Summary Video
Berikan simpulan Anda tentang model desain pembelajaran ASSURE. Bandingkan dengan 2 model sebelumnya yang sudah kita pelajari yaitu ADDIE dan Dick&Carey!
Assalamualaikum wr.wb selamat pagi ibu saya ina yaturrohmah npm 2623031011 izin menjawab pertanyaan diatas:
Model desain pembelajaran ASSURE merupakan model yang menekankan perencanaan pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik serta pemanfaatan metode, media, dan bahan ajar secara tepat. ASSURE terdiri atas enam langkah, yaitu menganalisis karakteristik peserta didik (Analyze Learners), merumuskan tujuan pembelajaran (State Objectives), memilih metode, media, dan bahan ajar (Select Methods, Media, and Materials), menggunakan media dan bahan ajar (Utilize Media and Materials), melibatkan peserta didik secara aktif (Require Learner Participation), serta melakukan evaluasi dan perbaikan (Evaluate and Revise). Dengan tahapan tersebut, pembelajaran diharapkan lebih aktif, menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Jika dibandingkan dengan model ADDIE, ASSURE lebih menekankan pada penggunaan media pembelajaran dan keterlibatan aktif peserta didik di dalam proses pembelajaran, sedangkan ADDIE memiliki tahapan yang lebih umum dan sistematis, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sementara itu, model Dick and Carey lebih rinci karena memandang pembelajaran sebagai suatu sistem yang saling berkaitan mulai dari identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, pengembangan instrumen penilaian, penyusunan strategi, hingga evaluasi. Dengan demikian, ketiga model tersebut sama-sama bertujuan menghasilkan pembelajaran yang efektif, tetapi memiliki fokus yang berbeda. ASSURE lebih praktis digunakan untuk merancang kegiatan pembelajaran di kelas dengan dukungan media, ADDIE lebih fleksibel untuk pengembangan program atau produk pembelajaran, sedangkan Dick and Carey lebih sistematis dan terperinci dalam merancang keseluruhan sistem pembelajaran.
Model desain pembelajaran ASSURE merupakan model yang menekankan perencanaan pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik serta pemanfaatan metode, media, dan bahan ajar secara tepat. ASSURE terdiri atas enam langkah, yaitu menganalisis karakteristik peserta didik (Analyze Learners), merumuskan tujuan pembelajaran (State Objectives), memilih metode, media, dan bahan ajar (Select Methods, Media, and Materials), menggunakan media dan bahan ajar (Utilize Media and Materials), melibatkan peserta didik secara aktif (Require Learner Participation), serta melakukan evaluasi dan perbaikan (Evaluate and Revise). Dengan tahapan tersebut, pembelajaran diharapkan lebih aktif, menarik, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Jika dibandingkan dengan model ADDIE, ASSURE lebih menekankan pada penggunaan media pembelajaran dan keterlibatan aktif peserta didik di dalam proses pembelajaran, sedangkan ADDIE memiliki tahapan yang lebih umum dan sistematis, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sementara itu, model Dick and Carey lebih rinci karena memandang pembelajaran sebagai suatu sistem yang saling berkaitan mulai dari identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, pengembangan instrumen penilaian, penyusunan strategi, hingga evaluasi. Dengan demikian, ketiga model tersebut sama-sama bertujuan menghasilkan pembelajaran yang efektif, tetapi memiliki fokus yang berbeda. ASSURE lebih praktis digunakan untuk merancang kegiatan pembelajaran di kelas dengan dukungan media, ADDIE lebih fleksibel untuk pengembangan program atau produk pembelajaran, sedangkan Dick and Carey lebih sistematis dan terperinci dalam merancang keseluruhan sistem pembelajaran.
Assalamu'alaikum wr wb
Nama : Topik Sanjaya
Npm : 2623031006
Menurut pendapat saya, model desain pembelajaran ASSURE merupakan model yang sangat menarik karena lebih menekankan pada kondisi peserta didik dan keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Model ini tidak hanya membantu guru dalam menentukan tujuan dan materi pembelajaran, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap pemilihan serta penggunaan media dan teknologi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan adanya tahapan Analyze Learners, guru dapat memahami kemampuan, kebutuhan, pengalaman, dan karakteristik peserta didik sebelum menentukan proses pembelajaran.
Jika dibandingkan dengan ADDIE, menurut saya ASSURE lebih praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. ADDIE memiliki tahapan yang lebih umum, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model ADDIE cocok digunakan sebagai kerangka untuk mengembangkan suatu pembelajaran secara keseluruhan. Sementara itu, ASSURE lebih fokus pada bagaimana guru melaksanakan pembelajaran dengan memilih metode, media, dan bahan ajar yang tepat serta melibatkan peserta didik secara aktif.
Sedangkan jika dibandingkan dengan Dick & Carey, saya melihat bahwa Dick & Carey memiliki tahapan yang lebih rinci dan sistematis. Model ini sangat memperhatikan hubungan antara tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, strategi, bahan ajar, dan evaluasi. Namun, karena tahapannya cukup kompleks, penerapannya membutuhkan perencanaan yang lebih mendalam. ASSURE menurut saya lebih sederhana dan mudah diterapkan oleh guru dalam pembelajaran sehari-hari.
Dari ketiga model tersebut, saya berpendapat bahwa masing-masing memiliki kelebihan dan fungsi yang berbeda. ADDIE memberikan kerangka yang fleksibel, Dick & Carey memberikan perencanaan yang sistematis dan mendalam, sedangkan ASSURE lebih menekankan keterlibatan peserta didik serta pemanfaatan media dan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, menurut saya ASSURE sangat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini karena guru dituntut tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Nama : Topik Sanjaya
Npm : 2623031006
Menurut pendapat saya, model desain pembelajaran ASSURE merupakan model yang sangat menarik karena lebih menekankan pada kondisi peserta didik dan keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembelajaran. Model ini tidak hanya membantu guru dalam menentukan tujuan dan materi pembelajaran, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap pemilihan serta penggunaan media dan teknologi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan adanya tahapan Analyze Learners, guru dapat memahami kemampuan, kebutuhan, pengalaman, dan karakteristik peserta didik sebelum menentukan proses pembelajaran.
