Diskusi

Diskusi

Number of replies: 22

Cobalah kemukakan disini prosedur pemeriksaan kas dan setara kas. Apa sajakah yang harus menajdi pertimbangan dalam audit kas dan setara kas. Adakah kaitan antara pemeriksaan kas dan setara kas dengan pemeriksaan piutang? Boleh sertakan contoh empirisnya dari berbagi sumber.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1. Prosedur Pemeriksaan Kas dan Setara Kas
Prosedur audit kas dirancang untuk memverifikasi asersi keberadaan, kelengkapan, hak milik, serta penyajian dan pengungkapan. Meliputi Cash Count (Perhitungan Fisik Kas), Konfirmasi Bank, Rekonsiliasi Bank, Cut-off Test (Uji Pisah Batas), dan Pemeriksaan Setara Kas.

2. Pertimbangan dalam Audit Kas dan Setara Kas
Auditor harus mempertimbangkan beberapa faktor risiko seperti Tingkat Likuiditas, Internal Control (Pengendalian Internal), Signifikansi Saldo, Rekening Valuta Asing, dan Batasan Penggunaan.

3. Kaitan Kas dengan Pemeriksaan Piutang
Terdapat hubungan yang sangat erat antara siklus kas dan siklus piutang (siklus pendapatan). Keduanya terhubung dalam alur penerimaan kas.

4. Contoh Empiris dan Riset
Riset (Tuanakotta, 2011): Dalam audit di Indonesia, sering ditemukan praktik window dressing pada saldo kas. Perusahaan sengaja menahan pembayaran utang di akhir tahun agar saldo kas terlihat besar di neraca, yang kemudian segera dibayarkan di awal Januari. Auditor menggunakan uji pisah batas (cut-off) untuk mendeteksi ini.
In reply to Rieke Nindita Sari -

Re: Diskusi

by Dela Novita -
Nama : Dela Novita
Npm : 2313031023

Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas dilakukan dengan memahami sistem pengendalian internal, kemudian mengecek fisik kas (cash opname), melakukan konfirmasi saldo ke bank, menyusun rekonsiliasi bank, serta memeriksa transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Auditor juga memastikan cut-off transaksi sudah tepat dan menilai apakah setara kas benar-benar likuid dan berjangka pendek. Dalam audit kas, yang jadi pertimbangan utama adalah tingginya risiko kecurangan, kekuatan pengendalian internal, materialitas saldo kas, serta memastikan kas itu benar-benar ada dan tercatat lengkap. Karena kas paling mudah disalahgunakan, auditor harus lebih teliti dibanding akun lain.

Pemeriksaan kas sangat berkaitan dengan piutang karena kas banyak berasal dari pelunasan piutang. Jika ada manipulasi di piutang, maka kas juga ikut terdampak. Contohnya praktik lapping, yaitu menutup piutang pelanggan lama dengan uang dari pelanggan baru. Secara nyata, kasus pada PT Kimia Farma Tbk menunjukkan pentingnya ketelitian audit karena adanya kesalahan pencatatan yang berdampak pada laporan keuangan. Kasus WorldCom juga memperlihatkan bahwa transaksi keuangan, termasuk kas, bisa dimanipulasi jika pengawasan lemah.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Khoirun Nisa -
Nama : Khoirun Nisa
Npm : 2313031005

Pemeriksaan kas dan setara kas merupakan bagian penting dalam audit laporan keuangan karena kas adalah aset yang paling likuid dan memiliki risiko penyalahgunaan yang cukup tinggi. Oleh karena itu auditor perlu melakukan beberapa prosedur untuk memastikan bahwa saldo kas yang dilaporkan benar-benar ada dan dicatat dengan benar. Prosedur audit kas dan setara kas biasanya dimulai dengan membandingkan saldo kas yang tercantum dalam laporan keuangan dengan saldo pada buku besar perusahaan. Setelah itu auditor melakukan penelusuran transaksi penerimaan dan pengeluaran kas ke jurnal terkait untuk memastikan keakuratan pencatatan. Auditor juga melakukan cash count atau penghitungan kas secara fisik untuk memastikan kesesuaian antara kas yang ada dengan catatan perusahaan. Selain itu auditor biasanya mengirimkan konfirmasi ke bank, memeriksa rekonsiliasi bank, serta menilai apakah penyajian kas dan setara kas dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku (Agoes, 2017).
Dalam melakukan audit kas dan setara kas terdapat beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan auditor.
1. tingkat risiko kecurangan, karena kas merupakan aset yang paling mudah disalahgunakan.
2. efektivitas pengendalian internal perusahaan, seperti adanya pemisahan tugas antara pihak yang menerima kas, mencatat transaksi, dan menyimpan kas.
3. kelengkapan dan keabsahan dokumen transaksi yang mendukung penerimaan maupun pengeluaran kas.
4. Selain itu auditor juga perlu memperhatikan apakah kas telah dicatat pada periode yang tepat serta apakah terdapat pembatasan penggunaan kas yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan (Arens, Elder, & Beasley, 2018).

Pemeriksaan kas dan setara kas juga memiliki hubungan yang erat dengan pemeriksaan piutang. Hal ini karena salah satu sumber utama penerimaan kas perusahaan berasal dari pembayaran piutang pelanggan. Dalam proses audit, auditor perlu memastikan bahwa penerimaan kas yang dicatat benar-benar berasal dari pelunasan piutang yang sah. Oleh karena itu auditor biasanya menelusuri pembayaran pelanggan dengan mencocokkannya dengan catatan piutang dan dokumen pendukung seperti faktur penjualan. Dalam audit piutang sendiri auditor juga memeriksa keabsahan piutang, kemungkinan tertagihnya piutang, serta melakukan konfirmasi kepada pelanggan untuk memastikan bahwa saldo piutang yang tercatat benar dan masih dapat ditagih.

Contoh empiris hubungan antara audit kas dan piutang dapat dilihat pada perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit. Misalnya ketika pelanggan melunasi tagihan penjualan kredit, perusahaan akan mencatat penerimaan tersebut sebagai kas sekaligus mengurangi saldo piutang usaha. Dalam kondisi ini auditor harus memastikan bahwa penerimaan kas tersebut sesuai dengan catatan piutang pelanggan. Jika tidak dilakukan pemeriksaan secara tepat, dapat terjadi manipulasi seperti pencatatan piutang fiktif atau penerimaan kas yang tidak benar. Oleh karena itu audit kas dan audit piutang saling berkaitan untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan disajikan secara wajar dan dapat dipercaya.

