Diskusi

Diskusi

Jumlah balasan: 18

cobalah kemukakan disini bagaimana seharusnya menyiapkan pendidik profesional di bidang pendidikan ips saat ini guna mengantisipasi perkembangan di masa mendatang? Selamat belajar. Terimakasih.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh anggun anggrani -
Izin menjawab Bu saya Anggun Anggrani (263031001), menurut saya, pendidik profesional dalam bidang pendidikan IPS perlu disiapkan bukan hanya agar mampu untuk menguasai pembelajaran IPS, akan tetapi juga dapat membaca perubahan teknologi, ekonomi, budaya dan sosial yang mungkin akan dialami peserta didik di masa yang akan datang. Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan yaitu seperti menanamkan kemampuan berpikir kritis, dengan membedakan antara fakta dan hoax, mencari kebenaran dengan menggunakan data, selanjutnya memperkuat kompetensi sosial, dan emosional, dapat juga menghubungkan pembelajaran dengan persoalan nyata pada masyarakat, pengembangan literasi digital, serta kemauan belajar sepanjang hayat. Dan masih banyak lagi hal yang perlu pendidik pelajari dan sesuaikan seiring perkembangan teknologi yang terus berkembang. Terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Vilia Ariana -
Assalamualaikum Ibu, saya Vilia Ariana dengan NPM 2623031010 izin berdiskusi


Menurut saya, untuk menyiapkan pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS saat ini yang terpenting adalah guru tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan zaman. Perubahan teknologi, media sosial, dan kondisi masyarakat membuat guru IPS harus memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, serta memiliki literasi digital. Dengan begitu, pembelajaran IPS tidak hanya berupa hafalan, tetapi dapat dikaitkan dengan kehidupan dan permasalahan yang benar-benar terjadi di masyarakat.
Pendidik IPS juga perlu dibekali kemampuan menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) secara bijak. Misalnya, guru dapat memanfaatkan AI untuk mencari ide pembelajaran atau membantu mengolah informasi, tetapi tetap mengajarkan siswa untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut. Hal ini penting karena perkembangan teknologi juga membawa tantangan seperti berita palsu, hoaks, dan penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, pembelajaran IPS sebaiknya lebih banyak menggunakan metode yang membuat siswa aktif, seperti diskusi, studi kasus, dan problem-based learning. Contohnya, ketika membahas masalah kemiskinan atau perubahan sosial, siswa dapat diajak mengamati kondisi di lingkungan sekitar, mencari penyebabnya, kemudian berdiskusi mengenai solusi yang mungkin dilakukan. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar menganalisis masalah sosial secara langsung.

Jadi, pendidik IPS di masa depan harus menjadi guru yang mau terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan sosial. Menurut saya, teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan menggantikan peran guru. Karena itu, pendidik profesional perlu memiliki keseimbangan antara penguasaan materi, kemampuan mengajar, literasi teknologi, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan membentuk karakter peserta didik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Nur Rachma Liani -
Assalamuallaikum wr.wb
izin memperkenalkan diri bu
Nama: Nur Rachma Liani
NPM : 2623031012

Izin menanggapi bu, Jadi dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin cepat, pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS perlu dipersiapkan tidak hanya memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Guru IPS di masa sekarang harus memiliki wawasan yang luas mengenai perkembangan global, karena materi IPS berkaitan erat dengan kehidupan manusia, lingkungan, ekonomi, politik, budaya, serta berbagai permasalahan sosial yang terus mengalami perubahan.
Salah satu hal penting dalam menyiapkan pendidik IPS profesional adalah meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional. Guru tidak cukup hanya memahami teori dan konsep IPS, tetapi juga harus mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pembelajaran IPS perlu dibuat lebih menarik dan kontekstual agar siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memahami dan menganalisis berbagai fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.
Selain itu, pendidik IPS juga harus memiliki kemampuan literasi digital. Perkembangan teknologi memberikan banyak peluang dalam proses pembelajaran, seperti penggunaan media digital, sumber belajar online, dan berbagai aplikasi pembelajaran. Guru yang mampu memanfaatkan teknologi akan lebih mudah menciptakan pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kehidupan generasi saat ini. Namun, penggunaan teknologi juga harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar siswa mampu memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak valid.

