NAMA: WALY TANTI FITRANI
NPM: 2413031031
1. Pendekatan penelitian yang paling sesuai
Menurut saya, pendekatan yang paling sesuai untuk penelitian tersebut adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asosiatif atau eksplanatori. Alasannya, mahasiswa ingin mengetahui apakah penggunaan media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring. Penelitian ini melibatkan dua variabel yang dapat diukur, yaitu penggunaan media digital interaktif sebagai variabel bebas (X) dan motivasi belajar siswa sebagai variabel terikat (Y).
Pendekatan kuantitatif dipilih karena data penelitian dapat diperoleh melalui angket atau kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan statistik untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara kedua variabel tersebut. Misalnya, mahasiswa dapat mengukur penggunaan media digital interaktif melalui frekuensi penggunaan, tingkat interaktivitas, dan kemudahan penggunaan. Sementara itu, motivasi belajar dapat diukur melalui ketekunan, minat, semangat, dan keaktifan siswa selama pembelajaran daring.
Jika mahasiswa hanya ingin mengetahui apakah kedua variabel memiliki hubungan, penelitian korelasional dapat digunakan. Namun, apabila ingin menguji pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar, metode eksplanatori dapat dipilih dengan analisis regresi yang sesuai.
Perlu diperhatikan bahwa penggunaan analisis regresi saja tidak otomatis membuktikan hubungan sebab-akibat. Jika mahasiswa ingin menyimpulkan pengaruh kausal dengan lebih kuat, ia dapat menggunakan eksperimen atau kuasi-eksperimen, misalnya membandingkan motivasi belajar kelompok yang menggunakan media digital interaktif dengan kelompok yang menggunakan media pembelajaran biasa.
Dengan demikian, pendekatan kuantitatif dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, karakteristik variabel, dan kebutuhan untuk menguji hipotesis berdasarkan data yang terukur.
2.
Langkah-langkah atau prosedur penelitian secara sistematis
Prosedur penelitian perlu dilakukan secara berurutan agar proses penelitian terarah dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
1) Identifikasi masalah. Mahasiswa mengamati permasalahan motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring, misalnya siswa kurang aktif, mudah bosan, atau kurang bersemangat mengikuti pembelajaran. Pengamatan awal perlu dilakukan untuk memastikan bahwa masalah tersebut benar-benar ditemukan di lapangan.
2) Melakukan studi pustaka. Mahasiswa mencari teori, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu mengenai media digital interaktif dan motivasi belajar. Studi pustaka digunakan untuk memahami konsep variabel, menemukan kesenjangan penelitian, dan menentukan indikator yang akan diukur.
3) Merumuskan masalah dan tujuan penelitian. Contoh rumusan masalah: Apakah penggunaan media digital interaktif berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa selama pembelajaran daring?
Tujuannya adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan media digital interaktif terhadap motivasi belajar siswa.
4) Menyusun landasan teori dan hipotesis. Mahasiswa menjelaskan teori yang mendukung hubungan kedua variabel, lalu menyusun hipotesis.
- H₀: Penggunaan media digital interaktif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa.
- H₁: Penggunaan media digital interaktif berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa.
5) Menentukan desain penelitian. Mahasiswa menentukan apakah akan menggunakan survei kuantitatif atau kuasi-eksperimen. Jika hanya mengumpulkan data berdasarkan pengalaman penggunaan media, survei dapat digunakan. Jika ingin membandingkan hasil perlakuan, kuasi-eksperimen lebih sesuai. Pada tahap ini, mahasiswa juga menentukan populasi, sampel, teknik sampling, dan lokasi penelitian.
6) Menyusun instrumen penelitian. Mahasiswa menyusun kisi-kisi angket berdasarkan indikator setiap variabel, membuat pernyataan yang jelas, kemudian menentukan skala pengukuran. Instrumen perlu melalui pengujian sebelum digunakan pada sampel penelitian.
