IEEE dan ACM

IEEE dan ACM

Number of replies: 25

Jelaskan bagaimana seorang profesional teknologi harus bertindak jika menemukan celah keamanan yang berpotensi membahayakan publik! Kaitkan dengan IEEE dan ACM!

In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by RISMANSYAH . -
Seorang profesional teknologi yang menemukan celah keamanan berbahaya wajib segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak terkait serta bersikap jujur dan mengutamakan keselamatan publik. Sikap ini sesuai dengan kode etik ACM yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap kesejahteraan masyarakat dan kewajiban melaporkan risiko besar, serta kode etik IEEE yang menuntut profesional untuk memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan publik dalam setiap tindakan profesional

Jika pihak yang bertanggung jawab tidak menindaklanjuti laporan, profesional dapat mempertimbangkan pelaporan eksternal (whistleblowing) dengan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan. Intinya, profesional bertanggung jawab memastikan publik tidak dirugikan akibat celah keamanan dengan berpegang pada prinsip integritas, transparansi, dan etika profesi sesuai pedoman ACM dan IEEE
In reply to RISMANSYAH .

Re: IEEE dan ACM

by Syauqi Alifah -
Jika seseorang ahli teknologi menemukan sebuah kekurangan keamanan yang dapat mengancam masyarakat, dia harus bertindak dengan hati-hati dan sesuai etika. Prinsip-prinsip dari IEEE dan ACM jelas menekankan bahwa keselamatan serta kepentingan masyarakat harus menjadi hal yang utama. Oleh karena itu, tindakan yang perlu dilakukan adalah melakukan pengungkapan yang bertanggung jawab yaitu melaporkan masalah tersebut secara internal atau kepada pihak yang berwenang, dan bukan langsung mengumumkannya.

Seorang profesional juga harus melindungi kerahasiaan data, tidak mengeksploitasi informasi tersebut untuk keuntungan pribadi, serta berkontribusi dalam menjelaskan konsekuensi dan memberikan saran perbaikan. Pendekatan semacam ini sejalan dengan nilai nilai IEEE tentang kejujuran, tanggung jawab, dan perlindungan masyarakat, serta prinsip-prinsip ACM mengenai integritas, profesionalisme, dan pencegahan dampak buruk bagi sosial.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Siti Nurmawati -
Tindakan yang harus dilakukan adalah melaporkan masalah tersebut kepada pihak yang bersangkutan karena seorang profesional teknologi memiliki tanggung jawab moral dan etis untuk melaporkan celah keamanan yang berpotensi membahayakan publik dan membantu dalam proses perbaikan.

Kaitannya dengan IEEE dan ACM yaitu IEEE dan ACM memiliki kode etik yang menekankan pentingnya melaporkan celah keamanan dan melindungi publik dari bahaya. Misalnya, IEEE Code of Ethics menyatakan bahwa profesional teknologi harus "mempertahankan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik" dan "menghindari bahaya untuk orang lain".

ACM Code of Ethics juga menekankan pentingnya melaporkan celah keamanan dan melindungi publik dari bahaya. ACM menyatakan bahwa profesional teknologi harus "menghindari bahaya untuk orang lain" dan "melaporkan kesalahan atau kelemahan sistem".
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Destiya Nurfadillah -
Dalam situasi seperti ini, profesional teknologi memiliki peran penting untuk mengambil keputusan yang benar dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat. Seorang profesional teknologi yang menemukan celah keamanan yang bisa membahayakan publik wajib bertindak secara etis dengan memastikan bahwa risiko tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain. Berdasarkan pada kode etik IEEE, seorang profesional dituntut untuk “menjunjung keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik serta segera mengungkap faktor yang dapat membahayakan publik” . Karena itu, ketika menemukan celah, langkah yang harus dilakukan adalah melaporkan temuan tersebut melalui responsible disclosure kepada pihak yang berwenang, seperti tim keamanan internal atau pemilik sistem, supaya celah tersebut dapat segera ditangani. Profesional juga harus menghindari penyalahgunaan celah untuk keuntungan pribadi atau tindakan yang merugikan orang lain, sesuai dengan prinsip integritas yang ditetapkan oleh IEEE.

