Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026
1. Pendekatan Penelitian yang Sesuai
Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti, pendekatan yang paling sesuai adalah pendekatan kuantitatif. Hal ini karena penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring. Dalam penelitian tersebut terdapat dua variabel, yaitu penggunaan media digital interaktif sebagai variabel bebas (X) dan motivasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).
Pendekatan kuantitatif digunakan karena data yang diperoleh dapat diukur dalam bentuk angka dan kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik. Data mengenai penggunaan media digital interaktif dan motivasi belajar dapat diperoleh melalui penyebaran angket kepada siswa. Hasil dari angket tersebut kemudian diolah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kedua variabel tersebut.
Pendekatan kualitatif sebenarnya juga dapat digunakan jika peneliti ingin mengetahui pengalaman atau pendapat siswa secara lebih mendalam mengenai penggunaan media digital. Namun, karena fokus penelitian adalah mengetahui pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya, pendekatan kuantitatif lebih sesuai digunakan dalam penelitian ini.
2.
Langkah-Langkah atau Prosedur Penelitian
Penelitian perlu dilakukan secara bertahap agar prosesnya terarah dan hasil yang diperoleh dapat menjawab permasalahan penelitian. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
a. Identifikasi Masalah
Tahap pertama adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran daring. Peneliti dapat melihat bagaimana penggunaan media digital interaktif dalam proses pembelajaran dan bagaimana kondisi motivasi belajar siswa. Dari pengamatan tersebut dapat ditemukan adanya masalah, misalnya penggunaan media digital sudah diterapkan dalam pembelajaran, tetapi belum diketahui apakah penggunaannya benar-benar memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar siswa.
b. Menentukan Batasan Masalah
Setelah masalah ditemukan, peneliti perlu memberikan batasan agar penelitian tidak terlalu luas. Penelitian dapat dibatasi pada penggunaan media digital interaktif dalam pembelajaran daring dan hubungannya dengan motivasi belajar siswa. Peneliti juga perlu menentukan sekolah, kelas, dan siswa yang menjadi sasaran penelitian.
c. Merumuskan Masalah
Berdasarkan masalah yang telah ditemukan, peneliti menyusun rumusan masalah. Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat berupa: “Apakah terdapat pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring?”
d. Menentukan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun berdasarkan rumusan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring.
e. Melakukan Kajian Pustaka
Peneliti kemudian mencari teori dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan media digital interaktif dan motivasi belajar. Kajian pustaka diperlukan agar peneliti memiliki dasar yang jelas dalam melakukan penelitian. Selain itu, penelitian terdahulu dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan membantu peneliti dalam menentukan arah penelitian.
f. Menentukan Variabel Penelitian
Penelitian ini memiliki dua variabel. Variabel pertama adalah penggunaan media digital interaktif sebagai variabel bebas (X), sedangkan variabel kedua adalah motivasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y). Masing-masing variabel kemudian dijelaskan melalui definisi operasional dan indikator yang sesuai dengan teori.
g. Menentukan Hipotesis
Setelah variabel ditentukan, peneliti dapat menyusun hipotesis sebagai dugaan sementara terhadap hasil penelitian. Hipotesis yang dapat digunakan yaitu:
H0: Tidak terdapat pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.
Ha: Terdapat pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.
h. Menentukan Populasi dan Sampel
Selanjutnya peneliti menentukan populasi yang akan diteliti, misalnya seluruh siswa pada kelas atau sekolah tertentu. Jika jumlah populasi terlalu banyak, peneliti dapat mengambil sebagian anggota populasi sebagai sampel. Teknik pengambilan sampel harus disesuaikan dengan kondisi dan tujuan penelitian.
i. Menyusun Instrumen Penelitian
Instrumen yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Angket disusun berdasarkan indikator dari masing-masing variabel. Pernyataan dalam angket harus dibuat dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Jawaban dapat menggunakan skala Likert, misalnya sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.
j. Melakukan Uji Instrumen
Angket yang telah dibuat tidak langsung digunakan dalam penelitian. Terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah setiap pernyataan dalam angket benar-benar dapat mengukur variabel yang diteliti. Sementara itu, uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi instrumen dalam mengukur variabel.
k. Mengumpulkan Data
Setelah instrumen dinyatakan layak, peneliti melakukan pengumpulan data dengan menyebarkan angket kepada siswa yang telah ditentukan sebagai sampel. Karena penelitian dilakukan dalam pembelajaran daring, angket dapat dibagikan melalui Google Forms atau media lain yang dapat digunakan oleh siswa.
l. Mengolah dan Menganalisis Data
Data yang telah terkumpul kemudian diperiksa dan diolah. Peneliti dapat menggunakan analisis statistik deskriptif untuk melihat gambaran data penelitian. Selanjutnya, analisis regresi linear sederhana dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan untuk menentukan apakah hipotesis penelitian diterima atau ditolak berdasarkan kriteria pengujian yang digunakan.
m. Menarik Kesimpulan
Setelah data dianalisis, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian. Kesimpulan harus menjawab rumusan masalah yang telah dibuat sebelumnya dan disesuaikan dengan hasil analisis data.
n. Menyusun Laporan Penelitian
Tahap terakhir adalah menyusun laporan penelitian. Laporan penelitian biasanya terdiri atas pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Peneliti juga perlu mencantumkan sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian pada bagian daftar pustaka.
