Forum Analisis Video-1

Forum Analisis Video-1

Number of replies: 67

Silahkan disimak dengan baik video berikut lalu analisis menggunakan bahasa anda sendiri dengan melampirkan identitas diri


In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Abraham Stanley Wijaya -

Nama: Abraham Stanley Wijaya

NPM: 2415012029

Analisis video : Limbah pabrik cemari lingkungan sungai


Ratusan warga di kabupaten Pekalongan melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang langsung mengarah ke sungai. Ada enam pabrik pakaian yang membuang limbah hasil produksinya langsung mengarah ke sungai. Alhasil sungai menjadi tercemar oleh zat-zat kimia. Selain itu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut juga merasa tidak nyaman dari bau busuk yang ditimbulkan. Setelah berdiskusi dengan pemilik pabrik tersebut,masyarakat meminta aparat kepolisian untuk menutup keenam pabrik tersebut,karena tidak memiliki alat pengolahan limbah.


Menurut saya, penggunaan Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dioptimalkan dalam masalah ini, setiap pabrik harus memiliki mesin pengolah limbah,yang terstandar nasional. pemerintah juga harus menetapkan persyaratan yang harus diikuti suatu perusahaan agar mendapatkan perizinan untuk beroperasi.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by ANDRI DWIANSYAH -
nama:Andri dwiamsyah
npm:2415012024

Tugas Analisis Video 1

Video tersebut berisi tentang kurangnya pemahaman seorang produsen pakaian tentang cara pembuangan limbah.
Si produsen pakaian ini membuang limbah dengan langsung mengalir ke sungai, hal ini sudah jelas membuat warga sekitar merasa tidak nyaman oleh karena itu para warga unjuk rasa agar si produsen ini bisa membuang dan mengelola limbah sebagai mana mestinya sesuai dengan prosedur pengelolaan limbah dari pabrik pakaian.

Sebagai masyarakat jika ingin membuka pabrik seharusnya kita memikirkan dahulu bagaimana proses untuk pembuangan limbah, karena jika terjadi seperti demikian maka akan mencemari lingkungan tidak hanya warga yang terganggu tapi makhluk hidup disekitar juga terganggu bahkan makhluk hidup yang ada di sungai bisa mati.

Sebagai masyarakat seharusnya kita bisa menyikapi hal ini dengan baik, hal ini bisa diselesaikan secara damai dengan tidak unjuk rasa, seperti dapat dibicarakan dengan kekeluargaan, dan dengan bersama-sama mencari solusi bagaimana cara menanggulanginya dengan hal seperti ini maka ciri khas bangsa Indonesia yaitu gotong royong bisa tercipta.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Hani Novitri -
Nama : Hani Novitri Nia Ramadhani
NPM : 2415012062
Kelas : B

Limbah pabrik yang mencemari lingkungan Sungai Pekalongan menjadi masalah serius yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat setempat. Pembuangan limbah industri, baik berupa limbah cair maupun padat, seringkali mengandung bahan berbahaya seperti logam berat, bahan kimia beracun, dan zat-zat yang dapat merusak kualitas air. Kontaminasi ini menyebabkan air sungai menjadi tercemar, mengurangi kadar oksigen yang dibutuhkan oleh organisme akuatik, serta mengancam kelangsungan hidup biota air. Selain itu, masyarakat yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti air bersih, pertanian, dan perikanan juga terpapar risiko kesehatan. Meskipun ada regulasi mengenai pengelolaan limbah, penegakan hukum yang lemah dan kurangnya kesadaran industri terhadap dampak lingkungan semakin memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dalam pengawasan dan penegakan hukum, serta penerapan teknologi ramah lingkungan oleh pabrik untuk mengurangi pencemaran dan melindungi Sungai Pekalongan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Adinda Muthia Hanifah -
ADINDA MUTHIA HANIFAH
2415012055

Analisis video-1

Warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang mencemari sungai. Mereka mengeluhkan bau busuk dan pencemaran air akibat pembuangan limbah tanpa pengolahan yang benar. Warga meminta pihak berwenang untuk menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah yang layak.
Pabrik-pabrik tersebut tidak memiliki alat pengolahan limbah yang memadai, dan pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui proses pengolahan yang tepat. Warga mengancam akan melanjutkan aksi jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan tegas. Aksi ini menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan dan tanggung jawab industri dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

Aksi warga Desa Pegaden Tengah menuntut pengolahan limbah yang lebih baik dari pabrik pakaian menunjukkan pentingnya kesadaran lingkungan dalam masyarakat. Ketidakpedulian industri terhadap dampak lingkungan mengancam kualitas hidup, seperti tercemar air dan bau tak sedap. Sebagai mahasiswa, kita perlu mendukung upaya perlindungan lingkungan melalui regulasi yang tegas dan edukasi bagi pelaku industri.
Kesimpulannya, meskipun pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui cara pengolahan limbah, tindakan tegas diperlukan untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Pemerintah harus segera bertindak untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan warga.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Cindy Bunga Apriliantika -
Nama: Cibdy Bunga Apriliantika
NPM : 2415012006

Limbah industri yang tidak diolah dengan baik mengandung zat berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia beracun, yang dapat mencemari udara dan lingkungan sekitar.
Sungai sering kali menjadi tempat pembuangan limbah, karena dianggap dapat “mengencerkan” limbah, namun ini justru merusak ekosistem sungai dan lingkungan di sekitarnya.
Pencemaran air sungai, seperti perubahan warna dan bau yang tidak sedap, adalah tanda nyata dari limbah pabrik yang dibuang sembarangan. Hal ini merusak kehidupan air, mengancam keberlangsungan ekosistem, dan membahayakan kesehatan warga yang menggunakan sungai untuk keperluan sehari-hari.
Selain itu, lemahnya penegakan hukum terkait pengelolaan limbah semakin melemahkan keadaan. Pencemaran ini juga berdampak pada perekonomian lokal, terutama petani dan nelayan yang kehilangan mata pencaharian akibat rusaknya kualitas udara.
Untuk mengatasi masalah ini, pabrik perlu menerapkan teknologi pengolahan limbah yang sesuai, sementara pemerintah harus memastikan peraturan yang dipatuhi dan memberikan sanksi bagi pelanggar. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Rahma Yumna Zalianty -
Nama: Rahma Yumna Zalianty
NPM: 2415012011
Kelas: A

Di dalam video berita tersebut berisikan tentang keresahan warga terhadap pabrik limbah pakaian yang mencemari sungai. di dalam berita tersebut, di beritahukan bahwa warga-warga disana melakukan protes dengan cara menutup saluran limbah dari saluran pabrik tersebut.

Menurut saya protes yang dilakukan warga tersebut sudah benar namun cara nya salah, seharusnya para warga bisa berbicara dengan pemilik pabrik tersebut terlebih dahulu secara kekeluargaan. Namun di sisi lain seharusnya pabrik-pabrik tersebut memiliki mesin pengolahan limbah agar tidak buang ke sungai. limbah-limbah dari pabrik itu tentunya sangat berbahaya karena mengandung zat-zat kimia, maka dari itu tidak sepantasnya langsung di buang ke sungai.

Di dalam video tersebut pula di beritahukan bahwa pemilik pabrik tidak tahu cara mengolah limbahnya, nah untuk itu aparat setempat dapat memberikan edukasi ke pemilik nya agar pabrik tetap berjalan tanpa menggangu kenyamanan warga setempat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Nadja Nabila Meysun Mahdiyah -
Nama : Nadja Nabila Meysun Mahdiyah
Npm : 2415012053

Berita ini menggambarkan protes warga di Kabupaten Pekalongan terhadap pencemaran lingkungan oleh enam pabrik pakaian. Pabrik-pabrik tersebut membuang limbah produksi langsung ke sungai tanpa pengolahan, sehingga menyebabkan pencemaran parah dan menimbulkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Dalam aksi tersebut, warga menutup saluran pembuangan limbah pabrik sebagai bentuk protes. Setelah berdiskusi dengan pihak pabrik, warga meminta aparat kepolisian untuk menutup semua pabrik tersebut karena tidak memiliki alat pengolahan limbah yang sesuai dengan standar. Tuntutan ini menunjukkan urgensi perlindungan lingkungan dan penegakan regulasi terkait pengelolaan limbah industri.

Menurut saya, saya setuju dengan video tersebut dan mendukung protes warga. Seharusnya pabrik-pabrik tersebut memiliki sistem pengolahan limbah sendiri agar tidak mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Raka Dhimas Satrio -
Raka Dhimas Satrio
2415012063
Ars A

Dalam berita tersebut, warga menutup saluran pembuangan limbah pabrik sebagai bentuk protes. Setelah berdiskusi dengan pihak pabrik, warga meminta aparat kepolisian untuk menutup semua pabrik tersebut karena tidak memiliki alat pengolahan limbah yang sesuai dengan standar. Tuntutan ini menunjukkan urgensi perlindungan lingkungan dan penegakan regulasi terkait pengelolaan limbah industri.

Menurut saya, saya setuju dengan aksi yang dilakukan warga karena seharusnya pemilik pabrik memiliki pengetahuan cara mengolah limbah yang mereka hasilkan. Selain itu juga , sungai yang tercemar limbah juga bisa meningkatkan resiko penyebaran penyakit.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Zhafirah Chika Lalibah -

Nama : Zhafirah Chika Lalibah

NPM : 2415012057


Ratusan warga desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan aksi protes dengan mendatangi sebuah pabrik yang membuang limbah olahan pakaian langsung ke sungai. Aksi tersebut dilakukan karena warga merasa terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan dari pembuangan limbah dan kondisi lingkungan yang tercemar akibat limbah pabrik. Dalam aksi tersebut, warga secara langsung menutup saluran air sungai yang menjadi pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian.

