Silahkan lampirkan hasil analisis materi 1-3 pada forum ini, jangan lupa sertakan identitas diri seperti nama dan npm
Forum Analisis Materi 1-3
Nama : Indah Hartini
NPM : 2013053162
NPM : 2013053006
Analisis Materi 1
Identitas Jurnal
Judul : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
Analisis
Jurnal ini membahasa tentang masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Salah satu model pembelajaran antara lain model ceramah, dimana model ini akan membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Pendidik sebagai perancang pembelajaran di kelas, sebaiknya terus mengembangkan berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang baik terutama dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di SD, salah satu contoh yang diberikan oleh penulis yakni model webbed. Selain itu, banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk diterapkan di masing-masing sekolah, salah satunya yaitu penilaian dengan proyek dan portofolio dalam kegiatan SLC. Selain dari model pembelajaran dan model penilaian yang beragam, media pembelajaran juga diperlukan untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran, memudahkan peserta didik dalam mengerjakan dan melakukan berbagai aktivitas motorik.
Kelebihan : Materi yang dimuat cukup mudah dimengerti, bodynote dicantumkan pada daftar pustaka.
Kekurangan : Terdapat beberapa kata yang tidak dispasi, yerdapat bahasa asing yang tidak dicetak miring (kata design), tanda baca yang tidak tepat, penulisan huruf kapital yang tidak tepat, dan identitas jurnal tidak lengkap.
Saran
Bagi Penulis : Penulis terus mengembangkan artikel ini maupun yang lainnnya dengan memeprhatikan kritik dan saran yang diberikan.
Bagi Guru : Guru harus terus mengembangkan berbagai model dan penilaian pembelajaran supaya tidak jenuh dan memudahkan dalam melakukan penilain khususnya mata pelajaran PKn SD.
Analisis Materi 2
Identitas Jurnal
Judul : PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi, Vicky Dwi Wicaksono
Volume : 10
Nomor : 1
Tahun : 2022
Halaman : 134-146
Nama Jurnal : JPGSD
Analisis
Penelitian ini dilaksanakan pada saat Pandemi Covid -19 dimana kegiatan pembelajaran ini dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon guru terhadap instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis Google Form pada materi Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar. Jenis penelitian ini menggunakan pengembangan R & D (Research and Development). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklusnya dilakukan dalam 1 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan untuk megumpulkan data penelitian menggunakan wawancara dan angket. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas guru pada siklus I diperoleh hasil sebesar 87,5% dan pada siklus II memperoleh 93,8%. Sedangkan pada aktivitas siswa di siklus I hasil yang diperleh sebesar 70% dan pada siklus II sebesar 95%. Berdasarkan hasil tes siswa diperoleh persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I sebesar 52,4% dan persentase pada siklus II sebesar 85,7%. Dari hasil perolehan persentase pembelajaran PPKn secara DARING melalui aplikasi Google Form dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN Konplek Kenjeran II/506 Surabaya dapat meningkat.
Kelebihan : Materi dituliskan cukup rinci dengan adanya data kuantitatif.
kekurangan : Terdapat penulisan bahasa asing yang tidak bercetak miring.
Saran
Bagi guru : Pendidik hendaknya menggunakan aplikasi lain dalam pembelajaran DARING dan berpusat pada siswa yang telah disebutkan pada jurnal
Bagi Peneliti : Memperluas cakupan penelitian dalam melaksanakan penerapan instrumen penelitian.
Analisis Materi 3
Identitas Jurnal
Judul : KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN
DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI
Penulis : Idatul Fitri
Analisis
1. Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI, Penilaian pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya yang berbeda penekanannya, yaitu pada aspek afektif. Terdapat empat unsur pokok penilaian yaitu
(1) Objek yang akan dinilai (menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes)
(4) Pertimbangan keputusan (membuat keputusan/judgment)
2. Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/MI
Macam-macam alat penilaian yaitu Tes Tertulis, Tes Perbuatan (Perfomance Treat), Tes Lisan, Penilaian Non Tes, dan Portofolio.
3. Model-model Alat penilaian PKn SD/MI
a. Pengembangan alat penilaian kelas dalam PKn
b. Model-model alat penilaian PKn SD/MI (Bentuk soal pilihan ganda, Bentuk hubungan antarhal, Bentuk soal pilihan ganda kompleks, Model penilaian non tes)
4. Model penilaian catatan anekdot
5. Model penilaian daftar cocok
6. Model penilaian skala bertingkat
7. Model penilaian sosiometri
8. Model penilaian interview
9. Model penilaian daftar baik buruk
10 Model penilaian daftar tingkat urutan
4. Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa
(bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Kelebihan portofolio:
- memungkinkan pendidik mengakses kemampuan peserta didik.
- memungkinkan pendidik menilai keterampilan peserta didik.
- mendorong kolaborasi antara peserta didik dengan pendidik.
- memungkinkan pendidik mengintervensi proses.
- mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual
siswa.
- menunjukan prestasi akademik dan memotret kompetensi siswa.
Kelemahan portofolio:
- memerlukan waktu relative lama.
- pendidik harus tekun, sabar dan terampil.
- tidak ada kriteria yang standar.
Terima kasih
Nama : Dita Khoirunnisa
NPM : 2013053106
Hasil Analisis :
Jurnal 1
Judul : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
Jurnal ini membahas masalah yang dihadapi oleh guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Ada berbagai model seperti proyek, wawancara , maupun portofolio yang dapat digunakan pada pembelajaran PKn di SD. Guru sebagai perancang pembelajaran di kelas, harus tau berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang terbaik terutama dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat SD, salah satunya yakni model webbed. Banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah,salah satunya ialah penilaian dengan proyek dan portofolio dalam kegiatan SLC sehingga dapat mendorong minat murid mempelajari PKn.
Kelebihan : isi jurnal dijabarkan dengan jelas
Kekurangan : identitas jurnal tidak lengkap
Jurnal 2
Judul : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi, Vicky Dwi Wicaksono
Volume : 10
Nomor : 1
Tahun : 2022
Halaman : 134-146
Nama Jurnal : JPGSD
Jurnal ini membahas bagaimana cara untuk menyiasati pelaksanaan pembelajaran di era pademi saat ini. Caranya yaitu dengan tetap melaksanakan pembelajaran tetapi tidak secara langsung (tatap muka). Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon guru terhadap instrument penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar. Peneliti menggunakan jenis penelitian pengembangan R & D (Research and Development). Berdasarkan hasil peneelitian, penilaian berbasis Google Form sangat mudah karena dalam pengerjaannya hanya membutuhkan jaringan internet yang dapat diisi dimanapun dan kapanpun, Penilaian berbasis Google Form juga sangat ekonomis tidak menggunakan banyak kertas.
