Forum Analisis Jurnal 1

Forum Analisis Jurnal 1

Jumlah balasan: 22

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Nela Azkia -
Nama: Nela Azkia
Npm: 2513053188

Artikel “Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global” membahas bahwa pendidikan moral tidak hanya penting untuk membentuk perilaku siswa, tetapi juga menjadi kebutuhan dalam menghadapi kehidupan yang semakin kompleks. Menurut saya, hal yang menarik dari artikel ini adalah pendidikan moral dilihat sebagai bagian dari seluruh proses pendidikan, bukan hanya sebagai materi dalam satu mata pelajaran tertentu.
Artikel ini juga menunjukkan bahwa pendidikan moral di beberapa negara memiliki persamaan dan perbedaan karena dipengaruhi oleh ideologi dan kondisi masing-masing negara. Di Indonesia sendiri, pendidikan nilai masih bisa terlalu berfokus pada pengetahuan dan hafalan, sehingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari perlu lebih diperhatikan. Menurut saya, nilai moral akan lebih bermakna jika siswa tidak hanya mengetahui mana yang benar dan salah, tetapi juga terbiasa menerapkannya.
Hal lain yang penting adalah cara guru menanamkan nilai moral. Artikel menjelaskan beberapa pendekatan, seperti penanaman nilai, pemberian contoh, pemberian kesempatan kepada siswa untuk berkembang, dan pengembangan keterampilan. Dari beberapa pendekatan tersebut, pemberian contoh menurut saya sangat penting karena siswa dapat melihat langsung bagaimana nilai moral diterapkan dalam kehidupan. Guru tidak cukup hanya menyuruh siswa bersikap jujur atau menaati aturan, tetapi juga harus menunjukkan sikap tersebut dalam perilakunya.
Selain itu, artikel membahas bahwa metode pendidikan moral tidak harus selalu dilakukan secara langsung melalui nasihat atau aturan. Siswa juga perlu diberi kesempatan untuk mengalami, memahami, dan memikirkan nilai tersebut melalui situasi yang ada di sekitarnya. Dengan begitu, nilai moral tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan dan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Secara keseluruhan, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan moral membutuhkan proses yang terus-menerus dan melibatkan berbagai pihak. Pendidikan moral akan lebih efektif jika nilai yang diajarkan sesuai dengan apa yang dilihat dan dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui pembelajaran, perilaku guru, maupun lingkungan sekolah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Risma Calista Putri -
Risma Calista Putri 2513053179

Jurnal “Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global” membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai permasalahan global. Jurnal ini membandingkan penerapan pendidikan moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Meskipun memiliki perbedaan sesuai kondisi dan ideologi masing-masing negara, pendidikan moral di negara-negara tersebut sama-sama menekankan nilai etika, kemanusiaan, dan nilai universal.
Jurnal juga menjelaskan bahwa pendidikan moral tidak cukup hanya melalui pemberian materi, tetapi perlu diterapkan melalui pembiasaan, keteladanan, pengalaman, serta kegiatan di sekolah. Penulis membahas beberapa pendekatan seperti penanaman nilai, modelling atau keteladanan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan.
Menurut saya, jurnal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral akan lebih efektif jika peserta didik tidak hanya mengetahui nilai yang baik, tetapi juga membiasakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Peran guru juga sangat penting karena sikap dan perilaku guru dapat menjadi contoh langsung bagi peserta didik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Syifa olivia -
Nama: Syifa Olivia
NPM: 2513053183

