Diskusi 1

Diskusi 1

Number of replies: 6
In reply to First post

Re: Diskusi 1

IRMANDA FRAHANI གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
sebelumnya izin memperkenalkan diri
nama : Irmanda Frahani
npm : 2113053124

izin bertanya,
Dippt terdapat hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan KD yaitu salah satunya tuntutan kompetensi yang artinya yang dapat di pandang melalui kata kerja yang dimanfaatkan pada sebuah KD.
Pertanyaan :
Kata kerja yang seperti apa yang dapat dimanfaatkan pada sebuah KD dan beri contoh masing" kata kerja tersebut serta jelaskan!

Terimakasih
Wassalamuaikum warahmatulahi wabarakatuh
In reply to IRMANDA FRAHANI

Re: Diskusi 1

ADELBERTUS GADING ANANTA PUTRA གིས-
Nama: Adelbertus Gading Ananta Putra
Npm: 2113053023

Izin menjawab pertanyaan Irmanda Frahani,

Kata kerja yang dimaksud disini ialah kata kerja operasional (KKO), dimana Kata Kerja Operasional untuk pengembangan Indikator Silabus dan RPP berdasarkan taksonomi Bloom dibagi dalam beberapa pencapaian kompetensi dasar, yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup kognitif, afektif, dan psikomotor.

Daftar kata kerja operasional dengan tiga ranah yang biasa dipergunakan untuk menyusun indikator yaitu:
A. Ranah Kognitif
Koginitif adalah penilaian yang didasarkan pada perilaku (behavior) siswa yang diharapkan muncul setelah melakukan serangkaian kegiatan untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Perilaku ini sejalan dengan keterampilan proses sains, tetapi yang karakteristiknya untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa. Indikator kognitif produk berkaitan dengan perilaku siswa yang diharapkan tumbuh untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
Berikut ini adalah contoh kata kerja operasional yang dapat dipakai untuk ranah kognitif:
Pengetahuan: Mengutip, menyebutkan, menjelaskan, menggambar, membilang dll.
Pemahaman: Memperkirakan, mengkategorikan, menjelaskan, mencirikan, merinci dll.
Penerapan: Menugaskan, mengurutkan, menentukan, menerapkan, menyesuaikan dll.
Analisis: Menganalisis, mengaudit, memecahkan, menegaskan, mendeteksi, dll.
Sintesis: Mengabstraksi, mengatur, menganimasi, mengumpulkan, mengkategorikan dll.
Penilaian: Membandingkan, menyimpulkam, menilai mengarahkan, mengkritik dll.

B. Ranah Afektif
Indikator afektif merupakan sikap yang diharapkan saat dan setelah siswa melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran. Indicator afektif disusun dengan menggunakan kata kerja operasional dengan objek sikap ilmiah. Beberapa contoh sikap ilmiah adalah: berlaku jujur, peduli, tanggungjawab, dll. Selain itu, indikator Afektif juga perlu memunculkan keterampilan sosial misalnya: bertanya, menyumbang ide atau berpendapat, menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi dll.
Berikut ini adalah contoh kata kerja operasional yang dapat dipakai untuk ranah afektif:
Menerima: Memilih, mempertanyakan, mengikuti, memberi, menganut dll.
Menanggapi: Menjawab, membantu, mengajukan, mengompromi, menyenangi dll.
Menilai: Mengasumsikan, meyakini, melengkapi, meyakinkan, memperjelas dll.
Mengelola: Menganut, mengubah, menata, mengklasifikasikan, mengombinasi dll.
Menghayati: Mengubah perilaku, berakhlak mulia, memperngaruhi, mendengarkan dll.

C. Ranah Psikomotor
Indikator psikomotorik merupakan perilaku (behavior) siswa yang diharapkan tampak setelah siswa mengikuti pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah contoh kata kerja operasional yang dapat dipakai untuk ranah psikomotor:
Menirukan: Mengaktifkan, menyesuaikan, menggabungkan, melamar, mengatur dll.
Memanipulasi: Mengoreksi, mendemonstrasikan, merancang, memilah, melatih dll.
Pengalamiahan: Mengalihkan, menggantikan, memutar, mengirim, memindahkan dll.
Artikulasi: Mengalihkan, mempertajam, membentuk, memadankan, menggunakan dll.
In reply to First post

Re: Diskusi 1

LAELA NUR VAZRIYAH གིས-
Nama : Laela Nur Vazriyah
Npm : 2113053186

Izin bertanya
Didalam ppt terdapat 3 hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan KD yaitu :
1. tuntunan kompetensi.
2. Bidang mata pelajaran, peserta didik, dan lembaga sekolah.
3. Kemampuan dan kebutuhan peserta didik, bangsa dan kawasan / wilayah .
Pertanyaannya
Mengapa dalam mengembangkan kD harus memperhatikan hal tersebut dan bagaimana Jika dalam mengembangkan kD tidak memperhatikan salah satu hal tersebut?
In reply to LAELA NUR VAZRIYAH

Re: Diskusi 1

Yuninda Putri གིས-
Yuninda Putri
2113053045
Izin menjawab pertanyaan dari Laela
Indikator adalah tanda pencapaian suatu kompetensi dasar yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku siswa yang dapat dinilai melalui sikap, pengetahuan, atau keterampilannya. Dalam mengembangan indikator harus disesuaikan dengan karakteristik siswa, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi dasar yang dapat dirumuskan dalam sebuah kata kerja operasional (KKO) yang dapat diamati secara bertahap.

Indikator perlu di perhatikan dalam pengembangan KD Karena dengan indikator tersebut dapat memberikan gambaran yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang secara efektif dan efisien untuk mencapai kompetensi yang sesuai. Jika salah satu dari indikator tersebut tidak terpenuhi maka tujuan pembelajaran yang efisien tidak akan tercapai.
In reply to First post

Re: Diskusi 1

Farida Julia Saputri གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
sebelumnya izin memperkenalkan diri
nama : Farida Julia Saputri
npm : 2113053073

Izin bertanya,
Sebelum guru mengajar hendaknya membuat skenario pembelajaran supaya proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang dicapai, namun bagaimana jika dalam pelaksanaannya tidak sesuai skenario pembelajaran?
Terimakasih..
In reply to Farida Julia Saputri

Re: Diskusi 1

HASNI SEPTIANI གིས-
Nama : Hasni Septiani
Npm :2113053097
Kelas :2 C
Izin menjawab pertanyaan dari Farida Julia Saputri
Jawaban Farida
Alasan guru harus melaksanakan pembelajaran sesuai perencanaan /skenario yaitu :
1. Pembelajaran lebih sistematis
2. Memudahkan analisis keberhasilan belajar siswa
3. Memudahkan penyampaian materi
4. Pengatur pola pembelajaran
5. Menghemat waktu dan tenaga

Jika dalam melakukam pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai perencanaan /skenario , maka guru tidak bisa melakukan proses pembelajaran dengan baik. Guru tidak memiliki gambaran tentang tujuan yang ingin dicapai. Guru juga tidak bisa menentukan arah dan cara yang dipakai dalam mencapai tujuan pembelajaran.