Diskusi

Diskusi

Jumlah balasan: 14

Cobalah diskusikan disini bersama teman-teman anda tentang jenis-jenis anggaran sektor publik dan penjelasan lingkupnya.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna A
Npm: 2413031082

Menurut saya, jenis-jenis anggaran sektor publik dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan dan penggunaannya. Jenis-jenis tersebut antara lain:
1. Anggaran Operasional
Anggaran ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan pemerintah yang dilakukan secara rutin, seperti pembayaran gaji, biaya administrasi, dan biaya pemeliharaan.
2. Anggaran Modal
Anggaran ini diperuntukkan bagi pembangunan atau pengadaan aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang, misalnya pembangunan gedung, jalan, maupun pengadaan peralatan.
3. Anggaran Tradisional
Anggaran ini lebih menitikberatkan pada pengalokasian dana berdasarkan pos-pos pengeluaran. Dalam penyusunannya, anggaran pada periode sebelumnya biasanya menjadi salah satu dasar untuk menentukan anggaran berikutnya.
4. Anggaran Berbasis Kinerja
Anggaran ini mengaitkan dana yang diberikan dengan target dan hasil yang harus dicapai. Dengan demikian, penggunaan anggaran tidak hanya dilihat dari jumlah dana yang digunakan, tetapi juga dari pencapaian kegiatannya.
5. Zero-Based Budgeting (ZBB)
Anggaran ini disusun dengan tidak langsung menggunakan anggaran tahun sebelumnya sebagai dasar. Setiap kegiatan dan kebutuhan harus dikaji kembali agar dana yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas.
Menurut saya, masing-masing jenis anggaran memiliki fungsi dan lingkup yang berbeda. Penerapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pemerintah agar penggunaan dana publik dapat direncanakan dan dikelola dengan lebih baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Adinda Putri Zahra -
Nama: Adinda Putri Zahra
NPM: 2413031083
Kelas: 2024C

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik
Menurut saya, jenis-jenis anggaran sector publik ada 5
1. Anggaran Tradisional
Anggaran ini umumnya mengambil anggaran dari tahun sebelumnya sebagai acuan untuk menetapkan anggaran di tahun yang akan datang. Beberapa karakteristiknya mencakup bersifat tahunan, sentralistis, menggunakan sistem line-item, dan lebih berfokus pada input atau jumlah pengeluaran.
2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
Pendekatan ini lebih fokus pada hasil, daya guna, dan kinerja yang dicapai. Dengan demikian, pihak pemerintah tidak hanya memperhatikan seberapa besar dana yang dihabiskan, tetapi juga menilai hasil dari penggunaan dana tersebut.
3. Anggaran Kinerja
Anggaran yang berkaitan dengan gagasan nilai untuk uang. Ini berarti, pemanfaatan dana diharapkan dapat dilaksanakan dengan hemat, efektif, dan menciptakan hasil yang sejalan dengan sasaran program.
4. Zero Based Budgeting (ZBB)
Dalam metode ini, anggaran tidak sekadar mencontoh anggaran dari tahun lalu, melainkan setiap aktivitas perlu dievaluasi kembali berdasarkan kepentingan dan nilai yang dihasilkan.
5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS adalah metode penganggaran yang fokus pada hasil dan sasaran, dengan perhatian khusus pada distribusi sumber daya yang didasarkan pada analisis ekonomi. Ruang lingkupnya mencakup penetapan tujuan organisasi, pengenalan program dan aktivitas, penilaian berbagai opsi program, pemilihan program yang memberikan manfaat maksimal, serta pengalokasian sumber daya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh GRESCIE ODELIA SITUKKIR 2413031088 -
Nama : Grescie Odelia Situkkir
NPM : 2413031088