3. Potensi Masalah dan Solusi dalam Pelaksanaan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian, terdapat beberapa masalah yang mungkin muncul. Salah satunya adalah siswa tidak mengisi angket dengan sungguh-sungguh. Ada kemungkinan siswa memberikan jawaban secara asal atau hanya mengikuti jawaban temannya. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti perlu memberikan petunjuk pengisian yang jelas serta menjelaskan bahwa data yang diberikan akan digunakan untuk kepentingan penelitian.
Masalah berikutnya adalah perbedaan kemampuan siswa dalam menggunakan media digital. Tidak semua siswa memiliki kemampuan dan fasilitas yang sama. Ada siswa yang sudah terbiasa menggunakan teknologi, tetapi ada juga yang mengalami kesulitan. Solusinya adalah memilih media digital yang mudah digunakan dan memberikan petunjuk penggunaan yang jelas kepada siswa.
Kendala jaringan internet juga dapat memengaruhi pelaksanaan penelitian. Siswa yang memiliki koneksi internet kurang baik dapat mengalami kesulitan ketika mengikuti pembelajaran atau mengakses media digital. Untuk mengatasinya, peneliti dapat menggunakan media yang tidak membutuhkan jaringan terlalu besar dan memberikan alternatif apabila siswa mengalami kendala dalam mengaksesnya.
Selain itu, motivasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh penggunaan media digital. Faktor lain seperti lingkungan keluarga, kondisi tempat belajar, minat siswa, fasilitas belajar, dan cara guru mengajar juga dapat memengaruhi motivasi belajar. Oleh karena itu, peneliti perlu membatasi penelitian pada variabel yang sudah ditentukan dan menjelaskan faktor lain tersebut sebagai keterbatasan penelitian.
Masalah lain yang mungkin terjadi adalah sulitnya mendapatkan responden sesuai dengan jumlah sampel yang telah ditentukan. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak sekolah dan menentukan waktu pengumpulan data yang tidak mengganggu kegiatan pembelajaran.
4. Penyusunan dan Pengujian Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh data. Dalam penelitian ini, instrumen yang dapat digunakan adalah angket karena kedua variabel dapat diukur melalui tanggapan siswa. Penyusunan instrumen dimulai dengan menentukan definisi operasional dan indikator dari masing-masing variabel.
Pada variabel penggunaan media digital interaktif, indikator dapat berkaitan dengan kemudahan penggunaan, daya tarik media, interaksi dalam pembelajaran, kejelasan penyampaian materi, dan kemudahan akses. Sementara itu, indikator motivasi belajar dapat berkaitan dengan ketekunan siswa dalam belajar, perhatian selama pembelajaran, minat mengikuti pembelajaran, keaktifan, dan keinginan untuk mencapai hasil belajar yang baik.
Setelah indikator ditentukan, peneliti menyusun beberapa pernyataan berdasarkan setiap indikator. Pernyataan harus dibuat secara jelas, tidak membingungkan, dan sesuai dengan kondisi siswa. Setiap pernyataan dapat menggunakan skala Likert, misalnya dengan pilihan sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.
Sebelum angket digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, instrumen harus diuji terlebih dahulu. Uji validitas bertujuan untuk mengetahui apakah setiap butir pernyataan benar-benar mampu mengukur variabel yang ingin diteliti. Butir pernyataan yang memenuhi kriteria valid dapat digunakan, sedangkan butir yang tidak valid dapat diperbaiki atau dihapus.
Selain uji validitas, dilakukan juga uji reliabilitas. Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen dapat memberikan hasil yang konsisten. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menghitung Cronbach’s Alpha. Apabila instrumen memenuhi kriteria reliabilitas, maka instrumen tersebut dapat digunakan dalam penelitian.
Dengan demikian, instrumen penelitian tidak hanya dibuat berdasarkan perkiraan peneliti, tetapi harus disusun berdasarkan teori dan indikator yang jelas serta melalui proses pengujian terlebih dahulu. Hal tersebut penting agar data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan keseluruhan proses tersebut, penelitian mengenai pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dimulai dari identifikasi masalah, perumusan masalah, penentuan tujuan dan variabel, kajian pustaka, penentuan populasi dan sampel, penyusunan serta pengujian instrumen, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan laporan penelitian. Setiap tahap perlu dilakukan secara berurutan agar penelitian berjalan dengan jelas dan hasilnya dapat menjawab masalah yang telah ditentukan.