Kelebihan : isi jurnal dituliskan cukup rinci dengan adanya hasil validasi terkait penelitian yang sudah dilakukan
Kekurangan : ada beberapa kata yang salah penulisannya
Jurnal 3
Judul : Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKn Di SD Dan MI
Penulis : Idatul Fitri
Jurnal ini membahas Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKn Di SD Dan MI, yang mana diketahui bahwa dalam penilaian terdapat empat unsur pokok, yaitu
(1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
(4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Macam-Macam penilaian, sebagai berikut :
(1) Tes tertulis
(2) Tes perbuatan
(3) Tes lisan
(4) Penilaian Non Tes, antara lain : observasi, kuesioner, wawancara, daftar cek, skala pilihan, studi kasus, dan portofolio
Model-Model alat penilaian PKn SD/MI, antara lain :
(1) Bentuk soal pilihan ganda
(2) Bentuk hubungan antarhal
(3) Bentuk soal pilihan ganda kompleks
(4) Model penilaian catatan anekdot
(5) Model penilaian daftar cocok
(6) Model penilaian skala bertingkat
(7) Model penilaian sosiometri
(8) Model penilaian pedoman wawancara
(9) Model penilaian daftar baik buruk
(10) Moddel penilaian daftar tingkat urutan
Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio, yaitu :
portofolio adalah hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Kelebihan portofolio :
- memungkinkan pendidik mengakses kemampuan peserta didik
- memungkinkan pendidik menilai keterampilan peserta didik
- mendorong kolaborasi antara peserta didik dengan pendidik
- memungkinkan pendidik mengintervensi proses
- mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual siswa
- menunjukan prestasi akademik dan memotret kompetensi siswa
Kelemahan portofolio :
- memerlukan waktu relative lama
- pendidik harus tekun, sabar dan terampil
- tidak ada kriteria yang standar
kelebihan : isi jurnal sudah dijelaskan dengan rinci
kekurangan : penulisan nya kurang rapi
Terimakasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Siti Muthoharoh
Npm : 2013053114
Materi 1
Dalam makalah “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar” oleh Michael Tamboch, makalah ini membahas membahas masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Dijelaskan bahwa Sekolah dasar merupakan tempat pendidikan kedua setelah keluarga dan atau pendidikan anak usia dini (paud). Pada masa ini, ditumbuhkembangan serta ditanamkan berbagai nilai yang penting untuk dipegang dan dipahami murid selama tumbuh kembangnya. Karakter juga dipupuk pada masa ini. Sehingga pada masa ini dapat dikatakan merupakan suatu periode emas tumbuh kembang murid. Pendidikan karakter selain dikembangakan dalam pelajaran agama, juga dalam pelajaran PKn.
Diperlukan model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn ini. Model pembalajaran yang tepat akan mempengaruhi belajar siswa. Model pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik yaitu holistik, bermakna, otentik dan aktif [10](Winataputra, 2014:9.21). Salah satu model yang cukup banyak digunakan adalah model Webbed (jarring laba-laba) yaitu model pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecenderungan dapat disampaikan dalam beberapa mata pelajaran [10] (Winataputra, 2014:9.22).
Penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh karena itu guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa [1] (Anitah 2010:4.35). Penilaian sendiri dibuat berdasarkan materi yang sudah diajarkan sebelumnya dan dapat mengukur dengan baik keseluruhan siswa yang ada. Dapat juga dijadikan suatu tolak ukur keberhasilan guru dalam membimbing siswa dan kemampuan siswa dalam menyerap materi dengan baik. Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid. Untuk menghasilkan informasi yang reliable dan valid perlu ada bukti pendukung yang meyakinkan bahwa penilaian yang menghasilkan informasi tersebut memang berkualitas tinggi (Hernawan dan Andayani 2014:5.25). Untuk penilaian dapat menggunakan projek maupun portofolio agar lebih menarik bagi murid
Pada makalah ini, terdapat kelebihan serta kekurangan. Kelebihan pada jurnal ini yaitu penjelasan pada jurnal sudah menggunakan bahasa yang jelas, tidak bertele-tele, mudah dipahami oleh pembaca, serta disertai ilustrasi agar pembaca lebih memahami terkait model dan penilaian yang sedang dibahas. Namun, pada jurnal ini juga terdapat kekurangan seperti kurang dijelaskannya secara rinci sesuai topik yang dibahas, dan tidak disertakannya contoh yang konkrit terkait rubrik penilaian yang mungkin bisa digunakan di Sekolah Dasar terutama mata pelajaran PKN. Saran kedepannya untuk penulis makalah, agar bisa diperbaiki dan lebih dilengkapi lagi secara detail apa yang menjadi kekurangan dalam makalah tersebut, agar makalah bisa lebih memberikan wawasan lagi kepada pembaca terkait “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar”
Materi 2
Dalam jurnal berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II” oleh Lovely Galih Pertiwi, jurnal ini berisikan hasil penelitian yang dilakukan di Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II dengan menggunakan Jenis penelitian pengembangan R&D (Research. and. Development). Adapun produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis google form. Instrument tersebut terdiri dari kisi-kisi instrument aspek pengetahuan, soal tes berbentuk pilihan ganda, kunci jawaban, dan pedoman penskoran. Sedangkan cara untuk mengumpulkan data menggunakan Teknik wawancara dan angket.
Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang luar biasa. Perubahan terjadi dalam berbagai hal termasuk salah satunya di dunia Pendidikan. Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Begitu juga dengan SDN Komplek Kenjeran II Surabaya. Pembelajaran pada awalnya dilakukan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Setiap kelas membentuk grup. Dalam hal ini setiap kelas membentuk 2 grup yaitu grup siswa dan grup orang tua siswa. Segala Informasi pembelajaran disampaikan melalui WhatsApp. Guru menyampaikan materi dengan menggunakan aplikasi YouTube. Begitu juga untuk latihan soal diberikan melalui aplikasi WhatsApp. Meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh harapannya hasil belajar yang di siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II pada pembelajaran PPKN mengalami kemajuan. Pada pelajaran PPKn, guru mengalami kesulitan dalam memantau hasil belajar siswa karena memberikan evaluasi dengan menggunakan WhatsApp. Dengan penggunaan Google Form diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II.
Dari hasil penelitian, pengembangan instrument penilaian hasil belajar berbasis Google Form pada Materi Pancasila siswa kelas IV di SDN Komplek Kenjeran II Surabaya diperoleh Data hasil penelitian berupa data kualitatif dimana hasil penilaian dikategorikan menjadi SB (Sangat Baik), B (Baik), K. (Kurang), dan SK (Sangat Kurang) (Croasmun dan Ostrom, 2011). Serta data kuantitatif berupa penilaian hasil belajar yang telah diisi oleh validator dan respon guru akan diubah ke skor angka. Pada pelaksanaan penelitian setiap siklusnya memiliki empat tahap, antara lain: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Hasil belajar pada siklus I dan II didaptkan data adalah sebagai berikut: (1) Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time; Real time collaboration; setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman; menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali. (2) Hasil validasi instrument penilaian hasil belajar mendapatkan persentase yang tinggi, diantaranya dari ahli evaluasi dengan total skor yang diperoleh 65 dari 18 kategori penilaian kemudian dikonversikan ke persentase menjadi 90%. Sedangkan, ahli. media total skor sebesar 20 dari 5 aspek dikonversikan menjadi 100%. Hal ini menyatakan bahwa instrument penilaian hasil belajar PPKn ini termasuk dalam kriteria valid untuk dapat diaplikasikan dalam pembelajaran. (3) Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan II. Berikut persentase ketuntasan evaluasi siswa pada siklus I dan II: a) pada siklus I ketuntasan mencapai 52,4%, sedangkan ketidaktuntasan mencapai 47,6%. b) pada siklus. II ketuntasan mencapai 87,5%, sedangkan ketidaktuntasan mencapai 12,5%. Dimana indikator ketuntasan yang ditentukan adalah > 80%, maka dapat dinyatakan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada penelitian ini dengan menggunakan instrument penilaian berbasis google form.
