STUDI KASUS

STUDI KASUS

Number of replies: 0

Salah satu studi kasus diplomasi Indonesia pada masa Orde Baru adalah ketika Indonesia memimpin Gerakan Non-Blok pada tahun 1976. Gerakan Non-Blok adalah gerakan politik internasional yang didirikan oleh sejumlah negara yang tidak ingin terikat dengan blok kekuasaan besar seperti Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang Dingin.

Indonesia memimpin Gerakan Non-Blok pada Konferensi Kedelapan Gerakan Non-Blok yang diselenggarakan di Harare, Zimbabwe pada tahun 1986. Pada saat itu, Indonesia memimpin gerakan ini bersama dengan negara-negara seperti India, Mesir, dan Meksiko.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mempromosikan konsep "Pembangunan Bersama" sebagai salah satu prinsip Gerakan Non-Blok. Prinsip ini memperkuat kerjasama antara negara-negara berkembang dalam bidang ekonomi dan perdagangan internasional, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara-negara anggota Gerakan Non-Blok.

Indonesia juga memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dalam forum internasional seperti PBB dan mengecam tindakan kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh negara-negara Barat. Selain itu, Indonesia juga menolak kebijakan pemerintah Israel yang melakukan pendudukan terhadap Palestina.

Dalam konteks diplomasi internasional pada masa Orde Baru, Gerakan Non-Blok menjadi salah satu upaya Indonesia untuk memperkuat posisinya di dunia internasional dan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di forum-forum internasional. Melalui Gerakan Non-Blok, Indonesia berhasil memperkuat posisinya sebagai negara yang memiliki pengaruh di tingkat internasional dan mampu memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang dalam arena politik global.

Dari kasus di atas, jawab pertanyaan berikut:

  1. Apa yang menjadi fokus diplomasi Indonesia dalam forum internasional seperti PBB pada masa Orde Baru? Jelaskan salah satu contoh kasus di mana Indonesia mengecam tindakan kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh negara-negara Barat.
  2. Bagaimana Gerakan Non-Blok memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional dan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di forum-forum internasional?
  3. Apa saja tantangan yang dihadapi Indonesia dalam diplomasi internasional pada masa Orde Baru? Bagaimana Indonesia mengatasi tantangan tersebut?