7) Melakukan uji coba instrumen. Angket diuji coba kepada responden yang memiliki karakteristik serupa dengan sampel penelitian. Hasilnya digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitas, lalu memperbaiki atau menghapus butir yang tidak memenuhi kriteria.
8) Mengumpulkan data. Setelah memperoleh izin penelitian dan persetujuan yang diperlukan, mahasiswa menyebarkan angket kepada responden terpilih. Pengumpulan dapat dilakukan melalui Google Forms atau media lain yang mudah diakses siswa.
9) Mengolah dan menganalisis data. Data diperiksa kelengkapannya, diberi skor, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial yang sesuai. Jika menggunakan regresi linear sederhana, mahasiswa perlu memeriksa asumsi yang relevan dan menilai koefisien regresi, nilai signifikansi, serta kemampuan model menjelaskan variasi motivasi belajar.
10) Menarik kesimpulan dan menyusun laporan. Mahasiswa menginterpretasikan hasil analisis berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis. Selanjutnya, hasil penelitian ditulis secara sistematis, mulai dari pendahuluan, kajian pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan, saran, hingga daftar pustaka dan lampiran.
3. Potensi Masalah dalam Pelaksanaan Penelitian dan Solusinya
Dalam pelaksanaan penelitian, mahasiswa mungkin menghadapi beberapa kendala yang dapat memengaruhi proses dan hasil penelitian. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengidentifikasi masalah tersebut sejak awal dan menyiapkan solusi yang tepat.
1) kesulitan mendapatkan responden. Mahasiswa mungkin kesulitan mendapatkan siswa yang bersedia mengisi angket atau jumlah responden yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Solusinya adalah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan guru, menjelaskan tujuan penelitian, serta menentukan jumlah sampel berdasarkan kebutuhan penelitian.
2) jawaban responden kurang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Siswa mungkin mengisi angket secara asal-asalan atau memberikan jawaban yang dianggap baik, bukan jawaban yang sebenarnya. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa perlu menggunakan bahasa yang sederhana, memberikan petunjuk pengisian yang jelas, dan menjaga kerahasiaan identitas responden agar siswa merasa nyaman saat menjawab.
3) keterbatasan akses internet. Karena penelitian dilakukan selama pembelajaran daring, tidak semua siswa memiliki jaringan internet atau perangkat yang memadai. Solusinya adalah menyediakan alternatif pengisian angket secara luring atau menggunakan media yang lebih mudah diakses oleh siswa.
4) instrumen penelitian kurang tepat. Pernyataan dalam angket mungkin tidak sesuai dengan indikator penggunaan media digital interaktif atau motivasi belajar. Solusinya adalah menyusun kisi-kisi berdasarkan teori yang relevan, meminta penilaian dari dosen atau ahli, serta melakukan uji validitas dan reliabilitas sebelum instrumen digunakan.
5) adanya faktor lain yang memengaruhi motivasi belajar. Motivasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh media digital interaktif, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, cara mengajar guru, kondisi psikologis, dan fasilitas belajar. Solusinya adalah mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam desain penelitian, misalnya dengan menggunakan variabel kontrol atau desain kuasi-eksperimen jika ingin menguji pengaruh secara lebih kuat.
6) kesulitan dalam mengolah dan menganalisis data. Mahasiswa mungkin belum memahami teknik statistik yang tepat untuk menguji hipotesis. Solusinya adalah mempelajari analisis data yang sesuai, menggunakan bantuan perangkat lunak seperti SPSS, dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing.
Selain itu, mahasiswa harus memperhatikan etika penelitian, seperti meminta izin kepada pihak sekolah, menjaga kerahasiaan data siswa, dan memperoleh persetujuan responden serta orang tua atau wali apabila diperlukan. Dengan mengantisipasi berbagai kendala tersebut, penelitian diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
4. Penyusunan dan Pengujian Validitas Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sesuai dengan variabel yang diteliti. Dalam kasus ini, mahasiswa dapat menggunakan angket atau kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur penggunaan media digital interaktif dan motivasi belajar siswa.