Pada jurnal ini, terdapat kelebihan serta kekurangan. Kelebihan pada jurnal ini yaitu penjelasan pada jurnal ditulis secara lengkap dan detail, sudah menggunakan bahasa yang jelas, tidak bertele-tele, mudah dipahami oleh pembaca, serta terdapat data yang mendukung hasil penelitian. Namun pada jurnal ini juga terdapat kekurangan seperti masih ada beberapa penulisan yang typo. Saran kedepannya untuk penulis jurnal, agar bisa diperbaiki apa yang menjadi kekurangan dalam jurnal tersebut.
Materi 3
Dalam Makalah “Konsep dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI” oleh Idatul Fitri, makalah ini berisikan konsep dan prinsip penilaian PKN SD/MI, Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/MI, Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI, serta Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio. Dijelaskan bahwa Penilaian pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan terhadap kebrhasilan anak didik, apakah anak didik dinyatakan berhasil atau gagal dalam menguasai suatu keterampilan tertentu. Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu (1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai); (2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran); (3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes; serta (4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment).
Secara umum prinsip-prinsip penialaian kelas adalah sebagai berikut : 1. Valid, Penilaian kelas harus diukur dengan alat yang dapat dipercaya, tepat dan sahih; 2. Mendidik, penialain harus memberikan sumbangan positif; 3. Berorientasi pada kompetensi, pencapaian kompetensi sesuai dalam kurikulum; 4. Adil dan objektif, penialain harus adil terhadap semua siswa dan tidak membedabedakan latar belakang siswa; 5. Terbuka, terbuka bagi berbagai kalangan; 6. Berkesinambungan, dilakukan secara berencana, bertahap, teratur, terus-menerus; 7. Menyeluruh, meliputi aspek pengetahuan, sikap dan nilai, serta keterampilan; serta 8. Bermakna, hasil penilaian mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa. Alat penilaian yang digunakan seperti tes tertulis, tes perbuatan (Performance Treat), tes lisan, serta penilaian non tes.
Mode; model alat penilaian PKN SD/MI yang digunakan seperti : a) Bentuk soal pilihan ganda; b) Bentuk hubungan antarhal; c) Bentuk soal pilihan ganda kompleks. Model penilaian non tes :
• Model penialaian perbuatan ( terdiri dari nomor, nama siswa, aspek yang dinilai meliputi persiapan, pelaksanaan dan hasil, jumlah skor dan rata-rata skor.
• Model penilaian skala sikap ( terdiri dari nomor, pernyataan , pilihan jawaban : sangat setuju ,tidak setuju, netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju)
• dan model penilaian daftar cek (terdiri dari nomor, pernyataan, kolom ya dan tidak)
Sedangkan penilaian menggunakan portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut. Munurut Sumarna dan Muhamad Hatta (2004:71) dalam melakukan penilaian portofolio ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, yaitu saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil. Serta dalam penilaian portofolio mempunyai karakteristik sebagai berikut : Multisumber (dari berbagai sumber), Authentic ( benar-benar disusun oleh siswa), Dinamis, Eksplisit (kejelasan), Integrasi (terintegrasi antar kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan), Kepemilikan, dan Beragam tujuan. Perbedaan antara tes dengan portofolio adalah Tes menilai siswa beradasarkan sejumlah tugas yang terbatas, yang menilai hanya guru, menilai semua siswa dengan 1 kriteria, proses penilaian tidak kolaburatif, penilaian diri oleh siswa bukan merupakan sesuatu tujuan, yang dijadikan perhatian hanya pencapaian (produk), terpisah antara kegiatan pembelajaran, testing dan pengajaran. Sedangkan portofolio Menilai siswa berdasarkan seluruh tugas dan hasil kerja yang berkaitan dengan kinerja yang dinilai, siswa turut serta dalam menilai kemajuan yang dicapai, menilai setiap siswa berdasarkan pencapaian masing-masing, proses penilaian kolaboratif, siswa menilai dirinyaa sendiri menjadi suatu tujuan, yang dijadikan prhatian meliputi proses dalam bentuk usaha, kemajuan dan pencapaian, terkait erat kegiatan penilaian, pengajaran dan pembelajaran
Pada makalah ini, terdapat kelebihan serta kekurangan. Kelebihan pada jurnal ini yaitu penjelasan pada jurnal sudah menggunakan bahasa yang jelas, serta serta disertai contoh beberapa model serta alat penilaian yang bisa digunakan guru dalam penilaian PKN di SD?MI. Namun, pada jurnal ini juga terdapat kekurangan seperti kurang dijelaskannya secara rinci materi yang sedang dibahas, tata penulisan makalah yang masih kurang terstruktur, serta masih banyak penulisan kata yang typo. Saran kedepannya untuk penulis makalah, agar bisa diperbaiki dan lebih dilengkapi lagi secara detail serta lebih diperhatikan lagi tata penulisannya.
Terimakasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
NPM : 2013053003
Analisis Materi
Materi 1
Judul materi 1 : Variasi penilaian dan model pembelajaran PKn di Sekolah Dasar.
Hasil analisis materi 1 :
Belajar adalah suatu aktivitas yang dapat dilakukan secara psikologis maupun secara fisiologis. Model pembelajaran yang tepat sangat mempengaruhi belajar siswa, salah satu model pembelajaran terpady adalah model pembelajaran webbed. Dalam model pembelajaran harus mempersiapkan beberapa hal seperti RPP yang didalamnya terdapat KI, KD, Indikator, kegiatan awal, inti, penutup hingga metode penelitian. Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid, untuk penilaian yang valid dalam berbagai soal dan mata pelajaran kita bislaaanya mengenal tes tertulis dengan format pilihan ganda, isian maupun essai. Penilaian adalah sesuatu hal yang penting yang harus dilakukan oleh seorang pendidik untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Penilaian ini dibuat berdasarkan materi yang sudah diajarkan sebelumnya dan dapat mengukur dengan baik keseluruhan anak didik yang ada, penilaian ini dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogran dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek, dan produk, portofolio, serta penilaian diri dengan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran. Penilaian autentik adakalanya disebut juga sebagai penilaian responsif. Rubik penilaian yang dibuat harus terlampir mengenai keterampilan dan sikap yang dimiliki. Dari berbagai proyek yang sudah dikerjakan tersebut dapat peserta didik presentasikan dalam satu acara yaitu kegiatan student led conference, model ini sudah dilakukan di sekolah lentera harapan medan sejak tahun 2011.
Kesimpulan:
Dalam materi yang sudah dijelaskan diharapkan guru mampu merancang pembelajaran di kelas, dan mampu mengevaluasi serta memberikan standar penilaian yang baik kepada peserta didik.
Materi 2
Judul materi 2 : Pengembangan instrument penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form kelas IV SDN kompleka Kenjeran II.
Analisis materi 2:
Pada saat covid seluruh sekolah yang ada di Indonesia melaksanakan pendidikan secara model daring, begitu pula pada SDN komplek Kenjeran II ini, dalam kondisi ini membentuk 2 grup Whatsapp yang pertama grup untuk peserta didik dan yang kedua grup untuk orang tua atau wali, guru dapat menyampaikan materi menggunakan apk youtube, dan dapat diberikan soal melalui apk watsapp, dan dapat menggunakan google form untuk dapat mengatasi permasalahan dalam rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran PKn. Dalam penggunaan google form juga memiliki manfaat bagi peserta didik seperti diharapkan dapat menunjukkan sejauh mana tercapainya kompetensi peserta didik dalam proses pembelajaran disekolah. Dalam penelitian pada masa pandemi ini produk yang dikembangkan hanya sampai batas tahap development saja, yaitu:
1. Define atau pendefinisian : a. Analisa kebutuhan dan studi literatur.
b. Penyusunan tujuan penilaian dan indikator sesuai kompetensi inti dan kompetensi dasar.