Di masa mendatang, guru IPS juga harus memiliki karakter sebagai pendidik yang terbuka terhadap perubahan dan terus melakukan pengembangan diri. Guru perlu mengikuti pelatihan, melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran, serta memperbarui pengetahuan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kondisi masyarakat. Hal ini penting karena permasalahan sosial di masa depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan pendidik yang mampu membimbing siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan memiliki kepedulian sosial.

Dengan demikian, menyiapkan pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS tidak hanya berfokus pada kemampuan menyampaikan materi, tetapi juga membentuk guru yang adaptif, inovatif, memiliki wawasan luas, serta mampu membimbing peserta didik menghadapi tantangan masa depan. Guru IPS harus menjadi fasilitator yang membantu siswa memahami kehidupan sosial dan mempersiapkan mereka menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Cica Gafu Arta -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang ibu.
Nama : Cica Gafuarta
NPM : 2623031009

Pendidik IPS profesional perlu terus meningkatkan kemampuan, bukan hanya dalam menguasai materi, tetapi juga dalam menggunakan teknologi dan memahami perkembangan zaman. Guru juga harus mampu berpikir kritis, kreatif, dan mengaitkan pembelajaran dengan masalah nyata di masyarakat.

Dengan begitu, pendidik IPS akan lebih siap menghadapi perubahan di masa depan dan dapat membentuk peserta didik yang kritis, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Barine Briliance Ikhsan -
Barine Briliance Ikhsan -2623031002
Untuk menyiapkan pendidikan profesional berarti aspek pedagogik, menurut NCSS yaitu organisasi sosia/IPS internasional ada 9 hal diantaranya:
1. Pengembangan pembelajaran
2. Gaya pembelajaran yang berdiferensi
3. Berfikir kritis, sebagai pemecah masalah, dan skill
4. Student center dan memberikan motivasi
5. Inkuiri, kolaborasi dan lingkungan belajar yang supportif
6. Perencanaan pembelajaran
7. Assessment
8. Refleksi dan berkembang
9. Kepemimpinan yang profesional
Saat ini banyak peran yang diemban guru di sekolah, sehingga indikator dalam menentukan keberhasilan pembelajaran juga harus jelas seperti meningkatkan hasil belajar dan menjadi pelajar berkarakter. Perubahan kurikulum yang selalu berganti harus diarahkan menuju pendidikan yang tidak pragmatis dan materialistis namun kepada pendidikan nilai moral yang mampu membuat harmoni alam semesta, kehidupan dan manusia yang indah dan tidak merusak.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh AZZAHRA MELANI PUTRI DANIA -
Nama: AZZAHRA MELANI PUTRI DANIA
NPM: 2623031007
izin menjawab ibu

Menyiapkan pendidik profesional di bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) saat ini memerlukan transformasi mendasar yang berfokus pada penguasaan teknologi digital, literasi data, dan adaptabilitas pedagogis. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta meluapnya arus informasi global, calon guru IPS tidak lagi cukup hanya dibekali dengan hafalan teori-teori sosial atau fakta sejarah statis. Kurikulum pendidikan guru IPS di perguruan tinggi harus dirancang secara dinamis dengan mengintegrasikan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), sehingga pendidik mampu memanfaatkan media digital, visualisasi data sosial, hingga analisis isu-isu global secara kritis dan interaktif di kelas. Selain penguasaan teknologi, penguatan kompetensi berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) dan literasi krisis menjadi pilar utama dalam mencetak guru IPS masa depan. Pendidik IPS harus dilatih untuk mentransformasikan pembelajaran dari sekadar transfer pengetahuan menjadi ruang analisis kritis terhadap dinamika sosial, seperti perubahan iklim, disparitas ekonomi, kebhinekaan, dan etika kewarganegaraan digital. Melalui pendekatan interdisipliner seperti pemanfaatan Design Thinking, pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), serta studi kasus riil di masyarakat—guru IPS dapat membimbing siswa untuk memahami hubungan multidimensional antara manusia, lingkungan, dan teknologi. Profesionalisme pendidik IPS di masa mendatang sangat bergantung pada komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dan kemampuan berkolaborasi. LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dan pemerintah perlu menyediakan ekosistem pelatihan yang berkelanjutan, riset tindakan kelas yang inovatif, serta ruang jejaring komunitas belajar antar-pendidik. Dengan kombinasi ketajaman analisis sosial, penguasaan teknologi mutakhir, dan empati kemanusiaan yang kuat, pendidik IPS akan siap mencetak generasi muda yang tidak hanya tanggap terhadap perubahan zaman, tetapi juga memiliki kesadaran kritis dan karakter kebangsaan yang kokoh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Santa Feni Brigita -
Izin menjawab Bu, Saya Santa Feni Brigita (2623031005).

