Forum 3

Forum 3

Number of replies: 33

jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.

In reply to First post

Re: Forum 3

Niken Larasati གིས-
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas/Prodi : 5G/PGSD
Jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Jawaban:
Menurut pendapat saya model pembelajaran PKN SD ini tepat diimplementasikan semuanya. Hanya saja pendidik harus menyesuaikan materi dengan model pembelajaran yang seimbang sehingga pendidik mampu memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD. Model pembelajaran PKN SD ada beberapa macam, dibawah ini saya berikan contoh beserta implementasi materinya:
1. Model Pembelajaran Demonstration
Penerapan model pembelajaran demonstration dapat diterapkan pada mata pelajaran PPKn dengan materi kemerdekaan. Langkah pertama pendidik menjelaskan tentang bagaimana sulitnya para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemudian mengidentifikasikan pokok-pokok penting tentang hal-hal yang berkaitan dengan kemerdekaan.
2. Model Pembelajaran Direct Instruction
Model pembelajaran direct instrction atau pembelajaran langsung dapat diterapkan di MI/SD pada mata pelajaran PPKn dengan materi pelajaran “mengenal pemerintahan desa dan kecamatan sendiri”. Pada materi ini, pendidik menjelaskan secara langsung tentang sistem pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan. Kemudian pendidik menjelaskan Lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa
3. Model Pembelajaran Group Investigation
Model pembelajaran Group investigation dapat diterapkan pada materi globalisasi, Peserta didik diajak untuk mengamati dampak dari globalisasi terhadap kehidupan sehari-hari, sehingga muncul ide-ide mereka tentang dampak globalilasi. Kemudian peserta didik menganalisis dan menyimpulkan dampak positif dan negatif dari globalisasi sehingga mereka dapat menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi.
4. Model Pembelajaran Jigsaw
Dalam pembelajaran jigsaw dapat diterapkan pada mata pelajaran PPKn dengan materi keputusan. Seorang pendidik memberikan topik pembelajaran tentang musyawarah dan mufakat. Peserta didik membahas tentang menghargai pendapat dan membahas tentang dalam musyawarah
5. Model Pembelajaran Inquiry Based Learning
Model pembelajaran Inquiry Based Learning dapat di terapkan pada materi norma, hukum, peraturan. Pada materi ini, pendidik memberikan stimulation atau rangsangan kepada peserta didik dengan membawa media berupa gambar atau fenomena berupa norma-norma masyarakat yang baik dan buruk.
In reply to First post

Re: Forum 3

ANNISA INDAH SAPUTRI གིས-
Nama: Annisa Indah Saputri
NPM: 2113053105
Kelas/Prodi: 5G/PGSD

Izin menjawab, menurut saya semua model bisa cocok jika pendidik mampu mengimplementasikannya sesuai dengan prinsip yang ada dengan materi PKN di SD. Namun berikut beberapa model yang cocok menurut saya dan relevansinya pada pembelajaran PKN di SD.
1. Pembelajaran Kooperatif; Model ini mendorong kolaborasi dan kerjasama antara peserta didik. Kegiatan kelompok, proyek bersama, dan diskusi dapat digunakan untuk membangun pemahaman tentang nilai-nilai kewarganegaraan dan demokrasi.
2. Pembelajaran Berbasis Proyek; Peserta didik dapat terlibat dalam proyek-proyek kecil yang menekankan pada penerapan konsep-konsep PKN dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, proyek membuat peta lingkungan sekolah atau simulasi pemilihan umum di kelas.
3. Pembelajaran Berbasis Masalah; Menghadirkan masalah atau tantangan nyata yang dapat dipecahkan oleh peserta didik dengan menerapkan prinsip-prinsip PKN. Ini dapat melibatkan identifikasi masalah di lingkungan sekolah atau masyarakat dengan cara mencari solusi bersama.
4. Pembelajaran Kontekstual; Model ini membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata serta memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja.
5. Bermain Peran; Dalam mengaplikasikannya model pembelajaran ini dapat dilakukan dalam bentuk permainan pendidikan yang dimanfaatkan untuk menjelaskan sikap, tingkah laku dan nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat dengan cara menghayati perasaan orang lain dengan strategi pemecahan masalah. Sehingga jika dikaitkan pada materi PKN di SD, pembelajaran jadi lebih menstimulus siswa untuk menerima pembelajarannya.
6. Debat Mini; Mengadakan debat mini di kelas tentang isu-isu yang relevan dengan PKN dapat membantu peserta didik memahami berbagai perspektif dan meningkatkan keterampilan berbicara mereka.
In reply to First post

Re: Forum 3

ANI NURYANI གིས-
Nama: Ani Nuryani
NPM: 2113053126

jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.

Menurut saya semua model pembelajaran baik dan dapat digunakan untuk pembelajaran PKN SD. Model pembelajaran yang tepat untuk diimplementasikan pada pembelajaran PKN SD adalah model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan dikelas.
Pendidik dapat memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif dengan memberikan pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif sehingga peserta didik memperoleh pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai metode misalnya metode bermain peran, diskusi, tanya jawab, dan sebagainya. Dapat juga menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa belajar secara aktif contohnya model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran kontekstual, model pembelajaran discovery learning, model pembelajaran problem base learning dan model pembelajaran lainnya.
In reply to First post

Re: Forum 3

DANIEL DWI SAPUTRA 2113053110 གིས-
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110
Kelas: 5G

Semua model pembelajaran menurut saya sesuai untuk pembelajaran PKN di SD. Model pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan di kelas sebaiknya digunakan untuk pembelajaran PKN SD. Model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas adalah model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Model ini menekankan pada pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat lebih memahami materi yang dipelajari dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa strategi yang dapat digunakan oleh pendidik dalam memberikan pembelajaran yang inovatif dan aktif dalam pengembangan pembelajaran PKN SD antara lain:
1. Pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa untuk belajar secara aktif dan saling membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran PKN SD, pendidik dapat menggunakan strategi pembelajaran kooperatif seperti STAD (Student Team Achievement Division) atau TGT (Team Game Tournament).
2. Pembelajaran berbasis proyek
Pembelajaran berbasis proyek dapat membantu siswa untuk belajar secara aktif dan kreatif dengan membuat produk atau hasil karya yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Dalam pembelajaran PKN SD, pendidik dapat menggunakan strategi pembelajaran berbasis proyek seperti membuat poster atau video tentang nilai-nilai Pancasila.
3. Pembelajaran berbasis masalah
Pembelajaran berbasis masalah dapat membantu siswa untuk belajar secara aktif dan efektif dengan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi pembelajaran. Dalam pembelajaran PKN SD, pendidik dapat menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah seperti membuat simulasi pemilihan umum atau debat tentang isu-isu sosial.
In reply to First post