Jika dibandingkan dengan ADDIE, menurut saya ASSURE lebih praktis digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. ADDIE memiliki tahapan yang lebih umum, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model ADDIE cocok digunakan sebagai kerangka untuk mengembangkan suatu pembelajaran secara keseluruhan. Sementara itu, ASSURE lebih fokus pada bagaimana guru melaksanakan pembelajaran dengan memilih metode, media, dan bahan ajar yang tepat serta melibatkan peserta didik secara aktif.
Sedangkan jika dibandingkan dengan Dick & Carey, saya melihat bahwa Dick & Carey memiliki tahapan yang lebih rinci dan sistematis. Model ini sangat memperhatikan hubungan antara tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, strategi, bahan ajar, dan evaluasi. Namun, karena tahapannya cukup kompleks, penerapannya membutuhkan perencanaan yang lebih mendalam. ASSURE menurut saya lebih sederhana dan mudah diterapkan oleh guru dalam pembelajaran sehari-hari.
Dari ketiga model tersebut, saya berpendapat bahwa masing-masing memiliki kelebihan dan fungsi yang berbeda. ADDIE memberikan kerangka yang fleksibel, Dick & Carey memberikan perencanaan yang sistematis dan mendalam, sedangkan ASSURE lebih menekankan keterlibatan peserta didik serta pemanfaatan media dan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, menurut saya ASSURE sangat sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini karena guru dituntut tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Selamat pagi Bu, izin bu saya Santa Feni Brigita . Npm (2623031005) izin menjawab bu
Menurut saya, model desain pembelajaran ASSURE merupakan model yang cukup praktis karena lebih menekankan pada kondisi peserta didik dan bagaimana guru dapat memilih serta menggunakan metode, media, dan bahan ajar yang sesuai. ASSURE terdiri dari beberapa tahapan, yaitu menganalisis karakteristik peserta didik, menentukan tujuan pembelajaran, memilih metode dan media, menggunakan media dan bahan ajar, melibatkan peserta didik secara aktif, serta melakukan evaluasi dan revisi. Hal yang menarik dari model ini adalah adanya penekanan pada partisipasi aktif peserta didik, sehingga pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru.
Jika dibandingkan dengan ADDIE, keduanya sama-sama memiliki tahapan yang sistematis dan terdapat proses evaluasi. Namun, ADDIE lebih bersifat umum dan fleksibel sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam pengembangan pembelajaran, bahan ajar, maupun program pelatihan. Sedangkan ASSURE lebih diarahkan pada proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemanfaatan media dan teknologi untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Sementara itu, Dick & Carey memiliki tahapan yang lebih rinci dan sistematis. Model ini memandang pembelajaran sebagai sebuah sistem yang setiap komponennya saling berhubungan, mulai dari tujuan pembelajaran, analisis peserta didik, strategi pembelajaran, bahan ajar, sampai evaluasi. Dibandingkan ASSURE, Dick & Carey lebih kompleks karena proses perancangannya membutuhkan analisis yang lebih mendalam.
Jadi, menurut saya, ADDIE cocok digunakan jika membutuhkan model yang sederhana dan fleksibel, Dick & Carey cocok untuk merancang pembelajaran secara lebih terstruktur dan mendalam, sedangkan ASSURE cocok untuk pembelajaran yang berfokus pada peserta didik serta penggunaan media dan teknologi. Ketiga model tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan pembelajaran yang efektif, tetapi memiliki penekanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Menurut saya, model desain pembelajaran ASSURE merupakan model yang cukup praktis karena lebih menekankan pada kondisi peserta didik dan bagaimana guru dapat memilih serta menggunakan metode, media, dan bahan ajar yang sesuai. ASSURE terdiri dari beberapa tahapan, yaitu menganalisis karakteristik peserta didik, menentukan tujuan pembelajaran, memilih metode dan media, menggunakan media dan bahan ajar, melibatkan peserta didik secara aktif, serta melakukan evaluasi dan revisi. Hal yang menarik dari model ini adalah adanya penekanan pada partisipasi aktif peserta didik, sehingga pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru.
Jika dibandingkan dengan ADDIE, keduanya sama-sama memiliki tahapan yang sistematis dan terdapat proses evaluasi. Namun, ADDIE lebih bersifat umum dan fleksibel sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam pengembangan pembelajaran, bahan ajar, maupun program pelatihan. Sedangkan ASSURE lebih diarahkan pada proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemanfaatan media dan teknologi untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Sementara itu, Dick & Carey memiliki tahapan yang lebih rinci dan sistematis. Model ini memandang pembelajaran sebagai sebuah sistem yang setiap komponennya saling berhubungan, mulai dari tujuan pembelajaran, analisis peserta didik, strategi pembelajaran, bahan ajar, sampai evaluasi. Dibandingkan ASSURE, Dick & Carey lebih kompleks karena proses perancangannya membutuhkan analisis yang lebih mendalam.
Jadi, menurut saya, ADDIE cocok digunakan jika membutuhkan model yang sederhana dan fleksibel, Dick & Carey cocok untuk merancang pembelajaran secara lebih terstruktur dan mendalam, sedangkan ASSURE cocok untuk pembelajaran yang berfokus pada peserta didik serta penggunaan media dan teknologi. Ketiga model tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan pembelajaran yang efektif, tetapi memiliki penekanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ibu.
Nama: Dika Yumanda
NPM: 2623031015
Mohon izin memberikan jawaban, ibu.
Berdasarkan video tersebut, yang membahas model desain pembelajaran ASSURE, dapat dipahami sebagai model desain pembelajaran yang lebih berorientasi pada pelaksanaan pembelajaran di kelas, karakteristik peserta didik, serta pemanfaatan teknologi, media, dan bahan ajar. ASSURE terdiri atas enam tahapan, yaitu Analyze Learners (menganalisis karakteristik peserta didik), State Objectives (menentukan tujuan pembelajaran), Select Methods, Media, and Materials (memilih metode, media, dan bahan ajar), Utilize Media and Materials (memanfaatkan media dan bahan ajar), Require Learner Participation (melibatkan peserta didik secara aktif), serta Evaluate and Revise (mengevaluasi dan memperbaiki pembelajaran). Menurut saya, keunggulan utama ASSURE terletak pada penekanannya terhadap peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Guru tidak hanya menentukan materi dan tujuan, tetapi terlebih dahulu menganalisis karakteristik, kemampuan awal, kebutuhan, dan gaya belajar peserta didik. Setelah itu, guru memilih metode, media, dan bahan yang sesuai serta memastikan peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, ASSURE sangat relevan dengan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan media digital.