menurut saya, Pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS perlu dipersiapkan dengan meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Guru IPS tidak hanya menguasai materi sosial, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital, menerapkan pembelajaran kritis, kreatif, dan kontekstual sesuai perkembangan zaman.

Ke depan, pendidik IPS harus mampu membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, pemecahan masalah, kesadaran sosial, serta nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Selain itu, guru perlu terus melakukan pengembangan diri melalui penelitian, pelatihan, dan kolaborasi agar mampu menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan tantangan global di masa mendatang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Ucep Saifulloh -
Assalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatuh
Selamat siang Ibu, Mohon ijin.
Nama: Ucep Saifulloh
NPM : 2623031008
Mohon ijin untuk menjawab pertanyaan yang sudah disediakan ibu.

Menurut pendapat saya, untuk menyiapkan seorang pendidik IPS yang memiliki jiwa profesional dan siap menghadapi masa depan yaitu fokus utamanya adalah terletak pada transformasi atau perubahan kompetensi dari sekadar pengajar materi menjadi deainer pembelajaran yang adaptifm berkarakter dan melek akan teknologi kekinian.
Ada beberapa strategi yang perlu disiapkan oleh seorang pengajar atau pendidik IPS diantaranya :
1. Penguatan Kompetensi Digital dan AI Literacy, maksudnya ialah pendidik IPS di masa depan wajib menguasai literasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan kemampuan merancang pembelajaran berbasis teknologi (TPACK).
2. di era Society 5.0 yang berpusat pada manusia, guru IPS harus menjadi teladan moral dan memiliki kecerdasan emosional tinggi. Penguatan etika digital, empati, dan kemampuan mengelola emosi diri serta siswa dalam menghadapi dinamika sosial.
3. Pembelajaran Berbasis Masalah dan Berpikir Kritis yakni Metode pengajaran harus bergeser dari hafalan fakta sejarah/geografi menjadi pengembangan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan kreatif.
4. Kolaborasi dan Komunitas Belajar Profesional (KKG/MGMP), maksudnya adalah Pengembangan profesi tidak bisa berjalan sendiri; diperlukan kolaborasi aktif dalam jejaring guru.
5. Adaptabilitas dan Growth Mindset, Guru harus memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) untuk terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Kesimpulan nya, dengan menerapkan strategi ini, pendidik IPS tidak hanya akan bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga menjadi agen perubahan yang efektif dalam mempersiapkan generasi muda untuk kehidupan bermasyarakat yang kompleks.
Demikian Ibu pendapat saya, kurang dan lebih nya mohon dimaafkan.
Terima Kasih
Wassalamu'alaikum warrohmatullohi wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Dyah Ayu Permatasari -
Assalamu'alaikum wr.wb.
Selamat siang ibu, saya izin menjawab

Nama : Dyah Ayu Permatasari
NPM : 2623031021

Menyiapkan pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS saat ini tidak cukup hanya dengan menguasai materi IPS, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi, kebutuhan peserta didik, dan perkembangan masyarakat di masa mendatang.

