FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

Number of replies: 20

                                 

                                                                  A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.





In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Alyssa Putri Septia -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat sore ibu Deviyanti Pangestu, M.Pd. dan teman-teman, disini kami dari kelompok 6 izin mengirimkan makalah & ppt. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan untuk mereply makalah & ppt yang kami kirimkan, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Lidya Gita Utami -
Nama: Lidya Gita Utami
NPM: 2413053040
Kelas: B2

Izin bertanya untuk kelompok 6, Apakah penggunaan model pembelajaran seperti ASSURE selalu efektif dalam semua kondisi kelas, atau ada situasi tertentu di mana model ini kurang optimal?
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Alyssa Putri Septia -
Baik terimakasih atas pertanyaannya lidya, izin menjawab ya
Nama : Alyssa Putri Septia
NPM : 2413053004

Model pembelajaran ASSURE tidak selalu efektif dalam semua kondisi kelas, karena keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh keadaan nyata saat pembelajaran berlangsung. Model ini akan berjalan baik apabila guru memiliki waktu yang cukup untuk merancang pembelajaran, memahami karakteristik peserta didik, serta didukung oleh media dan fasilitas yang memadai. Namun, dalam kondisi kelas dengan jumlah siswa yang banyak, waktu pembelajaran terbatas, atau sarana belajar yang kurang lengkap, penerapan ASSURE dapat menjadi kurang optimal. Guru sering mengalami kesulitan dalam menganalisis kebutuhan setiap siswa secara mendalam dan menggunakan media pembelajaran sesuai rencana. Selain itu, langkah-langkah dalam model ini cukup rinci sehingga membutuhkan kesiapan guru dalam mengelola kelas secara sistematis.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Dian Dinanti -
Nama : Dian Dinanti
Npm. : 2413053015

Izin Menyanggah Jawaban Alyysa Putri Septia.
Saya kurang sependapat dengan pernyataan tersebut. Menurut saya, model pembelajaran ASSURE tetap dapat diterapkan secara efektif di berbagai kondisi kelas, termasuk kelas dengan jumlah siswa banyak atau fasilitas terbatas. Hal ini karena ASSURE justru dirancang sebagai panduan sistematis yang membantu guru merencanakan pembelajaran secara terstruktur, bukan membatasi.Keterbatasan waktu, sarana, atau jumlah siswa seharusnya tidak menjadi alasan utama kurang optimalnya penerapan model, melainkan menjadi tantangan bagi guru untuk lebih kreatif dan adaptif. Misalnya, guru tetap dapat menganalisis karakteristik siswa secara umum dan memilih media sederhana yang relevan dengan kondisi kelas.Dengan demikian, keberhasilan model ASSURE lebih bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola dan menyesuaikan pembelajaran, bukan semata-mata pada kondisi kelas.
In reply to Dian Dinanti

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin menanggapi dari sanggahan Dian Dinanti, Menurut saya, saya memahami pendapat tersebut dan setuju bahwa model ASSURE dapat diterapkan secara fleksibel dalam berbagai kondisi kelas. Namun, saya kurang sependapat apabila keterbatasan seperti waktu, jumlah siswa, dan fasilitas dianggap bukan sebagai faktor utama. Kondisi kelas tetap sangat berpengaruh terhadap optimal atau tidaknya penerapan model ASSURE. Misalnya, pada kelas dengan jumlah siswa yang banyak, guru akan lebih sulit melakukan analisis karakteristik peserta didik secara maksimal, meskipun hanya secara umum. Selain itu, keterbatasan waktu juga dapat menyebabkan beberapa tahapan dalam ASSURE tidak dilaksanakan secara mendalam.