Re: Forum 3

Lisa Ariyanti གིས-
Nama: Lisa Ariyanti
NPM: 2113053083

Menurut saya semua model pembelajaran tepat untuk diterapkan oleh pendidik. Kenapa? Karena model pembelajaran disusun dan dikenalkan pastinya sudah melalui yang namanya penelitian. Namun, hal yang membuat kita harus memiliki model pembelajaran dalam setiap pembelajaran adalah melihat bagaimana kondisi sekolah, lokasinya bagaimana, sarana prasarananya mendukung atau tidak. Dan semua itu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan mana model pembelajaran yang telah untuk digunakan.
Pengimplementasiannya dalam pembelajaran PKN SD adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan tingkat kelas rendah atau tinggi. Tentunya dalam menentukan model ini juga perlu memperhatikan tingkat kelasnya, agar bisa memberikan pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kematangan peserta didik dalam menerim materi. Sehingga tujuan pembelajaran dapat terwujud dengan baik. Contohnya adalah dengan model pembelajaran bermain atau tanya jawab untuk kelas rendah. Bisa digunakan metode bermain dimana dalam pembelajaran peserta didik tidak hanya diberikan materi akan teori, namun juga pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti menggambar burung Garuda, itu membuat mereka paham. Kemudian melafalkan sila-sila Pancasila. Setelah mereka paham, maka guru harus mengembangkan pembelajarannya, menjadi peserta didik diminta untuk memberikan contoh yang mencerminkan sila Pancasila tersebut.
In reply to First post

Re: Forum 3

ADINDA RAHMADHINA གིས-
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 211305306
Kelas : 5G

1. jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Jawab :
Dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD, pendidik perlu memilih model pembelajaran yang tepat agar peserta didik dapat memahami materi dengan baik. Berikut adalah beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PKN SD:
- Model pembelajaran kooperatif: Model ini melibatkan peserta didik dalam kelompok kecil untuk memecahkan masalah atau menyelesaikan tugas. Dalam pembelajaran PKN, model ini dapat diterapkan dengan memberikan tugas - kelompok untuk membahas isu-isu sosial atau politik yang terjadi di masyarakat.
- Model pembelajaran inkuiri: Model ini memungkinkan peserta didik untuk menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Dalam pembelajaran PKN, model ini dapat diterapkan dengan memberikan pertanyaan terkait isu-isu sosial atau politik yang terjadi di masyarakat.
- Model pembelajaran proyek: Model ini melibatkan peserta didik dalam membuat produk atau karya yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Dalam pembelajaran PKN, model ini dapat diterapkan dengan memberikan tugas membuat poster atau video terkait isu-isu sosial atau politik yang terjadi di masyarakat.
Selain memilih model pembelajaran yang tepat, pendidik juga perlu memberikan pembelajaran yang inovatif dan aktif agar peserta didik dapat lebih tertarik dan memahami materi dengan baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
- Menggunakan media pembelajaran yang menarik: Pendidik dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik seperti video, gambar, atau poster untuk memudahkan peserta didik memahami materi.
- Menggunakan teknik pembelajaran yang berbeda: Pendidik dapat menggunakan teknik pembelajaran yang berbeda seperti diskusi, simulasi, atau permainan peran untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif.
- Menggunakan pendekatan yang berbeda: Pendidik dapat menggunakan pendekatan yang berbeda seperti pendekatan kontekstual atau pendekatan saintifik untuk membuat pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Dengan memilih model pembelajaran yang tepat dan memberikan pembelajaran yang inovatif dan aktif, diharapkan peserta didik dapat lebih tertarik dan memahami materi PKN dengan baik.
In reply to First post

Re: Forum 3

ARIS PURNAMA PUTRA གིས-
Nama : Aris Purnama Putra
NPM : 2113053112
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

Menurut saya, Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di SD sebaiknya dilakukan dengan cara yang menarik dan bermanfaat bagi siswa. Salah satu cara yang baik adalah menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, di mana siswa bekerja dalam proyek nyata yang membantu mereka memahami nilai-nilai kewarganegaraan dan hak serta kewajiban mereka sebagai warga negara. Guru dapat mengintegrasikan teknologi, mendorong kerja sama siswa, dan mendukung diskusi serta kunjungan ke tempat-tempat yang relevan.
Selain itu, guru juga bisa memberikan pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan teknologi, seperti video atau permainan edukatif. Siswa dapat diberikan kesempatan untuk berbicara tentang isu-isu kewarganegaraan, berpartisipasi dalam debat, atau mengunjungi tempat-tempat yang bisa memberikan pengalaman langsung tentang kewarganegaraan. Dengan pendekatan ini, pembelajaran PKN di SD akan lebih menarik, relevan, dan membantu siswa memahami peran mereka dalam masyarakat dan negara.
In reply to First post

Re: Forum 3

Ernawati.21 Ernawati.21 གིས-
Nama : Ernawati
NPM : 2113053203
Kelas : 5G

Banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh pendidik dalam menanamkan nilai moral Pancasila dalam membentuk kepribadian bangsa. Dalam pengembangan pembelajaran PKN SD pendidik dapat menggunakan bantuan media pembelajaran interaktif dan menarik dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga pembelajaran dapat aktif dan efektif dibandingkan pendidik hanya menggunakan metode ceramah. Menurut saya ada beberapa model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam materi PKN di SD yaitu:
1. Model pembelajaran portofolio; model ini melibatkan seluruh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sehingga dapat membangkitkan minat belajar siswa. Model portofolio atau yang lebih dikenal dengan “Proyek-belajar Kewarganegaraan Kami Bangsa Indonesia (PKKBI)” yang dianggap sebagai model pembelajaran yang paling tepat dan sesuai dengan paradigma baru PKn. Melalui penerapan Model Pembelajaran Berbasis Portofolio, siswa secara langsung terlatih untuk aktif dikarenakan setiap tahap dalam pembelajaran menuntut siswa untuk selalu aktif seperti aktif bertanya, berpendapat, mencari informasi, memecahkan masalah, mempresentasi, dan bekerja sama dengan diiringi sikap tanggung jawab.
2. Model pembelajaran kontekstual; model ini mengaitkan materi-materi pelajaran PKn dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa seperti persoalan sosial, lingkungan, pribadi, dan kultural.
In reply to First post

Re: Forum 3

PUTRI ADELIA RIZALDY གིས-
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021
Kelas: 5G/PGSD

Jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.

jawaban:
1. Model Contextual Teaching Learning (CTL)
Karakteristik Model Contextual Teaching Learning (CTL) sebagai berikut: (1). Keadaan yang memengaruhi langsung kehidupan siswa dan pembelajarannya. (2). Dengan menggunakan waktu, yaitu masa lalu, sekarang, dan akan datang. (3). Lawan dari texbook centered. (4). Lingkungan budaya, sosial, pribadi, ekonomi, dan politik. (5). Belajar tidak hanya menggunakan ruang kelas, bisa dilakukan di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. (6). Mengaitkan isi pelajaran dengan dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka. (7). Membekali siswa dengan pengetahuan yang fleksibel dapat diterapkan dari satu permasalahan ke permasalahan lain, dari satu konteks ke konteks lain.

2. Model Kegiatan Sosial dan Pendidikan Kewarganegaraan
Model yang dipelopori oleh Fred Newman ini mencoba mengajarkan pada siswa bagaimana memengaruhi kebijakan umum. Dengan demikian, pendekatan ini mencoba memperbaiki kehidupan siswa dalam masyarakat atau negara, dengan mencoba mengembangkan kompetensi lingkungan dan memberikan dampak pada keputusan-keputusan kebijakan, memiliki tingkat kompetensi dan komitmen sebagai pelaksana yang bermoral. Model ini mendorong partisipasi aktif siswa dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial dalam masyarakat.

