Setelah menyaksikan video yang telah ditayangkan, silakan buat analisis kesimpulan singkat mengenai isi video tersebut. Tulis poin-poin utama yang menurut Anda penting, kemudian simpulkan dengan bahasa sendiri secara ringkas, jelas, dan kritis
Setelah menyaksikan video yang telah ditayangkan, silakan buat analisis kesimpulan singkat mengenai isi video tersebut. Tulis poin-poin utama yang menurut Anda penting, kemudian simpulkan dengan bahasa sendiri secara ringkas, jelas, dan kritis
Aliran Konvensional
Aliran konvensional ini intinya ngomongin faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia dan kepribadiannya. Ada beberapa macam:
Empirisme:
Pandangan: Anak itu lahir seperti kertas kosong ("tabularasa"). Perkembangan anak sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan dan pengalaman hidupnya.
Tokoh: John Locke.
Sifat: Optimis, karena pendidikan (lingkungan) dianggap sangat berpengaruh.
Nativisme:
Pandangan: Kebalikan dari empirisme. Anak lahir sudah punya bakat atau pembawaan sejak lahir, dan itu nggak bisa diubah oleh lingkungan atau pendidikan.
Tokoh: Schopenhauer.
Sifat: Pesimis, karena pendidikan dianggap sia-sia dan tidak bisa mengubah apa yang sudah dibawa sejak lahir.
Naturalisme:
Pandangan: Anak lahir dengan pembawaan yang baik, tapi bisa rusak karena pengaruh lingkungan atau bahkan pendidikan yang salah dari orang dewasa. Jadi, biarkan anak berkembang secara alami tanpa banyak gangguan.
Tokoh: Jean-Jacques Rousseau.
Sifat: Negatif terhadap pendidikan, karena pendidikan dianggap tidak perlu dan justru bisa merusak.
Konvergensi:
Pandangan: Ini gabungan dari empirisme dan nativisme. Perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan (bakat) DAN lingkungan (pendidikan). Bakat tidak akan berkembang tanpa dukungan lingkungan yang sesuai, dan lingkungan yang baik juga tidak akan optimal tanpa bakat yang kuat dari anak.
Tokoh: William Stern.
Sifat: Positif, karena menganggap keduanya (bakat dan lingkungan) sama-sama penting, tapi faktor yang paling kuatlah yang lebih menentukan arah perkembangan seseorang.
Gerakan Baru dalam Pendidikan
Gerakan baru ini fokusnya untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan, terutama dalam proses pembelajaran. Tujuannya supaya pembelajaran lebih berhasil. Beberapa bentuk perbaikan yang diajukan:
Pengajaran Alam Sekitar:
Inti: Pengajaran di sekolah harus terkait dengan kehidupan nyata dan pengalaman anak sehari-hari.
Prinsip: Perlu ada peragaan yang konkret, anak harus aktif, pengajaran totalitas (melibatkan semua aspek diri), menyatu dengan pengalaman anak, dan memberikan apersepsi emosional (menghubungkan pelajaran dengan perhatian anak saat itu).
Tokoh: A.D. Evan Trigger dan Jan Ligthart.
Pengajaran Pusat Perhatian:
Inti: Pembelajaran disesuaikan dengan apa yang sedang menjadi perhatian atau minat spontan anak.
Semboyan: "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup".
Metode Decroly:
Metode Global/Gestalt: Pendidikan dimulai dari keseluruhan yang bermakna.
Pusat Minat: Kurikulum disesuaikan dengan minat spontan peserta didik.
Sekolah Kerja:
Inti: Pendidikan tidak hanya untuk individu, tapi juga untuk kepentingan masyarakat. Tujuannya membentuk keterampilan dan kepribadian.
Jenis:
Sekolah Kerja Sosiologis: Menekankan kebutuhan masyarakat.
Sekolah Kerja Psikologis: Fokus pada pengembangan bakat anak didik.
Sekolah Kerja Fisiologis-Psikologis: Menggabungkan kebutuhan masyarakat dan bakat/minat peserta didik.
Sekolah Kerja Kepribadian: Membentuk sikap dan perilaku yang berintegritas.
Tokoh: Georg Kerschensteiner.
Pengajaran Proyek:
Inti: Anak bebas menentukan jenis proyek yang akan dikerjakan, merancang, dan memimpinnya. Ini mendorong mereka untuk aktif memecahkan masalah.
Konsep: Mata pelajaran tidak berdiri sendiri, tapi dipelajari karena memang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek tertentu.
Tokoh: William Heard Kilpatrick.
Nama: Revita Winasa Pasundari
NPM: 2553032002
Kelas: 25C
Mata Kuliah : landasan kependidikan
Menganalisis vidio :
Video ini menjelaskan tentang berbagai aliran – aliran pokok pendidikan dan bagaimana aliran-aliran itu berusaha menjawab masalah pendidikan yang terjadi di dunia nyata. Pembahasan utamanya adalah bahwa setiap aliran punya cara pandang berbeda terhadap manusia, belajar, dan mengajar, jadi guru sebaiknya memahami semuanya agar bisa menyesuaikan metode mengajar dengan karakter siswanya.
1.Aliran Konvensional
Aliran ini merupakan pandangan atau pendapat yang membahas tentang faktor -faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiaannya
a. Macam-macam aliran konvesional
1. Empirisme
Aliran ini berpandangan bahwa manusia waktu dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa mempunyai bawaan sama sekali dari lahirnya.tetapi perkembangan anak ditentuakn oleh lingkungan yang akan menentukan arahnya.aliran ini disebut juga TABULARASA yang artinya anak lahir seperti kertas putih yang masih kosong dan dapat ditulis sesuai dengan keingin orang yang akan menulisnya/tergantung dengan lingkungan hidupnya
2.Aliran Nativisme
Aliran ini bertentangan dengan aliran empirisme,menurut nativisme manusia ketika dilahirkan telas mempunyai bawaan baik atau buruk.pembawaan sejak lahir itu tidak dapat dirubah lingkungan,pendidikan tidak akan mampu merubah pembawaan yang sudah ada.Aliran ini dipelopori oleh Schopenhaure.aliran ini bersifat pessimis.jika anak pembawaan baik maka dia akan dikembangkan ke arah baik,dan sebaliknya jika buruk akan dikembangkan ke arah buruk.
3.Aliran Naturalisme
Aliran ini berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai bawaan baik,namun bawaan itu rusak karna pengaruh lingkungan sekitar dia,bahwa pendidikan yang dibawa orang dewasa dapat merusak bawaan baik tersebut.aliran ini dipelopori oleh john jacke rousseau.Aliran ini juga bisa disebut dengan aliran Negativisme karna beranggapan bahwa pendidikan itu tidak perlu karna pembawaan yang baikm bisa diserahkan kepada alam saja.
4.Aliran Konvergensi
Aliran konvergensi berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh dua hal, yaitu pembawaan (bakat sejak lahir) dan pendidikan atau lingkungan..Aliran ini dipelopori oleh william stren yang mempunyai pandangan positif terhadap pendidikan.
B.Gerakan (aliran)Baru
Suata pandangan dalam pendidikan yang akan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan untuk pendidikan,khususnya perbaikan dalam proses pembelajaran.dengan caranya yaitu:
1.Pengajaran Alam sekitar
Dikerahkan pada pengajaran yang dilakukan disekolah harus terkait dengan kehidupan nyata yang dialami anak.sehingga konkrit dan terkait secara emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak.Pelopornya yaitu F.A.Finger dan J.Ligthart
PRINSIP PENGAJARAN ALAM SEKITAR
1.Peragaan
2.Ativitas Anak
3.Pengajaran Totalitas
4.Menyatu dengan pengalaman anak
5.Memberikan apresepsi emosional anak.
2.Pengajaran Pusat Perhatian
Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri dan tentang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup di hari depannya.
Metode yang dikemukakan oleh Decroly:
1.metode global(gestalt),pendidikan hendaknya dimulai dari suatu keseluran yang punya pengertian
2.pusat minat,dalam pembelajaran harus disesuaikan denagn minat spontan yang dimiliki anak.
3.Sekolah Kerja
Sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendididikan tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga demi kepentingan masyarakat.yang dipelopori oleh G.Kerschenteiner.