Meskipun begitu, saya setuju bahwa guru harus tetap kreatif dan adaptif dalam mengelola pembelajaran. Artinya, model ASSURE tetap bisa diterapkan, tetapi pelaksanaannya mungkin tidak selalu berjalan secara optimal sesuai dengan tahapan idealnya. Oleh karena itu, menurut saya, keberhasilan ASSURE dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menyesuaikan pembelajaran sekaligus kondisi nyata di kelas.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Rani oktariani -
Nama: Rani Oktariani
Npm: 2413053025

Izin menyanggah jawaban dari alyssa

Menurut saya, model ASSURE sebenarnya cukup fleksibel dan tidak selalu bergantung pada kondisi kelas yang ideal. Meskipun jumlah siswa banyak atau fasilitas terbatas, guru tetap bisa menyesuaikan pembelajaran, misalnya dengan memanfaatkan media sederhana yang ada di sekitar.
Selain itu, langkah-langkah dalam ASSURE yang cukup rinci justru menjadi panduan agar pembelajaran lebih terarah dan sistematis, bukan sebagai hambatan. Dalam kelas besar pun, guru masih bisa menganalisis karakteristik siswa secara umum tanpa harus terlalu detail.
Jadi, menurut saya efektivitas model ASSURE lebih dipengaruhi oleh kreativitas dan kemampuan guru dalam beradaptasi, bukan hanya dari kondisi kelas itu sendiri.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by VINCA NURUL AZIZA 2413053008 -
Nama: Vinca Nurul Aziza
Npm: 2413053008

Izin menyanggah jawaban alyssa
Menurut saya, model ASSURE memiliki sifat yang cukup fleksibel sehingga tidak selalu bergantung pada kondisi kelas yang ideal. Walaupun jumlah siswa banyak atau sarana terbatas, guru tetap dapat menyesuaikan proses pembelajaran, misalnya dengan menggunakan media sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain itu, tahapan dalam model ASSURE yang cukup rinci justru berfungsi sebagai panduan agar pembelajaran berjalan lebih terstruktur dan sistematis, bukan menjadi kendala. Bahkan dalam kelas dengan jumlah siswa yang besar, guru masih dapat memahami karakteristik siswa secara umum tanpa harus mendalami setiap individu secara detail.
Oleh karena itu, menurut saya efektivitas model ASSURE lebih ditentukan oleh kreativitas serta kemampuan guru dalam beradaptasi, bukan semata-mata dipengaruhi oleh kondisi kelas.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Alingga Praswidari -
Nama: Alingga Praswidari
NPM: 2413053022

Izin bertanya, jika ada seorang siswa memiliki kemampuan tinggi tetapi motivasi rendah, bagaimana hal tersebut memengaruhi hasil belajarnya?
In reply to Alingga Praswidari

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Alyssa Putri Septia -
Baik terimakasih atas pertanyaannya alingga, izin menjawab ya
Nama : Alyssa Putri Septia
NPM : 2413053004

Apabila seorang siswa memiliki kemampuan akademik yang tinggi tetapi motivasi belajarnya rendah, maka pencapaian hasil belajar yang diperoleh biasanya belum maksimal. Walaupun siswa tersebut mempunyai potensi untuk memahami materi dengan cepat dan menyelesaikan tugas dengan baik, kurangnya motivasi membuatnya tidak sepenuhnya memanfaatkan kemampuan tersebut dalam kegiatan belajar dan rendahnya motivasi dapat terlihat dari sikap kurang antusias saat pembelajaran, minimnya partisipasi dalam kelas, serta kurangnya kesungguhan dalam menyelesaikan tugas. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemampuan saja tidak cukup untuk menghasilkan prestasi yang optimal, karena motivasi memiliki peran penting sebagai pendorong agar siswa mau belajar secara konsisten dan mencapai hasil yang lebih baik. Jadi, kemampuan tinggi yang tidak didukung motivasi belajar dapat menyebabkan hasil belajar tidak sebanding dengan potensi yang sebenarnya dimiliki siswa.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by NENGAH SEKARYANI -
Nama : Nengah Sekaryani
NPM : 2413053042