3. Metode Bercerita
Menciptakan pembelajaran PKn yang menyenangkan dengan metode bercerita, sangat baik dalam membangun karakter dan kepribadian siswa. Dalam kegiatan ini guru harus pandai memilih cerita yang sesuai dengan perkembangan anak, juga disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang sedang ditanamkan. Ajaklah para siswa duduk melingkar di atas karpet, perlihatkan buku yang akan dibacakan, kondisikan siswa agar fokus pada cerita yang akan disampaikan.

4. Model Pembelajaran Induktif
Model ini dikembangkan oleh filsuf Francis Bacon yang menghendaki penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta-fakta yang konkret sebanyak mungkin. Semakin banyak fakta semakin mendukung kesimpulan. Langkah model pembelajaran induktif adalah sebagai berikut: (1). Pemilihan prinsip: Guru harus memilih konsep, prinsip, aturan yang akan disajikan dengan pendekatan induktif. (2). Pemberian contoh: Guru menyajikan contoh khusus, yang mendukung prinsip, atau aturan yang memungkinkan siswa memperkirakan sifat umum yang terkandung dalam contoh. (3). Pemberian contoh lain: Guru memberikan contoh khusus, yang mendukung prinsip, atau aturan yang memungkinkan siswa memperkirakan sifat umum yang terkandung dalam contoh. (4). Menyimpulkan: Guru menyimpulkan, memberi penegasan dari beberapa contoh kemudian disimpulkan dari contoh tersebut menuju sebuah prinsip yang hendak dicapai siswa.

5. Model Pembelajaran Deduktif
Model pembelajaran deduktif merupakan pendekatan yang menggunakan penalaran dari umum ke khusus. Langkah-langkah model pembelajaran deduktif adalah sebagai berikut: (1). Guru memilih konsep, prinsip, aturan yang akan disajikan. (2). Guru menyajikan aturan, prinsip yang bersifat umum, lengkap dengan definisi, dan contohnya. (3). Guru menyajikan contoh khusus agar siswa dapat meyusun hubungan antara keadaan khusus dengan aturan prinsip umum yang didukung oleh media yang cocok. (4). Guru menyajikan bukti-bukti yang cukup untuk menunjang atau menolak kesimpulan bahwa keadaan umum itu merupakan gambaran dari keadaan khusus.
In reply to First post

Re: Forum 3

Liyana Qayyimah གིས-
Nama : Liyana Qayyimah
NPM : 2113053189
Kelas : 5G
Jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Menurut saya model pembelajaran yang interaktif, imajinatif, efektif, dan menyenangkan merupakan pilihan terbaik untuk mengimplementasikan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan antara lain:
1. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning): Model ini mendorong peserta didik untuk berkolaborasi dalam tim atau kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran. Siswa dapat berinteraksi, bertukar pikiran, dan saling membantu satu sama lain dalam memahami materi PKn.
2. Model pembelajaran berbasis masalah (PBL) menantang peserta didik untuk mengatasi masalah-masalah nyata yang berhubungan dengan pembelajaran PKn SD. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kewarganegaraan, siswa akan belajar melalui proses eksplorasi, analisis, dan pemecahan masalah.
3. Model Pembelajaran Berbasis Proyek: Dengan model ini, peserta didik akan terlibat proyek nyata yang terkait dengan PKn SD. Peserta didik akan mengumpulkan informasi, menganalisis data, dan membuat produk atau presentasi yang menunjukkan pemahaman mereka tentang konsep PKN.
Kemudian untuk menunjang pembelajaran PKN di sekolah dasar, pendidik dapat menawarkan pembelajaran yang kreatif dan menarik dengan cara-cara berikut:
1. Menggunakan teknologi: Pendidik dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat pembelajaran PKn menjadi lebih menarik dan interaktif bagi peserta didik, seperti penggunaan powerpoint, video pembelajaran interaktif, atau penggunaan website seperti wordwall.
2. Menggunakan teknik pembelajaran aktif: pendidik dapat menggunakan teknik-teknik seperti berdiskusi, bermain peran, dan penelitian lapangan untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam belajar tentang kewarganegaraan.
3. Memanfaatkan sumber daya yang relevan: Pendidik dapat memanfaatkan sumber daya pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Misalnya, mereka dapat menggunakan contoh-contoh dari situasi nyata atau cerita yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dan konsep PKn.
4. Memberikan tugas dan proyek: Pendidik dapat memberikan tugas atau proyek yang menekan peserta didik untuk menggunakan pengetahuan kewarganegaraan mereka dalam situasi praktis. Misalnya, pendidik dapat mendorong peserta didik untuk merancang kampanye sosial atau menulis peraturan untuk kelas.
Degan begitu pendidik dapat meningkatkan minat dan pemahaman peserta didik dalam belajar kewarganegaraan dengan menerapkan gaya belajar yang sesuai dan menawarkan pembelajaran yang kreatif dan aktif.
In reply to First post

Re: Forum 3

INDIKA SALSABILA གིས-
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

Jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Jawab :
Menurut saya semua model pembelajan itu cocok untuk digunakan dalam pelajaran PKN SD, hanya saja semua perlu disesuaikan materi yang akan diajarkan. Berikut beberapa model pembelajaran PKN SD:

1. Model Pembelajaran Jigsaw
Model pembelajaran Jigsaw adalah model pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok dengan adanya tim ahli dan tim awal. Contoh pembelajarannya yaitu siswa diminta membaca mengenai materi budaya, kemudian siswa dibentuk kelompok dengan masing – masing anggota memiliki tugas yang berbeda, kemudian setiap anggota yang memiliki tugas yang sama dengan kelompok lain menyatu dan berdiskusi mengenai tugasnya, setelah selesai berdiskusi mereka kembali ke kelompok asal, setelah itu mereka menyampaikan hasil dan laporan yang didapatkan, dan guru membenarkan bagian yang kurang tepat.

2. Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang dapat membantu guru menghubungkan materi yang mereka ajarkan dengan lingkungan siswa yang sebenarnya, dan mendorong siswa untuk menjalin hubungan antara wawasan dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam praktiknya, siswa harus bisa menghubungkan antara wawasan siswa dengan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan demikian akan mudah dipahami oleh siswa dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Salah satu materi yang erat dengan kehidupan sehari-hari adalah materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn). Melalui pembelajaran kontekstual dalam materi PKn, siswa dapat menerima materi dengan mengaitkan kondisi kehidupan nyata. Di dalam Pendidikan Kewarganegaraan telah dijadikan satu mata pelajaran yang berperan penting dalam meweujudkan warga yang unggul dan berkualitas (Akhwani, 2018). Keberhasilan Pendidikan Kewarganegaraan bukan hanya sebatas mengetahui teori dalam buku namun juga adanya perubahan sikap yang ditunjukkan oleh siswa.