2. Design atau perancangan:
a. Pemilihan format instrumen.
b. Desain awal produk.
3. Develop atau pengembangan:
a. Wawancara.
b. Angket (data kualitatif dan kuantitatif) .
4. Analisis skor:
a. Validasi produk.
b. Uji coba produk.
Kesimpulan:
Pada materi tersebut diharapkan pendidikan mampu menggunakan google form dalam pembelajaran daring untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi pada saat pandemi kebanyakan produk yang dikembangkan pendidik hanya sampai tahap develop atau tahap pengembangan saja.
Materi 3
Judul materi 3 : Konsep dan prinsip-prinsip pengembangan penilaian dalam pembelaharan PKn di SD dan MI.
Hasil analisis materi 3 :
Pada kegiatan pembelajaran 1 membahas tentang konsep dan prinsip penilaian PKn SD/MI dimana dijelaskan bahwa PKn sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang memiliki fungsi serta peran sebagai pendidikan hukum, pendidikan politik dan kewarganegaraan. Dalam penilaian ada 4 unsur pokok, yaitu:
1. Objek yang akan dinilai,
2. Kreteria sebagai tolak ukur,
3. Data tentang objek yang dinilai,
4. Pertimbangan keputusan.
Penilaian adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelaharan. Penialaian yang dilakukan guru bertujuan untuk:
1. Membantu mengklarifikasi tujuan pembelajaran,
2. Menginformasikan kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar,
3. Menginformasikan peserta didik bagaimana meningkatkan proses dan hasil belajar,
4. Bahan informasi esensial kepada orang tua dan masyarakat mengenai efektifitas program sekolah.
Pada kegiatan 2membahas tentang berbagai alat penilaian dalam PKn SD/MI. Tujuan dalam penilaian:
1. Informasi tentang kemajuan hasil belajar siswa secara individual dalam mencapai
tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukannya
2. Informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut, baik
terhadap masing-masing siswa maupun terhadap siswa seluruh kelas.
3. Informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat
kemampuan siswa, menetapkan tingkat kesulitan/kemudahan untuk melaksanakan
kegiatan remedial, pendalaman atau pengayaan.
4. Motivasi belajar siswa dengan cara memberikan informasi tentang kemajuannya dan
merangsangnya untuk melakukan usaha pemantapan atau perbaikan.
5. Informasi semua aspek kemajuan setiap siswa dan pada gilirannya guru dapat
membantu pertumbuhannya secara efektif untuk menjadi anggota masyarakat dan
pribadi yang utuh.
6. Bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan
keterampilan, minat, dan kemampuannya.
Prinsip-prinsip penilaian kelas, yaitu:
1. Valid,
2. Mendidik,
3. Berorientasi pada kompetensi,
4. Terbuka,
5. Adil dan objektif,
6. Berkesinambungan,
7. Menyeluruh,
8. Bermakna.
Tes tertulis dapat menggunakan soal-soal berbentuk esai, objektif, atau gabungan dari keduanya. Tes tertulis uraian : terbatas, tertutp /terstruktur. Tes tertulis objektif terdiri dari tes pilihan
ganda, benar-salah, menjodohkan dan isian singkat. Tes tertulis objektif lebih praktis dan dapat
digunakan untuk jumlah peserta didik yang cukup besar, serta mutunya dapat dipertanggung
jawabkan. Kriteria tes objektif yang baik harus memiliki dan memenuhi syarat-syarat seperti
berikut :
1. Memiliki validitas yang tinggi
2. Memiliki reliabilitas yang tinggi
3. Tiap butir soal memiliki daya pembeda
4. Tingkat kesukaran tes berdasarkan kelompok yang akan di tes. 30% mudah, 50%
sedang dan 20% sukar.
5. Mudah diadministrasikan, memiliki petunjuk tentang cara pelaksanaan, cara
mengerjakan, dan cara mengoreksinya.
6. Memiliki norma atau patokan penafsiran data.
Pada tes perbuatan adalah nilai tindakan yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk perilaku yang diharapkan muncul pada peserta didik, alat yang biasanya digunakan adalah lembar pengamatan. Pada tes lisan bebarapa yang harus diperhatikan seperti:
1. Buatlah format soal dengan beberapa kemungkinan jawaban serta bobot skornya
2. Siapkan beberapa format soal yang paralel untuk beberapa orang siswa
3. Setiap format soal harus memiliki isi, derajat kesukaran, dan waktu untuk menjawab yang
sama.
Penilaian non tertulis seperti:
1. Observasi,
2. Kuesioner,
3. Wawancara,
4. Daftar cek,
5. Skala pilihan,
6. Studi kasus,
7. Portofolio.
Pada kegiatan belajar 3 membahas tentang model-model alat penilaian PKn SD/MI. Langkah-langkah dalam mengembangkan alat, yaitu:
- menyusun spesifikasi tes,
- menulis soal tes,
- menelaah soal tes,
- melakukan uji coba tes,
- menganalisis butir soal,
- memperbaiki soal tes,
- merakit soal,
- melaksanakan tes,
- menganalisis hasil tes.
Model-model alat penilaian, yaitu:
a) Bentuk soal pilihan ganda,
b) Bentuk hubungan antarhal,
c) Bentuk soal pilihan ganda kompleks.
Model penilaian non tes, yaitu:
- model penialaian perbuatan ( terdiri dari nomor, nama siswa, aspek yang dinilai
meliputi persiapan, pelaksanaan dan hasil, jumlah skor dan rata-rata skor).
- model penilaian skala sikap ( terdiri dari nomor, pernyataan , pilihan jawaban : sangat
setuju ,tidak setuju, netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju).
- dan model penilaian daftar cek (terdiri dari nomor, pernyataan, kolom ya dan tidak).
Model penilaian catatan anekdot adalah catatan kejadian khusus yang dapat dipergunakan untuk melihat perkembangan individu atau kelompok. Model penilaian daftar cocok adalah suatu daftar yang berisi pernyataan-pernyataan tentang suatu
permasalahan yang berkaitan dengan pokok bahasan yang disampaikan pada siswa. Model penilaian skala bertingkat, yaitu alat penilaian non-tes untuk mengukur karakteristik tertentu
sebagaimana diharapkan muncul dalam diri siswa. Model penilaian sosiometri yang memiliki tujuan untuk melihat sampai sejauh mana sikap sosial
siswa di kelas, terutama terhadap teman-temannya dinamakan sosiometri. Model penilaian pedoman wawancara. Model penilaian daftar baik dan buruk. Model penilaian daftar tingkat urutan.
Pada kegiatan belajar 4 membahas tentang penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI berbasis portofolio. Portofolio adalah sebuah laporan tentang proses belajar peserta didik, konteks assesment berkenaan dengan portofolio, yaitu:
1. Tujuan,
2. Peran penilaian,
3. Tujuan penilaian,
4. Prinsip penilaian,
5. Karakteristik penilaian.
Kelebihan:
- memungkinkan pendidik mengakses kemampuan peserta didik,
- memungkinkan pendidik menilai keterampilan peserta didik,
- mendorong kolaborasi antara peserta didik dengan pendidik,
- memungkinkan pendidik mengintervensi proses,
- mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual
siswa,
- menunjukan prestasi akademik dan memotret kompetensi siswa.