Bentuk sekolah kerja
a.sekolah kerja sosiologis (kebutuhan masyarakat)
b.sekolah kerja psikologis (pengembangan bakat anak )
c.sekolah kerja sosiologis-psikologis (gabungan)
d.sekolah kerja kepribadian (pembentukan pribadi)
4.Pengajaran Proyek
Dalam hal ini anak bebas menentukan pilihannnya (jenis pekerjaanya) merancang dan memimpin proyek dengan proyek ditentukan sendiri oleh sang anak.yang bertujuan agar anak dapat memecahkan masalahnya sendiri.
nama : lukman
npm :2553032009
Menurut yang saya pahami, pendidikan bukan sekadar urusan ruang kelas atau nilai rapor. Pendidikan adalah arena di mana manusia belajar mengenali dirinya dari mana ia datang, dan ke mana ia ingin pergi.
Karena itu, muncul berbagai aliran yang mencoba menjawab satu pertanyaan sederhana tapi dalam: apa yang membuat manusia menjadi dirinya sendiri?
Pertama, aliran konvensional.
Aliran ini memandang kepribadian manusia sebagai hasil dari proses alami yang bisa dijelaskan dari tiga sudut.
Ada Empirisme, yang percaya bahwa manusia adalah cermin dari lingkungannya. Anak yang tumbuh di taman akan berbau bunga; anak yang tumbuh di rawa akan berbau lumpur. Lingkunganlah yang membentuk baik dan buruknya seseorang.
Lalu ada Nativisme, yang justru menolak gagasan itu. Bagi aliran ini, kepribadian sudah dibawa sejak lahir. Manusia lahir dengan wataknya sendiri lingkungan bisa berubah, tapi bawaan tetaplah bawaan.
Kemudian Naturalisme, yang berpandangan bahwa setiap anak sejatinya baik. Dunia di sekelilingnyalah yang menodai kebaikan itu entah lewat pendidikan yang salah atau lingkungan yang rusak.
Dan akhirnya muncul Konvergensi, aliran yang mencoba berdamai di tengah perdebatan itu. Ia mengatakan: manusia dibentuk oleh dua hal bawaan dan pendidikan. Bakat bisa jadi api, tapi tanpa arah pendidikan, api itu bisa membakar, bukan menerangi.
Kedua, aliran baru dalam pendidikan.
Aliran ini lahir dari kegelisahan dari kesadaran bahwa pendidikan lama terlalu kaku, terlalu mengatur, terlalu menutup ruang bagi kebebasan berpikir. Maka muncul gerakan baru yang mencoba memanusiakan proses belajar.
Ada pengajaran alam sekitar, yang menegaskan bahwa belajar harus berhubungan langsung dengan kehidupan nyata, bukan sekadar hafalan dalam buku.
Lalu pandangan bahwa anak harus mengenali dirinya sendiri dan dunia tempat ia hidup, agar pendidikan tidak kehilangan arah kemanusiaannya.
Ada pula sekolah kerja, yang mengajarkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat mengumpulkan nilai, tapi tempat belajar bagaimana hidup bermasyarakat tempat di mana teori diuji oleh tindakan.
Dan terakhir, pengajaran proyek, yang memberi kebebasan bagi anak untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Karena pada akhirnya, pendidikan bukan pabrik seragam, tapi perjalanan menemukan makna.
Jadi, inti dari semua aliran ini bukan soal siapa yang benar atau salah, tapi tentang kesadaran: bahwa pendidikan seharusnya melahirkan manusia yang berpikir.
Bukan sekadar yang bisa menjawab ujian, tapi yang berani bertanya.
Karena pendidikan sejati tidak mencetak kepatuhan, melainkan menumbuhkan kesadaran kesadaran bahwa menjadi manusia berarti terus belajar memahami hidup itu sendiri.
Aliran Konvensional
Aliran konvensional berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan manusia dan kepribadiannya.
• Empirisme berpendapat bahwa manusia lahir tanpa membawa sifat bawaan, ibarat kertas kosong (tabula rasa), dan perkembangan sepenuhnya ditentukan oleh pengalaman serta lingkungan.
• Nativisme berlawanan dengan empirisme. Menurut aliran ini, setiap manusia sudah memiliki pembawaan sejak lahir—baik atau buruk—yang tidak dapat diubah oleh pendidikan atau lingkungan. Pandangan ini bersifat pesimis karena menganggap pendidikan tidak mampu memperbaiki watak bawaan.
• Naturalisme beranggapan bahwa setiap anak dilahirkan dengan sifat baik, namun lingkungan dan intervensi orang dewasa justru bisa merusak kebaikan alami tersebut. Rousseau sebagai tokoh utama aliran ini menilai bahwa pendidikan terbaik adalah membiarkan anak belajar melalui pengalaman alamiah tanpa terlalu banyak campur tangan.
• Konvergensi berusaha menggabungkan kedua pandangan sebelumnya dengan menyatakan bahwa perkembangan manusia merupakan hasil interaksi antara faktor bawaan (hereditas) dan lingkungan (pendidikan). Tokohnya, William Stern, menekankan bahwa pendidikan tetap memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi anak.
2. Gerakan atau Aliran Baru dalam Pendidikan
Aliran baru muncul sebagai bentuk pembaruan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar lebih bermakna dan sesuai dengan kehidupan nyata peserta didik.
• Pengajaran Alam Sekitar menekankan pentingnya pembelajaran yang berhubungan langsung dengan pengalaman dan lingkungan anak. Pembelajaran harus konkret, kontekstual, dan menyentuh aspek emosional peserta didik agar lebih mudah dipahami.
• Pengajaran Pusat Perhatian menempatkan minat dan kebutuhan anak sebagai pusat kegiatan belajar. Decroly mengusulkan pendekatan global (melihat sesuatu secara menyeluruh) dan pusat minat (menyesuaikan pembelajaran dengan minat spontan anak).
• Sekolah Kerja berorientasi pada pembentukan pribadi yang berguna bagi diri dan masyarakat. G. Kerschenteiner menekankan pentingnya kegiatan praktis yang menumbuhkan tanggung jawab sosial, keterampilan, serta kerja sama.
• Pengajaran Proyek memberi kebebasan penuh kepada peserta didik untuk memilih, merancang, dan melaksanakan proyek sesuai minatnya. Tujuannya adalah menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, mandiri, dan kreatif dalam memecahkan masalah nyata.
Kesimpulan : Menurut saya vidio ini menegaskan bahwa tidak ada satu aliran pun yang sepenuhnya benar atau salah, karena setiap aliran memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Bagi seorang guru, terutama di era pendidikan modern, memahami berbagai aliran pendidikan membantu dalam merancang metode belajar yang fleksibel, humanis, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Pendekatan pendidikan yang ideal adalah yang mampu memadukan teori klasik dan modern agar peserta didik tumbuh menjadi individu yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman.
Nama : Luthfia Maharani
NPM : 2513032087
Kelas : 25 C
I. Aliran konvensional
Aliran konvensional berpandangan pada faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia, kepribadian, sikap, dan perilakunya. Terdapat empat macam aliran konvensional:
1. Aliran Empirisme (Teori Tabula Rasa)
● Pandangan: Manusia dilahirkan dalam keadaan bersih (tidak membawa bakat), dan perkembangan anak sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan dan pengalaman hidup.
●Metafora: Anak lahir seperti "kertas putih yang masih kosong" yang dapat ditulis sesuai keinginan orang yang menuliskannya.
●Sifat: Optimis, percaya bahwa pendidikan (upaya lingkungan) sangat berpengaruh.
●Pelopor: John Locke.
2. Aliran Nativisme
●Pandangan: Manusia ketika dilahirkan sudah memiliki pembawaan (bakat) baik atau buruk, dan pembawaan yang dibawa sejak lahir tidak dapat diubah oleh lingkungan atau pendidikan.
●Sifat: Pesimis, menganggap pendidikan tidak akan bisa mengubah anak ke arah lain selain dari pembawaan yang sudah dibawa sejak lahir.
●Pelopor: Arthur Schopenhauer.
3. Aliran Naturalisme (Negativisme)
●Pandangan: Semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan baik itu bisa menjadi rusak karena pengaruh dari lingkungan atau bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa.
●Sifat: Negatif, berpendapat bahwa pendidikan tidak perlu, anak sebaiknya diserahkan saja kepada alam.
●Pelopor: Jean-Jacques Rousseau.
4. Aliran Konvergensi
●Pandangan: Perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan (lingkungan). Bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang tanpa dukungan lingkungan yang sesuai, dan lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan pendidikan optimal tanpa bakat yang kuat dari anak.
