Forum Analisis Soal-1

Forum Analisis Soal-1

Number of replies: 68
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Iqbal Eka Negara -
Nama : Muhammad Iqbal Eka Negara
NPM : 2455012007
Kelas : A

A.Hoaks adalah ancaman serius yang dapat merusak tatanan sosial jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi edukasi literasi digital kepada masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi, penggunaan teknologi seperti *fact-checking* otomatis untuk mendeteksi hoaks, serta membiasakan diri untuk tidak menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu memverifikasinya. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat sangat penting untuk menekan penyebaran hoaks.

B.Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menyebabkan polarisasi masyarakat, penyalahgunaan informasi, dan dehumanisasi. Untuk mengatasi hal ini, perlu ditekankan pentingnya inovasi teknologi yang berbasis nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan persatuan. Pemerintah juga harus memperkuat regulasi dalam penggunaan media sosial agar sesuai dengan norma dan etika bangsa. Selain itu, masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasan pengembangan teknologi agar lebih bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan publik.

C.Sikap konsumerisme yang tinggi membuat Indonesia menjadi pasar utama produk teknologi dari negara lain, yang pada akhirnya menghambat kemandirian teknologi bangsa. Solusi atas permasalahan ini dapat disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Dari perspektif teknik, inovasi lokal perlu didukung melalui riset dan pengembangan teknologi dalam negeri. Secara ekonomi, kewirausahaan berbasis teknologi lokal harus didorong dengan insentif bagi usaha kecil dan menengah. Dalam bidang hukum, diperlukan kebijakan yang mendukung perlindungan produk dalam negeri. Sedangkan dalam dunia pendidikan, kurikulum harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan mendorong generasi muda untuk menciptakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Langkah-langkah ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada produk asing dan mendorong kemandirian teknologi Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Abraham Stanley Wijaya -

Nama: Abraham Stanley Wijaya

NPM: 2415012029


Analisis Soal 1

1. Sampai hari ini masih banyak sekali beredar berita bohong di kalangan masyarakat, jika kita tidak mencari informasi lebih lanjut tentang berita-berita yang ada, kita bisa saja dengan mudah percaya bahwa berita tersebut adalah benar. Ada banyak berita bohong yang tersebar untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, hal ini harus segera diatasi karena jika tidak maka berita bohong akan menjadi semakin banyak dan masyarakat menganggap bahwa berita tersebut adalah benar adanya karena mereka sering melihat berita bohong tersebut.Cara untuk mengatasi dampak negatif penyelenggaraan berita bohong ini, salah satunya dengan mencari tahu lebih lanjut tentang asal informasi tersebut, atau dengan mencari tahu fakta-faktanya.

2. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di media sosial dapat menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat. Karena pada kenyataannya aktifitas di media sosial cenderung bebas dan tidak terkontrol, kebebasan itu lah yang jika tidak didasari oleh nilai-nilai pancasila maka akan memberikan dampak yang negatif.

3. Menurut saya solusi yang tepat untuk menanggulangi sikap konsumerisme yang menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK nya ialah dengan mulai memproduksi sendiri barang-barang yang diperlukan oleh masyarakat. Selain itu juga perlu dilakukan penyuluhan untuk masyarakat tentang bagaimana kualitan produk dari negeri sendiri itu sama baiknya dengan kualitas produk dari luar negeri.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Cindy Bunga Apriliantika -
NAMA: Cindy Bunga Apriliantika
NPM : 2415012006



A. Bagaimana tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang Anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
Jawab:
Tanggapan saya, berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks semakin berbahaya dengan dukungan media sosial yang memungkinkan penyebaran informasi tanpa verifikasi. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, saya akan:
1. Menyerahkan kebenaran informasi dengan memeriksa sumber resmi sebelum menyebarkannya.
2. Mengedukasi orang tentang literasi digital dan cara mengenali hoaks.
3. Menghindari berbagi informasi yang tidak jelas kebenarannya, meskipun terlihat menarik.



B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial, dan solusi apa yang Anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab:
Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan Pancasila dapat menyebabkan penyebaran hoaks, kebencian, dan eksploitasi privasi, bertentangan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Solusi yang saya usulkan:
1. Menanamkan pendidikan karakter berbasis Pancasila, termasuk etika bermedia sosial.
2. Meningkatkan pengawasan terhadap platform media sosial untuk mendeteksi dan menghapus konten yang melanggar nilai Pancasila.
3. Membangun aplikasi atau fitur untuk memverifikasi informasi dengan mudah


C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya. Bagaimana solusinya menurut program studi/jurusan yang Anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab:
Sebagai mahasiswa Arsitektur, saya menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi ketergantungan pada produk teknologi asing:
1. Memanfaatkan material lokal dan teknologi bangunan tradisional dalam desain arsitektur untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
2. Mendorong pengembangan smart building berbasis teknologi lokal, seperti sistem kontrol energi atau teknologi konstruksi modular.
3. Berkolaborasi dengan industri teknologi lokal untuk menciptakan produk arsitektur berkelanjutan.
4. Melakukan penelitian desain berbasis teknologi lokal untuk menghasilkan solusi bangunan hemat energi.
5. Meningkatkan kesadaran masyarakat dan klien mengenai pentingnya penggunaan teknologi lokal dalam mendukung ekonomi dan lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Hani Novitri -
Nama : Hani Novitri Nia Ramadhani
NPM : 2415012062
Kelas : B

a. Tanggapan saya terhadap berita ini adalah bahwa dampak penyebaran hoaks melalui media sosial memang sangat berbahaya dan harus dihadapi dengan pendekatan yang komprehensif. Media sosial, meskipun memiliki banyak manfaat sebagai sarana komunikasi dan informasi, juga menjadi platform yang sangat efektif untuk menyebarkan hoaks karena sifatnya yang viral dan mudah diakses oleh siapa saja. Selain itu, penyebaran hoaks juga diperparah oleh algoritma media sosial yang cenderung menampilkan konten yang mendapatkan banyak interaksi, termasuk yang sifatnya sensasional atau kontroversial.

Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
1. Peningkatan literasi media
2. Mendorong tanggung jawab pengguna media sosial
3. Peran pemerintah dan platform media sosial
4. Kolaborasi dengan media massa yang terpercaya
5. Menggunakan teknologi untuk melawan hoaks

b. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat membawa dampak negatif di media sosial, seperti penyebaran informasi yang tidak benar, disinformasi, radikalisasi, atau bahkan penyalahgunaan teknologi untuk tujuan merugikan masyarakat. Teknologi yang tidak berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila bisa menyebabkan polarisasi sosial, memperburuk ketimpangan, serta merusak norma-norma sosial dan budaya bangsa.

Solusi:
1. Pendidikan dan Literasi Digital:
2. Regulasi yang Ketat
3. Kolaborasi antara Pemerintah, Masyarakat, dan Pelaku Teknologi

c. Sikap konsumerisme yang tinggi di Indonesia memang dapat menyebabkan ketergantungan terhadap produk teknologi dari negara-negara yang lebih maju, termasuk dalam sektor arsitektur. Namun, program studi arsitektur dapat memberikan solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut dengan pendekatan yang lebih berfokus pada pemberdayaan lokal, keberlanjutan, dan inovasi berbasis teknologi yang dikembangkan di dalam negeri.

Berikut beberapa solusi yang dapat ditawarkan oleh program studi arsitektur:
1. Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Lokal dalam Teknologi Arsitektur
2. Inovasi dan R&D dalam Teknologi Konstruksi
3. Pemanfaatan Digitalisasi dan Teknologi Smart Building
4. Pendidikan dan Kolaborasi Internasional
5. Sosialisasi dan Promosi Arsitektur Berkelanjutan
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by ANDRI DWIANSYAH -
Nama:Andri Dwiansyah
Npm:2415012024

Analisis Soal 1

1. Menurut saya, penyebaran berita palsu memiliki dampak negatif yang sangat besar. Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang berbeda dapat menyebarkan maupun menerima hoaks. Kurangnya kesadaran dalam mengambil informasi seringkali dilakukan tanpa melihat kebenaran informasi tersebut. Hal tersebut yang menyebabkan penyebaran penipuan dapat tersebar dengan cepat. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran hoaks adalah dengan mengecek ulang semua informasi yang diterima. Cari tahu kebenarannya dan jangan percaya semua informasi yang beredar.

2. Komentar dengan kata-kata yang kurang sopan sering ditemukan di jejaring media sosial. Hal tersebut merupakan salah satu contoh perkembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Solusi pengembangan IPTEK yang lebih baik dapat diberikan dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang ada, seperti nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan dan lain-lain. Serta menggunakan media sosial dengan sebijak mungkin tanpa merugikan pihak lain.

3. Menurut saya langkah yang dapat di ambil yaitu dengan cara meningkatkan SDA. Indonesia sendiri merupakan negara yang kaya akan SDA nya. Sehingga seharusnya masyarakat harus mengutamakan produk dalam negeri, dan meminimalisir produk luar negeri atau impor. Sebagai mahasiswa arsitektur, saya rasa tidak selalu buruk ketika Indonesia menjadi pasar produk teknologi, dan juga kita dapat memanfaatkan bahan alam yang ada untuk membuat sebuah inovasi baru bagi perkembangan teknologi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Adinda Muthia Hanifah -
ADINDA MUTHIA HANIFAH
2415012055

ANALISIS SOAL-1

A. Saya setuju dengan pendapat dalam berita tersebut bahwa hoaks, terutama yang disebarkan melalui media sosial, dapat memiliki dampak negatif yang sangat besar, bahkan di kalangan orang-orang berpendidikan. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, penting untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menggunakan sumber yang terpercaya, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang hanya sesuai dengan pandangan kita. Sebagai mahasiswa, saya juga akan berperan aktif dalam mengedukasi teman-teman dan orang di sekitar untuk lebih bijak dalam menerima informasi.

B.
Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan dampak negatif, seperti penyalahgunaan teknologi untuk menyebarkan hoaks, merusak lingkungan, atau menyinggung nilai kemanusiaan. Di media sosial, hal ini bisa memperburuk polarisasi dan mempercepat penyebaran informasi yang salah. Solusinya, pengembangan iptek harus didorong dengan prinsip Pancasila yang menekankan pada kesejahteraan umum, keadilan sosial, dan kemanusiaan. Edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan teknologi secara bijak serta penerapan kebijakan yang mengatur penggunaan iptek dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.

C. Sebagai mahasiswa arsitektur, saya berpandangan bahwa untuk mengurangi ketergantungan pada produk teknologi dari luar negeri, kita perlu lebih fokus pada inovasi dan pengembangan teknologi lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satu solusi adalah menciptakan desain bangunan yang memanfaatkan teknologi ramah lingkungan dan bahan-bahan lokal, mengurangi konsumsi produk impor, serta mendukung pengembangan riset teknologi di bidang arsitektur yang dapat memenuhi tantangan di Indonesia, seperti bencana alam dan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Rahma Yumna Zalianty -
Nama: Rahma Yumna Zalianty
NPM: 2415012011
Kelas: A

Analisis soal-1

A. Berita tersebut menggambarkan fenomena penyebaran hoaks yang semakin masif di era digital. Latar belakang pendidikan tinggi ternyata tidak menjamin seseorang bebas dari pengaruh hoaks. Hal ini memperlihatkan bahwa hoaks adalah masalah pola pikir, bukan sekadar pendidikan. Dampaknya dapat merusak kepercayaan sosial, memecah belah masyarakat, dan merusak integritas informasi. Untuk mengantisipasi dampaknya:
1. Mengajarkan masyarakat cara membedakan informasi valid dan hoaks.
2. Selalu cek fakta sebelum menyebarkan berita.
3. Memberikan sanksi tegas kepada penyebar hoaks.

B. IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila memicu ujaran kebencian, polarisasi sosial, dan penurunan moralitas. Solusinya:
1. Membuat algoritma untuk menyaring konten negatif.
2. Mengawasi konten digital dengan tegas.
3. Kampanye penggunaan media sosial sesuai nilai Pancasila.

C. Solusi Konsumerisme Teknologi Sikap konsumerisme membuat Indonesia bergantung pada teknologi asing. Sikap konsumerisme dalam teknologi menyebabkan Indonesia bergantung pada produk asing, termasuk di bidang arsitektur. Sebagai mahasiswa arsitektur, solusi yang relevan meliputi:
1. Menggunakan Material Lokal
2. Mengembangkan desain berbasis budaya lokal.
3. Dukung inovasi teknologi bangunan pintar buatan lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Raka Dhimas Satrio -
Raka Dhimas Satrio
2415012063
A

Analisis Soal 1

a. Penyebaran Hoaks di Media Sosial
Dampak hoaks di media sosial sangat berbahaya karena sifatnya yang mudah viral dan algoritma yang cenderung memperkuat konten sensasional. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan komprehensif, seperti:
1. Peningkatan literasi media: Mengedukasi masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi.
2. Tanggung jawab pengguna: Mengingatkan setiap pengguna untuk berhati-hati sebelum membagikan informasi
3. Peran pemerintah dan platform: Mengawasi konten dan menindak penyebaran hoaks.
4. Kemitraan dengan media terpercaya: Menyajikan informasi yang akurat.
5. Teknologi anti-hoaks: Mengembangkan alat untuk mendeteksi dan melawan berita palsu.

B. IPTEK dan Nilai Pancasila 
Jika pengembangan IPTEK tidak berdasarkan nilai-nilai Pancasila, dampaknya bisa meliputi disinformasi, radikalisasi, dan polarisasi sosial. Solusi untuk mengatasi hal ini:
1. Pendidikan literasi digital: Mengajarkan penggunaan teknologi secara etis.
2. Regulasi tegas: Mengatur penyalahgunaan teknologi.
3. Kolaborasi berbagai pihak: Mengintegrasikan nilai Pancasila dalam pengembangan teknologi.

c. Konsumerisme dan Ketergantungan Teknologi
Tingginya konsumerisme teknologi memperkuat ketergantungan pada negara maju, termasuk di sektor arsitektur. Program studi arsitektur dapat mengurangi hal ini melalui:
1. Pemberdayaan lokal: Meningkatkan keterampilan dalam teknologi arsitektur berbasis kearifan lokal.
2. Inovasi konstruksi: Mengembangkan teknologi dan material lokal.
3. Smart building: Menerapkan digitalisasi pada desain dan konstruksi.
4. Kolaborasi internasional: Belajar sekaligus mempromosikan inovasi lokal.
5. Arsitektur berkelanjutan: Mengutamakan desain ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by ALYA NUR SAFITRI -
Nama : Alya Nur Safitri
NPM : 2415012003
Kelas : A

1.Berita yang dikirimkan menunjukkan betapa misinformasi dapat berdampak buruk, terutama di era media sosial, di mana informasi dapat dengan mudah menyebar tanpa verifikasi. Berita palsu tidak hanya menyesatkan, tetapi juga dapat mempengaruhi opini masyarakat dan menimbulkan konflik sosial. Ironisnya, pendidikan tinggi pun tidak selalu menjamin bahwa Anda tidak akan terpengaruh oleh misinformasi, karena sering kali informasi tersebut dikemas dengan cara yang menarik sesuai dengan preferensi dan keyakinan pribadi diri sendiri.

Untuk mengatasi masalah ini, langkah nyata dapat diambil untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dan membantu mereka mengkategorikan informasi dengan lebih baik. Pendidikan formal dan informal harus mencakup konten tentang mengidentifikasi dan memerangi berita palsu. Kita juga perlu berupaya membangun budaya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Teknologi seperti kecerdasan buatan juga dapat digunakan untuk secara otomatis mendeteksi laporan palsu dan menghentikan penyebarannya di platform media sosial.

2.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dapat berdampak negatif terhadap kehidupan bermasyarakat. Misalnya, media sosial sering menjadi sarana penyebaran ujaran kebencian, berita palsu, dan konten provokatif yang dapat memecah belah bangsa. Hal ini bertentangan dengan nilai inti Pancasila: persatuan, keadilan, dan gotong royong.

Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam pemanfaatan teknologi. Pemerintah, pemangku kepentingan teknologi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat. Peraturan yang ketat juga harus diterapkan untuk mengendalikan penyalahgunaan media sosial, dan pendidikan moral dan etika digital harus ditanamkan sejak usia dini. Dengan demikian, teknologi bisa menjadi alat yang mendukung persatuan dan kemajuan bangsa, bukan sebaliknya.

3.Konsumerisme, dimana masyarakat lebih memilih menjadi pengguna teknologi asing dibandingkan mengembangkan inovasi sendiri, menjadikan Indonesia sebagai pasar pasif bagi negara maju. Hal ini memperlambat perkembangan teknologi dalam negeri dan menghambat kemandirian negara.