Referensi:
Sukrisno Agoes. 2017. Auditing: Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.
Alvin A. Arens., Randal J. Elder., & Mark S. Beasley. 2018. Auditing and Assurance Services: An Integrated Approach. Pearson.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Nida Yasmin -
Nama : NidaYasmin Sofiyah
NPM : 2313031026

Pemeriksaan kas dan setara kas dalam audit bertujuan memastikan bahwa saldo kas yang disajikan dalam laporan keuangan benar-benar ada, lengkap, serta dicatat pada periode yang tepat. Dalam praktiknya, auditor melakukan penghitungan kas secara langsung (cash opname), meminta konfirmasi saldo rekening kepada bank, memeriksa rekonsiliasi bank yang dibuat perusahaan, serta menguji transaksi kas di sekitar tanggal laporan (uji cut-off). Selain itu, auditor juga menilai apakah pengendalian internal perusahaan sudah berjalan baik, seperti adanya pemisahan tugas antara penerimaan kas, pencatatan, dan penyimpanan kas. Hal ini penting karena kas merupakan aset yang paling mudah disalahgunakan sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam proses audit. Pemeriksaan kas juga berkaitan erat dengan pemeriksaan piutang, karena sebagian besar kas yang diterima perusahaan berasal dari pelunasan piutang usaha. Saat auditor melakukan konfirmasi piutang kepada pelanggan, hasilnya akan dibandingkan dengan kas yang benar-benar masuk ke rekening perusahaan. Jika ada piutang yang dinyatakan sudah dibayar tetapi kasnya tidak ditemukan, atau terdapat kas masuk yang tidak sesuai dengan catatan piutang, maka hal tersebut dapat menunjukkan adanya kesalahan pencatatan atau kelemahan pengendalian internal. Dalam praktik audit sering ditemukan kasus selisih antara saldo kas buku dengan saldo bank karena perusahaan tidak rutin melakukan rekonsiliasi, serta piutang yang dicatat lunas padahal kasnya belum benar-benar diterima. Hal ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kas dan piutang saling melengkapi dalam memastikan kewajaran laporan keuangan.

Referensi :
Putri, D. O. and Widoretno, A. A. (2025) “Analisis Kesesuaian Prosedur Konfirmasi Eksternal dalam Audit Piutang dengan Standar Audit 505 Studi Kasus Pada KAP X ”, Jurnal Akutansi Manajemen Ekonomi dan Kewirausahaan (JAMEK), 5(3), 523-529.
Nabilah Izza Nuraini, & Astrini Aning Widoretno. (2025). Audit Kas dan Setara Kas: Analisis Cash Opname dan Konfirmasi Kontrol terhadap Asersi Penyajian dan Pengungkapan. EKONOMIKA45 : Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan , 13 (1), 700–714.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Ni Wayan Vara Wulandari -
Nama: Ni Wayan Vara Wulandari
NPM: 2313031017

Jawaban: Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas dalam audit dilakukan untuk memastikan bahwa saldo yang tercatat benar-benar ada dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Auditor biasanya melakukan perhitungan fisik kas (cash opname), mencocokkan saldo kas di buku dengan rekening koran melalui rekonsiliasi bank, serta memeriksa bukti penerimaan dan pengeluaran kas. Selain itu, auditor juga menilai sistem pengendalian internal karena kas merupakan aset yang paling mudah disalahgunakan. Beberapa pertimbangan penting dalam audit kas adalah tingginya risiko kecurangan, ketepatan pencatatan periode (cut-off), kemungkinan adanya pembatasan penggunaan kas, serta memastikan bahwa saldo kas tersebut benar-benar milik perusahaan. Pemeriksaan kas juga berkaitan erat dengan pemeriksaan piutang karena sebagian besar penerimaan kas berasal dari pelunasan piutang pelanggan. Jika terjadi kesalahan atau kecurangan dalam pencatatan piutang, maka saldo kas juga bisa terdampak. Contohnya dalam praktik lapping, yaitu ketika penerimaan kas dari satu pelanggan digunakan untuk menutupi piutang pelanggan lain sehingga pencatatan menjadi tidak sesuai. Oleh karena itu, auditor biasanya memeriksa penerimaan kas bersamaan dengan melakukan konfirmasi piutang agar tidak terjadi manipulasi. Hal ini menunjukkan bahwa audit kas dan piutang saling berhubungan dan perlu diperiksa secara menyeluruh agar laporan keuangan dapat dipercaya.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Selvidar Armalia -
Nama : Selvidar Armalia
NPM : 2313031014

Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas pada dasarnya dimulai dari pemahaman sistem pengendalian internal, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik kas (cash count), rekonsiliasi bank, konfirmasi saldo ke bank, serta penelusuran transaksi melalui bukti pendukung seperti bukti penerimaan dan pengeluaran kas. Auditor juga biasanya melakukan uji cut-off untuk memastikan transaksi dicatat pada periode yang tepat serta menilai kewajaran saldo kas yang disajikan dalam laporan keuangan.

Dalam audit kas dan setara kas, hal yang perlu menjadi pertimbangan utama adalah tingkat risiko kecurangan yang relatif tinggi karena kas bersifat likuid. Selain itu, auditor harus memperhatikan pemisahan tugas (segregation of duties), keandalan sistem pengendalian internal, serta kemungkinan adanya transaksi fiktif atau manipulasi pencatatan. Ketelitian dalam rekonsiliasi dan konfirmasi eksternal juga menjadi faktor penting untuk menjamin keakuratan data.

