Forum Diskusi

Forum Diskusi

Number of replies: 21

Menurut pendapat kalian bagaimanakah cara menanamkan civic partisipan dalam lingkungan SD ? Berikan analisa mu disertai contoh.

In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by VINCA NURUL AZIZA 2413053008 -
Menurut saya, cara menanamkan civic partisipan di SD itu tidak cukup cuma lewat teori di pelajaran PPKn, tapi harus dibiasakan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Civic partisipan itu maksudnya siswa mau ikut terlibat, peduli, dan bertanggung jawab dalam lingkungan sekitarnya.

Contohnya, guru bisa mengajak siswa musyawarah saat memilih ketua kelas, membuat aturan kelas bersama, atau mengadakan kegiatan gotong royong seperti Jumat Bersih. Guru juga perlu memberi kesempatan siswa untuk menyampaikan pendapat saat diskusi.

Menurut saya, karena anak SD masih belajar dari kebiasaan dan contoh, kalau sejak kecil mereka sudah dibiasakan ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab, nanti sikap itu akan terbawa sampai mereka dewasa.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Rani oktariani -
Nama: Rani Oktariani
Npm: 2413053025
Menanamkan civic partisipan di lingkungan SD harus dilakukan melalui pembelajaran yang partisipatif dan berbasis pengalaman karena siswa usia dasar berada pada tahap operasional konkret sehingga nilai kewarganegaraan lebih mudah dipahami melalui praktik langsung, contohnya dengan melibatkan siswa dalam musyawarah kelas untuk melatih kemampuan menyampaikan pendapat dan menghargai keputusan bersama serta mengikutsertakan mereka dalam kegiatan kerja bakti atau proyek sosial sekolah agar tumbuh rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bentuk partisipasi nyata warga negara.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Dian Dinanti -
Penanaman sikap civic participation di lingkungan sekolah dasar perlu dilaksanakan melalui pembelajaran yang aktif, melibatkan siswa secara langsung, dan berbasis pengalaman nyata. Hal ini penting karena anak usia SD masih berada pada tahap berpikir operasional konkret, sehingga nilai-nilai kewarganegaraan akan lebih mudah dipahami apabila dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, guru dapat mengajak siswa mengikuti musyawarah kelas untuk melatih keberanian mengemukakan pendapat, belajar mendengarkan orang lain, serta menerima keputusan bersama. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan seperti kerja bakti atau proyek sosial di sekolah juga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian, dan kesadaran akan peran mereka sebagai bagian dari masyarakat. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep kewarganegaraan secara teori, tetapi juga menghayatinya melalui tindakan nyata.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Nasya Andani -
Penanaman sikap partisipasi masyarakat di sekolah dasar sebaiknya dilakukan melalui pembelajaran yang aktif dan melibatkan siswa secara langsung. Hal ini penting karena anak SD masih berpikir secara konkret, sehingga mereka lebih mudah memahami nilai-nilai kewarganegaraan jika belajar melalui praktik langsung, bukan hanya teori. misalnya, guru bisa mengajak siswa melakukan musyawarah kelas agar mereka belajar berani menyampaikan pendapat, menghargai pendapat teman, dan menerima keputusan bersama. Selain itu, kegiatan seperti kerja bakti atau proyek sosial di sekolah juga dapat melatih rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya memahami konsep kewarganegaraan secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Muhamad Dakar Aldino -
Nama: Muhamad Dakar Aldino
NPM : 2413053017

Menurut saya, menanamkan sikap civic partisipan di SD dapat dilakukan melalui pembiasaan dan praktik langsung dalam kehidupan sekolah. Siswa perlu dilibatkan dalam kegiatan seperti pemilihan ketua kelas secara demokratis, musyawarah menentukan tugas, kerja bakti, serta kegiatan sosial agar mereka belajar bertanggung jawab, peduli, dan menghargai pendapat orang lain. Dengan pengalaman nyata tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep kewarganegaraan secara teori, tetapi juga terbiasa berperan aktif sebagai warga sekolah yang baik.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Alingga Praswidari -
Nama: Alingga Praswidari
NPM: 2413053022

Menurut saya menanamkan civi partisipasi di lingkungan SD dengan cara siswa belajar melalui pengalaman langsung. Dengan dilibatkan dalam kerja bakti, siswa tidak hanya diberi tahu tentang pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga ikut bertanggung jawab secara nyata. Kegiatan ini menumbuhkan rasa peduli, kerja sama, dan kesadaran bahwa mereka adalah bagian dari komunitas sekolah.