Kekurangan:
- memerlukan waktu relative lama,
- pendidik harus tekun, sabar dan terampil,
- tidak ada kriteria yang standar.
Jenis-jenis:
- Pengumpulan data oleh peserta didik meliputi : learning log ( jurnal/catatan pribadi dll),
pemetaan konsep, bermain peran, self-assessment.
- Pengumpulan data oleh pendidik, meliputi : anecdotal notes, pemberian skor peta
konsep, feedback.
Kesimpulan:
Pendidik harus mampu memahami tentang konsep dan prinsip dalam penilaian, berbagai alat dalam penilaian, model-model alat penilaian serta penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI berbasis portofolio.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Ikhsan Kurniawan
NPM : 2013053164
Materi pertama yang bejudul “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar” ini ditulis oleh Michael Tamboch. Pembahasan didahului dengan perlunya model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn.
Penulis mengutip pendapat ahli yaitu Hernawan dan Andayani bahwa
salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar
adalah model pembelajaran Webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema
yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan
keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Dari model ini
guru diminta untuk membuat atau menerapkan suatu tema yang ada kemudian dikembangkan
jarring-jaring mata pelajaran yang saling berhubungan.
Penulis mengungkapkan bahwa dalam model pembelajaran itu terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka dibuat RPP (Rancangan Program Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran hingga metode penilaian.
Perkataan Anitah mengenai penilaian juga dicantumkan oleh penulis didalam makalah bahwasannya penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa.
Dalam upaya mendorong minat murid dalam mempelajari PKn, penulis memberikan model yang menarik yakni menggunakan pola Webbed dengan penilaian autentik dalam kegiatn Student Led Conference (SLC).
Materi 2
Jurnal yang ditulis oleh Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono dengan judul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II”. Jurnal JPGSD ini merupakan jurnal volume 10, nomor 1, terbit pada tahun 2022, halaman 134-146.
Penulis menggunakan penelitian pengembangan R&D (Research. and. Development). Adapun produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis google form. Instrument tersebut terdiri dari kisi-kisi instrument aspek pengetahuan, soal tes berbentuk pilihan ganda, kunci jawaban, dan pedoman penskoran.
Penelitian yang dilakukan penulis antara lain melalui beberapa siklus. Persentase kegiatan siswa pada siklus I secara DARING menggunakan aplikasi google form adalah 70%. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan siswa belum mencapai indikator keberhasilan, yakni > 80%. Persentase kegiatan siswa pada siklus II menggunakan aplikasi google form adalah 70%. Besaran persentase menunjukkan bahwa kegiatan siswa belum mencapai persentase indikator yakni >80%. Aplikasi Google Form dapat menghemat waktu, penggunaan kertas dan dapat memantau/meminimalisasi tingkat ketidak jujuran siswa dalam pengerjaan soal.
Materi dengan judul “Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian dalam Pembelajaran PKn di SD dan MI” ditulis oleh Idatul Fitri. Materi yang disuguhkan membahas beberapa hal, antara lain:
1. Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
2. Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/MI
3. Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI
4. Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Dalam bahasan yang pertama yaitu mengenai konsep dan prinsip
penilaian PKn SD/MI penulis mengungkapkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan
(PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan
perannya sebagai pendidikan hukum, pendidikan politik dan
kewarganegaraan. Penilaian pada hakikatnya merupakan proses pengambilan
keputusan terhadap kebrhasilan anak didik , apakah anak didik dinyatakan
berhasil atau gagal dalam menguasai suatu keterampilan tertentu.
Bahasan kedua mengenai alat penilaian dalam PKn SD/MI penulis menjelaskan beberapa tujuan dan prinsip penilaian kelas. Pembahasan dilanjut dengan menjabarkan mengenai tes tertulis, tes perbuatan, tes lisan, dan penilaian non tes.
Pada bahasan ketiga tentang model-model alat penilaian PKn SD/MI penulis menjabarkan tentang langkah-langkah mengembangkan alat penilaian, model-model alat penilaian, model penilaian catatan anekdot, model penilaian daftar cocok, model penilaian skala bertingkat (numerical rating scale), model penilaian sosiometri, model penilaian, model penilaian pedoman wawancara (interviu), model penilaian daftar baik buruk, dan model penilaian daftar tingkat urutan.
Terakhir, penulis membahas mengenai penggunaan alat penilaian berbasis portofolio. Disini penulis menyimpulkan definisi Aziz Wahab mengenai portofolio bahwasannya portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut. Selain itu, penulis juga mengemukakan konteks assessment sesuai dengan pernyataan Nuryani Rustaman.
Nama : Rinta Renjani
NPM : 2013053098
Izin menjawab Bu,
Jurnal 1
Judul Jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
Isi Jurnal :
Jurnal ini membahas mengenai masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar.
Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait.
Penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran.
Dari berbagai proyek yang akan dikerjakan tersebut murid presentasikan dalam satu acara yakni kegiatan Student Led Conference(SLC). Kegiatan ini dilakukan satu kali dalam satu tahun ajaran. Dalam kegiatan ini, murid akan merekap berbagai bentuk penilaian yang dipilih dan sudah direfleksikan kemudian akan dipresentasikan kepada orangtua.
Jurnal 2
Judul Jurnal : PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono
Isi Jurnal : Jurnal ini membahas mengenai instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis google form. Instrument tersebut terdiri dari kisi-kisi instrument aspek pengetahuan, soal tes berbentuk pilihan ganda, kunci jawaban, dan pedoman penskoran.
Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa penilaian evaluasi siswa dengan menggunakan Google Form terlihat meningkat disetiap siklusnya. Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time; Real time collaboration; setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman,menghemat penggunaan kertas, menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
1. Pelaksanaan Siklus 1
a. Perencanaan tindakan siklus 1
b. Pelaksanaan Penelitian
c. Pengamatan (Kegiatan guru, kegiatan siswa, evaluasi)
2. Pelaksanaan Siklus 2
a. Perencanaan pada Siklus 2
b. Pelaksanaan Penelitian
c. Pengamatan (Kegiatan guru, kegiatan siswa, evaluasi)
Jurnal 3
Judul Jurnal : KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI
Penulis : Idatul Fitri
Isi Jurnal :
Penialaian/evaluation memiliki persamaan dan perbedaan. Persmaananya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu:
A. Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
B. Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
C. Data tentang objek yang dinilai atau mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
D. Pertimbangan keputusan atau membuat keputusan/judgment.
Penilaian yang dilakukan guru bertujuan untuk :
1. Membantu mengklarifikasi tujuan pembelajaran
2. Menginformasikan kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar
3. Menginformasikan peserta didik bagaimana meningkatkan proses dan hasil belajarnya
4. Bahan informasi esensial kepada orang tua dan masyarakat mengenai efektivitas program sekolah.
Prinsip-prinsip penialaian kelas adalah sebagai berikut :
1. Valid
2. Mendidik
3. Berorientasi pada kompetensi
4. Adil dan objektif
5. Terbuka
6. Berkesinambungan
7. Menyeluruh
8. Bermakna
Jenis-jenis penilaian :
1. Tes Tertulis
2. Tes Perbuatan (Perfomance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI
A. Pengembangan alat penialaian kelas dalam PKn
B. Model-model alat penialain PKn SD/MI
C. Model penilaian catatan anekdot
D. Model penilaian daftar cocok
E. Model penilaian skla bertingkat (Numerical Rating Scale)
F. Model penilaian sosiometri
G. Model penilaain pedoman wawancara (Interviu)
H. Model penilaian daftar baik buruk
I. Model penilaian daftar tingkat urutan
Terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Putri Septiana
NPM: 2013053105
Identitas Jurnal 1
Judul: Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis: Michael Tamboch
Dalam jurnal ini membahas tentang permasalahan yang dihadapi oleh guru terkait model pembelajaran dan penilaian yang sesuai dengan pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Pemerintah dalam Kurikulum 2013 mengharapkan pembelajaran yang bersifat saintifik dalam berbagai bidang, terutama di sekolah dasar serta bentuk penilaian yang tidak selalu tertulis namun dikembangkan dengan berbagai model.