Pencemaran lingkungan dan bau yang ditimbulkan oleh limbah pabrik menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga setempat. Karena merasa terganggu oleh kondisi tersebut, warga meminta pihak aparat desa agar segera menutup enam pabrik pakaian yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah. Pemilik pabrik mengaku pasrah dengan tindakan penutupan saluran pembuangan limbah, dikarenakan ketidaktahuan mereka dalam cara mengelola limbah dari pabrik-pabrik mereka.

Oleh karena itu, warga menyatakan akan terus menggelar aksi unjuk rasa terhadap pihak pemerintah, apabila upaya untuk menutup pabrik-pabrik tersebut tidak segera dilakukan dan menuntut agar tindakan tegas diambil terhadap pabrik-pabrik yang melanggar peraturan lingkungan, demi menjaga lingkungan hidup dan kenyamanan mereka sebagai masyarakat setempat.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Rafi Dian Syah -
Nama : Rafi Dian Syah
NPM ; 2415012026
Kelas : B

Video membahas tentang limbah pabrik yang dibuang ke sungai.
Ratusan warga kabupaten pekalongan Jawa tengah melakukan aksi ujuk rasa menutup saluran pembuangan limbah dari 6 lokasi pabrik pembuatan pakaian, karena warga merasa tidak nyaman dengan limbah pabrik yang langsung dibuang ke sungai dan juga mencemari lingkungan. Warga tidak nyaman karena bau busuk yang ditimbulkan dan juga warga meminta aparat desa untuk segera menutup pabrik yang tidak memiliki alat pengolahan limbah. Pembuangan limbah sudah terlaksana kurang lebih 25 tahun. Pemilik pabrik juga sudah menerima tentang kesalahan yang dibuat dan penutupan saluran limbah, warga akan terus ujuk rasa sampai pihak aparat menutup pabrik.
Dalam aksi tersebut seharusnya setiap pabrik memiliki alat pengolahan limbah agar limbah tidak langsung dibuang yang dapat merugikan warga sekitar dan lingkungan tempat tinggal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Anisa Wita Chantiqa -
Nama: Anisa Wita Chantiqa
NPM: 2415012002

Video tersebut membahas tentang aksi unjuk rasa yang dilakukan warga desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dengan menutup saluran pembuangan limbah pabrik pakaian.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan karena keresahan warga yang telah dirasakan selama kurang lebih 25 tahun terhadap pabrik pakaian yang  membuang langsung limbah sisa pabrik ke sungai. Akibat pembuangan limbah tersebut membuat warga tidak nyaman akan bau yang timbul dari limbah tersebut di sungai.
Warga meminta agar pihak pabrik dapat menutup saluran pembuangan limbah yang mengarah ke sungai. Jika tidak warga mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa oleh pihak pemerintah.

Dari video tersebut seharusnya pemerintah dapat memberikan kebijakan tegas kepada para pemilik pabrik, yaitu sebelum membangunkan pabrik, pemilik harus tahu terlebih dahulu  limbah sisa yang dihasilkan akan dialihkan kemana, jangan sampai merugikan masyarakat yang ada di sekitarnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Galih Rigiantoro -
Nama Galih Rigiantoro
npm 2415012042
Isu utama yang diangkat dalam kasus itu adalah pencemaran lingkungan akibat limbah industri dan kurangnya pengawasan dari pihak yang berwenang. Tindakan warga yang mengungkapkan ketidakpuasan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup serta perlunya edukasi bagi pemilik pabrik tentang pengelolaan limbah.
Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat akan isu lingkungan dan perlunya tindakan tegas dari pemerintah dalam mengawasi industri agar mematuhi regulasi pengelolaan limbah. Aksi protes warga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran aktif dalam menjaga lingkungan mereka.Menurut saya untuk mencegah pencemaran lebih lanjut, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat diperlukan dalam mencari solusi yang berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Salwa Azizah -
Nama: Salwa Azizah
NPM: 2415012036

Video ini menggambarkan protes warga Desa Pegarden Tengah, Kabupaten Pekalongan, terhadap pembuangan limbah pabrik pakaian ke sungai yang telah mencemari lingkungan selama 25 tahun. Warga menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik sebagai bentuk aksi, karena merasa terganggu oleh bau busuk dan dampak pencemaran. Pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui cara pengolahan limbah dan menerima tindakan warga. Warga mendesak pemerintah untuk menutup pabrik-pabrik tersebut jika tidak ada sistem pengolahan limbah yang diterapkan, dan mengancam akan terus berunjuk rasa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Peristiwa ini mengajarkan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Warga yang memperjuangkan hak atas lingkungan yang bersih menunjukkan pengamalan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Mereka berupaya menjaga hak asasi untuk hidup sehat, yang seharusnya dihormati oleh semua pihak, termasuk pelaku industri.

Aksi unjuk rasa juga mencerminkan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan konflik. Melalui dialog antara warga, pemilik pabrik, dan pemerintah, semua pihak diharapkan dapat menemukan solusi yang tidak hanya menguntungkan masyarakat tetapi juga tetap mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi.

Selain itu, tuntutan warga agar pabrik mematuhi aturan pengolahan limbah merupakan wujud keadilan sosial. Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga lingkungan demi keberlanjutan hidup bersama. Peristiwa ini mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman dalam menghadapi masalah kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Bathi Cahyadi -
M. BATHI CAHYADI
2415012068
ARSITEKTUR B

Video ini menunjukkan kurangnya pemahaman seorang produsen pakaian mengenai cara pengelolaan limbah. Limbah yang dibuang langsung ke sungai menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga sekitar, yang akhirnya melakukan unjuk rasa agar produsen tersebut mengelola limbah sesuai prosedur yang benar.

Sebagai masyarakat, jika ingin membuka pabrik, kita harus memikirkan dengan matang cara pengelolaan limbahnya. Pembuangan limbah sembarangan bisa mencemari lingkungan dan mengganggu kehidupan makhluk hidup, bahkan menyebabkan kematian bagi organisme di sungai.

Masalah seperti ini seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih bijaksana. Alih-alih unjuk rasa, dialog terbuka dan musyawarah bisa menjadi jalan keluar. Dengan bersama-sama mencari solusi, kita dapat menjaga lingkungan dan tetap menerapkan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Jia Nurafni Chandra -
NAMA: JIA NURAFNI CHANDRA
NPM: 2415012041

Video tersebut berisi tentang warga desa Pegaden, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang melakukan protes dengan memblokir saluran limbah pabrik yang mencemari sungai, menuntut penutupan enam pabrik yang tidak memiliki pengolahan limbah. Warga memprotes pabrik-pabrik yang membuang sampah ke sungai. Limbah menyebabkan ketidaknyamanan dan bau busuk, yang secara langsung mempengaruhi masyarakat. Dan pemilik pabrik mengaku tidak menyadari metode pengelolaan limbah yang tepat. 

Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa dapat berkontribusi dengan melakukan kampanye kesadaran lingkungan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pabrik tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai. Selain itu, pemerintah memiliki peran penting, yaitu dengan menerapkan regulasi yang tegas terhadap pembuangan limbah, termasuk mewajibkan setiap pabrik untuk memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by kirania regina cahyani -
Nama: Kirania regina cahyani
NPM: 2415012028
kelas: B

Pada Video tersebut telah disampaikan bahwa ketidaktahuan seorang produsen pakaian bagaimana cara pembuangan limbah yang baik dan benar. hal ini dilakukan karen warga desa merasa tidak nyaman dengan limbah pabrik yang dibuang langsung ke sungai
Dengan cara membuang limbah ke sungai. Tentu hal ini mengakibatkan warga sekitar melakukan unjuk rasa kepada produsen. Agar produsen tidak membuang limbah dengan sembarangan. Dan membuangnya pada tempat yang seharusnya.

Sebagai produsen jika ingin membuka pabrik seharusnya bisa mengetahui prosedur prosedur yang baik dalam tata cara pembangunannya. Seperti dalam misalnya pembuangan limbah. Karena jika tidak demikian, bukan hanya berdampak buruk pada sekitar, tetapi orang lain merasa terganggu karenanya.

menurut saya hal yang dilakukan warga desa sebenarnya tidak salah, mereka hanya ingin menuntut hak mereka tetapi sebagai masyarakat seharusnya menyikapi tersebut dengan bijak, dengan cara bisa diselesaikan secara damai dengan tidak unjuk rasa, bisa dibicarakan secara baik baik, dan dengan bersama-sama mencari solusi bagaimana
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Talita Rifannie -
Nama : Talita Rifannie Sartika
Npm :2415012010

Limbah pabrik yang mencemari lingkungan Sungai Pekalongan menjadi masalah serius yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat setempat. Aksi warga Desa Pegaden Tengah menuntut pengolahan limbah yang lebih baik dari pabrik pakaian menunjukkan pentingnya kesadaran lingkungan dalam masyarakat. Ketidakpedulian industri terhadap dampak lingkungan mengancam kualitas hidup, seperti tercemar air dan bau tak sedap. Sebagai mahasiswa, kita perlu mendukung upaya perlindungan lingkungan melalui regulasi yang tegas dan edukasi bagi pelaku industri.