●Faktor Penentu: Gabungan antara bawaan dan lingkungan, di mana faktor yang kuat dari keduanya yang lebih menentukan arah perkembangan.
●Sifat: Positif, percaya bahwa jika pendidikan dan bakat sejalan, hasilnya akan baik.
●Pelopor: William Stern.
II. Gerakan Baru atau Gerakan dalam Pendidikan (Peningkatan Mutu)
Gerakan baru adalah upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran, agar lebih berhasil. Gerakan ini tidak membahas faktor yang mempengaruhi, melainkan bentuk pengajaran, metode, dan pendekatannya.
Berikut beberapa bentuk perbaikan yang diajukan oleh gerakan baru:
1. Konsep Pengajaran Alam Sekitar
●Prinsip: Pengajaran di sekolah harus terkait dengan kehidupan nyata dan lingkungan yang dialami anak, disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan anak.
●Prinsip Dasar: Perlu peragaan yang lebih konkret, aktivitas anak, pengajaran totalitas (melibatkan semua aspek), menyatu dengan pengalaman anak, dan memberikan apersepsi emosional.
●Pelopor: Evan Trigger dan Jang Kreek.
2. Pengajaran Pusat Perhatian (Meezenveld School)
●Prinsip: Pembelajaran harus berpusat pada hal yang sedang menjadi perhatian dan minat spontan anak pada waktu proses pembelajaran.
●Semboyan: "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup."
●Metode: Metode Global/Gestalt (dimulai dari suatu keseluruhan yang bermakna) dan Pusat Minat (disesuaikan dengan minat spontan peserta didik).
●Pelopor: Dr. Ovide Decroly.
3. Sekolah Kerja (Arbeitsschule)
●Prinsip: Pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga demi kepentingan masyarakat.
●Bentuk:
Sekolah Kerja Sosiologis: Menekankan pada kebutuhan masyarakat (keterampilan).
Sekolah Kerja Psikologis: Menekankan pada pengembangan bakat anak.
Sekolah Kerja Fisiologis Psikologis: Menggabungkan kebutuhan masyarakat dan bakat/minat peserta didik.
Sekolah Kerja Kepribadian: Membentuk sikap dan perilaku (kepribadian) peserta didik.
●Pelopor: Georg Kerschensteiner.
4. Pengajaran Proyek (Project Method)
●Prinsip: Anak bebas menentukan pilihan jenis proyek yang akan dikerjakan, merancang, dan memimpin kegiatan tersebut secara berkelompok. Hal ini mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah secara aktif.
●Karakteristik: Mata pelajaran tidak berdiri sendiri tetapi dipelajari karena dibutuhkan untuk mengerjakan proyek, tujuannya jelas untuk mencapai penyelesaian proyek.
●Pelopor: William Heard Kilpatrick.
Nama : Arjuna Nugraha Triatmaja
Kelas : 25 C
Npm : 2553032005
Ada 3 aliran pokok pendidikan
-Aliran Konvensional
-Prakonvesional
-Pasca konvensional
Macam macam Aliran konvesional
Empirisme
yang artinya anak lahir seperti kertas putih kosong dan tidak ada coretan tergantung keinginan orang yang menulis nya
Nativisme
Manusia ketika dilahirkan telah mempunyai pembawaan
Tidak dapat diubah Aliran ini dipelopori oleh Schopenhauer
NATURALISME
Pandangan ini berpendapat bahwa semua anak baru lahir mempunyai pembawaan yang baik. Namun rusak dipengaruhi Lingkungan bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan baik itu
Naturalisme dipelopori John jacke Rousseau
Disebut Negativisme yang beranggapan pendidikan itu tidak perlu tetapi anak diserahkan kepada alam agar pembawaan yang baik tidak jadi rusak
Konvergensi
Perkembangan anak dipengaruhi pembawaan dan pendidikan
Bakat yang ada sejak lahir tidak akan berkembang tanpa adanya dukungan .
Aliran ini dipelopori William Stern pandangan positif terhadap pendidikan
Gerakan (aliran baru)
Merupakan upaya untuk mencari perbaikan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Ada beberapa model yang diajukan gerakan baru:
-pengajaran alam sekitar
Lebih menekankan pada kegiatan pengajaran yang dilakukan disekolah harus terkait dengan kehidupan nyata yang dialami oleh anak.
Prinsipnya
1.peragaan
2.aktivitas anak
3.pengajaran totalitas
4.menyatu dengan pengalaman anak
5.memberikan apresiasi emosiaonal anak
-Pengajaran pusat perhatian
Anak harus mempunyai pengeta terhadap dirinya sendiri dan tentang dunianya
Metode
Metode global
Pusat minat
Sekolah kerja
Bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga demi kepentingan masyarakat
Pengajaran proyek
Anak bebas menentukan pilihannya,merancang dan memimpin kegiatan proyek
Kesimpulan
Dari seluruh aliran tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang menyeimbangkan antara bawaan, lingkungan, dan pengalaman nyata anak. Guru berperan penting dalam membantu siswa mengembangkan potensi alami mereka melalui pembelajaran yang bermakna, aktif, dan berhubungan langsung dengan kehidupan. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga kepribadian, kemandirian, dan nilai kemanusiaan peserta didik.
Nama: Nadifah Andresta Asmoro
NPM: 2513032076
Kelas:25c
A. Aliran aliran pokok pendidikan
1.Aliran konnvensional
Adalah pendapat yang membahas terkait faktor yang menentukan perkembangan manusia dan ke pribadiannya
Macam aliran konvensional
A.empirisme
Berpandangan bahwa manusia dalam keadaan bersih tanpa mempunyai bawaan sama sekali, akan tetapi perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan yang menentukan arah hidupnya.aliran ini disebut juga dengan "tabularasa" yang berartu anak lahir seperti kertas putih yang masib kosong dan dapat ditulus sesuai keinginan yang akan menulisnya.
Aliran ini di pelopori oleh Jhon Locke dan bersifat optimis terhadap pendidikan bahwa upaya yang dilakukan melalui lingkungan akan menentukan dan akan sangat berpengaruh
2.Aliran Nativisme
Bertentangan dengan aliran Empirisme, menurut pandangan aliran ini manusia ketika dilahirkan telah mempunyai bawaan (baik atau buruk)
Pembawaan ini tidak dapat diubah kearah lain oleh lingkungan atau pendidikan
Dipelopori oleh Schopenhauer. Aliran ini bersifat pesimis terhadap pendidikan untuk bisa kengubah anak kearah lain selaij pembawaan yang dibawa sejak lahir.
Dalam artian jika pembawaan baik, maka anak akan berkembang kearah yang lebih baik, tetapi jika pembawaan jelek maka anak akan berkembanh ke arah yang jelek tanda dapat diubah/diperbaharui.
3.Aliran Naturalisme
Pandangan ini berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan itu menjadi rusak dikarenakan pengaruh lingkungan atau bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan itu. Aliran ini dipelopori oleh John Jacke Rousseau dan disehut juga dengan "Negativisme" yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak perlu tetapi anak diserahkan saja kepada alam agar pembawaan yang baik tidak menjadi rusak.
4.Aliran Konvergensi
Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan anak juga dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan (gabungan antara empirisme dan nativisme) Bakat yang dubawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai untuk perkembangan bakakt itu. Sebaliknya lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan pendidikan yang optimal kalau tidak ada bakat yang kuat.
5.Aliran Konvergensi
Aliran ini dipelopori oleh William Stern yang mempunyai pandangan positif terhadap pendidikan, yang berarti bahwa ia setuju terhadap pendidikan, walaupun tidak semua berhasil dengan baik/kurang bagus jika tidak sesuai dengan pembawaan.
B. Gerakan Aliran Baru
Merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan/peningkatan mutu pendidikan khususnya perbaikan yang ada di dalam proses pembelajaran.
Ada beberapa model perbaikan yang diajukan oleh gerajan baru pendidikan.
1.Pengajaran Alam sekitar
Pengajaran ini lebih menekankan kepada kegiatan pengajaran yang dilakukan disekolah harus terkait kebidupan nyata yang dialami anak. Hingga lebih kongkrit dan terkait secara emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak dan di pelopori ikeh F.A. Finger dan J.Ligthart
Prinsip pengajaran alam sekitar
1.Peragaan
2.Aktivitas anak
3.Pengajadan totalitas
4.Menyatu dengan pengalaman anak
5.Memberikan apresiasi emosional anak
2.Pengaharan Pusat Perhatian
Dibuat oleh Ovideminat Decroly dari beliga dengan sembiyan "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup". Anak harus mempunyai pengetahuan tentang diri sendiri dan tentang dunuanya yaitu lingkungan tempat hidup di hari kedepannya.