Jurnal “Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global” karya Sudiati membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam kehidupan pendidikan dan masyarakat. Menurut saya, inti yang cukup terlihat dari jurnal ini adalah pendidikan moral tidak cukup hanya dengan membuat siswa mengetahui nilai yang baik. Nilai tersebut juga perlu terlihat dalam sikap dan kebiasaan sehari-hari.
Dalam pembahasannya, pendidikan nilai di beberapa negara memiliki cara yang berbeda. Di Indonesia, penulis menyoroti bahwa pendidikan nilai masih banyak berkaitan dengan pengetahuan. Jadi, siswa bisa saja mengetahui materi tentang nilai dan moral, tetapi belum tentu langsung menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, hal ini memang sering menjadi masalah dalam pendidikan. Anak bisa hafal mana yang baik dan mana yang tidak baik, tetapi kalau hanya berhenti di hafalan, belum tentu nilai tersebut menjadi kebiasaan. Pendidikan moral menurut saya akan lebih terasa kalau siswa diberi kesempatan untuk menerapkannya secara langsung. Misalnya melalui kebiasaan di sekolah, kegiatan bersama, cara guru memperlakukan siswa, dan contoh yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari pembahasan jurnal ini, saya juga melihat bahwa lingkungan punya peran dalam membentuk nilai moral siswa. Guru tidak hanya berperan saat menjelaskan materi, tetapi juga dari sikap yang ditunjukkan kepada siswa. Begitu juga dengan kegiatan yang ada di sekolah. Hal-hal yang dilakukan secara terus-menerus bisa menjadi kebiasaan dan akhirnya memengaruhi sikap siswa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Nayla Salsa Ramadhani -
Nayla Salsa Ramadhani 2513053167
Jurnal tersebut membahas tentang pentingnya pendidikan nilai moral dalam kehidupan manusia yang semakin kompleks. menurut saya, pendidikan tidak hanya dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga untuk membentuk nilai dan sikap yang dapat digunakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. dijelaskan juga bahwa kehidupan global membawa berbagai masalah seperti pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, penyalahgunaan narkotika, serta berbagai konflik yang tidak selalu bisa diselesaikan oleh satu negara saja. karena itu pendidikan nilai moral dipandang sebagai salah satu hal yang penting untuk membantu manusia dalam menghadapi berbagai masalah tersebut.
dari jurnal ini saya memahami bahwa pendidikan nilai moral seharusnya tidak hanya diberikan dalam bentuk materi atau pelajaran khusus saja teteapi nilai-nilai seperti kejujuran, kebenaran, kebajikan, kearifan, kasih sayang, keadilan, kebebasan, kedamaian, dan persamaan perlu menjadi bagian dari keseluruhan proses pendidikan. jadi siswa bukan hanya mengetahui nilai yang baik, tetapi juga perlu mengalami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. dijelaskan juga bahwa pendidikan nilai moral di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina memiliki perbedaan karena setiap negara memiliki latar belakang dan ideologi yang berbeda-beda. walaupun begitu semuanya sama-sama memberikan perhatian terhadap nilai moral dan nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
menurut saya, bagian yang cukup penting dalam jurnal ini adalah pembahasan tentang bagaimana kondisi pendidikan nilai moral di Indonesia. nah disini dijelaskan bahwa pendidikan nilai di Indonesia itu masih belum banyak menyentuh kesadaran dalam perspektif global. pendidikan agama juga masih lebih banyak berfokus pada pengetahuan dan hafalan saja sedangkan pembentukan sikap dan pembiasaan masih minim. hal ini menunjukkan bahwa siswa bisa saja mengetahui tentang nilai moral tetapi belum tentu nilai tersebut mereka praktikkan dalam keseharian mereka. jadi pendidikan nilai tidak cukup hanya dengan membuat siswa itu tahu tentang suatu nilai saja, tetapi juga perlu memberikan pengalaman yang membuat siswa itu terbiasa dalam menerapkan nilai tersebut. dijelaskan juga bahwa dalam pendidikan nilai moral, guru itu memiliki peran yang sangat penting. siswa dapat menyerap nilai-nilai moral baik melalui pembelajaran langsung di kelas maupun melalui pembiasaan dan pengalaman nyata di sekolah. menurut saya, contoh dari guru menjadi salah satu hal yang penting karena siswa tidak hanya melihat apa yang diajarkan, tetapi juga melihat bagaimana guru bersikap. misalnya jika guru mengajarkan kejujuran, maka guru juga harus menunjukkan perilaku yang jujur. begitu juga jika siswa diajarkan untuk menghormati aturan, guru juga harus menunjukkan sikap yang mematuhi aturan. nah dari sini saya memahami bahwa keteladanan guru dapat mendukung terbentuknya perilaku moral siswa.
pendidikan nilai dapat dilakukan dengan metode langsung maupun tidak langsung. metode langsung dilakukan dengan memberikan atau membahas nilai secara langsung, sedangkan metode tidak langsung itu dilakukan dengan menciptakan situasi yang memungkinkan siswa mempraktikkan perilaku yang baik. menurut saya, metode tidak langsung juga penting karena siswa dapat belajar dari pengalaman yang mereka alami sendiri, bukan hanya dari penjelasan guru saja. pendidikan nilai moral seharusnya dilakukan secara terus-menerus dan tidak hanya ketika ada materi tentang moral aja. nilai perlu diterapkan dalam berbagai kegiatan dan pembelajaran di sekolah karena pendidikan nilai itu tidak dapat hanya dilakukan oleh satu guru atau melalui satu mata pelajaran saja. siswa perlu mendapatkan contoh, pengalaman, dan pembiasaan agar nilai yang dipelajari itu dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Gracella Pelita Utomo -
Gracella Pelita Utomo
2513053178