Oleh karena itu, warga menyatakan akan terus menggelar aksi unjuk rasa terhadap pihak pemerintah, apabila upaya untuk menutup pabrik-pabrik tersebut tidak segera dilakukan dan menuntut agar tindakan tegas diambil terhadap pabrik-pabrik yang melanggar peraturan
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Daffa Sonalia Hendrawan -
Nama : Daffa Sonalia Hendrawan
NPM : 2415012035

Video tersebut berisikan tentang aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian. warga merasa ketidaknyamanan yang dimana limbah tersebut langsung dibuang ke sungai.
menurut saya, sudah seharusnya warga resah karena limbah tersebut bisa mencemari lingkungan sekitarnya, apalagi pabrik beroperasi sudah kurang lebih 25 tahun. Tidak hanya mencemari lingkungan, limbah tersebut pun memiliki bau yang tidak sedap, yang pastinya membuat orang orang yg mempunyai rumah rumah disekitar sungai tsb menjadi tidak nyaman. Tetapi dalam aksi tersebut caranya salah krna seharusnya warga" membicarakan secara damai kepada pemilik pabrik terlebih dahulu, sesuai dgn prosedur yang berlaku tidak asal asalan.
Menurut saya juga dalam aksi yg mereka lakukan ada alasan mengapa mereka melakukan hal tsb, mungkin saja selama pabrik itu beroperasi warga setempat sudah menunggu kebijakan pemilik pabrik untuk mengatasi pengolahan limbah tersebut dengan prosedur yg seharusnya. Tetapi mungkin pemilik tersebut tidak menghiraukan atau sikap acuh tak acuhnya, karena kurang lebih 25 tahun itu bukan waktu yang sebentar sehingga mungkin saja warga sudah menunggu terlalu lama tetapi tidak ada tindak lanjut dri pemilik pabrik tersebut. Apalagi mendengar pernyataan dari pemilik pabrik yang selama pabrik beroperasi ia tidak mengetahui cara mengolah limbah nya, jangankan warga setempat, saya yang mendengar hal tersebut pun ikut kesal, seharusnya pemilik pabrik sudah mengetahuinya sebelum ia membangun pabrik tersebut.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by AISYAH SYARIFFATUNNISA -
Nama : Aisyah Syariffatunnisa
NPM :2415012017

Dalam berita tersebut, Warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah yang berasal dari 6 pabrik pakaian yang langsung mengarah ke sungai. Warga berpendapat bahwa Hal tersebut selain mencemarkan Lingkungan sungai, limbah tersebut tercium bau busuk yang menimbulkan rasa ketidak nyamanan warga Setempat. Oleh karena itu warga pun meminta pihak berwenang untuk menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah yang layak. Pemilik pabrik mengaku pasrah dengan tindakan penutupan saluran pembuangan limbah, dikarenakan ketidaktahuan mereka dalam cara mengelola limbah dari pabrik-pabrik mereka.

Dalam aksi tersebut, seharus nya pemilik pabrik memiliki pengetahuan cara mengolah limbah yang baik dan benar,agar tidak mencemari lingkungan setempat dan merugikan masyarakat sekitar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by NABILA RIZKA SALEH -
Nama : Nabila Rizka
NPM : 2415012009 (A)

Video tersebut menggambarkan protes ratusan warga desa dari Pengkadeng Tengah di kabupatan pekalongan, Jawa Tengah dengan penutupan saluran pembuangan limbah yang berasal dari 6 pabrik pakaian. Selain mencemarkan lingkungan sungai, Aksi ini menunjukkan keresahan warga sekitar yang merasa tidak nyaman akan bau busuk yang ditimbulkan dari limbah pabrik yang di buang langsung ke sungai. Pemilik pabrik juga mengaku tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya. Oleh karena itu, warga mendesak pihak aparat desa untuk menutup keenam pabrik dan mengancam akan terus berunjuk rasa apabila penutupan pabrik tidak dilakukan oleh pihak setempat.

Pristiwa pencemaran sampah ini menggambarkan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelesaian konflik. Melalui pendekatan keagamaan, dialog konsultatif, dan politik yang adil, permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai dengan tetap menjaga persatuan, keadilan, dan kesejahteraan semua pihak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Monica Edna Yulia -
Nama : Monica Edna Yulia
NPM : 2415012005
Kelas : A

Analisis video
"Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai"

Video tersebut berisi tentang Ratusan warga di kabupaten Pekalongan melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang langsung mengarah ke sungai. Sehingga sungai menjadi tercemar oleh zat-zat kimia. Selain itu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tersebut juga merasa tidak nyaman dikarenakan bau busuk yang ditimbulkan oleh sungai tersebut. Setelah berdiskusi dengan pemilik pabrik tersebut,masyarakat meminta aparat kepolisian untuk menutup keenam pabrik tersebut,karena tidak memiliki alat pengolahan limbah.

pemilik pabrik memang harus bertanggung jawab terhadap dampak dari limbah tersebut. Di jaman sekarang, pengembangan teknologi sudah maju seharusnya pemilik pabrik dapat menyediakan alat penyaringan limbah agar tidak merugikan warga. Maka jika kita ingin membuka pabrik, kita harus mempertimbangkan proses pengelolaan limbah terlebih dahulu, karena jika terjadi sesuatu akan mencemari lingkungan, tidak hanya mengganggu warga, tetapi juga warga, benda-benda di sekitarnya, bahkan makhluk yang hidup di sungai pun bisa mati.
kita sebagai rakyat indonesia sebaiknya menerapkan nilai pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dalam setiap mengambil keputusan berdampak positif bagi kita sendiri dan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Fiola Friska -
Nama: Fiola friska
Npm : 2415012015

Video berita tersebut menyoroti keresahan warga terhadap pabrik limbah pakaian yang mencemari sungai. Dalam berita itu, disampaikan bahwa warga setempat melakukan aksi protes dengan menutup saluran limbah pabrik tersebut.

Menurut pandangan saya, protes yang dilakukan warga sudah tepat sebagai bentuk perhatian terhadap lingkungan, tetapi cara yang digunakan kurang bijak. Sebaiknya, warga terlebih dahulu berdiskusi dengan pemilik pabrik secara kekeluargaan untuk mencari solusi bersama. Di sisi lain, pabrik seharusnya memiliki sistem pengolahan limbah yang memadai agar tidak membuang limbah langsung ke sungai. Limbah pabrik tersebut umumnya mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem sungai, sehingga tidak sepatutnya dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Dalam video juga disebutkan bahwa pemilik pabrik tidak memahami cara mengolah limbahnya. Untuk itu, aparat setempat perlu memberikan edukasi kepada pemilik pabrik agar operasional pabrik tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar. Dengan langkah ini, diharapkan masalah limbah dapat diselesaikan secara konstruktif dan lingkungan tetap terjaga.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Den Ayu Meylani -
Nama : Den Ayu Meylani
NPM : 241512019


Didalam berita tersebut warga desa kab pekalongan jawa tengah melakukan unjuk rasa dengan cara menutup saluran pembuangan limbah pabrik baju yang sengaja dialirkan langsung kesungai dan mencemari lingkungan sekitar dan juga sangat mmengganggu kenyamanan warga sekitar akan bau limbah yang tidak sedap. Unjuk rasa tersebut tidak hanya bertujuan untuk menghentikan pembuangan limbah enam pabrik pakaian tersebut kesungai namun warga juga meminta agar pemerintah setempat menutup keenam pabrik pakaian tersebut yang tidak memiliki alat pengolahan limbah. Ternyata pabrik tersebut sudah beroprasi kurang lebih dua puluh lima tahun dan selama ini juga pemilik pabrikpun tidak mengetahui cara untuk mengolah limbah pabriknya sendiri. Dalam waktu yang cukup lama ini sayangnya mengapa pemilik pabrik tidak mengetahui pengolahan limbah pabrik miliknya yang dialirkan begitu saja kesungai.
Setelah unjuk rasa tersebut akhirnya pemilik pabrik menyadari akan kesalahannya dan menerima jika saluran pembuangan limbaahnya ditutup oleh masyarakat.

Sebagai pengusaha kita juga harus memikirkan kenyamanan lingkungan sekitar akan dampak dari usaha yang kita jalankan dan seharusnya jika kita memiliki usaha yang memhasilkan limbah yang dapat mencemarkan lingkungan jika langsung dibuang begitu saja, kita juga harus mengetahui cara menanggulanginya sebelum membuat dan menjalankan usaha tersebut.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by ALYA NUR SAFITRI -
Nama : Alya Nur Safitri
NPM : 2415012003
Kelas : A

Video berita tersebut mengangkat permasalahan yang dihadapi oleh warga Desa Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terkait keberadaan pabrik limbah pakaian yang mencemari sungai. Para warga setempat melaksanakan aksi protes dengan menutup saluran pembuangan limbah enam pabrik pakaian yang telah beroperasi selama kurang lebih 25 tahun tanpa sistem pengolahan limbah yang memadai. Limbah yang dibuang langsung ke sungai tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengganggu kenyamanan warga sekitar dikarenakan bau yang tidak sedap.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga bertujuan untuk menghentikan pembuangan limbah langsung ke sungai dan mendesak pemerintah setempat agar menutup keenam pabrik tersebut. Dalam berita tersebut, juga disampaikan bahwa pemilik pabrik tidak memahami cara yang tepat untuk mengolah limbah, sehingga limbah tersebut dibiarkan mencemari lingkungan selama bertahun-tahun. Setelah aksi protes berlangsung, pemilik pabrik akhirnya menyadari kesalahan mereka dan menerima tindakan warga yang menutup saluran limbah pabrik.

Sebagai seorang pengusaha, seharusnya menjaga tanggung jawab terhadap lingkungan menjadi prioritas utama. Menjalankan usaha yang menghasilkan limbah, terutama yang berbahaya, berarti wajib memahami cara pengolahan limbah yang benar sebelum memulai dan menjalankan usaha tersebut. Limbah yang mengandung bahan kimia berbahaya dapat merusak ekosistem sungai, membahayakan kesehatan masyarakat, dan menimbulkan polusi berkepanjangan jika tidak dikelola dengan baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Kirana Amalia Putri Sigid -
Nama : Kirana Amalia Putri Sigid
NPM : 2415012045

Aksi ratusan warga Desa Pegaden Tengah di Kabupaten Pekalongan yang menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian menunjukkan protes terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri. Warga merasa dirugikan dengan air yang tercemar dan dampak buruk terhadap kesehatan mereka. Aksi ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap cara pengelolaan limbah yang tidak ramah lingkungan.