Mungkin ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti :
1. Penguatan kompetensi pedagogik dan profesional. Guru IPS harus memahami karakteristik peserta didik serta mampu memilih model dan metode pembelajaran yang sesuai. Pembelajaran IPS sebaiknya tidak hanya berupa hafalan, tetapi mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis masalah sosial, dan mencari solusi.
2. Literasi digital dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Perkembangan AI, media sosial, dan sumber belajar digital membuat guru perlu memiliki literasi digital yang baik. Teknologi seharusnya digunakan sebagai alat untuk memperkaya pembelajaran, bukan menggantikan peran guru.
3. Kemampuan berpikir kritis dan kontekstual. IPS sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, guru perlu menghubungkan materi dengan isu-isu nyata seperti perubahan sosial, ekonomi, lingkungan, keberagaman, dan perkembangan teknologi. Pendekatan seperti Contextual Teaching and Learning dapat membantu siswa memahami bahwa IPS memiliki kaitan langsung dengan kehidupan mereka.
4. Pengembangan keterampilan abad ke-21. Guru perlu membekali siswa dengan kemampuan 4C, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration. Keterampilan tersebut penting agar peserta didik tidak hanya mampu memahami informasi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak.
5. Penguatan karakter dan nilai sosial. Pendidikan IPS memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, guru perlu menanamkan nilai toleransi, gotong royong, demokrasi, kepedulian sosial, dan kemampuan menghargai keberagaman.
6. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Perubahan pendidikan berlangsung sangat cepat. Guru IPS harus terbiasa mengikuti perkembangan kurikulum, penelitian, teknologi, dan isu sosial.

Jadi, pendidik IPS masa depan idealnya adalah guru yang menguasai ilmu, mampu memanfaatkan teknologi, terbuka terhadap perubahan, dan tetap memiliki kepekaan sosial. Dengan perpaduan antara kompetensi akademik, pedagogik, digital, dan karakter, guru IPS akan lebih siap menghadapi perkembangan zaman sekaligus tetap mampu membimbing peserta didik menjadi individu yang kritis, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perubahan masyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh rofi alwan yazid 2623031020 -
Nama : rofi alwan yazid
Npm : 2623031020
Izin menyampaikan pendapat
menurut saya seorang guru dalam bidang pendidikan IPS perlu disiapkan bukan hanya mampu untuk menguasai pembelajaran IPS, akan tetapi juga dapat membaca perubahan teknologi, ekonomi, budaya dan sosial yang mungkin akan dialami peserta didik di masa yang akan datang. Karena di masa saat globalisasi ini banyak sekali perubahan-perubahan struktur sosial ekonomi politik dan teknologi yang selalu berkembang dengan pesat karena kalo seorang guru pendidikan IPS gagal memahami kondisi yang sekarang maka bisa terjadi ketimpangan wawasan antara guru dan peserta didik atau ketidak relevan dengan apa yang di alami peserta didik
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Dewi Rahayu -
Assmualaikum, Izin menjawab Ibu
Nama : Dewi Rahayu
NPM : 2623031014

Menurut saya, untuk menyiapkan pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS dalam menghadapi perkembangan di masa mendatang, guru perlu meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Hal yang paling penting adalah guru tidak hanya menguasai materi dan metode pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) secara bijak dan etis.

Guru IPS perlu dibekali kemampuan menggunakan AI untuk membantu membuat bahan ajar, media pembelajaran, mencari dan mengolah informasi, serta mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, penggunaan AI harus tetap diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar guru mampu menilai kebenaran informasi dan mengajarkan peserta didik untuk tidak menerima informasi secara mentah.

Selain itu, guru perlu mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Pembelajaran IPS juga perlu dibuat lebih kontekstual dengan mengaitkan materi dengan berbagai permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Dengan demikian, guru IPS dapat menjadi pendidik yang adaptif, inovatif, dan tetap mampu menanamkan karakter serta nilai-nilai sosial kepada peserta didik
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Redo Redo -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ibu
Nama: Redo
NPM: 2623031016

Izin menanggapi pertanyaan di atas.
Menurut saya, konsep dasar IPS berkembang secara dinamis dan multidisipliner melalui integrasi berbagai ilmu sosial, seperti sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, dan politik. IPS tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga berkembang untuk membentuk kemampuan berpikir kritis, memahami masalah sosial, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, IPS memiliki peran penting dalam membantu peserta didik memahami kehidupan masyarakat secara lebih utuh.