Terdapat hubungan yang erat antara pemeriksaan kas dan pemeriksaan penagihan (piutang), karena kas sering kali berasal dari hasil penagihan kepada pelanggan. Jika sistem penagihan lemah, maka berpotensi terjadi kecurangan seperti lapping (penyalahgunaan penerimaan kas dari pelanggan untuk menutupi piutang lain). Contoh empiris yang sering terjadi di perusahaan adalah keterlambatan pencatatan penerimaan kas dari pelanggan yang menyebabkan selisih antara saldo kas dan piutang. Oleh karena itu, auditor perlu menguji keterkaitan antara penerimaan kas dan pelunasan piutang untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan.
In reply to Selvidar Armalia

Re: Diskusi

by Saqila Rahma Andini -
Nama : Saqila Rahma Andini
NPM : 2313031020

Dalam audit kas dan setara kas, auditor harus mempertimbangkan beberapa hal penting, seperti keberadaan fisik kas, kecukupan pengendalian internal, kesesuaian pencatatan dengan laporan keuangan, serta potensi penyalahgunaan atau fraud. Auditor biasanya melakukan rekonsiliasi bank, pemeriksaan dokumen pendukung transaksi, serta pengujian atas prosedur penerimaan dan pengeluaran kas untuk memastikan tidak ada manipulasi atau pencatatan ganda.

Pemeriksaan kas dan setara kas juga berkaitan dengan audit piutang, karena keduanya sama-sama berhubungan dengan arus kas masuk perusahaan. Misalnya, jika ada piutang yang sudah dicatat sebagai penerimaan kas, auditor perlu memastikan apakah uang tersebut benar-benar diterima atau masih dalam proses. Selain itu, auditor juga memeriksa apakah ada piutang yang seharusnya sudah dibayar tetapi belum masuk ke kas perusahaan, yang bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam penagihan atau penyalahgunaan dana.

Sebagai contoh, dalam kasus fraud PT Jiwasraya, ditemukan adanya pengelolaan kas yang tidak transparan, di mana investasi yang seharusnya menghasilkan kas justru mengalami gagal bayar. Hal ini juga berkaitan dengan piutang perusahaan yang tidak tertagih karena adanya investasi berisiko tinggi tanpa analisis yang memadai. Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya audit kas dan piutang untuk mencegah penyimpangan dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by IRFAN A SUKI -
Nama : Irfan A Suki
Npm : 2313031013

Pemeriksaan kas dan setara kas dilakukan untuk memastikan bahwa saldo kas benar, lengkap, dan sesuai dengan catatan. Prosedurnya meliputi perhitungan fisik kas, rekonsiliasi bank, konfirmasi ke bank, serta pemeriksaan bukti transaksi. Dalam audit ini, auditor perlu memperhatikan risiko kecurangan, efektivitas pengendalian internal, serta ketepatan pencatatan periode.

Audit kas juga berkaitan erat dengan audit piutang karena penerimaan kas umumnya berasal dari pelunasan piutang. Auditor harus memastikan bahwa kas yang diterima telah dicatat dengan benar agar tidak terjadi kecurangan seperti lapping. Contohnya, dalam praktik sering ditemukan penyalahgunaan kas untuk menutupi piutang lama, yang dapat dideteksi melalui ketidaksesuaian pencatatan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Sela Ayu Irawati -
Nama : Sela Ayu Irawati
Npm : 2313031015

Prosedur Pemeriksaan Kas dan Setara Kas yaitu:
1. Pahami dan evaluasi internal control atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank. Proses memahami dan mengevalusi inetrnal control atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluran kas dan Bank merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu proses pemeriksaan akuntan.
2. Buat Top Schedule kas dan setara kas per tanggal neraca (misal: 31 Desember 20XX), atau kalau belum selesai, boleh per 31 Oktober 20XX atau 30 November 20XX, penambahan mutasi akan diperiksa kemudian, apakah ada hal-hal yang unsual (diluar kebiasaan) atau tidak. Top Schedule adalah salah satu jenis Kertas Kerja Pemeriksaan yang berfungsi sebagai lembar awal yang menunjukkan hasil audit kita secara umum tau kesimpulan atas pos yang bersangkutan.
3. Lakukan Cash Count (perhitungan fisik uang kas) per tanggal neraca, bisa juga sebelum atau sesudah tanggal neraca. Tujuan dari cash count adalah menghitung Kas perusahaan apakah telah sesuai dengan laporan keuangannya.
4. Kirim konfirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan kas opname. Cash Opname adalah pemeriksaan fisik pada uang kas tunai antara saldo yang terdapat pada Catatan Akuntansi dengan Uang kas yang ada di brankas/di tangan (cash on hand).
5. Kirim konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan.
6. Minta rekonsiliasi bank per tanggal neraca (misalkan per 31 Desember 20XX), kalau terpaksa, kalau belum selesai yang Desember, dapat diminta per 30 November 20XX. Rekonsiliasi bank tersebut nantinya akan diperiksa kebenarannya.
7. Lakukan pemeriksaan atas rekonsiliasi bank tersebut. Rekonsiliasi bank harus dibuat oleh klien dan tugas auditor adalah memeriksa kebenaran rekonsiliasi tersebut.
8. Review jawaban konfirmasi dari bank, notulen rapat dan perjanjian kredit untuk mengetahui apakah ada pembatasan dari rekening bank yang dimiliki perusahaan.
9. Periksa inter bank transfer +/- minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca, untuk mengetahui adanya kitting dengan tujuan untuk window dressing.
10. Periksa transaksi kas sesuai tanggal neraca (subsequent payment dan subsequent collection), sampai mendekati tanggal selesainya pemeriksaan lapangan.
11. Seandainya ada saldo kas dan setara kas dalam mata uang asing per tanggal neraca, periksa apakah saldo tersebut sudah dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah BI pada tanggal neraca dan apakah selisih kurs yang terjadi sudah dibebankan atau dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan.
12. Periksa apakah penyajian kas dan setara kas di neraca dan catatan atas laporan keuangan, sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia (SAK/ETAP/IFRS).
13. Buat Kesimpulan di Top Schedule kas dan setara kas atau di memo tersendiri mengenai kewajaran dari cash on hand dan in bank, setelah kita menjalankan seluruh prosedur audit di atas.

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap kas dan setara kas menjadi salah satu penilaian penting bagi auditor dalam meyakinkan diri untuk memberikan opini terhadap laporan keuangan perusahaan yang diperiksa. Pengelolaan kas dan setara kas tidak dapat dipisahkan dari struktur pengendalian internal (SPI) yang baik. Jadi yang perlu dipertimbangkan adalah pengendalian internalnya (SPI) dikarenakan semakin baik SPI terkait kas dan setara kas, maka akan semakin memudahkan auditor dalam memeriksa kas dan setara kas perusahaan sehingga kewajaran kas dan setara kas menjadi hasil yang memuaskan bagi perusahaan. Dan juga memastikan bahwa audit kas dan setara kas yang dilakukan mencapai tujuan yang salah satunya agar manajemen kas secara baik serta untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank.