Kejadian ini mengingatkan kita bahwa pabrik-pabrik harus bertanggung jawab atas limbah yang mereka hasilkan. Setiap industri perlu memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik agar tidak merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Pemerintah juga harus lebih aktif dalam mengawasi dan memastikan bahwa perusahaan-perusahaan mengikuti aturan yang ada untuk melindungi masyarakat dan alam sekitar.

Kedepannya, penyelesaian masalah ini harus melibatkan kerjasama antara industri, pemerintah, dan masyarakat. Pabrik-pabrik harus berkomitmen untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, sementara pemerintah perlu memastikan bahwa aturan lingkungan ditaati. Dengan begitu, kemajuan industri bisa berjalan seiring dengan kelestarian alam dan kesehatan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by IGEDE BERLIAN ARSA PRATAMA -
NAMA:igede berlian arsa pratama
NPM:2455012004

Video tentang limbah pabrik yang mencemari sungai di Kabupaten Pekalongan menunjukkan dampak buruk terhadap kualitas air, seperti keruh dan berbau, yang merusak ekosistem dan mengancam kehidupan masyarakat setempat. Pencemaran ini seringkali disebabkan oleh pabrik yang membuang limbah langsung ke sungai, kemungkinan karena kurangnya fasilitas pengolahan limbah atau pengawasan yang lemah. Video ini juga menyoroti dampak sosial, seperti kesulitan mendapatkan air bersih dan masalah kesehatan. Solusi yang ditawarkan mungkin mencakup perbaikan pengolahan limbah, teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan pengawasan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan

menurut saya cara mengatasi
Pabrik-pabrik harus diharuskan untuk mengimplementasikan sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan sebelum membuangnya ke sungai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Refviansyah -
Nama : Muhammad Refviansyah
Nmp : 2465012003Ratusan masyarakat melakukan penutupan terhadap saluran pembuangan limbah yg berasal dari 6 pabrik pakaian. Hal ini dikarenakan limbah yang terdapat mencemarkan lingkungan sungai dan menimbulkan bau busuk Warga meminta pihak aparat desa buat segera menutup keenam pabrik tadi. Pihak warga pun mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa apabila penutupan pabrik tidak dilakukan sang pihak pemerintah setempat. Pencemaran ini bisa menyebabkan rusaknya lingkungan dan kerugian besar terhadap kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem, asal daya lingkungan dan generasi mendatang. Pemerintah seharusnya bisa mengeluarkan kebijakan yang melarang air limbah pribadi ke sungai. Air limbah wajib diolah terlebih dahulu sampai sebagai bersih sehingga kondusif bagi lingkungan. Demikian analisis saya, jika ada tutur kata yang salah saya mohon maaf.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Keisya Laudya Sofian -
Nama: Keisya Laudya Sofian
NPM: 2415012013 (A)

Dalam video tersebut ratusan warga di kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian. dilokasi tersebut warga langsung menutup saluran pembuangan limbah yang berasal dari 6 pabrik pakaian karna selain mencemarkan lingkungan, warga juga tidak tahan dengan bau busuk yang ditimbulkan dan warga meminta aparat desa untuk menutup 6 pabrik pakaian yang tidak mempunyai alat pengolahan limbah.

Menurut saya aksi warga di Pekalongan merupakan bentuk protes terhadap pencemaran lingkungan yang telah berlangsung lama dan tidak mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Meskipun tindakan ini menunjukkan kepedulian lingkungan, perlu adanya solusi sistemik yang melibatkan semua pihak untuk memastikan pengelolaan limbah industri sesuai dengan peraturan. Pemerintah harus bertindak tegas untuk melindungi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat dan bersih, serta dalam membuka sebuah pabrik seharusnya mengetahui prosedur dan aturan yang berlaku sehingga hal seperti ini tidak akan terulang dan merugikan berbagai pihak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by CHANTIKA HERDONALD -
Chantika Herdonald
2415012023

Video tersebut menyoroti masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di sebuah desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Warga desa melakukan aksi protes dengan menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian yang sudah beroperasi selama sekitar 25 tahun. Selama itu, pabrik-pabrik tersebut membuang limbah langsung ke sungai tanpa pengolahan yang memadai. Akibatnya, sungai tercemar, menimbulkan bau tak sedap, dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Wajar saja kalau warga akhirnya turun ke jalan. Selama bertahun-tahun mereka harus hidup dengan bau menyengat dan air sungai yang tercemar. Selain mencemari lingkungan, limbah yang dibuang sembarangan juga bisa membahayakan kesehatan dan merusak ekosistem.

Namun, aksi protes seperti itu sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih tertib. Seharusnya warga mengajak pemilik pabrik berdiskusi terlebih dulu, sesuai prosedur yang ada. Tapi kalau dipikir-pikir, mungkin mereka sudah mencoba berbagai cara dan tidak didengar. Bisa jadi, selama 25 tahun, warga sudah menunggu pemilik pabrik untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah, tapi tidak ada tindakan sama sekali.

Apalagi setelah mendengar pengakuan pemilik pabrik yang bilang kalau mereka tidak tahu cara mengolah limbah, jelas bikin kesal. Sebagai pengusaha, seharusnya sejak awal mereka sudah tahu dan paham tanggung jawabnya, termasuk soal pengelolaan limbah. Kalau limbah mengandung bahan kimia berbahaya, dampaknya bisa serius bukan cuma untuk lingkungan, tapi juga kesehatan masyarakat.

Intinya, pengelolaan limbah harus jadi prioritas. Pengusaha wajib paham dan menjalankan aturan yang ada, supaya usaha mereka tidak merugikan orang lain. Di sisi lain, warga juga harus tetap menjaga ketertiban saat menyampaikan keluhan. Kalau kedua pihak bisa duduk bersama dan mencari solusi, masalah seperti ini bisa diatasi dengan lebih baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by muthia zahrani -

Nama: Muthia Zahrani 

NPM: 2415012040


Video ini menunjukkan aksi protes warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, yang menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian. Limbah tersebut dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan, menyebabkan pencemaran lingkungan dan bau busuk yang sangat mengganggu warga sekitar.


Warga merasa dirugikan dan mengambil tindakan sendiri karena pihak pabrik dinilai tidak bertanggung jawab. Mereka menutup saluran limbah dan meminta pemerintah desa untuk segera menutup pabrik-pabrik tersebut. Warga juga mengancam akan terus melakukan unjuk rasa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.


Sementara itu, pemilik pabrik mengaku tidak tahu cara mengolah limbah dan pasrah dengan tindakan warga. Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran dan tanggung jawab dari pihak pabrik terhadap dampak lingkungan yang mereka timbulkan.


Kasus ini mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap pabrik yang tidak memiliki sistem pengolahan limbah. Warga terpaksa bertindak karena merasa tidak ada solusi nyata dari pihak berwenang. Ke depan, perlu ada langkah tegas dari pemerintah untuk memastikan pabrik-pabrik mematuhi aturan lingkungan, agar masalah seperti ini tidak terus berulang.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Laila Sari -

Nama : Laila Sari

NPM : 2415012037

Kelas : A

Analisis video 1 tentang "Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai" 

Berdasarkan video yang diberikan, video tersebut menceritakan tentang protes ratusan warga di Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, yang memblokir saluran pembuangan limbah dari enam pabrik pakaian. Limbah ini langsung dialirkan ke sungai tanpa melalui pengolahan, mengakibatkan pencemaran lingkungan, bau busuk, dan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Warga mendesak pihak berwenang untuk menutup pabrik-pabrik tersebut karena tidak memiliki alat pengolahan limbah. Pemilik pabrik mengaku tidak memahami cara mengelola limbah dan pasrah pada tuntutan warga.

Menurut saya, masalah ini bisa diselesaikan jika pabrik segera memasang alat pengolahan limbah sesuai standar nasional. Pemerintah juga harus tegas mengawasi dan memberikan sanksi kepada pabrik yang melanggar. Warga sebaiknya terus menyuarakan hak mereka, tetapi melalui dialog dengan pemilik pabrik untuk mencari solusi bersama. Pendekatan ini bisa menjaga lingkungan tetap bersih dan menghindari konflik yang berkepanjangan.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Abdullah Rafi Akmal -
Abdullah Rafi Akmal
2415012049

Ratusan warga di Kabupaten Pekalongan menggelar aksi protes dengan menutup saluran pembuangan limbah dari beberapa pabrik pakaian yang mengarah langsung ke sungai. Diketahui terdapat enam pabrik yang membuang limbah produksi mereka tanpa pengolahan terlebih dahulu, sehingga mencemari sungai dengan zat-zat kimia berbahaya. Selain mencemari lingkungan, warga sekitar juga terganggu oleh bau menyengat yang ditimbulkan. Dalam pertemuan dengan pemilik pabrik, warga meminta pihak kepolisian untuk menutup operasional keenam pabrik tersebut, karena tidak dilengkapi dengan fasilitas pengolahan limbah.

Pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dimaksimalkan untuk menangani masalah ini. Setiap pabrik wajib memiliki instalasi pengolahan limbah yang sesuai dengan standar nasional. Selain itu, pemerintah harus menetapkan regulasi yang ketat sebagai syarat perizinan operasional perusahaan, guna memastikan industri beroperasi secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Riqqatuz Zahra -
Nama: Riqqatuz Zahra
NPM : 2415012004

Analisis vidio 1:

Limbah industri yang tidak diolah mengandung zat berbahaya beracun, yang akan mencemari udara dan lingkungan.
Sungai sering digunakan menjadi tempat pembuangan limbah, yang merusak ekosistem sungai.
Pencemaran air sungai, seperti perubahan akan memicu bau yang tidak sedap, adalah bukti dari limbah yang dibuang sembarangan. Limbah akan merusak ekosistem air, dan membahayakan kesehatan warga.

Karna lemahnya hukum di Indonesia terkait limbah semakin memperburuk keadaan. Pencemaran juga berdampak pada perekonomian, terutama petani dan nelayan akibat zat limbah yg merusak zat pada air.

Solusi masalah ini, pabrik perlu pengolahan limbah dengan vaik, dan pemerintah harus memberikan sanksi bagi yang melanggar. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkunga, untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Rifat Pradyta -
Nama: Muhammad Rifat Pradyta
NPM: 2415012056
Kelas: B
Analisis Video

Pada video “Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai” yang terjadi di desa Pegaden Tengah Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, dapat diketahui bahwa terjadi aksi unjuk rasa akan pembuangan limbah pabrik pakaian yang dilakukan oleh produsen pakaian yang langsung membuang limbah ke sungai, sehingga mencemari lingkungan yang menciptakan ketidaknyamanan serta bau busuk.

Produsen pabrik pakaian tersebut seharusnya sebelum melakukan pembukaan pabrik, mengetahui serta memahami permasalahan serta kekurangan yang ada. Seperti dengan menerapkan teknologi pengolahan limbah yang sesuai. Sehingga tidak terjadi permasalahan pencemaran lingkungan seperti ini, yang dirugikan bukan hanya warga sekitar namun makhluk hidup lainnya. Seharusnya pemerintah juga harus menetapkan persyaratan-persyaratan dalam pembukaan perusahaan agar mendapatkan perizinan untuk beroperasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Charly Arinza Charolin -
Nama : Charly Arinza Charolin
NPM : 2415012044

Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai

Enam pabrik produksi pakaian yang membuang limbah langsung ke sungai, yang menyebabkan air sungai tercemar oleh zat kimia. Alhasil banyak warna yang melakukan aksi unjuk rasa, dengan menutup saluran pembuangan limbah tersebut.

Limbah tersebut menyebabkan bau tak sedap yang membuat para warga tidak nyaman. Mereka menuntut penutupan pabrik-pabrik tersebut karna tidak memiliki alat pengolahan limbah yang baik.

Menurut saya, untuk menjaga agar air sungai tidak tercemar. Pabrik pakaian tersebut harus memiliki alat pengolahan limbah. Pabrik tersebut juga harus memiliki surat perizinan agar perbuatan mereka bisa memiliki sanksi terhadap pelanggaran yang mereka perbuat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Naura Adityas Dwinariyani -
Nama: Naura Adityas Dwinariyani
NPM: 2415012022

Video tersebut berisi tentang ratusan warga desa di Pekalongan yang melakukan aksi unjuk rasa terhadap pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pabrik pakaian. Mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian. Warga merasa tidak nyaman dengan limbah pabrik karena mencemari lingkungan dan bau busuk dari limbah tersebut. Warga menuntut agar pabrik pembuat pakaian tersebut ditutup. Pemilik dari pabrik pembuat pakaian tidak tahu cara mengolah limbah yang benar pada saat itu. Tetapi, sudah seharusnya pemilik pabrik mengetahui cara mengolah atau membuang limbah hasil produksinya sendiri dengan benar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Kharisma Wibisono -
Nama: Kharisma Wibisono
NPM: 2415012027

Video ini menunjukkan protes warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, atas pencemaran sungai oleh limbah pabrik pakaian selama 25 tahun. Warga menutup saluran limbah enam pabrik akibat bau dan kerusakan lingkungan. Pemilik pabrik mengakui tidak mengelola limbah dengan baik dan menerima tindakan warga. Mereka mendesak pemerintah menutup pabrik jika tidak ada sistem pengolahan limbah, dengan ancaman aksi lanjutan jika tuntutan diabaikan.

Aksi ini mencerminkan pengamalan nilai Pancasila, seperti kemanusiaan yang adil dan beradab melalui perjuangan hak atas lingkungan bersih, musyawarah untuk penyelesaian konflik, dan keadilan sosial dengan menuntut tanggung jawab bersama menjaga lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by azsyifa yoana desiva aztiwi -
Nama : Azsyifa Yoana Desiva Aztiwi
Npm : 2455012008
Analisis vidio yang berjudul limbah pabrik yang mencemari lingkungan sungai
dalam vidio ini warga desa pekalongan melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang mencemari sungai. Pabrik-pabrik tersebut membuang limbah produksi langsung ke sungai tanpa pengolahan, sehingga menyebabkan pencemaran parah dan menimbulkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Menurut saya, saya setuju dengan video tersebut dan mendukung protes warga. Seharusnya pabrik-pabrik tersebut memiliki sistem pengolahan limbah sendiri agar tidak mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.

pemerintah juga harus menetapkan persyaratan yang harus diikuti suatu perusahaan agar mendapatkan perizinan untuk beroperasi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by M. Kafa Robbani Nadien -
Nama: M. Kafa Robbani Nadien
NPM: 2415012058

Video tersebut menceritakan tentang pembuangan limbah pabrik pakaian yang mencemari lingkungan sungai di Pekalongan. Warga yang berada di sekitar lokasi merasa tidak nyaman karena limbah tersebut menimbulkan bau busuk dan mengganggu keberlangsungan hidup mereka. Akibatnya, ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup lubang pembuangan limbah olahan pabrik tersebut.

Sebab dari masalah tersebut adalah kurangnya persiapan dan pemahaman produsen pabrik mengenai prosedur pengolahan limbah, seharusnya setiap pabrik yang beroperasi harus dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Kurangnya ketegasan hukum juga berpengaruh pada masalah tersebut, seharusnya pemerintah menegakan peraturan yang harus ditaati oleh setiap produsen pabrik dan berlaku pula sanksi jika peraturan tersebut di langgar. Pemerintah juga harus melakukan pengawasan sebelum pabrik bisa beroprasi agar kejadian seperti demikian tidak terulang kembali.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Figo Maurist Raihan Noor -
Nama : Figo Maurist Raihan Noor 
NPM : 2415012018 (Kelas B)

Analisis saya terhadap video Pertama
Berdasarkan video yang diberikan, terlihat bahwa ratusan warga dari desa Pegaden Tengah kabupaten pekalongan Jawa Tengah ini pergi menuju lokasi pabrik yang membuang limbah olahan pabrik ke sungai.
Warga tersebut ingin menutup saluran pembuangan yang berasal dari 6 pabrik pakaian yang membuang limbah ke sungai karena mencemarkan lingkungan dan menimbulkan bau busuk. Pabrik mengaku selama ini tidak mengetahui cara pengolahan limbah pabrik miliknya, dan pasrah terhadap penutupan.
Menurut saya, pabrik seharusnya memiliki alat yang lengkap dan persiapan yang matang terhadap limbah tersebut. Ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan dalam perkembangannya, tentunya tidak sulit memiliki fasilitas yang mumpuni untuk membangun pabrik. Pabrik juga perlu diberikan sanksi akibat perbuatan pemilik pabrik tersebut dalam mencemari sungai.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Anastasya Mareta Inesita Manalu -
Nama: Anastasya Mareta Inesita Manalu
NPM: 2415012054
Kelas: B

Berdasarkan video yang berjudul Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai dapat disimpulkan bahwa telah terjadi aksi unjuk rasa oleh masyarakat sekitar terhadap pabrik pembuatan pakaian yang tidak memiliki alat pengolahan limbah sehingga mencemari lingkungan sungai dan udara.
Aksi tersebut merupakan bentuk pengamalan nilai Pancasila yaitu sila keempat yang berbunyi, "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan." Hal ini karena kasus tersebut diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat, sebelumnya masyarakat juga melakukan tindakan demo untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut saya, hal yang dilakukan oleh warga setempat adalah benar, karena masyarakat memilih untuk tidak menutup paksa usaha pabrik tersebut melainkan memilih untuk menutup saluran yang menjadi sumber masalah masyarakat.
Sebaiknya pabrik pembuatan pakaian dapat mengambil pelajaran dari kasus ini sehingga tidak terjadi pertikaian dan menciptakan hidup yang rukun dengan warga sekitar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Nabil Raisya Jaya -
Nama: Nabil Raisya Jaya
NPM: 2415012014
Kelas : B(Genap)

Warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang mencemari sungai. Mereka mengeluhkan bau busuk dan pencemaran air akibat pembuangan limbah tanpa pengolahan yang memadai. Aksi ini menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan dan tanggung jawab industri dalam menjaga ekosistem. Warga menuntut agar pihak berwenang segera menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah, serta mengancam akan melanjutkan aksi jika tuntutan tidak dipenuhi.

Pabrik-pabrik tersebut tidak memiliki alat pengolahan limbah yang layak, dan pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui proses pengolahan limbah yang tepat. Akibatnya, limbah berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia beracun mencemari udara dan lingkungan sekitar. Sungai yang menjadi tempat pembuangan limbah mengalami kerusakan, terlihat dari perubahan warna air dan bau tak sedap yang mengancam kehidupan biota air serta kesehatan warga yang memanfaatkan sungai untuk keperluan sehari-hari.

Dampak pencemaran ini juga merambah ke sektor ekonomi lokal, terutama bagi petani dan nelayan yang kehilangan mata pencaharian akibat rusaknya kualitas lingkungan. Lemahnya penegakan hukum terkait pengelolaan limbah memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret, seperti penerapan teknologi pengolahan limbah yang tepat di pabrik-pabrik serta penegakan regulasi yang tegas dengan sanksi bagi pelanggar. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dan pelaku industri tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan untuk menciptakan perubahan berkelanjutan.