Selain itu, sesuai pedoman etika ACM, seorang profesional teknologi memiliki tanggung jawab untuk memberikan penjelasan teknis yang jujur, realistis, dan ikut membantu proses perbaikan secara kompeten. Informasi mengenai celah keamanan yang ditemukan juga harus dijaga kerahasiaannya sampai masalah tersebut benar benar diperbaiki agar tidak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan menerapkan prinsip-prinsip dari IEEE dan ACM, seorang profesional teknologi menunjukkan komitmen terhadap keamanan publik, menjaga integritas pekerjaan, dan menunjukkan rasa tanggung jawab sosial dalam menghadapi persoalan keamanan siber.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Arifatul Birroh -
1.Mengutamakan Keselamatan dan Kepentingan Publik
Seorang profesional teknologi harus sadar bahwa setiap celah keamanan bisa berdampak besar, mulai dari kebocoran data sampai gangguan layanan publik. Karena itu, langkah pertama adalah memastikan keselamatan masyarakat.

-IEEE menekankan bahwa profesional wajib menghindari tindakan yang dapat membahayakan orang lain.

-ACM juga menyatakan bahwa pekerja IT harus berkontribusi pada "well-being" masyarakat dan menghindari hal yang berpotensi merugikan.

2.Melakukan Responsible Disclosure (Pelaporan yang Benar dan Etis)
Ketika menemukan celah, profesional tidak boleh langsung mempublikasikan atau menyebarkannya. Cara yang benar adalah melaporkannya langsung ke pihak yang berwenang, misalnya admin sistem atau lembaga yang memiliki sistem tersebut.

-Dalam ACM, ada prinsip "avoid harm" yang berarti tindakan kita harus mencegah kerusakan lebih jauh.

-IEEE mewajibkan pelaporan yang jujur mengenai risiko yang bisa membahayakan publik.

3.Menjaga Kerahasiaan Data dan Informasi Sensitif
Celah keamanan terkadang membuat profesional bisa melihat data sensitif. Namun etika profesi mewajibkan mereka tetap menjaga kerahasiaan informasi.

-ACM menekankan "respect privacy and confidentiality".

-IEEE juga menegaskan pentingnya integritas dan kepercayaan dalam menjalankan profesi.

4.Tidak Memanfaatkan Celah untuk Kepentingan Pribadi
Profesional tidak boleh mengutak-atik celah lebih jauh untuk “iseng”, menunjukkan kemampuan, apalagi mengambil keuntungan pribadi. Tindakan seperti itu melanggar etika profesi dan bisa menimbulkan kerusakan lebih besar.

-ACM melarang penggunaan keahlian komputasi untuk hal yang merugikan.

-IEEE menyebutkan bahwa profesional harus menghindari konflik kepentingan dan menjaga standar moral.

5.Bekerja Sama dengan Pihak Berwenang Jika Celah Sangat Berbahaya
Jika celah berdampak besar, misalnya bisa mengancam keselamatan umum, profesional harus siap bekerja sama dengan otoritas terkait, seperti tim keamanan siber atau instansi pemerintah.

-Ini sejalan dengan prinsip IEEE yang menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

-ACM mendukung tindakan yang adil, transparan, dan tidak merugikan pihak manapun.

6.Mendokumentasikan Temuan Secara Profesional
Untuk memudahkan proses perbaikan, profesional perlu membuat dokumentasi yang jelas, misalnya bagaimana celah ditemukan, apa risikonya, dan apa rekomendasi perbaikannya.
Praktik ini mendukung nilai kejujuran dan profesionalitas yang dijunjung oleh ACM dan IEEE.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Nur Akbar Putra Perdana -
-Tindakan yang wajib dilakukan oleh seorang profesional dalam menangani temuan celah keamanan adalah, Langkah pertama adalah memverifikasi keberadaan celah tersebut secara akurat, memastikan bahwa ancaman tersebut nyata, dapat dieksploitasi, serta memahami lokasi dan tingkat risikonya.Profesional juga harus melakukan pendokumentasian secara rahasia, hanya menyimpan data detail kerentanan untuk kepentingan analisis internal, bukan untuk konsumsi publik yang dapat memicu penyalahgunaan.

