Brainstorming

Brainstorming

Number of replies: 14

Link Youtube:






Setelah menyimak video tersebut, cobalah kemukakan pendapat anda disini tentang pengertian auditing menurut pendapat anda sendiri mengacu kepada pendapat para ahli!

In reply to First post

Re: Brainstorming

by Adea Aprilia -
NAMA : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Menurut saya, auditing merupakan suatu proses yang melibatkan pengumpulan dan evaluasi bukti untuk menilai kesesuaian informasi dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan utama dari auditing adalah memastikan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi dapat dipercaya dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Proses ini harus dilakukan oleh individu yang kompeten dan independen agar hasil audit dapat digunakan secara efektif oleh pihak yang berkepentingan.

Pendapat saya ini tentunya merujuk pada referensi dari para ahli, seperti yang dikemukakan oleh Agoes (2016:3), yang menyatakan bahwa auditing merupakan salah satu bentuk atestasi, di mana seorang ahli memberikan kesimpulan mengenai reliabilitas suatu pernyataan. Dalam proses ini, seorang auditor harus mampu memberikan opini yang objektif berdasarkan bukti yang ada.

Sedangkan menurut Tuanakotta (2016:4) menjelaskan bahwa "auditing bersifat analitis, memeriksa dengan mengurai ke dalam unsur yang lebih kecil." Proses audit dimulai dari pemeriksaan laporan keuangan hingga menelusuri bukti-bukti yang mendasarinya (underlying evidence).

dapat saya simpulkan bahwa auditing adalah proses yang sistematis dan objektif dalam memeriksa laporan keuangan suatu entitas untuk menilai kewajaran posisi keuangan, hasil usaha, serta arus kasnya.

Refrensi:
Agoes, S. (2016). Auditing, Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. (E. Suharsi, Ed.) (4th ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Tuanakotta, T. M. (2016). Akuntansi Forensik & Audit Investigatif. Jakarta: Salemba Empat
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM : 2313031044

Menurut saya, auditing atau pemeriksaan akuntansi adalah suatu proses pemeriksaan dan penilaian secara sistematis terhadap catatan-catatan dan laporan keuangan suatu entitas (perusahaan/organisasi) untuk menentukan apakah informasi yang disajikan tersebut benar, lengkap, dan dapat dipercaya sesuai dengan standar akuntansi dan aturan yang berlaku. Dalam proses ini, seorang auditor mencari bukti-bukti yang mendukung transaksi yang terjadi dan kemudian menyusun laporan audit yang memberikan opini apakah laporan keuangan tersebut menyajikan kondisi keuangan secara true and fair view (benar dan wajar) atau tidak.

Menurut Institute of Chartered Accountants of India, auditing adalah pemeriksaan independen atas informasi keuangan suatu entitas untuk memberi pendapat tentang kewajarannya. Sedangkan menurut Menurut Spicer & Pegler, auditing merupakan pemeriksaan buku, akun dan voucher yang memungkinkan auditor menilai apakah balance sheet dan profit & loss account memberikan gambaran yang benar dan wajar tentang kondisi keuangan perusahaan.

Oleh karna itu, auditing bukan hanya sekadar menghitung angka di laporan keuangan, tapi juga menilai apakah data tersebut dibuat dengan benar berdasarkan bukti nyata, apakah sesuai aturan akuntansi, apakah tidak terjadi kesalahan atau manipulasi, hingga mengevaluasi kelemahan sistem pengendalian internal perusahaan. Auditor bersifat independen agar hasil pemeriksaannya objektif dan dapat dipercaya oleh pihak luar (misalnya investor, kreditur, atau regulator).
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Fajriyatur Rohmah 2313031048 -
Nama: Fajriyatur Rohmah
NPM: 2313031048
Kelas: 2023B

izin menjawab, Menurut saya, auditing itu sederhananya adalah proses "cek dan ricek" yang dilakukan secara objektif untuk memastikan apakah apa yang dilaporkan oleh suatu perusahaan sudah sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Kalau mengacu pada pendapat para ahli (seperti Arens atau Mulyadi), inti dari auditing adalah sebuah proses sistematis. Jadi, bukan sekadar periksa asal-asalan, tapi ada langkah-langkahnya.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Raja Power Samosir_2313031054 -
Nama : Raja Power Samosir
Npm : 2313031054