Izin bertanya, menurut kelompok kalian, mana yang lebih dominan memengaruhi rendahnya motivasi belajar, apakah faktor internal atau eksternal?
In reply to NENGAH SEKARYANI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Alyssa Putri Septia -
Baik terimakasih atas pertanyaannya nengah, izin menjawab ya
Nama : Alyssa Putri Septia
NPM : 2413053004

Menurut kelompok kami, faktor internal lebih dominan memengaruhi rendahnya motivasi belajar, karena faktor ini berasal dari dalam diri siswa, seperti minat, tujuan belajar, rasa percaya diri, dan kondisi emosional. Siswa yang kurang memiliki minat terhadap pelajaran biasanya lebih cepat bosan, kurang aktif, dan tidak terdorong untuk mencapai hasil belajar yang baik. Selain itu, ketika siswa merasa tidak percaya diri atau tidak memiliki target belajar yang jelas, mereka cenderung kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Karena itu, faktor internal dianggap lebih dominan karena motivasi belajar yang kuat harus muncul terlebih dahulu dari kesadaran diri siswa sendiri.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Nasya Andani -
Nama: Nasya Andani
Npm: 2413053001

Izin menyanggah jawaban dari alyssa
Terima kasih atas jawabannya. Namun, saya kurang sependapat jika faktor internal dianggap lebih dominan. Menurut saya, faktor eksternal justru memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap motivasi belajar siswa. Lingkungan belajar seperti cara mengajar guru, suasana kelas, dukungan orang tua, serta fasilitas belajar dapat secara langsung memengaruhi minat dan semangat siswa. Misalnya, siswa yang awalnya kurang percaya diri atau tidak memiliki minat belajar dapat menjadi lebih termotivasi ketika mendapatkan dorongan, metode pembelajaran yang menarik, dan lingkungan yang mendukung. Sebaliknya, meskipun siswa memiliki faktor internal yang baik, jika lingkungan belajarnya tidak kondusif, motivasi belajar tetap bisa menurun. Oleh karena itu, faktor eksternal tidak bisa dianggap kurang dominan karena justru berperan penting dalam membentuk dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Alya Hamidah -
Nama : Alya Hamidah
NPM : 2413053021

Izin bertanya kepada kelompok 6
Bagaimana cara menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri secara mandiri di tengah berbagai gangguan seperti rasa malas, kebiasaan menunda, dan pengaruh lingkungan (misalnya media sosial atau teman), serta strategi apa yang paling efektif agar motivasi tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa harus bergantung pada dorongan, hadiah, atau tekanan dari orang lain? Jelaskan juga bagaimana peran tujuan hidup, pola pikir, dan disiplin diri dalam membentuk motivasi belajar yang kuat dan konsisten.

Terimakasih
In reply to Alya Hamidah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab pertanyaan dari alya hamidah, motivasi belajar dari dalam diri itu dapat tumbuh ketika siswa memiliki tujuan belajar yang jelas sehingga mereka memahami alasan pentingnya belajar. Di tengah gangguan seperti rasa malas, kebiasaan menunda, dan pengaruh lingkungan seperti media sosial atau teman, siswa perlu mengelola diri dan lingkungannya, misalnya dengan mengatur waktu, membatasi distraksi, dan memulai dari target belajar yang sederhana agar lebih konsisten. Agar motivasi dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa bergantung pada dorongan dari luar, strategi yang paling efektif adalah membangun kebiasaan belajar dan disiplin diri, bukan hanya mengandalkan semangat sesaat. Dalam hal ini, tujuan hidup berperan sebagai arah, pola pikir berkembang membantu siswa tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan disiplin diri menjadi kunci untuk menjaga konsistensi belajar sehingga motivasi tetap kuat dan berkelanjutan.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by SOFIRANI NUR FADILAH -
Nama : Sofirani Nur Fadilah
Npm : 2413053043

Izin bertanya, Menurut pendapat kelompok 6 Bagaimana guru dapat menerapkan model ASSURE secara efektif dalam satu kelas yang memiliki perbedaan tingkat motivasi belajar siswa, sehingga semua siswa tetap dapat terlibat aktif dalam pembelajaran?
In reply to SOFIRANI NUR FADILAH