Misalnya untuk matakuliah saya yakni arsitektur Sikap konsumerisme bisa diatasi menggunakan mengutamakan penggunaan material lokal misalnya bambu, kayu, atau batu alam yang ramah lingkungan & sinkron menggunakan syarat iklim Indonesia.
Selain itu, teknologi konstruksi yg berkelanjutan, misalnya green architecture, perlu diterapkan buat mengurangi ketergantungan dalam teknologi asing.
Arsitektur pula wajib mengintegrasikan nilai kearifan lokal pada desain, sebagai akibatnya membentuk bukti diri budaya yang bertenaga & kompetitif pada pasar global. Dengan langkah ini, arsitek bisa berkontribusi dalam pengembangan teknologi lokal & keberlanjutan pembangunan pada Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Rafi Dian Syah -
Nama : Rafi Dian Syah
NPM : 2415012026
Kelas : B

A. Berita ini menunjukkan bagaimana hoaks, diperkuat oleh media sosial, menjadi ancaman serius terhadap integritas informasi di masyarakat. Kombinasi keduanya menciptakan dampak luas, tidak hanya mengelabui individu tetapi juga memengaruhi opini publik dan memecah belah masyarakat.
- Program edukasi tentang cara mengenali berita hoaks, seperti memeriksa sumber berita, fakta, dan konteks
- Para tokoh masyarakat harus memberikan contoh yang baik dengan tidak menggunakan hoaks sebagai alat politik
- Hindari menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya.

B. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila dapat membawa dampak negatif, terutama di media sosial. Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pedoman, Pemerintah harus mengatur platform media sosial agar lebih transparan dalam mengelola konten, Program edukasi berbasis nilai Pancasila untuk membentuk pengguna teknologi yang cerdas dan bermoral, dan Ajarkan cara menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab.

C. Menurut saya solusi yang dapat diambil adalah memanfaatkan teknologi lokal, menciptakan desain arsitektur yang memaksimalkan potensi lokal (seperti bambu, kayu, atau batu alam Indonesia), sehingga mengurangi impor material teknologi tinggi, mendorong penggunaan software Building Information Modeling (BIM) atau teknologi cetak 3D buatan dalam negeri untuk efisiensi pembangunan dan fokus pada desain yang memanfaatkan sumber daya lokal
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Bathi Cahyadi -
Nama : M. Bathi Cahyadi
NPM : 2415012068

A. Penyebaran Hoaks di Media Sosial
Hoaks di media sosial semakin masif dan dapat merusak kepercayaan sosial serta memecah belah masyarakat. Pendidikan tinggi bukan jaminan seseorang bebas dari pengaruh hoaks, karena masalah ini berkaitan dengan pola pikir, bukan sekadar tingkat pendidikan. Untuk mengatasinya:
Mengedukasi masyarakat untuk membedakan informasi valid dan hoaks.
Selalu cek fakta sebelum menyebarkan berita.
Memberikan sanksi tegas kepada penyebar hoaks.
Selain itu, perlu peningkatan literasi media, tanggung jawab pengguna, pengawasan pemerintah, kemitraan dengan media terpercaya, dan pengembangan teknologi anti-hoaks.

B. IPTEK dan Nilai Pancasila
Pengembangan IPTEK tanpa dasar nilai Pancasila dapat memicu disinformasi, radikalisasi, dan polarisasi sosial. Solusinya:
Mengembangkan algoritma untuk menyaring konten negatif.
Mengawasi konten digital secara tegas.
Mengkampanyekan penggunaan media sosial sesuai dengan nilai Pancasila.
Juga penting untuk meningkatkan pendidikan literasi digital, regulasi tegas, dan kolaborasi berbagai pihak dalam integrasi nilai Pancasila dalam teknologi.

C. Konsumerisme dan Ketergantungan Teknologi
Konsumerisme teknologi yang tinggi membuat Indonesia bergantung pada produk asing, termasuk dalam sektor arsitektur. Untuk mengurangi ketergantungan ini, solusi bagi mahasiswa arsitektur meliputi:
Menggunakan material lokal dan mengembangkan desain berbasis budaya lokal.
Mendukung inovasi teknologi bangunan pintar buatan lokal.
Menerapkan teknologi smart building, berkolaborasi internasional, dan mengutamakan arsitektur berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Galih Rigiantoro -
Nama Galih Rigiantoro
npm 2415012042
A.Berita mengenai dampak negatif hoaks yang diperkuat oleh media sosial menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dalam masyarakat. Penyebaran hoaks tidak hanya mendorong fakta, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan terhadap informasi yang valid, serta konflik sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut, langkah yg dpt diambil:
1.Edukasi Literasi Digital : Masyarakat perlu diberikan pendidikan mengenai cara mengenali informasi yang valid dan hoaks. Ini termasuk pelatihan untuk memverifikasi sumber berita sebelum membagikannya.
2.Kampanye Kesadaran : Mengadakan kampanye yang meningkatkan kesadaran akan bahaya hoaks, terutama di platform media sosial, agar masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi.

B.Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan penyebaran teknologi, seperti penyebaran hoaks. Hal ini berpotensi merusak tatanan sosial. Solusi untuk pengembangan IPTEK :
1.Integrasi Nilai Pancasila dalam Kurikulum : Memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan teknologi dan media sosial agar pengguna memahami tanggung jawab sosial mereka.
2.Regulasi Ketat : Pemerintah perlu membuat regulasi yang mengatur penggunaan teknologi untuk memastikan bahwa konten yang disebarkan tidak melanggar norma-norma etika dan moral.
3.Peningkatan Kualitas Konten : Mendorong penciptaan konten positif dan edukatif di media sosial yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

C.Konsumerisme yang tinggi di Indonesia menyebabkan negara ini menjadi pasar bagi produk teknologi dari negara-negara yang lebih maju dalam bidang IPTEK. Dalam konteks program studi saya yaitu arsitektur, berikut adalah beberapa solusi yang dapat diusulkan untuk mengatasi permasalahan ini:
1.Inovasi dalam Materi Lokal :
Mendorong penelitian dan pengembangan materi bangunan lokal yang dapat bersaing dengan produk asing. Dengan eksplorasi penggunaan bahan-bahan tradisional dan inovatif yang tersedia di Indonesia, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.
2.Promosi Arsitektur Tradisional :
Mengintegrasikan elemen-elemen arsitektur tradisional ke dalam desain modern sebagai cara untuk menghargai warisan budaya sekaligus menciptakan identitas lokal. Hal ini akan menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Salwa Azizah -
Nama: Salwa Azizah
NPM: 2415012036

1. Tanggapan mengenai berita dan antisipasi dampak negatif penyebaran hoaks

Hoax dapat cepat penyebarannya dan menimbulkan dampak negatif yang luas, termasuk keretakan sosial, ketidakpercayaan publik, dan polarisasi politik.
Hal tsb dapat diantisipasi dengan perkuatan pendidikan literasi digital
agar masyarakat teredukasi untuk mengenali berita hoaks, memahami teknik verifikasi sumber, dan mendorong penggunaan sumber terpercaya.

Di samping itu, Pemerintah harus mengawasi dan mengatur penyebaran informasi di media sosial, termasuk memberikan sanksi tegas pada penyebar hoaks.

2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial dan solusi yang dapat diterapkan

Penggunaan teknologi untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau menyesatkan bertentangan dengan sila ke-3 (Persatuan Indonesia).

Penyebaran hoaks di media sosial tidak sejalan dengan sila ke-1 (Ketuhanan yang Maha Esa) dan sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).

Kurikulum pendidikan di Indonesia harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi dan mengembangkan algoritma yang lebih ketat untuk memfilter konten negatif dan hoaks

3.Konsumerisme terhadap teknologi asing dan solusi berdasarkan program studi

Sikap konsumerisme menyebabkan ketergantungan pada produk teknologi negara maju, menghambat inovasi lokal, dan menciptakan kesenjangan dalam penguasaan teknologi.

Solusinya adalah dengan mengadopsi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ke dalam arsitektur modern untuk menciptakan desain berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Nadja Nabila Meysun Mahdiyah -
Nama : Nadja Nabila Meysun Mahdiyah
NPM : 2415012053


1. Menurut aku, hoaks ini emang ancaman besar. Solusinya, kita harus lebih kritis, jangan asal share info sebelum cek kebenarannya. Literasi digital tuh penting banget buat bikin masyarakat lebih melek soal hoaks. Selain itu, platform medsos juga harus lebih ketat filter kontennya biar hoaks nggak gampang viral.

2. Pengaruh iptek yang nggak sesuai Pancasila.
Kalau teknologi dikembangin tanpa pedoman nilai Pancasila, bisa bikin rusak moral dan merusak persatuan. Contohnya ya hoaks ini. Solusinya, teknologi harus dimanfaatin buat hal yang positif, kayak nyebarin info bener atau bikin masyarakat lebih adil. Regulasi dari pemerintah juga penting biar teknologi nggak disalahgunakan.

3. Konsumerisme bikin kita jadi terlalu bergantung sama barang luar negeri, terutama teknologi. Kalau menurut bidang studi aku, solusinya ya kita harus fokus ke inovasi dan bikin teknologi lokal yang nggak kalah keren. Edukasi masyarakat juga penting, biar mereka lebih pilih produk lokal daripada barang impor. Dengan begitu, kita bisa kurangi ketergantungan sama produk luar dan mulai jadi produsen teknologi sendiri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by kirania regina cahyani -
Nama: Kirania regina cahyani
NPM: 2415012028
Kelas: B

A. Tanggapan saya mengenai berita tersebut, yaitu berita hoaks yang semakin marak penyebarannya membuat banyak orang terpengaruh, tidak terkecuali orang terpelajar sekali pun. Karena kenyataannya, berita hoaks saat ini sudah seperti "benar" maka dari itu, kita sebagai generasi muda harus cerdas dalam memilah-milih berita yang akan kita terima dan teruskan kepada orang lain. Jangan sampai kita menjadi salah satu oknum penyebaran berita hoaks karena pada dasarnya kitalah yang harus mencegah terjadinya penyebaran berita hoaks itu sendiri.

B. Pengembangan IPTEK yang dewasa ini semakin cepat, tidak menutup kenyataan bahwa banyak yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam media sosial. Hal ini dikarenakan banyak kebebasan yang tidak didasari oleh nilai-nilai Pancasila, misalnya banyak komentar-komentar yang tidak senonoh, maraknya penyebaran berita hoaks, serta kurangnya pengawasan orang tua terhadap tontonan putra-putrinya. Oleh karena itu, solusi yang dapat saya berikan adalah dengan menyarankan kepada orang tua untuk tetap mengawasi penggunaan gadget anak, tontonan atau konten yang dilihat anak, memblokir serta melaporkan konten atau komentar tidak senonoh, serta terus melibatkan nilai-nilai Pancasila di setiap kegiatan kita.

C. Menurut saya, solusi yang tepat untuk menanggulangi sikap konsumerisme produk teknologi negara lain adalah dengan memproduksi barang jadi siap pakai di negara sendiri, bukan mengirim bahan mentah dengan harga murah ke luar negeri dan mengimpornya kembali dengan harga yang lebih mahal ke Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Anisa Wita Chantiqa -
Nama: Anisa Wita Chantiqa
NPM: 2415012002

Analisis Soal

A. Saya setuju dengan tanggapan Mafindo mengenai latar belakang seseorang yang tidak menjamin seseorang dapat menyaring berita dengan baik. Karena berita hoaks bisa saja dikemas dalam bentuk kalimat yang sangat meyakinkan para pembaca sehingga pembaca termakan berita hoaks tersebut.
Hal yang dapat saya lakukan untuk mengantinsipasi dampak penyebaran hoaks, yaitu dengan tidak buru-buru menyebarkan berita tersebut ke banyak orang. Kita harus mencari tahu terlebih dahulu berita tersebut, tidak hanya dari satu pihak tetapi pihak yang lainnya juga perlu diperhatikan.  Jika hal tersebut dilakukan, dapat mengantisipasi dampak negatif dari berita hoaks yang dapat membuat masyarakat terpecah belah.

B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai pancasila, dapat membuat moral masyarakat menurun. Contohnya seperti berita hoaks yang menyebar sehingga menimbulkan ujaran kebencian di sosial media ataupun di kehidupan langsung.
Menurut saya, solusi yang dilakukan untuk pengembangan IPTEK yaitu dengan adanya kebijakan untuk dapat  mengawasi setiap berita yang ada di media sosial. Jika tidak sesuai dengan aturan, pihak pemerintah dapat secara tidak langsung menghilangkan atau menghapus berita tersebut.

C. Menurut saya solusi dalam menyikapi konsumerisme yaitu dengan mengutamakan kebutuhan yang pokok dan sangat berpengaruh untuk kehidupan. Selain itu dapat memberikan edukasi bahwa kebutuhan tersebut tidak hanya semata mata karena tren yang ada, tetapi juga memikirkan apakah barang tersebut akan berguna untuk kedepannya atau tidak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Talita Rifannie -
Nama : Talita Rifannie
Npm :2415012010


A. Penyebaran hoaks merupakan masalah serius di era digital ini, yang dapat menimbulkan kebingungpan, konflik sosial, dan bahkan mengancam keselamatan publik. Hoaks sering kali tersebar dengan cepat melalui media sosial, memanfaatkan emosi atau kepanikan orang banyak. Dampaknya bisa sangat luas, dari perpecahan sosial hingga merusak reputasi individu atau kelompok. tindakan saya akan berusaha berbagi informasi yang benar dan mengedukasi teman-teman atau keluarga untuk tidak mudah terpengaruh hoaks. Media sosial adalah sarana yang sangat kuat dalam penyebaran informasi, dan setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan kebenaran.

B. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan dampak negatif, terutama di media sosial. Pancasila sebagai dasar negara menekankan pentingnya nilai-nilai seperti keadilan sosial, persatuan, gotong royong, dan menghormati hak asasi manusia. Jika pengembangan IPTEK di media sosial tidak memperhatikan nilai-nilai tersebut, beberapa pengaruh negatif yang dapat muncul antara lain:

Penyalahgunaan Teknologi: Teknologi yang berkembang pesat, seperti media sosial, dapat disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian, hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian. Hal ini bertentangan dengan prinsip persatuan dan keadilan sosial dalam Pancasila, yang menuntut keharmonisan antar masyarakat.
Untuk memastikan pengembangan IPTEK sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan membawa manfaat positif bagi masyarakat, sayaa memiliki solusi yang tepat untuk kedepannya yaituPemerintah, lembaga pendidikan, dan industri teknologi harus bekerja sama untuk memastikan bahwa pengembangan IPTEK dilakukan dengan memperhatikan prinsip Pancasila. Misalnya, membuat kebijakan yang mendukung pengembangan teknologi yang ramah lingkungan, mendorong inklusivitas, dan memerangi kesenjangan digital.

C. Sikap konsumerisme yang berkembang di Indonesia memang sering menyebabkan ketergantungan pada produk teknologi dari negara-negara maju, terutama di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang mencakup perangkat keras, perangkat lunak, serta aplikasi yang digunakan dalam berbagai sektor, termasuk arsitektur. Indonesia cenderung mengimpor banyak produk teknologi dan peralatan arsitektur, baik dalam bentuk perangkat lunak desain (seperti AutoCAD, Revit, SketchUp), perangkat keras (komputer, tablet, dll.), dan bahan bangunan teknologi tinggi. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah, termasuk ketergantungan pada produk luar negeri dan keterbatasan inovasi lokal.
Dan solusi di bidang arsitektur adalah Arsitektur lokal harus lebih menekankan penggunaan teknologi yang berbasis pada sumber daya alam Indonesia dan ramah lingkungan. Misalnya, mengembangkan teknologi bangunan yang menggunakan bahan-bahan lokal, seperti bambu, kayu, dan batu alam, untuk menciptakan desain yang lebih berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Jia Nurafni Chandra -
NAMA: JIA NURAFNI CHANDRA
NPM: 2415012041

A. Tanggapan saya mengenai berita tersebut adalah, berita itu menunjukkan bahwa penyebaran hoaks di media sosial menjadi fenomena yang meresahkan, terutama ketika orang terpelajar pun tidak kebal terhadap informasi palsu. Jadi menurut saya, untuk mengantisipasi dampak negatif ini, penting untuk meningkatkan literasi media di masyarakat, sehingga individu dapat lebih bijak dalam menyaring informasi. Selain itu, kampanye edukasi tentang cara mengenali hoaks dan pentingnya memastikan sumber informasi juga perlu ditingkatkan.