-Tahap kedua adalah melaporkan temuan tersebut kepada pihak yang berwenang, baik pemilik sistem, pengembang perangkat lunak, maupun institusi terkait. Laporan harus disampaikan secara profesional, jelas, dan objektif agar pihak pengelola dapat segera mengambil tindakan korektif. Setelah pelaporan dilakukan.

-langkah ketiga adalah bekerja sama dalam proses perbaikan, misal menawarkan bantuan teknis untuk memahami akar masalah serta membantu dalam penyusunan solusi keamanan yang tepat.

-Dalam keadaan tertentu, apabila celah tersebut berpotensi membahayakan publik dan pihak terkait tidak menunjukkan upaya perbaikan, seorang profesional perlu mempertimbangkan pengungkapan publik secara bertanggung jawab Tujuannya bukan untuk mempermalukan pihak pengelola, melainkan untuk melindungi masyarakat luas agar kerugian atau serangan siber dapat dicegah.

Kaitannya dengan IEEE dan ACM. Kedua organisasi tersebut mewajibkan para profesional teknologi untuk selalu menempatkan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan publik sebagai prioritas utama. Dalam kode etik ACM, terdapat prinsip seperti “Menghindari kerugian dan menghormati privasi orang lain”, yang menegaskan bahwa penanganan informasi sensitif harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Sementara itu, standar etika IEEE menegaskan kewajiban profesional untuk melindungi kesejahteraan publik serta “mengungkapkan faktor-faktor yang berpotensi membahayakan publik atau lingkungan.”
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Shendi Adha Fillian -
Ketika seorang profesional teknologi menemukan celah keamanan yang berpotensi membahayakan publik, ia harus bertindak secara etis dan bertanggung jawab. Langkah pertama adalah memverifikasi celah tersebut tanpa melakukan eksploitasi yang dapat merugikan sistem. Setelah itu, ia wajib melakukan responsible disclosure, yaitu melaporkan temuan tersebut kepada pihak yang berwenang (developer, perusahaan, atau administrator sistem) dan menjaga kerahasiaannya sampai celah diperbaiki. Selama proses ini, profesional harus mengutamakan keselamatan publik, tidak menyebarkan informasi sensitif, dan tidak menggunakan celah tersebut untuk keuntungan pribadi.

Tindakan ini sesuai dengan Kode Etik IEEE, terutama prinsip “to hold paramount the safety, health, and welfare of the public” serta larangan untuk merugikan orang lain. Selain itu, sesuai dengan Kode Etik ACM, khususnya prinsip Avoid harm, Respect privacy, dan Honor confidentiality. Dengan mengikuti pedoman tersebut, profesional teknologi berperan dalam menjaga keamanan sistem dan melindungi masyarakat dari potensi bahaya.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Galang Gemilang -
Kalau seorang profesional teknologi menemukan celah keamanan yang bisa membahayakan banyak orang, langkah yang benar adalah segera memberi tahu pihak yang berwenang, seperti pemilik sistem atau tim keamanan, tanpa menyebarkannya ke publik dulu. Tujuannya supaya masalah bisa diperbaiki sebelum dimanfaatkan orang yang berniat jahat. Dalam kode etik ACM, ada aturan bahwa kita harus menghindari tindakan yang bisa merugikan orang lain dan menjaga informasi penting agar tidak disalahgunakan. IEEE juga menekankan bahwa profesional harus mengutamakan keselamatan dan kepentingan masyarakat, serta bertindak jujur dan bertanggung jawab.
Jadi, cara yang paling benar adalah: laporkan dengan baik, tunggu sampai celah diperbaiki, dan jangan membocorkan detail yang bisa dipakai orang untuk menyerang sistem. Sikap ini menunjukkan bahwa kita memikirkan keamanan publik dan mengikuti etika profesi yang berlaku.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Intan Mauli Febrianti -
Kalau menurut saya, Seorang profesional teknologi yang menemukan celah keamanan kritis yang dapat membahayakan publik harus bertindak dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan prioritas pada keselamatan masyarakat. Langkah-langkah yang disarankan selaras dengan kode etik profesional dari IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ACM (Association for Computing Machinery).