Pada dasarnya, ketiga model desain pembelajaran ini memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu pendidik merancang pembelajaran yang efektif, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, ketiganya memiliki karakteristik dan penekanan yang berbeda dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Selanjutnya, jika dibandingkan dengan model ADDIE, keduanya memiliki tahapan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang saling berkaitan. Namun, ADDIE memiliki cakupan yang lebih umum dan fleksibel karena terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran, mulai dari kegiatan pembelajaran di kelas hingga modul, media, dan program pelatihan. Sementara itu, ASSURE lebih menekankan bagaimana guru merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik serta memilih dan menggunakan metode, media, dan bahan ajar secara tepat. Dengan demikian, ADDIE dapat digunakan sebagai kerangka besar dalam proses pengembangan pembelajaran, sedangkan ASSURE memberikan panduan yang lebih terarah untuk mengintegrasikan media dan melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Sedangkan model Dick & Carey memiliki karakteristik yang lebih sistematis karena memandang pembelajaran sebagai suatu sistem yang komponen-komponennya saling berhubungan. Model ini mencakup identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, analisis karakteristik peserta didik dan konteks, perumusan tujuan kinerja, pengembangan instrumen penilaian, pengembangan strategi pembelajaran, pengembangan atau pemilihan bahan ajar, evaluasi formatif, revisi pembelajaran, dan evaluasi sumatif. Berbeda dengan ASSURE yang lebih berorientasi pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, Dick & Carey memberikan perhatian lebih terperinci terhadap keselarasan antara tujuan, materi, strategi, dan instrumen penilaian. Model ini sesuai untuk pengembangan pembelajaran yang membutuhkan perencanaan secara mendalam dan terstruktur. Meskipun demikian, keterlibatan peserta didik dan penggunaan media tetap dapat diakomodasi melalui strategi pembelajaran dan bahan ajar yang dikembangkan.
Berdasarkan perbandingan tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ASSURE, ADDIE, dan Dick & Carey merupakan model yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan desain pembelajaran. ADDIE memberikan kerangka pengembangan yang fleksibel, Dick & Carey membantu memastikan keterkaitan antarkomponen pembelajaran secara sistematis, sedangkan ASSURE menekankan kesesuaian pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, pemanfaatan media dan teknologi, serta partisipasi aktif dalam proses belajar. Maka dalam hal ini, perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan menjadi dasar awal pengambilan kesimpulan model desain pembelajaran yang mana yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas tersebut, supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan benar.
Nama: Dika Yumanda
NPM: 2623031015
Mohon izin memberikan jawaban, ibu.
Berdasarkan video tersebut, yang membahas model desain pembelajaran ASSURE, dapat dipahami sebagai model desain pembelajaran yang lebih berorientasi pada pelaksanaan pembelajaran di kelas, karakteristik peserta didik, serta pemanfaatan teknologi, media, dan bahan ajar. ASSURE terdiri atas enam tahapan, yaitu Analyze Learners (menganalisis karakteristik peserta didik), State Objectives (menentukan tujuan pembelajaran), Select Methods, Media, and Materials (memilih metode, media, dan bahan ajar), Utilize Media and Materials (memanfaatkan media dan bahan ajar), Require Learner Participation (melibatkan peserta didik secara aktif), serta Evaluate and Revise (mengevaluasi dan memperbaiki pembelajaran). Menurut saya, keunggulan utama ASSURE terletak pada penekanannya terhadap peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Guru tidak hanya menentukan materi dan tujuan, tetapi terlebih dahulu menganalisis karakteristik, kemampuan awal, kebutuhan, dan gaya belajar peserta didik. Setelah itu, guru memilih metode, media, dan bahan yang sesuai serta memastikan peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, ASSURE sangat relevan dengan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan media digital.
Pada dasarnya, ketiga model desain pembelajaran ini memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu pendidik merancang pembelajaran yang efektif, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, ketiganya memiliki karakteristik dan penekanan yang berbeda dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran.
Selanjutnya, jika dibandingkan dengan model ADDIE, keduanya memiliki tahapan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang saling berkaitan. Namun, ADDIE memiliki cakupan yang lebih umum dan fleksibel karena terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Model ini dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran, mulai dari kegiatan pembelajaran di kelas hingga modul, media, dan program pelatihan. Sementara itu, ASSURE lebih menekankan bagaimana guru merancang dan melaksanakan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik serta memilih dan menggunakan metode, media, dan bahan ajar secara tepat. Dengan demikian, ADDIE dapat digunakan sebagai kerangka besar dalam proses pengembangan pembelajaran, sedangkan ASSURE memberikan panduan yang lebih terarah untuk mengintegrasikan media dan melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
Sedangkan model Dick & Carey memiliki karakteristik yang lebih sistematis karena memandang pembelajaran sebagai suatu sistem yang komponen-komponennya saling berhubungan. Model ini mencakup identifikasi tujuan pembelajaran, analisis pembelajaran, analisis karakteristik peserta didik dan konteks, perumusan tujuan kinerja, pengembangan instrumen penilaian, pengembangan strategi pembelajaran, pengembangan atau pemilihan bahan ajar, evaluasi formatif, revisi pembelajaran, dan evaluasi sumatif. Berbeda dengan ASSURE yang lebih berorientasi pada perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas, Dick & Carey memberikan perhatian lebih terperinci terhadap keselarasan antara tujuan, materi, strategi, dan instrumen penilaian. Model ini sesuai untuk pengembangan pembelajaran yang membutuhkan perencanaan secara mendalam dan terstruktur. Meskipun demikian, keterlibatan peserta didik dan penggunaan media tetap dapat diakomodasi melalui strategi pembelajaran dan bahan ajar yang dikembangkan.
