Cobalah bersama tim kelompok, Anda eksplor lebih jauh tentang proses bisnis dan model bisnis e- commerce berbasis website dan mobile app. Waktu diskusi dan menyiapkan paparan kelompok 20 menit, dilanjutkan dengan presentasi dan pembahasan bersama di kelas. Masing-masing dapat mengunggah Slide kelompok dan hasil diskusi disini.
Diskusi
kelompok 6
fadilah 2213031102
rima amalia cahya 2253031002
Berikut adalah proses bisnis dan model bisnis e- commerce berbasis website dan mobile app.
1. Proses Bisnis E-Commerce Berbasis Website dan Mobile App
Proses bisnis e-commerce pada platform website maupun mobile app dimulai dari tahap pra-pembelian, di mana pengguna mengakses platform melalui login atau guest mode. Pada tahap ini sistem memuat data riwayat, preferensi, dan rekomendasi produk. Pengguna kemudian memasuki proses pencarian dan penemuan produk melalui fitur kategori, filter, serta pencarian berbantuan algoritma. Setelah menemukan produk, pengguna melakukan evaluasi dengan melihat deskripsi lengkap, foto, ulasan, rating, ketersediaan stok, serta estimasi pengiriman. Tahap berikutnya adalah proses pembelian yang meliputi add to cart, checkout, pemilihan kurir, metode pembayaran, dan verifikasi transaksi melalui payment gateway. Setelah pembayaran berhasil, sistem menghasilkan nomor pesanan dan mengirimkan notifikasi. Selanjutnya masuk ke tahap order fulfillment, yaitu pengambilan barang di gudang, pengemasan, pencetakan resi otomatis, hingga barang dikirim oleh mitra logistik yang statusnya dapat dilacak secara real time. Setelah barang diterima, pengguna dapat memberikan ulasan, mengajukan pengembalian jika diperlukan, dan mendapatkan manfaat dari program loyalitas. Seluruh alur ini menjadi fondasi operasional e-commerce modern baik pada website maupun aplikasi mobile.
2. Model Bisnis E-Commerce Berbasis Website dan Mobile App
Model bisnis e-commerce sangat beragam dan bergantung pada strategi monetisasi platform. Salah satu model paling populer adalah marketplace, di mana platform bertindak sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Pendapatan diperoleh dari komisi transaksi, biaya layanan, iklan produk, serta paket keanggotaan premium untuk penjual. Model lain adalah online retailer, yaitu platform yang menjual produk sendiri dengan keuntungan utama berasal dari margin penjualan. Selain itu, ada dropshipping, sebuah model yang memungkinkan penjual tidak perlu menyimpan stok karena barang langsung dikirim oleh pemasok. Terdapat pula subscription model, yaitu model berlangganan bulanan atau tahunan untuk mendapatkan fitur eksklusif atau produk rutin. Model freemium juga banyak digunakan pada aplikasi digital, di mana sebagian fitur diberikan gratis dan sisanya berbayar. Selain itu, platform dapat mengadopsi advertising model, yaitu pendapatan berasal dari iklan dari penjual atau brand tertentu, serta affiliate model yang menghasilkan komisi dari penjualan melalui referal. Variasi model ini memungkinkan e-commerce menyesuaikan sumber pendapatan sesuai segmentasi dan target pengguna.
3. Perbedaan Strategis Website dan Mobile App dalam E-Commerce
Website dan mobile app memiliki kontribusi strategis yang berbeda dalam operasional e-commerce. Website unggul pada tahap akuisisi pengguna karena lebih mudah diakses tanpa perlu instalasi dan dapat menarik trafik besar melalui optimasi SEO. Hal ini membuat website cocok untuk pengguna baru atau yang bersifat kasual. Sebaliknya, mobile app lebih unggul dalam retensi dan peningkatan transaksi berulang karena aplikasinya lebih cepat, personal, dan memiliki fitur notifikasi yang mendorong pembelian ulang. Aplikasi juga memanfaatkan fitur bawaan perangkat seperti kamera untuk scan barcode, GPS untuk estimasi pengiriman yang akurat, dan autentikasi biometrik untuk keamanan transaksi. Kombinasi keduanya menjadi strategi terbaik dalam ekosistem e-commerce modern: website digunakan sebagai pintu masuk untuk menjangkau banyak pengguna, sedangkan mobile app difokuskan untuk mempertahankan pengguna dan meningkatkan loyalitas. Oleh karena itu, banyak perusahaan mengadopsi pendekatan hybrid untuk memaksimalkan jangkauan sekaligus pendapatan.
fadilah 2213031102
rima amalia cahya 2253031002
Berikut adalah proses bisnis dan model bisnis e- commerce berbasis website dan mobile app.