Pertama, profesional tersebut harus segera melaporkan celah tersebut kepada pihak yang berwenang atau organisasi terkait secara rahasia, tanpa mengungkapkannya kepada publik terlebih dahulu. Hal ini sejalan dengan prinsip ACM yang menekankan "menghindari dampak buruk terhadap masyarakat" dan memastikan bahwa kerahasiaan informasi dijaga selama proses pelaporan. Selain itu, IEEE menekankan pentingnya "menyampaikan peringatan kemungkinan bahaya" kepada pihak-pihak yang terdampak, sehingga pelaporan internal yang cepat dan bertanggung jawab menjadi langkah pertama yang krusial.

Kedua, profesional harus bekerja sama dengan organisasi atau vendor terkait untuk memastikan perbaikan dilakukan sebelum celah tersebut dieksploitasi. Prinsip ini sesuai dengan kode etik ACM yang mendorong kolaborasi untuk kepentingan publik, serta komitmen IEEE untuk "meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknologi dan konsekuensinya". Dengan berkolaborasi, profesional tidak hanya mencegah bahaya, tetapi juga memastikan bahwa solusi yang diberikan bersifat berkelanjutan dan transparan.

Ketiga, jika organisasi atau vendor terkait tidak merespons atau menangani celah dengan serius, profesional dapat mempertimbangkan untuk mengungkapkan temuan tersebut secara terbatas atau bertahap, dengan tetap mematuhi kerangka etika yang berlaku. Langkah ini didasarkan pada prinsip akuntabilitas dalam kode etik IEEE dan ACM, yang menuntut profesional untuk bertindak demi kepentingan umum, terutama ketika ada risiko signifikan yang mengancam keselamatan atau privasi masyarakat.

Terakhir, dalam seluruh prosesnya, profesional harus menghindari eksploitasi celah untuk keuntungan pribadi atau tujuan yang tidak etis. Prinsip ini merupakan inti dari kode etik ACM dan IEEE, yang melarang penyalahgunaan kepercayaan dan menekankan integritas serta tanggung jawab moral dalam setiap tindakan.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, seorang profesional teknologi tidak hanya melindungi kepentingan publik, tetapi juga memenuhi tanggung jawab etika mereka sebagai bagian dari komunitas global yang diatur oleh standar tinggi IEEE dan ACM.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by DIYA NAURA ALIFA -
Menurut saya seorang profesional teknologi wajib bertindak secara etis dan bertanggung jawab ketika menemukan celah keamanan (security vulnerability), terutama jika berpotensi membahayakan publik. Prinsip-prinsip ini sangat sejalan dengan IEEE dan ACM.
Beberapa prinsip yang relevan dengan kode etik IEEE yang dimana profesional wajib mendahulukan keselamatan publik saat menemukan celah keamanan,EEE juga menekankan kejujuran dan integritas, sehingga laporan mengenai kerentanan harus disampaikan secara akurat tanpa dilebih-lebihkan tetapi juga tanpa meremehkan risikonya. ACM menegaskan bahwa setiap profesional harus memprioritaskan kebaikan publik di atas kepentingan organisasi maupun dirinya sendiri. Jadi, apabila pemilik sistem mengabaikan laporan dan celah tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan besar, profesional tersebut dapat menghubungi otoritas keamanan siber yang lebih tinggi untuk memastikan risiko tersebut ditangani dengan tepat—dengan tetap menjaga etika dan kehati-hatian.

Dengan demikian, tindakan seorang profesional teknologi ketika menemukan celah keamanan bukan hanya urusan prosedural, tetapi merupakan implementasi nyata dari prinsip etika global IEEE dan ACM. Kedua kode etik tersebut sama-sama menekankan tanggung jawab, integritas, perlindungan terhadap publik, dan kewajiban untuk bertindak secara profesional demi mencegah kerusakan ataupun penyalahgunaan. Melalui penerapan prinsip-prinsip ini, seorang profesional membantu menjaga keamanan digital masyarakat sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap standar etika profesi teknologi informasi.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Khibran Zata Amani -
Seorang profesional teknologi yang menemukan celah keamanan yang berpotensi membahayakan publik wajib bertindak etis, hati-hati, dan bertanggung jawab. Tindakan utamanya adalah melakukan responsible disclosure, yaitu melaporkan celah tersebut kepada pihak yang berwenang atau pemilik sistem, bukan menyebarkannya ke publik atau memanfaatkannya.