Adapun keterkaitan antara pemeriksaan kas dan setara kas dengan piutang ada dikarenakan piutang tersendiri masuk di dalam arus transaksi yang dapat mempengaruhi kas pendapat tersebut bisa dibenarkan dengan membaca pengertian ataupun definisi dari kas dan setara kas. Pemeriksaan piutang sendiri bertujuan untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas. Dalam konteks ini, pemeriksaan piutang tentu berkaitan dengan penerimaan kas.

Sumber Rujukan:
Agoes, Sukrisno. (2012). Auditing: Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik. Edisi keempat. Jakarta: Salemba Empat.
Arens, Alvin A., James K. Loebbecke. (1995). Auditing: Suatu Pendekatan Terpadu. Edisi Keempat. Jakarta: Erlangga.
Mulyadi. (2002). Auditing. Edisi Keenam. Jakarta: Salemba Empat
In reply to First post

Re: Diskusi

by Annisa Luthfiyyah -
Nama : Annisa Luthfiyyah
NPM : 2313031010

1. Pemeriksaan kas dan setara kas bertujuan untuk memastikan bahwa saldo kas benar-benar ada, lengkap, dan disajikan secara wajar dalam laporan keuangan.
2. Dalam audit kas dan setara kas, auditor perlu mempertimbangkan risiko kecurangan, kekuatan pengendalian internal, dan besarnya saldo kas. Selain itu, perlu diperhatikan pembatasan penggunaan kas, transaksi tidak biasa, serta kesesuaian kriteria setara kas sebagai aset yang likuid dan jangka pendek.
3. Pemeriksaan kas memiliki hubungan erat dengan piutang karena pelunasan piutang akan menghasilkan kas. Auditor perlu memastikan bahwa kas yang diterima benar-benar berasal dari piutang yang tercatat. Risiko yang dapat terjadi antara lain lapping (penggelapan kas) serta kesalahan pencatatan yang mempengaruhi keduanya. Oleh karena itu, auditor biasanya menguji penerimaan kas setelah tanggal neraca dan melakukan konfirmasi piutang yang ditelusuri ke penerimaan kas.
4. Contoh empiris yang sering dijadikan referensi antara lain kasus kecurangan kas melalui lapping, yaitu ketika kasir menahan pembayaran pelanggan dan menggunakan dana dari pelanggan lain untuk menutupi kekurangan, sehingga saldo kas tidak sesuai dan piutang tampak belum dibayar. Selain itu, pada kasus PT Garuda Indonesia, terdapat salah saji dalam pengakuan pendapatan yang berdampak pada kas dan piutang karena pendapatan diakui sebelum kas benar-benar diterima.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Catur Febriyan -
Nama : Catur Febriyan
NPM : 2313031018

Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas dilakukan untuk memastikan bahwa saldo yang dilaporkan benar-benar ada, lengkap, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Auditor biasanya memulai dengan memahami sistem pengendalian internal, lalu melakukan pemeriksaan fisik kas (cash count) untuk mencocokkan uang yang ada dengan catatan. Untuk kas di bank, dilakukan rekonsiliasi bank dengan membandingkan catatan perusahaan dan rekening koran guna menemukan selisih. Selain itu, auditor juga menelusuri transaksi setelah tanggal laporan dan melakukan konfirmasi ke bank untuk memastikan tidak ada manipulasi atau transaksi yang tidak wajar.
Dalam audit kas, hal yang perlu diperhatikan adalah tingginya risiko kecurangan karena kas mudah disalahgunakan, sehingga pengendalian internal harus kuat. Auditor juga harus memastikan kelengkapan pencatatan, keakuratan saldo, serta klasifikasi setara kas yang benar. Pemeriksaan kas juga berkaitan erat dengan piutang karena penerimaan kas sering berasal dari pelunasan piutang. Jika terjadi kesalahan atau kecurangan pada piutang, maka kas juga bisa terdampak, misalnya dalam kasus penyelewengan penerimaan kas yang digunakan untuk menutup kekurangan pembayaran pelanggan lain. Oleh karena itu, kedua pemeriksaan ini saling mendukung untuk memastikan keandalan laporan keuangan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Diah Arum Sari Nawang Ulan -
Nama : Diah Arum Sari Nawang Ulan
NPM : 2313031021

Menurut saya, pemeriksaan kas dan setara kas penting karena akun ini paling mudah digunakan dan paling berisiko terjadi penyalahgunaan. Biasanya auditor memeriksa sistem pengendalian internal perusahaan, menghitung kas yang tersedia, mencocokkan saldo dengan rekening bank, serta memastikan transaksi dicatat pada periode yang benar. Dalam audit kas dan setara kas, hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya kecurangan, kelengkapan pencatatan seluruh rekening, dan adanya transaksi yang tidak wajar terutama menjelang akhir periode laporan keuangan. Pemeriksaan kas dan setara kas juga berkaitan dengan pemeriksaan piutang. Piutang berasal dari penjualan kredit, lalu saat pelanggan melakukan pembayaran maka akan menjadi kas. Contohnya, jika jumlah piutang cukup besar tetapi penerimaan kas setelahnya rendah, auditor biasanya akan menelusuri apakah ada piutang yang sulit ditagih atau kesalahan dalam pencatatan penjualan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Najwa Ayudia Aura Rachim -
Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A

Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas meliputi pengecekan pengendalian internal, hitung fisik kas, konfirmasi saldo bank, rekonsiliasi bank, dan penelusuran bukti transaksi. Dalam audit kas yang perlu diperhatikan adalah risiko kecurangan, ketepatan pencatatan, cut-off transaksi, serta keberadaan dan kepemilikan saldo kas. Ada kaitan dengan pemeriksaan piutang, karena penerimaan kas dari pelanggan biasanya berasal dari pelunasan piutang, sehingga auditor perlu menelusuri apakah piutang yang dibayar sudah dicatat dengan benar. Contoh empirisnya yaitu penelitian pada PT ABC menunjukkan bahwa prosedur audit substantif atas kas dan setara kas dilakukan melalui lead schedule, rekening koran, surat konfirmasi bank, rekonsiliasi bank, dan cash count untuk menilai kewajaran saldo kas. Penelitian lain pada PT XYZ menunjukkan bahwa audit kas dan setara kas dilakukan untuk mengidentifikasi temuan audit dan efektivitas pengendalian internal atas akun kas. Pada audit piutang, penelitian dan materi audit menunjukkan bahwa auditor memeriksa konfirmasi saldo piutang, dokumen pendukung penjualan, analisis umur piutang, serta penelusuran penerimaan kas untuk memastikan pembayaran pelanggan telah dicatat dengan benar.