Dalam kurikulum 2013 beberapa mata pelajaran saling terintegrasi, salah satunya yakni mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang terintegrasi dengan mata pelajaran lain secara terpadu. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed,
pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan matapelajaran yang terkait. Pada model ini guru harus mempersiapkan RPP yang berisi KI, KD, Indikator pencapaian, kegiatan pembelajaran, dan penutup serta metode dan penelitian dengan baik agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal. Kemudian untuk penilaian merupakan hal yang penting yang harus guru lakukan setelah melaksanakan model pembelajaran. Penilaian dilakukan guru untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peserta didik dalam memahami materi. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasilkarya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran. Bentuk penilaian yang m digunakan haruslah bersifat authentik dan holistik.
Kelebihan: Dalam jurnal ini telah dipaparkan permasalahan yang dirasakan oleh guru dalam mengembangkan variasi model dan penilaian pembelajaran PKn di sekolah dasar dan bentuk-bentuk model pembelajaran PKn yang diberikan serta bentuk penilaiannya sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya.
Kekurangan: dalam penulisan jurnal masih terdapat ketidakkonsistenan penulisan kata, tidak menggunakan nomor halaman, dan bentuk font tulisan pada daftar Pustaka berbeda dengan font tulisan yang lainnya.
Identitas jurnal 2
Judul: Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
Penulis: Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono
JPGSD. Volume 10 Nomor 1 Tahun 2022, 134-146
Pada saat pandemi covid-19 memberikan dampak perubahan yang signifikan terutama pada bidang pendidikan. Di mana pendidikan dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dengan jarak jauh. Dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring pada jurnal ini dibahas mengenai penggunaan instrumen hasil belajar PPKn berbasis Google Form. Dalam penggunaan pengembangan instrumen penilain berbasis Google form ini memiliki beberapa kelebihan yaitu, (1) Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time; Real time collaboration; setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman; menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
(2) Hasil validasi instrument penilaian hasil belajar mendapatkan persentase yang tinggi, diantaranya dari ahli evaluasi dengan total skor yang diperoleh 65 dari 18 kategori penilaian kemudian dikonversikan ke persentase menjadi 90%. Sedangkan, ahli media total skor sebesar 20 dari 5 aspek dikonversikan menjadi 100%. Hal ini menyatakan bahwa instrument penilaian hasil belajar PPKn ini termasuk dalam kriteria valid untuk dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
(3) Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan II. Berikut persentase ketuntasan evaluasi siswa pada siklus I dan II: a) pada siklus I ketuntasan mencapai 52,4%, sedangkan ketidaktuntasan mencapai 47,6%. b) pada siklus. II ketuntasan mencapai 87,5%, sedangkan ketidaktuntasan mencapai 12,5%. Dimana indikator ketuntasan yang ditentukan adalah > 80%, maka dapat dinyatakan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada penelitian ini dengan menggunakan instrument penilaian berbasis google form.
Kelebihan: dalam jurnal penelitian ini keseluruhannya telah dilakukan hasil uji dan penelitian sehingga hasil belajar yang diharapkan akurat dan telah tervalidasi sehingga dapat menjadi acuan bagi pembaca untuk menerapkan instrumen penilaian hasil belajar PPKn menggunakan Google form.
Kekurangan: dalam penulisan jurnal terdapat beberapa kalimat yang tidak tersusun rapih paragrafnya dan terdapat beberapa kata asing yang tidak ditulis miring (italic).
Identitas jurnal 3
Judul: Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN DI SD dan MI
Penulis: Idatul Fitri
Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
Penilaian adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi siswa, guru, program pendidikan dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektivitas program.Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya
yang berbeda penekanannya , yaitu pada aspek afektif.
Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi
a. Tes Tertulis
Ujian tertulis dapat digunakan soal-soal berbentuk esai, objektif, atau gabungan keduanya. Serta penilaian dapat lebih bersifat objektif karena tulisan merupakan bukti otentik yang dapat
dijamin akuntabilitasnya
b. Tes Perbuatan (Performance Treat)
Adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan).Alat yang digunakan adalah lembar pengamatan.
c. Tes Lisan
Penilaian lisan digunakan untuk menilai hasil-hasil belajar dalam bentuk kemampuan
mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan.
d. Penilaian non tes
Observasi (catatan kejadian), Kuesioner (angket atau daftar isian), wawancara/interviu, Daftar cek, Skala pilihan, Studi kasus, dan Portofolio.
Kelebihan: pada jurnal ini telah dituliskan secara sistematis mengenai materi konsep dan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKN di SD dan MI.
Kekurangan: masih terdapat beberapa kata yang kurang tepat (typo) dalam penulisannya.
Nama : Rahmat Agung Dwisarjana
NPM : 2013053086
Analisis meteri 1
Makalah yang berjudul “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar” disusun oleh Michael Tamboch. Dalam makalah membahas masalah mengenai penilaian serta model pembelajaran PKn disekolah dasar. Model pembalajaran yang tepat akan mempengaruhi belajar siswa. Guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja akan membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Salah satu model pembelajaran yang disarankan oleh penulis agar pembelajaran lebih menarik tidak membosankan adalah model pembelajaran webbed. Kemudia penilaian yang disarankan oleh penulis adalah penilaian yang dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran.
Kelebihan dan kekurangan makalah
Kelebihan : Materi yang disajikan sudah baik, kalimat yang digunakan juga sederhana sehingga memudahkan pembaca untuk memahami materi da nisi didalamnya
Kekurangan : Terdapat beberapa kata yang dispasi contohnya “orangtua(B.Indo)”
Analisis materi 2
Jurnal yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKN Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II” ditulis oleh Lovely Galih Wicaksono. Didalam jurnal membahas mengenai penilaian hasil belajar PPKn. Penulis mengatakan pandemic membawa banyak perubahan pada sistem pendidikan, salah satunya sistem penilaian hasil belajar yang menggunakan Google Form dalam sistem penilaiannya. Penggunaan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan dimana hasil penilaian secara otomatis tersimpan dengan aman secara sitematis. Hal tersebut tentunya menghemat waktu dimana yang biasanya harus secara manual untuk mengumpulkan data penilaian, saat ini dapat dilakukan secara otomatis. Kemudian penggunaan aplikasi Google Form dapat menanamkan karakter kejujuran, karena dapat di setting hanya satu kali pengerjaan saja.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan : Hasil penelitian yang disajikan disertai dengan data yang valid, identitas jurnal lengkap
Kekurangan : Terdapat kata asing yang tidak dicetak miring contohnya “ Google Form”.
Analisis Materi 3
Modul yang berjudul “Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI” ditulis oleh Idatul Fitri. Didalam modul membahas mengenai penilaian pembelajaran PKN SD.
Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu mata pelajaran wajib dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Secara prinsip penilaian Pembelajaran PKn tidak berbeda dengan mata pelajaran lain.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu
1. Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
2. Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
3. Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
4. Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Jenis Jenis Penilaian
1. Tes Tertulis
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Model-model Alat Peniliaian Pkn SD/MI
1. Bentuk soal pilihan ganda
2. Bentuk hubungan antarhal
3. Bentuk soal pilihan ganda kompleks
4. Model penilaian catatan anekdot
5. Model penilaian daftar cocok
6. Model penilaian skala bertingkat
7. Model penilaian sosiometri
8. Model penilaian pedoman wawancara
9. Model penilaian daftar baik buruk
10. Model penilaian daftar tingkat urutan
Kekurangan dan Kelebihan
Kelebihan : Materi yang disajikan sudah lengkap dan bahasa yang digunakan sederhana sehingga memudahkan pembaca memahami materi yang disajikan.
Kekurangan : Terdapat penulisan kata yang salah contohnya “penialaian” dan juga kata asing yang tidak dicetak miring contohnya “Performance Treat”
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Niken Ayu Saputri
NPM : 2013053005
Berdasarkan jurnal yang berjudul "Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar" jurnal ini di susun oleh Michael Tamboch. Jurnal ini membahas mengenai masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Dari model ini guru diminta untuk membuat/menerapkan suatu tema yang ada kemudian dikembangkan jarring-jaring mata pelajaran yang saling berhubungan. Dalam model pembelajaran itu terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Setiap pembelajaran yang ada sebaiknya dirancang untuk mencapai seluruh indikator yang diharapkan. Untuk dapat melihat hal ini diperlukan suatu metode yang dinamakan penilaian agar diperoleh pemahaman secara utuh dan mendalam mengenai kemampuan murid dalam mencapai indikator tersebut.
Penilaian merupakan hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh karena itu guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa. Dapat juga dijadikan suatu tolak ukur keberhasilan guru dalam membimbing siswa dan kemampuan siswa dalam menyerap materi dengan baik. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram. Kita dapat memilih dan menentukan aspek yang akan dinilai untuk dibuat model penilaiannya. Penilaian yang baik tentunya yang dapat mengakomodir keseluruhan indikator pembelajaran yang merupakan turunan dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada. Setiap penilaian yang baik ialah penilaian yang autentik dimana guru dapat membuat sendiri berbagai bentuk penilaian sesuai dengan Indikator dalam pembelajaran yang ingin dicapai.
A. Identitas Jurnal
- Judul Jurnal : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
- Nama Jurnal : JPGSD
- Volume : 10
- Nomor : 1
- Halaman : 134-146
- Tahun Terbit : 2022
- Nama Penulis : Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono
B. Isi Jurnal
Dalam pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik diperlukan kinerja yang seimbang yakni antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Terutama pada pembelajaran PPKN membutuhkan penerapan baik secara lisan maupun tulis. Pada pelajaran PPKn, guru mengalami kesulitan dalam memantau hasil belajar siswa karena memberikan evaluasi dengan menggunakan WhatsApp. Dengan penggunaan Google Form diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN di sekolah dasar. Dalam menggunakan aplikasi google form terdapat kelebihan serta kelemahan yang dialami. Berikut ini merupakan kelebihan dari google form:
- Distribusi secara online real-time
- Batas maksimal penggunaan data bisa 50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu
- Setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman (tidak rusak atau hilang)
- Menghemat penggunaan kertas
- Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pekerjaan siswa
- Meminimalis kejujuran siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
Selain memiliki kelebihan penggunaan Google Form juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika menggunakan HP. Sedangkan secara umum kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga jika paketan internet tidak ada maka tidak bisa terkoneksi.
Berdasarkan jurnal yang berjudul "Konsep dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKn di SD dan MI" yang disusun oleh Idatul Fitri. Pada jurnal ini untuk konsep dan prinsip penilaian PKn, pada hakikatnya penilaian merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya yang berbeda penekanannya , yaitu pada aspek afektif. Penilaian assessment dan penilaian/evaluation memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Sementara itu perbedaannya, penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal contohnya seperti guru menilai hasil belajar muridnya. Sedangkan penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luas dan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk menilai suatu program baik pada level terbatas maupun pada level yang luas.
Di dalam alat penilaian PKn SD/MI secara umum mempunyai prinsip-prinsip penilaian kelas seperti valid, mendidik, berorientasi pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka, berkesinambungan, menyeluruh, bermakna.
- Tes tertulis, dalam pelaksanaan bentuk tertulis siswa lebih tenang dan yakin, karena merasa tidak berhadapan atau tidak ditanya secara langsung oleh guru penguji yang bersangkutan.
- Tes perbuatan, penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan).
- Tes lisan, penilaian lisan digunakan untuk menilai hasil-hasil belajar dalam bentuk kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan.
- Penilaian non tes, terdapat teknik dan alat non tes meliputi observasi (catatan kejadian), kuesioner (angket atau daftar isian), wawancara/interview, daftar cek, skala pilihan, studi kasus, portofolio.
Model-Model Alat Penilaian PKn SD/MI
- Pengembangan alat penilaian kelas dalam PKn
- Model-model alat penilaian PKn SD/MI
- Model penilaian catatan anekdot
- Model penilaian daftar cocok
- Model penilaian skala bertingkat (numerical rating scale)
- Model penilaian sosiometri
- Model penilaian pedoman wawancara
- Model penilaian daftar naik buruk
- Model penilaian daftar tingkat urutan
Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut. Portofolio dalam fungsinya sebagai alat penilaian mempunyai kelebihan dan kelemahan, antara lain sebagai berikut :
1. Kelebihan :
- memungkinkan pendidik mengakses kemampuan peserta didik
- memungkinkan pendidik menilai keterampilan peserta didik
- mendorong kolaborasi antara peserta didik dengan pendidik
- memungkinkan pendidik mengintervensi proses
- mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual siswa
- menunjukan prestasi akademik dan memotret kompetensi siswa
2. Kelemahan :
- memerlukan waktu relative lama
- pendidik harus tekun, sabar dan terampil
- tidak ada kriteria yang standar
Terimakasih
Nama : Riska Dwi Ayu Triyana
NPM : 2013053097
Analisis jurnal 1 :
Jurnal berjudul “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar” penulis Michael Tamboch. Jurnal ini membahas mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar.
Guru dituntut agar tidak lagi menggunakan satu model pembelajaran saja. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed. Dari model ini guru diminta untuk membuat atau menerapkan suatu tema yang ada kemudian dikembangkan jaring-jaring mata pelajaran yang saling berhubungan. Proses pembelajaran harus dirancang untuk mencapai indikator yang diharapkan. Oleh karena itu sangat diperlukan penilaian agar diperoleh pemahaman secara utuh dan mendalam mengenai kemampuan murid dalam mencapai indikator tersebut.
Penilaian dapat berupa tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil, protofolio dan lain sebagainya. Namun, guru harus mampu menciptakan Penilaian yang berkualitas dan akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid. Penilaian yang baik yaitu, penilaian yang autentik dimana guru dapat membuat sendiri berbagai bentuk penilaian sesuai dengan Indikator dalam pembelajaran yang ingin dicapai. Rubrik penilaian yang dibuat harus terlampir mengenai keterampilan dan sikap.