Berdasarkan perbandingan tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ASSURE, ADDIE, dan Dick & Carey merupakan model yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan desain pembelajaran. ADDIE memberikan kerangka pengembangan yang fleksibel, Dick & Carey membantu memastikan keterkaitan antarkomponen pembelajaran secara sistematis, sedangkan ASSURE menekankan kesesuaian pembelajaran dengan karakteristik peserta didik, pemanfaatan media dan teknologi, serta partisipasi aktif dalam proses belajar. Maka dalam hal ini, perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan menjadi dasar awal pengambilan kesimpulan model desain pembelajaran yang mana yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas tersebut, supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan benar.
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Selamat siang Ibu, mohon izin saya :
Nama : Ucep Saifulloh
NPM : 2623031008
Mohon izin untuk menjawab pertanyaan yang sudah disajikan, Menurut pendapat saya terkait model desain pembelajaran ASSURE ini merupakan model yang cukup praktis dan mudah diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Model ASSURE menekankan pada bagaimana guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, pemilihan metode, media, dan bahan ajar yang sesuai. ASSURE terdiri dari beberapa tahapan, yaitu Analyze Learners, State Objectives, Select Methods, Media and Materials, Utilize Media and Materials, Require Learner Participation, serta Evaluate and Revise. Dari tahapan tersebut dapat dilihat bahwa peserta didik menjadi salah satu perhatian utama dalam merancang pembelajaran. Guru tidak hanya menentukan materi dan metode, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan awal, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik agar pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif.
Jika dibandingkan dengan model ADDIE, ASSURE memiliki beberapa kesamaan, terutama dalam hal adanya tahapan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun, ADDIE memiliki cakupan yang lebih umum dan fleksibel karena dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis program atau bahan pembelajaran, baik dalam skala kecil maupun besar. Sementara itu, ASSURE lebih berorientasi pada proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dan lebih menekankan pada pemanfaatan media serta keterlibatan peserta didik. Dengan demikian, ADDIE dapat digunakan sebagai kerangka pengembangan pembelajaran secara lebih luas, sedangkan ASSURE lebih praktis ketika guru ingin merancang pembelajaran tertentu dengan memanfaatkan metode dan media yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan model Dick & Carey, ASSURE lebih sederhana dan lebih mudah dipahami untuk digunakan oleh guru dalam merancang pembelajaran sehari-hari. Model Dick & Carey memiliki tahapan yang lebih rinci dan sistematis karena melihat pembelajaran sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan. Model ini tidak hanya memperhatikan tujuan dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga analisis instruksional, karakteristik peserta didik, penyusunan instrumen penilaian, strategi pembelajaran, serta evaluasi formatif dan sumatif. ASSURE tidak serinci Dick & Carey, tetapi memiliki kelebihan dalam hal kemudahan penerapan, terutama ketika guru ingin memilih dan menggunakan media pembelajaran secara tepat serta memastikan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran.
Dari perbandingan tersebut, saya menyimpulkan bahwa ketiga model memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu guru atau pengembang pembelajaran agar proses pembelajaran dapat dirancang secara terarah dan mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perbedaannya terletak pada fokus dan tingkat kerinciannya. ADDIE lebih bersifat umum dan fleksibel, Dick & Carey lebih sistematis dan rinci dalam melihat pembelajaran sebagai suatu sistem, sedangkan ASSURE lebih menekankan pada perencanaan pembelajaran di kelas, karakteristik peserta didik, penggunaan media, dan keterlibatan peserta didik. Oleh karena itu, pemilihan model sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika guru membutuhkan model yang praktis untuk merancang kegiatan pembelajaran dengan media yang tepat dan melibatkan peserta didik secara aktif, ASSURE dapat menjadi pilihan yang sesuai.
Demikan pendapat dari saya, Ibu,
Mohon maaf jika ada kekurangan, Terima Kasih Ibu.
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Selamat siang Ibu, mohon izin saya :
Nama : Ucep Saifulloh
NPM : 2623031008
Mohon izin untuk menjawab pertanyaan yang sudah disajikan, Menurut pendapat saya terkait model desain pembelajaran ASSURE ini merupakan model yang cukup praktis dan mudah diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Model ASSURE menekankan pada bagaimana guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, tujuan pembelajaran, pemilihan metode, media, dan bahan ajar yang sesuai. ASSURE terdiri dari beberapa tahapan, yaitu Analyze Learners, State Objectives, Select Methods, Media and Materials, Utilize Media and Materials, Require Learner Participation, serta Evaluate and Revise. Dari tahapan tersebut dapat dilihat bahwa peserta didik menjadi salah satu perhatian utama dalam merancang pembelajaran. Guru tidak hanya menentukan materi dan metode, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan awal, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik agar pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif.
Jika dibandingkan dengan model ADDIE, ASSURE memiliki beberapa kesamaan, terutama dalam hal adanya tahapan analisis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Namun, ADDIE memiliki cakupan yang lebih umum dan fleksibel karena dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis program atau bahan pembelajaran, baik dalam skala kecil maupun besar. Sementara itu, ASSURE lebih berorientasi pada proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dan lebih menekankan pada pemanfaatan media serta keterlibatan peserta didik. Dengan demikian, ADDIE dapat digunakan sebagai kerangka pengembangan pembelajaran secara lebih luas, sedangkan ASSURE lebih praktis ketika guru ingin merancang pembelajaran tertentu dengan memanfaatkan metode dan media yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan model Dick & Carey, ASSURE lebih sederhana dan lebih mudah dipahami untuk digunakan oleh guru dalam merancang pembelajaran sehari-hari. Model Dick & Carey memiliki tahapan yang lebih rinci dan sistematis karena melihat pembelajaran sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan. Model ini tidak hanya memperhatikan tujuan dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga analisis instruksional, karakteristik peserta didik, penyusunan instrumen penilaian, strategi pembelajaran, serta evaluasi formatif dan sumatif. ASSURE tidak serinci Dick & Carey, tetapi memiliki kelebihan dalam hal kemudahan penerapan, terutama ketika guru ingin memilih dan menggunakan media pembelajaran secara tepat serta memastikan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran.