Menurut kode etik IEEE, seorang profesional harus melindungi keselamatan publik, tidak menyalahgunakan keahlian, serta melapor dengan jujur ketika menemukan risiko yang dapat merugikan masyarakat. Artinya, begitu menemukan celah keamanan, ia harus segera memberi peringatan kepada pengelola sistem dan membantu menjelaskan risiko tanpa melakukan eksploitasi.

Dalam kode etik ACM, terdapat prinsip untuk menghindari tindakan yang merugikan, menghormati privasi, dan bertanggung jawab secara profesional. Ini berarti seorang profesional tidak boleh mengambil data, merusak sistem, atau membocorkan informasi tersebut ke publik sebelum diperbaiki, karena dapat memperbesar bahaya.

Jadi, jika dikaitkan dengan IEEE dan ACM, langkah yang paling etis adalah:
melaporkan celah kepada pihak terkait secara tertutup, memberikan penjelasan teknis yang diperlukan, membantu jika diminta, dan tidak mempublikasikannya sebelum sistem benar-benar aman. Sikap ini mencerminkan tanggung jawab profesional sekaligus menjaga keamanan dan kepentingan publik.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Valentsea Samalo -
Apabila seorang profesional menemukan celah dalam keamanan yang berpotensi untuk membahayakan publik, maka pertama tama harus dilaporkan terhadap internal terlebih dahulu, ataupun pihak yang berwenang dalam organisasi.

Menurut ACM, profesional harus berkontribusi kepada masyarakat, yang berarti apabila ada celah, wajib ditangani untuk mencegah atau mengurangi resiko. Kemudian, harus jujur tanpa menutupi demi reputasi perusahaan, dan menganalisis resiko secara objektif dan melaporkannya. Apabila membutuhkan akses tertentu untuk mitigasi, akan dibenarkan, namun tetap perlu hati-hati.

Selain itu, apabila dikaitkan dengan IEEE, maka keamanan publik adalah nomor satu. Profesiona harus membantu orang lain agar memahami resiko teknologi, dan tidak diam karena dapat mencelakakan publik. Kemudian, para profesional harus transparan soal resiko dan kerentanan.

Jadi, profesional wajib bertindak aktif, transparan, dan mengutamakan keselamatan publik.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Revalia Ariani -
Ketika seorang profesional teknologi menemukan celah keamanan yang bisa membahayakan banyak orang, tanggung jawab utamanya adalah memastikan keselamatan publik. Prinsip ini sejalan dengan pedoman etika IEEE dan ACM, yang menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pertimbangan tertinggi dalam setiap keputusan teknis. Karena itu, kerentanan yang ditemukan sebaiknya segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang—misalnya tim keamanan internal atau pengembang sistem—agar dapat ditangani tanpa memperbesar risiko. Pengungkapan dilakukan secara terkoordinasi, memberi waktu bagi pihak terkait untuk memperbaiki masalah sebelum informasi tersebut disampaikan kepada publik jika memang diperlukan.

Dalam prosesnya, profesional teknologi juga dituntut menjaga integritas dan tidak memanfaatkan kelemahan itu untuk keuntungan pribadi. IEEE dan ACM sama-sama menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan informasi teknis yang sensitif hingga perbaikan benar-benar selesai. Di sisi lain, profesional juga diharapkan menggunakan keahlian mereka untuk membantu proses penanganan celah tersebut, memastikan sistem kembali berjalan aman. Sikap hati-hati, jujur, dan bertanggung jawab inilah yang mencerminkan standar etika yang dijunjung kedua organisasi dan menunjukkan komitmen terhadap keamanan serta kepercayaan publik.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Winda Wulandari -
Seorang profesional teknologi memiliki kewajiban moral dan profesional untuk bertindak secara etis ketika menemukan celah keamanan. Ia harus segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak yang berwenang, menjaga kerahasiaan informasi, dan tidak memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi atau tindakan merugikan. Tindakan ini penting untuk melindungi keselamatan, privasi, dan kesejahteraan publik. Prinsip-prinsip dalam IEEE Code of Ethics menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan publik, menghindari tindakan yang berpotensi merugikan, serta bersikap jujur dan bertanggung jawab. Sementara itu, ACM Code of Ethics menegaskan kewajiban profesional untuk menghindari bahaya, menghormati privasi, serta memberikan evaluasi teknis yang lengkap dan akurat. Dengan mengikuti pedoman etis dari IEEE dan ACM, seorang profesional teknologi tidak hanya membantu mencegah potensi ancaman, tetapi juga menjaga integritas, kepercayaan, dan keamanan dalam masyarakat digital.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by M. Abbas Marzuki -
Seorang profesional teknologi informasi memiliki tanggung jawab etis yang tinggi ketika menemukan celah keamanan yang berpotensi membahayakan publik. Sesuai panduan etika dari organisasi seperti ACM dan IEEE, khususnya Prinsip 1 yang menekankan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan meminimalkan kerugian, tindakan yang wajib dilakukan adalah mengimplementasikan prosedur Coordinated Vulnerability Disclosure (CVD) atau Responsible Disclosure. Proses ini dimulai dengan verifikasi dan dokumentasi temuan secara cermat tanpa melakukan eksploitasi yang tidak etis