Sumber:
Astripani, A., Amalia, E., & Rodhiyan, A. A. (2025, November). Temuan Audit Kas Dan Setara Kas Serta Rekomendasi Pengendalian Internal Pada Kap Ramdany. Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi, Vol. 4, No. 2, , 217-223.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Dwi Apriyana -
Nama : Dwi Apriyana
Npm : 2313031022

Prosedur pemeriksaan kas dan kesetaraan kas dilakukan untuk memastikan bahwa saldo kas yang dilaporkan memang benar ada dan sesuai. Auditor melakukan dengan cara pengecekan fisik kas (cash opname), mencocokkan saldo dengan rekening bank melalui rekonsiliasi bank, serta memeriksa bukti transaksi seperti penerimaan dan pengeluaran kas. Selain itu, auditor juga menguji beberapa transaksi untuk melihat apakah pencatatannya sudah sesuai. (Mulyadi, 2026)

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam audit kas adalah risiko kondisi, karena kas mudah disalahgunakan. Auditor juga perlu melihat apakah pengendalian internal sudah berjalan dengan baik, misalnya ada izin antara yang memegang kas dan yang mencatat. Selain itu, jumlah kas dan banyaknya transaksi juga jadi pertimbangan karena bisa meningkatkan risiko kesalahan.
Kaitannya dengan pemeriksaan pengumpulan yaitu, keduanya saling berhubungan karena kas yang masuk biasanya berasal dari pembayaran tagihan. Auditor akan terjadi kesalahan antara catatan pengumpulan dengan kas yang diterima. Kalau ada selisih, bisa jadi ada kesalahan pencatatan atau indikasi kondisi. (Agustus, 2017).

Contoh empirisnya, di PT Swabina Gatra, terdapat masalah dalam pengendalian pengendalian karena keterlambatan invoice dan dokumen yang tidak lengkap. Akibatnya, proses penagihan menjadi tertunda dan berpengaruh pada penerimaan kas perusahaan.


Referensi

Mulyadi. 2016. Audit . Jakarta: Salemba Empat.

Lalu, Sukrisno. 2017. Auditing (Pemeriksaan Akuntan) . Jakarta: Salemba Empat.

Manajemen Jurnal MES. 2024. Analisis Pengendalian Piutang terhadap Penerimaan Kas pada PT Swabina Gatra .

In reply to First post

Re: Diskusi

by Muhammad rizqi Alfiah -
Nama: Muhammad Rizqi Alfiah
Npm: 2313031008

Pemeriksaan kas dan setara kas bertujuan untuk memastikan bahwa saldo kas yang disajikan dalam laporan keuangan benar-benar ada, dicatat secara lengkap, dan tidak terjadi penyimpangan. Auditor biasanya melakukan beberapa prosedur utama seperti pemeriksaan fisik kas untuk melihat apakah jumlah kas yang ada sesuai dengan catatan, kemudian melakukan konfirmasi saldo ke bank untuk memastikan kesesuaian data eksternal. Selain itu, auditor juga melakukan rekonsiliasi bank, yaitu mencocokkan saldo menurut perusahaan dengan saldo menurut bank untuk menemukan kemungkinan selisih. Pengujian terhadap bukti transaksi juga dilakukan untuk memastikan setiap penerimaan dan pengeluaran kas memiliki dasar yang jelas, serta uji batas waktu pencatatan dilakukan agar tidak terjadi manipulasi periode.

Dalam audit kas dan setara kas, terdapat beberapa pertimbangan penting. Kas merupakan aset yang paling likuid sehingga memiliki risiko kecurangan yang tinggi. Oleh karena itu, auditor harus memperhatikan efektivitas pengendalian internal yang diterapkan oleh perusahaan. Selain itu, besarnya saldo kas juga menjadi perhatian karena semakin material nilainya maka semakin besar dampaknya terhadap laporan keuangan. Frekuensi transaksi kas yang tinggi serta banyaknya pihak yang memiliki akses terhadap kas juga meningkatkan risiko kesalahan maupun kecurangan.

Pemeriksaan kas memiliki hubungan yang erat dengan pemeriksaan piutang karena kas seringkali berasal dari pelunasan piutang dalam siklus pendapatan. Jika terjadi kesalahan dalam pencatatan kas, maka akan berdampak pada saldo piutang. Misalnya, penerimaan kas yang tidak dicatat akan menyebabkan piutang terlihat masih ada, padahal sebenarnya sudah dilunasi. Oleh karena itu, auditor biasanya mengaitkan kedua akun ini dalam proses pemeriksaan.

Dalam praktik, sering ditemukan kasus di mana penerimaan kas tidak langsung dicatat oleh perusahaan, sehingga menimbulkan ketidaksesuaian antara kas dan piutang. Selain itu, terdapat juga praktik manipulasi periode pencatatan untuk membuat saldo kas terlihat lebih besar pada akhir periode. Hal ini menunjukkan bahwa audit kas sangat penting untuk menjaga keandalan laporan keuangan.