Dari perbandingan tersebut, saya menyimpulkan bahwa ketiga model memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu guru atau pengembang pembelajaran agar proses pembelajaran dapat dirancang secara terarah dan mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perbedaannya terletak pada fokus dan tingkat kerinciannya. ADDIE lebih bersifat umum dan fleksibel, Dick & Carey lebih sistematis dan rinci dalam melihat pembelajaran sebagai suatu sistem, sedangkan ASSURE lebih menekankan pada perencanaan pembelajaran di kelas, karakteristik peserta didik, penggunaan media, dan keterlibatan peserta didik. Oleh karena itu, pemilihan model sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Jika guru membutuhkan model yang praktis untuk merancang kegiatan pembelajaran dengan media yang tepat dan melibatkan peserta didik secara aktif, ASSURE dapat menjadi pilihan yang sesuai.
Demikan pendapat dari saya, Ibu,
Mohon maaf jika ada kekurangan, Terima Kasih Ibu.
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Assalamualaikum wr wb
Mohon izin ibu, saya:
Nama : Barine Briliance Ikhsan
NPM : 2623031002
Model ASSURE ini cocok diterapkan langsung di kelas karena bisa mengkreasikan media terutama IT. Di dalamnya juga ada bloom taksonomi yg dipelajari, untuk melihat ciri2 siswa yg memiliki lower order thinking skiil hingga high order thinking skiil.
Sebelumnya sudah dipelajari tentang model ADDIE, Dick and Carey dan ASSURE. Ketiganya saling melengkapi, kalau diurutkan berdasarkan yg umum ke khusus model yg cocok dipraktikkan sebagai kerangka kerja/umum itu ADDIE lebih spesifik ada model Dick and Carey ada 9 komponen yg detil cocok untuk merevisi atau mengembangkan management kurikulum, lebih kecil lagi ada ASSURE menekankan untuk mengetahui masalah pembelajaran guru di kelas, pengembangan media belajar dg IT.
Sekian, terima kasih ibu
Mohon izin ibu, saya:
Nama : Barine Briliance Ikhsan
NPM : 2623031002
Model ASSURE ini cocok diterapkan langsung di kelas karena bisa mengkreasikan media terutama IT. Di dalamnya juga ada bloom taksonomi yg dipelajari, untuk melihat ciri2 siswa yg memiliki lower order thinking skiil hingga high order thinking skiil.
Sebelumnya sudah dipelajari tentang model ADDIE, Dick and Carey dan ASSURE. Ketiganya saling melengkapi, kalau diurutkan berdasarkan yg umum ke khusus model yg cocok dipraktikkan sebagai kerangka kerja/umum itu ADDIE lebih spesifik ada model Dick and Carey ada 9 komponen yg detil cocok untuk merevisi atau mengembangkan management kurikulum, lebih kecil lagi ada ASSURE menekankan untuk mengetahui masalah pembelajaran guru di kelas, pengembangan media belajar dg IT.
Sekian, terima kasih ibu
Assalamualaikum wr.wb
Nama : Rejeki Charistias Siregar
NPM : 2623031019
Izin memberika kesimpulan Ibu, desain pembelajaran ASSURE (Analyze learners, State objectives, Select media/materials, Utilize media/materials, Require learner participation, Evaluate and revise) dapat dimaknai sebagai kerangka kerja prosedural yang sangat praktis dan berpusat pada peserta didik, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi dan media ke dalam ekosistem ruang kelas. Berdasarkan hakikat dari model ini, ASSURE memberikan panduan taktis bagi pendidik (di tingkat mikro atau setara Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP) untuk memastikan bahwa pemilihan media tidak sekadar menjadi pelengkap visual, melainkan instrumen esensial yang diorkestrasi untuk memicu interaksi dan partisipasi aktif siswa. Pendekatan ini menuntut pendidik IPS untuk sejak awal membedah karakteristik kognitif dan sosial-kultural siswanya, lalu merumuskan tujuan spesifik (behavioral objectives), sehingga pemanfaatan media di ruang kelas menjadi terukur dampaknya. Tahapan akhirnya bermuara pada siklus evaluasi dan revisi yang berkesinambungan. Dalam konteks Pendidikan IPS yang erat dengan analisis fenomena sosial, model ASSURE sangat operasional digunakan untuk mendesain pembelajaran yang menuntut intervensi media digital/visual (seperti film dokumenter, peta digital, atau arsip sejarah) guna mengonkretkan realitas sosial yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang riil dan dialogis.
Apabila dikomparasikan dengan model ADDIE dan Dick & Carey, terdapat perbedaan fundamental dari segi filosofi, skala penerapan, dan tingkat kompleksitas sistem. ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) bertindak sebagai master framework (kerangka makro) yang sangat generik, luwes, dan universal. ADDIE lebih ideal digunakan untuk pengembangan kurikulum atau program pendidikan dalam skala makro/besar. Sementara itu, ASSURE hadir sebagai kerangka yang jauh lebih spesifik untuk skala mikro (kegiatan harian di kelas) dengan menitikberatkan pada peranan teknologi. Di kutub yang lain, model Dick & Carey mengusung pendekatan sistem (Systems Approach) yang sangat rigid, detail, preskriptif, dan berpijak kuat pada aliran behavioristik melalui 10 tahapan linier. Dick & Carey menuntut presisi analisis yang sangat tinggi antara tujuan, kompetensi awal, hingga evaluasi formatif-sumatif yang terpisah dan berlapis, sehingga lebih cocok digunakan untuk merancang modul pembelajaran atau sistem instruksional terprogram yang kompleks dan berskala institusional.
Kesimpulannya, jika ADDIE diibaratkan sebagai cetak biru (blueprint) kerangka dasar yang fleksibel untuk merancang ekosistem program pembelajaran, dan Dick & Carey adalah manual rekayasa sistem yang sangat prosedural dan ketat demi memastikan tingkat kegagalan instruksional yang minimal pada subjek belajar yang masif, maka ASSURE adalah pedoman taktis yang paling bersahabat bagi guru di garis depan untuk mendesain interaksi satu pertemuan yang hidup, adaptif, dan kaya akan stimulasi teknologi bagi peserta didiknya.