Langkah krusial berikutnya adalah segera dan secara rahasia melaporkan detail celah tersebut kepada pihak vendor atau pemilik sistem. Tujuannya adalah memberikan waktu yang memadai bagi pihak terdampak untuk mengembangkan dan merilis patch atau perbaikan. Pengungkapan publik mengenai detail kerentanan baru boleh dilakukan setelah patch tersedia atau setelah batas waktu yang disepakati umumnya (45 hingga 90 hari) terlewati, jika vendor gagal merespons. Tindakan ini merupakan perwujudan dari prinsip kejujuran dan profesionalisme yang bertujuan melindungi publik, bukan mencari popularitas sesaat atau mengambil keuntungan dari kelemahan sistem
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Farsha Keysan Aryadi -
Jika seorang ahli teknologi menemukan celah keamanan yang berpotensi membahayakan masyarakat, ia wajib mengambil tindakan dengan penuh kehati-hatian dan mengikuti standar etika. Baik prinsip IEEE maupun ACM menegaskan bahwa keselamatan dan kepentingan publik harus selalu menjadi prioritas. Karena itu, langkah yang tepat adalah melakukan responsible disclosure, yakni melaporkan temuan tersebut secara internal atau kepada pihak berwenang, bukan menyebarkannya secara terbuka.
Seorang profesional juga harus menjaga kerahasiaan data, tidak memanfaatkan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi, serta membantu menjelaskan dampak yang mungkin terjadi dan memberikan rekomendasi perbaikan. Pendekatan ini konsisten dengan nilai-nilai IEEE mengenai kejujuran, tanggung jawab, dan perlindungan masyarakat, serta prinsip ACM yang menekankan integritas, profesionalisme, dan upaya mencegah dampak negatif bagi masyarakat.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by M. Arrafi Parulian Sihite -
Seorang profesional teknologi yang menemukan celah keamanan yang dapat membahayakan publik harus bertindak secara etis dan bertanggung jawab dengan cara melaporkan celah tersebut kepada pihak yang berwenang secara internal terlebih dahulu, memastikan laporan tersebut akurat dan tepat agar tidak menimbulkan risiko baru. Profesional tersebut juga harus menghindari menyalahgunakan informasi celah keamanan dan menjaga privasi serta keamanan data selama proses pelaporan. Sesuai dengan kode etik ACM, mereka wajib melakukan uji tuntas untuk memastikan keamanan sistem dan mengambil langkah mitigasi seperti pemantauan, penambalan, dan pelaporan kerentanan secara hati-hati dan bertanggung jawab supaya dampak negatif bagi masyarakat dapat diminimalisir.

IEEE dan ACM menekankan bahwa para profesional komputasi harus mengikuti standar etika yang menuntut transparansi, keamanan, dan perlindungan terhadap publik. IEEE, melalui prinsip desain etisnya, mendorong penerapan sistem yang aman dengan memperhatikan aspek keadilan, privasi, dan keamanan secara menyeluruh. Sedangkan ACM menegaskan bahwa akses terhadap sistem harus diizinkan atau dipaksa oleh kepentingan publik, dan profesional harus menghindari akses tidak sah serta memastikan sistem dirancang agar aman dan dapat digunakan dengan mudah tanpa menimbulkan kebingungan yang dapat membahayakan.