1. Proses Bisnis E-Commerce Berbasis Website dan Mobile App
Proses bisnis e-commerce pada platform website maupun mobile app dimulai dari tahap pra-pembelian, di mana pengguna mengakses platform melalui login atau guest mode. Pada tahap ini sistem memuat data riwayat, preferensi, dan rekomendasi produk. Pengguna kemudian memasuki proses pencarian dan penemuan produk melalui fitur kategori, filter, serta pencarian berbantuan algoritma. Setelah menemukan produk, pengguna melakukan evaluasi dengan melihat deskripsi lengkap, foto, ulasan, rating, ketersediaan stok, serta estimasi pengiriman. Tahap berikutnya adalah proses pembelian yang meliputi add to cart, checkout, pemilihan kurir, metode pembayaran, dan verifikasi transaksi melalui payment gateway. Setelah pembayaran berhasil, sistem menghasilkan nomor pesanan dan mengirimkan notifikasi. Selanjutnya masuk ke tahap order fulfillment, yaitu pengambilan barang di gudang, pengemasan, pencetakan resi otomatis, hingga barang dikirim oleh mitra logistik yang statusnya dapat dilacak secara real time. Setelah barang diterima, pengguna dapat memberikan ulasan, mengajukan pengembalian jika diperlukan, dan mendapatkan manfaat dari program loyalitas. Seluruh alur ini menjadi fondasi operasional e-commerce modern baik pada website maupun aplikasi mobile.
2. Model Bisnis E-Commerce Berbasis Website dan Mobile App
Model bisnis e-commerce sangat beragam dan bergantung pada strategi monetisasi platform. Salah satu model paling populer adalah marketplace, di mana platform bertindak sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Pendapatan diperoleh dari komisi transaksi, biaya layanan, iklan produk, serta paket keanggotaan premium untuk penjual. Model lain adalah online retailer, yaitu platform yang menjual produk sendiri dengan keuntungan utama berasal dari margin penjualan. Selain itu, ada dropshipping, sebuah model yang memungkinkan penjual tidak perlu menyimpan stok karena barang langsung dikirim oleh pemasok. Terdapat pula subscription model, yaitu model berlangganan bulanan atau tahunan untuk mendapatkan fitur eksklusif atau produk rutin. Model freemium juga banyak digunakan pada aplikasi digital, di mana sebagian fitur diberikan gratis dan sisanya berbayar. Selain itu, platform dapat mengadopsi advertising model, yaitu pendapatan berasal dari iklan dari penjual atau brand tertentu, serta affiliate model yang menghasilkan komisi dari penjualan melalui referal. Variasi model ini memungkinkan e-commerce menyesuaikan sumber pendapatan sesuai segmentasi dan target pengguna.
3. Perbedaan Strategis Website dan Mobile App dalam E-Commerce
Website dan mobile app memiliki kontribusi strategis yang berbeda dalam operasional e-commerce. Website unggul pada tahap akuisisi pengguna karena lebih mudah diakses tanpa perlu instalasi dan dapat menarik trafik besar melalui optimasi SEO. Hal ini membuat website cocok untuk pengguna baru atau yang bersifat kasual. Sebaliknya, mobile app lebih unggul dalam retensi dan peningkatan transaksi berulang karena aplikasinya lebih cepat, personal, dan memiliki fitur notifikasi yang mendorong pembelian ulang. Aplikasi juga memanfaatkan fitur bawaan perangkat seperti kamera untuk scan barcode, GPS untuk estimasi pengiriman yang akurat, dan autentikasi biometrik untuk keamanan transaksi. Kombinasi keduanya menjadi strategi terbaik dalam ekosistem e-commerce modern: website digunakan sebagai pintu masuk untuk menjangkau banyak pengguna, sedangkan mobile app difokuskan untuk mempertahankan pengguna dan meningkatkan loyalitas. Oleh karena itu, banyak perusahaan mengadopsi pendekatan hybrid untuk memaksimalkan jangkauan sekaligus pendapatan.