FORUM DISKUSI

FORUM DISKUSI

Number of replies: 17

A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI

by Lidya Gita Utami -

Kelompok 14

Anggota Kelompok:

Yeni Fatmawati (2413053031)

Lidya Gita Utami (2413053040)

Salwa Auliya (2413063065)

In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by Alya Hamidah -
Izin bertanya kepada kelomppok 14

Nama : Alya Hamidah
NPM : 2413053021
Pertanyaanya itu menurut pendapat kelompok kalian, bagaimana hubungan antara kondisi lingkungan belajar dengan keberhasilan implementasi kurikulum yang menuntut pembelajaran aktif dan kolaboratif? Apakah kurikulum yang sudah dirancang dengan baik tetap dapat berjalan secara optimal jika kondisi lingkungan dan fasilitas belajar kurang mendukung?

Terimakasih.
In reply to Alya Hamidah

Re: FORUM DISKUSI

by YENI FATMAWATI -
Terima kasih banyak untuk Alya Hamidah atas pertanyaan yang diajukan untuk kelompok kami.

Izin menjawab: 
pendapat Kelompok kami, kondisi lingkungan belajar memiliki hubungan yang sangat erat dengan keberhasilan implementasi kurikulum yang menuntut pembelajaran aktif dan kolaboratif. Lingkungan yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta suasana belajar yang mendukung dapat meningkatkan motivasi, konsentrasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, jika ruang belajar kurang nyaman, fasilitas terbatas, atau media pembelajaran tidak tersedia, maka penerapan metode aktif dan kolaboratif akan menjadi terhambat.

Kurikulum yang dirancang dengan baik memang tetap dapat dijalankan, namun hasilnya tidak akan maksimal apabila kondisi lingkungan dan fasilitas belajar kurang mendukung. Hal ini karena keberhasilan pembelajaran tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada kesiapan sarana, lingkungan, dan pengelolaan pembelajaran secara menyeluruh. Oleh karena itu, lingkungan dan fasilitas belajar perlu diperhatikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by SHELLY DEVITASARI -
Nama: Shelly devitasari
NPM: 2413053037

Izin bertanya kepada kelompok 14
Jika keterbatasan fasilitas menjadi penghambat pembelajaran aktif, bagaimana sekolah dengan sarana minim tetap dapat menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna?
In reply to SHELLY DEVITASARI

Re: FORUM DISKUSI

by YENI FATMAWATI -
Terima kasih Shelly Devitasari atas pertanyaan yang telah diajukan untuk kelompok kami.

Izin menjawab:
Menurut pendapat kelompok kami, meskipun keterbatasan fasilitas dapat menghambat pembelajaran aktif dan kolaboratif, namun sekolah tetap dapat menciptakan pembelajaran yang inovatif jika lingkungan belajar dikelola dengan baik dan pendidik mampu memanfaatkan sumber daya yang ada secara kreatif. Hal ini sesuai dengan materi bahwa lingkungan belajar tidak hanya tentang fasilitas, tetapi juga suasana belajar, interaksi, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Contoh sederhananya pada pelajaran IPAS, pendidik mengajak peserta didik bekerja kelompok untuk mengamati jenis tumbuhan di sekitar sekolah. Setelah itu, peserta didik berdiskusi dan menyampaikan hasil pengamatannya di depan kelas.
Pada mata pelajaran PKn, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi tentang pentingnya sikap toleransi di sekolah. Setelah itu, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Selain itu, pendidik juga dapat mengajak peserta didik melakukan kerja sama membersihkan lingkungan kelas sebagai contoh penerapan sikap gotong royong.
Kegiatan sederhana seperti ini tetap membuat peserta didik aktif, bekerja sama, dan lebih mudah memahami materi meskipun fasilitas sekolah yang terbatas.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by Alingga Praswidari -
Nama: Alingga Praswidari
NPM: 2413053022

Izin bertanya kepada kelompok 14

Studi kasus pada kelompok 14 mengajukan empat saran perbaikan, yaitu perbaikan sarana prasarana bertahap, penguatan manajemen sekolah, optimalisasi fasilitas secara kreatif oleh guru, serta evaluasi dan pengawasan berkala. Dari keempat saran tersebut, menurut kelompok kalian mana yang paling realistis diterapkan di sekolah dengan anggaran terbatas?
In reply to Alingga Praswidari

Re: FORUM DISKUSI

by Salwa auliya -
Izin Menjawab pertayaan dari Alingga,
Menurut kelompok kami, yang paling realistis diterapkan di sekolah dengan anggaran terbatas adalah optimalisasi fasilitas secara kreatif oleh guru. karena sekolah tidak harus selalu memiliki fasilitas yang lengkap untuk menciptakan pembelajaran yang baik. Guru dapat memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dengan lebih kreatif dan efektif sehingga kegiatan belajar tetap berjalan dengan nyaman dan menarik bagi siswa.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin bertanya kepada kelompok 14, Dalam PPT disebutkan bahwa guru dituntut kreatif dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Namun, jika kondisi sekolah sangat minim (seperti ruang kelas rusak, media pembelajaran terbatas, bahkan fasilitas dasar tidak terpenuhi), seberapa realistis tuntutan kreativitas tersebut dapat diterapkan oleh guru di lapangan?
Apakah tuntutan ini tidak justru mengalihkan tanggung jawab dari sistem atau pemerintah kepada guru, sehingga guru seolah menjadi pihak utama yang harus menutupi kekurangan fasilitas?
In reply to Aulia Rahma Azzahra