3.Sekolah Kerja
Di pelopori oleh G.Kerscgenteiner dengan nama "arbeitsshule" di jerman.
Sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepejtingan individu melainkan untuk masyarakat juga
Bentuk sekolah kerja
1.sekolah kerja sosiologis (kebutuhan masyarakat)
2.kebutuhan kerja psikologis (pengembangan bakat anak)
3.sekolah kerja sosiologi-psikoligi (gabungan)
4.sekolah kerja kepribadian (pembentukan pribadi)
4.Pengajaran Proyek
Konsep ini diletakan oleh John Dewey dan dilaksanakan oleh W.H.Kilpatrick dalam pengajaran proyek, anak bebas menenentukan pilihan (pekerjaan, memimpian kegiatan,merancang.
Proyek yang ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong mereka mencari cara pemecahan masalah. Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dan yang lain tetapi berdasarkan keperluan pemecahan masalah
Nama: Asep Nurman
NPM: 2513032086
Kelas: 25 C
Aliran Pendidikan
Ada 2 kelompok besar yang dibahas:
1. Aliran Konvensional (Pandangan Klasik)
adalah pandangan-pandangan awal yang melihat perkembangan manusia dan kepribadiannya. Ada empat aliran utama:
a. Empirisme (John Locke)
Anak itu lahir seperti kertas putih yang masih kosong. Faktor Penentu: Perkembangannya 100% ditentukan oleh lingkungan dan pengalaman hidup. Sikap ke Pendidikan: Optimis. Pendidikan sangat berpengaruh dan berharga untuk membentuk anak.
b. Nativisme (Schopenhauer)
Anak lahir sudah membawa pembawaan (bakat/sifat) baik atau buruk yang nggak bisa diubah. Faktor Penentu: Pembawaan sejak lahir adalah segalanya. Sikap ke Pendidikan: Pesimis. Lingkungan dan pendidikan dianggap tidak akan bisa mengubah pembawaan bawaan anak.
c. Naturalisme (Jacke Rousseau)
Anak lahir itu baik, tapi bisa rusak karena pengaruh lingkungan, termasuk pendidikan yang dipaksakan orang dewasa. Sikap ke Pendidikan: Negatifis. Anak seharusnya diserahkan saja pada alam supaya pembawaan baiknya tidak rusak.
d. Konvergensi (William Stern)
adalah gabungan terbaik. Perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan (bakat) dan lingkungan (pendidikan). Faktor Penentu: Keduanya sama-sama penting. Bakat tidak akan berkembang tanpa dukungan lingkungan yang sesuai. Sikap ke Pendidikan: Optimis dan positif.
2. Gerakan Baru (Perbaikan Proses Belajar)
Ini adalah upaya untuk mencari cara perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran.
a. Pengajaran Alam Sekitar
menekankan kegiatan pengajaran yang dilakukan di sekolah harus terkait dengan kehidupan nyata yang dialami oleh anak. Pelopornya F.A.Finger dan J.Ligthart
Prinsip Pengajaran Alam Sekitar: Peragaan, Aktivitas anak, Pengajaran totalitas, Menyatu dengan pengalaman anak, Memberikan persepsi emosional anak.
b. Pengajaran Pusat Perhatian
Oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan semboyan “Sekolah untuk hidup dan oleh hidup". Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri dan tentang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup di hari depannya.
Metode yang dikemukakan oleh Decroly:
1. Metode global (gestalt) yaitu pendidikan hendaknya dimulai dari suatu keseluruhan yang punya pengertian
2. Pusat minat yaitu dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki anak
c. Sekolah Kerja
dipelopori oleh G. Kerschenteiner dengan nama “Arbeitsschule” di jerman. Sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga demi kepentingan masyarakat.
Bentuk Sekolah Kerja:
1. Sekolah Kerja Sosiologis (kebutuhan masyarakat)
2. Sekolah Kerja Psikologis (pengembangan bakat anak)
3. Sekolah Kerja Sosiologis-Psikologis (gabungan)
4. Sekolah Kerja Kepribadian (Pembentukan pribadi)
d. Pengajaran Proyek
Oleh John Dewey dan dilaksanakan oleh W.H.Kilpatrick. Dalam pengajaran anak bebas menentukan pilihannya (jenis pekerjaan), merancang dan memimpin kegiatan proyek.
Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan lainnya, tetapi didasarkan atas keperluan pemecahan masalah.
Kesimpulan
Berdasarkan semua pandangan diatas, bisa dilihat kalau pemikiran tentang pendidikan itu sangat berkembang. Awalnya, ada yang mengatakan perkembangan anak itu 100% lingkungan (Empirisme), ada juga yang mengatakan 100% bakat bawaan (Nativisme). Tapi, yang paling diterima dan logis itu adalah Konvergensi [09:07:00]. Ibaratnya, seseorang punya bakat bernyanyi, tapi jika tidak pernah dilatih (lingkungan/pendidikan), bakat tersebut tidak akan jadi apa-apa. Dua-duanya harus dilakukan Bersama.
Kemudian, Gerakan Baru muncul untuk membuat belajar menjadi tidak kaku dan lebih nyata. Mereka sadar kalau belajar di sekolah itu harus sesuai dengan dunia luar, harus membuat anak aktif, dan yang penting harus sesuai dengan apa yang diminati anak. Artinya, pendidikan harus menjadi jembatan untuk anak hidup di dunia nyata, bukan hanya sekedar teori di kelas.
Nama : ihsan Revaldo
Npm : 2553032010
Kls : 25c
Vidio tersebut membahas tentang aliran" Pokok pendidikan
ALIRAN KONVENSIONAL
Pandanggan atau paktor paktor yang menentukan cara perkembangan manusia dalam pribadi masing masing
Macam aliran konvensional
1. Empirisme
Aliran ini berpendapat bahwa semua anak yang dilahirkan itu dalam keadaan bersih/suci namun perkembangan anak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang akan menentukan jalannya anak tersebut, aliran ini sering disebut tabularasa yang bearti anak itu seperti kertas yang masih bersih dan dapat ditulis dengan semaunya
Aliran ini bersifat optimistis terhadap lingkungan
Dipelopori oleh John Locke
2 aliran nativisme
Aliran ini menceritakan tentang anak yang lahir telah mempunyai sipat baik atau buruknya pembawaan yang dapat sejak lahir itu tidak dapat diubah baik dalam lingkungan pendidikan tidak akan mampu mengubah pembawaan anak dari lahir
Dipelopori oleh Schopenhauer
Aliran nativisme
Aliran ini bersifat pesimis terhadap pendidikan yang bisa mengubah seseorang anak dari pembawaan dari lahir. Jadi jika pembawaan anak dari lahir itu baik maka akan berkembang menjadi baik, tapi jika ank itu buruk maka akan berkembang ke arah yang buruk
3 aliran Naturalisme
Aliran ini berpendapat bahwa semua anak yang lahir itu baik, tetapi dalam berjalannya pertumbuhan anak itu telah mendapat pengaruh pengaruh lingkungna, jika pendidikan itu terlalu keras maka pendidikan yang diberikan bisa saja membawa anak itu yang baik menjadi buruk.
Aliran ini disebut negativisme beranggapan bahwa anak itu diserahkan saja pada alam agar dia menjadi baik dan tidak tercemar atas lingkungan
4. Aliran konvergensi
Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawan dan pendidikan, bakat bawaan lahir tidak akan berkembang jika tidak dapat dukungan yang sesuai untuk perkembangan bakat tersebut
Sebaliknya lingkungan yang baik tidak akan mendapatkan pendidikan yang maksimal jika tidak ada bakat yang kuat
Dipelopori oleh William stern. Pandangan ini positif
B. Gerakan (aliran baru)
Gerakan ini merupakan pencarian atau mencari perbaikan dan peningkatan mutu dalam pendidikan khususnya proses pembelajaran
Ada beberapa bentuk yang diajukan oleh aliran baru ini untuk gerakan pendidikan,
1. Pengajaran alam sekitar
Menekankan pada kegiatan pengajaran yang dilakukan disekolah, harus ada dengan bukti nyata yang perna dialami oleh anak tersebut setingan lebih kongkrit setingan dalam menjaga emosional dalam kehidupan anak.