Referensi:
1. Institut Akuntan Publik Indonesia. (2013). Standar Audit (SA 315: Identifikasi dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material).
2. Institut Akuntan Publik Indonesia. (2013). Standar Audit (SA 330: Respons Auditor terhadap Risiko yang Dinilai).
3. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (berbagai tahun). Modul Audit dan Pemeriksaan Kas.
4. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Pemeriksaan Keuangan Negara.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Muhammad rizqi Alfiah -
Nama: Muhammad Rizqi Alfiah
Npm: 2313031008

Pemeriksaan kas dan setara kas bertujuan untuk memastikan bahwa saldo kas yang disajikan dalam laporan keuangan benar-benar ada, dicatat secara lengkap, dan tidak terjadi penyimpangan. Auditor biasanya melakukan beberapa prosedur utama seperti pemeriksaan fisik kas untuk melihat apakah jumlah kas yang ada sesuai dengan catatan, kemudian melakukan konfirmasi saldo ke bank untuk memastikan kesesuaian data eksternal. Selain itu, auditor juga melakukan rekonsiliasi bank, yaitu mencocokkan saldo menurut perusahaan dengan saldo menurut bank untuk menemukan kemungkinan selisih. Pengujian terhadap bukti transaksi juga dilakukan untuk memastikan setiap penerimaan dan pengeluaran kas memiliki dasar yang jelas, serta uji batas waktu pencatatan dilakukan agar tidak terjadi manipulasi periode.

Dalam audit kas dan setara kas, terdapat beberapa pertimbangan penting. Kas merupakan aset yang paling likuid sehingga memiliki risiko kecurangan yang tinggi. Oleh karena itu, auditor harus memperhatikan efektivitas pengendalian internal yang diterapkan oleh perusahaan. Selain itu, besarnya saldo kas juga menjadi perhatian karena semakin material nilainya maka semakin besar dampaknya terhadap laporan keuangan. Frekuensi transaksi kas yang tinggi serta banyaknya pihak yang memiliki akses terhadap kas juga meningkatkan risiko kesalahan maupun kecurangan.

Pemeriksaan kas memiliki hubungan yang erat dengan pemeriksaan piutang karena kas seringkali berasal dari pelunasan piutang dalam siklus pendapatan. Jika terjadi kesalahan dalam pencatatan kas, maka akan berdampak pada saldo piutang. Misalnya, penerimaan kas yang tidak dicatat akan menyebabkan piutang terlihat masih ada, padahal sebenarnya sudah dilunasi. Oleh karena itu, auditor biasanya mengaitkan kedua akun ini dalam proses pemeriksaan.

Dalam praktik, sering ditemukan kasus di mana penerimaan kas tidak langsung dicatat oleh perusahaan, sehingga menimbulkan ketidaksesuaian antara kas dan piutang. Selain itu, terdapat juga praktik manipulasi periode pencatatan untuk membuat saldo kas terlihat lebih besar pada akhir periode. Hal ini menunjukkan bahwa audit kas sangat penting untuk menjaga keandalan laporan keuangan.

Referensi:
1. Institut Akuntan Publik Indonesia. (2013). Standar Audit (SA 315: Identifikasi dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material).
2. Institut Akuntan Publik Indonesia. (2013). Standar Audit (SA 330: Respons Auditor terhadap Risiko yang Dinilai).
3. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (berbagai tahun). Modul Audit dan Pemeriksaan Kas.
4. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Pemeriksaan Keuangan Negara.
In reply to First post

Re: Diskusi

by TAZKI ALFIKRI -
Nama: Tazki Alfikri
NPM: 2313031028
Menurut saya, pemeriksaan kas dan setara kas dilakukan untuk memastikan apakah jumlah kas yang dicatat perusahaan memang benar ada dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Biasanya auditor mengecek kas secara langsung, melihat rekening koran bank, melakukan rekonsiliasi bank, dan meminta konfirmasi saldo ke pihak bank. Dalam pemeriksaan ini auditor juga harus memperhatikan kemungkinan adanya kecurangan, kesalahan pencatatan, dan bagaimana pengendalian internal perusahaan terhadap kas, karena kas termasuk aset yang paling mudah disalahgunakan. Selain itu, pemeriksaan kas juga berhubungan dengan pemeriksaan piutang, karena saat piutang dibayar oleh pelanggan maka kas perusahaan akan bertambah. Jadi kalau ada kesalahan dalam pencatatan piutang, saldo kas juga bisa ikut salah. Contoh empirisnya dapat dilihat pada kasus PT Garuda Indonesia yang pernah mengalami masalah dalam pencatatan laporan keuangan sehingga memengaruhi keakuratan informasi keuangan perusahaan. Hal ini juga didukung dalam penelitian Fisdiana dan Wilasittha (2025) yang menjelaskan bahwa audit kas dan setara kas penting dilakukan untuk mengevaluasi prosedur audit dan memperkuat sistem pengendalian kas perusahaan.

Referensi:
Fisdiana, A, J., & Wilasittha, A, A. (2025). Audit Kas Dan Setara Kas: Evaluasi Prosedur Audit Dan Rekomendasi Perbaikan Sistem Kas Untuk Perusahaan Balai Lelang. Land Journal. 6(2), 428-429.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Rizka Mufidah -
Nama: Rizka Mufidah
NPM: 2313031001

Dalam proses audit, kas dan setara kas merupakan salah satu akun yang paling penting sekaligus paling berisiko karena sifatnya yang mudah dipindahkan, digunakan, atau disalahgunakan. Oleh karena itu, auditor harus melakukan pemeriksaan secara teliti agar saldo kas yang tercantum dalam laporan keuangan benar-benar ada, lengkap, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas biasanya meliputi pemeriksaan saldo kas di tangan (*kas di tangan*), saldo rekening bank, rekonsiliasi bank, konfirmasi langsung ke pihak bank, pemeriksaan bukti penerimaan dan pengeluaran kas, hingga pengujian transaksi kas setelah tanggal neraca (*penerimaan dan pembayaran selanjutnya*). Auditor juga biasanya melakukan *cash opname* atau perhitungan fisik kas secara langsung untuk memastikan jumlah kas sesuai dengan catatan perusahaan.

Dalam kas audit dan setara kas, terdapat beberapa hal penting yang harus menjadi pertimbangan auditor. Pertama risiko adalah suatu kondisi (*risiko penipuan*), karena kas merupakan aset yang paling rawan untuk diselewengkan. Kedua adalah efektivitas pengendalian internal perusahaan, misalnya pemberian tugas antara pihak yang menerima kas, mencatat transaksi, dan menyimpan kas. Ketiga adalah memastikan keberadaan dan keakuratan saldo kas, termasuk tidak adanya rekening fiktif, cek kosong, atau pencatatan ganda. Yang keempat adalah penghentian transaksi, yaitu memastikan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dicatat pada periode yang benar agar laporan keuangan tidak dikirimkan. Auditor juga perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya penggunaan kas (*kas terbatas*) serta memastikan setara kas benar-benar memenuhi kriteria likuid dan jangka pendek sesuai standar akuntansi.