Sebagai mahasiswa, kita memiliki peran penting dalam mendukung perlindungan lingkungan melalui advokasi regulasi yang ketat dan edukasi bagi pelaku industri. Kesadaran dan tindakan tegas sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Marchel irwansyah siregar -
Nama : Marchel irwansyah siregar
NPM : 2455012002

analisis video, Ratusan warga desa di Pekalongan, Jawa Tengah melakukan unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pembuatan pakaian. Warga merasa tidak nyaman akan bau busuk yang ditimbulkan dan juga limbah yang di buang langsung ke sungai oleh pabrik tersebut. Unjuk rasa ini bertujuan agar saluran limbah pabrik dapat ditutup. Warga berharap agar pabrik dapat mengolah limbahnya dan tidak lagi di buang ke sungai.

menurut saya untuk video di atas adalah pemilik pabrik harus bertanggung jawab atas limbah yang di hasilkan. Hal ini bisa terjadi karena keterbatasan pengetahuan teknologi. Teknologi semakin maju dan berkembang oleh karena itu teknologi harusnya bisa membantu permasalahan yang dihadapi pabrik tersebut.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by MUHAMMAD RIDHO ALGUSHA -
NAMA: MUHAMMAD RIDHO ALGUSHA
NPM:2455012005
KELAS: A

Warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang mencemari sungai. Mereka mengeluhkan bau busuk dan pencemaran air akibat pembuangan limbah tanpa pengolahan yang benar. Warga meminta pihak berwenang untuk menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah yang layak.
Pabrik-pabrik tersebut tidak memiliki alat pengolahan limbah yang memadai, dan pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui proses pengolahan yang tepat. Warga mengancam akan melanjutkan aksi jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan tegas. Aksi ini menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan dan tanggung jawab industri dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

Di dalam video tersebut pula di beritahukan bahwa pemilik pabrik tidak tahu cara mengolah limbahnya, nah untuk itu aparat setempat dapat memberikan edukasi ke pemilik nya agar pabrik tetap berjalan tanpa menggangu kenyamanan warga setempat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Thariq Aqil Ikraam -
Muhammad Thariq Aqil Ikraam
2415012061
Kelas A

Protes Warga terhadap Limbah Pabrik: Urgensi Perlindungan Lingkungan dan Penegakan Regulasi
Pembuangan limbah industri tanpa pengolahan yang sesuai standar adalah masalah serius yang berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kasus yang melibatkan warga yang menutup saluran pembuangan limbah pabrik pakaian sebagai bentuk protes mencerminkan urgensi perlindungan lingkungan dan penegakan regulasi terkait pengelolaan limbah industri.

Warga merasa terganggu karena limbah pabrik yang telah mencemari sungai menyebabkan bau tidak sedap dan potensi risiko kesehatan, seperti penyebaran penyakit. Pabrik yang sudah beroperasi selama 25 tahun terbukti tidak memiliki sistem pengolahan limbah yang sesuai. Hal ini menunjukkan kelalaian pemilik pabrik, yang seharusnya memahami tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sebelum mendirikan usaha.

Dukungan terhadap Aksi Warga
Setuju dengan aksi warga, dapat dipahami bahwa tindakan mereka didasari kekesalan akibat dampak limbah yang terus mengganggu. Ketidakpedulian pemilik pabrik, seperti mengaku tidak mengetahui cara mengolah limbah, semakin memperburuk situasi. Sebagai pemilik usaha, sudah menjadi kewajiban mereka untuk memahami dan mematuhi standar lingkungan. Jika limbah terus dibiarkan mencemari sungai, dampaknya tidak hanya pada lingkungan sekitar tetapi juga pada kehidupan warga secara keseluruhan.

Namun, aksi menutup saluran pembuangan secara sepihak dapat dianggap kurang tepat karena seharusnya diawali dengan pendekatan damai melalui diskusi bersama pemilik pabrik dan melibatkan pihak berwenang. Warga berhak protes, tetapi cara yang lebih prosedural akan meminimalkan potensi konflik dan memastikan penyelesaian yang lebih efektif.

Pemahaman terhadap Aksi Warga
Meski demikian, aksi warga yang terlihat 'asal-asalan' mungkin dipicu oleh frustrasi setelah bertahun-tahun menunggu pemilik pabrik untuk bertindak. Pabrik yang telah beroperasi selama 25 tahun tanpa upaya pengelolaan limbah menunjukkan bahwa kemungkinan besar warga sudah sering menyuarakan keluhan tetapi tidak dihiraukan. Warga mungkin merasa tidak ada jalan lain selain mengambil langkah tegas untuk menunjukkan urgensi masalah ini.

Kesimpulan
Kasus ini menegaskan pentingnya penegakan regulasi terkait pengelolaan limbah industri dan perlindungan lingkungan. Pemilik pabrik harus memiliki pengetahuan dan tanggung jawab penuh terhadap limbah yang mereka hasilkan. Pemerintah dan aparat juga harus memastikan bahwa regulasi ditaati untuk mencegah dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan. Aksi warga adalah bentuk protes yang wajar, tetapi penyelesaian melalui diskusi damai dan prosedur hukum akan lebih efektif dalam menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Rifky Dharma Wijaya -

Nama: Muhammad Rifky Dharma Wijaya 

Npm:2415012032

Pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik di sungai Pekalongan merupakan isu yang kompleks dan meresahkan. Limbah cair dari industri, terutama tekstil dan batik, sering kali mengalir langsung ke sungai tanpa pengolahan yang memadai. Limbah ini mengandung bahan kimia berbahaya seperti pewarna sintetis, logam berat, dan zat beracun lainnya yang mencemari udara.

Akibatnya, air sungai menjadi keruh, berbau tidak sedap, dan kehilangan kualitasnya sebagai sumber kehidupan. Pencemaran ini juga mengancam ekosistem sungai, menyebabkan kematian ikan dan organisme udara lainnya, serta mengganggu keseimbangan ekologi. Selain itu, masyarakat yang bergantung pada air sungai untuk kebutuhan sehari-hari terpapar risiko kesehatan serius, termasuk penyakit kulit, gangguan pernapasan, dan keracunan.

Kurangnya pengawasan serta minimnya kesadaran industri untuk mengelola limbah secara bertanggung jawab menyelamatkan situasi ini. Fenomena ini menunjukkan pentingnya tindakan tegas dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Khaidir Arkan -
Nama : Khaidir Arkan
2415012046
S1 Arsitektur


Warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar protes terhadap pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik pakaian yang dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan. Bau busuk dan kondisi air yang tercemar memicu kemarahan warga, yang menutup saluran pembuangan limbah dari enam pabrik sebagai bentuk protes. Mereka menuntut pemerintah segera menutup pabrik-pabrik tersebut, yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah memadai.

Pemilik pabrik mengaku tidak memahami cara pengolahan limbah, tetapi warga tetap mendesak tindakan tegas untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Aksi ini menyoroti pentingnya regulasi lingkungan yang ketat dan kesadaran industri dalam mengelola dampak operasionalnya. Warga juga menyatakan siap melanjutkan protes hingga ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan industri dalam menjaga keberlanjutan ekosistem demi kesejahteraan bersama.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Ananda Putra pratama -
nama: ananda putra pratama
npm: 2415012038
kelas: B

Limbah pabrik yang mencemari lingkungan Sungai Pekalongan menjadi masalah serius yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat setempat. Pembuangan limbah industri, baik berupa limbah cair maupun padat, seringkali mengandung bahan berbahaya seperti logam berat, bahan kimia beracun, dan zat-zat yang dapat merusak kualitas air. Kontaminasi ini menyebabkan air sungai menjadi tercemar, mengurangi kadar oksigen yang dibutuhkan oleh organisme akuatik, serta mengancam kelangsungan hidup biota air. Selain itu, masyarakat yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti air bersih, pertanian, dan perikanan juga terpapar risiko kesehatan. Meskipun ada regulasi mengenai pengelolaan limbah, penegakan hukum yang lemah dan kurangnya kesadaran industri terhadap dampak lingkungan semakin memperburuk situasi ini. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dalam pengawasan dan penegakan hukum, serta penerapan teknologi ramah lingkungan oleh pabrik untuk mengurangi pencemaran dan melindungi Sungai Pekalongan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Anindita Putri -
Nama : Anindita Putri
NPM :2415012020
Kelas : B
Pencemaran Limbah Pabrik di Sungai Pekalongan: Ancaman bagi Ekosistem dan Kesejahteraan Warga

Limbah pabrik yang mencemari Sungai Pekalongan telah menjadi masalah serius yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat setempat. Limbah cair maupun padat dari industri sering mengandung bahan berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia beracun, yang merusak kualitas air, mengurangi kadar oksigen, dan membahayakan biota sungai. Pencemaran ini juga berdampak langsung pada masyarakat yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti air bersih, pertanian, dan perikanan.

Di Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, warga melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian. Mereka memprotes bau busuk dan pencemaran air akibat pembuangan limbah tanpa pengolahan yang layak. Warga mendesak pihak berwenang untuk menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah memadai. Pemilik pabrik mengaku tidak memahami proses pengolahan limbah, tetapi kelalaian ini tidak bisa dibiarkan.

Aksi ini menyoroti lemahnya penegakan hukum dan rendahnya kesadaran industri terhadap dampak lingkungan. Regulasi mengenai pengelolaan limbah sering diabaikan, memperburuk kerusakan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dari pemerintah untuk memastikan setiap pabrik memiliki teknologi ramah lingkungan. Selain itu, edukasi bagi pelaku industri mengenai pengelolaan limbah harus ditingkatkan.

