Nama : Lis Tiara Putri
NPM : 2213031001
1. Apakah peningkatan anggaran pendidikan otomatis meningkatkan kualitas SDM?
Menurut saya, tidak otomatis. Peningkatan anggaran pendidikan memang sangat penting, tetapi kualitas SDM tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dikeluarkan. Anggaran tersebut harus dikelola secara efektif dan tepat sasaran, misalnya untuk meningkatkan kualitas guru, memperbaiki sarana dan prasarana, mengembangkan kurikulum yang relevan, serta memperluas akses teknologi pendidikan. Jika anggaran tidak dikelola dengan baik atau hanya habis untuk kebutuhan administratif, maka peningkatan kualitas SDM tidak akan tercapai secara maksimal. Dengan kata lain, yang terpenting bukan hanya besarnya anggaran, tetapi juga efektivitas penggunaannya.
2. Bagaimana hubungan antara pengangguran sarjana dan teori human capital?
Teori human capital menyatakan bahwa pendidikan merupakan investasi yang akan meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan pendapatan seseorang. Namun, tingginya pengangguran sarjana menunjukkan bahwa investasi pendidikan belum selalu menghasilkan manfaat sesuai harapan. Hal ini dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja (skill mismatch), kurangnya pengalaman kerja, atau terbatasnya lapangan pekerjaan. Jadi, teori human capital tetap relevan, tetapi keberhasilannya juga dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, keterampilan yang dimiliki lulusan, dan kondisi pasar kerja.
3. Apakah Indonesia lebih membutuhkan perluasan akses atau peningkatan kualitas?
Menurut saya, Indonesia membutuhkan keduanya, tetapi saat ini peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas. Akses pendidikan memang sudah semakin luas melalui program wajib belajar, beasiswa, dan pembangunan sekolah. Namun, masih terdapat kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah, kualitas guru yang belum merata, serta rendahnya penguasaan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Oleh karena itu, pemerintah perlu fokus meningkatkan mutu pembelajaran, kompetensi pendidik, pemanfaatan teknologi, dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya banyak jumlahnya, tetapi juga memiliki kualitas yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.