Pemeriksaan kas dan setara kas memiliki hubungan yang sangat erat dengan pemeriksaan pengumpulan penagihan. Hal ini karena sebagian besar penerimaan kas perusahaan berasal dari hasil pengumpulan kepada pelanggan. Jika proses pemeliharaan tidak berjalan dengan baik, maka akan mempengaruhi keseimbangan kas perusahaan. Auditor biasanya akan memeriksa apakah uang hasil pengumpulan benar-benar masuk ke rekening perusahaan dan dicatat secara tepat. Dari hubungan ini, auditor dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya manipulasi seperti *lapping*, yaitu praktik menggunakan uang dari pelanggan lain untuk menutupi penagihan pelanggan sebelumnya. Dalam hal seperti ini, pemeriksaan kas tidak dapat dipisahkan dari pemeriksaan penagihan dan proses penagihan.

Contoh empiris yang sering terjadi dalam praktik adalah kasus penggelapan kas oleh bagian pengumpulan perusahaan. Misalnya seorang petugas penagihan menerima pembayaran pelanggan secara tunai tetapi tidak langsung menyetorkannya ke perusahaan dan hanya menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Untuk menutupi tindakan tersebut, pelaku menggunakan pembayaran pelanggan berikutnya agar catatan tagihan terlihat normal. Kasus seperti ini sering ditemukan pada perusahaan dagang maupun koperasi yang memiliki sistem pengendalian internal yang lemah. Oleh karena itu, auditor biasanya melakukan pemeriksaan silang antara bukti penerimaan kas, mutasi rekening bank, dan catatan piutang pelanggan untuk memastikan seluruh penerimaan benar-benar tercatat dengan benar. Dengan demikian, audit kas dan setara kas tidak hanya fokus pada jumlah uang yang dimiliki perusahaan, tetapi juga berkaitan erat dengan sistem pengendalian internal, proses pengumpulan, serta pencatatan transaksi perusahaan secara keseluruhan.
In reply to First post

Re: Diskusi

by Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma 
NPM: 2313031029

Pemeriksaan kas dan setara kas dalam audit bertujuan untuk memastikan bahwa saldo kas yang tercatat benar-benar ada, lengkap, dimiliki perusahaan, dan disajikan sesuai standar akuntansi. Prosedur yang dilakukan auditor meliputi memahami pengendalian internal perusahaan, memeriksa fisik kas, melakukan rekonsiliasi bank, mengonfirmasi saldo bank, serta menguji transaksi penerimaan dan pengeluaran kas berdasarkan dokumen pendukung. Dalam proses audit, auditor juga mempertimbangkan risiko kecurangan, efektivitas pengendalian internal, ketepatan pencatatan transaksi, serta kemungkinan adanya transaksi tidak wajar atau penyalahgunaan kas karena kas merupakan aset yang paling mudah diselewengkan. Pemeriksaan kas dan setara kas memiliki hubungan yang erat dengan pemeriksaan piutang karena penerimaan pelunasan piutang akan memengaruhi saldo kas perusahaan. Auditor biasanya membandingkan catatan penerimaan kas dengan data piutang untuk memastikan bahwa pembayaran pelanggan telah dicatat secara benar dan tidak terjadi penggelapan atau pencatatan fiktif. Oleh karena itu, audit kas dan audit piutang saling berkaitan dalam mendukung keandalan dan kewajaran laporan keuangan perusahaan.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

  1. Prosedur Pemeriksaan
    Auditor memulai dengan memahami pengendalian internal atas transaksi kas, membuat top schedule per tanggal neraca, melakukan cash count, mengirim konfirmasi ke seluruh rekening bank, serta memeriksa rekonsiliasi bank. Secara substantif, prosedur ini mencakup konfirmasi bank, penelusuran jurnal, verifikasi buku besar, rekonsiliasi, dan evaluasi penyajian laporan keuangan. 
  2. Pertimbangan Utama
    Kas adalah akun yang masuk ke hampir semua siklus transaksi perusahaan, sehingga hasil audit kas sangat bergantung pada pengujian di siklus lain dan memiliki potensi kecurangan yang tinggi. Auditor perlu memperhatikan klasifikasi rekening yang dibatasi, kurs mata uang asing, serta memastikan bahwa investasi hanya digolongkan sebagai setara kas apabila jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang.
  3. Kaitan dengan Pemeriksaan Piutang
    Pemeriksaan piutang dilaksanakan setelah kas dan setara kas diketahui nilai tercatatnya. Keduanya saling terkait karena auditor menelaah buku kas dan bukti penerimaan kas untuk memverifikasi subsequent collections atas piutang yang masih outstanding dari periode yang diperiksa. Karena piutang yang jatuh tempo harus ditagih dan dikaitkan dengan potensi kerugian piutang tak tertagih, audit atas penerimaan kas dari penagihan piutang menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
  4. Contoh Empiris
    Pada PT ABC yang diaudit KAP Buntaran & Lisawati, pengendalian internal dinilai memadai karena seluruh bukti transaksi kas telah dilengkapi dokumen pendukung, diotorisasi, dan diposting dengan benar (Pramesti & Azmiyanti, 2024). Sebaliknya, pada Organisasi Nirlaba XYZ, meski pengendalian internal tampak terkendali, ditemukan indikasi kecurangan pada aktivitas kas. Hal tersebut membuktikan bahwa kontrol yang baik di permukaan belum menjamin kewajaran akun sepenuhnya (Saenggo & Muslimin, 2023). Secara umum, dalam praktiknya auditor perlu menyesuaikan prosedur pemeriksaan dengan kondisi klien dan efektivitas pengumpulan bukti (Fitriandani & Sari, 2025).
Referensi
Pramesti, S. D., & Azmiyanti, R. (2024). Analisis prosedur audit kas dan setara kas pada PT ABC oleh KAP Buntaran & Lisawati. Jurnal Revenue: Jurnal Akuntansi, 5(1), 691–704.
Saenggo, A. T. P., & Muslimin. (2023). Analisis prosedur audit kas setara kas: Studi kasus terhadap laporan keuangan organisasi nirlaba XYZ. Seminar Nasional Akuntansi dan Call for Paper, 3(1), 1–8.
Fitriandani, S., & Sari, R. P. (2025). Dari prosedur ke praktik: Audit kas dan setara kas. Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (JEBISMA), 3(1).
In reply to First post