Artikel ini membahas berbagai masalah global seperti pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, penggunaan narkoba, konflik antar negara, hingga krisis yang melibatkan berbagai aspek.Hal ini menunjukkan bahwa dunia membutuhkan solusi yang tidak hanya mengandalkan teknologi dan ekonomi, tetapi juga mengembangkan nilai dan moral masyarakat. Penulis menekankan bahwa pendidikan nilai moral bisa menjadi salah satu solusi untuk menghadapi berbagai masalah global yang ada.

Globalisasi memberi manfaat seperti mempermudah kerja sama antar negara, tetapi juga bisa menyebabkan persaingan yang tidak sehat. Oleh sebab itu, pendidikan perlu mampu membentuk manusia yang memiliki karakter, etika, dan kesadaran moral yang baik.
Pendidikan nilai moral sangat penting untuk menghadapi berbagai masalah yang terjadi di dunia global. Pendidikan moral tidak hanya untuk membentuk orang yang berperilaku baik, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang hidup rukun, adil, dan bisa bertanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan nilai moral harus dilakukan secara menyeluruh melalui kurikulum, lingkungan sekolah, contoh teladan dari guru, serta metode pengajaran yang tepat agar nilai-nilai moral dapat terinternalisasi secara baik dalam diri murid.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Siti Zahra Ramadhani -
Nama: Siti Zahra Ramadhani
NPM: 2513053189

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai isu global, seperti pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, dan konsekuensi kemajuan teknologi. Pendidikan nilai tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, karakter, dan perilaku yang baik. Nilai yang dianggap penting antara lain kejujuran, kebenaran, kebajikan, kasih sayang, kedamaian, dan tanggung jawab.

Jurnal ini juga membandingkan pendidikan nilai-nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan China. Setiap negara memiliki metode yang berbeda dipengaruhi oleh ideologi dan budayanya sendiri, namun semuanya berusaha menciptakan kepribadian dan kehidupan sosial yang baik. Dari analisis itu terlihat bahwa pendidikan moral tidak seharusnya hanya berupa ingatan atau satu pelajaran saja, tetapi harus diterapkan dalam berbagai aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, inti dari jurnal ini adalah pendidikan moral akan lebih efektif jika dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya mengajarkan mana yang benar dan salah. Siswa perlu dibiasakan, diberikan contoh, dan dilatih untuk mengambil keputusan berdasarkan nilai moral. Jurnal juga menjelaskan beberapa metode seperti keteladanan, penanaman nilai, pemberian kesempatan untuk berkembang, serta pengembangan keterampilan moral. Oleh karena itu, pencapaian pendidikan nilai sangat ditentukan oleh kebiasaan dan suasana yang mendukung.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Arista Klara Setianingrum -
Arista Klara Setianingrum
2513053170

Jurnal memuat bahwa pendidikan nilai dan moral meruapakan bagian penting dari pendidikan dalam menghadapi tantangan global. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan serta globalisasi perlu diimbangi dengan nilai moral, tanggung jawab, kepedulian, kejujuran, dsb. Di dalam jurnal memuat isu pendidikan nilai moral di beberapa negara seperti indonesia, cina, india, dan malaysia. Keempat negara ini memiliki latar belakang ideologi dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun, memiliki persamaan dalam nilai moral, kehidupan sosial, kepribadian, serta kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari teori perkembangan moral memuat bahwa perkembangan moral peserta didik tidak seharusnya dipandang dari kemampuan berfikir semata tetapi perlu memperhatikan kepedulian, kasih sayang, tanggung jawab, hubungan sosial, dan dimensi spiritual. Pembelajaran nilai dan moral perlu memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan seperti bakti sosial, kerja sama, diskusi, serta merefleksikan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan pendidikan nilai dan moral, pendidikan moral tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi atau teori, tetapi dapat melalui berbagai pendekatan seperti inculcating (menanamkan nilai dan moralitas), modelling (memberikan contoh keteladanan nilai dan moral), facilitating (menfasilitasi perkembangan nilai dan moral peserta didik), dan mengembangkan keterampilan untuk menciptakan kehidupan pribadi dan sosial yang baik. Selain pendekatan ada juga metode pendidikan nilai dan moral yang akan di implementasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh syafina aulia -
Syafina Aulia
2513053164