Sebagai mahasiswa, kita perlu mendukung upaya perlindungan lingkungan melalui pengawasan regulasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Tindakan nyata sangat mendesak untuk melindungi Sungai Pekalongan, menjaga keberlanjutan ekosistem, dan memastikan kesejahteraan warga.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Aurelia Salsabila -

Nama: Aurelia Salsabila

NPM: 2415012001


Video ini menyoroti dampak negatif limbah pabrik terhadap lingkungan, terutama pencemaran air, udara, dan tanah. Limbah beracun yang tidak dikelola dengan baik merusak ekosistem, mengancam kesehatan masyarakat sekitar, serta mengurangi kualitas hidup.

Poin Utama:

  1. Kerusakan Lingkungan: Pencemaran menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan rusaknya sumber daya alam.
  2. Dampak Sosial: Masyarakat sekitar pabrik menderita akibat air tercemar dan polusi udara yang memicu berbagai penyakit.
  3. Tanggung Jawab Perusahaan: Minimnya pengawasan dan tanggung jawab pabrik dalam mengelola limbah menunjukkan lemahnya regulasi lingkungan.

Kesimpulan:
Pemerintah dan perusahaan harus meningkatkan pengelolaan limbah dan menerapkan sanksi tegas untuk melindungi lingkungan dan masyarakat.



In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhamad Adzriel Prayudha -
Nama: Muhamad Adzriel Prayudha
NPM: 2415012034

Pencemaran Limbah Pabrik di Sungai Pekalongan

Ratusan Warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar protes terhadap pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik pakaian yang dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan.

Akibatnya, air sungai menjadi keruh, berbau tidak sedap, dan kehilangan kualitasnya
sebagai sumber kehidupan.
Bau busuk dan kondisi air yang tercemar memicu kemarahan warga.

Pabrik-pabrik tersebut tidak memiliki alat pengolahan limbah yang memadai, dan pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui proses pengolahan yang tepat.
Warga menuntut agar pihak berwenang segera menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah, serta mengancam akan melanjutkan aksi jika tuntutan tidak dipenuhi.

Menurut saya pabrik seharusnya memiliki alat untuk menampung limbah mereka dan Pemilik pabrik harus memiliki pengetahuan dan tanggung jawab penuh terhadap limbah yang mereka hasilkan. serta sebagai mahasiswa mendukung perlindungan lingkungan melalui advokasi regulasi dan melaporkan tindakan tindakan yang tidak sesuai aturan yang berlaku.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by MEI FIDA -
Nama: Meifida
Npm: 2415012021
Kelas: A

Analisis saya adalah, limbah pabrik yang mencemari lingkungan Sungai Pekalongan menjadi masalah serius yang mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat setempat. Pembuangan limbah industri, baik berupa limbah cair maupun padat, seringkali mengandung bahan berbahaya seperti logam berat, bahan kimia beracun, dan zat-zat yang dapat merusak kualitas air. Kontaminasi ini menyebabkan air sungai menjadi tercemar, mengurangi kadar oksigen yang dibutuhkan oleh organisme akuatik, serta mengancam kelangsungan hidup biota air. Selain itu, masyarakat yang bergantung pada sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti air bersih, pertanian, dan perikanan juga terpapar risiko kesehatan. Meskipun ada regulasi mengenai pengelolaan limbah, penegakan hukum yang lemah dan kurangnya kesadaran industri terhadap dampak lingkungan semakin memperburuk situasi ini. Meskipun tindakan ini menunjukkan kepedulian lingkungan, perlu adanya solusi sistemik yang melibatkan semua pihak untuk memastikan pengelolaan limbah industri sesuai dengan peraturan. Pemerintah harus bertindak tegas untuk melindungi hak masyarakat atas lingkungan yang sehat dan bersih, serta dalam membuka sebuah pabrik seharusnya mengetahui prosedur dan aturan yang berlaku sehingga hal seperti ini tidak akan terulang dan merugikan berbagai pihak.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Rafli Aksa -
Nama : Muhammad Rafli Aksa 
NPM : 2415012016 
Kelas : B 

Analisis Video 1
"Limbah Pabrik yang Mencemari Sungai" 

Dari video tersebut. Berisi tentang aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh warga desa di Kabupaten Pekalongan, terkait limbah pabrik tekstil yang langsung di buang ke sungai. Aksi unjuk rasa ini dilakukan dengan cara menutup saluran pembuangan limbah yang langsung mengalir ke sungai. Hal ini disebabkan rasa ketidak nyamanan warga dari limbah pabrik yang mencemari lingkungan, membuat air menjadi keruh, dan menimbulkan bau busuk. Warga desa tersebut menuntut pemilik pabrik dan pemerintah untuk menutup pabrik tersebut karena tidak memiliki prosedur pembuangan limbah yang baik. Menurut keterangan pemilik pabrik, Dia tidak tahu bagaimana prosedur pengolahan limbah yang benar, sebelum di buang ke sungai 
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Elysabeth margaretha Purba -
Nama: Elysabeth Margaretha Purba
NPM: 2415012031
Kelas: A

Masalah utama dalam kasus ini adalah pencemaran lingkungan akibat limbah industri dan kurangnya pengawasan dari pihak berwenang. Warga menyampaikan rasa kecewa terhadap upaya pemerintah dalam melindungi lingkungan, sekaligus menyoroti perlunya edukasi bagi pemilik pabrik tentang cara mengelola limbah dengan baik.

Kasus ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan dan perlunya tindakan tegas dari pemerintah untuk memastikan industri mematuhi aturan pengelolaan limbah. Protes yang dilakukan warga mencerminkan peran aktif mereka dalam menjaga lingkungan. Menurut saya, untuk mencegah pencemaran lebih jauh, diperlukan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menemukan solusi yang berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Iqbal Eka Negara -
Nama : Muhammad Iqbal Eka Negara
NPM. : 2455012007
Kelas. : A

Pencemaran lingkungan akibat limbah industri, seperti yang terjadi di Kabupaten Pekalongan, menunjukkan pentingnya pengelolaan limbah yang baik. Limbah yang dibuang tanpa pengolahan tidak hanya mencemari sungai tetapi juga mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Untuk mengatasi hal ini, setiap pabrik wajib menggunakan alat pengolah limbah yang memenuhi standar nasional. Pemerintah harus menetapkan regulasi ketat terkait pengelolaan limbah dan mewajibkan perusahaan untuk memiliki sistem pengolahan limbah sebagai syarat izin operasional.

Selain regulasi, pengawasan rutin dan sanksi tegas bagi pelanggaran sangat diperlukan. Perusahaan juga perlu mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya. Pemerintah dapat memberikan insentif bagi perusahaan yang patuh, sementara masyarakat berperan aktif dalam pengawasan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, masalah pencemaran lingkungan dapat diminimalkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by 2415012067 2415012067 -
NAMA: JEFITO RENATA
NPM: 2415012067

Video tersebut berisi tentang warga desa Pegaden, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang melakukan protes dengan memblokir saluran limbah pabrik yang mencemari sungai, menuntut penutupan enam pabrik yang tidak memiliki pengolahan limbah. Warga memprotes pabrik-pabrik yang membuang sampah ke sungai. Limbah menyebabkan ketidaknyamanan dan bau busuk, yang secara langsung mempengaruhi masyarakat. Dan pemilik pabrik mengaku tidak menyadari metode pengelolaan limbah yang tepat.

Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa dapat berkontribusi dengan melakukan kampanye kesadaran lingkungan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pabrik tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai. Selain itu, pemerintah memiliki peran penting, yaitu dengan menerapkan regulasi yang tegas terhadap pembuangan limbah, termasuk mewajibkan setiap pabrik untuk memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Romaida Natalia Sitorus -
Nama: Romaida Natalia Sitorus
NPM: 2415011043

Analisis video : Limbah pabrik cemari lingkungan sungai

Pencemaran lingkungan sungai oleh limbah pabrik terjadi di Pekalongan. Hal ini tentu memicu warga melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah pabrik. Hal ini dilakukan guna mengingatkan kepada pemilik limbah pabrik untuk tidak membuang limbah pabrik ke sungai lagi karena itu tentu akan menggangu masyarakat sekitar.

Menurut saya hal ini tentu harus di perhatikan oleh pemilik pabrik dimana seharusnya mereka dapat mengelola limbah pabrik agar tidak menggangu masyarakat. Pemilik pabrik dapat memisahkan limbah pabrik jika memungkinkan untuk diolah dan menggunakan teknologi untuk penguraian limbah pabrik agar tidak mencemari lingkungan sungai. Dalam hal ini warga tidak sepenuhnya salah jika melakukan aksi unjuk rasa apalagi apabila limbah tersebut sudah terlalu lama mencemari lingkungan dan pemilik pabrik seolah menutup telinga akan keluhan warga. Walaupun pemilik pabrik mengaku tidak tahu cara mengelola limbah pabrik ada baiknya mereka mencari ahli yang memang paham akan pengolahan limbah pabrik dan dapat berkonsultasi atau dapat membeli alat yang dapat mengelola limbah.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Najma Fairuz Azzahra -
Nama: Najma Fairuz Azzahra
NPM: 2455012006
Kelas: Arsitektur B

Adanya aksi demo dari warga Pekalongan ini dikarenakan limbah pabrik yang tidak selesai dan terus mencemari sungai selama puluhan tahun. Ini menunjukan kurangnya kesadaran dari pemilik pabrik akan terjadinya dampak dari pencemaran limbah ke lingkungan. Limbah pabrik seharusnya dibuang di tempat yang sesuai dengan lingkungannya. Pengguna dan pemilik pabrik jelas salah karena telah membuang limbahnya di daerah sungai dan pemukiman warga. Dengan kurangnya kesadaran diri ini, seharusnya pemilik pabrik berpikir dan memiliki solusi agar limbah pabriknya tidak merugikan warga dan lingkungan.
Kalau dihubungkan dengan Iptek memiliki peran besar dalam menangani masalah limbah, baik melalui inovasi dalam pengolahan limbah, pengurangan limbah, maupun pemanfaatan limbah sebagai sumber daya. Namun, untuk mencapai solusi yang berkelanjutan, dibutuhkan kolaborasi antara teknologi, kebijakan pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Malik Askar Astama Alam Malik -
Nama: Malik Askar Astama Alam
NPM: 2415012047

Video tersebut menyoroti aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dengan cara menutup saluran pembuangan limbah pabrik pakaian.