Ada beberapa pringsip
1.paragaan
2.aktivitas anak
3.pengajaran totalitas
4.menyatu dengan pengalaman anak
5.memberikan apersepsi emosional anak
2. Pengajaran pusat perhatian
Sekolah untuk hidup dan oleh hidup, seorang anak harus mempunyai pengetahuan tentang diri sendiri, dunia, lingkungan sekitar untuk hidup kedepanya
Dirintis oleh ovideminat decroly dengan semboyan yang ada diatas
Metode metode yang dikembangkan oleh decroly
1. Metode global pendidikan dapat dimulai dari satu keseluruhan yng pengertian
2. Pembelajaran harus disesuaikan dengan minat anak tersebut
3. Sekolah kerja
Ini bertobat pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan sendiri tapi juga untuk masyarakat
Dipelopori oleh G. Kerschinteiner
Bentuk sekolah kerja
a. Sekolah kerja sosialogis
b. Sekolah kerja psikologis
c. Sekolah kerja gabungan
d. Sekolah kerja keperibadian
4. Pengajaran proyek
Dalam pelajaran ini anak bebas menentukan jenis pekerjaan apa saja yang ia minati pelajaran proyek ini akan mendorong anak untuk mencari pemecah masalah, sehingan anak tersebut dapat memecah masalah tersebut
Dipelopori oleh W. H kilpatrick
Mungkin ini saja yang bisa saya tangkap dari materi tersebut,
Saya akhiri wassalmualaikum wr wb
Nama = Andika Pratama
NPM = 2553032008
Kelas = 25 C
Aliran-aliran Pokok Pendidikan
A. Aliran konvensional
Aliran konvensional merupakan pandangan atau pendapat yang membahas tentang faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya.
Macam Aliran Konvensional
1. Empirisme
Aliran ini berpandangan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa mempunyai pembawaan yang sama sekali sejak lahirnya, namun perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan yang akan menentukan arah hidupnya.
-Aliran ini dipelopori oleh John Locke
Aliran ini disebut juga dengan “Tabularasa” yang berarti anak lahir seperti kertas putih yang masih kosong dan dapat ditulis sesuai dengan keinginan orang yang akan menulisnya.
2. Aliran Nativisme
Menurut pandangan aliran ini manusia ketika dilahirkan telah mempunyai pembawaan (baik atau buruk).
-Aliran ini dipelopori oleh Schopenhauer
Pandangan aliran ini bersifat pesimis terhadap pendidikan untuk bisa mengubah anak ke arah lain selain dari pembawaan yang dibawa sejak lahir.
Jika pembawaannya baik, maka anak akan berkembang ke arah yang baik, tetapi jika pembawa itu jelek, anak akan berkembang ke arah yang jelek tanpa bisa diubah / di pengaruhi.
3. Aliran Naturalisme
Pandangan ini berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan yang baik, namun pembawaan itu manjadi rusak karena pengaruh lingkungan, bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan baik itu.
-Aliran ini dipelopori oleh John Jacke Rousseau.
Aliran ini disebut juga dengan “Negativisme” yang beranggapan bahwa pendidikan itu tidak perlu tetapi anak menyerahkan saja kepada alam agar pembawaan yang baik tidak menjadi rusak.
4. Aliran Konvergensi
Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan.
Bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai dengan perkembangan bakat tersebut.
Sebaliknya lingkungan yang baik tidak alias menghasilkan pendidikan yang optimal jika tidak ada bakat yang kuat.
-Aliran ini dipelopori oleh William Stern yang mempunyai pandangan positif terhadap pendidikan.
*B. Gerakan (Aliran) Baru*
Gerakan baru dalam pendidikan merupakan upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan khususnya perbaikan dalam proses pembelajaran.
Ada beberapa model (bentuk) perbaikan yang dajukan oleh gerakan baru pendidikan ini.
1. Pengajaran Alam Sekitar
Pengajaran alam sekitar lebih banyak tekanan kepada kegiatan pengajaran yang dilakukan di sekolah harus terkait dengan kehidupan nyata yang dialami oleh anak, sehingga lebih kongkrit dan terkait secara emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak.
-Pelopornya FAFinger dan J.Ligthart
Prinsip Pengajaran Alam Sekitar:
~Peragaan
~Aktivitas anak
~Pengajaran totalitas
~Menyatu dengan pengalaman anak
~Memberikan apersepsi emosional anak
2. Pengajaran Pusat Perhatian
Dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan semboyan “Sekolah untuk hidup dan oleh hidup"
Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri dan tentang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup di hari sebelumnya.
Metode yang dikemukakan oleh Decroly:
1. Metode global (gestalt) yaitu pendidikan hendaknya dimulai dari suatu keseluruhan yang mempunyai pemahaman
2. Pusat minat yaitu dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki anak
3. Sekolah Kerja
Sekolah kerja dipelopori oleh G. Kerschenteiner dengan nama “Arbeitsschule” di Jerman.
Sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga demi kepentingan masyarakat.
-Bentuk Sekolah Kerja
A. Sekolah Kerja Sosiologis (kebutuhan masyarakat)
B. Sekolah Kerja Psikologis (pengembangan bakat anak)
C. Sekolah Kerja Sosiologis-Psikologis (gabungan)
D. Sekolah Kerja Kepribadian (Pembentukan Pribadi)
4. Pengajaran Proyek
Konsep pengajaran proyek dikemukakan oleh John Dewey dan dilaksanakan oleh WHKilpatrick.
Dalam pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (jenis pekerjaan), merencanakan dan memimpin kegiatan proyek.
Proyek yang ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong mereka untuk mencari cara pemecahan masalah yang ditemui secara aktif (sesuai keinginannya).
Mata pelajaran tidak dipisahkan antara satu dengan yang lain, tetapi didasarkan atas tujuan penyelesaian masalah.
Nama : Via Dwi Silviani
Npm: 2513032085
Kelas : 25 C
Aliran-aliran pendidikan
A. Aliran konvensional
Membahas tentang faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya .4 macam aliran konvensional ;
1. Aliran empirisme/optimisme : seseorang dilahirkan dalam keadaan bersih, perkembangannya dipengaruhi lingkungan .
2. Aliran nativisme: seseorang mempunyai pembawaan sejak lahir dan tidak bisa dipengaruhi oleh lingkungan ataupun pendidikan.
3. Aliran nativisme/pesimisme : sejak lahir seseorang memiliki pembawaan dan pengaruh pendidikan bergaris lurus dengan pembawaannya.
4. Aliran konvergensi: setiap anak memiliki pembawaan baik namun bisa rusak karena lingkungan maupun pendidikan.
B. Gerakan/aliran baru
Adalah upaya mencari perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan. Berikut bentuk aliran baru:
1. Pengajaran alam sekitar: pengajaran di sekolah harus sesuai dengan kehidupan yang dialami anak (konkret). Prinsipnya: peragaan, aktivitas anak, pengajaran totalitas, menyatu dengan pengalaman anak, memberikan apersepsi emosional anak.
2. Pengajaran pusat perhatian: anak harus mempunyai pengetahuan tentang dirinya sendiri dan dunianya.metodenya;1.) Metode global.2.) pusat minat
3. Sekolah kerja:bertolak memandang bahwa pendidikan tidak hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga demi kepentingan masyarakat.bentuk bentuk sekolah kerja:1). sosiologis 2). psikologis 3). sosiologis-psikologia 4) kepribadian
4. Pengajaran : Proyek untuk mencari permasalahan secara aktif.
Nama: Nur Hidayati
NPM: 2513032080
Kelas: 25 C
MatKul: Landasan Kependidikan
A. Aliran konvensional
Merupakan pandangan atau pendapat yang membahas faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya.
Macam-Macam aliran konvensional
1. Empirisme (Pelopor John Locke)
Bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan bersih tanpa mempunyai pembawaan sama sekali dari lahirnya, tetapi perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan yang akan menentukan arah hidupnya. Empirisme disebut "Tabularasa" artinya seperti anak kecil lahir yang masih kosong seperti kertas putih dapat ditulis sesuai dengan keinginan orang yg akan menulisnya. Aliran ini bersifat optimis terhadap pendidikan.