Menurut saya, jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam menghadapi berbagai masalah di kehidupan sekarang, seperti kekerasan, pelanggaran HAM, dan perubahan akibat perkembangan teknologi. Pendidikan moral tidak hanya bertujuan supaya siswa tahu mana yang benar dan salah, tetapi juga supaya mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal ini juga membandingkan pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina yang memiliki cara berbeda sesuai kondisi dan ideologi masing-masing.

Menurut saya, hal yang paling menarik adalah pendidikan moral tidak cukup hanya diajarkan melalui teori atau hafalan. Guru juga harus memberikan contoh secara langsung karena perilaku guru bisa memengaruhi karakter siswa. Misalnya, kalau guru ingin siswa jujur dan menghargai orang lain, guru juga harus menunjukkan sikap tersebut dalam kesehariannya. Jadi, pendidikan nilai moral sebaiknya dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman nyata agar nilai yang diajarkan benar-benar menjadi bagian dari perilaku siswa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Sindi Aulia -
Nama: Sindi Aulia
Npm: 2513053171

Menurut saya, jurnal ini menjelaskan bahwa pendidikan nilai moral sangat penting karena masalah yang dihadapi manusia saat ini semakin kompleks dan tidak hanya terjadi di lingkungan sekitar, tetapi juga dalam kehidupan global. Pendidikan moral bukan hanya tentang mengajarkan mana yang benar dan salah, tetapi juga bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari perbandingan Indonesia, Malaysia, India, dan Cina, terlihat bahwa setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan pendidikan moral sesuai dengan kondisi dan ideologinya. Namun, semuanya memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu membentuk sikap dan kepribadian peserta didik. Menurut saya, pendidikan moral akan kurang efektif jika hanya diberikan dalam bentuk teori atau hafalan. Siswa perlu diberikan contoh dan kesempatan untuk mempraktikkan nilai tersebut secara langsung. Hal yang menurut saya paling penting dari jurnal ini adalah peran guru sebagai teladan. Guru tidak hanya menyampaikan nilai moral, tetapi juga harus menunjukkan sikap yang sesuai karena perilaku guru dapat memengaruhi peserta didik. Jadi, pendidikan moral sebaiknya dilakukan secara terus-menerus melalui pembelajaran, kegiatan di sekolah, dan contoh dari lingkungan sekitar.

Kesimpulannya, pendidikan nilai moral tidak cukup hanya membuat siswa mengetahui nilai yang baik, tetapi juga perlu membentuk kesadaran agar mereka mau menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh anggun pratistia -

Nama : Anggun Andhita Pratistia

NPM: 2513053174

Pendidikan nilai moral di era global menjadi kebutuhan sekaligus tuntutan mendesak, mengingat kompleksitas masalah dunia seperti konflik antar nilai, ketimpangan, dan benturan peradaban yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Kajian di empat negara Indonesia, Malaysia, India, dan Cina menunjukkan bahwa meskipun masing-masing menyesuaikan pendidikan nilai dengan ideologi dan konteks negaranya, terdapat penekanan bersama pada nilai-nilai universal seperti keadilan, kejujuran, hak asasi, dan perdamaian. 

Namun pelaksanaannya masih banyak menghadapi kendala: pendidikan nilai seringkali terjebak pada penguasaan pengetahuan dan hafalan, belum menyentuh penghayatan sikap serta pembiasaan perilaku nyata, sehingga belum terinternalisasi seutuhnya. Teori perkembangan moral yang dikemukakan Kohlberg dan Miller cenderung bersifat individualistik, sehingga perlu dilengkapi pandangan sistemik-holistik yang dikemukakan Capra, yaitu memandang kehidupan sebagai satu keutuhan yang saling terhubung. Oleh karena itu, pendidikan nilai tidak dapat dijalankan hanya melalui satu mata pelajaran, melainkan memerlukan pendekatan terpadu berupa penanaman nilai, keteladanan, pendampingan, serta pengembangan keterampilan yang menyatu dalam seluruh kehidupan sekolah. 