3. Model Pembelajaran Discovery
model discovery learning adalah proses pembelajaran yang terjadi bila pelajaran tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya,tetapi diharapkan siswa mengorganisasikan sendiri. Discovery adalah menemukan konsep melalui serangkaian data atau informasi yang diperoleh melalui pengamatan atau percobaan
Model discovery learning ini dalam prosesnya menggunakan kegiatan dan pengalaman langsung sehingga akan lebih menarik perhatian anak didik dan memungkinkan pembentukan konsep-konsep abstrak yang mempunyai makna, serta kegiatannya pun lebih realistis (Ilahi, 2012). Kegiatan penemuan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri dan dilakukan secara aktif akan memberikan hasil yang paling baik, sertaakan lebih bermakna bagi dirinya sendiri.

4. Model Pembelajaran Problem Based Learning
Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dapat menjadi salah satu alternative pembelajaran PKN SD, karena dengan menghadirkan masalah peserta didik harus bisa berfikir kritis, dengan begitu peserta akan mencari tahu lebih dalam terkait permasalahan dan akan membuat peserta didik menjadi lebih memahami materi.
In reply to First post

Re: Forum 3

Lia Nanda Agustina གིས-
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077
Kelas : 5G/PGSD

jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Izin memberikan pendapat
Menurut saya, model pembelajaran yang tepat untuk PKN SD adalah model bermain peran. Model ini berupaya membantu individu menemukan makna dari lingkungan sosial yang bermanfaat bagi dirinya. Selain itu, model ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dalam menganalisis situasi-situasi sosial terutama masalah hubungan antar pribadi peserta didik. Pemecahan masalah ini dilakukan secara demokrasi, dengan demikian model pembelajaran bermain peran mendorong peserta didik untuk aktif dalam pemecahan masalah serta menyimak secara seksama bagaimana orang lain berbicara tentang masalah yang dihadapinya. Pendidik juga dapat memberikan pembelajaran yang inovatif dan aktif dalam pengembangan pembelajaran PKN SD dengan beberapa strategi berikut:
Menggunakan Teknologi, Mengadakan Diskusi, Menggunakan Sumber Belajar yang Beragam. Selain itu, guru juga harus memiliki jiwa kreativitas yang tinggi agar bisa mendesain pembelajaran yang menarik bagi siswa nya,agar siswa tidak cepat bosan ketika belajar.
In reply to First post

Re: Forum 3

Angelia Agustin གིས-
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

Model pembelajaran yang tepat untuk mengimplementasikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di tingkat SD dapat mencakup berbagai pendekatan, tetapi penting untuk mempertimbangkan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan kognitif dan sosial anak-anak pada usia tersebut. Berikut adalah beberapa model dan strategi yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengembangkan pembelajaran PKN yang inovatif dan aktif di kelas SD:

1. Pembelajaran Berbasis Proyek: Pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi isu-isu kewarganegaraan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka dan merencanakan proyek-proyek yang berhubungan. Misalnya, siswa dapat merancang kampanye lingkungan di sekolah atau mengumpulkan informasi tentang sejarah lokal.

2. Simulasi: Simulasikan situasi-situasi kewarganegaraan, seperti pemilihan umum atau pertemuan pemerintahan lokal, di mana siswa dapat berperan sebagai pemilih, pejabat, atau peserta aktif. Ini dapat membantu mereka memahami bagaimana sistem kewarganegaraan bekerja.

3. Diskusi Kelas: Fasilitasi diskusi kelompok atau debat tentang isu-isu kewarganegaraan yang relevan. Ini memberi siswa kesempatan untuk berbicara tentang pandangan mereka, mendengarkan sudut pandang yang berbeda, dan berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.

4. Studi Kasus Lokal: Minta siswa untuk melakukan studi kasus tentang isu-isu kewarganegaraan yang terkait dengan lingkungan mereka. Mereka dapat memeriksa bagaimana isu-isu ini memengaruhi komunitas mereka dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam penyelesaiannya.

5. Kegiatan Kolaboratif: Fasilitasi kegiatan-kegiatan yang mendorong kerja sama antar siswa, seperti proyek-proyek kelompok, penelitian bersama, atau presentasi tim. Ini membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan berpikir kritis.

6. Evaluasi Formatif: Berikan umpan balik berkelanjutan kepada siswa tentang perkembangan mereka dalam pemahaman dan partisipasi dalam kelas PKN. Ini memungkinkan mereka untuk terus meningkatkan diri.

Penting untuk berfokus pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, memahami kebutuhan dan minat siswa, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran aktif dan inovatif. Dengan memberikan beragam pengalaman pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif, berpikir kritis, dan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata mereka, pendidik dapat mengembangkan pembelajaran PKN yang efektif dan berarti di tingkat SD.
In reply to First post

Re: Forum 3

YUSUF BARRULY གིས-
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103
Kelas : 5G

Menurut saya terdapat banyak model yang dapat digunakan dalam pembelajaran PKN SD tergantung dengan materi yang akan dipelajari dan karakteristik serta keadaan siswa. Beberapa contoh model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu :
1. Model PBL atau berbasis masalah, dengan model ini peserta didik diberikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan.
2. Model pembelajaran kontekstual, dengan model ini pembelajaran dilakukan dengan mengaitkan antara materi yang diajarkan di sekolah dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat
3. Model pembelajaran kooperatif, dengan model kooperatif siswa belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena kooperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing- masing.

Agar pembelajaran dapat menarik perhatian siswa dan siswa menjadi aktif guru dapat menghadirkan media pembelajaran yang tepat dengan karakter siswa baik dengan menggunakan teknologi maupun non teknologi. Guru juga harus bisa menghidupkan suasana kelas, jangan monoton dengan belajar terus menerus, kemudian bisa juga dengan melakukan kegiatan pembelajaran diluar kelas, dan juga bisa dengan melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dengan bermain.
In reply to First post

Re: Forum 3

DIVA DZAKYRANI SHALIHA DIVA DZAKYRANI SHALIHA གིས-
Nama : Diva Dzakyrani Shaliha
Npm : 2113053251
Menurut saya model pembelajaran yang cocok diteerapkan dalam pembelajaran PKN di SD adalah pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual memiliki beberapa kelebihan yang dapat menjadi alasan mengapa model ini cocok diterapkan dalam pembelajaran PKN SD, antara lain:
Memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat berfikir kritis dan kreatif dalam mengumpulkan data, memahami suatu isu, dan memecahkan masalah.
Menyadarkan siswa tentang apa yang mereka pelajari.
Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa tidak ditentukan oleh guru.
Pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Membantu siswa bekerja dengan efektif dalam kelompok.
Terbentuk sikap kerja sama yang baik antar individu maupun kelompok.
Dengan pembelajaran kontekstual, siswa dapat memahami materi pelajaran secara lebih baik karena materi yang dipelajari dihubungkan dengan situasi kehidupan nyata. Selain itu, siswa juga dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan mengembangkan keterampilan sosial, berkomunikasi, dan pemecahan masalah. Hal ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai PKN dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran kontekstual dapat menjadi model pembelajaran yang cocok diterapkan dalam pembelajaran PKN SD.
In reply to First post

Re: Forum 3

INDAH NUR SAPITRI གིས-
Nama : Indah Nur Sapitri
NPM : 2113053299
Kelas/Prodi : 5G/PGSD

