sedangkan non-probability sampling tidak menggunakan pemilihan secara acak. Pemilihan teknik tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi populasi dan kebutuhan penelitian. Misalnya, seorang mahasiswa ingin meneliti pengaruh financial anxiety dan financial self-efficacy terhadap financial well-being mahasiswa Universitas Lampung. Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Lampung yang memenuhi kriteria penelitian, sedangkan sampelnya adalah sebagian mahasiswa yang dipilih untuk mengisi kuesioner. Jumlah sampel dan teknik pengambilannya ditentukan berdasarkan cakupan populasi, tujuan penelitian, serta metode yang digunakan.
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel: Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731.
Mardhiyah, M., Dinilhaq, N. A., Amelia, Y., Arini, A., Hidayatullah, R., & Harmonedi. (2025). Populasi dan sampel dalam penelitian pendidikan: Memahami perbedaan, implikasi, dan strategi pemilihan yang tepat. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(2), 208–218.
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
NPM : 2413031047
Pendidikan Ekonomi
1. Hasil Membaca Buku Metodologi Penelitian
Berdasarkan hasil membaca buku Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches karya John W. Creswell (2014), khususnya Bab 8 tentang populasi dan sampel, saya memahami bahwa penentuan populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam perencanaan penelitian. Keduanya perlu ditentukan secara jelas agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Populasi merupakan keseluruhan subjek yang menjadi sasaran penelitian berdasarkan karakteristik tertentu. Dalam penelitian Pendidikan Ekonomi, populasi dapat berupa seluruh siswa pada jenjang atau kelas tertentu yang menjadi sasaran penelitian. Sementara itu, sampel merupakan sebagian anggota populasi yang dipilih untuk dijadikan subjek penelitian dan menjadi sumber data.
Creswell (2014) menjelaskan bahwa peneliti perlu mengidentifikasi populasi, mengetahui jumlah anggotanya apabila memungkinkan, serta menjelaskan prosedur pemilihan sampel. Peneliti juga perlu menentukan teknik pengambilan sampel dan jumlah sampel yang sesuai dengan kebutuhan analisis penelitian. Salah satu teknik yang dibahas adalah pengambilan sampel secara acak (random sampling). Selain itu, terdapat pengambilan sampel berdasarkan kelompok atau klaster (cluster sampling) dan berdasarkan kemudahan akses terhadap responden.
Dari hasil membaca buku tersebut, saya menyimpulkan bahwa penentuan sampel tidak cukup hanya berdasarkan jumlah responden yang akan diteliti. Peneliti harus mempertimbangkan karakteristik populasi, tujuan penelitian, teknik pengambilan sampel, dan kebutuhan analisis data. Dengan demikian, pemilihan sampel dapat dilakukan secara terencana dan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
2. Hasil Membaca Jurnal Penelitian Pendidikan Ekonomi
Jurnal yang saya baca berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan E-LKPD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri 1 Dawan” yang ditulis oleh Ni Kadek Wina Febiyanti dan Luh Indrayani (2025). Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan E-LKPD terhadap hasil belajar ekonomi siswa.
Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain posttest-only control. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Dawan, yang terdiri atas tiga kelas dengan jumlah keseluruhan 105 siswa. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan menetapkan 70 siswa sebagai sampel penelitian. Sampel tersebut terdiri atas 34 siswa kelas XI.5 sebagai kelompok eksperimen dan 36 siswa kelas XI.6 sebagai kelompok kontrol (Febiyanti & Indrayani, 2025).
Dari penelitian tersebut, saya memahami bahwa penentuan populasi dan sampel perlu disesuaikan dengan tujuan serta desain penelitian. Penggunaan teknik purposive sampling menunjukkan bahwa pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan kebutuhan penelitian. Dalam penelitian ini, kedua kelas digunakan untuk membandingkan hasil belajar ekonomi antara kelompok yang memperoleh pembelajaran menggunakan model CTL berbantuan E-LKPD dan kelompok kontrol.
Menurut pemahaman saya, penelitian tersebut memberikan contoh penerapan konsep populasi dan sampel dalam penelitian Pendidikan Ekonomi. Peneliti menjelaskan jumlah populasi, jumlah sampel, teknik pengambilan sampel, dan pembagian kelompok penelitian. Hal ini penting agar pembaca dapat memahami bagaimana subjek penelitian ditentukan dan bagaimana penelitian dilaksanakan. Namun, karena sampel dipilih menggunakan teknik purposif, generalisasi hasil penelitian perlu mempertimbangkan karakteristik sampel dan desain penelitian yang digunakan.
3. Kesimpulan
Berdasarkan hasil membaca buku metodologi penelitian dan jurnal Pendidikan Ekonomi tersebut, saya menyimpulkan bahwa populasi dan sampel merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan penelitian. Populasi berkaitan dengan keseluruhan subjek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk memperoleh data.