B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai nilai pancasila salah satunya adalah hilangnya identitas budaya dan etika dalam penggunaan ideologi. Solusi yang dapat di terapkan adalah, kita dapat mengintegrasikan nilai nilai pancasila dalam stiap aspek pengembangan Iptek, sehingga teknolgi yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat karena praktis tetapi juga sesuai dengan norma masyarakat indonesia.

C. Sikap konsumerisme yang tinggi menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi dari negara lain. Solusi dari program studi yang saya ambil adalah mendorong inovasi lokal melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada pengembangan desain dan teknologi bangunan yang berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Daffa Sonalia Hendrawan -
Nama : Daffa Sonalia Hendrawan
NPM : 2415012035
1. Tanggapan mengenai berita tersebut dan langkah antisipasi dampak negatif penyebaran hoaks:
Berita tersebut menunjukkan bahwa hoaks menjadi tantangan besar di era digital karena penyebarannya sangat cepat melalui media sosial. Tingginya tingkat kepercayaan terhadap konten yang sesuai dengan preferensi pribadi, meskipun tidak valid, menunjukkan pentingnya literasi digital.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, langkah-langkah berikut dapat dilakukan:
- Meningkatkan literasi media: Edukasi masyarakat untuk memverifikasi informasi melalui sumber terpercaya sebelum membagikannya.
- Melibatkan komunitas: Organisasi seperti Mafindo dapat memperluas jangkauan edukasi melalui kampanye di komunitas.
- Regulasi teknologi: Mendorong platform media sosial untuk mengambil tindakan tegas terhadap konten hoaks dengan algoritma deteksi dan pelaporan oleh pengguna.
- Menjadi pengguna yang bijak: Tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi tanpa validasi.

2. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusinya:
Pengembangan iptek yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan, dapat menyebabkan penyalahgunaan teknologi. Contohnya adalah penyebaran berita hoaks, ujaran kebencian, dan eksploitasi data pengguna. Hal ini berpotensi merusak harmoni sosial dan kepercayaan masyarakat.

Solusi untuk pengembangan iptek yang lebih baik:
- Peningkatan regulasi: Pemerintah harus menerapkan regulasi yang mengontrol pengembangan dan penggunaan teknologi agar tetap etis dan bermanfaat bagi masyarakat.
- Kolaborasi dengan ahli: Akademisi, praktisi teknologi, dan pemimpin masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan iptek digunakan untuk kemajuan yang adil dan merata.

3. Sikap konsumerisme dan solusi dari sudut pandang program studi/jurusan:
Dalam konteks Arsitektur, sikap konsumerisme dapat terlihat dari preferensi penggunaan teknologi konstruksi, bahan bangunan, atau desain yang diimpor dari luar negeri. Hal ini sering mengesampingkan potensi material lokal dan kearifan budaya.

Solusi yang dapat ditawarkan:
- Pemanfaatan material lokal: Mengembangkan dan mempromosikan material bangunan lokal yang berkualitas, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kebutuhan desain modern.
- Desain berbasis kearifan lokal: Mengintegrasikan elemen tradisional dalam desain arsitektur untuk menciptakan bangunan yang fungsional, estetis, dan mencerminkan identitas bangsa.
- Inovasi teknologi konstruksi: Mengadopsi teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan, seperti penggunaan material daur ulang atau metode konstruksi hemat energi.
- Edukasi masyarakat dan pelaku industri: Menyadarkan pentingnya memilih produk teknologi dan desain yang memberdayakan potensi lokal, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor.
Dengan pendekatan ini, bidang Arsitektur dapat berkontribusi dalam mendukung kemandirian iptek nasional.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Monica Edna Yulia -
Nama : Monica Edna Yulia
NPM : 2415012005
Kelas : A

Analisis soal 1
A. Berita yang disampaikan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menunjukkan sebuah fenomena yang cukup mengkhawatirkan, yaitu maraknya penyebaran hoaks di media sosial yang tidak memandang latar belakang pendidikan. Hal ini memperlihatkan bahwa hoaks dapat menyebar ke siapa saja, termasuk mereka yang terpelajar. Fenomena ini mengindikasikan pentingnya kesadaran kritis masyarakat terhadap informasi yang diterima, serta tanggung jawab untuk memverifikasi kebenaran sebelum menyebarkan berita lebih lanjut.
Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks, beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengenali berita hoaks dan pentingnya verifikasi informasi.
- Memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan alat atau platform yang bisa membantu masyarakat untuk memeriksa fakta atau memverifikasi informasi yang beredar di media sosial
- media untuk lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan berita dan menyaring informasi yang benar-benar akurat.

B. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat mengarah pada dampak negatif, seperti penyalahgunaan teknologi, penyebaran informasi yang merugikan, atau ketimpangan sosial akibat akses teknologi yang terbatas. Dalam konteks media sosial, pengembangan teknologi yang tidak memperhatikan nilai Pancasila dapat menyebabkan perpecahan sosial, polarisasi, dan penyebaran kebencian.

Untuk solusi yang lebih baik dalam pengembangan IPTEK, saya akan menyarankan:
1. Penerapan Etika dalam Pengembangan IPTEK
2. Menjalin kerjasama antara ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan teknologi yang dikembangkan memiliki dampak positif bagi bangsa, serta menjaga keharmonisan dan keadilan sosial.

C. Sikap konsumerisme yang tinggi terhadap produk teknologi dari negara lain dapat menyebabkan ketergantungan Indonesia terhadap teknologi asing, yang berpotensi merugikan perekonomian nasional. Produk-produk teknologi dari negara maju seringkali mengungguli produk dalam negeri, baik dari segi kualitas maupun inovasi. Hal ini dapat menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi negara lain, dan menghambat perkembangan industri teknologi dalam negeri.

Sebagai solusi, salah satu pendekatan yang dapat diambil oleh program studi atau jurusan yang saya ambil adalah:

1. Pengembangan Riset dan Inovasi Teknologi Lokal
2. Meningkatkan keterampilan teknologi di kalangan generasi muda melalui pendidikan vokasi dan pelatihan untuk menciptakan talenta-talenta yang mampu berinovasi dan menghasilkan produk teknologi dalam negeri.
3. Mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan melalui kebijakan yang mendorong pengembangan industri teknologi domestik
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Kirana Amalia Putri Sigid -
Nama : Kirana Amalia Putri Sigid
NPM : 2415012045 (A)

A. Berita tersebut menunjukkan betapa seriusnya dampak hoaks yang diperbesar oleh media sosial. Hoaks tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mengancam kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang valid. Fenomena ini diperburuk oleh perilaku pengguna media sosial yang sering kali lebih percaya pada informasi yang sesuai dengan keyakinannya, terlepas dari kebenarannya. Untuk mengantisipasinya, kita perlu meningkatkan pemahaman tentang cara memverifikasi informasi, membiasakan diri untuk lebih tidak percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya, dan memperkuat sistem untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran hoaks.

B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial berdampak pada penyebaran kebencian, perpecahan, dan ketimpangan sosial. IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial dapat memperburuk polarisasi dan penyebaran hoaks. Misalnya, media sosial yang hanya menampilkan konten sesuai preferensi pengguna dapat memperkuat polarisasi dan penyebaran hoaks. Solusinya adalah dengan memastikan teknologi yang dikembangkan mengutamakan nilai kemanusiaan dan keadilan, serta mengedukasi masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

C. Sebagai mahasiswa arsitektur untuk mengatasi masalah konsumerisme dan ketergantungan Indonesia pada produk teknologi asing, diperlukan pengembangan teknologi lokal yang berkelanjutan, serta integrasi teknologi dan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Program studi arsitektur dapat berperan dengan memprioritaskan riset dan pendidikan berbasis inovasi lokal, serta mendorong kolaborasi antara arsitek dan industri teknologi dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri, menciptakan solusi bangunan yang sesuai dengan kondisi lokal, dan mendukung keberlanjutan pembangunan di masa depan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by NABILA RIZKA SALEH -
Nama : Nabila Rizka
NPM : 2425012009 (A)

A. Berita ini menyoroti dampak buruk dari berita palsu yang semakin meluas di media sosial, terutama karena sifatnya yang viral dan bisa memanipulasi kepercayaan masyarakat yang membacanya. Bahkan orang-orang terpelajar pun bisa tertipu oleh berita palsu, namun bias kepercayaan pribadi sering kali membuat mereka sulit menerima fakta yang bertentangan.
Antisipasi
1. Mengajarkan literasi media sosial sejak dini agar bisa membedakan berita hoaxs dan fakta
2. Mendukung penegak hukum terhadap penyebar hoaxs agar memberikan efek jera
3. Meminta tokoh masyarakat untuk memberikan contoh penggunaan media sosial yang bijak
B.
1. Mengutamakan keuntungan ekonomi tanpa memedulikan dampat sosial, moral atau lingkungan
2. Menyebabkan dehumanisasi melalui teknologi
Solusi
1. Pengembangkan IPTEK harus berlandasarkan nilai religius dan kemanusiaan
2. Menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan manusia
3. Menanamkan nilai pancasila dalam perkembangan IPTEK
C. Solusi
1. Mendorong penggunaan material lokal dan dapat didesain menjadi lebih modern
2. Mengembangkan dan mempromosikan teknologi Arsitektur lokal yang kompetitif secara global
3. Mendorong pemerintah untuk mendukung proyek Arsitektur berbasis material lokal
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Fiola Friska -
Nama :Fiola friska
Npm : 241501215


A. Tanggapan terhadap berita tersebut dan langkah antisipasi dampak negatif penyebaran hoaks
Tanggapan saya, berita tersebut menyoroti bahaya hoaks yang semakin mengkhawatirkan akibat penyebarannya yang cepat melalui media sosial tanpa proses verifikasi. Untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, saya akan:

1. Memastikan kebenaran informasi dengan memeriksa sumber yang kredibel sebelum membagikannya.


2. Mengedukasi masyarakat tentang literasi digital, termasuk cara mengenali informasi palsu.


3. Menghindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, meskipun terlihat menarik atau viral.



B. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusinya
Pengembangan IPTEK yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan masalah seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan pelanggaran privasi, yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Solusi yang dapat diambil:

1. Menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila, khususnya terkait etika dalam bermedia sosial.


2. Meningkatkan pengawasan pada platform media sosial untuk mendeteksi dan menghapus konten yang melanggar nilai-nilai Pancasila.


3. Mengembangkan aplikasi atau fitur yang mempermudah verifikasi informasi oleh pengguna media sosial.



C. Solusi atas sikap konsumerisme yang menjadikan Indonesia pasar bagi produk teknologi asing
Sebagai mahasiswa Arsitektur, saya mengusulkan beberapa langkah untuk mengurangi ketergantungan pada produk teknologi asing:

1. Menggunakan material lokal dan menerapkan teknologi bangunan tradisional dalam desain arsitektur, sehingga dapat meminimalkan kebutuhan impor.


2. Mendorong pengembangan smart building dengan teknologi yang dikembangkan oleh industri lokal, seperti sistem energi terbarukan atau teknologi konstruksi modular.


3. Berkolaborasi dengan perusahaan teknologi lokal untuk menciptakan produk arsitektur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.


4. Melakukan penelitian berbasis teknologi lokal untuk menghasilkan desain bangunan yang efisien dan hemat energi.


5. Mengedukasi masyarakat dan klien tentang manfaat penggunaan teknologi lokal dalam mendukung kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Laila Sari -
Nama : Laila Sari
NPM : 2415012037
Kelas : A

Analisis Soal 1

A. Tanggapan tentang berita dan langkah mengantisipasi hoaks,
-Menurut saya, berita ini menggambarkan bahwa hoaks bisa memengaruhi siapa saja, bahkan mereka yang berpendidikan tinggi. Hal ini terjadi karena orang cenderung percaya pada informasi yang sesuai dengan pandangan mereka tanpa memeriksa kebenarannya.
-Untuk mengantisipasi dampaknya, saya akan selalu berhati-hati sebelum membagikan informasi, seperti memverifikasi sumbernya dan membaca secara mendalam isi beritanya. Selain itu, penting untuk mengedukasi orang-orang di sekitar saya agar lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

B. Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila dan solusinya menurut saya.
-Pengembangan IPTEK yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila dapat menciptakan banyak masalah, seperti penyebaran konten negatif atau ketimpangan sosial akibat teknologi. Misalnya, media sosial sering memperkuat perpecahan karena algoritmanya cenderung memprioritaskan konten yang memicu emosi, bukan yang mendidik.
-Solusi dari saya adalah mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam pemanfaatan teknologi, seperti menjaga persatuan dan keadilan dalam interaksi digital. Selain itu, pemerintah dan akademisi juga perlu memastikan bahwa teknologi dikembangkan dengan tujuan untuk kesejahteraan bersama, bukan semata-mata untuk keuntungan.

C. Solusi terhadap konsumerisme dalam teknologi (dalam konteks atau sudut pandang jurusan saya arsitektur).
-Konsumerisme di bidang teknologi sering kali membuat kita terlalu bergantung pada produk luar negeri, seperti material konstruksi, teknologi bangunan pintar (smart building), atau perangkat lunak desain.
-Sebagai mahasiswa arsitektur, saya melihat bahwa solusi utamanya adalah memaksimalkan potensi material lokal dan mengembangkan teknologi berbasis kearifan lokal. Misalnya, menggunakan material ramah lingkungan yang tersedia di Indonesia, seperti bambu, kayu lokal, atau teknik konstruksi tradisional yang disesuaikan dengan teknologi modern.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by IGEDE BERLIAN ARSA PRATAMA -
Nama:igede berlian arsa pratama
NMP:2455012004

Perpaduan antara hoaks (informasi palsu) dan media sosial telah menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di era digital ini. Hoaks, yang dulu terbatas pada penyebaran melalui mulut ke mulut atau media konvensional, kini dapat menyebar dengan cepat dan luas melalui platform media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Kombinasi keduanya telah menciptakan "kombinasi maut" yang tidak hanya memperburuk persepsi publik tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif yang luas, baik pada level individu, sosial, maupun politik.

Kombinasi maut" hoaks dan media sosial memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan sosial dan politik. Penyebaran informasi palsu yang cepat dapat merusak kepercayaan masyarakat, memicu ketakutan atau kekerasan, serta mengancam proses demokrasi. Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan upaya kolaboratif antara pemerintah, platform media sosial, media massa, dan masyarakat untuk meningkatkan literasi informasi, mempercepat proses verifikasi, serta membangun kesadaran tentang bahaya hoaks. Selain itu, peran penting juga dimiliki oleh edukasi publik dalam mengajarkan masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by CHANTIKA HERDONALD -
Chantika Herdonald
2415012023

1. Tanggapan Terhadap Hoaks di Era Digital dan Langkah Antisipasi
Hoaks menjadi masalah besar di era digital karena penyebarannya sangat cepat melalui media sosial. Banyak orang mudah percaya pada informasi yang sesuai dengan pandangan mereka tanpa memeriksa kebenarannya. Hal ini menunjukkan pentingnya literasi digital agar masyarakat bisa lebih bijak dalam memilah informasi.
Langkah-langkah untuk mengatasi hoaks:
• Edukasi literasi media
Masyarakat perlu dibiasakan memverifikasi informasi dari sumber terpercaya sebelum menyebarkannya.
- Kampanye komunitas
Organisasi seperti Mafindo bisa membantu menyebarkan edukasi melalui kegiatan di masyarakat.
- Tindakan tegas dari platform digital
Media sosial perlu menerapkan algoritma untuk mendeteksi dan menghapus konten hoaks serta memberikan fasilitas pelaporan bagi pengguna.
- Pengguna bijak
Kita sendiri harus berhati-hati dan tidak langsung membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.

2. Dampak IPTEK yang Tidak Sesuai dengan Pancasila di Media Sosial dan Solusinya
IPTEK yang berkembang tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila bisa berdampak buruk, seperti penyebaran berita palsu, ujaran kebencian, dan eksploitasi data. Hal ini berpotensi memecah belah masyarakat dan merusak kepercayaan publik.

Solusi yang bisa dilakukan:
- Regulasi dan pengawasan
Pemerintah perlu mengatur penggunaan teknologi agar tetap etis dan tidak merugikan masyarakat.
- Kolaborasi dengan ahli
Akademisi, praktisi teknologi, dan pemangku kepentingan harus bekerja sama untuk memastikan teknologi digunakan secara adil dan bertanggung jawab.
- Pendidikan etika digital
Sejak dini, masyarakat harus diajarkan tentang pentingnya menggunakan teknologi dengan cara yang mendukung persatuan dan nilai-nilai Pancasila.