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik : Anggaran sektor publik merupakan alat pemerintah untuk mengatur uang negara. Dalam perkembangannya, terdapat dua pendekatan utama, yaitu anggaran tradisional dan pendekatan New Public Management (NPM).
1. Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional merupakan sistem lama yang masih sering digunakan. Ciri-cirinya meliputi incrementalism, yaitu anggaran tahun ini hanya ditambah atau dikurangi sedikit dari tahun sebelumnya tanpa dilakukan pengecekan secara mendalam, serta line-item, yaitu anggaran disusun berdasarkan item pengeluaran seperti gaji dan alat tulis. Anggaran tradisional juga cenderung sentralistis, sangat detail, dibuat per tahun, dan menggunakan prinsip anggaran bruto. Kelemahan anggaran tradisional yaitu tidak terhubung dengan rencana jangka panjang, lebih berfokus pada jumlah uang yang dikeluarkan daripada hasil yang diperoleh, departemen saling terpisah secara kaku, serta prosesnya lambat dan informasinya kurang.
2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
NPM merupakan pendekatan modern yang tidak hanya berfokus pada penggunaan anggaran sesuai aturan, tetapi juga pada kinerja dan value for money, yaitu hasil maksimal dengan biaya seminimal mungkin. Pemerintah didorong agar lebih efisien, kompetitif, berorientasi pada hasil, dan melakukan desentralisasi. Anggaran menjadi lebih fleksibel, lintas departemen, serta berkaitan dengan rencana jangka panjang.
3. Anggaran Kinerja
Anggaran kinerja merupakan bagian dari NPM. Anggaran disusun berdasarkan program dan target kinerja yang ingin dicapai. Pemerintah diawasi melalui biaya internal, audit, dan evaluasi hasil. Dengan demikian, uang yang dikeluarkan harus jelas menghasilkan apa.
4. Zero Based Budgeting (ZBB)
ZBB merupakan sistem di mana setiap tahun anggaran “dimulai dari nol”. Semua kegiatan harus dibuktikan terlebih dahulu kebutuhannya, bukan sekadar menambah anggaran dari tahun sebelumnya. Proses ZBB meliputi: Menentukan unit keputusan., Membuat paket-paket keputusan atau pilihan alternatif. , Merangking mana yang paling penting. Kelebihan ZBB yaitu lebih efisien, mudah mendeteksi pemborosan, serta membuat staf lebih memahami dan ikut terlibat. Kekurangannya yaitu membutuhkan waktu lama, melelahkan, serta membutuhkan data dan keahlian yang tinggi.
5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS merupakan teknik yang berorientasi pada tujuan dan output. Sumber daya dialokasikan berdasarkan analisis ekonomi untuk menentukan program yang paling bermanfaat. Langkah utama PPBS yaitu menentukan tujuan - mencari program yang sesuai - mengevaluasi alternatif - memilih yang terbaik - mengalokasikan anggaran. Kelebihan PPBS yaitu tanggung jawab lebih jelas, mengurangi program yang tumpang tindih, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kek
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Nuraini Naibaho 2413031076 -

Nama : Nuraini Naibaho

NPM : 2413031076

Kelas : 24 C

Jenis-jenis anggaran sektor publik dapat dibedakan berdasarkan pendekatan yang digunakan dalam proses penyusunan dan pengelolaannya. Beberapa jenis anggaran yang umum digunakan, yaitu:

  1. Anggaran Tradisional
    Anggaran tradisional lebih menitikberatkan pada jumlah dana yang akan dikeluarkan berdasarkan jenis belanja, seperti belanja pegawai, barang, maupun pembangunan. Fokus utamanya adalah mengendalikan penggunaan dana sesuai dengan pos yang telah ditetapkan.

  2. Anggaran Berbasis Kinerja
    Anggaran ini mengaitkan penggunaan anggaran dengan hasil atau target yang ingin dicapai. Dengan demikian, keberhasilan suatu program tidak hanya dilihat dari besarnya dana yang digunakan, tetapi juga dari pencapaian hasil dan manfaatnya.

