Pertemuan 4 : Kebutuhan akan sumber daya manusia: penawaran dan permintaan tenaga terdidik, karakteristik tenaga terdidik

Pertemuan 4 : Kebutuhan akan sumber daya manusia: penawaran dan permintaan tenaga terdidik, karakteristik tenaga terdidik

Number of replies: 0

Salam pembelajar,

Topik pekan ini adalah mengkaji Kebutuhan akan sumber daya manusia: penawaran dan permintaan tenaga terdidik, karakteristik tenaga terdidik.

Apa yang ada dalam pemikiran anda terkait dengan topik tersebut? Adakah kalian sudah membaca referensi terkait dari buku maupun  jurnal nasional/internasional?

Mari kita bahas bersama,

KEBUTUHAN AKAN SUMBER DAYA MANUSIA

(Penawaran dan Permintaan Tenaga Terdidik serta Karakteristiknya)

 

Kerangka Dasar: Pasar Tenaga Kerja Terdidik

Mahasiswa sekalian,

Dalam ekonomi, tenaga kerja terdidik dianalisis melalui mekanisme permintaan (demand) dan penawaran (supply) di pasar tenaga kerja.

Secara sederhana:

  • Permintaan tenaga terdidik → berasal dari dunia usaha/industri
  • Penawaran tenaga terdidik → berasal dari sistem pendidikan

Keseimbangan keduanya menentukan:

  • Tingkat upah
  • Tingkat pengangguran terdidik
  • Tingkat mismatch pendidikan

 

Permintaan Tenaga Terdidik (Demand for Educated Labor)

A. Perspektif Teori Ekonomi

Permintaan tenaga kerja bersifat derived demand (permintaan turunan).

Artinya:

Perusahaan mempekerjakan tenaga terdidik karena mereka membantu menghasilkan output.

Dalam teori produktivitas marginal:

  • Perusahaan akan mempekerjakan tenaga kerja sampai
  • Nilai produk marginal (VMP) = upah

Jika produktivitas tenaga terdidik tinggi → permintaan meningkat → upah naik.

 

B. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Tenaga Terdidik

1. Perubahan Teknologi

Dalam teori pertumbuhan endogen oleh Paul Romer, inovasi menjadi kunci pertumbuhan.

Ekonomi digital meningkatkan permintaan pada:

  • Data scientist
  • Engineer
  • Software developer
  • Analis keuangan

Fenomena ini disebut:
Skill-Biased Technological Change (SBTC)
→ Teknologi lebih menguntungkan pekerja berpendidikan tinggi.

 

2. Struktur Ekonomi

Negara berbasis industri & jasa modern → permintaan tinggi pada tenaga terdidik.

Contoh:

  • Singapura
    Ekonomi berbasis jasa keuangan & teknologi → mayoritas tenaga kerja terdidik.
  • Indonesia
    Masih dominan sektor informal & berbasis komoditas → struktur permintaan tenaga terdidik belum optimal.

 

3. Globalisasi dan MEA

Mobilitas tenaga kerja regional meningkatkan persaingan tenaga terdidik antar negara ASEAN.

 

Penawaran Tenaga Terdidik (Supply of Educated Labor)

Penawaran berasal dari:

  • Sekolah
  • Perguruan tinggi
  • Lembaga pelatihan
  • Pendidikan vokasi

Secara ekonomi, keputusan individu untuk sekolah dipengaruhi oleh teori Human Capital oleh:

  • Gary Becker

Individu akan melanjutkan pendidikan jika:

ExpectedReturn>CostofEducationExpected Return > Cost of EducationExpectedReturn>CostofEducation

Biaya:

  • Biaya langsung (SPP, buku)
  • Biaya tidak langsung (opportunity cost)

Manfaat:

  • Upah lebih tinggi
  • Status sosial
  • Stabilitas pekerjaan

 

Data Empirik dan Fakta Kontekstual Indonesia

Fakta 1: Peningkatan Partisipasi Pendidikan

  • Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi Indonesia meningkat signifikan dalam 20 tahun terakhir.
  • Jumlah lulusan sarjana meningkat tajam.