Penentuan populasi dan sampel harus disesuaikan dengan tujuan, karakteristik subjek, serta desain penelitian. Peneliti juga perlu menjelaskan teknik pengambilan sampel dan dasar penentuan jumlah sampel secara jelas. Melalui pemahaman tersebut, saya mengetahui bahwa ketepatan dalam menentukan populasi dan sampel dapat membantu proses penelitian berjalan lebih terarah serta mendukung penarikan kesimpulan yang sesuai dengan data dan batasan penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Febiyanti, N. K. W., & Indrayani, L. (2025). Pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan E-LKPD untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa SMA Negeri 1 Dawan. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 17(3), 662–670. https://doi.org/10.23887/jjpe.v17i3.99154
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
NPM : 2413031068
Berdasarkan hasil membaca buku metodologi penelitian, populasi merupakan keseluruhan subjek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk dijadikan sumber data penelitian. Menurut Sugiyono (2020), populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sementara itu, sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Oleh karena itu, penentuan populasi dan sampel harus disesuaikan dengan tujuan penelitian agar data yang diperoleh relevan.
Pengambilan sampel dapat dilakukan melalui dua kelompok teknik, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberikan peluang terpilih kepada anggota populasi melalui mekanisme pemilihan acak, sedangkan non-probability sampling tidak menggunakan mekanisme peluang acak yang diketahui untuk memilih anggota sampel (Sugiyono, 2020). Pemilihan teknik tersebut perlu mempertimbangkan karakteristik populasi, tujuan penelitian, serta ketersediaan waktu dan biaya agar proses pengumpulan data berjalan secara efektif.Dalam penelitian pendidikan ekonomi, populasi dan sampel digunakan untuk mengkaji berbagai permasalahan pembelajaran, seperti motivasi belajar, minat baca, dan hasil belajar siswa. Sebagai contoh, Dewi (2013) meneliti hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sawan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa populasi dan sampel diperlukan untuk menentukan subjek yang diteliti serta memperoleh data yang dapat digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Hal ini memperlihatkan bahwa penentuan sampel yang tepat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan penelitian pendidikan ekonomi.
Sumber :
Sugiyono. (2020). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Dewi, P. E. K. (2013). Hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sawan tahun ajaran 2012/2013. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 3(1).
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
NPM : 2413031052
Populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam metodologi penelitian. Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sasaran penelitian. Dalam bidang pendidikan ekonomi, populasi dapat berupa seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi, siswa yang mengikuti pembelajaran ekonomi, atau guru ekonomi di suatu sekolah. Penentuan populasi harus disesuaikan dengan tujuan dan permasalahan penelitian agar data yang diperoleh relevan. Sementara itu, sampel adalah sebagian anggota populasi yang dipilih untuk dijadikan sumber data penelitian. Penggunaan sampel bertujuan mempermudah proses penelitian serta menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Sampel harus dipilih dengan teknik yang tepat agar dapat memberikan gambaran yang sesuai dengan karakteristik populasi. Teknik pengambilan sampel secara umum dibagi menjadi probability sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan peluang pemilihan secara acak, dan non-probability sampling, yaitu pengambilan sampel yang tidak sepenuhnya berdasarkan peluang acak. Contohnya adalah simple random sampling dan purposive sampling.
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, misalnya, seorang mahasiswa ingin meneliti pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi pada angkatan yang ditentukan menjadi populasi penelitian, sedangkan sebagian mahasiswa yang dipilih sebagai responden menjadi sampel. Peneliti perlu menentukan jumlah dan teknik pengambilan sampel sesuai dengan tujuan penelitian serta karakteristik populasi. Berdasarkan pemahaman tersebut, populasi dan sampel memiliki hubungan yang erat dalam pelaksanaan penelitian. Populasi menentukan sasaran penelitian, sedangkan sampel menjadi sumber data untuk menjawab rumusan masalah. Oleh karena itu, penentuan populasi dan sampel yang tepat sangat diperlukan agar penelitian dapat berjalan secara sistematis dan menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Re: Tugas book report dan jurnal terkait dengan populasi dan sampel
NPM: 2413031064
Berdasarkan hasil membaca materi metodologi penelitian dan jurnal Pendidikan Ekonomi, saya memahami bahwa populasi dan sampel merupakan bagian penting dalam penelitian. Populasi adalah seluruh objek atau subjek yang memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan tujuan penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili dan memberikan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Dalam menentukan populasi, peneliti harus menetapkan batasan yang jelas, seperti lokasi penelitian, karakteristik responden, dan kelompok yang akan diteliti. Sementara itu, pemilihan sampel perlu mempertimbangkan jumlah populasi, tujuan penelitian, serta teknik pengambilan sampel yang sesuai. Teknik pengambilan sampel dapat dibedakan menjadi probability sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan peluang secara acak, dan non-probability sampling, yaitu pemilihan sampel yang tidak dilakukan secara acak, misalnya berdasarkan kriteria tertentu.
Contohnya, dalam penelitian mengenai pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Lampung, populasinya adalah mahasiswa yang memenuhi kriteria penelitian, sedangkan sampelnya adalah sebagian mahasiswa yang dipilih sebagai responden. Jika mahasiswa berasal dari beberapa angkatan, peneliti dapat mempertimbangkan teknik pengambilan sampel secara proporsional agar setiap angkatan terwakili. Dari bacaan tersebut, saya menyimpulkan bahwa penentuan populasi dan sampel harus dilakukan secara tepat agar proses pengumpulan data lebih terarah dan hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan. Sampel yang dipilih dengan baik akan membantu peneliti memperoleh gambaran mengenai populasi sesuai dengan tujuan penelitian.
Sumber Referensi:
Susanti, R. (2019). Sampling dalam penelitian pendidikan. Jurnal Teknodik.
Batara, D. R., dkk. (2025). Langkah-langkah menentukan populasi dan sampel yang tepat dalam penelitian. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 4(2).