3. Mengatasi Konsumerisme dalam Bidang Arsitektur
Sikap konsumerisme terlihat dari kecenderungan menggunakan teknologi dan material impor, padahal Indonesia memiliki banyak potensi lokal. Hal ini bisa diatasi dengan:
- Mengutamakan material lokal
Arsitek bisa memanfaatkan material seperti bambu, kayu, atau batu alam yang sesuai dengan kondisi Indonesia dan ramah lingkungan.
- Desain berbasis kearifan lokal
Mengintegrasikan elemen tradisional dalam desain bangunan agar mencerminkan identitas budaya Indonesia.
- Inovasi teknologi berkelanjutan
Mendorong penggunaan teknologi seperti green architecture yang mendukung efisiensi energi dan ramah lingkungan.
- Edukasi dan kesadaran
Masyarakat dan pelaku industri perlu didorong untuk lebih memilih produk lokal yang memberdayakan ekonomi dalam negeri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Den Ayu Meylani -
Nama : Den Ayu Meylani
NPM : 2415012019

A. Berita tersebut memang valid dikehidupan bermasyarakat kita yang menerima berita hoaks karena masih satu jalur dengan yang apa ia suka padahal ia tidak tahu berita tersebut benar atau tidak, ntuk mengantisipasi dampak negatifnya, penting untuk selalu memeriksa sumber informasi, mengecek fakta, dan berpikir kritis sebelum menyebarkan sesuatu. Pendidikan literasi media harus ditingkatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami dampak dari berita yang disebarkan.

B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat berakibat pada penyalahgunaan teknologi, seperti penyebaran hoaks, pelanggaran privasi, atau penyebaran konten yang merusak moral dan nilai sosial. Solusinya, IPTEK harus dikembangkan dengan memerhatikan dan memasukkan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan kesatuan. Pengembangan teknologi yang beretika serta pendidikan yang menekankan pentingnya moral dan nilai sosial dalam menggunakan teknologi harus diterapkan agar teknologi dijadikan alat untuk kebaikan bersama.

C. Konsumerisme teknologi membuat Indonesia lebih banyak mengimpor produk teknologi dari negara lain, yang menyebabkan ketergantungan terhadap teknologi asing. Solusi untuk menghadapinya adalah dengan mendorong pengembangan riset dan inovasi teknologi dalam negeri. Sebagai mahasiswa Arsitektur, solusi untuk mengatasi ketergantungan Indonesia terhadap produk teknologi asing dapat berfokus pada penerapan teknologi ramah lingkungan dan inovasi desain yang lebih efisien. Di bidang Arsitektur, kita bisa mendorong penggunaan teknologi lokal untuk desain bangunan yang lebih berkelanjutan, seperti penggunaan material yang ramah lingkungan atau teknologi konstruksi yang inovatif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Syaira Valiza Allea -
Nama : Syaira Valiza Allea I.
NPM : 2415012007
Kelas : A

A. Berita tersebut memang menunjukkan betapa cepatnya hoaks menyebar, terutama lewat media sosial. Hal ini memang sangat berbahaya, karena selain menyesatkan banyak orang, hoaks juga bisa memperburuk polarisasi sosial dan politik di masyarakat, apalagi kalau berita palsu tersebut tersebar luas dan sulit dibedakan dengan informasi yang benar.
Untuk mencegah dampak dari hoaks yaitu, pentingnya selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menggunakan sumber yang terpercaya, mengawasi konten dan menindak penyebaran hoaks.

B. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang tidak mengikuti nilai-nilai Pancasila bisa memunculkan masalah dan merusak nilai-nilai Pancasila yang mengutamakan keadilan, kesatuan, dan persatuan.
Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan pendidikan yang mengajarkan penggunaan teknologi dengan bijak, etis, dan bertanggung jawab. Mendorong penggunaan teknologi untuk tujuan positif, mendukung pendidikan, kebudayaan, dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat.

C. Sikap konsumerisme yang sering terjadi, di mana Indonesia jadi pasar bagi produk teknologi dari luar, padahal Indonesia punya banyak bahan bangunan dan teknologi lokal yang kualitasnya nggak kalah. Ketergantungan terhadap teknologi dan bahan bangunan asing ini bisa menambah biaya dan mengurangi potensi industri lokal. Dalam konteks jurusan arsitektur, beberapa solusi yang bisa dilakukan adalah:
1. Penerapan Teknologi Bangunan Lokal dan Berkelanjutan: menggunakan bahan lokal, seperti batu alam, kayu, dan bambu, yang lebih ramah lingkungan dan menyesuaikan dengan iklim di Indonesia. Ini bisa mengurangi ketergantungan pada bahan impor dan membantu industri bahan bangunan lokal berkembang.
2. Kolaborasi dengan Industri Lokal: bekerja sama dengan industri arsitektur lokal dan pemerintah untuk memproduksi teknologi konstruksi dan bahan bangunan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Penelitian untuk menciptakan material ramah lingkungan atau yang dapat memaksimalkan potensi alam lokal juga bisa dilakukan.
Dengan solusi-solusi ini, mahasiswa dan praktisi arsitektur bisa membantu mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri dan memperkenalkan inovasi yang lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta kebutuhan lokal Indonesia. Ke depannya, ini bisa memperkuat industri arsitektur lokal dan membuat Indonesia lebih mandiri dalam bidang pembangunan dan desain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by muthia zahrani -

Nama: Muthia Zahrani

NPM: 2415012040


A. Tanggapan saya setuju bahwa hoaks menjadi ancaman serius karena diperkuat media sosial. Untuk mengantisipasinya kita bisa 

selalu cek sumber informasi sebelum membagikan berita tersebut, diskusi sehat tanpa menghakimi untuk mengubah persepsi orang yang percaya hoaks, dan sebarkan konten edukatif untuk melawan narasi palsu.


B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan persatuan, dapat memperkuat individualisme, menyebarkan ujaran kebencian, dan menimbulkan ketimpangan sosial. Contohnya, tahapan media sosial yang memprioritaskan konten sensasional sering kali mengabaikan etika atau dampak sosial.


Solusi dari saya yaitu, mempromosikan konten yang mendukung harmoni, kerja sama, dan edukasi, menciptakan platform di media sosial yang berorientasi pada pembangunan nilai-nilai kebangsaan, mengajarkan etika penggunaan teknologi berbasis Pancasila.


C. Solusi konsumerisme menurut jurusan yang saya ambil yaitu 

1. Gunakan material bangunan lokal yang inovatif dan ramah lingkungan, sehingga mengurangi ketergantungan pada produk impor.

2. Terapkan desain yang mengintegrasikan teknologi modern dengan nilai budaya dan kebutuhan masyarakat setempat.⁠

3. ⁠Ciptakan bangunan hemat energi dengan memanfaatkan teknologi terbarukan, seperti panel surya atau sistem pengelolaan air lokal.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Najwa Najwa Rahmauli Daviani -
Nama : Najwa Rahmauli Daviani
NPM : 2415012051

A. Hoaks sebagai Ancaman Sosial
Hoaks dapat merusak tatanan sosial jika tidak ditangani dengan serius. Antisipasi dapat dilakukan melalui literasi digital untuk meningkatkan kemampuan kritis masyarakat, penggunaan teknologi fact-checking, dan kebiasaan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Kolaborasi antara pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat sangat penting untuk menekan penyebaran hoaks.

B. Pengembangan IPTEK Berbasis Nilai Pancasila
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila dapat memicu polarisasi, penyalahgunaan informasi, dan dehumanisasi. Solusinya adalah inovasi teknologi berbasis keadilan, kemanusiaan, dan persatuan. Pemerintah harus memperkuat regulasi media sosial, sementara masyarakat dilibatkan dalam pengawasan untuk memastikan teknologi bermanfaat bagi publik dan selaras dengan norma bangsa.

C. Konsumerisme dan Kemandirian Teknologi
Konsumerisme tinggi membuat Indonesia bergantung pada produk teknologi asing. Solusi mencakup:

Teknik: Mendukung inovasi lokal melalui riset dan pengembangan.

Ekonomi: Memberikan insentif bagi wirausaha berbasis teknologi lokal.

Hukum: Menguatkan perlindungan produk dalam negeri.

Pendidikan: Mengintegrasikan nilai Pancasila dalam kurikulum untuk mendorong generasi muda menciptakan teknologi sesuai kebutuhan lokal.
Langkah ini dapat mengurangi ketergantungan pada produk asing dan mendorong kemandirian teknologi Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Keisya Laudya Sofian -
Nama: Keisya Laudya Sofian
NPM: 2415012013 (A)

Analisis soal 1

A. Berita ini menyoroti dampak buruk kombinasi antara hoaks dan media sosial, terutama dalam memperkuat polarisasi di masyarakat. Penyebaran hoaks dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap informasi yang valid dan merusak integritas sosial. langkah antisipasi dampak negatif penyebaran hoaks:
1. mengedukasi masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan berita dan informasi yang beredar jika tidak dari sumber terpercaya.
2. ⁠platform media sosial sebaiknya memperkuat sistem pendeteksian dan penandaan berita hoaks serta menindak tegas penyebaran hoaks terutama yang disengaja.

B. Pengembangan teknologi yang tidak sejalan dengan nilai Pancasila dapat memperkuat individualisme, penyebaran informasi palsu, serta melemahkan nilai persatuan. Contohnya, algoritma media sosial sering kali memprioritaskan konten berdasarkan interaksi tanpa mempertimbangkan kebenaran atau dampaknya.
solusinya adalah:
dengan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan teknologi secara bijak serta penerapan kebijakan yang mengatur penggunaan iptek dapat membantu mengurangi dampak negatif tersebut.

C. solusi yang tepat berdasarkan prodi saya yaitu Arsitektur:
1. memberikan insentif pada proyek proyek arsitektur yang menggunakan teknologi lokal dan bersifat ramah lingkungan.
2. ⁠memanfaatkan teknologi yang mendukung green building dengan biaya rendah.
3. ⁠ mengadaptasi konsep desain arsitektur tradisional dengan teknologi modern untuk menciptakan solusi berkelanjutan sesuai dengan iklim tropis di Indonesia
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Abdullah Rafi Akmal -
Abdullah Rafi Akmal
2415012049

1. Tanggapan Terhadap Berita Hoaks dan Upaya Antisipasi Dampaknya

Tanggapan: Berita menyoroti bahaya penyebaran hoaks di era media sosial, terutama karena sifat viral dari platform digital. Hoaks tidak hanya merusak kredibilitas informasi, tetapi juga memperburuk polarisasi masyarakat, seperti yang terjadi dalam konteks politik. Kepercayaan terhadap informasi sering kali didasarkan pada kesesuaian dengan keyakinan pribadi, bukan fakta.

Upaya Antisipasi:

Peningkatan Literasi Digital: Edukasi masyarakat untuk memverifikasi informasi melalui sumber yang kredibel.

Penguatan Regulasi: Penerapan hukum tegas terhadap pelaku penyebaran hoaks.

Penggunaan Teknologi: Pemanfaatan AI untuk mendeteksi dan menandai konten hoaks di media sosial.

2. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai dengan Nilai Pancasila di Media Sosial

Pengaruh:

Penyalahgunaan Teknologi: Penyebaran informasi yang tidak benar melanggar sila keempat dan kelima Pancasila, karena tidak mendukung musyawarah dan keadilan sosial.

Erosi Nilai Moral: Media sosial sering digunakan untuk menyebar kebencian, yang bertentangan dengan semangat persatuan dan kemanusiaan dalam Pancasila.

Solusi:

Regulasi yang Berbasis Etika Pancasila: Pengembangan teknologi harus mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila, seperti musyawarah dan keadilan.

Kerjasama Multi-stakeholder: Pemerintah, perusahaan teknologi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat.

Pengembangan Konten Positif: Meningkatkan keberadaan konten yang mendidik dan inspiratif di media sosial.

3. Konsumerisme dan Solusi dalam Perspektif Program Studi

Masalah: Sikap konsumerisme membuat Indonesia lebih bergantung pada produk teknologi impor, sehingga menghambat kemandirian dalam pengembangan teknologi.

Solusi:

Perspektif Program Studi Arsitektur:

Mengutamakan penggunaan teknologi lokal yang ramah lingkungan dalam desain dan pembangunan.

Meningkatkan penelitian dan pengembangan material serta metode konstruksi yang berbasis pada sumber daya lokal.

Solusi Umum:

Edukasi Teknologi Lokal: Mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan menggunakan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri.

Investasi dalam Inovasi: Pemerintah dan swasta perlu mendukung riset dan pengembangan teknologi domestik.

Peningkatan Daya Saing: Mendorong kolaborasi antara universitas, industri, dan pemerintah untuk menciptakan produk teknologi yang kompetitif di pasar global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Riqqatuz Zahra -
Nama : Riqqatuz Zahra
NPM : 2415012004

Analisis soal 1
A. Tanggapan saya, sangat sesuai dengan judul yaitu kombinasi maut, benar saja dengen adanya berita hoax dan media sosial yang akan membuat mudahnya penyebab hoax tanpa di ketahui benar atau salah nya berita tersebut, maka yg saya lakukan untuk mencegah nya adalah :
1. Mencari kebenaran informasi dengan membaca sumber resmi sebelum mengedarkan pada media sosial.
2. Memberi pemahaman kepada sesama tentang literasi dan cara membedakan berita hoax.
3. Menghindari berbagai informasi yang tidak ada benarnya walaupun terlihat menarik atau banyak disukai. Jangan hanya sekedar fomo.

B. Perkembangan IPTEK yg tidak beracuan pada Pancasila dapat mengakibatkan menyebarnya hoax pada media sosial. Solusi dari saya adalah:
1. Memberi pemahaman tentang etika bermain media sosial.
2. Meningkatkan pengawasan untuk menghapus konten tidak pantas dengan nilai Pancasila.

C. Karena saya mahasiswa arsitektur, saya mengajukan beberapa cara untuk mengurangi produk teknologi asing:
1. Menggunakan material lokal untuk mengurangi bahan impor.
2. Menggunakan teknologi lokal.
3. Bekerja sama dengan industri lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Naura Adityas Dwinariyani -
Nama: Naura Adityas Dwinariyani
NPM: 24015012022

A. Hoaks sudah menjadi ancaman serius untuk masyarakat. Penerima berita hoaks tidak pandang usia, tingginya pendidikan. Upaya mengantisipasi penyebaran hoaks adalah dengan meningkatkan literasi, pemberian sanksi untuk pelaku pemebar hoaks, dan masih banyak lagi.

B. Pengaruh perkembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial menjadi dampak negatif bagi bangsa Indonesia seperti adanya penyebaran hoaks, perpecahan, kesenjangan, dll. Solusinya adalah memperketat pengawasan, pendidikan karakter, berdasar ke Pancasila.

C. Sebagai mahasiswa arsitektur, cara agar mengurangi dampak dari sikap konsumerisme adalah dengan mengembangkan desain lokal, memanfaatkan material lokal, memanfaatkan teknogi buatan lokal, dan masih banyak lagi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Kharisma Wibisono -
Nama : Kharisma Wibisono
NPM : 2415012027

A. Tanggapan dan Antisipasi Hoaks
1. Edukasi masyarakat tentang literasi digital.
2. Pastikan informasi valid sebelum membagikannya.
3. Dukung aturan ketat untuk menangkal hoaks.

B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Pancasila
-Terapkan nilai Pancasila dalam penggunaan teknologi.
-Awasi konten di media sosial secara ketat.
-Sesuaikan kebijakan teknologi dengan nilai bangsa.

C. Solusi Konsumerisme Teknologi (Arsitektur)
1. Ciptakan material bangunan berbasis inovasi lokal.
2. Desain bangunan yang mengadopsi budaya lokal.
3. Gunakan konsep arsitektur ramah lingkungan.
4. Utamakan produk teknologi buatan Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Marchel irwansyah siregar -
Nama : Marchel irwansyah siregar
NPM 2455012002
kelas b

1. Tanggapan terhadap Penyebaran Hoaks
Hoaks dapat merusak kepercayaan dan memecah belah masyarakat. Untuk mengantisipasinya, saya akan lebih berhati-hati dalam memverifikasi informasi sebelum membagikannya. Saya juga akan aktif mengedukasi orang lain untuk selalu cek fakta dan berpikir kritis sebelum mempercayai berita.


2. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai Pancasila di Media Sosial
Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial bisa mengarah pada penyebaran informasi yang merugikan, seperti disinformasi atau konten yang bertentangan dengan norma sosial. Solusinya adalah dengan mengedepankan etika digital dan regulasi yang ketat untuk memastikan bahwa teknologi yang berkembang dapat digunakan untuk kebaikan bersama dan tidak merusak nilai sosial dan budaya.