2. Nativisme (pelopor Schopenhauer)
Bahwa manusia ketika lahir telah mempunyai pembawaan (baik atau buruk). Pembawaan ini tidak dapat diubah ke arah lain oleh lingkungan atau pendidikan. Aliran ini bersifat pesimis terhadap pendidikan untuk bisa mengubah anak kearah lain selain dan pembawaan yang dibawa sejak lahir.
3. Naturalisme (Pelopor John Jacke Rousseau)
Bahwa semua anak yang lahir mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan ini menjadi rusak karena pengaruh lingkungan, bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan baik itu. Aliran ini bersifat negativisme yang beranggapan bahwa pendidikan tidak perlu tetapi anak diserahkan saja kepada alam agar pembawaan yang baik tidak menjadi rusak.
4. Konvergensi (Pelopor wiliam Stern)
Bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan. Bakat yang dibawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai untuk perkembangan bakat sebaliknya lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan pendidikan yang optimal karena tidak ada bakat yang kuat. Aliran ini bersifat positif.
B. Gerakan (Aliran) Baru
Merupakan upaya yang dilakukan untuk mencapai perbaikan dan meningkatkan mutu pendidikan khususnya perbaikan dalam proses pembelajaran.
Model (bentuk) perbaikan gerakan baru pendidikan:
1. Pengajar alam Sekitar (Pelopor F.A. Finger & J. Ligthart)
Menekankan kepada kegiatan pengajaran yang dilakukan disekolah harus terkait dengan kehidupan nyata yang dialami oleh anak, sehingga lebih kongkrit dan terkait secara emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak.
Prinsip Pengajar alam Sekitar:
1. Peragaan
2. Aktivitas anak
3. Pengajaran totalitas
4. Menyatu dengan Pengalaman anak
5. Memberikan apersepsi emosional anak
2. Pengajaran Pusat Perhatian
Dirintis oleh Ovideminat Decroly dan Belgia oleh semboyan "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup". Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri serta tenang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup dikemudian hari.
Metode yg dikemukakan oleh Decroly:
1. Metode global (Gestalt) Yaitu pendidikan yg dimulai dari keseluruhan yang mempunyai pengertian.
2. Pusat minat dalam pembelajaran harus diresmikan dengan minat spontan yg dimiliki anak.
3 Sekolah kerja
Dipelopori G. Kerschent Einer dengan nama "Arbeitsschule" di Jerman. Sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu, tetapi juga demi kepentingan masyarakat.
Bentuk sekolah kerja
1. Sekolah kerja sosiologi (kebutuhan masyarakat)
2. Sekolah kerja psikologis (Pengembangan bakat anak)
3. Sekolah kerja Sosiologis-Psikologis (gabungan)
4. sekolah kerja kepribadian (pembentukan pribadi).
4.Pengajaran Proyek
Konsep pengajaran proyek diletakkan oleh John Dewer dan dilaksanakan olen W.H. Kilpatrick. Dalam Pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (jenis pekerjaan), merancang dan memimpin kegiatan proyek. Proyek ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong mereka untuk mencari cara pemecahan masalah yang ditemui secara aktif (sesuai keinginannya). Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan lainnya, tetapi didasarkan atas keperluan pemecahan masalah.
Nama : Dina Ayu Lestari
NPM : 2513032071
Kelas : 25 C
Materi : Aliran-aliran Pokok Pendidikan
terdapat 2 hal mengenai aliran pendidikan yaitu Aliran Konvensional & Aliran Baru
A. Aliran Konvensional
aliran konvensional adalah pandangan atau pendapat mengenai faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadiannya, terdapat beberapa macam aliran konvensional yaitu:
1. Aliran Empirisme
Aliran empirisme dipelopori oleh John Locke, aliran ini disebut juga teori "Tabula rasa" aliran ini berpandangan bahwa manusia lahir dalam keadaan bersih seperti kertas putih yang masih kosong, dimana seorang anak perkembangannya bergantung pada lingkungan yang membawanya maka dari itu aliran ini bersifat optimis karena upaya lingkungan dalam pendidikan akan menentukan bagaimana kondisi seorang anak.
2. Aliran Nativisme
Aliran nativisme dipelopori oleh Schopenhauer, aliran ini berpandangan bahwa manusia lahir telah memiliki pembawaan baik atau buruk sama halnya seperti bakat, dalam pandangan dialiran nativisme pembawaan lingkungan atau pendidikan tidak dapat mengubahnya. Aliran ini bersifat pesimis terhadap pendidikan untuk bisa mengubah anak ke arah yang lain karena pembawaan sudah ada sejak lahir.
3. Aliran Naturalisme
Aliran naturalisme dipelopori oleh John Jacke Rousseau, pada aliran ini berpandangan bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik. Namun, sifat baik ini bisa rusak karena pengaruh lingkungan sekitar. Mereka berpendapat bahwa pendidikan formal tidak terlalu penting, dan anak-anak sebaiknya dibiarkan tumbuh secara alami tanpa banyak intervensi. Hal ini karena lingkungan yang tidak tepat dapat merusak sifat baik alami pada anak. Oleh karena itu, aliran ini juga dikenal sebagai "negativisme" karena menolak campur tangan dalam proses perkembangan anak.
4. Aliran Konvergensi
Aliran Konvergensi dipelopori oleh seorang ahli psikologi dan filosof Jerman bernama William Stern, aliran ini berpandangan bahwa perkembangan dipengaruhi pembawaan dan pendidikan. Penjelasan mengenai pernyataan tersebut adalah seorang anak yang memiliki bakat sejak lahir tidak akan berkembang secara maksimal tanpa adanya dukungan yang sesuai terhadap bakat tersebut, sebaliknya lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan pendidikan yang optimal tanpa adanya bakat yang kuat.
B. Gerakan (Aliran) Baru
Gerakan Baru merupakan upaya yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.
beberapa model perbaikan oleh gerakan baru yaitu:
1. Pengajaran Alam Sekitar, dipelopori oleh F.A Finger & J. Lighthart
pengajaran alam sekitar menekankan bahwa pembelajaran di sekolah harus terikat dengan kehidupan nyata atau kebiasaan kehidupan yang dialami dan dilakukan oleh anak agar lebih konkret dan terikat secara emosional dalam diri anak tersebut, Prinsip pengajaran alam sekitar:
a. peragaan
b. aktivitas anak
c. pengajaran totalitas
d. menyatu dengan pengalaman anak
e. memberikan apersepsi emosional anak
2. Pengajaran Pusat Perhatian, dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia melalui semboyan "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup"
maksud dari pengajaran pusat perhatian adalah anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri serta tentang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup di kemudian hari. adapun metode yang dikemukakan oleh Decroly:
1. metode global (gestalt) yaitu pendidikan hendaknya dimulai dari suatu keseluruhan sebelum memahami bagian-bagian yang lebih spesifik. Siswa belajar memahami konteks luas dan makna mendalam.
2. pusat minat yaitu dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki anak
3. Sekolah kerja, dipelopori G. Kerschenteiner3 Sekolah kerja dengan nama "Arbeitsschule" di Jerman. Sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu, tetapi juga demi kepentingan masyarakat.
Bentuk sekolah kerja
1. Sekolah kerja sosiologi (kebutuhan masyarakat)
2. Sekolah kerja psikologis (Pengembangan bakаt аnak)
3. Sekolah kerja Sosiologis-Psikologis (gabungan)
4. sekolah kerja kepribadian (pembentukan pribadi).
4. Pengajaran Proyek,Konsep pengajaran proyek diletakkan oleh John Dewer dan dilaksanakan olen W.H. Kilpatrick. Dalam Pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya, merancang dan memimpin kegiatan proyek. Proyek ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong mereka untuk mencari cara pemecahan masalah yang ditemui secara aktif (sesuai keinginannya). Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan lainnya, tetapi didasarkan atas keperluan pemecahan masalah.
Nama: Dhimas Bagus Kuncoro
Npm: 2553032004
Kelas: 25C
ALIRAN PENDIDIKAN
ada dua hal yang bisa kita pelajari, yang pertama yaitu:
A. Aliran Konvensional
Aliran konvensional merupakan pendapat atau pandangan yang mambahas faktor faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadian yang dia miliki. Ada beberapa macam aliran pendidikan:
1. Aliran Empirisme
Dimana aliran ini menjelaskan dimana manusia di lahirkan dalan keadaan suci tanpa ada pembawaan sama sekali, namun perkembangannya di tentukan oleh lingkungan yang akan menentukan arah hidupnya. Disebut juga dengan istilah “Tabula rasa” yang berarti anak lahir seperti kertas putih yang masih kosong, aliran ini bersifat optimis terhadap pendidikan, yang di pelopori oleh John Locke.