Di sinilah letak pentingnya keseimbangan antara pengembangan jati diri bangsa dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan yang universal, agar nilai tidak sekadar tertulis di dokumen kurikulum, melainkan tumbuh dan terwujud dalam sikap serta tindakan nyata setiap individu.

Sebagai balasan anggun pratistia

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh AULIA TAZKIA ANNAAFI -
Nama: Aulia Tazkia Annaafi
Npm: 2513053165
Kelas: 3G

Artikel ini menekankan bahwa pendidikan nilai moral penting untuk menghadapi masalah global seperti kekerasan, konflik, dan pelanggaran HAM. Pendidikan moral tidak cukup berupa hafalan, tetapi harus membentuk perilaku nyata melalui keteladanan guru, pembiasaan, dan pengalaman sosial.

Penulis membandingkan Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Walaupun pendekatannya berbeda karena ideologi masing-masing, keempat negara sama-sama menanamkan nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan kepedulian. Kesimpulannya, pendidikan moral perlu melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat agar peserta didik memiliki karakter yang baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Santri Ariska -
Nama: santri ariska
Npm: 2513053180

Artikel "Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global" karya Sudiati ini menjelaskan kalau pendidikan moral sekarang bukan cuma urusan satu negara, tapi sudah jadi kebutuhan dunia. Alasannya karena masalah global seperti terorisme, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba tidak bisa diselesaikan satu negara sendirian. Jadi menurut saya, pendidikan nilai memang harus dilihat lebih luas, tidak hanya soal sopan santun di sekolah.
Bagian yang menarik buat saya adalah perbandingan pendidikan moral di empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Ternyata tiap negara punya cara berbeda karena ideologinya juga berbeda, tapi tujuannya mirip, yaitu menanamkan nilai-nilai yang universal seperti kejujuran, kasih sayang, dan penghargaan pada sesama. Di Indonesia sendiri, pendidikan moral masih dinilai terlalu berat ke hafalan dan pengetahuan, jadi siswa tahu mana yang benar tapi belum tentu melakukannya.
Artikel ini juga membahas beberapa teori dan pendekatan, misalnya teori perkembangan moral dari Kohlberg dan empat pendekatan dalam menanamkan nilai, yaitu menanamkan nilai, memberi teladan, memfasilitasi, dan mengembangkan keterampilan. Dari situ saya paham kalau guru punya peran besar, karena murid cenderung meniru apa yang dilakukan dan dikatakan gurunya. Jadi kalau guru menyuruh jujur tapi dirinya sendiri tidak konsisten, nilai itu susah masuk ke siswa.
Kesimpulan saya, pendidikan moral itu tidak bisa dibebankan ke satu mata pelajaran saja, tapi harus lewat semua pelajaran, kebiasaan di sekolah, dan dukungan keluarga serta masyarakat. Dengan begitu nilai moral tidak hanya jadi hafalan, tapi benar-benar terbentuk jadi sikap sehari-hari.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh khansa a zalfaa aathifah -
Nama: khansa'a zalfaa aathifah
Npm: 2513053169
Menurut saya Pendidikan nilai moral dari perspektif global sangat penting bagi manusia dalam menghadapi berbagai krisis yang kompleks dan memengaruhi seluruh dunia, seperti terorisme, pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, dan penggunaan narkoba, yang tidak bisa diatasi oleh satu negara sendirian. Pendidikan nilai moral bertindak sebagai solusi alternatif yang berlaku baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional.Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina memiliki kesamaan serta perbedaan yang berasal dari ideologi masing-masing, tetapi tetap memperhatikan nilai-nilai universal terkait hak asasi manusia. Konsep pendidikan nilai yang dicetuskan oleh Kohlberg dan Miller lebih menekankan pada aspek individu, sehingga perlu diperbaiki dengan pendekatan holistik dan sistemik dari Capra yang melihat kehidupan secara menyeluruh. Dalam penerapan nyata, prosesnya membutuhkan pendekatan khusus seperti penanaman, pemodelan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan, serta didukung oleh metode yang sesuai seperti metode dogmatis, deduktif, induktif, dan reflektif.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Alya Puti Wita Prasayu -
Nama : Alya Puti Wita Prasayu
NPM : 2513053175