Model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD. Model pembelajaran yang tepat untuk mengimplementasikan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di tingkat Sekolah Dasar (SD) harus mempertimbangkan karakteristik anak-anak SD serta tujuan pembelajaran PKN itu sendiri, yaitu untuk mengembangkan pemahaman mereka tentang konsep kewarganegaraan, nilai-nilai demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta partisipasi dalam kehidupan masyarakat. Berikut adalah beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik untuk mengembangkan pembelajaran PKN SD:
  1. Model Pembelajaran Kooperatif: Model pembelajaran ini melibatkan kerja sama antara siswa dalam kelompok kecil. Pendekatan ini dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep PKN melalui diskusi, pemecahan masalah bersama, dan berbagi ide. Pendidik dapat memberikan tugas-tugas yang mengharuskan siswa berkolaborasi, berdebat, atau membuat proyek bersama.
  2. Pembelajaran Berbasis Proyek: Dalam model ini, siswa diberikan proyek atau tugas yang relevan dengan konten PKN. Misalnya, mereka dapat diminta untuk melakukan penelitian tentang hak asasi manusia, mengorganisir simulasi pemilihan umum di kelas, atau merancang kampanye sosial untuk masalah lokal. Proyek-proyek ini memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman nyata dan berpartisipasi aktif dalam masalah-masalah kewarganegaraan.
  3. Pembelajaran Berbasis Masalah: Dalam pendekatan ini, siswa dihadapkan pada masalah-masalah nyata yang berkaitan dengan PKN dan diharapkan untuk mencari solusi atau jawaban atas masalah tersebut. Pendidik dapat membimbing siswa dalam proses berpikir kritis, menganalisis isu-isu, dan merumuskan pandangan mereka sendiri tentang isu-isu tersebut.
  4. Simulasi: Pendidik dapat menggunakan simulasi untuk membantu siswa memahami konsep-konsep PKN dengan cara yang praktis. Misalnya, siswa dapat berperan sebagai anggota parlemen dalam simulasi sidang parlemen atau berperan sebagai pemilih dalam pemilihan umum. Simulasi ini dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang proses demokrasi dan peran mereka sebagai warga negara. 

Penting untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung siswa untuk aktif berpartisipasi, berpikir kritis, dan mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang PKN. Pendidik juga perlu selalu memantau kemajuan siswa, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kebutuhan siswa mereka. Dengan pendekatan inovatif dan aktif seperti ini, siswa akan lebih siap untuk menjadi warga negara yang aktif, berpikir kritis, dan berpartisipasi dalam masyarakat.

In reply to First post

Re: Forum 3

FADHILA OCTAVIANA གིས-
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030
Kelas : 5G

1. jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD ?
Jawab :

Pada prinsipnya model inkuiri merupakan model yang menekankan kepada pengembangan intelektual anak. Perkembangan mental (intelektual) menurut Piaget dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu, maturation, physical experience, social experience dan equilibration.

Dilihat dari segi manfaat, karakteritik model Inkuiri memiliki kegunaan sebagai (Soetjipto, 1997), seperti berikut yaitu :
1. Memungkinkan siswa mengem bangkan jalur discoveri dan investigasinya sendiri melalui pengalaman kelas dan dapat perpustakaan yang membimbingnya memperoleh konsep-konsep yang bernilai.
2. Memudahkan siswa memandang isi (content lebih realistik dan positif).
3. Hubungan guru dan siswa menjadi lebih hangat, dimana guru lebih menjadi fasilitator belajar.

Oleh karena itu, pembelajaran PKN dengan model pembelajaran Inkuiri sangat tepat diterapkan mengingat dalam pembelajaran Kewarganegaraan perlu diikuti dengan praktik belajar kewarganegaraan (PBK). Praktik belajar kewarganegaran ini adalah suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memahami teori kewarganegaraan melalui pengalaman belajar praktik empirik.
In reply to First post

Re: Forum 3

SILFIA MARCA ATIKA APRILIANA གིས-
Nama: SilfiaMarca Atika Apriliana
Npm:2113053095
Kelas:5G

Implementasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di tingkat SD memerlukan pendekatan yang inovatif, aktif, dan melibatkan peserta didik secara menyeluruh. Berikut adalah beberapa model pembelajaran yang tepat untuk dikembangkan dalam kelas PKN SD, serta cara pendidik dapat memberikan pembelajaran inovatif dan aktif kepada peserta didik:
Model Pembelajaran yang Tepat untuk PKN SD:

1. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning - PBL):
Dalam PBL, siswa bekerja dalam proyek yang berfokus pada pemecahan masalah nyata yang terkait dengan nilai-nilai kewarganegaraan. Contohnya, siswa dapat merencanakan proyek lingkungan bersih di lingkungan sekitar sekolah mereka, melibatkan komunitas, dan memahami pentingnya kebersihan lingkungan.

2. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning - PBL):
Pendekatan ini melibatkan siswa dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Guru dapat membimbing siswa untuk memahami masalah-masalah seperti ketidaksetaraan, kemiskinan, atau pelestarian lingkungan, dan kemudian bersama-sama mencari solusi untuk masalah tersebut.

3. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning):
Melibatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Dalam konteks PKN, siswa dapat berdiskusi tentang nilai-nilai kewarganegaraan, norma sosial, atau tugas-tugas kewarganegaraan dalam kelompok-kelompok tersebut.
In reply to First post

Re: Forum 3

A. ZAHRA INTAN SUCIA གིས-
Nama: A. Zahra Intan Sucia
NPM : 2153053020
Kelas/Prodi: 5G/PGSD

Izin menjawab pertanyaan yang telah diberikan...

apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.

Jawaban:
Menurut pendapat saya semua model pembelajaran PKN SD ini tepat diimplementasikan di kelas khususnya pada sekolah dasar. Hanya saja guru harus menyesuaikan materi dengan model pembelajaran yang harus diimbangi dengan peserta didik dan juga harus disesuaikan dengan tingkat kelas rendah atau kelas tinggi. Dengan begitu pendidik akan mampu memberikan pembelajaran yang inovatif dan aktif kepada siswa di kelas dalam mempelajari pembelajaran PKN SD. Berikut ini adalah contoh beberapa model pembelajaran PKN SD yang dapat digunakan, sebagai berikut:
1. Model Pembelajaran Kontekstual :
Pengertian model pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi pembelajaran yang diajarkan kepada siswa dengan keadaan nyata yang dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contoh implementasinya dengan menggunakan materi penerapan nilai-nilai sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat mempelajari dan mengimplementasikannya secara langsung sehingga model ini sangat inovasi jika di gunakan pada penerapan pembelajaran PKN di SD.
2. Model Pembelajaran Kooperatif :
Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu yang dapat diterapkan untuk mewujudkan kelas sebagai laboratorium demokrasi bagi siswa dengan melakukan kegiatan kelompok, menciptakan proyek bersama dan lain sebagainya. Kegiatan berdiskusi dapat digunakan untuk membangun pemahaman tentang nilai-nilai kewarganegaraan dan demokrasi. Sehingga siswa dapat berlatih kerjasama dan sikap tanggungjawab pada timnya, dengan begitu mengajarkan siswa juga cara berdiskusi dengan baik.
3. Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction): Model pembelajaran langsung adalah model pembelajaran yang berpusat kepada guru sehingga lebih mengutamakan pada penyampaian pengetahuan dengan target hasil belajar pengetahuan deklaratif sederhana. Contoh penerapan pembelajaran PKN di SD yaitu dengan mempelajari materi menjelaskan konsep hak dan kewajiban asasi manusia. Penerapan model ini pada materi ini bisa dengan mencontohkan secara langsung hak dan kewajiban asasi manusia seperi di sekolah hak mereka adalah mendapatkan ilmu yang setara atau sama satu dengan lainnya, sedangkan kewajiban mereka yaitu dengan cara merawat dan tidak merusak fasilitas yang ada di sekolah.
4. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Instruction): Model ini menuntut adanya pengelolaan suasana kelas yang demokratis dan peran aktif siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, peran guru melalui model pembelajaran ini hendaknya berupaya lebih banyak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara terbuka, demokratis, dan memiliki kebebasan berpendapat. Sesuai dengan tuntutan standar isi mata pelajaran PKn, model pembelajaran berbasis masalah sangat dianjurkan untuk dikuasai dan diterapkan dalam pembelajaran PKn. Contoh penerapannya dapat menghadirkan masalah yang konkrit atau nyata sehingga dapat dipecahkan oleh peserta didik dengan cara mencari solusi bersama yang menerapkan prinsip-prinsip PKN baik di lingkungan sekolah atau Masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum 3