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab, guru dapat menerapkan model ASSURE secara efektif di kelas dengan tingkat motivasi belajar yang berbeda dengan cara menyesuaikan pembelajaran berdasarkan karakteristik siswa. Pada tahap analisis peserta didik, guru itu perlu memahami perbedaan motivasi, kemampuan, dan minat siswa sehingga pembelajaran bisa dirancang lebih tepat. Kemudian, guru dapat memilih metode dan media yang bervariasi dan menarik agar siswa dengan motivasi rendah tetap tertarik, misalnya melalui penggunaan video, permainan edukatif, atau diskusi kelompok.

Dalam pelaksanaannya, guru juga perlu melibatkan siswa secara aktif, seperti kerja kelompok atau tanya jawab, sehingga semua siswa memiliki kesempatan berpartisipasi aktif didalam kelas. Selain itu, guru juga dapat memberikan bimbingan dan perhatian lebih kepada siswa yang kurang termotivasi agar mereka tetap merasa didukung. Terakhir, melalui evaluasi dan refleksi, guru dapat melihat efektivitas pembelajaran dan melakukan perbaikan agar semua siswa dapat terlibat aktif secara optimal.
In reply to Alyssa Putri Septia

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by YENI FATMAWATI -
Nama: Yeni Fatmawati
NPM: 2413053031
Kelas: B2

Izin bertanya bagaimana cara guru untuk mengevaluasi keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan menggunakan model ASSURE?
In reply to YENI FATMAWATI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

izin menjawab, guru dapat mengevaluasi keberhasilan pembelajaran dengan model ASSURE melalui tahap evaluasi dan revisi. Pada tahap ini, guru menilai apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai dengan melihat hasil belajar siswa, baik dari penilaian proses (keaktifan, partisipasi) maupun hasil (tes, tugas, atau proyek). Selain itu, guru juga dapat mengamati keterlibatan siswa selama pembelajaran untuk mengetahui apakah media dan metode yang digunakan sudah efektif.

Guru juga bisa meminta umpan balik dari siswa terkait pembelajaran yang telah dilakukan, misalnya apakah mereka memahami materi dan merasa tertarik. Dari hasil evaluasi tersebut, guru kemudian melakukan refleksi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan pembelajaran, lalu melakukan perbaikan (revisi) agar pembelajaran berikutnya menjadi lebih efektif dan mampu melibatkan semua siswa.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Salwa Maulidda Utari -
Nama: Salwa Maulidda Utari
NPM: 2413053199

Izin bertanya, menurut kalian, model ADDIE, ASSURE, dan Dick & Carey, mana yang paling efektif diterapkan di SD? Jelaskan alasannya?
In reply to Salwa Maulidda Utari

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 6

by Alyssa Putri Septia -
Baik terimakasih atas pertanyaannya salwa, izin menjawab ya
Nama : Alyssa Putri Septia
NPM : 2413053004

Menurut kami, model ASSURE paling efektif diterapkan di sekolah dasar karena langkah-langkahnya lebih sederhana, praktis, dan langsung berfokus pada proses pembelajaran di kelas. Model ini membantu guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa SD yang memiliki kebutuhan belajar berbeda-beda, sehingga materi, media, dan metode yang digunakan dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka.

Selain itu, ASSURE menekankan penggunaan media dan partisipasi aktif siswa, yang sangat penting di SD karena anak-anak lebih mudah memahami materi melalui kegiatan konkret, gambar, video, permainan, atau praktik langsung. Dibandingkan model ADDIE yang lebih umum dan Dick & Carey yang lebih rinci serta membutuhkan analisis mendalam, ASSURE lebih mudah diterapkan guru dalam kegiatan belajar sehari-hari. Jadi, untuk kondisi kelas SD yang membutuhkan pembelajaran aktif, menarik, dan fleksibel, ASSURE dinilai lebih efektif.