Jurnal dengan judul “Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global” dijelaskan bahwa kompleksitas isu global seperti pelanggaran HAM, kekerasan, hingga krisis multidimensi tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja, pendidikan nilai moral hadir sebagai alternatif solusi yang bersifat lokal, regional, nasional, dan internasional. Pendidikan nilai moral merupakan sebuah kebutuhan global yang dipraktikkan secara beragam di berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina sesuai dengan ideologi yang dianutnya. Meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan dan penerapannya di lapangan, negara-negara tersebut sama-sama menekankan pentingnya pembentukan etik-moral yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan universal.
Secara teoritis, konsep perkembangan dan pendidikan moral yang ditawarkan oleh Kohlberg dan John P. Miller cenderung berfokus pada pembentukan kepribadian individualistik. Oleh karena itu, konsep tersebut perlu disempurnakan dengan paradigma "Visi Realitas Baru" dari Fritjof Capra yang memandang kehidupan manusia sebagai satu kesatuan sistemik dan holistik. Dalam praktiknya, implementasi pendidikan nilai moral membutuhkan strategi yang tepat melalui pendekatan inculcating, modelling, facilitating, dan skill development, serta didukung metode langsung (dogmatis/deduktif) maupun tidak langsung (induktif/reflektif) agar nilai-nilai tersebut dapat terinternalisasi secara utuh dalam kehidupan peserta didik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh M. Iqbal al havid -

Nama : M. Iqbal Al Havid

Npm : 2513053182

Artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai moral tidak hanya berkaitan dengan mengajarkan siswa tentang benar dan salah, tetapi juga bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan moral menjadi penting karena kehidupan sekarang semakin kompleks dan menghadapi berbagai masalah seperti kekerasan, pelanggaran HAM, serta perubahan akibat globalisasi. 

Menurut saya, hal yang menarik dari artikel ini adalah pendidikan moral sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi atau hafalan. Guru juga perlu memberikan contoh nyata, membiasakan perilaku baik, dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami alasan di balik suatu nilai. Hal ini karena perilaku guru juga dapat memengaruhi karakter siswa. 

Jika dikaitkan dengan siswa sekolah dasar, pendidikan moral dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana seperti membiasakan jujur, bertanggung jawab, menghargai teman, bekerja sama, dan peduli terhadap orang lain. Jadi, pendidikan nilai moral akan lebih bermakna apabila nilai yang diajarkan tidak hanya diketahui oleh siswa, tetapi juga dipahami, dibiasakan, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Nisrina Alya Ramadina -
Nama: Nisrina Alya Ramadina
Npm: 2513053185

Menurut saya, jurnal tersebut membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai perubahan dan masalah yang terjadi di dunia. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk sikap seperti kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, keadilan, dan kepedulian terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut penting karena kehidupan manusia saling berhubungan, sehingga masalah yang terjadi di suatu negara juga dapat berdampak pada negara lain. Jurnal ini juga membandingkan pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Walaupun setiap negara memiliki cara yang berbeda sesuai dengan kondisi dan ideologinya, semuanya sama-sama menempatkan nilai moral sebagai bagian penting dalam pendidikan. menurut saya, pendidikan nilai akan lebih efektif jika tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga melalui contoh, kebiasaan, dan pengalaman siswa sehari-hari. Guru juga perlu memberikan teladan karena perilaku guru dapat memengaruhi sikap siswa.

Jadi, inti yang saya dapat dari jurnal ini adalah pendidikan moral sebaiknya menjadi bagian dari keseluruhan proses pendidikan, bukan hanya diberikan dalam satu mata pelajaran. nilai yang dipelajari perlu benar-benar diterapkan agar siswa tidak hanya mengetahui mana yang baik, tetapi juga mampu membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Alif Laila Fadillah -
Nama :Alif Laila Fadillah
Npm :2513053168