  3. Zero Based Budgeting (ZBB)
    ZBB merupakan metode penyusunan anggaran yang mengharuskan setiap kegiatan dan pengeluaran dinilai kembali dari awal. Setiap program perlu disertai alasan dan pertimbangan yang jelas mengenai kebutuhan dan manfaatnya sebelum memperoleh alokasi dana.

  4. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
    PPBS menghubungkan proses perencanaan, penyusunan program, dan penganggaran. Dana dialokasikan berdasarkan tujuan serta prioritas program, sehingga penggunaan sumber daya dapat disesuaikan dengan rencana yang telah ditetapkan.

Secara umum, lingkup anggaran sektor publik meliputi kegiatan perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban anggaran. Anggaran menjadi pedoman dalam mengatur penggunaan sumber daya publik sekaligus membantu pemerintah menentukan prioritas program yang akan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Ni Made Dwi Agustini -
Nama : Ni Made Dwi Agustini
Npm : 2413031086
Kelas : 24 C

A. Perkembangan Anggaran Sektor Publik
Dari materi yang saya baca, anggaran sektor publik sekarang sudah menjadi instrumen kebijakan yang fungsinya banyak, bukan cuma alat pengawasan dan pertanggungjawaban yang terpusat seperti dulu. Ada dua pendekatan utamanya, yaitu anggaran tradisional dan New Public Management (NPM).

B. Anggaran Tradisional
Ciri utamanya adalah incrementalism, yaitu anggaran hanya ditambah atau dikurangi dari data tahun sebelumnya tanpa kajian mendalam, dan line-item, yaitu pos yang sudah ada sulit dihapus walaupun sudah tidak relevan. Menurut saya di sinilah letak masalahnya: orientasinya ke input, bukan output, sehingga kinerja sulit dinilai secara akurat. Ditambah anggaran tahunannya tidak nyambung dengan rencana jangka panjang dan antar departemen terkesan berjalan sendiri-sendiri.

C. Pendekatan New Public Management (NPM)
NPM hadir dengan fokus pada kinerja, bukan sekadar kebijakan. Konsekuensinya pemerintah dituntut lebih efisien, memangkas biaya, dan bahkan bersaing lewat tender. Ini sejalan dengan konsep reinventing government dari Osborne dan Gaebler, di mana pemerintah diharapkan berorientasi pada hasil dan masyarakat sebagai pelanggan.

D. Perubahan Pendekatan Anggaran
Pendekatan barunya lebih komprehensif, terintegrasi lintas departemen, berjangka panjang, dan menghitung total cost dan benefit. Yang paling terasa bedanya, penilaiannya tidak berhenti di input saja tetapi sampai ke output dan outcome, dengan adanya pengawasan kinerja.

E. Anggaran Kinerja
Anggaran ini menekankan value for money, jadi yang dilihat bukan hanya berapa dana yang keluar, tetapi manfaat yang dihasilkan. Pengawasannya lewat internal cost awareness, audit keuangan, dan evaluasi kinerja eksternal.

F. Zero Based Budgeting (ZBB)
ZBB menyusun anggaran dari nol berdasarkan kebutuhan, bukan meneruskan angka tahun lalu. Tahapannya identifikasi unit keputusan, penyusunan paket keputusan, lalu perangkingan. Kelebihannya alokasi sumber daya lebih efisien dan mudah melihat pemborosan, tetapi prosesnya lama, melelahkan, dan butuh staf yang ahli.

G. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS berorientasi pada output dan tujuan dengan alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. Alurnya dari menentukan tujuan, mengidentifikasi program, mengevaluasi alternatif, memilih yang manfaatnya terbesar, baru dialokasikan. Kelebihannya bisa menghilangkan program yang tumpang tindih, tetapi butuh sistem informasi canggih dan biaya besar, jadi bagus di teori tapi sulit dipraktikkan.