Di era digital, IPS semakin penting karena masyarakat menghadapi berbagai perubahan akibat globalisasi dan perkembangan teknologi. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperluas pengetahuan, bukan menggantikan kemampuan manusia dalam berpikir. Oleh karena itu, pembelajaran IPS perlu membentuk manusia yang kritis, adaptif, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Pemanfaatan teknologi yang bijak harus tetap diimbangi dengan kemampuan literasi, nilai, dan tanggung jawab sosial.
Terima kasih, bu
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Rindi Adya Molis -
Nama : Rindi Adya Molis
NPM : 2623031017

Pendidik IPS yang perlu disiapkan untuk menjadi pendidik profesional harus mampu menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan di masyarakat, tetapi juga membimbing peserta didik untuk memahami masalah, menganalisis informasi, berpikir kritis, mencari solusi, dan menjadi warga masyarakat yang bertanggung jawab. Guru IPS juga harus mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menghubungkan materi dengan masalah yang terjadi kehidupan nyata, serta terus berusaha untuk meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan, penelitian, dan pembelajaran sepanjang hayat. Hal ini sangat penting karena perkembangan tekonologi, masyarakat, dan kebutuhan peserta didik yang akan selalu berubah. Oleh karena itu, kita sebagai seorang pendidik IPS yang profesional harus menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, inovatif, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan karakter.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Dika Yumanda 2623031015 -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ibu.
Saya Dika Yumanda dengan NPM 2623031015 mohon izin menanggapi.

Pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS saat ini perlu dipersiapkan bukan hanya sebagai penguasaan materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan sosial, teknologi, dan globalisasi. Pembelajaran IPS harus mampu membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, adaptif, serta keterampilan sosial yang relevan dengan kehidupan masa depan. Maka dari itu, kiranya ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh pendidik IPS profesional untuk masa depan, ialah sebagai berikut.

1. Memperkuat penguasaan multidisipliner ilmu sosial
Guru IPS harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap berbagai bidang ilmu sosial seperti sejarah, geografi, sosiologi, ekonomi, sekaligus mampu menghubungkannya dengan humaniora. Hal ini penting karena persoalan sosial masa depan semakin kompleks dan tidak dapat dipahami hanya dari satu perspektif. Hal ini dikarenakan bahwa IPS merupakan integrasi berbagai ilmu sosial dan humaniora untuk membentuk warga negara yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.

2. Meningkatkan literasi digital dan kemampuan memanfaatkan teknologi
Perkembangan teknologi dan globalisasi menuntut guru IPS untuk terus mengembangkan kompetensi digital. Guru tidak cukup hanya menggunakan teknologi sebagai alat presentasi, tetapi harus mampu memanfaatkannya untuk mencari informasi, menganalisis fenomena sosial, menciptakan media pembelajaran, dan menghadirkan persoalan nyata ke dalam kelas. Untuk itu, pembelajaran IPS harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dunia yang berlangsung cepat akibat globalisasi dan kemajuan teknologi.

3. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis
Pendidik IPS masa depan harus mampu merancang pembelajaran yang membuat siswa bertanya, menganalisis, membandingkan, mengevaluasi, dan mengambil keputusan, bukan sekadar menghafal fakta. Karena itu, guru perlu menguasai pembelajaran berbasis masalah, studi kasus, diskusi, investigasi sosial, dan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran IPS berbasis diskusi khususnya teman sebaya dapat memperkuat keterampilan interpersonal sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

4. Menguasai pembelajaran kolaboratif dan partisipatif
Guru profesional perlu bergeser dari posisi sebagai satu-satunya sumber pengetahuan menjadi fasilitator pembelajaran. Peserta didik diberi ruang untuk bekerja sama, berdiskusi, melakukan penyelidikan, dan memecahkan persoalan sosial. Dalam hal ini, pembelajaran IPS menekankan pentingnya model pembelajaran kooperatif yang mengharuskan siswa bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

5. Memiliki wawasan global tetapi tetap berpijak pada konteks lokal
Guru IPS harus memiliki perspektif global agar mampu menjelaskan keterkaitan antara persoalan lokal, nasional, dan internasional. Isu seperti kemiskinan, lingkungan, HAM, konflik, ekonomi, keamanan, dan perubahan sosial perlu dikaitkan dengan kehidupan peserta didik. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu melihat hubungan antara fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar dengan perubahan dunia.