Contoh penerapan di SD:
Guru bersama siswa menentukan hari kerja bakti. Siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk menyapu halaman, membersihkan kelas, atau merapikan taman sekolah. Setelah kegiatan selesai, guru mengajak siswa berdiskusi singkat tentang manfaat menjaga kebersihan bersama.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Chalisa Dwi Handayani -
Nama : Chalisa Dwi Handayani
NPM : 2413053018

Menurut saya, cara menanamkan civic partisipan di SD adalah melalui kegiatan nyata yang melibatkan siswa secara langsung, bukan hanya teori. Karena pada usia SD, siswa lebih mudah belajar melalui pembiasaan. Jika siswa dilibatkan, mereka akan terbiasa bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.
Contohnya, kegiatan piket kelas melatih tanggung jawab, musyawarah pemilihan ketua kelas melatih sikap demokratis, dan kerja bakti melatih kepedulian sosial. Dari kegiatan tersebut, siswa belajar berpartisipasi aktif. Jadi, civic partisipan dapat ditanamkan melalui pembiasaan, keteladanan guru, dan kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung dalam kehidupan sekolah.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Alfira Rahma Dina -
Nama :Alfira Rahma Dina
NPM : 2313053224

Menurut saya, cara menanamkan civic partisipan di SD itu dimulai dari hal sederhana dan nyata. Anak-anak dibiasakan ikut terlibat dalam kegiatan sekolah, bukan cuma jadi pendengar.
Contohnya saat memilih ketua kelas, guru memberi kesempatan siswa untuk memilih secara demokratis. Atau saat membuat aturan kelas, siswa diajak musyawarah supaya merasa punya tanggung jawab terhadap aturan itu.
Bisa juga lewat kegiatan kerja bakti atau membantu teman yang kesulitan. Dari situ anak belajar peduli, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Jadi, civic partisipan itu ditanamkan lewat kebiasaan ikut berperan aktif sejak kecil, bukan hanya lewat teori saja.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Aulia Salsabila -
Nama: Aulia Salsabila
NPM: 2413053035
Menurut saya, cara menanamkan civic partisipan di lingkungan SD harus dilakukan melalui pembiasaan dan keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan nyata di sekolah. Anak SD masih belajar dari pengalaman dan contoh, jadi mereka perlu dilatih untuk aktif, peduli, dan bertanggung jawab sejak dini. Misalnya melalui musyawarah saat memilih ketua kelas agar mereka belajar demokrasi, kerja bakti untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta diskusi kelas supaya berani menyampaikan pendapat dan menghargai orang lain. Dengan cara seperti itu, sikap sebagai warga negara yang aktif tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Aulia Meutia Sani -
Nama : Aulia meutia sani
Npm : 2413053024

Menurut saya, penanaman sikap civic partisipan di sekolah dasar tidak cukup dilakukan dengan ceramah atau penjelasan teori kewarganegaraan saja. Nilai tersebut justru lebih efektif dibentuk melalui pengalaman langsung yang dialami siswa dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.

Sekolah sebaiknya berfungsi sebagai miniatur kehidupan demokrasi, di mana siswa dibiasakan untuk menyampaikan pendapat, melakukan musyawarah, menjalankan tanggung jawab, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain.