Penutup
Menurut saya, ZBB dan PPBS sama-sama lahir untuk menutup kelemahan anggaran tradisional, tetapi keduanya terbentur masalah yang mirip: keterbatasan analisis (bounded rationality), data pembanding yang kurang, ketidakpastian politik dan ekonomi, serta hambatan birokrasi. Jadi tidak ada model yang benar-benar sempurna, semuanya tergantung kesiapan organisasi yang menerapkannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh IREN AGISTA PUTRI 2413031071 -
NAMA: Iren Agista Putri
NPM: 2413031071


Jenis anggaran sektor publik dapat dibedakan berdasarkan tujuan dan pendekatan penyusunannya.
1. Anggaran Operasional
Anggaran operasional digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari pemerintah dalam satu periode anggaran. Contohnya seperti belanja pegawai, listrik, alat tulis kantor, pemeliharaan, dan pelayanan administrasi. Anggaran ini bersifat rutin dan umumnya tidak menambah aset pemerintah.
2. Anggaran Modal atau Investasi
Anggaran modal digunakan untuk membiayai pengadaan atau pembangunan aset yang manfaatnya lebih dari satu tahun. Contohnya adalah pembangunan gedung sekolah, jalan, jembatan, rumah sakit, pembelian kendaraan, dan peralatan. Anggaran ini bersifat jangka panjang serta dapat menambah kekayaan pemerintah.
3. Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional atau line-item budgeting menyusun anggaran berdasarkan jenis pengeluaran, seperti belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal. Kelebihannya adalah mudah dipahami dan diawasi, tetapi kurang menunjukkan hubungan antara jumlah anggaran dan hasil program.
4. Anggaran Berbasis Kinerja
Anggaran berbasis kinerja menghubungkan dana yang digunakan dengan output dan outcome yang ingin dicapai. Dengan pendekatan ini, keberhasilan program tidak hanya dinilai dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
5. Zero-Based Budgeting
Zero-Based Budgeting menyusun anggaran mulai dari angka nol. Setiap kegiatan harus dijelaskan kembali tujuan, biaya, dan manfaatnya. Kegiatan yang tidak sesuai prioritas atau tidak memberikan manfaat dapat dikurangi atau dihentikan. Pendekatan ini bertujuan mencegah pemborosan dan meningkatkan efisiensi anggaran.

Setiap jenis anggaran memiliki fungsi yang berbeda. Anggaran operasional dan anggaran modal dibedakan berdasarkan penggunaannya, sedangkan anggaran tradisional, anggaran berbasis kinerja, dan zero-based budgeting dibedakan berdasarkan cara penyusunannya. Dalam praktiknya, pemerintah dapat menggabungkan beberapa pendekatan tersebut agar anggaran lebih terencana, transparan, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Menurut saya, jenis-jenis anggaran sektor publik mengalami perkembangan dari pendekatan tradisional menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada kinerja dan hasil. Beberapa jenis anggaran tersebut yaitu:

1. Anggaran Tradisional : Anggaran tradisional lebih menekankan pada pengawasan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Ciri-cirinya antara lain menggunakan sistem incrementalism dan line-item, bersifat sentralistis, spesifik, serta disusun untuk periode satu tahun.

2. Anggaran dengan Pendekatan New Public Management (NPM)
Pendekatan NPM lebih mengutamakan pengelolaan sektor publik berdasarkan kinerja. Pendekatan ini mendorong efisiensi, penghematan biaya, persaingan, serta pengelolaan pemerintah yang lebih berorientasi pada hasil.

3. Anggaran Kinerja : Anggaran kinerja menghubungkan penggunaan dana dengan program dan pencapaian kinerja. Pendekatan ini menekankan value for money serta adanya pengawasan terhadap kinerja dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Zero-Based Budgeting (ZBB) : ZBB menyusun anggaran dengan melihat kembali kebutuhan setiap kegiatan, sehingga tidak hanya bergantung pada anggaran sebelumnya. Dalam penerapannya, dilakukan identifikasi unit keputusan, penyusunan paket keputusan, kemudian penilaian atau pemeringkatan terhadap keputusan tersebut.