3. Solusi atas Konsumerisme Teknologi
Agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, penting untuk fokus pada riset dan pengembangan IPTEK lokal. Sebagai mahasiswa, saya akan mendukung pengembangan startup teknologi dan riset inovatif yang mengedepankan kebutuhan lokal, serta mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri untuk menciptakan produk teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by azsyifa yoana desiva aztiwi -
Nama : Azsyifa Yoana Desiva Aztiwi
Npm : 2455012008
1.
Penyebaran hoaks adalah salah satu tantangan terbesar di era informasi digital saat ini. Berita palsu atau hoaks dapat merusak kepercayaan masyarakat, memicu kepanikan, bahkan menciptakan konflik sosial. Tanggapan terhadap berita seperti ini harus ditanggapi dengan tenang, kritis, dan penuh tanggung jawab. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatifnya:
-Cek Kebenaran Informasi
-Edukasi Literasi Digital
-Jangan Langsung Menyebarkan Informasi
-Laporkan Hoaks
-Kampanye Anti-Hoaks

2. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti:
-Disintegrasi Sosial
-Krisis Moral
-Ketidak adilan sosial
-pelemahan demokrasi
Dan Saran nya adalah Penguatan Regulasi dan Etika Digital, Pendidikan Literasi Digital Berbasis Nilai Pancasila, Pemanfaatan Iptek untuk Kesejahteraan, dan Mendorong Inovasi Lokal

3. 1. Mendorong Inovasi Teknologi Lokal
2. Literasi Konsumen dan Pendidikan Anti-Konsumerisme
3. Kebijakan Proteksi dan Insentif Teknologi Lokal
4. Penguatan Riset dan Pendidikan Teknologi

Dengan menggabungkan inovasi, pendidikan, kebijakan, dan dukungan masyarakat, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada produk asing, sekaligus menjadi negara produsen teknologi yang kompetitif.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by M. Kafa Robbani Nadien -
Nama: M. Kafa Robbani Nadien
NPM: 2415012058

A. Tanggapan terhadap Berita dan Antisipasi Hoaks
• Tanggapan: Berita hoaks sangat merugikan karena dapat menciptakan disinformasi, merusak keharmonisan sosial, dan mengancam stabilitas politik. Penyebarannya seringkali diperkuat oleh algoritma media sosial yang memprioritaskan konten viral tanpa memvalidasi kebenarannya.
• Antisipasi:
1. Edukasi Literasi Digital: Membantu masyarakat memahami cara membedakan berita valid dan hoaks.
2. Verifikasi Fakta: Membiasakan diri untuk memeriksa sumber berita dari platform terpercaya.
3. Kolaborasi Multi-pihak: Pemerintah, penyedia platform media sosial, dan masyarakat harus bekerja sama untuk melawan hoaks, seperti dengan melaporkan konten palsu dan membatasi penyebarannya.

B. Pengaruh IPTEK yang Tidak Sesuai dengan Nilai Pancasila di Media Sosial
• Pengaruh:
1. Meningkatkan individualisme dan mengurangi semangat gotong royong.
2. Memperbesar peluang penyebaran informasi yang tidak benar, sehingga menimbulkan konflik sosial.
3. Menciptakan ketimpangan sosial karena akses IPTEK yang tidak merata.
• Solusi:
1. Pendidikan Berbasis Pancasila: Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan teknologi dan media sosial.
2. Regulasi dan Pengawasan: Pemerintah harus mengatur penggunaan teknologi agar sesuai dengan nilai-nilai bangsa.
3. Peningkatan Kesadaran Kolektif: Masyarakat perlu diajak untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan mendukung inovasi berbasis lokal.

C. Solusi terhadap Konsumerisme Teknologi
Sebagai mahasiswa, berikut solusi berbasis program studi:
1. Promosi Inovasi Teknologi Lokal: Mengembangkan produk teknologi berbasis kebutuhan lokal agar mampu bersaing dengan produk asing.
2. Peningkatan Kompetensi SDM: Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang teknologi melalui pelatihan dan riset.
3. Penguatan Ekosistem Teknologi Nasional: Mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan teknologi lokal, seperti insentif bagi startup berbasis teknologi.
4. Edukasi Konsumen: Mendorong masyarakat untuk memilih produk lokal berkualitas guna mengurangi ketergantungan pada produk impor.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Nabil Raisya Jaya -
Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas: B (Genap)

A. Tanggapan mengenai Berita dan Antisipasi Dampak Negatif Penyebaran Hoaks
Jawaban: Hoaks yang menyebar cepat di media sosial berpotensi menimbulkan keretakan sosial, polarisasi politik, dan ketidakpercayaan publik. Untuk mengantisipasi dampaknya, penting untuk memperkuat literasi digital agar masyarakat mampu mengenali hoaks dan memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkannya. Selain itu, pemerintah perlu mengawasi dan mengatur penyebaran informasi dengan memberikan sanksi tegas pada penyebar hoaks.

B. Pengaruh Pengembangan IPTEK yang Tidak Sesuai dengan Nilai Pancasila di Media Sosial dan Solusi
Jawaban: Pengembangan IPTEK yang menyimpang dari nilai Pancasila, seperti penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, bertentangan dengan sila ke-1, ke-2, dan ke-3, yang menekankan ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan. Solusinya adalah dengan menanamkan pendidikan karakter berbasis Pancasila dalam kurikulum dan meningkatkan pengawasan media sosial menggunakan algoritma yang mampu memfilter konten negatif dan melindungi integritas nilai-nilai Pancasila.

C. Konsumerisme terhadap Teknologi Asing dan Solusi Berdasarkan Program Studi Arsitektur
Jawaban: Konsumerisme terhadap teknologi asing menciptakan ketergantungan dan menghambat inovasi lokal. Sebagai mahasiswa arsitektur, saya melihat solusi melalui pemanfaatan material lokal dan teknologi bangunan tradisional dalam desain untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor. Selain itu, pengembangan smart building berbasis teknologi lokal dan kolaborasi dengan industri dalam negeri dapat memperkuat inovasi arsitektur berkelanjutan serta mendorong kemandirian teknologi nasional.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Anastasya Mareta Inesita Manalu -
Nama: Anastasya Mareta Inesita Manalu
NPM: 2415012054
Kelas: B

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
Berita tersebut menyoroti masalah serius penyebaran hoaks yang semakin meluas dengan bantuan media sosial. Menurut saya, hoaks memiliki daya rusak tinggi karena menyasar kepercayaan masyarakat dengan informasi yang salah, yang sering kali didukung oleh emosi atau keyakinan individu.
Kombinasi antara kemudahan penyebaran di media sosial dan ketidaktahuan masyarakat menciptakan efek yang merugikan karena dapat menyebabkan berita hoaks dikonsumsi masyarakat secara cepat dan mentah tanpa mengetahui kebenaran berita tersebut.
Langkah untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran berita hoaks:
1. Peningkatan Literasi Digital:
- Edukasi tentang cara mengevaluasi informasi melalui program di sekolah, universitas, atau pelatihan umum.
- Mengajarkan teknik memverifikasi informasi melalui sumber resmi atau aplikasi pengecek fakta seperti yang disediakan oleh Mafindo.
2. Penguatan Regulasi dan Penegakan Hukum:
- Pemerintah harus memperkuat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk menindak tegas penyebar hoaks.
- Penyedia layanan media sosial dapat diwajibkan untuk memiliki mekanisme lebih ketat untuk mendeteksi dan menghapus hoaks.
3. Menggalakkan Kampanye Positif:
- Kampanye publik yang memberikan edukasi mengenai bahaya hoaks dan pentingnya menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab.
4. Peran Aktif Masyarakat:
- Masyarakat perlu didorong untuk berpartisipasi aktif dalam memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
- Membentuk komunitas anti-hoaks yang dapat membantu menyaring dan meluruskan informasi yang beredar.
5. Peningkatan Peran Media:
- Media massa perlu menyajikan fakta secara transparan, jelas, dan akurat untuk melawan berita palsu.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Dampak negatif berita hoaks:
1. Polarisasi Sosial: Konten yang tidak sesuai dengan nilai persatuan dapat memecah belah masyarakat berdasarkan suku, agama, atau golongan tertentu.
2. Ketimpangan Akses: Tidak semua masyarakat dapat menikmati hasil pengembangan teknologi karena adanya bias terhadap golongan tertentu.
3. Penyebaran Informasi yang Tidak Bertanggung Jawab: Kecepatan pengembangan teknologi yang tidak disertai pengendalian moral dapat meningkatkan risiko penyebaran ujaran kebencian, fitnah, dan provokasi.
Solusi pengembangan iptek yang berlandaskan Pancasila:
1. Integrasi Nilai Pancasila dalam Teknologi:
- Setiap inovasi teknologi harus didasari pada semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman.
- Teknologi harus digunakan untuk mempererat persatuan bangsa, misalnya dengan memfasilitasi dialog dan kerja sama lintas budaya.
2. Kebijakan Pemerintah yang Progresif:
- Mengembangkan kebijakan berbasis etika Pancasila untuk mengatur pemanfaatan media sosial dan teknologi.
- Menyediakan dana riset untuk inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
3. Pendidikan Moral dan Karakter:
- Mengintegrasikan pendidikan nilai-nilai Pancasila dalam pelajaran teknologi di semua tingkat pendidikan.
- Mengajarkan etika digital agar pengguna memahami dampak penggunaan teknologi terhadap orang lain.
4. Pengembangan Teknologi untuk Kesejahteraan Bersama:
- Fokus pada pengembangan teknologi yang dapat membantu masyarakat, seperti aplikasi untuk pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan lingkungan.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sikap konsumerisme yang berlebihan membuat Indonesia menjadi target pasar teknologi dari negara maju tanpa memanfaatkan potensi dalam negeri. Hal ini menyebabkan ketergantungan dan lemahnya daya saing industri teknologi lokal.
Berdasarkan program studi Arsitektur, langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi sikap konsumerisme dan mendorong kemandirian teknologi adalah berikut:
1. Pengembangan Desain Berbasis Lokal:
- Menggunakan Material Lokal: Mengutamakan penggunaan material lokal untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor. Contohnya adalah memanfaatkan bambu, kayu, batu alam, atau material daur ulang.
- Mengadopsi Kearifan Lokal: Merancang bangunan dengan pendekatan arsitektur tradisional yang selaras dengan lingkungan, seperti rumah panggung atau desain ramah iklim tropis.
2. Inovasi Teknologi Bangunan:
- Bangunan Berkelanjutan: Mengembangkan konsep arsitektur hijau (green architecture) dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, seperti panel surya, sistem pengelolaan air hujan, atau ventilasi alami.
3. Pengembangan Kurikulum dan Penelitian:
- Mengintegrasikan teknologi konstruksi berbasis lokal dan keberlanjutan dalam kurikulum pendidikan arsitektur.
- Mendorong penelitian mahasiswa di bidang material bangunan baru, teknik konstruksi, atau metode desain ramah lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Figo Maurist Raihan Noor -

Nama : Figo Maurist Raihan Noor 

NPM : 2415012018 (Kelas B)

Analisis Soal 1


1. Hoaks merupakan hal yang buruk dan dampaknya tentu sangat luas. Pendidikan seseorang tidak menjamin tersaring nya hoaks. Masyarakat lebih menyukai berita yang mereka suka karena viral, bukan karena benar atau tidak nya berita tersebut. Menurut saya, untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu kesadaran masyarakat untuk memperbanyak membaca, perlu penyaringan berita terhadap kabar hoaks, dan menjadikan media sosial sebagai perantara melawan hoaks

2. pengaruh perkembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila tentuny berdampak negatif di dunia maya. Penyebaran informasi atau berita hoaks, dan penyalahgunaan teknologi adalah contohnya. Menurut saya, solusi yang dapat diberikan adalah literasi digital dan penerapan iptek pada mata pelajaran terkait pancasila.

3. Sebagai mahasiswa Arsitektur enurut saya, solusi yang dapat diberikan adalah pemberian pengetahuan lebih dan inovasi tentang pengembangan produk lokal. Hal ini dapat berpengaruh pada kemajuan produk lokal. Hal lain yang dapat dilakukan adalah pengembangan desain berdasarkan budaya setempat.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by MUHAMMAD RIDHO ALGUSHA -
NAMA: MUHAMMAD RIDHO ALGUSHA
NPM: 2455012005
KELAS: A

A. Saya setuju dengan pendapat dalam berita tersebut bahwa hoaks, terutama yang disebarkan melalui media sosial, dapat memiliki dampak negatif yang sangat besar, bahkan di kalangan orang-orang berpendidikan. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, penting untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menggunakan sumber yang terpercaya, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang hanya sesuai dengan pandangan kita. Sebagai mahasiswa, saya juga akan berperan aktif dalam mengedukasi teman-teman dan orang di sekitar untuk lebih bijak dalam menerima informasi.

B. IPTEK yang tidak sesuai nilai Pancasila memicu ujaran kebencian, polarisasi sosial, dan penurunan moralitas. Solusinya:
1. Membuat algoritma untuk menyaring konten negatif.
2. Mengawasi konten digital dengan tegas.
3. Kampanye penggunaan media sosial sesuai nilai Pancasila.

C. Menurut saya solusi yang dapat diambil adalah memanfaatkan teknologi lokal, menciptakan desain arsitektur yang memaksimalkan potensi lokal (seperti bambu, kayu, atau batu alam Indonesia), sehingga mengurangi impor material teknologi tinggi, mendorong penggunaan software Building Information Modeling (BIM) atau teknologi cetak 3D buatan dalam negeri untuk efisiensi pembangunan dan fokus pada desain yang memanfaatkan sumber daya lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Thariq Aqil Ikraam -
Muhammad Thariq Aqil Ikraam
2415012061
Kelas A
A. Penyebaran Hoaks di Media Sosial
Penyebaran hoaks di media sosial merupakan masalah serius yang diperparah oleh sifatnya yang mudah viral dan algoritma platform yang cenderung memperkuat konten sensasional. Berita palsu tidak hanya menyesatkan masyarakat, tetapi juga memengaruhi opini publik dan memicu konflik sosial. Bahkan, pendidikan tinggi tidak selalu menjamin seseorang kebal terhadap hoaks, karena informasi sering dikemas menarik sesuai dengan preferensi pribadi.

Solusi Mengatasi Hoaks di Media Sosial:

Peningkatan Literasi Digital dan Media
Mengedukasi masyarakat untuk berpikir kritis terhadap informasi.
Pendidikan formal dan informal harus mencakup keterampilan mengidentifikasi berita palsu.
Tanggung Jawab Pengguna
Menanamkan budaya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Peran Pemerintah dan Platform
Pemerintah dan platform media sosial harus bekerja sama untuk mengawasi dan menindak penyebaran hoaks.
Penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan menghentikan hoaks.
Kemitraan dengan Media Terpercaya
Menyajikan informasi akurat melalui kolaborasi dengan media terpercaya.
B. Perkembangan IPTEK dan Nilai Pancasila
IPTEK yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan disinformasi, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial. Misalnya, media sosial sering dimanfaatkan untuk menyebarkan konten provokatif yang bertentangan dengan nilai persatuan, keadilan, dan gotong royong.

Solusi untuk Menyelaraskan IPTEK dengan Pancasila:

Integrasi Nilai Pancasila dalam Teknologi
Mengedepankan nilai-nilai seperti persatuan dan gotong royong dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi.
Pendidikan Literasi Digital yang Berbasis Etika
Mengajarkan penggunaan teknologi secara etis sejak usia dini.
Regulasi dan Kolaborasi
Pemerintah dan pemangku kepentingan teknologi harus membuat peraturan tegas untuk mengendalikan penyalahgunaan teknologi.
Membentuk ekosistem digital yang sehat melalui kolaborasi antar pihak.
C. Konsumerisme dan Ketergantungan Teknologi
Tingginya konsumerisme teknologi membuat Indonesia menjadi pasar pasif bagi negara maju, menghambat kemandirian dan inovasi lokal. Dalam konteks arsitektur, hal ini dapat diatasi dengan mengutamakan teknologi berbasis kearifan lokal.

Strategi Mengatasi Konsumerisme Teknologi:

Pemberdayaan Lokal
Menggunakan material lokal seperti bambu, kayu, dan batu alam yang ramah lingkungan.
Inovasi Konstruksi dan Green Architecture
Mengembangkan teknologi konstruksi berkelanjutan yang sesuai dengan iklim Indonesia.
Integrasi Kearifan Lokal
Mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam desain arsitektur untuk membangun identitas nasional yang kuat.
Kolaborasi Internasional
Belajar dari teknologi asing sekaligus mempromosikan inovasi lokal di pasar global.
Melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat memperkuat kemandirian teknologi, mendukung keberlanjutan, dan mempromosikan budaya lokal dalam skala internasional.