DWI NUR AZIZAH གིས-
Nama : Dwi Nur Azizah
NPM : 2113053178

Pembelajaran PKn dengan model Inkuiri sangat tepat diterapkan, mengingat dalam
pembelajaran Kewarganegaraan perlu diikuti dengan praktik belajar kewarganegaraan (PBN). Praktik belajar kewarganegaran ini adalah suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memahami teori kewarganegaraan melalui pengalaman belajar praktik-empirik.Model Inkuiri
(Heuristik) sebagai model pembelajaran dapat menjadi salah satu cara yang mampu memunculkan kemampuan-kemampuan siswa terutama adalah kemampuan berpikir kritis. Selain itu karakteristik model ini adalah menuntut adanya kemampuan untuk memecahkan masalah dan menarik kesimpulan sendiri.
Aplikasi model pembelajaran Inkuiri dapat dilakukan agar lebih menarik misalnya dengan memberikan bacaan kliping Koran
dan majalah. Selain itu dapat juga dengan mengajak siswa untuk melakukan penelitian atau observasi di lingkungan sekitar siswa.
In reply to First post

Re: Forum 3

Kadek Asih Septiyani གིས-
Nama : Kadek Asih Septiyani
NPM : 2113053213
Kelas : 5G

Menurut saya, semua model pasti bisa digunakan. Namun, tidak semua model cocok atau tepat untuk digunakan disemua materi PKN. Ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan dalam memilih model yaitu materinya, karakteristik siswanya, sarananya, waktunya, dan lain sebagainya. Maka dari itu, berikut ini beberapa model dengan pengimplementasiannya yang dapat saya sebutkan.
1. Model kooperatif
Pendidik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, kemudian diminta memilih satu pemilihan umum (misalnya pemilihan presiden) sebagai topik bahasan dalam kelompok. Mereka bisa ditugaskan untuk menyelidiki bagaimana proses pemilu tersebut, siapa saja calonnya, dan lain sebagainya. Kemudian meminta setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka.
2. Model problem based learning (PBL)
Pendidik bisa membagi siswa dalam kelompok kecil dan diberikan tugas untuk membahas atau memberikan solusi tentang sebuah masalah/isu kewarganegaraan atau isu-isu tentang penyimpangan sosial, hak asasi manusia, dan lain sebagainya. Nah nanti siswa akan mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka berdasarkan masalah yang disajikan. Pendidik disini bertugas sebagai fasilitator dan memberikan penjelasan jika diperlukan.
3. Model inkuiri
Misal pada materi perundang-undangan, siswa diajak untuk membuat pertanyaan yang ingin mereka ketahui jawabannya tentang undang-undang. Tugas pendidik disini adalah memandu siswa untuk melakukan analisis tentang pertanyaan tersebut, misal memandu menonton video tentang proses legislasi, mengumpulkan data tentang undang-undang, bagaimana undang-undang diusulkan sampai disahkan, dan lain sebagainya. Nantinya siswa akan membuat laporan dan mempresentasikan hasil temuan mereka.
4. Model berbasis proyek (PJBL)
Misalnya dalam materi lingkungan dan keberlanjutan, siswa diminta mencari satu masalah tentang pengurangan limbah plastik atau reboisasi. Siswa akan diajak membuat suatu proyek yang bisa digunakan sebagai solusi masalah tersebut, identifikasi sumber daya yang diperlukan, dan lain sebagainya. Proyek ini dapat mengintegrasikan aspek PKN seperti tanggung jawab sosial dan partisipasi aktif dalam masalah kewarganegaraan.
5. Model ceramah
Model ini masih banyak dilakukan, misalnya menjelaskan konsep-konsep materi yang diajarkan seperti tentang demokrasi, nilai pancasila, hak, tanggung jawab, kewajiban, dan lain sebagainya.
6. Model simulasi
Misalnya pendidik mengajak siswa untuk melakukan musyawarah dalam mencontohkan materi pengambilan keputusan untuk melatih kemampuan mereka dalam memberikan pendapat, berdebat, maupun menyanggah suatu gagasan.
In reply to First post

Re: Forum 3

Erina Prihatmi གིས-
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 5G/PGSD

Jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Jawab :
Menurut saya dalam memilih model pembelajaran yang tepat, pendidik perlu mempertimbangkan karakteristik peserta didik, materi yang diajarkan, dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, pendidik juga perlu memberikan pembelajaran yang inovatif dan aktif dengan memberikan pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif sehingga peserta didik memperoleh pembelajaran yang bermakna, kemudian pendidik juga dapat memanfaatkan teknologi dan sumber daya yang tersedia di kelas.
In reply to First post

Re: Forum 3

Ummu Darda Azzahra གིས-
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214

Pemanfaatan model bermain peran pada pembelajaran PKN menunjukkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Peningkatan ini tidak hanya terbatas pada pemahaman peserta didik pada materi pelajaran melainkan juga pada aspek nilai,sikap dan perasaan peserta didik. Pada permulaan pembelajaran PKN dengan bermain peran, siswa tidak berani mengemukakan pendapat, gagasan dan menentukan sikap. Akan tetapi setelah diadakan model pembelajaran bermain peran, peserta didik telah berani menentukan sikap dalam memilih topik yang akan dimainkan. Peserta didik juga mampu mengekspresikan sikap dan perasaannya dalam pemeranan yang dimainkan. Peserta didik dapat melakukan diskusi tentang masalah perilaku, sikap yang dianggap baik dan benar tanpa merasa malu dan takut.
In reply to First post

Re: Forum 3

mesy arsita གིས-
Nama: Mesy Arsita
Npm : 2113053300

1. Model pembelajaran kontektual (contekstual theaching and learning) merupakan proses pembelajaran yang holistik, bertujuan membantu siswa untuk memahami materi ajar dan mengakaitkannya dengan konteks kehidupan siswa sehari hari (kontek pribadi, sosial dan kultural) sehingga mereka berpengetahuan , berketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkontruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Siswa bisa belajar dengan baik bila materi terbuka terkait dengan pengetahuan dan kegiatan yang diketahuinya dan terjadi di sekitarnya.
2. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang tekanan keterlibatan semua peserta didik melalui kegiatan diskusi kelompok kecil. Kelompok kecil tersebut terdiri dari beberapa peserta yang didik dengan kemampuan berbeda.