Dengan cara itu, pendidikan di tingkat SD tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik menjadi warga negara yang aktif, berpikir kritis, dan memiliki rasa tanggung jawab sosial.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Annisa Dwi Putri -
Nama: Annisa Dwi Putri
Kelas: 4A
NPM: 2413053002

Menanamkan sikap civic partisipan di lingkungan SD tidak cukup lewat teori aja, tapi harus lewat pengalaman langsung. Anak SD masih berpikir konkret, sehingga mereka lebih mudah memahami nilai kewarganegaraan jika langsung mempraktikkannya.

Caranya bisa dimulai dari hal sederhana, seperti piket kelas dan kerja bakti. Dari situ siswa belajar tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah. Pemilihan ketua kelas juga bisa menjadi contoh latihan demokrasi, karena siswa belajar memilih, menghargai perbedaan, dan menerima hasil keputusan bersama.

Di kelas, guru sebaiknya memberi ruang diskusi dan melibatkan siswa dalam membuat aturan kelas. Ini membuat mereka merasa pendapatnya dihargai dan lebih bertanggung jawab menjalankan kesepakatan. Nilai-nilai seperti musyawarah dan gotong royong yang sejalan dengan semangat Pancasila pun bisa diterapkan secara nyata.

Jadi, civic partisipan bisa ditanamkan lewat kebiasaan, keteladanan guru, dan kesempatan bagi siswa untuk aktif berpartisipasi, bukan hanya lewat hafalan materi.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by AZZAHRA CHIKA PERTIWI -
Menurut saya, menanamkan civic partisipan di SD tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran teori Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan saja, tetapi harus diwujudkan dalam pengalaman nyata dan pembiasaan sehari-hari. Anak-anak belajar lebih efektif melalui praktik langsung dibandingkan sekadar penjelasan konseptual.

Pertama, penerapan budaya demokrasi di kelas merupakan langkah awal yang penting. Guru dapat melibatkan siswa dalam pengambilan keputusan sederhana, seperti memilih ketua kelas melalui musyawarah atau pemungutan suara. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghargai pendapat orang lain, menerima hasil keputusan bersama, serta bertanggung jawab atas pilihan yang telah disepakati. Proses ini melatih mereka menjadi individu yang partisipatif dan demokratis.
Kedua, kegiatan organisasi dan kerja sama di sekolah juga berperan besar. Keterlibatan siswa dalam kepengurusan kelas, kegiatan pramuka, atau kerja bakti sekolah memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya kontribusi individu dalam kelompok. Misalnya, saat mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan, tetapi juga memahami bahwa setiap tindakan kecil mereka memiliki dampak bagi kenyamanan bersama. Inilah bentuk nyata pendidikan kewarganegaraan yang kontekstual.
Ketiga, guru harus menjadi teladan dalam bersikap partisipatif dan adil. Keteladanan memiliki pengaruh kuat terhadap pembentukan karakter siswa. Jika guru menghargai pendapat siswa, bersikap terbuka, dan menyelesaikan konflik melalui dialog, maka siswa akan meniru pola tersebut dalam kehidupan sosialnya.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Nadine Syakila Azzahra -
Nama: Nadine Syakila Azzahra
Npm: 2413053030

Jawaban:
Menurut saya, cara menanamkan civic partisipan di lingkungan SD bisa dilakukan melalui pembiasaan dan pengalaman langsung, bukan hanya teori. Karena anak SD masih berada pada tahap operasional konkret, maka mereka lebih mudah memahami nilai kewarganegaraan lewat praktik nyata atau kegiatan langsung.

Contohnya, guru bisa membiasakan musyawarah saat memilih ketua kelas, mengadakan voting sederhana, serta melibatkan siswa dalam kegiatan gotong royong seperti jumat bersih. Selain itu, melalui kegiatan seperti gerakan pramuka, siswa belajar tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Guru juga harus memberi teladan, karena anak sd belajar dari meniru perilaku orang dewasa.