Kesimpulan:
Ketiga isu ini—hoaks di media sosial, IPTEK dan nilai Pancasila, serta konsumerisme teknologi—memerlukan pendekatan terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak. Dengan literasi digital yang memadai, regulasi yang tegas, dan penguatan kearifan lokal, Indonesia dapat menghadapi tantangan era digital secara berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Rifat Pradyta -
Nama: Muhammad Rifat Pradyta
NPM: 2415012056
Kelas: B
Analisis Soal 1

1. Hoax merupakan permasalahan yang sering terjadi di kalangan masyarakat masa kini pada perkembangan teknologi, tepatnya di media sosial maupun di dunia nyata. Banyak masyarakat yang masih menerima berita secara mentah-mentah tanpa mengetahui kebenaran akan berita itu sendiri, yang di mana kebohongan berita tersebut akan menguntungkan bagi beberapa pihak. Menurut saya sendiri, sampai sakarang hal tersebut masih terjadi, dalam penanganannya dapa dilakukan:
1) Memberikan serta memeriksa informasi yang tepat akan kebenaran berita.
2) Memberikan edukasi terhadap masyarakat agar tidak cepat menerima berita yang beredar secara mentah-mentah.
3) Menghindari berita-berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya meskipun menarik.

2. Perkembangan iptek yang tidak sesuai akan Pancasila dapat menimbulkan berbagai macam dampak negatif bagi masyarakat, seperti penyebaran hoaks, kebencian, dan eksploitasi privasi, bertentangan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Solusi yang dapat dilakukan adalah :
1) Memberikan edukasi mengenai pendidikan berkarakter berdasarkan Pancasila, seperti etika dalam bermedia sosial.
2) Memberikan aplikasi atau algoritma untuk mengecek atau menyaring kebenaran akan berita yang diberikan.
3) Kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat ataupun pelaku teknologi.
4) Regulasi akan konten-konten digital secara tegas.

3. Sikap konsumerisme yang terjadi di Indonesia membuat Indonesia terhambat dalam kemandirian teknologi bangsa. Saya sebagai mahasiswa program studi arsitektur, penyelesaian masalah mengenai konsumerisme dapat dilakukan dengan:
1) Melakukan kolaborasi dengan industri teknologi lokal untuk menciptakan produk arsitektur yang berkelanjutan.
2) Memanfaatkan material-material lokal dan teknologi bangunan tradisional dalam desain arsitektur.
3) Peningkatan kesadaran kepada masyarakat dan klien tentang pentingnya penggunaan teknologi lokal bagi ekonomi dan lingkungan.
4) Pemanfaatan Digitalisasi dan Teknologi Smart Building.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Ananda Putra pratama -
nama: ananda putra pratama
npm: 2415012038
kelas: B

Analisis Soal 1

1. Sampai hari ini masih banyak sekali beredar berita bohong di kalangan masyarakat, jika kita tidak mencari informasi lebih lanjut tentang berita-berita yang ada, kita bisa saja dengan mudah percaya bahwa berita tersebut adalah benar. Ada banyak berita bohong yang tersebar untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu, hal ini harus segera diatasi karena jika tidak maka berita bohong akan menjadi semakin banyak dan masyarakat menganggap bahwa berita tersebut adalah benar adanya karena mereka sering melihat berita bohong tersebut.Cara untuk mengatasi dampak negatif penyelenggaraan berita bohong ini, salah satunya dengan mencari tahu lebih lanjut tentang asal informasi tersebut, atau dengan mencari tahu fakta-faktanya.

2. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di media sosial dapat menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat. Karena pada kenyataannya aktifitas di media sosial cenderung bebas dan tidak terkontrol, kebebasan itu lah yang jika tidak didasari oleh nilai-nilai pancasila maka akan memberikan dampak yang negatif.

3. Menurut saya solusi yang tepat untuk menanggulangi sikap konsumerisme yang menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK nya ialah dengan mulai memproduksi sendiri barang-barang yang diperlukan oleh masyarakat. Selain itu juga perlu dilakukan penyuluhan untuk masyarakat tentang bagaimana kualitan produk dari negeri sendiri itu sama baiknya dengan kualitas produk dari luar negeri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Rifky Dharma Wijaya -

Nama: Muhammad Rifky Dharma Wijaya 

Npm:2415012032

A.Penyebaran hoaks melalui media sosial dapat menimbulkan dampak serius, seperti disinformasi dan perpecahan sosial, yang diperburuk oleh algoritma yang memperkuat konten sensasional. Untuk mengantisipasi dampaknya, langkah-langkah yang dapat diambil meliputi peningkatan literasi digital agar masyarakat lebih kritis terhadap informasi yang diterima, serta penekanan pada regulasi platform media sosial agar lebih bertanggung jawab dalam memerangi hoaks. Selain itu, penting untuk menyebarkan informasi yang akurat dan terpercaya, sehingga dapat mengurangi pengaruh negatif dari berita palsu yang beredar.

B.Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial dapat memicu hoaks, ujaran kebencian, dan konflik sosial, sehingga merusak persatuan dan moral bangsa. Solusi yang dapat dilakukan adalah mengintegrasikan nilai Pancasila dalam regulasi teknologi, meningkatkan literasi digital, memperketat pengawasan konten negatif, mendorong inovasi berbasis kemanusiaan, dan kolaborasi semua pihak untuk memastikan iptek mendukung kesejahteraan masyarakat.

C. Jurusan arsitektur dapat mengatasi konsumerisme dengan mendorong pengembangan teknologi lokal melalui desain inovatif berbasis material lokal, menciptakan bangunan hemat energi, dan memanfaatkan kearifan lokal. Kolaborasi dengan ahli iptek serta pendidikan inovasi juga diperlukan untuk menghasilkan produk kompetitif yang mendukung kemandirian teknologi nasional.



In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Aurelia Salsabila -

Nama: Aurelia Salsabila

NPM: 2415012001


A. Berita tersebut menyoroti betapa masifnya dampak hoaks, terutama ketika bertemu dengan media sosial. Fakta bahwa latar belakang pendidikan tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Hoaks beredar bukan hanya karena kurangnya literasi, tetapi juga karena bias personal yang memperkuat keyakinan seseorang.


Langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah yaitu meningkatkan literasi digital serta kampanye anti hoax.


B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menghasilkan dampak negatif, seperti penyebaran kebencian, polarisasi sosial, dan penurunan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai Pancasila seperti musyawarah, keadilan sosial, dan kemanusiaan sering terabaikan ketika media sosial digunakan untuk menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian.


Solusi yang dapat diterapkan yaitu: 

1. Penggunaan Teknologi untuk Kebaikan

2. Penegakan Etika Digital


C. Sebagai mahasiswa Jurusan Arsitektur, sikap konsumerisme yang menjadikan Indonesia sebagai pasar bagi produk teknologi asing dapat diatasi dengan solusi yang berfokus pada pengembangan teknologi arsitektur lokal. Berikut beberapa solusi yang relevan:


1. Pengembangan material lokal berbasis teknologi

2. Penerapan Teknologi Bangunan Hijau (Green Building)

3. Kampanye cinta produk lokal


In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Khaidir Arkan -
Nama: Khaidir Arkan
NPM: 2415012046

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Tanggapan Mengenai Berita dan Langkah Antisipasi Hoaks:
Berita ini menunjukkan bahwa hoaks sangat berbahaya karena dapat menyusup ke kehidupan sehari-hari, bahkan memengaruhi masyarakat berpendidikan. Media sosial menjadi katalis utama penyebaran hoaks karena sifatnya yang mempermudah viralitas konten. Hal ini mempertegas perlunya edukasi dan tanggung jawab pengguna media sosial.
Langkah untuk Mengantisipasi Hoaks:
- Edukasi Literasi Digital: Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara memeriksa kebenaran informasi.
- Memanfaatkan Teknologi Verifikasi: Menggunakan alat dan aplikasi pengecekan fakta untuk menyaring berita palsu.
- Penegakan Hukum: Memperketat regulasi terhadap penyebaran hoaks dan memberikan sanksi kepada pelaku.
- Kampanye Kesadaran Publik: Menggalakkan program "saring sebelum sharing" untuk mengubah perilaku berbagi informasi tanpa verifikasi.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Pengaruh Pengembangan IPTEK yang Tidak Sesuai Nilai Pancasila
Pengembangan teknologi tanpa nilai Pancasila dapat mengakibatkan disinformasi, polarisasi sosial, dan lunturnya nilai-nilai kebangsaan. Hal ini terjadi ketika teknologi digunakan tanpa memperhatikan kemanusiaan, keadilan, dan persatuan bangsa.
Solusi untuk Pengembangan IPTEK yang Lebih Baik:
- Integrasi Nilai Pancasila: Pastikan IPTEK berlandaskan moralitas, kemanusiaan, dan persatuan bangsa.
- Regulasi yang Etis: Pemerintah dan swasta perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa pengembangan teknologi tidak merugikan nilai sosial.
- Peningkatan Pendidikan Karakter: Literasi teknologi perlu disertai pengajaran nilai-nilai Pancasila di semua jenjang pendidikan.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Solusi terhadap Konsumerisme Berdasarkan Jurusan Teknik Arsitektur
Konsumerisme menjadikan Indonesia pasar bagi produk asing tanpa mendukung inovasi lokal. Sebagai mahasiswa Teknik Arsitektur, solusi yang dapat ditawarkan adalah:
- Penggunaan Material Lokal: Mendorong penggunaan material bangunan lokal yang lebih murah dan ramah lingkungan.
- Desain Inovatif Berbasis Budaya: Merancang bangunan yang memadukan teknologi modern dengan nilai-nilai arsitektur tradisional Indonesia.
- Green Architecture: Mengembangkan konsep arsitektur berkelanjutan yang hemat energi dan ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Refviansyah -
Nama : Muhammad Refviansyah
NPM : 2465012003
Kelas : A
1.Tanggapan dan Antisipasi Hoaks
Hoaks menjadi ancaman serius karena memanfaatkan media sosial untuk menyebar cepat. Bahkan orang berpendidikan tinggi pun rentan termakan hoaks jika sesuai dengan keyakinan pribadinya. Untuk mengantisipasi:
1. Tingkatkan literasi digital masyarakat.
2. Gunakan teknologi untuk melaporkan atau memverifikasi berita.

2. IPTEK yang tidak berlandaskan nilai Pancasila dapat memicu konflik, fitnah, dan disintegrasi bangsa. Contohnya, konten provokatif demi keuntungan finansial.
dengan solusi
- Perkuat regulasi dan pendidikan karakter digital.
- Kembangkan teknologi berbasis kearifan lokal.

3.Dalam konteks jurusan saya arsitektur, konsumerisme teknologi dapat diatasi dengann
1)Mengembangkan Teknologi Konstruksi Lokal
2)Menciptakan material bangunan inovatif berbasis sumber daya alam lokal, seperti bambu atau beton ramah lingkungan.
3)Memanfaatkan teknologi konstruksi sederhana dan efisien untuk mendukung proyek lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Elysabeth margaretha Purba -
Nama: Elysabeth Margaretha Purba
NPM: 2415012031
Kelas: A

A. Saya setuju dengan pendapat dalam berita tersebut bahwa hoaks, terutama yang menyebar lewat media sosial, bisa memberikan dampak buruk yang besar, bahkan pada orang-orang yang berpendidikan. Untuk mencegah hal ini, kita perlu selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menggunakan sumber yang dapat dipercaya, dan tidak langsung percaya pada berita yang hanya sesuai dengan pandangan pribadi kita. Sebagai mahasiswa, saya juga ingin berperan aktif dalam mengedukasi teman-teman dan orang-orang di sekitar untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

B. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan berbagai dampak buruk, seperti penyalahgunaan teknologi untuk menyebarkan hoaks, merusak lingkungan, atau mengabaikan nilai kemanusiaan. Di media sosial, hal ini dapat memperparah perpecahan dan mempercepat penyebaran informasi yang salah. Solusi yang bisa dilakukan adalah memastikan pengembangan IPTEK didasarkan pada prinsip-prinsip Pancasila, seperti kesejahteraan bersama, keadilan sosial, dan kemanusiaan. Selain itu, masyarakat juga perlu diberi edukasi tentang cara menggunakan teknologi secara bijak, didukung oleh kebijakan yang mengatur penggunaan IPTEK agar dampak negatifnya dapat diminimalkan.

C. Sebagai mahasiswa arsitektur, saya berpikir bahwa untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi impor, kita harus lebih fokus pada inovasi dan pengembangan teknologi lokal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan merancang bangunan yang memanfaatkan teknologi ramah lingkungan dan bahan-bahan lokal, sehingga bisa mengurangi konsumsi produk impor. Selain itu, kita juga perlu mendukung pengembangan riset di bidang arsitektur yang mampu menghadapi tantangan di Indonesia, seperti bencana alam, serta memastikan sumber daya alam dimanfaatkan dengan bijak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Anindita Putri -
Nama : Anindita Putri
NPM :2415012020
Kelas : B

Mengatasi Hoaks, Etika Digital, dan Konsumerisme Teknologi di Indonesia

A. Dampak Hoaks di Era Media Sosial
Berita bohong (hoaks) telah menjadi masalah serius, terutama melalui media sosial. Hoaks tidak hanya menyebar karena kurangnya literasi, tetapi juga karena bias pribadi yang memperkuat keyakinan seseorang, bahkan pada individu berpendidikan tinggi. Untuk mengatasi ini, diperlukan langkah-langkah seperti meningkatkan literasi digital dan menggelar kampanye anti-hoaks secara masif agar masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi.

B. Pengembangan IPTEK Berbasis Nilai Pancasila
IPTEK yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyebaran kebencian, polarisasi sosial, dan hilangnya nilai kemanusiaan. Media sosial, ketika digunakan tanpa etika, sering menjadi alat untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Untuk mengatasinya, solusi yang dapat diterapkan adalah:

Penggunaan Teknologi untuk Kebaikan: Mendorong pemanfaatan teknologi yang mendukung persatuan dan keadilan.
Penegakan Etika Digital: Mengedukasi masyarakat tentang etika bermedia sosial dan menindak tegas pelanggaran.
C. Mengatasi Konsumerisme Teknologi dalam Arsitektur
Sikap konsumerisme menjadikan Indonesia pasar bagi produk teknologi asing. Sebagai mahasiswa arsitektur, langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk mengatasinya:

Pengembangan Material Lokal Berbasis Teknologi: Meningkatkan inovasi bahan bangunan lokal agar kompetitif.
Penerapan Teknologi Bangunan Hijau (Green Building): Menciptakan desain yang ramah lingkungan menggunakan teknologi lokal.
Kampanye Cinta Produk Lokal: Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kualitas produk lokal yang tidak kalah dengan produk luar negeri.
Kesimpulan
Hoaks, penyalahgunaan teknologi, dan konsumerisme adalah tantangan besar yang membutuhkan solusi konkret. Dengan meningkatkan literasi digital, mengedepankan nilai-nilai Pancasila, dan memanfaatkan potensi lokal, Indonesia dapat membangun masyarakat yang lebih kritis, beretika, dan mandiri dalam menghadapi era globalisasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhamad Adzriel Prayudha -
Nama: Muhamad Adzriel Prayudha
NPM: 2415012034

A). Tangapan saya tentang berita tersebut adalah bahwa hoax serta dampaknya sangat berbahaya bagi kita semua bahkan orang yang perpendidikan tinggi pun bisa menyebarkan sebuah hoax, kita sebagai mahasiswa harus mengantisipasi penyebaran hoax dengan cara:

* Teliti sumber berita:
Pastikan berita berasal dari sumber yang kredibel dan terpercaya.

* Verifikasi fakta:
Jangan langsung percaya pada informasi yang baru kamu lihat.

Cari informasi dari berbagai sumber yang berbeda.

* Jangan mudah terprovokasi:
Hoax seringkali dibuat untuk menimbulkan emosi seperti marah atau takut.

* Berpikir kritis:
Ajukan pertanyaan pada diri sendiri sebelum membagikan informasi.
Apakah informasi tersebut masuk akal?

B). Pengaruh Negatif:
• Penyebaran Hoax dan Ujaran Kebencian: IPTEK yang disalahgunakan dapat menyebarkan informasi palsu, provokatif, dan memecah belah. Ini bertentangan dengan nilai persatuan dan keadilan sosial dalam Pancasila.

* Pornografi dan Konten Negatif Lain: Akses mudah ke internet membuka pintu bagi penyebaran konten yang tidak pantas, merusak moral, dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

* Radikalisme dan Ekstremisme: Platform media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan ideologi radikal, yang bertentangan dengan nilai ketuhanan yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Solusi Pengembangan IPTEK yang Lebih Baik:
Literasi Digital:
Pendidikan literasi digital sejak dini sangat penting untuk membekali masyarakat dengan kemampuan menyaring informasi, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijak.