Aksi ini merupakan bentuk protes warga yang sudah menanggung dampak limbah pabrik selama kurang lebih 25 tahun. Limbah tersebut dibuang langsung ke sungai oleh pabrik, menyebabkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Warga mendesak pihak pabrik untuk segera menutup saluran pembuangan limbah yang mengarah ke sungai. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, warga berencana melanjutkan aksi protes mereka hingga pemerintah memberikan solusi.

Video ini juga menyoroti pentingnya pemerintah mengambil langkah tegas terhadap pemilik pabrik. Sebelum mendirikan pabrik, pemilik harus memiliki rencana pengelolaan limbah yang jelas agar tidak merugikan masyarakat sekitar. Kebijakan yang ketat dan tegas sangat diperlukan untuk mencegah masalah serupa di masa mendatang.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by ARYA ROEM AKBAR -
Arya Roem Akbar
2415012012

Limbah pabrik mencemari Sungai Pekalongan dengan bahan berbahaya seperti logam berat dan bahan kimia, merusak kualitas air, mengancam ekosistem, dan membahayakan kesehatan masyarakat yang bergantung pada sungai. Lemahnya penegakan hukum dan minimnya kesadaran industri memperburuk masalah ini. Diperlukan pengawasan ketat, penegakan hukum, dan penerapan teknologi ramah lingkungan untuk melindungi Sungai Pekalongan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Ahmad Zikra -
Nama : Ahmad Zikra Fardhia Hidayat
NPM : 2415012048
Kelas : Genap

Analisis video 1

Masyarakat Desa Pegaden Tengah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar aksi protes dengan menutup saluran pembuangan limbah dari pabrik pakaian yang mencemari sungai. Mereka memprotes bau tidak sedap dan pencemaran air akibat pembuangan limbah yang tidak diolah dengan benar. Warga mendesak pihak berwenang untuk menutup pabrik yang tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah memadai.

Pabrik-pabrik tersebut tidak dilengkapi alat pengolahan limbah yang sesuai, sementara pemiliknya mengaku tidak memahami cara pengolahan limbah yang benar. Warga mengancam akan melanjutkan aksi jika pemerintah tidak segera bertindak tegas. Aksi ini menyoroti perlunya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan serta tanggung jawab industri terhadap kelestarian ekosistem.

Protes warga ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang benar dan kesadaran lingkungan di masyarakat. Ketidakpedulian industri terhadap dampak lingkungan membahayakan kualitas hidup, seperti air yang tercemar dan bau yang mengganggu. Sebagai mahasiswa, kita perlu mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui peraturan yang ketat dan edukasi bagi para pelaku industri.

Meskipun pemilik pabrik mengklaim tidak memahami proses pengolahan limbah, tindakan tegas tetap dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret guna menjaga kelestarian ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Syaira Valiza Allea -
Nama : Syaira Valiza Allea I.
NPM : 2415012007
Kelas : A

Kasus pencemaran limbah di Desa Pegaden Tengah mencerminkan kurangnya kesadaran dan tanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan. Pemilik pabrik yang tidak memiliki teknologi pengolahan limbah berkontribusi pada kerusakan lingkungan, yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan ekosistem sungai. Warga akhirnya mengambil tindakan proaktif untuk melindungi lingkungan, tetapi langkah ini menunjukkan ketegangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Kemajuan teknologi seharusnya digunakan untuk menciptakan sistem pengolahan limbah yang efisien dan ramah lingkungan. Namun, kurangnya pemahaman pemilik pabrik menunjukkan pentingnya edukasi dan transfer teknologi kepada pelaku usaha.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Muhammad Raihan Thariq -
Nama :Muhammad Raihan Thariq
NPM :2415012065

Menurut saya Limbah pabrik yang mencemari lingkungan dapat menimbulkan dampak serius, seperti kerusakan ekosistem, pencemaran air, udara, dan tanah, serta mengancam kesehatan masyarakat. Penanganan yang kurang tepat terhadap limbah industri akan memperburuk kondisi lingkungan dan memperburuk kualitas hidup. Oleh karena itu, pengawasan dan pengelolaan limbah yang lebih ketat, serta penerapan teknologi ramah lingkungan, sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak negatifnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Chery Andhika Basri -
Nama : Chery Andhika Basri
Npm : 2255012002

Menurut saya tindakan yang di lakukan oleh warga sudah benar,dimana keluhan yang di lakukan oleh masyarakat sekitar tidak di gubris oleh pihak Pabrik,karna libah ini juga berdampak sangat buruk bagi keberlanjutan masyarakat sekitar.
Limbah pabrik yang dibuang ke sungai dapat mencemari sumber air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi, dan mencuci. Hal ini berisiko menyebabkan penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga keracunan bahan kimia berbahaya. Limbah beracun akan mengganggu ekosistem sungai. Biota air seperti ikan, tanaman, dan mikroorganisme akan mati atau teracuni, yang pada akhirnya memutus sumber pangan dan pendapatan masyarakat lokal yang bergantung pada sungai.
Pembuangan limbah di wilayah masyarakat yang sering kali kurang memiliki daya tawar atau akses ke saluran hukum mencerminkan ketidakadilan. Hal ini menciptakan beban tambahan bagi kelompok yang rentan. Masyarakat yang terkena dampak cenderung kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dan industri, yang dapat memicu protes, konflik, dan ketidakstabilan sosial di wilayah tersebut.

Pemerintah harus memastikan bahwa pabrik mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku. Inspeksi rutin dan sanksi berat harus diberikan kepada pelaku pelanggaran. Pabrik wajib memiliki sistem pengolahan limbah yang efektif agar limbah yang dibuang memenuhi standar baku mutu air.
Masyarakat sekitar perlu diberdayakan dengan pengetahuan tentang bahaya pencemaran limbah serta cara melaporkan pelanggaran. Pelibatan mereka juga penting dalam memantau kondisi lingkungan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Satria widiantara Muharto -
Nama: Satria Widiantara Muharto
Npm: 2415012030
isi video: Warga protes limbah Pabrik

Isi dari video tersebut yaitu Protes warga Desa Pegarden Tengah, Kabupaten Pekalongan, terhadap pembuangan limbah pabrik pakaian yang mencemari lingkungan selama 25 tahun menyoroti pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila. Warga menutup saluran pembuangan dari enam pabrik sebagai aksi protes, menginginkan pemerintah menutup pabrik-pabrik tersebut jika tidak ada sistem pengolahan limbah.

Aksi ini mencerminkan perjuangan hak atas lingkungan bersih dan keadilan sosial, di mana semua pihak—warga, pelaku industri, dan pemerintah—harus bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan lingkungan. Melalui dialog dan musyawarah, diharapkan solusi yang berkelanjutan dapat ditemukan, mengutamakan kepentingan masyarakat tanpa mengabaikan aspek ekonomi. Peristiwa ini menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus dijadikan pedoman dalam menghadapi isu-isu kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Chitra Aprilia Dwi Azzahra -
Nama Chitra Aprilia Dwi Azzahra
NPM: 2415012052

Analisis yang saya dapatkan setelah menonton video tentang "Limbah pabrik mencemari lingkungan"

Ratusan warga di Pekalongan menutup saluran limbah di pabrik pakaian demi unjuk rasa karena warga merasa tidak nyaman sebab limbah tersebut langsung terbuang ke sungai, selain karena pencemaran lingkungan warga juga merasa tidak nyaman dengan bau busuk dari limbah tersebut.

"selama ini saya belum tahu pengolahan limbah" ucap salah satu dari enam pemilik pabrik

senagai masyarakat saya menyarankan agar penting nya pendidikan serta pemahaman bagi pengusaha pabrik dengan memikirkan bagaiman cara pengolahan limbah uang baik agar tidak mencemarkan linkungan
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video-1

by Alfa risi -
Nama : Alfarisi
Npm : 2415012033

Pencemaran lingkungan Sungai Pekalongan oleh limbah industri merupakan permasalahan serius yang membahayakan ekosistem dan kesehatan masyarakat. Pembuangan limbah industri, baik cair maupun padat, seringkali mengandung zat berbahaya seperti logam berat, bahan kimia beracun, dan zat yang dapat mempengaruhi kualitas air. Pencemaran ini menyebabkan pencemaran air sungai, mengurangi kebutuhan oksigen organisme perairan, dan mengancam kelangsungan biota perairan. Selain itu, masyarakat yang bergantung pada sungai untuk keperluan penting seperti air bersih, pertanian, dan perikanan juga menghadapi risiko kesehatan. Meskipun pengelolaan limbah diatur, lemahnya penegakan hukum dan kurangnya kesadaran industri terhadap dampak lingkungan semakin memperburuk situasi. Oleh karena itu, pengurangan pencemaran dan perlindungan Sungai Pekalongan memerlukan tindakan tegas dalam pengawasan dan penegakan hukum, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan di pabrik.