5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS) : PPBS merupakan sistem penganggaran yang berfokus pada tujuan dan output. Pengalokasian sumber daya dilakukan dengan membandingkan berbagai alternatif program melalui analisis ekonomi, kemudian memilih program yang dianggap memberikan manfaat lebih besar.

Menurut saya, perkembangan berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penganggaran sektor publik tidak hanya berfokus pada penggunaan dana, tetapi juga mulai memperhatikan efisiensi, kinerja, tujuan, dan hasil yang ingin dicapai
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Natasya Natasya -
Nama : Natasya
NPM : 2413031081

1. Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional lebih menekankan pada pengawasan dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Ciri-cirinya antara lain incrementalism dan line-item. Artinya, anggaran tahun sebelumnya biasanya menjadi dasar untuk menentukan anggaran berikutnya, sedangkan line-item mengelompokkan anggaran berdasarkan jenis pengeluaran atau penerimaan. Pendekatan ini lebih berorientasi pada input dan bersifat tahunan.

2. New Public Management (NPM)
NPM merupakan pendekatan yang lebih berorientasi pada kinerja. Jadi, pemerintah tidak hanya melihat berapa besar anggaran yang digunakan, tetapi juga memperhatikan efisiensi dan hasil yang dicapai. Lingkupnya mencakup input, output, dan outcome serta konsep value for money.

3. Anggaran Kinerja
Anggaran kinerja menghubungkan anggaran dengan program dan kinerja yang ingin dicapai. Jadi, penggunaan anggaran harus dapat dilihat hasilnya dan tidak hanya berdasarkan jumlah dana yang telah dikeluarkan. Pendekatan ini juga menekankan value for money, pengawasan, dan evaluasi kinerja.

4. Zero Based Budgeting (ZBB)
ZBB menyusun anggaran berdasarkan kebutuhan yang dievaluasi kembali, sehingga tidak sekadar mengikuti anggaran tahun sebelumnya. Setiap kegiatan atau program perlu dipertimbangkan dan ditentukan prioritasnya. Pendekatan ini dapat membantu menemukan pengeluaran yang kurang efisien, tetapi membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup besar.

5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS merupakan penganggaran yang berorientasi pada tujuan dan program. Dalam pendekatan ini, organisasi menentukan tujuan, menyusun berbagai program untuk mencapainya, kemudian membandingkan alternatif sebelum menentukan program dan alokasi sumber daya yang akan digunakan.

Jadi menurut saya perbedaan utama dari berbagai jenis jenis anggaran sektor publik terletak pada fokusnya. Anggaran tradisional lebih menekankan input dan pengawasan, sedangkan pendekatan yang lebih baru mulai memperhatikan kinerja, efisiensi, output, outcome, dan pencapaian tujuan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Melinda Dwi Safitri -
Nama: Melinda Dwi Safitri
NPM: 2413031092
Menurut saya, anggaran sektor publik merupakan rencana keuangan yang disusun oleh organisasi sektor publik, khususnya pemerintah, untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran dalam suatu periode tertentu. Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan, pengendalian, pengalokasian sumber daya, serta pertanggungjawaban kepada masyarakat. Adapun jenis-jenis anggaran sektor publik dan lingkupnya antara lain:

1. Anggaran Operasional
Anggaran operasional merupakan anggaran yang digunakan untuk membiayai kegiatan rutin organisasi atau pemerintah. Lingkupnya meliputi belanja pegawai, pemeliharaan fasilitas, kebutuhan administrasi, dan berbagai pengeluaran yang mendukung pelayanan publik sehari-hari.