Secara garis besar, langkah yang harus diikuti meliputi:

Melaporkan celah keamanan secara internal kepada organisasi tanpa membocorkan kepada publik sebelum ada perbaikan,

Melindungi data dan privasi semua pihak yang terlibat,

Melakukan mitigasi dan perbaikan sistem yang terkena celah,

Mengedepankan kepentingan publik dan mencegah kerusakan lebih lanjut,

Mematuhi kode etik dan prinsip profesional yang diatur oleh IEEE dan ACM yang menekankan akuntabilitas dan tanggung jawab sosial.

Dengan demikian, profesional teknologi harus mengintegrasikan etika profesional dan teknis dalam menangani celah keamanan demi menjaga kepercayaan dan keamanan publik
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Ananda Raihan Alfarizi -
Ketika seorang profesional teknologi menemukan celah keamanan yang berpotensi membahayakan publik, ia harus mengikuti prinsip Responsible Disclosure. Langkah yang tepat adalah mendokumentasikan celah secara jelas, lalu melaporkannya secara privat kepada pihak yang berwenang (developer, admin sistem, atau CERT). Profesional harus memberi waktu agar celah diperbaiki dan tidak boleh mengeksploitasi, mempublikasikan sebelum waktunya, atau mengakses data pribadi tanpa izin. Setelah perbaikan dilakukan, laporan dapat dipublikasikan untuk edukasi dengan tetap menjaga privasi.

Tindakan ini sesuai dengan Kode Etik IEEE, terutama poin 1 yang mewajibkan mengutamakan keselamatan publik, serta poin 9 yang melarang tindakan yang merugikan orang lain. Dalam Kode Etik ACM, hal ini sejalan dengan prinsip 1.2 (Avoid harm), 1.6 (Respect privacy), dan 2.5 (Give thorough evaluations).

Secara keseluruhan, profesional harus bertindak aman, bertanggung jawab, dan menjaga kepentingan publik di atas keuntungan pribadi.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Shafira Muthia Az-Zahra -
Seorang profesional teknologi harus melaporkan celah keamanan yang ditemukannya kepada pihak yang berwenang atau yang bertanggung jawab, tidak menyebarkannya ke publik supaya tidak disalahgunakan dan tetap menjaga keselamatan orang banyak. Hal ini sesuai dengan kode etik IEEE yang menekankan perlindungan terhadap publik dan kode etik ACM yang menuntut tindakan yang tidak merugikan orang lain. Setelah laporan yang diberikan ditindak lanjut, baru boleh membagikan informasi tersebut dengan cara yang aman dengan tujuan edukasi atau awareness. Intinya utamakan keamanan publik, jaga kerahasiaan, dan bertindak etis
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Aulia Zahra Anindia -
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah seorang profional tidak boleh menggunakan ataupun menyalahgunakan celah tersebut untuk kepintingan pribadi, jangan mengakses data yang bukan haknya dan ataupun melakukan eksploitasi pada celah tersebut. Bagian ini sesuai dengan ACM Code of Ethics 1.2 - Avoid harm (Profesional harus menghindari tindakan yang menyebabkan kerugian) dan IEEE Code of Ethics 1 - Hold paramount the safety, healthy, and walfare of the public (Keselamatan publik harus di proiritaskan)

Langkah sekanjutnya yaitu melaporkan celah ke pihak yang berwenang antara lain : tim keamanan internal, pengembangan perangkat lunak, vrndot resmi, atau organisasi yang bertanggung jawab. Serta tidak menyebarkan celah ke publik sebelum pihak terkait memperbaikinya. Hal ini sesuai dengan ACM 1.3 - Be Honest and Trustworthy (Melaporkan secara bertanggung jawab menunjukan interegritas) dan IEEE 3 - Be honest and realistic in stating claim (Harus memberi informasi faktual dan realistis tentang resiko celah)
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Rahmawati _ -
seorang profesional teknologi harus bertindak secara etis, bertanggung jawab, dan segera ketika menemukan celah keamanan yang berpotensi membahayakan publik. Tindakan ini sangat terkait dengan panduan yang ditetapkan oleh organisasi seperti IEEE dan ACM.