Dengan demikian, akan terjalin kerja dan sikap saling membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang ditugaskan. Oleh karena itu, pembelajaran ini biasa disebut sebagai pembelajaran gotong royong.
3. Model pembelajaran portofolio adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa akan fokus pada pembuatan portofolio, yaitu kumpulan hasil kerja yang telah siswa lakukan selama periode waktu tertentu. Kumpulan hasil kerja atau portofolio yang dibuat tersebut digunakan untuk menunjukkan kemajuan siswa dalam suatu subjek atau keterampilan.

Biasanya, periode waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan menyimpan contoh pekerjaan tersebut adalah selama satu semester atau satu tahun akademik. Portofolio ini dapat mencakup berbagai jenis tugas atau proyek, misalnya seperti karya seni, laporan, esai, atau hasil kerja lainnya.

Portofolio yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi keterampilan dan pemahaman siswa. Evaluasi ini dapat dilakukan oleh guru maupun oleh siswa sendiri, karena dalam model pembelajaran portofolio, siswa juga diminta untuk berpartisipasi dalam proses refleksi dan evaluasi terhadap karya mereka sendiri. Mereka juga akan diminta untuk menyusun rencana pembelajaran di masa depan berdasarkan hasil evaluasi portofolio tersebut
In reply to First post

Re: Forum 3

Vivia Febbrilian 2113053050 གིས-
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050

Menurut saya suatu model pembelajaran dapat dikatakan tepat bagi pendidik dan peserta didik untuk diimplementasikan dalam pembelajaran PKN SD adalah model yang disesuaikan dengan materi pembelajaran, tujuan pembelajaran dan karakteristik dari peserta didik didalam kelas. Namun menurut saya ada model pembelajaran yang cocok digunakan untuk kebanyakan materi dalam pembelajaran PKn SD yakni model pembelajaran konstektual karena model pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang diawali dengan mencontoh kejadian di dunia nyata yang dialami peserta didik. Lalu diangkat menjadi pembahasan konsep yang diajarkan. Dan tujuan pembelajaran kontekstual antara lain meningkatkan ketertarikan peserta didik untuk senantiasa belajar. Sehingga mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang bersifat fleksibel dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan karakteristik Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada paradigma baru yang menekankan pada Civic Knowledge dan Civic Dispotision. Karena pembelajaran PKn SD sangat dekat kaitannya dengan kejadian di dunia nyata yang dialami oleh peserta didik di lingkungannya. Kemudian untuk memberikan pembelajaran yang berinovasi dan aktif maka pendidik dituntut untuk kreatif dalam mendesain media pembelajaran yang sesuai dengan materi PKn yang akan diajarkan dengan begitu maka pembelajaran tersebut akan berlangsung aktif dan dapat dikatakan inovatif.
In reply to First post

Re: Forum 3

VINKA VRISILIA གིས-
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas : 5G
jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
menurut saya model yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan PKN SD untuk dikembangkan dikelas tentunya harus memperhatikan terlebih dahulu kebutuhan dari peserta didik tersebut, kita harus mendiagnosa terlebih dahulu kira- kira model ini cocok atau tidak, kita tidak bisa menentukan langsung model ini tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD.Apabila dalam pembelajaran peserta didik yang dituntut aktif maka bisa menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). lalu bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD itu bisa dengan cara-cara seperti: menggunakan media pembelajaran yang menarik dan relevan, kemudian mengadakan kegiatan pembelajaran yang interaktif, lalu bisa memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan diri mungkin itu sedikit jawaban dari saya sekian terimakasih
In reply to First post

Re: Forum 3

Yoga Ananta གིས-
Nama : Yoga Ananta
NPM : 2153053002
Kelas/Prodi : 5G/PGSD
menjelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovatif dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Jawaban:
Menurut pendapat saya model pembelajaran PKN SD ini tepat diimplementasikan semuanya. Hanya saja pendidik harus menyesuaikan materi dengan model pembelajaran yang seimbang sehingga pendidik mampu memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD. Model pembelajaran PKN SD ada beberapa macam, dibawah ini saya berikan contoh beserta implementasi materinya:
1. Model Pembelajaran Demonstrasi
Penerapan model pembelajaran demonstrasi dapat diterapkan pada mata pelajaran PPKn dengan materi kemandirian. Langkah pertama pendidik menjelaskan tentang betapa sulitnya para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kemudian diidentifikasikan pokok-pokok penting tentang hal-hal yang berkaitan dengan kemandirian.
2. Model Pembelajaran Direct Instruksi
Model pembelajaran direct instrction atau pembelajaran langsung dapat diterapkan di MI/SD pada mata pelajaran PPKn dengan materi pelajaran “mengenal pemerintahan desa dan kecamatan sendiri”. Pada materi ini, pendidik menjelaskan secara langsung tentang sistem pemerintahan desa dan pemerintahan kecamatan. Kemudian pendidik menjelaskan Lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa
3. Model Pembelajaran Group Investigation
Model pembelajaran Investigasi kelompok dapat diterapkan pada materi globalisasi, Peserta diajak diajak untuk mengamati dampak globalisasi terhadap kehidupan sehari-hari, sehingga muncul ide-ide mereka tentang dampak globalilasi. Kemudian peserta mendidik dan menyimpulkan dampak positif dan negatif dari globalisasi sehingga mereka dapat menentukan sikap terhadap pengaruh globalisasi.
4. Model Pembelajaran Jigsaw
Dalam pembelajaran jigsaw dapat diterapkan pada mata pelajaran PPKn dengan materi keputusan. Seorang pendidik memberikan topik pembelajaran tentang musyawarah dan mufakat. Peserta didik membahas tentang menghargai pendapat dan membahas tentang dalam musyawarah
5. Model Pembelajaran Inquiry Based Learning
Model pembelajaran Inquiry Based Learning dapat diterapkan pada materi norma, hukum, peraturan. Pada materi ini, pendidik memberikan rangsangan atau rangsangan kepada peserta didik dengan membawakan media berupa gambar atau fenomena berupa norma-norma masyarakat yang baik dan buruk.
In reply to First post