Alvin A. Arens et al. (2015) menyatakan bahwa audit adalah proses sistematis untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang ditetapkan. Hery (2019) menyatakan bahwa audit adalah proses untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti obyektif yang berkaitan dengan pernyataan tentang tindakan dan peristiwa ekonomi, untuk menentukan tingkat kepatuhan antara pernyataan dengan kriteria yang ditetapkan, dan untuk mengkomunikasikan hasilnya.Menurut pendapat saya auditing adalah sebuah proses yang terdiri dari perencanaan, pengumpulan bukti, evaluasi, dan pelaporan. Semua langkah-langkah ini harus dilakukan secara terstruktur dan mengikuti standar auditing yang berlaku.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Zahra Syafitri T. -
Nama : Zahra Syafitri Tunnisa
NPM 2313031035

Setelah menyimak video tersebut, saya memahami bahwa auditing merupakan suatu proses pemeriksaan yang dilakukan secara independen, objektif, dan terstruktur terhadap laporan keuangan atau informasi ekonomi suatu entitas. Tujuannya adalah untuk menguji keandalan data, memastikan kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku, serta memberikan opini profesional kepada para pemangku kepentingan seperti investor, kreditor, dan regulator agar dapat mengambil keputusan secara tepat.

Pandangan ini sejalan dengan pendapat para ahli. Sukrisno Agoes menjelaskan bahwa auditing adalah pemeriksaan kritis yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan keuangan yang disusun manajemen beserta bukti-bukti pendukungnya untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan tersebut. Sementara itu, Arens dan Loebbecke mendefinisikan auditing sebagai proses pengumpulan serta evaluasi bukti secara sistematis guna menilai tingkat kesesuaian informasi dengan kriteria tertentu. Adapun Mulyadi menekankan bahwa auditing merupakan proses objektif dalam memperoleh dan menilai bukti atas pernyataan ekonomi untuk menentukan apakah pernyataan tersebut telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, kemudian menyampaikan hasilnya kepada para pengguna informasi.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Dita Silviana Putri -
Nama: Dita Silviana Putri 

 NPM: 2313031057

Menurut saya, auditing merupakan suatu proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis dan objektif terhadap laporan keuangan atau informasi suatu organisasi. Proses ini bertujuan untuk menilai apakah informasi yang disajikan sudah sesuai dengan standar yang berlaku serta dapat dipercaya oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Pendapat ini sejalan dengan para ahli seperti Mulyadi dan Arens yang menyatakan bahwa auditing adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti untuk menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria tertentu. Selain itu, Sukrisno Agoes juga menekankan bahwa auditing dilakukan oleh pihak independen untuk memberikan penilaian yang jujur dan tidak memihak terhadap laporan keuangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa auditing tidak hanya sekadar kegiatan memeriksa, tetapi juga memberikan jaminan bahwa laporan keuangan yang disajikan benar, wajar, dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

In reply to First post

Re: Brainstorming

by Nur Ayu Dila 2313031055 -
Nama: Nur Ayu Dila
NPM: 2313031055

Menurut pendapat saya, auditing adalah suatu proses yang sistematis, terstruktur, dan objektif untuk mengumpulkan serta mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan informasi keuangan maupun operasional suatu entitas. Proses ini dilakukan oleh pihak yang kompeten dan independen dengan tujuan untuk menilai kewajaran laporan keuangan, memastikan kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku, serta menilai kepatuhan terhadap peraturan yang relevan.

Hal ini sejalan dengan pendapat Mulyadi (2014) yang menyatakan bahwa auditing merupakan proses untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif guna menilai kesesuaian informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selain itu, Sukrisno Agoes (2016) menjelaskan bahwa auditing merupakan suatu bentuk penugasan atestasi, di mana auditor memberikan opini yang independen dan profesional mengenai tingkat keandalan informasi yang disajikan berdasarkan bukti yang cukup, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, auditing tidak hanya berfungsi sebagai alat pemeriksaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memberikan jaminan (assurance) atas transparansi, akuntabilitas, dan kualitas informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Rika Rahayu -
Nama: Rika Rahayu
NPM: 2313031052

Menurut saya, auditing adalah suatu proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis dan independen terhadap informasi, terutama laporan keuangan, untuk menilai apakah informasi tersebut sudah benar, wajar, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Menurut Arens dan Loebbecke (2015), auditing merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti oleh pihak yang kompeten dan independen untuk menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria tertentu. Menurut Boynton dan Kell (2003), auditing adalah proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif, kemudian hasilnya dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan.