2. Anggaran Modal atau Anggaran Pembangunan
Anggaran modal digunakan untuk membiayai pengadaan atau pembangunan aset yang memiliki manfaat dalam jangka panjang. Lingkupnya dapat berupa pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, gedung pemerintahan, serta fasilitas umum lainnya.

3. Anggaran Tradisional
Anggaran tradisional merupakan anggaran yang penyusunannya lebih menekankan pada jenis dan jumlah pengeluaran. Lingkupnya biasanya berfokus pada pengendalian input atau besarnya dana yang dialokasikan untuk setiap pos belanja.

4. Anggaran Berbasis Kinerja
Anggaran berbasis kinerja mengaitkan alokasi dana dengan kinerja atau hasil yang ingin dicapai. Lingkupnya tidak hanya melihat berapa besar dana yang digunakan, tetapi juga memperhatikan output dan manfaat yang dihasilkan dari penggunaan anggaran tersebut.

5. Zero-Based Budgeting (ZBB)
Zero-Based Budgeting merupakan pendekatan penyusunan anggaran yang mengharuskan setiap kegiatan dan kebutuhan anggaran dikaji kembali dari awal. Artinya, anggaran periode sebelumnya tidak secara otomatis menjadi dasar untuk menentukan anggaran periode berikutnya. Lingkupnya mencakup evaluasi terhadap setiap program agar dana dialokasikan pada kegiatan yang benar-benar diperlukan dan memiliki manfaat.

Menurut saya, setiap jenis anggaran tersebut memiliki lingkup dan tujuan yang berbeda, tetapi pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan sumber daya publik yang terbatas dapat dialokasikan secara tepat. Oleh karena itu, penyusunan dan pelaksanaan anggaran sektor publik perlu dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel agar penggunaan dana publik dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Sofia Dilara -
Nama: Sofia Dilara
NPM: 2413031091

jenis anggaran sektor publik memiliki bentuk yang berbeda-beda, tergantung pada cara penyusunan dan tujuan yang ingin dicapai. Beberapa jenis anggaran tersebut antara lain:

1. Line Item Budget
Anggaran disusun berdasarkan jenis dan rincian pengeluaran. Pendekatan ini lebih menekankan pada pengawasan terhadap penggunaan dana untuk setiap kebutuhan.
2. Incremental Budgeting
Penyusunan anggaran dilakukan dengan melihat anggaran pada periode sebelumnya, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pada periode berikutnya.
3. Planning Programming Budgeting System (PPBS)
PPBS menghubungkan perencanaan, program, dan anggaran. Jadi, penggunaan dana disesuaikan dengan rencana dan program yang akan dilaksanakan.
4. Zero-Based Budgeting (ZBB)
Dalam pendekatan ini, setiap kegiatan perlu dipertimbangkan kembali dari awal. Anggaran sebelumnya tidak langsung dijadikan dasar, sehingga setiap pengeluaran harus memiliki alasan dan tujuan yang jelas.
5. Performance Budgeting
Anggaran disusun dengan memperhatikan target dan hasil yang ingin dicapai. Dengan begitu, penggunaan anggaran dapat dilihat berdasarkan kinerja atau hasil kegiatannya.
6. Program Budgeting
Anggaran diarahkan pada program atau kegiatan tertentu. Besarnya anggaran disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai melalui program tersebut.

Jadi, perbedaan utama dari jenis-jenis anggaran tersebut terletak pada fokus penyusunannya. Ada yang lebih menekankan rincian pengeluaran, ada yang menggunakan anggaran sebelumnya sebagai dasar, dan ada juga yang lebih melihat program serta hasil yang ingin dicapai.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Salwa Trisia Anjani -
Salwa trisia Anjani
2413031090

Jenis jenis anggaran sektor publik dan penjelasan lingkupnya.
1.Anggaran Tradisional
fokus pada pengawasan danpertanggungjawaban yang terpusat. Cirinya incrementalism, line-item, sentralis, spesifik, tahunan, dan bruto.berorientasi input, bukan output. Antardepartemen kaku, tidak terhubung dengan rencana jangka panjang, dan persetujuannya lambat.