Nama : Rejeki Charistias Siregar
NPM : 2623031019
Izin memberika kesimpulan Ibu, desain pembelajaran ASSURE (Analyze learners, State objectives, Select media/materials, Utilize media/materials, Require learner participation, Evaluate and revise) dapat dimaknai sebagai kerangka kerja prosedural yang sangat praktis dan berpusat pada peserta didik, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi dan media ke dalam ekosistem ruang kelas. Berdasarkan hakikat dari model ini, ASSURE memberikan panduan taktis bagi pendidik (di tingkat mikro atau setara Rencana Pelaksanaan Pembelajaran/RPP) untuk memastikan bahwa pemilihan media tidak sekadar menjadi pelengkap visual, melainkan instrumen esensial yang diorkestrasi untuk memicu interaksi dan partisipasi aktif siswa. Pendekatan ini menuntut pendidik IPS untuk sejak awal membedah karakteristik kognitif dan sosial-kultural siswanya, lalu merumuskan tujuan spesifik (behavioral objectives), sehingga pemanfaatan media di ruang kelas menjadi terukur dampaknya. Tahapan akhirnya bermuara pada siklus evaluasi dan revisi yang berkesinambungan. Dalam konteks Pendidikan IPS yang erat dengan analisis fenomena sosial, model ASSURE sangat operasional digunakan untuk mendesain pembelajaran yang menuntut intervensi media digital/visual (seperti film dokumenter, peta digital, atau arsip sejarah) guna mengonkretkan realitas sosial yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang riil dan dialogis.
Apabila dikomparasikan dengan model ADDIE dan Dick & Carey, terdapat perbedaan fundamental dari segi filosofi, skala penerapan, dan tingkat kompleksitas sistem. ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) bertindak sebagai master framework (kerangka makro) yang sangat generik, luwes, dan universal. ADDIE lebih ideal digunakan untuk pengembangan kurikulum atau program pendidikan dalam skala makro/besar. Sementara itu, ASSURE hadir sebagai kerangka yang jauh lebih spesifik untuk skala mikro (kegiatan harian di kelas) dengan menitikberatkan pada peranan teknologi. Di kutub yang lain, model Dick & Carey mengusung pendekatan sistem (Systems Approach) yang sangat rigid, detail, preskriptif, dan berpijak kuat pada aliran behavioristik melalui 10 tahapan linier. Dick & Carey menuntut presisi analisis yang sangat tinggi antara tujuan, kompetensi awal, hingga evaluasi formatif-sumatif yang terpisah dan berlapis, sehingga lebih cocok digunakan untuk merancang modul pembelajaran atau sistem instruksional terprogram yang kompleks dan berskala institusional.
Kesimpulannya, jika ADDIE diibaratkan sebagai cetak biru (blueprint) kerangka dasar yang fleksibel untuk merancang ekosistem program pembelajaran, dan Dick & Carey adalah manual rekayasa sistem yang sangat prosedural dan ketat demi memastikan tingkat kegagalan instruksional yang minimal pada subjek belajar yang masif, maka ASSURE adalah pedoman taktis yang paling bersahabat bagi guru di garis depan untuk mendesain interaksi satu pertemuan yang hidup, adaptif, dan kaya akan stimulasi teknologi bagi peserta didiknya.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ibu.
Nama: Dewi Rahayu
NPM: 2623031014
Mohon izin memberikan jawaban, ibu.
Menurut saya Model ASSURE bisa digunakan sebaai desain pembelajaran yang praktis dan mudah diterapkan oleh guru di kelas. ASSURE lebih operasional bagi guru karena langsung menuntun keputusan pembelajaran di kelas, khususnya saat memilih dan memanfaatkan media/teknologi serta merancang partisipasi aktif siswa. Model assure menekankan pentingnya memahami karakteristik siswa, menentukan tujuan pembelajaran, memilih media dan strategi yang sesuai, melibatkan siswa secara aktif, serta melakukan evaluasi untuk perbaikan pembelajaran.
Dibandingkan dengan ADDIE, ASSURE lebih fokus pada pelaksanaan pembelajaran di kelas dan penggunaan media atau teknologi. ADDIE lebih bersifat umum karena digunakan untuk merancang program pembelajaran dari tahap analisis hingga evaluasi.
Sementara itu, Dick & Carey lebih rinci dan sistematis karena setiap komponen, mulai dari tujuan, materi, strategi, asesmen, hingga evaluasi, dirancang secara terstruktur. Jadi, ASSURE cocok digunakan guru untuk merancang pembelajaran sehari-hari, ADDIE cocok untuk mengembangkan program pembelajaran, sedangkan Dick & Carey cocok untuk desain pembelajaran yang lebih lengkap dan mendalam.
Nama: Dewi Rahayu
NPM: 2623031014
Mohon izin memberikan jawaban, ibu.
Menurut saya Model ASSURE bisa digunakan sebaai desain pembelajaran yang praktis dan mudah diterapkan oleh guru di kelas. ASSURE lebih operasional bagi guru karena langsung menuntun keputusan pembelajaran di kelas, khususnya saat memilih dan memanfaatkan media/teknologi serta merancang partisipasi aktif siswa. Model assure menekankan pentingnya memahami karakteristik siswa, menentukan tujuan pembelajaran, memilih media dan strategi yang sesuai, melibatkan siswa secara aktif, serta melakukan evaluasi untuk perbaikan pembelajaran.
Dibandingkan dengan ADDIE, ASSURE lebih fokus pada pelaksanaan pembelajaran di kelas dan penggunaan media atau teknologi. ADDIE lebih bersifat umum karena digunakan untuk merancang program pembelajaran dari tahap analisis hingga evaluasi.
Sementara itu, Dick & Carey lebih rinci dan sistematis karena setiap komponen, mulai dari tujuan, materi, strategi, asesmen, hingga evaluasi, dirancang secara terstruktur. Jadi, ASSURE cocok digunakan guru untuk merancang pembelajaran sehari-hari, ADDIE cocok untuk mengembangkan program pembelajaran, sedangkan Dick & Carey cocok untuk desain pembelajaran yang lebih lengkap dan mendalam.