Pemerintah, sekolah, dan keluarga harus bekerja sama dalam meningkatkan literasi digital.

C). • Integrasi Teknologi Lokal dalam Bangunan:

Material bangunan lokal: Menggunakan material bangunan lokal dalam desain arsitektur dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor dan sekaligus mendukung industri lokal.

Sistem bangunan yang efisien: Mendesain bangunan dengan sistem bangunan yang efisien, seperti sistem pencahayaan alami, ventilasi alami, dan penggunaan energi terbarukan. Ini dapat mengurangi konsumsi energi dan mengurangi ketergantungan pada teknologi impor.
• Pendidikan Arsitektur yang Berorientasi pada Kebudayaan Lokal:

Mengintegrasikan nilai-nilai lokal: Mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan arsitektur.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by 2415012067 2415012067 -
NAMA: JEFITO RENATA
NPM: 2415012067



A.Berita mengenai dampak negatif hoaks yang diperkuat oleh media sosial menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dalam masyarakat. Penyebaran hoaks tidak hanya mendorong fakta, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan terhadap informasi yang valid, serta konflik sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut, langkah yg dpt diambil:
1.Edukasi Literasi Digital : Masyarakat perlu diberikan pendidikan mengenai cara mengenali informasi yang valid dan hoaks. Ini termasuk pelatihan untuk memverifikasi sumber berita sebelum membagikannya.
2.Kampanye Kesadaran : Mengadakan kampanye yang meningkatkan kesadaran akan bahaya hoaks, terutama di platform media sosial, agar masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi.

B.Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan penyebaran teknologi, seperti penyebaran hoaks. Hal ini berpotensi merusak tatanan sosial. Solusi untuk pengembangan IPTEK :
1.Integrasi Nilai Pancasila dalam Kurikulum : Memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan teknologi dan media sosial agar pengguna memahami tanggung jawab sosial mereka.
2.Regulasi Ketat : Pemerintah perlu membuat regulasi yang mengatur penggunaan teknologi untuk memastikan bahwa konten yang disebarkan tidak melanggar norma-norma etika dan moral.
3.Peningkatan Kualitas Konten : Mendorong penciptaan konten positif dan edukatif di media sosial yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

C.Konsumerisme yang tinggi di Indonesia menyebabkan negara ini menjadi pasar bagi produk teknologi dari negara-negara yang lebih maju dalam bidang IPTEK. Dalam konteks program studi saya yaitu arsitektur, berikut adalah beberapa solusi yang dapat diusulkan untuk mengatasi permasalahan ini:
1.Inovasi dalam Materi Lokal :
Mendorong penelitian dan pengembangan materi bangunan lokal yang dapat bersaing dengan produk asing. Dengan eksplorasi penggunaan bahan-bahan tradisional dan inovatif yang tersedia di Indonesia, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.
2.Promosi Arsitektur Tradisional :
Mengintegrasikan elemen-elemen arsitektur tradisional ke dalam desain modern sebagai cara untuk menghargai warisan budaya sekaligus menciptakan identitas lokal. Hal ini akan menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Rafli Aksa -
Nama: Muhammad Rafli Aksa
NPM : 2415012016
Kelas : B

A. Tanggapan saya terhadap berita tersebut. dapat di simpulkan bahwa penyebaran hoax masih banyak beredar di sekitar kita. Terutama pada anak anak usia remaja yang belum memiliki intelegensi untuk menyaring berita berita yang masuk. Dan juga di sebabkan oleh penyebar hoax yang tidak bertanggung jawab. karna berita hoax sendiri dapat menimbulkan kesalah pahaman yang bisa menimbulkan konflik. Antisipasi yang bisa di lakukan adalah dengan cara lebih selektif dalam mencerna informasi dan, mencari tahu terlebih dahulu terkait kebakaran informasi tersebut melalui media media resmi, seperi kompas, cnn, DLL. dan juga dapat di antisipasi dengan cara melakukan sosialiasi dan menanamkan pemahaman terkait bahaya nya berita hoax dan cara mencegahnya kepada gengsi generasi muda indonesia

B. Pengembangan iptek yang tidak sesuai dapat menimbulkan dampak negatif di media sosial, seperti penggunaan kata kata yang tidak sopan, hote coment, dan bahkan cyber bullying. hal hal tersebut merupakan pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai nilai pancasila. solusi yang dapat di berikan berupa penanaman pendidikan karakter sejak dini, dan juga berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengimplementasikan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari.

C. Sikap konsumerisme dapat menyebabkan ketergantungan dengan produk produk dan teknologi dari negara negara maju dan berkembang, hal itu juga termasuk dalam bidang arsitektur. solusi solusi yang dapat saya berikan adalah dengan cara meningkatkan Sumber Daya Manusia, sehingga dapat menviptakan inovasi inovasi baru, karya karya baru yang dapat di implementasikan, dan juga cocok dengan alam dan budaya yang ada di indonesia. Serta dengan menerapkan Teknologi , seperti teknologi smart building, green house DLL
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Romaida Natalia Sitorus -
Nama: Romaida Natalia Sitorus
NPM: 2415012043
Kelas: A

A. Menurut saya berita tersebut memang diangkat dari kisah yang kerap kali terjadi pada kehidupan saat ini. Apalagi di media sosial Indonesia, masyarakat mudah sekali tertipu dan termakan omongan 'hoax'.

Berita hoax sudah sangat cepat menyebar di tengah masyarakat karena adanya media sosial yang mampu menyebarkannya dalam beberapa menit saja. Cara yang dapat saya lakukan untuk mengantisipasi berita hoax adalah dengan teliti dalam mencerna berita yang beredar. Terkadang berita hoax dikemas secara rapih sehingga kita bisa tertipu. Namun melalui data, saksi dan fakta kita tidak perlu ragu mengatakan berita tersebut benar adanya sehingga kita tidak termakan berita hoax.

B. Pengaruh IPTEK tentu bisa berdampak negatif dan tidak sesuai dengan nilai Pancasila. Contohnya adalah penyebaran berita hoax yang mampu merenggut keadilan dan hak seseorang. Solusi yang mungkin saya berikan adalah dengan dilakukan filterisasi terhadap konten dan berita yang
beredar.
C. Sikap konsumerisme bangsa Indonesia sebetulnya dapat juga dimanfaatkan oleh anak bangsa dengan menciptakan produk yang mampu berdaya saing tinggi dan tidak kalah dengan produk dari luar negeri. Contohnya jurusan Arsitektur. Mahasiswa mampu bersaing dan kelak akan menjadi Arsitek yang mampu berdaya saing bahkan sampai kanca internasional. Ini mampu menjadi peluang masyarakat menaruh kepercayaan akan Bangunan yang di desain Arsitektur lokal tersebut karena adanya bukti bahwa ia tidak hanya mampu bersaing di nasional melainkan internasional. Sikap konsumerisme masyarakat tersebut menjadi hal yang menguntungkan sang arsitek dengan menawarkan desain yang dibuatnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Malik Askar Astama Alam Malik -
Nama: Malik Askar Astama Alam
NPM: 2415012047

A. Mengatasi Hoaks sebagai Ancaman Sosial
Hoaks merupakan ancaman serius yang dapat merusak harmoni sosial jika tidak ditangani dengan tepat. Untuk mengurangi dampak negatifnya, beberapa langkah yang dapat diambil meliputi: meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih kritis terhadap informasi, memanfaatkan teknologi seperti fact-checking otomatis untuk mendeteksi berita palsu, dan membiasakan diri untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Selain itu, kerja sama antara pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan penyebaran hoaks secara efektif.

B. Pengembangan IPTEK Berbasis Nilai Pancasila
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dapat menimbulkan masalah seperti polarisasi sosial, penyalahgunaan informasi, dan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan. Untuk mengatasi hal ini, perlu diterapkan inovasi teknologi yang mendukung prinsip keadilan, kemanusiaan, dan persatuan. Pemerintah harus memperkuat regulasi dalam penggunaan teknologi di media sosial agar tetap sesuai dengan etika dan norma bangsa. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam mengawasi perkembangan teknologi sangat penting untuk memastikan penggunaannya berorientasi pada kepentingan bersama.

C. Mengatasi Konsumerisme Teknologi untuk Kemandirian Bangsa
Tingginya sikap konsumerisme di Indonesia menjadikan negara ini pasar utama bagi produk teknologi asing, yang pada akhirnya menghambat kemandirian teknologi. Untuk mengatasi masalah ini, solusi dapat disesuaikan dengan berbagai bidang:

Teknik: Mendukung inovasi lokal melalui riset dan pengembangan teknologi dalam negeri.
Ekonomi: Memberikan insentif kepada pelaku usaha kecil dan menengah berbasis teknologi lokal.
Hukum: Menerapkan kebijakan yang melindungi dan mendukung produk teknologi dalam negeri.
Pendidikan: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum serta mendorong generasi muda untuk menciptakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Langkah-langkah ini akan membantu mengurangi ketergantungan pada produk asing sekaligus mendorong kemandirian dan daya saing teknologi Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Najma Fairuz Azzahra -
Nama: Najma Fairuz Azzahra
NPM: 2455012006
Kelas: Arsitektur B

1. Untuk mencegah dari dampak negatif penyebaran hoaks, hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan literasi media, verifikasi fakta dan data, teknologi deteksi, regulasi yang lebih ketat, memastikan berita itu benar terjadi dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting. Hoaks bisa menyebabkan kebingungan, konflik sosial, bahkan merusak reputasi dan hubungan antar individu atau kelompok.

2. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang merugikan masyarakat dan negara. Solusi yang dapat saya berikan, yaitu menerapkan literasi digital, mendorong teknologi berbasis kemanusiaan dan keberagaman, mengajak semua masyarakat untuk ikut serta dan tetap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dan menerapkan regulasi yang ketat untuk menghindari penyalahgunaan teknologi.

3. Sikap konsumerisme di kalangan mahasiswa arsitektur, seperti halnya di kalangan masyarakat pada umumnya, sering kali terlihat pada kecenderungan untuk lebih memilih menggunakan produk atau solusi teknologi yang siap pakai dari luar negeri. Solusinya dengan pemanfaatan pemahaman dan aplikasi desain berkelanjutan, pemanfaatan bahan bangunan lokal yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi iklim setempat, menerapkan prinsip-prinsip arsitektur lokal, dan menggunakan perangkat lunak open-source yang lebih murah, serta mendorong eksperimen dan inovasi dalam menggunakan material lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by ARYA ROEM AKBAR -
Arya Roem Akbar
2415012012

1. Penyebaran Hoaks
Hoaks di era digital merusak kepercayaan dan memicu konflik. Antisipasi dapat dilakukan dengan:
1. Memverifikasi informasi
2. Meningkatkan literasi digital
3. Tidak menyebarkan informasi tanpa cek
4. Melaporkan hoaks
5. Mengkampanyekan anti-hoaks


2. Dampak Negatif IPTEK Tanpa Nilai Pancasila
Pengembangan IPTEK yang tidak berbasis Pancasila dapat menyebabkan disintegrasi sosial, krisis moral, ketidakadilan, dan pelemahan demokrasi. Solusinya:

1. Regulasi dan etika digital
2. Pendidikan literasi berbasis Pancasila
3. Pemanfaatan IPTEK untuk kesejahteraan
4. Dukungan pada inovasi lokal


3. Pengembangan Teknologi Lokal

1. Dorong inovasi teknologi lokal
2. Literasi konsumen dan pendidikan anti-konsumerisme
3. Kebijakan proteksi dan insentif
4. Penguatan riset dan pendidikan teknologi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Zhafirah Chika Lalibah -
Nama : Zhafirah Chika Lalibah
NPM : 2415012057

A. Tanggapan saya mengenai berita tersebut, hoaks bisa menyebar kepada siapa saja, termasuk orang terpelajar. Seperti yang dijelaskan oleh Nukman Luthfie, latar belakang pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks. Banyak orang lebih mudah percaya pada informasi yang sesuai dengan keyakinan mereka, meski itu palsu. Anita Wahid menambahkan, media sosial memperburuk dampak hoaks karena bisa menyebar dengan cepat dan viral. Hal ini membuat hoaks semakin sulit dibedakan dari fakta.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dampak negatif hoaks, yaitu dengan memeriksa beberapa sumber berita yang terpercaya, lebih berhati-hati dalam membagikan informasi untuk memastikan bahwa yang disebarkan adalah informasi yang valid, serta menghindari berbagi berita yang belum jelas kebenarannya.

B. Perkembangan IPTEK dapat memengaruhi dampak negatif, seperti penyebaran hoaks, penipuan, bahkan konten yang menyimpang nilai moral merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Solusinya, dengan menggunakan teknologi dengan bijak, seperti tidak menyebarkan hoaks atau konten yang merugikan orang lain, menjaga etika dalam berinteraksi di media sosial, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan sosial, yaitu menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi positif dan berbagi pengetahuan.

C. Menciptakan desain bangunan yang fokus pada kebutuhan masyarakat Indonesia, termasuk merancang rumah yang lebih terjangkau dan efisien, serta memanfaatkan bahan-bahan lokal yang telah terbukti memiliki ketahanan yang baik dan lebih ramah lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by MEI FIDA -
Nama: Meifida 
Npm: 2415012021
Kelas: A
A. Tanggapan dan Antisipasi Dampak Hoaks
Hoaks yang tersebar di media sosial dapat merusak masyarakat, bahkan di kalangan orang terpelajar. Antisipasinya adalah meningkatkan literasi media, memverifikasi informasi, dan memperkuat pengawasan konten digital.

B. Pengaruh Iptek yang Tidak Sesuai Pancasila dan Solusinya
Iptek yang tidak sesuai Pancasila dapat disalahgunakan untuk hal negatif. Solusinya adalah memasukkan nilai etika dalam pengembangan iptek, kolaborasi antara pemerintah dan industri, serta regulasi yang mengatur penggunaan teknologi dengan bijak.

C. Solusi terhadap Konsumerisme Teknologi
Ketergantungan pada produk teknologi luar negeri bisa diatasi dengan meningkatkan riset dan inovasi dalam negeri, mendorong sektor swasta untuk berinvestasi, dan mengembangkan keterampilan SDM di bidang teknologi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Ahmad Zikra -
Nama : Ahmad Zikra Fardhia Hidayat
NPM : 2415012048
Kelas : Genap


Analisis soal 1

A. Berita ini menggambarkan bagaimana hoaks yang diperkuat oleh media sosial menjadi ancaman besar bagi keakuratan informasi di masyarakat. Kolaborasi antara keduanya tidak hanya menyesatkan individu, tetapi juga memengaruhi persepsi publik dan memicu perpecahan sosial.

Program pendidikan untuk mengenali hoaks, seperti memverifikasi sumber, fakta, dan konteks berita, sangat penting.

Tokoh publik harus memberikan teladan dengan tidak memanfaatkan hoaks untuk kepentingan politik.

Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.


B. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila berpotensi menimbulkan dampak buruk, khususnya di media sosial. Pemerintah perlu menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan, mengatur platform media sosial agar lebih transparan dalam mengelola konten, serta menyediakan program pendidikan berbasis Pancasila untuk menciptakan pengguna teknologi yang cerdas dan beretika. Selain itu, penting untuk mengajarkan penggunaan media sosial secara bijaksana dan bertanggung jawab.

C. Menurut saya, solusi yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan teknologi lokal dengan merancang arsitektur yang mengoptimalkan potensi sumber daya alam lokal, seperti bambu, kayu, atau batu alam Indonesia. Ini akan mengurangi kebutuhan impor material teknologi tinggi. Selain itu, mendorong penggunaan perangkat lunak seperti Building Information Modeling (BIM) atau teknologi cetak 3D buatan dalam negeri akan meningkatkan efisiensi pembangunan dengan tetap berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Chery Andhika Basri -
Nama : Chery Andhika Basri
Npm : 2255012002

A. Hoaks dapat memperuncing perpecahan sosial dan politik, menyebabkan masyarakat terpecah menjadi kubu-kubu yang sulit bersatu. Informasi palsu yang sengaja disebarkan sering kali dirancang untuk menimbulkan kebencian antarpendukung kandidat. Hoaks dapat melemahkan kepercayaan masyarakat pada proses pemilu, institusi penyelenggara, dan hasil Pilpres. Hal ini berpotensi mengganggu stabilitas politik jika legitimasi pemimpin terpilih dipertanyakan. Narasi hoaks yang memuat provokasi dapat memicu konflik antarindividu atau kelompok, baik secara verbal maupun fisik, sehingga menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi. Pemilih yang terpapar hoaks cenderung membuat keputusan berdasarkan emosi atau informasi yang keliru, sehingga menghambat terciptanya demokrasi yang sehat dan berbasis rasionalitas.