2. Anggaran Berbasis NPM / Kinerja
berorientasi pada kinerja dan value for money. Pengawasannya lewat kesadaran biaya internal, audit keuangan, dan evaluasi kinerja eksternal. menuntut efisiensi, pemangkasan biaya, dan kompetisi tender.

3. Zero Based Budgeting (ZBB)
anggaran disusun dari nol berdasarkan kebutuhan, untuk mengatasi kelemahan anggaran tradisional. alokasi sumber daya lebih efisien, inefisiensi mudah terlihat, dan partisipasi manajemen bawah meningkat. Tetapi,prosesnya lama, perlu teknologi dan staf ahli, cenderung menekankan manfaat jangka pendek, dan menimbulkan masalah keperilakuan.

4. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
berorientasi output dan tujuan, dengan alokasi sumber daya berdasarkan analisis ekonomi. memudahkan pendelegasian tanggung jawab, bersifat lintas departemen, menghilangkan program yang tumpang tindih, dan memperbaiki kualitas layanan. Tetapi,biayanya besar, butuh sistem informasi canggih, bagus secara teori tetapi sulit diterapkan, dan mengabaikan realitas politik.

Jadi, Anggaran sektor publik bergeser dari tradisional (incremental, line-item, sentralis, berorientasi input) ke New Public Management yang berorientasi kinerja dan value for money. Dua tekniknya adalah ZBB, yang menyusun anggaran dari nol berdasarkan kebutuhan, dan PPBS, yang mengalokasikan sumber daya berdasarkan tujuan dan analisis program. Keduanya bagus secara konsep tetapi sulit diterapkan karena butuh data, biaya, dan staf ahli, serta terkendala politik dan birokrasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Alfiantika Putri -
Nama : Alfiantika Putri
NPM : 2413031095

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik merupakan rencana keuangan yang digunakan untuk mengatur bagaimana sumber daya publik dialokasikan dalam menjalankan program dan kegiatan pemerintah. Berikut merupakan beberapa jenis pendekatan yang digunakan, dan masing-masing memiliki fokus yang berbeda:

1. Line Item Budget
Line Item Budget merupakan anggaran yang disusun berdasarkan jenis dan rincian pengeluaran. Cakupannya lebih menekankan pada input atau jenis belanja yang akan dikeluarkan, seperti belanja pegawai, belanja barang, perjalanan dinas, dan kebutuhan lainnya. Pendekatan ini memudahkan pemerintah dalam mengawasi apakah pengeluaran telah sesuai dengan pos anggaran yang telah ditetapkan.
2. Penganggaran Inkremental
Penganggaran inkremental menyusun anggaran dengan menggunakan anggaran periode sebelumnya sebagai dasar, kemudian dilakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan pada periode berikutnya. Penyesuaian tersebut dapat berupa penambahan atau pengurangan anggaran. Cakupannya berkaitan dengan perubahan anggaran dari periode sebelumnya, sehingga penyusunan anggaran tidak dimulai sepenuhnya dari awal.
3. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
PPBS atau Sistem Penganggaran Perencanaan Program merupakan pendekatan yang menghubungkan perencanaan, program, dan anggaran. Cakupannya tidak hanya melihat kebutuhan anggaran dalam satu periode, tetapi juga mempertimbangkan tujuan dan program yang akan dilaksanakan dalam jangka lebih panjang. Dengan pendekatan ini, alokasi sumber daya diharapkan dapat disesuaikan dengan program yang memang mendukung tujuan organisasi pemerintah.
4. Zero-Based Budgeting (ZBB)
Zero-Based Budgeting merupakan pendekatan yang mengharuskan setiap kegiatan dan kebutuhan anggaran dipertimbangkan kembali dari awal, anggaran sebelumnya tidak secara otomatis dijadikan dasar untuk menentukan anggaran berikutnya. Cakupannya meliputi penilaian terhadap setiap kegiatan, termasuk apakah kegiatan tersebut masih diperlukan dan berapa anggaran yang benar-benar dibutuhkan.
5. Penganggaran Kinerja
Penganggaran kinerja menghubungkan anggaran dengan target, output, dan hasil yang ingin dicapai. Penyusunan anggaran tidak hanya melihat berapa besar dana yang akan digunakan, tetapi juga mempertimbangkan apa yang dihasilkan dari penggunaan dana tersebut. Cakupannya mencakup hubungan antara sumber daya yang digunakan, kegiatan yang dilakukan, output yang dihasilkan, dan hasil yang diharapkan.
6. Penganggaran Program
Penganggaran program merupakan pendekatan yang berfokus pada program atau kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Cakupannya melihat program secara keseluruhan, mulai dari tujuan yang ingin dicapai, kegiatan yang dilakukan, hingga sumber daya yang diperlukan. Dengan cara ini, anggaran dapat disusun berdasarkan program yang menjadi prioritas, bukan hanya berdasarkan jenis pengeluarannya.