Jurnal "Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global" membahas bahwa pendidikan nilai moral adalah kebutuhan dalam menghadapi masalah global seperti kekerasan, terorisme, pelanggaran HAM, dan penyalahgunaan narkotika, yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara sendiri. Dalam hal ini, pendidikan nilai moral sebagai kebutuhan sekaligus alternatif solusi yang bersifat lokal hingga internasional hal ini dikuatkan dengan pandangan dan gagasan Toffler tentang "berpikir global, bertindak lokal" dan tesis Capra tentang cara pandang hidup yang utuh dan sistemik, bukan parsial dan individualistik. Dalam jurnal ini adanya perbandingan pendidikan nilai moral di Indonesia, India, Malaysia, dan Cina. Meski pandangan hidup ke empat negara ini berbeda, keempat negara ini sama-sama menekankan nilai etik-moral yang universal dan menghadapi kendala serupa, seperti pembelajaran yang terlalu berfokus pada hafalan dan kurangnya kerja sama sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dalam jurnal ini juga menilai teori Kohlberg dan Miller terlalu individualistik sehingga perlu dilengkapi paradigma Capra, serta menekankan bahwa nilai moral lebih efektif ditanamkan melalui keteladanan pendidik daripada indoktrinasi.
Jadi kesimpulan yang bisa diambil dari analisis yang saya lakukan menunjukkan bahwa pendidikan nilai moral merupakan kebutuhan penting di tengah tantangan global, dan pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan pandangan dan konteks tiap negara tanpa meninggalkan nilai-nilai universal. Penanaman nilai akan lebih berhasil jika dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, dan refleksi, bukan sekadar hafalan atau indoktrinasi. Sebagai landasan teori, jurnal ini cukup bermanfaat, tetapi masih terbatas dari sisi data yang mutakhir, kedalaman analisis, dan contoh penerapan praktis.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh M.Satria Ramadhan -
Nama : M.Satria Ramadhan
NPM : 2513053166
jurnall "pendidikan nilai moral ditinjau dari perspektif global" membahas pentingnya sistem pendidikan nilai dan moral untuk menjwab tantangan krisis global, konflik peradaban, dan dinamika masyarakat modern. dii jrnal ini memperlihatkan bahwa meskipun setiap negara seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina memiliki pendekatan yang berbeda sesuai ideologi masing masing, pendidikan moral tetap bertumpu pada nilai nilai kemanusiaan yang universal seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang.

biaa disimpulkan bahwa pendidikan moral tidak boleh hanya berfokus pada hafalan teori atau aspek kognitif semata. nilai nilai moral perlu dibentuk secara utuh dan holistik menghubungkan antara pola pikir, kebiasaan, serta keteladanan nyata dari para pendidik dalam kehidupan sehari hari
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Zaskia Syifa Aulia Syifa -
Nama:Zaskia Syifa Aulia
NPM:2513053176
Menurut saya, jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi perkembangan zaman dan berbagai masalah global. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa seperti jujur, bertanggung jawab, peduli, dan memiliki sikap yang baik.

Jurnal ini juga membahas pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan pendidikan moral, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk perilaku dan karakter yang baik pada siswa.

Kesimpulannya, pendidikan moral tidak cukup hanya diajarkan melalui teori atau hafalan. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan didukung oleh keteladanan guru, karena perilaku guru juga dapat memengaruhi karakter siswa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Malaya Zahratu Seroja -
Malaya Zahratu Seroja 2513053186

Analisis Jurnal Berjudul Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global karya Sudiati
‎
‎Artikel ini membahas pentingnya memperbarui sistem pendidikan moral agar mampu tantangan era globalisasi. Jurnal ini menjelaskan bahwa kehidupan modern saat ini dipenuhi oleh masalah kompleks. Penulis fokus pada bagaimana empat negara yaitu Indonesia, India, Malaysia, dan Cina menerapkan pendidikan moral dengan kelebihan dan kendalanya masing-masing. Di Indonesia dan Malaysia, pendidikan moral dinilai masih lemah karena terlalu fokus pada hafalan secara kontekstual dan nilai agama kelompok tertentu, sehingga kurang melatih sikap toleransi nyata dalam masyarakat. Sebaliknya, India lebih berhasil menanamkan nilai kewarganegaraan multikultural yang luas, sementara Cina sangat tegas dalam menerapkan aturan perilaku dan melatih moral siswa melalui pengalaman praktis sehari-hari. Penulis bahkan mengkritik teori perkembangan moral yang populer, seperti teori Kohlberg dan Miller, yang dinilai terlalu mementingkan kepribadian individu.
‎
‎Sebagai solusinya, jurnal ini menawarkan Visi Realitas Baru yang melihat kehidupan manusia sebagai satu kesatuan sistem yang utuh. Untuk menerapkan visi ini di sekolah, guru tidak bisa lagi hanya berceramah di kelas, melainkan harus memadukan pendekatan penanaman nilai, pemberian contoh nyata, serta memfasilitasi pengembangan keterampilan sosial siswa secara langsung. Keunggulan jurnal ini terletak pada kemampuannya memberikan perbandingan nyata antarnegara dan menyatukan teori psikologi dengan isu dunia. Namun, karena artikel ini bersifat kajian pustaka, kekurangannya adalah tidak adanya data lapangan atau statistik terbaru untuk membuktikan efektivitas metode yang ditawarkan. Jurnal ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan moral di era modern sangat bergantung pada konsistensi perilaku moral dari guru dan orang tua serta penciptaan lingkungan sekolah yang demokratis.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Delvy Ananta -
Nama: Delvy Ananta
NPM: 2513053163