Azzahra Melani Putri Dania
NPM 2623031007
Model desain pembelajaran ASSURE (Analyze learners, State standards and objectives, Select strategies, technology, media, and materials, Utilize technology, media, and materials, Require learner participation, dan Evaluate and revise) merupakan model desain instruksional prosedural yang berfokus pada ruang lingkup mikroskopis atau operasional di tingkat kelas. Kesimpulan utama dari model ASSURE adalah penekanannya yang sangat kuat pada integrasi teknologi dan media secara efektif, serta pelibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Berbeda dengan model umum lainnya, ASSURE dirancang sebagai panduan praktis bagi pendidik atau guru dalam merencanakan skenario pembelajaran harian di dalam kelas agar dapat memilih, memanfaatkan, dan mengevaluasi bahan ajar serta media berbasis karakteristik aktual para peserta didik.
Perbandingan Model ASSURE dengan ADDIE dan Dick & Carey
- Fokus dan Skala Penerapan: Model ADDIE bekerja sebagai kerangka kerja konseptual yang umum, fleksibel, dan serbaguna (generic model) untuk pengembangan produk atau kurikulum pembelajaran secara menyeluruh (macro/micro). Model Dick & Carey memiliki pendekatan sistem yang sangat presisi, rinci, dan kompleks (systems approach model) yang biasanya diterapkan dalam cakupan luas seperti penyusunan program pelatihan, sistem kurikulum, atau materi modular berskala besar. Sementara itu, ASSURE difokuskan secara spesifik pada ranah micro-instructional, yakni perencanaan pembelajaran langsung di tingkat kelas dengan optimalisasi media dan keterlibatan peserta didik.
- Prosedur dan Langkah Kerja: Model ADDIE berlandaskan pada 5 fase utama yang linier namun berulang (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model Dick & Carey melangkah lebih komprehensif melalui 10 tahapan sistematis terikat, di mana analisis kebutuhan, analisis instruksional, serta pembuatan instrumen penilaian dilakukan secara ketat dengan evaluasi formatif dan revisi yang berkesinambungan. Sebaliknya, model ASSURE menyederhanakan alur tersebut menjadi 6 langkah operasional yang langsung mengarah pada pemilihan strategi/media (Select), uji coba dan penerapan media (Utilize), hingga tuntutan partisipasi aktif siswa (Require learner participation).
- Integrasi Media dan Partisipasi Peserta Didik: Pada ADDIE dan Dick & Carey, pemilihan media serta partisipasi siswa merupakan bagian tersirat dari tahap desain (design/instructional strategy) dan pengembangan (development). Namun pada ASSURE, penggunaan media/teknologi dan bentuk keaktifan siswa ditempatkan sebagai tahapan utama tersendiri, menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran di kelas modern sangat bergantung pada bagaimana guru memanfaatkan teknologi interaktif dan mendorong peserta didik untuk berpartisipasi secara langsung selama proses belajar berlangsung.
NPM 2623031007
Model desain pembelajaran ASSURE (Analyze learners, State standards and objectives, Select strategies, technology, media, and materials, Utilize technology, media, and materials, Require learner participation, dan Evaluate and revise) merupakan model desain instruksional prosedural yang berfokus pada ruang lingkup mikroskopis atau operasional di tingkat kelas. Kesimpulan utama dari model ASSURE adalah penekanannya yang sangat kuat pada integrasi teknologi dan media secara efektif, serta pelibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Berbeda dengan model umum lainnya, ASSURE dirancang sebagai panduan praktis bagi pendidik atau guru dalam merencanakan skenario pembelajaran harian di dalam kelas agar dapat memilih, memanfaatkan, dan mengevaluasi bahan ajar serta media berbasis karakteristik aktual para peserta didik.
Perbandingan Model ASSURE dengan ADDIE dan Dick & Carey
- Fokus dan Skala Penerapan: Model ADDIE bekerja sebagai kerangka kerja konseptual yang umum, fleksibel, dan serbaguna (generic model) untuk pengembangan produk atau kurikulum pembelajaran secara menyeluruh (macro/micro). Model Dick & Carey memiliki pendekatan sistem yang sangat presisi, rinci, dan kompleks (systems approach model) yang biasanya diterapkan dalam cakupan luas seperti penyusunan program pelatihan, sistem kurikulum, atau materi modular berskala besar. Sementara itu, ASSURE difokuskan secara spesifik pada ranah micro-instructional, yakni perencanaan pembelajaran langsung di tingkat kelas dengan optimalisasi media dan keterlibatan peserta didik.
- Prosedur dan Langkah Kerja: Model ADDIE berlandaskan pada 5 fase utama yang linier namun berulang (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model Dick & Carey melangkah lebih komprehensif melalui 10 tahapan sistematis terikat, di mana analisis kebutuhan, analisis instruksional, serta pembuatan instrumen penilaian dilakukan secara ketat dengan evaluasi formatif dan revisi yang berkesinambungan. Sebaliknya, model ASSURE menyederhanakan alur tersebut menjadi 6 langkah operasional yang langsung mengarah pada pemilihan strategi/media (Select), uji coba dan penerapan media (Utilize), hingga tuntutan partisipasi aktif siswa (Require learner participation).
- Integrasi Media dan Partisipasi Peserta Didik: Pada ADDIE dan Dick & Carey, pemilihan media serta partisipasi siswa merupakan bagian tersirat dari tahap desain (design/instructional strategy) dan pengembangan (development). Namun pada ASSURE, penggunaan media/teknologi dan bentuk keaktifan siswa ditempatkan sebagai tahapan utama tersendiri, menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran di kelas modern sangat bergantung pada bagaimana guru memanfaatkan teknologi interaktif dan mendorong peserta didik untuk berpartisipasi secara langsung selama proses belajar berlangsung.
Nama : Rindi Adya Molis
NPM : 2623031017
Model desain pembelajaran ASSURE merupakan kerangka dalam pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik dalam merencanakan dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Langkah-Langkah dalam model ASSURE terdiri dari :
1. Analyze Leaners (Analisis karakter peserta didik): seorang pendidik harus memahami latar belakang, kemampuan gaya belajar, serta kebutuhan siswa
2. State Objective (Menetapkan Tujuan Pembelajaran): menentukan apa yang diharapkan dapat tercapai oleh siswa setelah selesai pembelajaran
3. Select Methods, Media, and Materials (Memilih Metode, Media, dan Materi): memilih metode pengajaran yang sesuai, serta menyiapkan media dan materi pembelajaran yang mendukung tujuan pembelajaran
4. Utilize Media and Materials (Memanfaatkan Media dan Materi): mengimplementasikan media dan materi yang telah dipilih ke dalam proses pembelajaran di kelas
5. Require Learner Participation (Mendorong Partisipasi Peserta Didik): menilai efektivitas pembelajaran secara keseluruhan, baik dari segi pencapaian siswa maupun media.