Sumber Referensi:
Arens, Alvin A., Randal J. Elder, dan Mark S. Beasley. 2015. Auditing dan Jasa Assurance. Jakarta: Erlangga.
Boynton, William C., Raymond N. Johnson, dan Walter G. Kell. 2003. Modern Auditing. Jakarta: Erlangga.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Muhammad Jibril Ramadhan 2313031045 -
Nama : Muhammad Jibril Ramadhan
NPM : 2313031045

Menurut saya, auditing merupakan suatu proses yang melibatkan pengumpulan dan evaluasi bukti untuk menilai kesesuaian informasi dengan standar yang telah ditetapkan. Tujuan utama dari auditing adalah memastikan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi dapat dipercaya dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Proses ini harus dilakukan oleh individu yang kompeten dan independen agar hasil audit dapat digunakan secara efektif oleh pihak yang berkepentingan.

Pendapat saya ini tentunya merujuk pada referensi dari para ahli, seperti yang dikemukakan oleh Agoes (2016:3), yang menyatakan bahwa auditing merupakan salah satu bentuk atestasi, di mana seorang ahli memberikan kesimpulan mengenai reliabilitas suatu pernyataan. Dalam proses ini, seorang auditor harus mampu memberikan opini yang objektif berdasarkan bukti yang ada.

Sedangkan menurut Tuanakotta (2016:4) menjelaskan bahwa "auditing bersifat analitis, memeriksa dengan mengurai ke dalam unsur yang lebih kecil." Proses audit dimulai dari pemeriksaan laporan keuangan hingga menelusuri bukti-bukti yang mendasarinya (underlying evidence).

dapat saya simpulkan bahwa auditing adalah proses yang sistematis dan objektif dalam memeriksa laporan keuangan suatu entitas untuk menilai kewajaran posisi keuangan, hasil usaha, serta arus kasnya.

Refrensi:
Agoes, S. (2016). Auditing, Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. (E. Suharsi, Ed.) (4th ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Tuanakotta, T. M. (2016). Akuntansi Forensik & Audit Investigatif. Jakarta: Salemba Empat.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by aprilia irawati -
NAMA: APRILIA IRAWATI
NPM: 2213031071

Menurut saya, auditing adalah suatu proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis, objektif, dan independen untuk menilai apakah informasi keuangan suatu entitas telah sesuai dengan standar yang berlaku dan dapat dipercaya. Pandangan ini sejalan dengan pendapat Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke yang menyatakan bahwa auditing merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti oleh pihak yang kompeten dan independen untuk menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria tertentu . Selain itu, menurut Boynton auditing juga merupakan proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif serta menyampaikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan .

Dengan mengacu pada pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa auditing tidak hanya sekadar memeriksa, tetapi juga memberikan penilaian dan keyakinan atas kewajaran laporan keuangan, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Igha Mawardhani -
Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043

Menurut pendapat saya, auditing adalah suatu proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis dan objektif terhadap laporan atau aktivitas suatu organisasi untuk menilai apakah informasi yang disajikan sudah sesuai dengan aturan, fakta, dan standar yang berlaku. Audit juga bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada pihak-pihak yang berkepentingan bahwa laporan atau kegiatan tersebut dapat dipercaya.

Pendapat saya ini mengacu pada beberapa pendapat para ahli. Menurut Arens dan Loebbecke, auditing merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi ekonomi yang dilakukan oleh pihak yang kompeten dan independen untuk menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria tertentu. Selain itu, Boynton dan Kell menjelaskan bahwa auditing adalah proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif agar dapat memberikan hasil audit kepada pihak yang membutuhkan.