Re: Forum 3

DEVARA TRIAMONICA གིས-
Nama : Devara Triamonica
NPM : 2113053030
Kelas/ Prodi : 5G/ PGSD
1. Jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Jawab:
Menurut saya, semua model pembelajaran bisa di terapkan dalam pembelajaran PKN SD. Guru harus mampu menyesuaikan model oembelajaran yang akan digunakan dengan materi yang sedang di ajarkan. Guru harus bisa menyampaikan materi dengan model pembelajaran yang dipilih. Sehingga mencapai tujuan, yaitu keberhasilan belajar siswa.
1. Model pembelajaran kontekstual
Model pembelajaran kontektual (contekstual theaching and learning) merupakan proses pembelajaran yang holistik, bertujuan membantu siswa untuk memahami materi ajar dan mengakaitkannya dengan konteks kehidupan siswa sehari hari ( kontek pribadi, sosial dan kultural). Dengan model pembelajaran kontekstual siswa diharapkan mampu memahami materi pembelajaran PKN SD dengan mudah karena guru mengajarkan materi dengan mengaitkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
2. Model pembelajaran kooperatif
Memberikan tugas kepada siswa yang lebih pandai dalam sebuah kelompok kecil yang hasilnya akan dipresentasikan kepada kelompok lain di dalam kelas. Model pembelajaran ini atau sering disebut tutor sebaya dengan demikian siswa akan semakin memahami materi pembelajaran PKN SD apalagi yang menjelaskan materi tersebut adalah teman sebayanya.
3. Model pembelajaran berbasis portofolio
Dalam model pembelajaran portofolio siswa aktif mencari data secara langsung mulai dari identifikasi masalah sampai pelaksanaan gelar kasus, show-case, sehingga siswa lebih paham dan dekat dengan objek yang dipelajari, sehingga pembelajaran menjadi aktif, komunikatif, inovatif, dan menyenangkan.
In reply to First post

Re: Forum 3

Mutiara Astuti གིས-
Nama: Mutiara Astuti
Npm: 2113053280
Kelas : PGSD 5G

Model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas ya itu model pembelajaran kontekstual yang mana model pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata .
contohnya pendidik bisa mengembangkan pembelajaran PKN SD dengan lagu lagu yang memuat isi 6 agama yang ada di Indonesia selanjutnya pendidik bisa memperkenalkan macam-macam agama-agama yang ada di Indonesia hal itu bisa dikaitkan dengan mengamati agama teman sekelas Yang pastinya ada yang berbeda satu dengan yang lainnya, lalu bisa dikombinasikan dengan media media pembelajaran yang interaktif
In reply to First post

Re: Forum 3

FRENIKA SUPIYATI གིས-
Nama : Frenika Supiyati
NPM: 2113053075

PKn dengan paradigma barunya adalah mengembangkan Pendidikan demokrasi yang mengemban tiga fungsi pokok, yakni mengembangkan kecerdasan warga negara(civic intelligence), membina tanggung- jawab warganegara (civic responsbility) dan mendorong partisipasi warganegara (civic participation). Kecerdasan warga negara yang dikembangkan untuk membentuk warganegara yang baik bukan hanya dalam dimensi rasional melainkan juga dalam dimendi spiritual, emosional dan sosial sehingga paradigma baru PKn bercirikan multidimensional. Oleh karena itu, pembelajaran PKn dituntut untuk dinamis, mampu menarik perhatian siswa serta bermakna. Model Inkuiri (Heuristik) sebagai model pembelajaran dapat menjadi salah satu cara yang mampu memunculkan kemam puan-kemampuan siswa terutama adalah kemampuan berpikir kritis. Selain itu karakteristik model ini adalah menuntut adanya kemampuan untuk memecahkan masalah dan menarik kesimpulan sendiri.
In reply to First post

Re: Forum 3

ALIF KURNIADI HILABY21 གིས-
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
NPM : 2153053038
Kelas : 5G

Izin menjawab
Dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN di SD, pendidik dapat memilih beberapa model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran. Berikut beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik dalam pembelajaran PKN di SD:
* Model Pembelajaran Bermain Peran: Model pembelajaran ini dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep PKN dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
* Model Pembelajaran Problem Based Learning: Model pembelajaran ini dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan PKN.
* Model Pembelajaran Kooperatif: Model pembelajaran ini dapat membantu siswa untuk belajar secara bersama-sama dan saling membantu dalam memahami konsep-konsep PKN.
* Model Pembelajaran Ceramah: Model pembelajaran ini dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep PKN dengan cara yang sistematis dan terstruktur.
Pendekatan pembelajaran yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran. Selain itu, pendidik juga harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan agar siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep PKN.
In reply to First post

Re: Forum 3

DIAN FATUROHMI DIAN.FATUROHMI21 གིས-
Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Nama : Dian Faturohmi
Npm : 2113053038
Menurut saya model pembelajaran yang tepat untuk dikembangkan dalam pelajaran PKN adalah Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Model pembelajaran ini menuntut guru agar mampu mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. Tidak berhenti disitu, guru juga diharapkan mampu mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka (dalam keluarga, bermasyarakat, bersoial). Model pembelajaran ini memegang prinsip learning to do yaitu memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan, mencoba dan mengalami sendiri terkait pembelajaran yang berlansung untuk menambah pengetahuan yang dimiliki. Dengan begitu model pembelajaran CTL ini dapat membuat pembelajaran menjadi lebih prodiktif dan bermakna. Dimana nantinya dapat melatih siswa agar dapat berpikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Tujuan dari model pembelajaran ini adalah untuk memotivasi siswa unutuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan sehari-hari mereka, sehingga siswa memeiliki pengetahuan atau keterampilan yang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan lainnya. Dan agar dalam belajar siswa tidak hanya monoton menghafal namun perlu dengan adanya pemahaman. Secara garis besar langkah-langkah penerapan CTL dalam kelas sebagai berikut: a. Mengembangkan pemikiran siswa bahwa belajar akan lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri dan menemukan sendiri keterampilan barunya. b. Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. c. Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan memberi stimulus agar siswa bertanya. d. Menciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok). e. Menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran. f. Melakukan refleksi di akhir pertemuan. g. Melakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.
Terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum 3

Alifah Puji Astuti གིས-
Nama: Alifah Puji Astuti
NPM: 2113053173
jelaskan apakah model pembelajaran yang tepat bagi pendidik dalam mengimplementasikan pembelajaran PKN SD untuk dikembangkan di kelas, dan bagaimana pendidik memberikan pembelajaran yang inovasi dan aktif yang diberikan kepada peserta didik di kelas dalam pengembangan pembelajaran PKN SD.
Model pembelajaran umumnya disusun dari beberapa teori atau prinsip pengetahuan. Para ahli menyusun model pembelajaran menurut prinsip-prinsip pembelajaran, teori-teori sosiologis, psikologis, analisis sistem, atau teori-teori lain yang mendukung suatu pengembangan model pembelajaran tersebut. Adanya model pembelajaran ini tentunya untuk membantu guru maupun siswa dalam pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung. Guru boleh memilih model pembelajaran yang efisien dan sesuai dengan mata pelajaran yang akan diajarkan, tentunya model pembelajaran tersebut harus dapat mencapai tujuan dari pembelajaran dari mata pelajaran tersebut. Dengan adanya model pembelajaran yang bervariasi membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak terkesan monoton. Dengan begitu siswa akan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran yang berlasung. Dan siswa dapat menyerap pembelajaran yang diajarkan dengan mudah.
Model-model pembelajaran yang cocok di PKn SD :
1. Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
2. Model Pembelaran Kooperatif
3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Intoduction)
4. Model Pembelajaran Berbasis Fortofolio”