Jadi, civic partisipan di SD bisa ditanamkan dengan membiasakan siswa aktif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekolah sejak dini.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Naufal Fadhlirrahman -
Nama : Naufal Fadhlirrahman
Npm : 2413053005

Menanamkan partisipasi kewarganegaraan di SD itu intinya bukan lewat hafalan, tapi lewat pembiasaan nyata di kelas. Kita bisa mulai dengan memberi ruang bagi siswa untuk ikut mengambil keputusan sederhana, contohnya membuat aturan kelas bersama atau memilih ketua kelompok. Saat anak merasa suaranya didengar, mereka akan paham mereka itu penting dan berharga bagi lingkungannya.
Kegiatan gotong royong seperti piket kelas atau kerja bakti juga jadi kunci. Di sini mereka belajar kalau itu adalah tanggung jawab bersama sama bukan cuma tugas satu orang. Lewat pengalaman langsung seperti ini, nilai-nilai kewarganegaraan akan tumbuh jadi karakter yang alami, bukan sekadar teori. Jadi, sewaktu dewasa nanti mereka terbiasa peduli dan aktif didalam lingkungan masyarakat
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Syarifah Siti Fatimah NA -
Nama: Syarifah Siti Fatimah NA
NPM: 2413053036

Menanamkan civic participant di lingkungan SD dapat dilakukan melalui pembiasaan keterlibatan aktif siswa dalam kehidupan sekolah. Nilai partisipasi tidak cukup hanya diajarkan secara teori dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, tetapi perlu dipraktikkan secara langsung. Guru harus memberikan pemahaman tentang tanggung jawab, musyawarah, dan aturan bersama, lalu memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat.

Contohnya, pemilihan ketua kelas secara demokratis, diskusi kelompok, kerja bakti, atau kegiatan dalam Pramuka. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Dengan begitu, siswa akan tumbuh menjadi pribadi yang aktif dan peduli sebagai warga negara sejak dini.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Anastasia Ratna Kezia Listyani -
Nama : Anastasia Ratna Kezia Listyani
Npm : 2413053016
Cara menanamkan civic participation di lingkungan SD adalah dengan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan sekolah. Guru dapat memberi kesempatan siswa untuk ikut membuat aturan kelas, memilih ketua kelas, dan terlibat dalam kegiatan seperti piket, kerja bakti, dan pramuka.
Contohnya, siswa diajak memilih ketua kelas melalui voting dan ikut membersihkan kelas bersama. Kegiatan ini melatih siswa untuk berpartisipasi, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekolah.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Melisa Dwi Asrianti -
Nama : Melisa Dwi Astianti
Npm : 2413053026
Menurut saya menanamkan civic partisipan pada siswa sekolah dasar berarti membiasakan siswa untuk aktif berpartisipasi dalam kehidupan bersama, memiliki rasa tanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya. Tujuan ini sejalan dengan pembelajaran PKN yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila dan dasar negara Undang-Undang Dasar 1945. Pada tingkat SD, penanaman civic partisipan tidak cukup hanya melalui penjelasan teori, tetapi harus melalui kegiatan nyata yang melibatkan siswa secara langsung dalam kehidupan sekolah. Dengan pengalaman langsung tersebut, siswa dapat belajar bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang tertib, adil, dan saling menghargai.

Salah satu cara menanamkan civic partisipan adalah melalui kegiatan musyawarah dan pengambilan keputusan bersama di kelas. Guru dapat mengajak siswa berdiskusi untuk menentukan aturan kelas, memilih ketua kelas, atau menyelesaikan masalah yang terjadi di kelas. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, serta menerima keputusan bersama secara demokratis. Contohnya, saat kelas akan menentukan jadwal piket, siswa diajak bermusyawarah sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap keputusan yang telah disepakati.

Cara lain adalah dengan membiasakan siswa berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah. Guru dapat mengajak siswa melakukan kerja sama dalam menjaga kebersihan kelas, kegiatan gotong royong, atau kegiatan peduli lingkungan seperti menanam tanaman di halaman sekolah. Contohnya, setiap minggu siswa bekerja sama membersihkan kelas dan halaman sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa partisipasi aktif mereka sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih.