Dari pendapat para ahli tersebut, saya menyimpulkan bahwa auditing tidak hanya sekadar memeriksa laporan keuangan, tetapi juga menjadi alat pengawasan agar suatu perusahaan atau instansi dapat berjalan dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Auditor harus bersikap independen supaya hasil audit dapat dipercaya dan tidak memihak.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Qonita Nurul Izzah 2313031042 -
Nama: Qonita Nurul Izzah
NPM: 2313031042

Menurut pendapat saya, auditing merupakan suatu proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur terhadap laporan keuangan suatu entitas, dengan tujuan untuk menilai tingkat kewajaran dan keandalan informasi yang disajikan. Pandangan ini sejalan dengan para ahli seperti Arens dan Loebbecke yang menyatakan bahwa auditing adalah proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi ekonomi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selain itu, Mulyadi juga menekankan bahwa auditing dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten agar hasil penilaian bersifat objektif.

Dengan demikian, menurut saya auditing tidak hanya sekadar memeriksa angka-angka dalam laporan keuangan, tetapi juga merupakan mekanisme penting untuk memberikan jaminan (assurance) kepada para pengguna laporan, khususnya investor, bahwa informasi yang disajikan oleh manajemen dapat dipercaya. Oleh karena itu, auditing memiliki peran strategis dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan dalam dunia bisnis dan ekonomi.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Fatria Irawan -
Nama : Fatria Irawan
NPM : 2313031036
Kelas : 2023B

Menurut pendapat saya, auditing adalah suatu proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis dan objektif terhadap laporan keuangan maupun kegiatan perusahaan untuk menilai apakah informasi yang disajikan sudah sesuai dengan kenyataan, standar akuntansi, dan dapat dipercaya. Audit tidak hanya bertujuan mencari kesalahan, tetapi juga memberikan keyakinan kepada pihak manajemen, investor, maupun masyarakat bahwa laporan yang dibuat perusahaan benar dan transparan.

Pendapat tersebut sejalan dengan beberapa ahli auditing. Menurut Arens, auditing merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian informasi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Sementara itu, Mulyadi berpendapat bahwa auditing adalah proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan kegiatan ekonomi guna menentukan tingkat kesesuaian dengan kriteria tertentu dan menyampaikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.

Dari pendapat para ahli tersebut, saya menyimpulkan bahwa auditing memiliki peran penting dalam dunia bisnis karena dapat meningkatkan kepercayaan terhadap laporan keuangan, mencegah terjadinya kecurangan, serta membantu perusahaan memperbaiki sistem pengendalian dan pengelolaan keuangan agar lebih baik.
In reply to First post

Re: Brainstorming

by Zulfaa Salsabillah -
NAMA : ZULFAA SALSABILLAH
NPM : 2313031038
KELAS : 2023B

Berdasarkan video tersebut dan berbagai pandangan para ahli, menurut pendapat saya, auditing pada dasarnya adalah proses pemeriksaan sistematis dan independen terhadap laporan keuangan suatu organisasi yang bertujuan memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan bahwa informasi keuangan yang disajikan manajemen adalah benar dan wajar (true and fair view). Inti dari auditing bukan sekadar memeriksa angka, melainkan menjembatani kesenjangan kepercayaan (expectation gap) antara manajemen sebagai penyaji laporan dan investor sebagai pengguna laporan. Hal ini sejalan dengan yang dijelaskan dalam video, bahwa investor tidak dapat begitu saja mempercayai laporan yang disusun manajemen, sehingga diperlukan pihak ketiga yang independen untuk memverifikasi kewajaran penyajian tersebut.

Pandangan ini diperkuat oleh beberapa penelitian terbaru. Endaya & Hanefah (2016) menegaskan bahwa auditing merupakan proses sistematis yang dilakukan oleh pihak independen dan kompeten guna mengevaluasi kesesuaian informasi keuangan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Sejalan dengan itu, Setiani & Aulia (2021) menyatakan bahwa tujuan utama audit adalah memberikan opini yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atas kewajaran penyajian laporan keuangan. Dengan demikian, tiga elemen kunci yang selalu melekat pada pengertian auditing adalah sistematika proses, independensi pelaksana, dan tujuan pemberian opini yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Endaya, K. A., & Hanefah, M. M. (2016). Internal auditor characteristics, internal audit effectiveness, and moderating effect of senior management. Journal of Economic and Administrative Sciences, 32(2), 160-176.
Setiani, T., & Aulia, T. (2021). Pengaruh Audit Internal terhadap Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan Obat pada Dinas Kesehatan Kota Cirebon. Jurnal Akuntansi, 14(02), 57-70.