Menurut saya, perbedaan setiap jenis anggaran terletak pada cara penyusunannya. Ada yang berfokus pada rincian belanja, anggaran sebelumnya, program, maupun hasil yang ingin dicapai. Semua pendekatan tersebut digunakan agar penggunaan anggaran sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh zara nur rohimah -
Nama : Zara Nur Rohimah
Npm : 2413031070

Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik dan Lingkupnya
1. Anggaran Tradisional
Lingkupnya meliputi pengendalian pengeluaran berdasarkan jenis belanja (line-item), menggunakan anggaran tahun sebelumnya sebagai dasar (incrementalism), serta berorientasi pada input dan pengawasan penggunaan dana.
2. Anggaran dengan Pendekatan NPM
Lingkupnya meliputi efisiensi, efektivitas, kinerja, hasil, dan pelayanan kepada masyarakat. Pengelolaan anggaran lebih terdesentralisasi dan memperhatikan prinsip value for money.
3. Anggaran Kinerja
Lingkupnya meliputi program, tujuan, kegiatan, target, dan hasil yang ingin dicapai. Anggaran tidak hanya melihat jumlah dana yang digunakan, tetapi juga kinerja yang dihasilkan.
4. Zero Based Budgeting (ZBB)
Lingkupnya meliputi penentuan kebutuhan anggaran dari awal, dengan setiap kegiatan dan pengeluaran dievaluasi kembali. Kegiatan kemudian disusun berdasarkan prioritas dan kebutuhan.
5. Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS)
Lingkupnya meliputi perencanaan jangka panjang, penetapan tujuan, penyusunan program, analisis alternatif, serta pengalokasian sumber daya berdasarkan program yang memberikan manfaat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Gifrika Tutut Pradiyana -
Nama: Gifrika Tutut Pradiyana
NPM: 2453031008

Menurut saya, anggaran sektor publik adalah rencana keuangan pemerintah untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran dalam suatu periode tertentu. Jenis-jenisnya antara lain:
1. Anggaran operasional, untuk kebutuhan rutin seperti gaji pegawai dan biaya pelayanan.
2. Anggaran modal, untuk pembangunan atau pengadaan aset seperti jalan, sekolah, dan fasilitas umum.
3. Anggaran transfer, untuk penyaluran dana dari pemerintah pusat kepada daerah atau pihak lain.
4. Anggaran pembiayaan, untuk mengatur penerimaan dan pengeluaran yang berkaitan dengan pembiayaan defisit atau surplus.
Secara umum, lingkup anggaran sektor publik mencakup perencanaan, pengalokasian, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban penggunaan dana publik untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.