Diskusi

Diskusi

Number of replies: 1

Cobalah kemukakan disini prosedur pemeriksaan kas dan setara kas. Apa sajakah yang harus menajdi pertimbangan dalam audit kas dan setara kas. Adakah kaitan antara pemeriksaan kas dan setara kas dengan pemeriksaan piutang? Boleh sertakan contoh empirisnya dari berbagi sumber.

In reply to First post

Re: Diskusi

Adea Aprilia གིས-
NAMA : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Pemeriksaan kas dan setara kas mencakup beberapa prosedur utama yang bertujuan memastikan keandalan informasi keuangan. Langkah-langkah ini mencakup pengecekan fisik kas yang dimiliki perusahaan, pencocokan antara catatan kas internal dengan data rekening koran melalui rekonsiliasi bank, serta pengecekan transaksi penerimaan dan pengeluaran untuk memastikan semuanya telah dicatat dengan benar. Selain itu, auditor juga perlu meminta konfirmasi langsung dari pihak bank mengenai saldo kas, guna memastikan bahwa angka yang disajikan dalam laporan keuangan benar adanya.
Dalam proses audit kas dan setara kas, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Misalnya, auditor harus menjaga independensinya, mewaspadai potensi terjadinya kecurangan, menilai sejauh mana pengendalian internal berjalan efektif, dan memperhatikan nilai kas dalam konteks materialitas laporan keuangan secara keseluruhan.
Pemeriksaan terhadap kas dan setara kas juga tidak bisa dilepaskan dari pemeriksaan piutang. Hal ini karena kas yang masuk ke perusahaan umumnya berasal dari pembayaran piutang oleh pelanggan. Jika terdapat ketidaksesuaian antara catatan kas dan piutang, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah, seperti piutang yang belum tertagih atau pencatatan yang keliru. Oleh karena itu, audit terhadap dua pos ini saling melengkapi dan sama-sama penting dalam mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh.
Adapun contoh empirisnya dalam audit yang dilakukan oleh KAP Kanaka terhadap PT Dealer Kendaraan di Bali, beberapa langkah pemeriksaan kas dan setara kas dilakukan. Salah satunya adalah pengecekan fisik kas, yang mencatat saldo sebesar Rp 151.842.200, sementara hasil pengecekan fisik menunjukkan angka Rp 147.345.100, dengan selisih sebesar Rp 4.497.100. Auditor juga melakukan rekonsiliasi bank untuk memastikan semua transaksi telah dicatat dengan akurat, dan meminta konfirmasi dari pihak bank yang mengonfirmasi bahwa saldo di bank sesuai dengan catatan perusahaan.

Referensi:
Kusuma, A. L. D., & Suryaningrum, D. H. (2024). Analisis prosedur kertas kerja kas setara kas pada PT Dealer Kendaraan di Bali oleh KAP Kanaka. Economic and Business Management International Journal, 6(2), 196-203.