-Verifikasi & Dokumentasi untuk memastikan celah itu nyata dan catat detailnya.
​-Segera melapor
​-Jaga Kerahasiaan, jangan publikasikan detail kerentanan sebelum perbaikan

​ Kaitannya dengan IEEE & ACM:
Tindakan ini adalah kewajiban etika di bawah prinsip "Mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan publik" (IEEE) dan "Menghindari kerugian" (ACM). Melaporkan secara privat dan bertanggung jawab adalah cara untuk memenuhi tanggung jawab profesional ini.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Chesa Randanti Aully Lestari -
1. Jangan gunakan atau eksploitasi celah tersebut.
IEEE & ACM: Wajib menghindari hal yang membahayakan publik.
2. Laporkan secara benar (responsible disclosure).
Laporkan ke pihak internal, vendor, atau CERT.
Beri waktu untuk mereka memperbaiki sebelum diumumkan.
3. Jaga kerahasiaan sampai celah diperbaiki.
ACM: Harus menghormati privasi dan kerahasiaan.
IEEE: Hindari tindakan yang bisa merugikan orang lain.
4. Beri informasi teknis secukupnya untuk membantu perbaikan.
Tanpa memberikan cara eksploitasi secara lengkap.
5. Setelah diperbaiki, boleh dipublikasikan secara etis.
Fokus pada edukasi, bukan membuat publik rentan.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Anis Fatimah andra -
Ketika seorang profesional teknologi menemukan masalah keamanan, mereka harus mengutamakan keselamatan publik dengan mengikuti prinsip etika IEEE dan ACM. Menurut IEEE Code of Ethics poin 1 dan ACM Code of Ethics 1.2, keselamatan dan pencegahan bahaya adalah hal yang paling penting, sehingga profesional teknologi tidak boleh langsung mempublikasikan masalah tersebut. Melaporkan hasil secara terbuka kepada vendor, administrator sistem, atau tim keamanan adalah langkah yang benar. Sesuai dengan IEEE 1.6 dan ACM 1.7, profesional harus memastikan kerahasiaan informasi selama proses, termasuk menghindari penyebaran detail eksploitasi atau data sensitif. Profesional dapat melaporkan masalah ini ke lembaga yang berwenang seperti CERT atau CSIRT tanpa mengungkapkan informasi teknis. Untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil benar-benar melindungi masyarakat dan tetap dalam koridor etika profesional, semua tindakan harus dilakukan dengan jujur dan tidak untuk keuntungan pribadi. Prinsip IEEE 1.3 dan ACM 1.3 harus dipatuhi.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Valentino Raffael -
1. Verifikasi dan Dokumentasi Integritas & Kejujuran (IEEE 3) Pastikan celah itu nyata, tanpa merusak lebih lanjut.
2. Pengungkapan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Publik (IEEE 1) & Menghindari Bahaya (ACM 1.2) Segera laporkan secara rahasia kepada pemilik sistem untuk perbaikan.
3. Kerja Sama Kritik Teknis Jujur (IEEE 7) Bantu pemilik sistem untuk memperbaiki dan menguji patch.
4. Tidak Menyalahgunakan Kejujuran & Kesetiaan (ACM 1.3) JANGAN pernah menggunakan celah tersebut untuk keuntungan atau merugikan orang lain.
In reply to First post

Re: IEEE dan ACM

by Luna Adelia -
Seorang profesional teknologi yang menemukan celah keamanan harus bertindak etis dan bertanggung jawab. Ia tidak boleh memanfaatkan celah tersebut, tetapi harus segera melaporkannya secara privat kepada pihak yang berwenang, seperti pengembang, tim keamanan, atau lembaga CERT. Informasi yang diberikan harus seperlunya saja dan tetap menjaga kerahasiaan sampai celah diperbaiki.

Jika laporan diabaikan, profesional boleh meneruskan ke lembaga keamanan yang lebih tinggi, selalu dengan prinsip responsible disclosure agar tidak membahayakan publik. Intinya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Tindakan ini sesuai dengan prinsip etika IEEE yang menekankan keselamatan publik, kejujuran, dan tanggung jawab, serta kode etik ACM yang menekankan menghindari bahaya, menjaga privasi, dan melapor dengan benar.