2. Aliran Nativisme
menurut pandangan dari aliran ini manusia yang sudah di lahirkan sudah mempunyai pembawaannya masing masing, baik maupun buruk, dan tidak bisa di rubah oleh lingkungan maupun pendidikan, pandangan ini di pelopori oleh Schopenhauer.
3. Aliran Naturalisme
Aliran ini mempunyai pandangan dimana anak yang lahir dalam pembawaan baik bisa rusak oleh pengaruh lingkungan bahkan oleh pendidikan. Di pelopori oleh John Jacke Rousseau, aliran ini disebut juga dengan Negativisme, yang berarti pendidikan itu tidak perlu tetapi serahkan saja kepada alam agar pembawaan baik tidak menjadi rusak.
4. Aliran Konvergensi
Aliran ini berpandangan bahwa perkembangan anak di pengaruhi dari pembawaan dan lingkungan
bakat yang di bawa sejak lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan yang sesuai untuk bakat tersebut. Aliran ini di pelopori oleh William stern, dia mempunyai pandangan yang positif tentang oendidikan.
B. Gerakan (aliran)Baru
Merupakan suatu gerakan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran
Ada beberapa model perbaikan di ajukan oleh aliran atau gerakan baru ini, yaitu:
1. Pengajaran alam sekitar
Berfokus kepada keterkaitan dalam pembelajaran di sekolah di kehidupan nyata yang di alami oleh anak, sehingga lebih kongkrit dari segi emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak. Aliran ini di pelopori oleh F.A. Finger dan J. Ligthart.
Prinsip pengajaran alam sekitar:
2. Pengajaran Pusat Perhatian
Dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia dengan semboyan “Sekolah untuk hidup dan oleh hidup” . Cenderung kepada pusat perhatian anak, bukan sekedar di skeliling anak, pengalaman anak, tetapi apa yang sedang menjadi pusat perhatian anak pada saat proses pembelajaran. Yang dimana kehidupan yang sedang di alami oleh anak, itu yang harus di pelajari, dimana anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya dan dunianya yaitu lingkungan tempat hidup di hari kedepanya.
Oleh karena itu Decroly mempunyai metode yang di kembangkan olehnya yang terdiri dari:
3. Sekolah Kerja
Dipelopori oleh G. Kerschenteiner dengan nama “Arbeitsschule” di jerman. Yang dimana sekolah kerja ini bertolak belakang pada pandangan pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga demi kepentingan masyarakat.
Bentuk Sekolah Kerja:
a. Sekolah kerja sosiologis (kebutuhan masyarakat)
yaitu sekolah kerja hang menekankan kepada kebutuhan masyarakat, apa yang di butuhkan dimasyarakat.
b. Sekolah Kerja Psikologis (pengembangan bakat anak)
yaitu anak menyumbangkan bakat yang dia punya
c. Sekolah Kerja Sosiologis - Psikologis (gabungan)
kebutuhan masyarakat di sesuaikan oleh bakat yang di punyai, yang kemudian nanti di arahkan kepada apa yang di butuhkan oleh masyarakat dengan bakat yang dia punyai
d. Sekolah Kerja Kepribadian (pembentukan pribadi)
4. Pengajaran Proyek
konsep ini di letakan oleh John Dewey dan di laksanakan oleh W.H. Kiloatrick
Pengajaran proyek ini anak bebas memilih jenis proyek/jenis pekerjaan yang ingin dia ambil, dan kemudian dipimpin olehnya. Dengan demikian anak akan terdorong untuk mencari pemecahan masalah yang sedang di jalankan dalam pembelajaran kelompok.
Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan yang lainya, tetapi di dasarkan pada keperluan pemecahan masalah.
Nama : Frisca Chintya Sari Asisko
NPM : 2553032013
Kelas : 25 C
A. ALIRAN PENDIDIKAN KONVENSIONAL
aliran konvensional ini membahas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian manusia.
1. Aliran Empirisme
aliran ini berpandangan bahwa manusia sejak lahir itu seperti kertas putih (tabula rasa). empirisme ini nunjukin pentingnya peran lingkungan dan pendidikan sebagai faktor utama dalam pembentukan kepribadian.
2. Aliran Nativisme
berpandangan bahwa manusia telah memiliki pembawaan sejak lahir, baik sifat baik maupun buruk. lingkungan dan pendidikan dianggap tidak mampu mengubah sifat dasar tersebut.
3. Aliran Naturalisme
manusia sejak lahir membawa pembawaan yang baik. kerusakan sifat manusia justru muncul karena pengaruh lingkungan dan pendidikan yang salah. pendidikan sebaiknya membiarkan anak berkembang secara alami. naturalisme menekankan bahwa anak sebaiknya dibiarkan tumbuh sesuai kodratnya tanpa tekanan. guru berperan sebagai pembimbing, bukan pengendali.
4. Aliran Konvergensi
berpandangan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu pembawaan (nativisme) dan lingkungan (empirisme).
B. GERAKAN (ALIRAN) BARU DALAM PENDIDIKAN
gerakan baru ini merupakan usaha pembaruan dalam dunia pendidikan yang bertujuan meningkatkan mutu dan kualitas proses belajar mengajar agar lebih efektif.
1. Pengajaran Alam Sekitar
ini membentuk proses pembelajaran yang kontekstual. guru dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar agar peserta didik lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman langsung.
2. Pengajaran Pusat Perhatian
pengajaran pusat perhatian menekankan bahwa motivasi belajar anak meningkat jika materi disesuaikan dengan minat dan kebutuhan mereka.
3. Sekolah Kerja
sekolah kerja menekankan pentingnya keterampilan, tanggung jawab sosial, dan pembentukan karakter.
4. Pengajaran Proyek
pengajaran proyek memberi kebebasan kepada peserta didik untuk memilih, merancang, dan melaksanakan kegiatan proyek belajar. jadi ini akan mengembangkan kemandirian, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah. siswa belajar melalui pengalaman nyata dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran.
KESIMPULAN
dari berbagai aliran di atas, dapat dipahami bahwa setiap pandangan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. namun, dalam praktik pendidikan masa kini, perpaduan antara berbagai aliran tersebut sering digunakan agar pendidikan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan zaman.
Nama:Aulia Rahma Ramadani
NPM:2513032083
Kelas:25 C
Dari video yang telah dijelaskan dapat saya simpulkan materi terkait aliran-aliran pokok pendidikan.
A. Aliran konvensional
Merupakan pandangan yang membahas terkait faktor yang menentukan perkembangan manusia, adapun macam-macam aliran konvensional yaitu:
1.Empirisme: Aliran yang disebut juga dengan "Tabularasa" yang berarti anak lahir seperti kertas putih yang kosong dan dapat di tulis sesuai keinginan orang yang akan menulisnya, dipelopori oleh John Locke.
2.Nativisme: Aliran yang dimana manusia dilahirkan telah mempunyai pembawaan (baik atau buruk) dan tidak dapat diubah ke arah lain oleh lingkungan dan pendidikan, dipelopori oleh Schopenhauer.
3.Naturalisme: Aliran yang berpendapat bahwa anak lahir mempunyai pembawaan baik namun pembawaan itu menjadi rusak karena pengaruh lingkungan, dipelopori oleh John Jacket Rousseau.
4.Konvergensi: Aliran yang berpendapat bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh pembawaan dan pendidikan,contohnya bakat yang tidak didukung tidak akan berkembang dengan baik, dipelopori oleh William Stern.
B.Gerakan (Aliran) Baru
Merupakan upaya yang dilakukan untuk mencapai perbaikan dan meningkatkan mutu pendidikan.
Model (bentuk) perbaikan gerakan baru pendidikan:
1.Pengajar alam sekitar yang dipelopori F.A. Finger dan J. Ligthart menekankan kepada kegiatan pengajaran yang dilakukan disekolah harus terkait dengan kehidupan nyata yang dialami oleh anak, sehingga lebih kongkrit dan terkait secara emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak,adapun prinsip pengajar alam sekitar yaitu:
A.Peragaan
B.Aktivitas anak
C.Pengajaran totalitas
D.Menyatu dengan pengalaman anak
E. Memberikan apersepsi emosional anak
2.Pengajaran pusat perhatian
Dirintis oleh Ovideminat Decroly dari Belgia oleh semboyan "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup". Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri serta tentang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup dikemudian hari,adapun metode yang di kemukakan oleh Decroly:
A.Metode global (gestalt) yaitu pendidikan yang di mulai dari keseluruhan yang mempunyai pengertian.
