Nama: Fadhil Juel Mountana Sembiring
Npm: 2513034068
Kelas: 2025 B
1.bagaimana kita, seorang geografi, memandang kejadian banjir?
sebagai seorang geografi, kita memandang banjir bukan hanya peristiwa air meluap ke daratan, tapi kita sebagai orang geografi memandang banjir sebagai satu fenomena geosfer yang di lihat dari 3 sudut pandang berbeda yaitu, pendekatan keruangan, pendekatan ekologi dan pendekatann kewilayahan.
tiga sudut pandang ini yang membantu seorang geografi memahami fenomena geosfer.
1. sudut pandang/pendekatan keruangan
dalam sudut pandang keruangan seorang geografi melihat fenomena banjir, dari lokasi, jarak dan hubungan antar unsur yang terjadi dalam suatu ruang.
pada sudut pandang keruangan orang geografi melihat hubungan antar aspek topografi yang ada pada suatu ruang, seperti dataran rendah, dataran tinggi, kemiringan lereng, dll. dari data tersebut lalu digunakan untuk memahami fenomena banjir yang terjadi.
2. sudut pandang/pendekatan lingkungan
dalam pendekatan lingkungan fenomena banjir dilihat sebagai interaksi antara manusia dan lingkungan yang menyebabkan banjir.
sebagai orang geografi kita melihat bagaimana aktivitas manusia yang menyebabkan banjir, seperti penebangan hutan di wilayah hulu sungai, pembangunan kota yang tidak memperhatikan tata letak dan juga ruang terbuka hijau sehingga air tidak dapat menyerap ke dalam tanah, pembuangan sampah ke sungai atau membuang sampah sembarangan juga bisa menjadi faktor utama banjir.
3. sudut pandang/pendekatan kewilayahan
pendekatan kewilayahan adalah gabungan dari pendekatan keruangan dan ekologi. dalam pendekatan kewilayahan banjir tidak dapat di pisahkan dari keterikatan antar wilayah yang saling mempengaruhi.
seorang geografi melihat interaksi antar wilayah yang saling mempengaruhi seperti, penebangan hutan di hulu sungai yang menyebabkan peningkatan debit air di hilir, tata letak kota yang tidak relevan dan juga kepadatan penduduk dapat menyebabkan banjir di suatu wilayah, faktor keruangan dan lingkungan saling berkaitan dan juga di hubungkan dengan antar wilayah yang mempengaruhi, banjir dapat terjadi di kota dikarenakan penebangan hutan di wilayah hilir, pembuangan sampah di daerah pedesaan juga dapat menyebabkan penyumbatan daerah aliran sungai yang menyebabkan banjir.
2. Darimana saja kah kita bisa mendapatkan data banjir yang ada di Indonesia?
1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
BNPB merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana di Indonesia. BNPB menyediakan data kejadian banjir, jumlah korban, kerusakan, dan wilayah terdampak melalui berbagai portal data kebencanaan nasional.
2. InaRISK
InaRISK adalah portal kajian risiko bencana yang dikembangkan oleh BNPB. Portal ini menyediakan informasi mengenai peta ancaman banjir, tingkat risiko bencana, serta potensi kerugian yang mungkin terjadi di berbagai wilayah Indonesia
3. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
BMKG menyediakan data yang berkaitan dengan faktor penyebab banjir, terutama data meteorologi seperti curah hujan, prakiraan cuaca, dan potensi hujan ekstrem.
4. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyediakan data mengenai daerah rawan banjir, sistem drainase, sungai, dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).
5. Badan Informasi Geospasial (BIG)
BIG menyediakan berbagai data geospasial nasional, seperti peta dasar Indonesia (RBI), peta penggunaan lahan, dan peta topografi.
6. Geoportal Kebencanaan Indonesia
Geoportal Kebencanaan merupakan sistem informasi spasial yang mengintegrasikan berbagai data bencana dari banyak sumber.
7. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
BPBD merupakan lembaga penanggulangan bencana di tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Lembaga ini biasanya memiliki data banjir yang lebih rinci di tingkat daerah, seperti lokasi banjir, kronologi kejadian, serta dampak yang terjadi pada masyarakat.