Nama : Adea Aprilia
NPM : 2313031034
Menurut pendapat saya sendiri, serta berdasarkan jurnal dan sumber-sumber lain yang saya baca, risiko audit dan proses audit sangat terkait satu sama lain. Auditor harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat mempengaruhi kualitas dan keandalan laporan keuangan selama proses audit. Risiko audit termasuk kemungkinan auditor memberikan pendapat yang salah tentang laporan keuangan yang mengandung informasi yang salah
Menurut teori risiko audit standar (Standar Profesional Akuntan Publik), risiko audit terdiri dari risiko bawaan, risiko pengendalian, dan risiko deteksi. Risiko bawaan dan pengendalian adalah risiko yang terkait dengan entitas yang diaudit, sementara risiko deteksi adalah risiko yang berkaitan dengan kemampuan auditor untuk menemukan kesalahan material. Auditor harus menilai risiko bawaan dan pengendalian sebelum merencanakan audit. Semakin besar tingkat risiko ini, semakin tinggi risiko audit secara keseluruhan. Auditor harus meningkatkan prosedur audit untuk mengurangi risiko audit. Ini terutama berlaku untuk pengujian substantif (Whittington & Pany, 2019).
Ada korelasi yang signifikan antara penilaian risiko audit dan cakupan pengujian substantif auditor, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Alfiah dan Siregar (2021) dalam “Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia”. Semakin banyak risiko audit yang diidentifikasi, semakin banyak pengujian substantif yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut. Sulistiarini dan Mulyani membuat temuan yang sama dalam jurnal “Riset Akuntansi dan Auditing Indonesia” pada tahun 2020. Mereka menemukan bahwa tingkat materialitas dan ukuran sampel audit dipengaruhi oleh penilaian risiko audit. Auditor akan menentukan tingkat materialitas yang lebih rendah dan ukuran sampel yang lebih besar jika mereka menghadapi risiko audit yang tinggi.
Dengan demikian, saya dapat menyimpulkan bahwa proses audit dan risiko audit saling mempengaruhi satu sama lain. Auditor profesional harus mampu mengelola risiko audit dengan baik melalui perencanaan dan pelaksanaan proses audit yang efektif dan efisien. Penilaian risiko audit yang cermat juga akan menentukan luasnya prosedur audit yang harus dilakukan, sementara hasil dari proses audit juga dapat memberikan informasi untuk memperbarui penilaian risiko audit.
Sumber:
Alfiah, R., & Siregar, S.V. 2021. Pengaruh Penilaian Risiko Audit terhadap Cakupan Pengujian Substantif. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 18(2), 112-125.
Standar Profesional Akuntan Publik. Konsep Audit Standar.
Sulistiarini, E., & Mulyani, S. 2020. Pengaruh Risiko Audit terhadap Materialitas dan Penentuan Sampel Audit. Riset Akuntansi dan Auditing Indonesia, 4(1), 1-14.
Whittington, R.O., & Pany, K. 2019. Principles of Auditing and Other Assurance Services (21st ed.). McGraw-Hill Education.