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral untuk menghadapi masalah dunia yang makin rumit, seperti terorisme, kekerasan, narkoba, dan pelanggaran HAM. Menurut penulis, masalah seperti ini tidak bisa diselesaikan oleh satu negara saja, sehingga pendidikan nilai moral dipandang sebagai salah satu jalan keluar, mulai dari tingkat lokal sampai internasional.

Untuk memperkuat pendapatnya, penulis membandingkan pendidikan nilai di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Ideologi keempat negara ini berbeda, jadi cara pelaksanaannya pun tidak sama. Meski begitu, semuanya sama-sama menekankan nilai moral yang universal, terutama yang berkaitan dengan hak asasi manusia. Masalah yang dihadapi juga mirip, misalnya pembelajaran yang terlalu berfokus pada hafalan dan pengetahuan, sementara pembentukan sikap dan kebiasaan masih kurang.

Penulis juga membahas teori perkembangan moral Kohlberg dan konsep pribadi utuh dari John P. Miller. Menurutnya, kedua konsep itu terlalu individualistis, sehingga perlu dilengkapi dengan pandangan Fritjof Capra yang melihat kehidupan manusia sebagai satu sistem yang utuh. Di bagian akhir, ia menjelaskan pendekatan dan metode yang bisa dipakai dalam pendidikan nilai moral, dengan penekanan pada pentingnya keteladanan guru dan orang tua.

Kelebihan jurnal ini adalah cakupannya yang luas karena membandingkan beberapa negara, dan alur pembahasannya runtut dari masalah sampai solusi. Kekurangannya, data tentang keempat negara hampir semuanya diambil dari satu buku (Mulyana, 2004), jurnal ini hanya kajian pustaka tanpa penelitian lapangan, dan penulis tidak menjelaskan secara jelas bagaimana teori Capra bisa diterapkan di kelas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Ni'matul Khoiriyyah -
Dari jurnal yang berjudul “Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global” yang ditulis oleh Sudiati dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai perubahan dan masalah di dunia. Perkembangan teknologi dan globalisasi memberikan banyak kemudahan, tetapi juga dapat menimbulkan masalah seperti kekerasan, pelanggaran HAM, dan penyalahgunaan narkotika.

Jurnal ini juga membahas pendidikan nilai moral di beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Meskipun setiap negara memiliki budaya dan sistem yang berbeda, semuanya sama-sama menekankan pentingnya pendidikan moral dalam membentuk karakter peserta didik.
Menurut saya, hal yang paling menarik dari jurnal ini adalah gagasan bahwa pendidikan moral harus melihat manusia secara utuh, bukan hanya dari kemampuan berpikir atau prestasi akademiknya.
Anak tidak cukup hanya menjadi pintar, tetapi juga harus mampu menggunakan pengetahuannya dengan baik. Misalnya, siswa yang mengetahui pentingnya kejujuran harus dibiasakan untuk jujur ketika mengerjakan tugas, berbicara, maupun berinteraksi dengan teman.
Jadi, pendidikan nilai bukan sekadar mengajarkan nilai, tetapi bagaimana nilai tersebut menjadi bagian dari perilaku siswa.
Menurut saya, pendidikan moral tidak cukup hanya diberikan melalui teori atau hafalan, tetapi juga perlu di latihan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Guru, orang tua, dan masyarakat juga perlu memberikan contoh yang baik kepada anak.