Re: Diskusi

by Desmala Az-Zahra -
Nama : Desmala Az Zahra
NPM : 2313031002

Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas dalam audit mencakup beberapa langkah penting. Pertama, auditor melakukan pengujian fisik dengan menghitung kas tunai di tangan untuk memastikan kesesuaian antara saldo buku dan kas riil. Kedua, dilakukan konfirmasi pihak ketiga ke bank untuk memverifikasi saldo rekening giro, deposito, atau setara kas lainnya. Ketiga, auditor melakukan rekonsiliasi bank, membandingkan mutasi bank dengan catatan perusahaan untuk mendeteksi transaksi yang belum dicatat atau kesalahan pencatatan. Keempat, dilakukan pengujian dokumen dan bukti pendukung, seperti kwitansi, nota, atau bukti transfer, serta memastikan transaksi dicatat pada periode yang tepat (cut-off). Kelima, auditor dapat menggunakan analisis rasio atau tren kas untuk mendeteksi ketidakwajaran, misalnya kas yang rendah padahal penjualan tinggi. Pertimbangan utama auditor dalam memeriksa kas dan setara kas meliputi risiko kehilangan atau kecurangan, kepatuhan terhadap standar akuntansi, materialitas, transaksi pihak ketiga, serta cut-off dan pengungkapan. Pemeriksaan kas juga terkait dengan audit piutang karena piutang akan menghasilkan kas saat ditagih; auditor memeriksa arus kas dari piutang untuk menilai efektivitas penagihan dan memastikan kas yang diterima telah dicatat dengan benar. Contoh empiris dari praktik ini dapat ditemukan pada perusahaan dagang, di mana auditor memverifikasi kas yang diterima dari penagihan piutang dan menyesuaikan saldo jika terdapat piutang yang sudah dibayar tetapi kas belum disetor ke bank, sebagaimana dijelaskan dalam literatur Arens, Elder, dan Beasley (2014) serta studi Darmawan (2020).
In reply to First post

Re: Diskusi

by Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama : Suci Tri Wahyuni
Npm : 2313031012

Menurut saya, prosedur pemeriksaan kas dan setara kas dalam audit sangat penting karena kas merupakan aset yang paling mudah disalahgunakan atau terjadi kecurangan. Oleh sebab itu auditor harus memastikan bahwa saldo kas yang tercatat benar-benar ada, lengkap, dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Prosedur pemeriksaan kas dan setara kas biasanya dimulai dengan memahami sistem pengendalian internal perusahaan, misalnya bagaimana prosedur penerimaan dan pengeluaran kas dilakukan, siapa yang berwenang menyetujui transaksi, dan bagaimana pencatatan dilakukan. Setelah itu auditor melakukan pemeriksaan fisik kas kecil atau kas di tangan untuk memastikan jumlahnya sesuai dengan catatan perusahaan. Auditor juga melakukan konfirmasi ke bank mengenai saldo rekening perusahaan serta memeriksa rekonsiliasi bank agar diketahui apakah terdapat selisih antara catatan perusahaan dengan catatan bank.
Selain itu auditor biasanya memeriksa mutasi rekening koran, bukti penerimaan dan pengeluaran kas, cek, giro, serta transaksi transfer. Auditor juga melakukan pengujian cut off, yaitu memastikan transaksi dicatat pada periode yang benar agar tidak terjadi manipulasi laporan keuangan. Untuk setara kas seperti deposito jangka pendek atau investasi yang mudah dicairkan, auditor memeriksa dokumen pendukung dan memastikan aset tersebut memang memenuhi kriteria setara kas.
Dalam audit kas dan setara kas terdapat beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan. Pertama, risiko kecurangan karena kas sangat mudah dipindahkan atau diselewengkan. Kedua, efektivitas pengendalian internal perusahaan. Jika pengendalian internal lemah maka risiko salah saji akan semakin tinggi. Ketiga, auditor harus memperhatikan adanya transaksi tidak biasa seperti transfer dalam jumlah besar mendekati akhir periode atau saldo kas yang terlalu besar dibanding aktivitas perusahaan. Keempat, auditor juga perlu mempertimbangkan kemungkinan adanya pembatasan penggunaan kas, misalnya kas yang dijaminkan kepada pihak bank.
Menurut saya, pemeriksaan kas dan setara kas memiliki kaitan yang sangat erat dengan pemeriksaan piutang. Hal ini karena penerimaan kas perusahaan banyak berasal dari pelunasan piutang pelanggan. Jika terdapat kesalahan atau kecurangan pada piutang, maka saldo kas juga dapat terpengaruh. Auditor biasanya mencocokkan bukti penerimaan kas dengan data pelunasan piutang untuk memastikan tidak ada manipulasi.
Contoh empiris yang sering terjadi adalah praktik lapping, yaitu kecurangan ketika uang pembayaran dari pelanggan digunakan sementara untuk kepentingan pribadi lalu ditutupi menggunakan pembayaran dari pelanggan lain. Dalam kasus seperti ini, pemeriksaan kas dan piutang harus dilakukan secara bersamaan agar auditor dapat menemukan ketidaksesuaian antara tanggal pembayaran pelanggan dengan pencatatan penerimaan kas.
Contoh lainnya dapat dilihat pada beberapa kasus perusahaan besar yang memanipulasi saldo kas agar laporan keuangan terlihat baik di depan investor. Auditor harus lebih teliti memeriksa konfirmasi bank dan transaksi menjelang akhir tahun untuk memastikan tidak ada saldo kas fiktif.
Jadi dapat disimpulkan bahwa audit kas dan setara kas bertujuan untuk memastikan aset paling likuid perusahaan disajikan secara wajar dan aman. Pemeriksaan ini tidak dapat dipisahkan dari audit piutang karena keduanya saling berkaitan dalam proses penerimaan uang perusahaan.