A. Menentukan indikator setiap variabel.
Mahasiswa harus menentukan indikator berdasarkan teori yang relevan. Variabel penggunaan media digital interaktif (X), misalnya, dapat diukur melalui kemudahan penggunaan, frekuensi penggunaan, interaktivitas, dan keterlibatan siswa. Sementara itu, variabel motivasi belajar (Y) dapat diukur melalui ketekunan belajar, minat belajar, semangat mengikuti pembelajaran, dan usaha menyelesaikan
tugas.
B. Menyusun kisi-kisi dan butir pernyataan
Setelah indikator ditentukan, mahasiswa membuat kisi-kisi instrumen, kemudian menyusun pernyataan yang mudah dipahami siswa.
Contoh skala Likert:
- Sangat Setuju (SS) = 5
- Setuju (S) = 4
- Netral (N) = 3
- Tidak Setuju (TS) = 2
- Sangat Tidak Setuju (STS) = 1
Contoh pernyataan angket:
Variabel X: Penggunaan media digital interaktif
1. Media digital interaktif membantu saya memahami materi ekonomi.
2. Saya dapat menggunakan media digital interaktif dengan mudah.
3. Fitur interaktif dalam media membuat saya lebih terlibat selama pembelajaran daring.
Variabel Y: Motivasi belajar
1. Saya tetap bersemangat mengikuti pembelajaran ekonomi secara daring.
2. Saya berusaha menyelesaikan
tugas ekonomi tepat waktu.
3. Saya tertarik mempelajari materi ekonomi meskipun pembelajaran dilakukan secara daring.
Pernyataan tersebut hanya contoh awal dan perlu diperiksa kembali agar sesuai dengan indikator, tidak ambigu, serta tidak terlalu mengarahkan jawaban responden.
C. Melakukan uji validitas
Uji validitas bertujuan mengetahui apakah instrumen benar-benar mengukur hal yang seharusnya diukur. Pengujiannya dapat dilakukan melalui beberapa cara.
1. Validitas isi: kisi-kisi dan butir pernyataan diperiksa oleh dosen ahli atau ahli pendidikan untuk memastikan kesesuaian dengan indikator variabel.
2. Validitas konstruk: diperiksa untuk mengetahui apakah butir instrumen mencerminkan konsep atau konstruk yang diukur.
3. Validitas empiris: angket diuji coba kepada responden yang memiliki karakteristik serupa dengan sampel penelitian. Salah satu cara yang umum digunakan adalah korelasi antara skor butir dan skor total.
Pada pengujian korelasi butir-total, butir dapat dinyatakan memenuhi kriteria apabila nilai korelasinya memenuhi batas yang telah ditentukan berdasarkan metode pengujian, atau nilai signifikansinya memenuhi kriteria yang digunakan. Peneliti juga perlu memperhatikan ukuran sampel dan menggunakan korelasi yang sesuai.
D. Melakukan uji reliabilitas
Setelah validitas diperiksa, mahasiswa menguji reliabilitas untuk mengetahui konsistensi instrumen. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah Cronbach's Alpha, khususnya untuk angket yang menggunakan beberapa butir skala Likert.
Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,70 atau lebih sering digunakan sebagai pedoman awal bahwa reliabilitas instrumen memadai. Namun, batas tersebut bukan aturan mutlak karena interpretasinya perlu mempertimbangkan jumlah butir, tujuan pengukuran, dan karakteristik instrumen.
Jika terdapat butir yang tidak valid atau reliabilitasnya rendah, mahasiswa perlu meninjau kembali pernyataan, memperbaiki butir yang bermasalah, dan melakukan pengujian ulang jika diperlukan.
E. Melaksanakan pengumpulan data utama
Instrumen yang telah diperiksa kemudian digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel penelitian. Selanjutnya, data dianalisis sesuai desain penelitian, misalnya menggunakan regresi linear sederhana apabila asumsi dan karakteristik datanya sesuai.
Hasil analisis digunakan untuk menjawab rumusan masalah, menguji hipotesis, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti yang tersedia.