6. Memperkuat kompetensi sosial dan karakter pendidik
Profesionalisme guru IPS juga harus dibangun melalui kemampuan interpersonal dan keteladanan. Guru harus mampu menunjukkan tanggung jawab, disiplin, empati, toleransi, kerja sama, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Kompetensi tersebut sejalan dengan tujuan IPS untuk membangun modal sosial peserta didik.

7. Mampu menciptakan pembelajaran IPS yang menarik dan bermakna
Salah satu persoalan yang dihadapi IPS adalah munculnya anggapan bahwa IPS membosankan, mudah, dan kurang penting dibandingkan bidang sains. Oleh sebab itu, pendidik profesional harus mampu mengubah pembelajaran IPS menjadi pengalaman belajar yang kontekstual, menantang, interaktif, dan dekat dengan kehidupan siswa. Guru perlu menghubungkan materi dengan fenomena sosial yang benar-benar mereka hadapi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Rejeki Charistias Siregar -
Assalamualaikum, Selamat Siang, Izin memperkenalkan diri Ibu nama saya Rejeki Charistias Siregar dengan NPM 2630311019, izin mengemukakan pendapat Ibu, menyiapkan pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS untuk masa depan menuntut transformasi mendasar dari sekadar transfer fakta menuju penguatan nalar kritis yang interdisipliner dan kontekstual. Pendidik IPS tidak lagi memadai jika hanya menguasai sekat-sekat disiplin sosiologi, sejarah, geografi, dan ekonomi secara parsial. Kurikulum penyiapan guru di LPTK harus membekali calon pendidik dengan kemampuan membedah isu-isu kontemporer seperti krisis ekologis, ketimpangan sosio-ekonomi, dan transformasi demografi secara holistik. Ruang kelas IPS masa depan harus difungsikan sebagai laboratorium sosial, di mana pendidik bertindak sebagai fasilitator inkuiri yang menuntun siswa menganalisis akar masalah masyarakat serta merumuskan aksi warga yang nyata.

Di tengah disrupsi kecerdasan artifisial dan melimpahnya arus informasi, profil pendidik IPS masa depan wajib ditopang oleh penguasaan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang berlandaskan literasi digital kritis. Guru IPS tidak cukup hanya terampil memanfaatkan media digital interaktif atau teknologi geospasial, melainkan harus mampu mengajarkan etika kewargaan digital (digital citizenship), membedah bias algoritma, serta melatih peserta didik menyaring disinformasi di era post-truth. Pembelajaran IPS harus mampu memanfaatkan data dan kecerdasan buatan sebagai instrumen eksplorasi fenomena sosial, sembari tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan, empati kultural, dan dialog kewargaan sebagai inti dari interaksi pembelajaran.

Pembentukan profesionalisme pendidik IPS juga harus berakar pada budaya praksis reflektif dan keterlibatan komunitas (community-engaged learning). Pendidikan profesi guru tidak boleh berhenti pada kepatuhan administratif modul ajar, melainkan diarahkan pada riset tindakan partisipatif yang menyatu dengan realitas lokal. Dengan menempatkan pendidik IPS sebagai transformative intellectual sosok pembelajar yang peka terhadap kearifan lokal sekaligus berwawasan global (glokal) mereka akan siap mendidik generasi muda yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan peradaban, tetapi juga memiliki komitmen moral terhadap keadilan sosial dan keberlanjutan masa depan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Redha Aulia -
Assalamuallaikum wr.wb
izin memperkenalkan diri bu
Nama: Redha Aulia
NPM : 2623031004

