PERTEMUAN 5 Perumusan tujuan pembelajaran dan HOTS
Perumusan Tujuan Pembelajaran dan HOTS
Perumusan tujuan pembelajaran merupakan langkah penting dalam perencanaan pembelajaran karena menjadi arah bagi guru dalam menentukan materi, aktivitas pembelajaran, metode, media, dan asesmen. Tujuan pembelajaran yang baik harus jelas, terukur, relevan, serta menggambarkan kemampuan yang diharapkan dimiliki peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.
Bagi calon guru Ekonomi, tujuan pembelajaran sebaiknya tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengingat dan memahami konsep, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, menganalisis masalah ekonomi, mengevaluasi pilihan, dan menghasilkan solusi. Kemampuan tersebut dikenal sebagai Higher Order Thinking Skills (HOTS), terutama pada tingkat kognitif menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6).
Contoh Perumusan Tujuan Pembelajaran
1. Materi Inflasi
Tujuan pembelajaran tingkat dasar:
Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan penyebab inflasi.
Tujuan pembelajaran berbasis HOTS:
Peserta didik mampu menganalisis dampak kenaikan harga kebutuhan pokok terhadap daya beli masyarakat berdasarkan data yang tersedia serta mengevaluasi alternatif kebijakan untuk mengurangi dampak inflasi.
Perbedaannya terletak pada tuntutan berpikir. Tujuan pertama hanya meminta peserta didik menjelaskan konsep, sedangkan tujuan kedua mengharuskan peserta didik mengolah informasi, menganalisis hubungan sebab-akibat, menggunakan data, dan memberikan penilaian terhadap alternatif solusi.
2. Materi Permintaan dan Penawaran
Tujuan pembelajaran tingkat dasar:
Peserta didik mampu menjelaskan hukum permintaan dan penawaran.
Tujuan pembelajaran berbasis HOTS:
Peserta didik mampu menganalisis perubahan harga dan jumlah barang akibat perubahan permintaan atau penawaran pada suatu pasar serta menyusun rekomendasi bagi pelaku usaha berdasarkan hasil analisis tersebut.
Contohnya, peserta didik diberikan kasus harga cabai yang meningkat karena pasokan berkurang. Mereka tidak sekadar menyebutkan hukum penawaran, tetapi menganalisis mengapa harga meningkat, bagaimana perubahan jumlah barang yang tersedia memengaruhi pasar, dan apa strategi yang dapat dilakukan pedagang atau konsumen.
3. Materi Pajak
Tujuan pembelajaran berbasis HOTS dapat dirumuskan:
Peserta didik mampu mengevaluasi dampak kenaikan pajak terhadap perilaku konsumen dan produsen serta menyampaikan argumentasi mengenai kebijakan pajak yang dianggap paling tepat berdasarkan kondisi ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan pembelajaran, mahasiswa dapat memberikan data sederhana tentang kenaikan pajak suatu barang. Peserta didik kemudian diminta membandingkan dampaknya terhadap harga, permintaan, daya beli konsumen, dan pendapatan produsen, lalu mempertahankan pendapatnya berdasarkan bukti.
Hal Penting bagi Calon Guru Ekonomi
Dalam merumuskan tujuan pembelajaran, mahasiswa perlu memperhatikan hubungan antara tujuan – aktivitas pembelajaran – asesmen. Jika tujuan menuntut peserta didik menganalisis, maka kegiatan pembelajaran harus memberikan kesempatan untuk menganalisis data atau kasus, dan asesmennya juga harus mengukur kemampuan analisis tersebut.
Dengan demikian, pembelajaran Ekonomi tidak hanya membuat peserta didik “tahu konsep”, tetapi mampu menggunakan konsep untuk membaca fenomena ekonomi, mengambil keputusan, mengevaluasi kebijakan, dan memecahkan masalah kehidupan nyata.
Latihan Singkat
Perhatikan tujuan berikut:
“Peserta didik mampu menyebutkan tiga fungsi uang.”
Ubahlah menjadi tujuan pembelajaran yang berorientasi HOTS (C4–C6) dengan menggunakan contoh fenomena ekonomi yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Contoh jawaban:
“Peserta didik mampu menganalisis perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan uang tunai dan pembayaran digital serta mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya berdasarkan aspek fungsi uang dalam kegiatan ekonomi.”