B.Pusat minat dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan minat spontan yang dimiliki anak.
3.Sekolah kerja
Dipelopori oleh G.Kerschenteiner dengan nama "Arbeitschule" di Jerman.Sekolah kerja bertolak dari pandangan bahwa pendidikan tidak hanya demi kepentingan individu tetapi juga demi kepentingan masyarakat,adapun bentuk sekolah kerja yaitu:
A.Sekolah kerja sosiologis (kebutuhan masyarakat)
B.Sekolah kerja psikologis (pengembangan bakat anak)
C.Sekolah kerja sosiologis-psikologis (gabungan)
D.Sekolah kerja kepribadian (pembentukan pribadi)
4.Pengajaran proyek
Konsep pengajaran proyek diletakan oleh John Dewer dan dilaksanan oleh W.H.Kilpatrick. Dalam pengajaran proyek anak bebas menentukan pilihannya (jenis pekerjaan), merancang dan memimpin kegiatan proyek.Proyek ditentukan sendiri oleh anak akan mendorong mereka untuk mencari cara pemecahan masalah yang ditemui secara aktif (sesuai keinginan).Mata pelajaran tidak terpisah antara satu dengan lainnya, tetapi didasarkan atas keperluan pemecahan masalah.
Nama : Shelfia Lestari
Kelas : 25 C
NPM : 2513032072
ALIRAN PENDIDIKAN
A. Aliran konvesional
Aliran konvensional adalah aliran yang membahas mengenai pandangan dari faktor-faktor yang menentukan perkembangan manusia dan kepribadianya. Aliran konvensional terbagi menjadi beberapa macam yaitu:
1.Empirisme (Tabularasa)
Di pelopori oleh : John Locke
Aliran ini berpandangan bahwa manusia lahir dalam keadaan bersih tanpa mempunyai pembawaan dan perkembangan anak ditentukan oleh lingkungannya. Aliran ini disebut dengan "Tabularasa" yang artinya anak lahir seperti kertas putih yang masih kosong dan dapat ditulis sesuai dengan keinginan orang yang akan menulisnya. Aliran ini bersifat optimis terhadap pendidikan.
2.Aliran Nativisme
Dipelopori oleh : Schopenhauer
Aliran ini berpandangan bahwa manusia ketika dilahirkan telah mempunyai pembawaan baik atau buruk. Jika pembawaan baik, maka anak akan berkembang ke arah yang baik, tetapi jika pembawaan itu jelek maka anak akan berkembang ke arah yang jelek tanpa dapat diubah. Aliran ini pesimis terhadap pendidikan.
3.Aliran Naturalisme (Negativisme)
Dipelopori oleh : John Jacke Rousseau
Aliran ini berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan itu menjadi rusak karena lingkungan, bahkan pendidikan yang diberikan orang dewasa kepada anak dapat merusak pembawaan baik itu.
Aliran ini disebut juga dengan "Negativisme" yang beranggapan bahwa pendidika itu tidak perlu, tetapi anak diserahkan saja kepada alam agar pembawaan baik itu tidak rusak.
4.Aliran Konvergensi
Dipelopori oleh : William Stern
Aliran ini berpendapat bahwa pembawaan dan pendidikan menentukan pembentukan pribadi seseorang, dan pendidikan sebagai penolong anak dalam mengembangkan potensinya. Bakat yang dibawa anak sejak lahir tidak akan berkembang tanpa dukungan yang sesuai dengan perkembangan bakat itu. Dan sebaliknya, lingkungan yang baik tidak akan menghasilkan pendidikan yang optimal kalau tidak ada bakat yang kuat.
B. Gerakan (Aliran) Baru
Gerakan ini adalah upaya yang dilakukan untuk mencari perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.
Terdapat beberapa model (bentuk) perbaikan yaitu :
1.Pengajaran Alam Sekitar
Dipelopori oleh : F. A. Finger dan J. Ligthart
Metode ini menekankan kepada kegiatan pengajaran yang dilakukan disekolah harus dikaitkan dengan kehidupan nyata yang dialami oleh anak, sehingga lebih kongkrit dan terkait penuh secara emosional dengan kebutuhan dan kehidupan anak.
Prinsip pengajaran Alam Pendidikan yaitu : Peragaan, aktivitas anak, pengajaran totalitas, menyatu dengan pengalaman anak, dan memberikan apersepsi emosional anak.
2.Pengajaran pusat perhatian
Dirintis oleh : Ovideminat Decroly
Anak harus mempunyai pengetahuan terhadap dirinya sendiri tentang dunianya yaitu lingkungan tempat hidup dihari kedepannya. Metode yang dikemukakan yaitu ada metode global (keseluruhan) , dan pusat minat (minat yang dimiliki anak)
3.Sekolah kerja
Dipelopori oleh : G. Kerschenteiner
Terdapat 2 hal yang menjadi perhatian dalam sekolah kerja yaitu individu peserta didik dan kebutuhan masyarakat. Sekolah kerja terbentuk menjadi beberapa macam yaitu : Sekolah kerja sosiologis(kebutuhan masyarakat), Psikologis(Pengembangan bakat anak) , Sosiologis-Psikologis, dan kepribadian(pembentukan pribadi).
4.Pengajaran Proyek
Diletakkan oleh : John Dewey dan dilaksanakan oleh : W. H. Kilpatrick
Anak bebas menentukan pilihannya, merancang, dan memimpin proyek. Dengan dilakukan hal tersebut akan mendorong mereka mencari cara pemecahan masalah yang ditemui sesuai dengan keinginannya.
Kesimpulan
Menurut saya, dari berbagai aliran pendidikan bisa disimpulkan kalau setiap aliran punya cara pandang sendiri tentang bagaimana manusia tumbuh dan berkembang. Ada yang bilang perkembangan itu karena lingkungan, ada juga yang bilang karena bawaan sejak lahir, bahkan ada yang menggabungkan keduanya. Intinya, semua aliran pendidikan sama-sama ingin membantu manusia supaya bisa berkembang dengan baik dan menjadi pribadi yang bermanfaat melalui proses belajar yang sesuai dengan dirinya.
Nama : Octa Villanza Ramadhany
NPM : 2553032006
Kelas: 25C
A. Aliran Konvensional
Empirisme (John Locke) – Anak lahir seperti kertas putih (tabula rasa); lingkungan sangat menentukan perkembangan. Pendidikan berperan besar (pandangan optimis).
Nativisme (Schopenhauer) – Pembawaan sejak lahir (baik/buruk) menentukan perkembangan; lingkungan tak bisa mengubahnya (pandangan pesimis).
Naturalisme (J.J. Rousseau) – Anak pada dasarnya baik, tapi bisa rusak oleh pengaruh lingkungan dan pendidikan yang salah; anak sebaiknya dibiarkan berkembang alami.
Konvergensi (William Stern) – Gabungan pembawaan dan lingkungan; keduanya saling melengkapi dalam membentuk kepribadian anak (pandangan realistis dan positif).
B. Gerakan atau Aliran Baru
Pengajaran Alam Sekitar (Finger & Ligthart) – Pembelajaran harus terkait dengan kehidupan nyata anak; menekankan aktivitas, peragaan, pengalaman emosional, dan totalitas belajar.
Pengajaran Pusat Perhatian (Ovide Decroly) – Belajar dimulai dari minat dan kebutuhan anak melalui metode global (gestalt); semboyan “sekolah untuk hidup dan oleh hidup”.
Sekolah Kerja (G. Kerschensteiner) – Pendidikan melalui kegiatan nyata untuk kepentingan individu dan masyarakat; menumbuhkan tanggung jawab sosial.
Pengajaran Proyek (John Dewey & Kilpatrick) – Anak belajar melalui proyek yang dipilih sendiri; menumbuhkan kemandirian, kreativitas, dan pemecahan masalah secara aktif.
jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan yang efektif adalah pendidikan yang menggabungkan pembawaan, lingkungan, serta pengalaman belajar aktif, sehingga anak dapat berkembang secara utuh—baik secara intelektual, sosial, maupun emosional.