Silahkan disimak dengan baik video berikut dan analislah menggunakan bahasa anda sendri. dilarang plagiasi
Silahkan disimak dengan baik video berikut dan analislah menggunakan bahasa anda sendri. dilarang plagiasi
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076
Analisis Vidio : Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
1. Pengertian IPTEK dan Pancasila
IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya-karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila Ke Tuhanan Yang Maha Esa
Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, Keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kemauan. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dan diciptakan tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan pelestarian.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus setuju beradab Karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasiakan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan Kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannnya dengan dirinya senndiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Rista Dwi Febriana
2311011126
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
IPTEK adalah hasil karya manusia yang digunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di mata yang akan datang itu sangat cepat.
Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. jika diikuti pandangan sekular dunia barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan, sepertinya berjalan berlawanan.
Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan iptek:
1. Sila pertama mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia di sekitarnya atau tidak.
2. Sila kedua memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila ke-3 mengkomplementasikan universalitas dan Internasionalisme dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila ke-4 mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan harus menghormati serta menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang, maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila kelima mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, dengan manusia, dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama: Rahma Aulia Putri
NPM: 2311011080
Analisis video berjudul “Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK”
IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pancasila pada dasarnya merupakan rumusan dan pedoman berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang sangatlah cepat. Dasar Ketuhanan yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan menjadi rujukan para cendikiawan, sepertinya berjalan berlawanan.
Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa
Mengomplementasikan ilmu pengetahuan menciptakan keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibat, apakah merugikan manusia di sekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila Kemanusian yang Adil dan Berdab
Memberikan dasar-dasar moralitas, bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab, karena IPTEK adalah hasil dari budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia
Mengomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa, serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaran Perwakilan.
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain, dan memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang, maupun dibandingkan dengan penemu lain.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengomplementasikan pengembangan Iptek haruslah menjaga keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, maupun dengan tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : ELSYA GUSTI LESTARI
NPM : 2311011014
IPTEK merupakan hasil karya manusia. Karya ini pada dasarnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupan. Ada yang memanfaatkan IPTEK untuk tujuan tertentu, ada dampak positif dan negatifnya. Pada hakikatnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat penting dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan masa depan sangatlah cepat. Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan keyakinan mutlak bagi masyarakat Indonesia. Jika kita mengikuti konsep sekuler dunia Barat, ilmu yang dipelajari dan dijadikan acuan oleh para peneliti, besar kemungkinan hal-hal akan berubah ke arah sebaliknya.
Sila Pancasila yang Menjadi Sistem Etika dalam Pengembangan IPTEK:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Ilmu pengetahuan komplementer menciptakan keseimbangan antara rasional dan irasionalitas, antara akal dan kemauan. Berdasarkan sila tersebut, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya mempertimbangkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibat apakah menimbulkan kerugian bagi manusia di sekitarnya atau tidak.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Memberikan landasan etika bahwa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat harus berperilaku beradab, karena ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil kebudayaan yang beradab dan moralitas manusia.
3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Perkembangan IPTEK akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan semangat kebangsaan, kebesaran bangsa, dan keluhuran bangsa sebagai bagian tak terpisahkan dari umat manusia di dunia.
4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Perwusyawaratan Perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK yang demokratis berarti setiap ilmuwan harus mempunyai kebebasan untuk mengembangkan IPTEK, dengan tetap menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan terbuka terhadap kritik, koreksi atau kritik.
5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK memerlukan terpeliharanya keseimbangan yang adil dalam kehidupan manusia, khususnya keseimbangan yang adil dalam hubungan dengan diri sendiri dan dengan Tuhan, antara manusia dengan manusia, antara manusia dengan bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Arsana Indera Waspada
NPM : 2311011060
IPTEK adalah hasil karya manusia yang pada dasarnya dipergunakan untuk mempermudah manusia dalam hidup.
Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan IPTEK.
Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK :
1. Ketuhanan yang maha Esa.
Komplementasi dari ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. IPTEK berarti harus memikirkan maksud dan akibatnya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab
3. Persatuan Indonesia.
Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harusl menjaga Keseimbangan Keadilan dalam Kehidupan Kemanusiaan.
Nama : Wike Handayani
NPM : 2311011082
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) merupakan hasil kreativitas manusia yang pada prinsipnya digunakan untuk mempermudah kehidupan. Prinsip-prinsip Pancasila memiliki peran penting dalam evolusi ilmu pengetahuan dan teknologi:
1. Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, terdapat harmoni antara rasional dan irasional, akal budi, dan kehendak. Pemikiran mengenai konsekuensi dan tujuan menjadi integral dalam ilmu dan teknologi.
2. Perlakuan manusiawi yang adil dan beradab.
Moralitas menjadi landasan untuk memastikan bahwa manusia, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, berperilaku dengan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya memupuk semangat nasionalisme, kebesaran bangsa, dan kehormatan sebagai bagian dari umat manusia di dunia.
4. Pemerintahan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam musyawarah perwakilan.
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demokratis harus menghormati kebebasan individu.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pengembangan ilmu dan teknologi harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.
NAMA : ALVIN ZATYA VRAJA
NPM : 2311011102
GENAP
PANCASILA DAN IPTEK
~ PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN IPTEK
Apa Itu IPTEK??
IPTEK Adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya untuk membantu keperluan sehari hari manusia. IPTEK tersebut ada saja memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia
Apa hubungan IPTEK dengan PANCASILA???
Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan Ilmu Dan Teknologi. perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat.
Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendikiawan, seperti nya berjalan berlawanan.
Sila-sila Pancasila yang menjadi Sistem Etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengimplementasikan Ilmu Pengetahuan Mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia atau tidak
2. Sika kemanusiaan yang adil dan beradab
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia
Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun di bandingkan dengan penemuan lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.