Re: FORUM DISKUSI

by Salwa auliya -
Izin Menjawab Pertanyaan dari Aulia Rahma Azzahra, Menurut kelompok kami, kreativitas guru dalam memanfaatkan fasilitas yang ada memang penting. Namun, jika kondisi sekolah sangat minim, seperti ruang kelas rusak dan fasilitas pembelajaran terbatas, tentu guru akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran secara maksimal. Karena itu tanggung jawab terhadap sarana dan prasarana tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada guru, tetapi juga menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah. Guru dapat membantu mencari solusi yang kreatif, tetapi dukungan fasilitas yang memadai tetap diperlukan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan efektif.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by Lutfiah nur Hanafi -
Lutfiah nur hanafi
2413053093
Bagaimana pengaruh kondisi ruang kelas terhadap konsentrasi siswa?
In reply to Lutfiah nur Hanafi

Re: FORUM DISKUSI

by YENI FATMAWATI -
Terima kasih Lutfiah Nur Hanafi atas pertanyaan yang telah diajukan kepada kelompok kami.

Izin menjawab:
Jadi menurut pendapat kelompok kami, kondisi ruang kelas itu sangat memengaruhi konsentrasi peserta didik dalam belajar. Hal ini sesuai dengan materi yang kami bahas bahwa lingkungan fisik seperti kebersihan, tata letak, dan kenyamanan kelas dapat memengaruhi fokus serta hasil belajar peserta didik.

Contohnya, jika ruang kelas terlalu penuh dan tempat duduk tidak tertata dengan baik, peserta didik akan merasa kurang nyaman dan sulit berkonsentrasi saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, kelas yang kurang bersih juga dapat membuat peserta didik mudah terganggu sehingga perhatian mereka terhadap materi menjadi berkurang dan tidak fokus saat proses pembelajaran berlangsung.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by Annisa Rahayu -
Nama: Annisa Rahayu
Npm:2413053152
izin bertanya,
Bagaimana keterbatasan fasilitas TIK di sekolah dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran aktif dan kolaboratif, serta berdampak pada kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa?
In reply to Annisa Rahayu

Re: FORUM DISKUSI

by YENI FATMAWATI -
Terima kasih Annisa Rahayu atas pertanyaan yang telah diajukan kepada kelompok kami.

Izin menjawab:
Menurut pendapat kami, keterbatasan fasilitas TIK itu dapat memengaruhi pembelajaran aktif dan kolaboratif karena proses belajar menjadi kurang variatif dan interaktif. Pendidik akan lebih sulit menerapkan metode pembelajaran berbasis teknologi, sedangkan peserta didik menjadi terbatas dalam mengakses informasi dan bekerja sama melalui media digital. Hal ini sesuai dengan materi yang kami bahas bahwa fasilitas belajar sangat berpengaruh terhadap keterlibatan aktif dan efektivitas strategi pembelajaran.

Dampaknya, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas peserta didik juga kurang berkembang, karena peserta didik tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengeksplorasi ide, memecahkan masalah, dan membuat karya inovatif berbasis teknologi. Contohnya, ketika fasilitas proyektor atau internet di sekolah terbatas, pembelajaran cenderung berlangsung satu arah sehingga peserta didik kurang aktif dalam berdiskusi dan mengembangkan ide-ide baru.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by SOFIRANI NUR FADILAH -
Nama : Sofirani Nur Fadilah
Npm : 2413053043
Izin bertanya, Dalam perspektif sistem, jika fasilitas belajar sebagai komponen input sangat terbatas, apakah strategi pembelajaran berbasis ‘sumber daya minimal’ tidak berisiko mengorbankan kualitas serta pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan?
In reply to SOFIRANI NUR FADILAH

Re: FORUM DISKUSI

by Salwa auliya -
Izin Menjawab Pertanyaan dari Sofirani,
Strategi pembelajaran dengan sumber daya minimal tidak selalu mengorbankan kualitas pembelajaran maupun pencapaian tujuan belajar. karena keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi juga oleh kreativitas guru dalam memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai. Guru tetap dapat memanfaatkan lingkungan sekitar, media sederhana, serta kerja kelompok agar siswa tetap aktif dan memahami materi dengan baik. Namun, fasilitas yang memadai tetap dibutuhkan agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan optimal.
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI

by NENGAH SEKARYANI -
Nama: Nengah Sekaryani
NPM : 2413053042

Izin bertanya, dislide ppt dijelaskan bahwa masalah lingkungan belajar harus dianalisis sebagai bagian dari sistem pembelajaran menyeluruh. Menurut kelompok 14, mengapa masalah fasilitas tidak bisa dianggap sebagai masalah kecil dalam pendidikan dan kenapa masalah fasilitas sering sekali terjadi dalam dunia pendidikan?
In reply to NENGAH SEKARYANI

Re: FORUM DISKUSI

by YENI FATMAWATI -
Terima kasih Nengah Sekaryani untuk pertanyaan yang telah diajukan.

Izin menjawab:
Menurut pendapat kelompok kami, masalah fasilitas tidak bisa dianggap sebagai masalah kecil karena fasilitas belajar sangat memengaruhi kenyamanan, konsentrasi, dan keaktifan peserta didik dalam belajar. Hal ini sesuai dengan materi yang kami bahas bahwa lingkungan dan fasilitas merupakan bagian penting dalam sistem pembelajaran.

Masalah fasilitas sering terjadi karena masih adanya perbedaan sarana antar sekolah serta kurangnya pengelolaan dan perawatan fasilitas belajar. Akibatnya, proses pembelajaran di beberapa sekolah belum dapat berjalan secara optimal.