Upaya untuk Mengantisipasi Dampak Penyebaran Hoaks
-Masyarakat perlu diedukasi tentang cara mengenali informasi yang valid dan memahami cara kerja hoaks, termasuk pentingnya memverifikasi berita sebelum menyebarkan.
-Pemerintah dan penyelenggara pemilu harus bekerja sama dengan platform media sosial untuk mendeteksi dan menurunkan konten hoaks secara cepat.
-Aparat hukum harus bertindak tegas terhadap pelaku penyebar hoaks, baik individu maupun kelompok, sesuai regulasi yang berlaku.
-Penyelenggara pemilu harus memberikan informasi yang transparan, akurat, dan terkini untuk melawan narasi palsu yang beredar.
-Tokoh masyarakat dan agama memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan damai dan mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk hoaks.
-Para kandidat dan tim sukses harus mengedepankan kampanye berbasis data dan program kerja, bukan menyerang lawan dengan narasi palsu.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih kritis terhadap informasi yang diterima dan penyebaran hoaks dapat diminimalkan demi terselenggaranya Pilpres yang damai dan demokratis.

B. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat memberikan dampak negatif pada berbagai aspek kehidupan di media sosial.
Penggunaan teknologi yang tidak memperhatikan nilai kebersamaan dan persatuan dapat memicu konflik, seperti penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan fitnah yang menyebabkan polarisasi masyarakat. Hilangnya rasa gotong royong dan solidaritas karena individualisme yang dipromosikan oleh tren media sosial. Konten di media sosial yang tidak bermoral atau bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya sering kali menormalisasi perilaku yang tidak sesuai dengan norma Pancasila, seperti pornografi, ujaran kebencian, dan radikalisme. Teknologi yang berkembang tanpa landasan moral dapat memperbesar kesenjangan sosial. Sebagai contoh, penggunaan algoritma yang bias atau kurangnya akses masyarakat kurang mampu terhadap teknologi modern. Dominasi budaya asing di media sosial tanpa filter yang sesuai dapat mengikis nilai-nilai luhur Pancasila, seperti rasa cinta Tanah Air dan penghormatan terhadap keberagaman.

Solusi Pengembangan Iptek Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila.
-Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan formal dan nonformal, khususnya terkait pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.
-Pemerintah perlu mengembangkan regulasi yang mendorong penggunaan teknologi untuk mendukung keadilan sosial, persatuan, dan keberagaman.
-Mengajak tokoh agama dan budaya untuk aktif mempromosikan nilai-nilai Pancasila melalui teknologi dan media sosial.
-Mengedepankan teknologi yang inklusif, seperti aplikasi yang memudahkan masyarakat kurang mampu mengakses pendidikan dan layanan publik.
-Mendorong inovasi teknologi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat Indonesia tanpa melupakan nilai-nilai luhur bangsa.
-Mendorong platform media sosial internasional untuk menghormati norma dan nilai lokal dalam operasionalnya di Indonesia.
-Mendorong generasi muda menciptakan konten yang menginspirasi, mengedukasi, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam pengembangan dan pemanfaatan IPTEK, Indonesia dapat memastikan teknologi menjadi alat untuk memajukan bangsa, mempererat persatuan, dan menjaga identitas serta moral masyarakat.



C. Sikap konsumerisme, di mana masyarakat lebih cenderung menjadi pengguna daripada produsen teknologi, telah menjadikan Indonesia sebagai pasar besar bagi produk teknologi dari negara maju. Hal ini disebabkan oleh.
1.Ketergantungan pada Produk Impor
2.Kurangnya Pengembangan IPTEK Lokal
3.Kultur Konsumerisme yang Tinggi

Solusi
1.Pemerintah dan sektor swasta perlu memperbesar alokasi dana untuk penelitian dan pengembangan teknologi lokal. Hal ini dapat dilakukan melalui hibah, insentif pajak, dan pembiayaan startup teknologi.
2.Memanfaatkan kerja sama dengan negara maju untuk mentransfer teknologi melalui pelatihan tenaga kerja lokal, alih teknologi, dan produksi bersama.
3.Memperkuat pendidikan teknologi di semua jenjang pendidikan, mulai dari penguasaan keterampilan digital dasar hingga penelitian teknologi tingkat lanjut.
4.Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendukung produk teknologi lokal untuk meningkatkan ekonomi dan mengurangi ketergantungan.
5.Para arsitek modern berkolaborasi dengan ahli teknologi untuk merancang kota pintar (smart city) yang menggunakan teknologi lokal.
6.Menggabungkan inovasi teknologi dengan budaya lokal agar lebih diterima masyarakat luas dan memiliki identitas khas Indonesia.
Dengan langkah-langkah ini, konsumerisme teknologi dapat dialihkan menjadi produktivitas teknologi, menjadikan Indonesia tidak hanya pasar bagi produk asing tetapi juga pemain utama dalam pengembangan teknologi global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Satria widiantara Muharto -
Nama: Satria Widiantara Muharto
Npm: 2415012030

A. Tanggapan terhadap Berita dan Antisipasi Hoaks
Berita tentang penyebaran hoaks menunjukkan bahwa siapa pun, termasuk orang berpendidikan tinggi, bisa terjebak dalam informasi yang salah. Ini mengingatkan kita bahwa penting untuk tidak langsung percaya pada apa yang kita lihat di media sosial. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, kita perlu lebih sadar tentang cara membedakan berita yang benar dan hoaks. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Selain itu, kita juga harus bijak dalam menggunakan media sosial dan berpikir kritis terhadap informasi yang kita terima.

B. Pengaruh Pengembangan IPTEK dan Solusi
Ketika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, ini bisa menyebabkan banyak masalah, seperti penyebaran hoaks yang semakin cepat dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang benar. Untuk mengatasi hal ini, kita perlu mengajarkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan, sehingga orang-orang memahami pentingnya etika dalam menggunakan teknologi. Selain itu, platform media sosial juga harus bertanggung jawab dengan cara menerapkan sistem yang bisa mengurangi penyebaran berita palsu.

C. Sikap Konsumerisme dan Solusi
Konsumerisme membuat Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi dari negara lain, sehingga kita jadi tergantung pada mereka. Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu berusaha mengembangkan produk teknologi lokal yang dapat bersaing. Dalam hal ini, pendidikan kewirausahaan sangat penting untuk mengajarkan kita bagaimana menciptakan bisnis yang inovatif. Selain itu, kerjasama antara universitas dan industri juga bisa membantu memajukan teknologi di tanah air. Dengan langkah-langkah ini, kita bisa mengurangi dampak negatif hoaks, mengembangkan IPTEK sesuai dengan nilai Pancasila, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk asing
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Charly Arinza Charolin -
Nama : Charly Arinza Charolin
NPM : 2415012044

A. Berita bohong atau hoax sering kali membuat orang-orang terpengaruh. Penggunaan media sebagai sarana informasi terkadang merugikan orang lain. Berita yang tidak diketahui sumbernya secara jelas, dapat merugikan. Antisipasi yang sekiranya dapat dilakukan menurut saya, yaitu apabila ada berita hendaklah dicari terlebih dahulu kebenarannya. Menggunakan media sosial dengan baik. Mengajarkan kepada orang-orang tentang bahaya hoax, dan cara mengkritisi berita-berita yang belum diketahui penyebarannya.

B. Hoax adalah salah satu contoh pengaruh penggunaan media sosial tanpa menanamkan nilai-nilai Pancasila. Hoax memberi dampak negatif, seperti terjadinya ujaran kebencian atau hujatan, bullying, eksploitasi, dan lainnya. Solusi yang dapat saya tawarkan, yaitu mulai menanamkan nilai-nilai Pancasila sedari kecil, dan diajarkan tentang penggunaan media sosial yang baik sesuai dengan nilai-nilai pancasila. memberikan sanksi terhadap para pelanggar pelanggar.

C. Sikap konsumerisme masyarakat Indonesia memang perlu dikurangi. Banyak barang-barang impor yang disenangi oleh masyarakat Indonesia karena dianggap lebih murah dan berkualitas. Saran saya terhadap sikap tersebut sesuai jurusan saya, yaitu mulai menggunakan produk yang dihasilkan didalam negri, tidak mengikuti trend trend yang berganti setiap saat, mulai memperluas hasil karya karya masyarakat Indonesia, membuat desain yang kulturistik yang mencerminkan Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Chitra Aprilia Dwi Azzahra -
Nama: Chitra Aprilia Dwi Azzahra
NPM:2415012052

Analisis soal 1

A. Tanggapan saya terhadap berita itu bahwa penyebaran hoaks didorong oleh kebiasaan pribadi, di mana seseorang cenderung mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinan mereka, meskipun itu tidak benar.
Antisipasi saya yaitu:
1. Pendidikan Literasi Digital: Menurut saya pendidikan literasi digital ini sangat penting guna mengedukasi masyarakat untuk memverifikasi dengan membaca sumber informasi sebelum membagikannya.
2. Pemantauan Media Sosial: Pemerintah dan platform media sosial harus lebih aktif mendeteksi dan menghapus konten hoaks.
B. Pengembangan IPTEK tanpa mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila dapat menyebabkan penyalahgunaan teknologi untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda. Serta Degradasi moral masyarakat akibat konten yang tidak mendidik.
Solusi saya yaitu;
1. Menguatkan Undang-Undang ITE dengan menekankan etika bermedia.
2. Menetapkan aturan yang berbasis pada moralitas dan keadilan sosial dalam penggunaan teknologi.
C. Dampak Konsumerisme:
Konsumerisme teknologi membuat Indonesia bergantung pada produk luar negeri, mengurangi inovasi lokal, dan memperburuk defisit perdagangan
Solusi berdasarkan program studi yang saya ambil (Arsitektur) yaitu:
1. Dengan Mengembangkan Teknologi Bangunan Berbasis Kearifan Lokal
2. Edukasi dan Pelatihan Arsitek untuk Mengurangi Ketergantungan
3. Mendorong Inovasi Teknologi Konstruksi Lokal
Melalui pendekatan berbasis program studi Arsitektur, solusi ini menargetkan peningkatan kemandirian dalam inovasi teknologi konstruksi lokal, penguatan identitas nasional, dan pengurangan ketergantungan pada produk teknologi negara lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Muhammad Fadhel Arya Ganendra -
Muhammad Fadhel Arya Ganendra
2215012008

A. Artikel ini memberikan gambaran yang sangat menarik tentang fenomena hoaks di era digital saat ini. Sebagai generasi muda, saya memandang masalah hoaks sebagai tantangan serius yang membutuhkan kesadaran dan tindakan kolektif. Media sosial telah menjadi medan pertempuran informasi di mana berita palsu dapat dengan mudah menyebar dan mempengaruhi opini publik. Sikap kritis dan bijak menjadi kunci utama dalam menghadapi gelombang informasi yang tidak terkendali ini. Saya akan senantiasa melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang saya temui, tidak mudah terpancing emosi, dan aktif melakukan klarifikasi jika menemukan informasi yang mencurigakan. Selain itu, saya akan terus mendorong lingkungan sekitar untuk berpikir kritis, berbagi informasi yang valid, dan menghindari penyebaran berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

B.Perkembangan teknologi informasi yang tidak diimbangi dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila berpotensi menciptakan kerusakan sosial yang mendalam. Media sosial yang seharusnya menjadi ruang dialog dan pemersatu bangsa justru tidak jarang berubah menjadi arena pertentangan dan polarisasi yang membahayakan. Implementasi teknologi yang tidak memperhatikan dimensi kemanusiaan dapat merusak tatanan sosial, memecah belah masyarakat, dan menghilangkan semangat kebersamaan yang menjadi inti dari kepribadian bangsa Indonesia. Solusi yang saya tawarkan adalah mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan digital, membentuk platform media sosial yang lebih bertanggung jawab, dan mendorong penggunaan teknologi yang mengedepankan empati, toleransi, dan musyawarah mufakat.

C. Dalam konteks arsitektur, konsumerisme teknologi asing merupakan tantangan signifikan yang memerlukan pendekatan komprehensif dan inovatif. Sebagai mahasiswa arsitektur, saya melihat bahwa solusi terhadap ketergantungan produk teknologi asing tidak hanya berkisar pada aspek teknis, melainkan juga pada pengembangan kreativitas dan keunggulan lokal. Prodi arsitektur memiliki peran strategis dalam mengembangkan solusi teknologi yang terintegrasi dengan budaya dan konteks lingkungan Indonesia.
Melalui pendekatan desain arsitektur, kami dapat menciptakan inovasi teknologi konstruksi yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim dan kebutuhan spesifik masyarakat Indonesia. Misalnya, pengembangan material konstruksi ramah lingkungan yang memanfaatkan sumber daya lokal, menciptakan desain bangunan yang responsif terhadap perubahan iklim, dan mengintegrasikan teknologi hijau yang sesuai dengan kearifan lokal. Kami tidak sekadar mengadopsi teknologi asing, namun mengembangkan solusi teknologi yang memiliki keunikan dan keunggulan kompetitif.
Upaya konkret yang dapat dilakukan adalah mendorong riset dan pengembangan teknologi konstruksi berbasis kearifan lokal, mengembangkan startup teknologi konstruksi inovatif, dan membangun jejaring kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah. Dengan cara ini, mahasiswa arsitektur tidak hanya menjadi konsumen pasif teknologi, melainkan mampu menjadi agen perubahan yang menciptakan solusi teknologi konstruksi mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by KAYLA SATRIANI -

Nama : Kayla Zahra Satriani 

NPM : 2415012050 (Kelas B)


A. Hoax dapat menyebar dengan sangat cepat di media sosial dan berdampak negatif pada individu, komunitas, bahkan negara. Untuk mengantisipasi dampak negatifnya, kita bisa:

Memeriksa sumber berita: Pastikan berita berasal dari sumber yang kredibel dan terpercaya.

Tidak mudah percaya: Jangan langsung percaya pada informasi yang baru dilihat, terutama jika bersifat sensasional atau provokatif.

Konfirmasi ke beberapa sumber: Bandingkan informasi dari berbagai sumber sebelum menyebarkannya.

Laporkan berita hoax: Jika menemukan berita hoax, laporkan ke platform media sosial atau pihak berwenang.

Tingkatkan literasi digital: Pelajari cara mengenali berita hoax dan cara berpikir kritis.

B. Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan Pancasila dan solusinya

Pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan persatuan, dapat memunculkan berbagai masalah di media sosial, seperti:

Ujaran kebencian: Penyebaran pesan yang mengandung unsur SARA atau diskriminasi.

Hoax: Penyebaran informasi palsu yang bertujuan untuk manipulasi atau keuntungan pribadi.

Penipuan: Penyalahgunaan teknologi untuk melakukan penipuan.

Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu:

Memperkuat pendidikan karakter: Menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran akan pentingnya etika digital.

Meningkatkan literasi digital: Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Membuat regulasi yang jelas: Pemerintah perlu membuat aturan yang tegas untuk mengatur penggunaan teknologi dan memberikan sanksi bagi yang melanggar.

Pengembangan teknologi yang berpihak pada kemanusiaan: Mendorong para pengembang teknologi untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan orang lain.

C. Solusi atas masalah konsumerisme teknologi

Konsumerisme teknologi memang menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, kita perlu:

Meningkatkan kemampuan inovasi dalam negeri: Pemerintah dan industri perlu bekerja sama untuk mengembangkan teknologi sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada produk impor.

Membangun ekosistem startup yang kuat: Memberikan dukungan kepada startup lokal agar dapat bersaing di pasar global.

Meningkatkan kualitas pendidikan:

Membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital, sehingga mereka dapat berkontribusi dalam pengembangan teknologi.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Soal-1

by Alfa risi -
Nama : Alfarisi
Npm : 2415012033

1. Hoaks merupakan hal yang berbahaya dengan dampak yang luas. Tingkat pendidikan tidak selalu menjamin seseorang dapat memilah hoaks, karena banyak orang lebih menyukai berita viral tanpa memerhatikan kebenarannya. Solusinya adalah meningkatkan kesadaran membaca, menyaring berita, dan memanfaatkan media sosial untuk melawan hoaks.

2. Perkembangan iptek yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila berdampak negatif, seperti penyebaran hoaks dan penyalahgunaan teknologi. Solusi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi digital dan mengintegrasikan iptek dengan pembelajaran berbasis Pancasila.

3. Sebagai mahasiswa Arsitektur, solusi yang dapat saya tawarkan adalah memberikan edukasi mengenai inovasi produk lokal dan mengembangkan desain yang berbasis budaya setempat. Hal ini dapat mendukung kemajuan produk lokal secara signifikan.