Izin menanggapi bu terkait topik diskusi mengenai penyiapan pendidik profesional IPS untuk masa depan. Menurut saya, penyiapan pendidik IPS saat ini tidak lagi cukup hanya berfokus pada penguasaan konten teoretis, melainkan harus bertransformasi secara menyeluruh agar relevan dengan dinamika zaman. Ada empat poin utama yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Orientasi Interdisipliner: Pembelajaran IPS perlu mengintegrasikan ilmu sejarah, geografi, sosiologi, dan ekonomi secara padu untuk membedah masalah nyata, seperti ekonomi digital dan perubahan iklim.
2. Literasi Data dan Digital: Guru IPS masa depan wajib menguasai teknologi pembelajaran (seperti pemetaan GIS dan AI) serta terampil melatih siswa memilah disinformasi atau hoaks di ruang digital.
3. Pendekatan Pembelajaran Kritis (HOTS): Mengubah gaya mengajar dari sekadar hafalan fakta menjadi pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) agar siswa terlatih berpikir kritis dan analitis.
4. Kewarganegaraan Global dan Empati Sosial: Mendorong calon guru untuk menghubungkan isu-isu lokal dengan perspektif global serta melatih siswa memiliki empati terhadap keberagaman budaya.

sehingga melalui penguatan teknologi, pola pikir kritis, dan wawasan global ini, pendidik IPS akan siap mencetak generasi muda yang adaptif dan responsif terhadap perubahan masa depan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh KHATAMI HAMMAM 2623031013 -
Menurut saya, penyiapan pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS saat ini harus diarahkan pada kemampuan guru untuk menghadapi perubahan sosial, teknologi, dan kebutuhan peserta didik yang semakin kompleks. Pendidik IPS tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi fasilitator yang membantu peserta didik memahami berbagai persoalan sosial secara kritis, kontekstual, dan bertanggung jawab.

Pertama, pendidik perlu memiliki penguasaan yang kuat terhadap konsep dan disiplin ilmu IPS serta mampu mengintegrasikannya dengan kondisi kehidupan nyata. Kedua, pendidik harus memiliki literasi digital dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak dalam pembelajaran, termasuk dalam memilih dan mengevaluasi informasi agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu dan informasi yang tidak valid. Ketiga, pendidik perlu mengembangkan kompetensi pedagogik yang berorientasi pada keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan bukti.

Selain itu, pendidikan IPS di masa mendatang harus semakin kontekstual dengan persoalan aktual seperti perubahan lingkungan, ketimpangan sosial, globalisasi, perkembangan kecerdasan buatan, perubahan demografi, dan dinamika masyarakat. Oleh karena itu, guru perlu membangun budaya belajar yang terbuka terhadap perubahan dan terus melakukan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan melalui penelitian, refleksi, pelatihan, dan kolaborasi profesional.

Dengan demikian, pendidik profesional Pendidikan IPS masa depan adalah guru yang tidak hanya mampu “mengajarkan IPS”, tetapi juga mampu membentuk peserta didik menjadi warga negara yang kritis, berkarakter, adaptif, memiliki literasi digital, serta mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam menghadapi perubahan masyarakat. Inilah yang menurut saya menjadi kunci agar Pendidikan IPS tetap relevan dan mampu menjawab tantangan masa depan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Diskusi

oleh Ferdi yansyah -
Nama : Ferdiyansyah
NPM : 2623031018

Menurut saya, pendidik profesional di bidang Pendidikan IPS saat ini harus dipersiapkan sebagai guru yang adaptif, kompeten, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Guru IPS tidak cukup hanya menguasai materi, tetapi juga harus mampu memahami perkembangan teknologi, memanfaatkan media digital, serta mengaitkan materi pembelajaran dengan berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan peserta didik.
Selain penguasaan teknologi dan materi, pendidik IPS perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif serta mampu membangun karakter peserta didik. Pembelajaran juga perlu lebih berpusat pada peserta didik melalui diskusi, pemecahan masalah, penelitian sederhana, dan pembelajaran berbasis proyek.
Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami konsep IPS, tetapi mampu menganalisis dan memberikan solusi terhadap permasalahan sosial di kehidupan nyata. Ke depan, pendidik IPS harus menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terus meningkatkan kompetensi dan terbuka terhadap perubahan. Dengan pendidik yang profesional dan adaptif, Pendidikan IPS akan tetap relevan dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan global di masa mendatang.