STRUKTUR PELAKSANAAN PERKULIAHAN

Mata Kuliah Sejarah Afrika menerapkan Blended Learning , yaitu sistem belajar yang dilakukan dengan menggabungkan pembelajaran face-to-face (kuliah tatap muka) dengan pembelajaran bermediasi teknologi (technology mediated instruction) untuk meningkatkan hasil belajar (Sandi, 2012; Rizkiyah, 2015); dan penguasaan konsep (Hermanto et al, 2013). Mata Kuliah   Sejarah Afrika disajikan secara Synchronous, yakni (i) Langsung dengan cara kuliah tatap muka dan (ii) Maya dengan cara kuliah secara online menggunakan Google Meet;sedangkan secara Asynchronous, yakni (i) Mandiri dan (ii) Kolaboratif dengan Virtual Class menggunakan Youtube, PPT & PDF

 

Mata Kuliah  Sejarah Afrika  juga menerapkan Flipped Classroom, yaitu model pembelajaran yang diawali dengan mahasiswa mempelajari materi di rumah sebelum kuliah dimulai dan kegiatan belajar mengajar di kampus yang dapat meningkatkan motivasi belajar (Susanti dan Hamama, 2019), hasil belajar kognitif dan pemahaman konsep (Pratiwi et al, 2017; Saputra dan Mujib, 2017; Rusdi dan Praharsih, 2016); dan  menumbuhkan sikap kreatif, bertanggung jawab, serta keterampilan belajar (Damayanti, 2016).

 

Mata Kuliah  Sejarah Afrika juga menerapkan Student Centered Learning  (SCL), yaitu proses proses pembelajaran yang tadinya berfokus pada guru (teacher centered) menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (learner centered) untuk meningkatkan kemampuan analisis dan pemecahan permasalahannya sendiri (Karsen, 2008).

 

Mata Kuliah   Sejarah Afrika penilaian (assesment) dan evaluasi pembelajaran berupa tes formatif (Tugas dan Kuis) serta Tes sumatif (Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester).


Visible groups: All participants
(There are no discussion topics yet in this forum)