Selain itu, penanaman civic partisipan juga dapat dilakukan melalui kegiatan organisasi atau kegiatan kelompok di sekolah. Misalnya melalui kegiatan kelompok belajar, pramuka, atau kegiatan proyek kelas yang melatih kerja sama dan tanggung jawab. Dalam kegiatan tersebut, siswa belajar untuk berperan aktif, berbagi tugas, serta menghargai peran teman-temannya. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami nilai-nilai kewarganegaraan secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, siswa sekolah dasar dapat mulai memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan bersama. Melalui pembiasaan yang terus-menerus, diharapkan mereka tumbuh menjadi warga negara yang aktif, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan masyarakat di masa depan.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Agin Aulia Putri -
Agin Aulia Putri
2413053028

Menurut saya, menanamkan civic partisipan di lingkungan SD bisa dilakukan dengan membiasakan siswa ikut terlibat dalam kegiatan bersama dan belajar bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Anak tidak hanya diberi penjelasan, tetapi juga diajak langsung berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah.

Contohnya, siswa dilibatkan dalam kerja bakti membersihkan kelas, ikut musyawarah sederhana saat menentukan aturan kelas, atau diberi tugas piket bersama. Dari kegiatan seperti itu, siswa belajar bekerja sama, menghargai pendapat teman, dan merasa punya tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah. Dengan kebiasaan seperti ini, sikap partisipatif bisa terbentuk sejak dini.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Alyssa Putri Septia -
Nama : Alyssa Putri Septia
NPM : 2413053004

Menurut pendapat saya, menanamkan civic participation di lingkungan Sekolah Dasar dapat dilakukan dengan membiasakan siswa untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkan siswa dalam kegiatan kelas seperti berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Selain itu, guru juga dapat menanamkan nilai partisipasi melalui kegiatan nyata seperti kerja bakti membersihkan kelas, menjalankan jadwal piket, dan membantu teman yang mengalami kesulitan belajar.

Contohnya, guru dapat mengadakan musyawarah kelas untuk menentukan aturan kelas atau memilih ketua kelas. Melalui kegiatan tersebut siswa belajar menyampaikan pendapat, menghargai keputusan bersama, serta memahami pentingnya berpartisipasi dalam kehidupan bersama di lingkungan sekolah.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Shafa alkausar salsabilah Shafa -
Nama : Shafa Alkausar Salsabilah
NPM : 2313053204

menanamkan partisipasi kewarganegaraan di sekolah dasar menurut saya harus dimulai dengan memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan di lingkungan mereka. Secara analitis, hal ini bukan sekadar mengajarkan teori hak dan kewajiban, melainkan membangun kepekaan sosial melalui praktik nyata yang demokratis di dalam kelas. Sebagai contoh, kita bisa mengajak siswa melakukan observasi terhadap masalah kebersihan di kantin, lalu membiarkan mereka berdiskusi dan menyusun solusi bersama dalam bentuk "kontrak sosial" kelas. Dengan memposisikan siswa sebagai subjek yang solutif terhadap masalah di sekitarnya, karakter civic participation mereka akan tumbuh secara organik melalui pengalaman dan tanggung jawab kolektif yang mereka jalani sendiri.
In reply to First post

Re: Forum Diskusi

by Paulina Madu Paguita Cahyani -
Nama : Paulina Madu Paguita Cahyani
NPM 2413053012

Menurut pendapat saya, cara menanamkan civic participation di lingkungan SD adalah dengan membiasakan siswa ikut terlibat dalam kegiatan bersama dan pengambilan keputusan sederhana di sekolah. Dengan begitu siswa belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Contohnya, guru dapat mengajak siswa bermusyawarah untuk memilih ketua kelas, sehingga siswa belajar menyampaikan pendapat dan menghargai keputusan bersama. Selain itu, civic participation juga bisa ditanamkan melalui kegiatan gotong royong atau piket kelas, di mana siswa bersama-sama menjaga kebersihan kelas.
Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep partisipasi sebagai warga negara, tetapi juga membiasakan diri untuk berperan aktif dalam lingkungan sekolah sejak dini.