Namun...

Fakta 2: Pengangguran Terdidik

Data BPS menunjukkan:

  • Pengangguran terbuka cukup tinggi pada lulusan SMK dan sarjana muda.
  • Terjadi mismatch antara kompetensi dan kebutuhan industri.

Fenomena ini disebut:

Educated Unemployment

 

Fakta 3: Return to Education

Berbagai studi menunjukkan:

  • Tambahan 1 tahun sekolah meningkatkan upah sekitar 7–10% (estimasi umum model Mincer di banyak negara berkembang).
  • Namun return berbeda antar jurusan.

Contoh kontekstual:

  • Lulusan teknik & kesehatan → return tinggi
  • Lulusan bidang tertentu di ilmu sosial → return lebih bervariasi

 

Ketidakseimbangan: Mismatch Pasar Tenaga Kerja

Ada tiga bentuk mismatch:

1. Vertical Mismatch

Tingkat pendidikan lebih tinggi dari pekerjaan (over-education).

Contoh:
Sarjana bekerja sebagai admin entry-level.

2. Horizontal Mismatch

Bidang studi tidak sesuai pekerjaan.

Contoh:
Lulusan pertanian bekerja di sektor perbankan.

3. Skill Mismatch

Industri butuh soft skills & digital skills, tetapi lulusan kurang siap.

 

Karakteristik Tenaga Terdidik

Tenaga terdidik memiliki beberapa karakteristik ekonomi:

A. Produktivitas Lebih Tinggi

Mampu:

  • Menggunakan teknologi
  • Beradaptasi
  • Menghasilkan inovasi

B. Upah Lebih Tinggi

Teori Mincer:
Upah meningkat seiring tahun pendidikan dan pengalaman.

C. Elastisitas Mobilitas Tinggi

Lebih mudah berpindah sektor dan wilayah.

D. Risk-Taker dalam Inovasi

Lebih berpeluang menjadi wirausaha modern.

 

Perspektif Multi-Perspektif

Sebagai mahasiswa Ekonomi Pendidikan, kita harus melihat dari beberapa sudut.

 

Perspektif Neoklasik

  • Pasar tenaga kerja akan mencapai keseimbangan.
  • Jika kelebihan sarjana → upah turun → orang berhenti kuliah → seimbang.

Namun realitas tidak sesederhana itu.

 

Perspektif Struktural

Masalah bukan hanya individu, tetapi:

  • Kurikulum tidak relevan
  • Informasi pasar kerja tidak transparan
  • Industri kurang berkembang

 

Perspektif Institusional

Kebijakan pemerintah sangat menentukan:

  • Link and match pendidikan–industri
  • Pendidikan vokasi
  • Sertifikasi kompetensi
  • Investasi riset

 

Perspektif Sosiologis (Signaling Theory)

Ijazah tidak selalu meningkatkan produktivitas, tetapi:

  • Berfungsi sebagai sinyal kemampuan
  • Alat seleksi dalam rekrutmen

 

Ilustrasi Sederhana dalam Grafik Konseptual

Jika:

  • Supply tenaga terdidik meningkat cepat
  • Demand tumbuh lambat

→ Terjadi surplus tenaga terdidik
→ Pengangguran terdidik naik
→ Return pendidikan menurun

Sebaliknya:

Jika:

  • Ekonomi tumbuh pesat
  • Industri padat teknologi berkembang

→ Demand naik
→ Upah naik
→ Insentif sekolah meningkat

 

Tantangan Masa Depan

Di era:

  • AI
  • Otomatisasi
  • Ekonomi digital

Permintaan bukan hanya pada gelar, tetapi pada:

  • Kompetensi
  • Adaptabilitas
  • Lifelong learning

Negara seperti:

  • Korea Selatan
    Berhasil menyelaraskan sistem pendidikan dengan industrialisasi.

Indonesia masih menghadapi tantangan:

  • Ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah
  • Kesenjangan digital
  • Dominasi sektor informal