Menurut saya perbandingan model desain pembelajaran ASSURE dibanding kedua model sebelumnya yaitu ADDIE dan Dick & Grey adalah pada model ASSURE lebih menekankan pada penggunaan teknologi selama proses pembelajaran, sedangkan model pembelajaran ADDIE lebih menekankan bahwa dalam pembelajaran yang disusun harus berdasarkan kebutuhan peserta didik, dan untuk Model Dick & Grey ini lebih menekankan pada keterpaduan setiap komponen agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
NPM : 2623031017
Model desain pembelajaran ASSURE merupakan kerangka dalam pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik dalam merencanakan dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Langkah-Langkah dalam model ASSURE terdiri dari :
1. Analyze Leaners (Analisis karakter peserta didik): seorang pendidik harus memahami latar belakang, kemampuan gaya belajar, serta kebutuhan siswa
2. State Objective (Menetapkan Tujuan Pembelajaran): menentukan apa yang diharapkan dapat tercapai oleh siswa setelah selesai pembelajaran
3. Select Methods, Media, and Materials (Memilih Metode, Media, dan Materi): memilih metode pengajaran yang sesuai, serta menyiapkan media dan materi pembelajaran yang mendukung tujuan pembelajaran
4. Utilize Media and Materials (Memanfaatkan Media dan Materi): mengimplementasikan media dan materi yang telah dipilih ke dalam proses pembelajaran di kelas
5. Require Learner Participation (Mendorong Partisipasi Peserta Didik): menilai efektivitas pembelajaran secara keseluruhan, baik dari segi pencapaian siswa maupun media.
Menurut saya perbandingan model desain pembelajaran ASSURE dibanding kedua model sebelumnya yaitu ADDIE dan Dick & Grey adalah pada model ASSURE lebih menekankan pada penggunaan teknologi selama proses pembelajaran, sedangkan model pembelajaran ADDIE lebih menekankan bahwa dalam pembelajaran yang disusun harus berdasarkan kebutuhan peserta didik, dan untuk Model Dick & Grey ini lebih menekankan pada keterpaduan setiap komponen agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ibu
Nama: Redo
NPM: 2623031016
Izin menjawab pertanyaan di atas..
ASSURE adalah model desain pembelajaran yang praktis dan berorientasi pada guru di kelas. Modelnya terdiri atas enam langkah: menganalisis karakteristik siswa, merumuskan tujuan, memilih metode, media, dan bahan ajar, menggunakan media tersebut, mewajibkan partisipasi siswa, serta mengevaluasi dan merevisi. Kekhasan ASSURE ada pada penekanannya terhadap pemanfaatan media dan keterlibatan aktif siswa, sehingga pembelajaran tidak berjalan satu arah. Kelemahannya, analisis kebutuhan dan perumusan tujuan umum kurang mendalam, dan evaluasinya tidak serinci model lain.
Jika dibandingkan, ketiga model sama-sama sistematis, berpusat pada tujuan, dan menekankan evaluasi untuk perbaikan. ADDIE (lima tahap) adalah kerangka umum yang fleksibel dan mudah diingat, tetapi tidak menjelaskan detail cara kerjanya. Dick & Carey (sepuluh langkah) adalah yang paling rinci karena menjaga keselarasan antara tujuan, penilaian, dan strategi pembelajaran, namun prosesnya panjang dan rumit bagi guru. ASSURE (enam langkah) berada di tengah: lebih sederhana daripada Dick & Carey, tetapi lebih terarah pada praktik di kelas daripada ADDIE.
Dengan demikian, pilihan model bergantung pada kebutuhan. ASSURE cocok untuk guru yang merancang pembelajaran harian atau mingguan dengan cepat dan ingin memaksimalkan media. Dick & Carey lebih tepat untuk merancang kursus atau program yang menuntut ketelitian tinggi, sedangkan ADDIE cocok sebagai kerangka dasar yang fleksibel untuk beragam proyek pengembangan pembelajaran.
Terima kasih..
Nama: Redo
NPM: 2623031016
Izin menjawab pertanyaan di atas..
ASSURE adalah model desain pembelajaran yang praktis dan berorientasi pada guru di kelas. Modelnya terdiri atas enam langkah: menganalisis karakteristik siswa, merumuskan tujuan, memilih metode, media, dan bahan ajar, menggunakan media tersebut, mewajibkan partisipasi siswa, serta mengevaluasi dan merevisi. Kekhasan ASSURE ada pada penekanannya terhadap pemanfaatan media dan keterlibatan aktif siswa, sehingga pembelajaran tidak berjalan satu arah. Kelemahannya, analisis kebutuhan dan perumusan tujuan umum kurang mendalam, dan evaluasinya tidak serinci model lain.
Jika dibandingkan, ketiga model sama-sama sistematis, berpusat pada tujuan, dan menekankan evaluasi untuk perbaikan. ADDIE (lima tahap) adalah kerangka umum yang fleksibel dan mudah diingat, tetapi tidak menjelaskan detail cara kerjanya. Dick & Carey (sepuluh langkah) adalah yang paling rinci karena menjaga keselarasan antara tujuan, penilaian, dan strategi pembelajaran, namun prosesnya panjang dan rumit bagi guru. ASSURE (enam langkah) berada di tengah: lebih sederhana daripada Dick & Carey, tetapi lebih terarah pada praktik di kelas daripada ADDIE.
Dengan demikian, pilihan model bergantung pada kebutuhan. ASSURE cocok untuk guru yang merancang pembelajaran harian atau mingguan dengan cepat dan ingin memaksimalkan media. Dick & Carey lebih tepat untuk merancang kursus atau program yang menuntut ketelitian tinggi, sedangkan ADDIE cocok sebagai kerangka dasar yang fleksibel untuk beragam proyek pengembangan pembelajaran.
Terima kasih..