Pertemuan 3 : Sumber daya manusia dalam doktrin ekonomi: peran SDM dalam kegiatan ekonomi
Salam pembelajar,
Pada pertemuan kali ini kita akan mempelaajri tentang Sumber daya manusia dalam doktrin ekonomi: peran SDM dalam kegiatan ekonomi.
Sumber Daya Manusia dalam Doktrin Ekonomi
Mahasiswa sekalian,
Dalam doktrin ekonomi klasik, terdapat tiga faktor produksi utama:
- Tanah (land)
- Modal (capital)
- Tenaga kerja (labor)
Dalam perkembangan ekonomi modern, konsep tenaga kerja berkembang menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) — yang tidak hanya mencakup jumlah tenaga kerja, tetapi juga kualitas, keterampilan, pendidikan, kesehatan, produktivitas, kreativitas, dan kapasitas inovasi.
Artinya, manusia tidak lagi dipandang sekadar “input produksi”, tetapi sebagai aset strategis pembangunan ekonomi.
Evolusi Pemikiran: Dari Tenaga Kerja ke Human Capital
Konsep SDM dalam ekonomi modern sangat dipengaruhi oleh teori Human Capital.
Tokoh penting:
- Adam Smith
- Theodore Schultz
- Gary Becker
Adam Smith (1776)
Dalam The Wealth of Nations, Smith menyatakan bahwa keterampilan pekerja adalah bagian dari “fixed capital”. Artinya, pendidikan meningkatkan produktivitas layaknya mesin.
Theodore Schultz & Gary Becker (1960-an)
Mereka memformalkan teori bahwa:
Pendidikan adalah investasi, bukan konsumsi.
Biaya pendidikan (tuition, waktu, tenaga) dianggap sebagai investasi yang menghasilkan return berupa:
- Upah lebih tinggi
- Produktivitas lebih tinggi
- Pertumbuhan ekonomi nasional
Peran SDM dalam Kegiatan Ekonomi
SDM berperan dalam tiga level utama:
A. SDM sebagai Faktor Produksi
Dalam fungsi produksi:
Y=f(K,L,H)Y = f(K, L, H)Y=f(K,L,H)
Di mana:
- Y = output
- K = modal
- L = tenaga kerja
- H = human capital (kualitas SDM)
Negara dengan kualitas SDM tinggi menghasilkan output lebih besar meskipun jumlah tenaga kerja sama.
Contoh Faktual:
- Negara seperti Jepang dan Korea Selatan minim sumber daya alam
- Namun memiliki SDM berkualitas tinggi
- Hasilnya: menjadi negara industri maju
Sebaliknya, negara kaya sumber daya alam tanpa SDM unggul sering mengalami resource curse.
B. SDM sebagai Penggerak Inovasi
Dalam teori pertumbuhan endogen, seperti model:
- Paul Romer
Pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh:
- Pengetahuan
- Inovasi
- Teknologi
Semuanya berasal dari kualitas SDM.
Data Empirik Global
Berdasarkan laporan Human Capital Index (Bank Dunia):
- Negara dengan skor HCI tinggi memiliki PDB per kapita jauh lebih besar.
- Kenaikan 1 tahun rata-rata lama sekolah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,37–0,58% per tahun (estimasi studi lintas negara).
C. SDM sebagai Agen Distribusi dan Konsumsi
SDM juga berperan sebagai:
- Konsumen
- Wirausaha
- Pembayar pajak
- Penggerak permintaan agregat
Semakin tinggi pendidikan → semakin tinggi pendapatan → semakin tinggi daya beli → mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gambaran Empirik Indonesia
Mari kita lihat konteks Indonesia.
Data Kunci:
- Rata-rata lama sekolah: ± 8–9 tahun
- Angka pengangguran terbuka lulusan SMK relatif tinggi
- Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih di bawah Singapura dan Malaysia
Bandingkan dengan:
- Singapura
- Malaysia
Singapura menempatkan pendidikan sebagai strategi utama pembangunan sejak 1960-an. Investasi besar pada:
- STEM
- Pendidikan vokasi
- Pelatihan industri
Hasilnya:
- Produktivitas tinggi
- Upah tinggi
- Daya saing global kuat
Perspektif Multi-Dimensional tentang SDM
Sebagai mahasiswa Ekonomi Pendidikan, kita tidak boleh melihat SDM hanya dari satu sudut.
Perspektif 1: Perspektif Neoklasik
- Pendidikan meningkatkan produktivitas
- Upah mencerminkan produktivitas marginal
Perspektif 2: Perspektif Sosiologis
Pendidikan tidak selalu meningkatkan produktivitas, tetapi berfungsi sebagai:
- Sinyal (signaling theory)
- Alat seleksi pasar kerja
Ijazah kadang lebih berfungsi sebagai "filter sosial".
Perspektif 3: Perspektif Struktural
Masalah bukan hanya kualitas individu, tetapi:
- Struktur pasar kerja
- Ketimpangan akses pendidikan
- Diskriminasi
- Ketidakcocokan (mismatch) pendidikan dan industri
Contoh Indonesia:
- Banyak lulusan sarjana bekerja di sektor informal
- Terjadi over-education dan underemployment
SDM dan Bonus Demografi
Indonesia sedang mengalami bonus demografi.
Artinya:
- Penduduk usia produktif lebih besar dari usia non-produktif
- Potensi pertumbuhan tinggi
Namun ada dua kemungkinan:
Jika SDM Berkualitas:
→ Pertumbuhan ekonomi melonjak
Jika SDM Tidak Siap:
→ Pengangguran massal
→ Beban sosial
meningkat
→ Instabilitas ekonomi
Contoh negara yang sukses memanfaatkan bonus demografi:
- Korea Selatan
Tantangan Strategis SDM di Era Digital
Kita masuk ke ekonomi berbasis pengetahuan:
Ciri-ciri:
- Otomatisasi
- AI
- Digital economy
- Gig economy
SDM yang dibutuhkan:
- Problem solving
- Digital literacy
- Adaptif
- Lifelong learning
Jika sistem pendidikan tidak responsif, maka:
Pendidikan tertinggal dari kebutuhan pasar kerja.