Kesimpulan : Pada jurnal menyatakan Mata Pelajaran PKn di Kelas 5 pada bab 2 yang mempelajari tentang peraturan pusat dan daerah dapat diintegrasikan ke dalam pendekatan model pembelajaran terpadu webbed dan kegiatan Student Led Conference(SLC). Karena, selain menambah kemampuan siswa dalam berbicara dan presentasi, kegiatan ini juga dapat dijadikan oleh guru pengambilan nilai dalam portofolio yang disiapkan murid untuk kegiatan SLC tersebut.
Kelebihan dan kekurangan : Jurnal ini dilengkapi dengan daftar referensi yang jelas dan penulisan kata asing pada isi jurnal juga sudah benar. Namun, pada bagian abstrak jurnal seharusnya menggunakan format penulisan miring karena menggunakan kata asing.
Analisis Jurnal 2 :
Jurnal berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Ppkn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II” penulis Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono. Jurnal ini membahas mengenai penelitian pengembangan instrument penilaian hasil belajar berbasis Google Form pada Materi Pancasila siswa kelas IV di SDN Komplek Kenjeran II Surabaya.
Dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki kelebihan, yaitu:
1. Distribusi dan tabulasi online real-time
2. Real time collaboration
3. Setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman
4. Menghemat penggunaan kertas
5. Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa
6. Meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
Dan terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan II dalam penelitian.
Kelebihan dan kekurangan : Pada jurnal sudah lengkap dengan penjelasan yang jelas. Namun, terdapat pemilihan kata yang kurang mudah untuk dipahami.
Analisis Jurnal 3 :
Jurnal berjudul “Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran Pkn Di SD Dan MI” penulis Idatul Fitri. Jurnal ini membahas mengenai konsep dan prinsip PKN di SD/MI. Penilaian berupa assessment dan evaluation.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu :
1. Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai).
2. Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran).
3. Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes).
4. Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Penilaian pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. secara umum prinsip-prinsip penialaian kelas adalah sebagai berikut : 1) valid, 2) Mendidik, 3) Berorientasi pada kompetensi, 4) Adil dan objektif, 5) Terbuka, 6) Berkesinambungan, 7) Menyeluruh dan 8) Bermakna.
Bentuk penilaian adalah sebagai berikut :
1. Tes Tertulis
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Model-model Penilaian PKn SD/MI :
1. Model Penilaian Catatan Anekdot
2. Model Penilaian Daftar Cocok
3. Model Penilaian Skala Bertingkat (Numerical Rating Scale)
4. Model Penilaian Sosiometri
5. Model Penilaian Pedoman Wawancara (Interviu)
6. Model Penilaian Daftar Baik Buruk
7. Model Penilaian Daftar Tingkat Urutan
Kelebihan dan kekurangan : Isi jurnal sudah lumayan lengkap dengan pembahasan yang luas. Namun, banyak pembahasan yang tidak dijelaskan dengan rinci sehingga pembaca bingung isi dari jurnal tersebut. Penulis juga harus memperhatikan penulisan kata asing yang belum ditulis secara benar.
Terima kasih.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Mutiara Cinta Amanda
NPM : 2013053017
Pada makalah yang berjudul variasi penilaian dan model pembelajaran PKn di sekolah dasar yang disusun oleh Michael Tamboch, menjelaskan bahwa dalam model pembelajaran itu terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka dibuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran hingga metode penilaian. Setiap pembelajaran yang ada sebaiknya dirancang untuk mencapai seluruh indikator yang diharapkan. Untuk itu, maka diperlukan suatu metode yang dinamakan penilaian agar diperoleh pemahaman secara utuh dan mendalam mengenai kemampuan murid dalam mencapai indikator tersebut. Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid.
Penilaian adalah hal penting yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta didik dalam belajar dan mengembangkan materi. Guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa, yang dimana penilaian tersebut dijadikan sebagai suatu tolak ukur keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik dan mengetahui kemampuan peserta didik dalam menyerap materi dengan baik. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran. Bentuk penilaian dapat bervariasi tidak hanya tes tertulis dengan format pilihan ganda, isian dan esai saja. Contohnya bila hendak mengukur sikap, tentunya dapat menggunakan format checklis tabel, lembar pantau sikap ataupun penilaian sikap oleh teman sejawat. Hal ini dilakukan karena akan sangat sulit bila melakukan penilaian sikap dengan satu bentuk tes tertulis saja. Jadi, terdapat banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah,salah satunya ialah penilaian dengan proyek dan portofolio dalam kegiatan SLC. Namun tentunya dilakukan dengan memperhatikan perubahan yang sesuai dengan kesiapan sarana prasarana dan kultur budaya setempat.
Kelebihan : Materi yang dijelaskan sudah cukup jelas dan dapat dipahami oleh pembaca.
Kekurangan : Terdapat penggunaan tanda baca yang kurang tepat seperti kata hubung pada salah satu kata, yaitu pe-nilaian.
Pada jurnal yang berjudul Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II oleh Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono, menjelaskan bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 membawa perubahan yang luar biasa dalam berbagai hal khususnya dalam bidang pendidikan. Dimana dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Maka dari itu, agar pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik diperlukan kinerja yang seimbang yakni antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Untuk menindaklanjuti hal tersebut pemerintah daerah beserta jajarannya berkoordinasi dengan stake holder pendidikan dalam melaksanakan kebijakan pemerintah yaitu melaksanakan pembelajaran secara daring. Seluruh sekolah di Indonesia melaksanakan pendidikan secara model daring. Begitu juga dengan SDN Komplek Kenjeran II Surabaya. Pembelajaran pada awalnya dilakukan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Tetapi pada pelajaran PPKn, guru mengalami kesulitan dalam memantau hasil belajar peserta didik karena memberikan evaluasi dengan menggunakan WhatsApp. Maka dari itu, dilakukan penggunaan Google Form dalam kegiatan pembelajaran yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN pada peserta didik kelas IV SDN Komplek Kenjeran II. Aplikasi google form ini sangat ekonomis, selain biaya aplikasinya rendah atau ringan juga lebih praktis. Namun walaupun biayanya rendah tetapi masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mengakses aplikasi tersebut. Selain kekurangan tersebut, aplikasi google form ini memiliki kelebihan yaitu distribusi dan tabulasi online real time, real time collaboration, setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman, dapat menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan, menghemat penggunaan kertas, dan dapat memantau atau meminimalisasi tingkat ketidak jujuran peserta didik dalam pengerjaan soal karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali. Namun, hendaknya guru memadukan penggunaan aplikasi google form dengan aplikasi lainnya misalnya google meet, youtube, WhatsApp, dan lain-lain, serta selalu melibatkan peserta didik supaya peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Kelebihan : Penjelasan materi sudah cukup rinci dan disertai dengan data yang mendukung.
Kekurangan : Terdapat penulisan yang kurang rapi.
Pada makalah yang berjudul Konsep dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI yang disusun oleh Idatul Fitri, menjelaskan tentang konsep dan prinsip penilaian PKn SD/MI, berbagai alat penilaian dalam PKn SD/MI, model-model alat penilaian PKn SD/MI, dan penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI berbasis portofolio. Penilaian adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi peserta didik, guru, program pendidikan dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan peserta didik dan ketepatan keputusan tentang gambaran peserta didik dan efektivitas program. Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya saja yang berbeda terdapat pada penekanannya , yaitu pada aspek afektif. Dalam penilaian terdapat empat unsur pokok, yaitu objek yang akan dinilai (menentukan objek yang akan dinilai), kriteria sebagai tolak ukur (membuat atau menentukan kriteria ukuran), data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non tes), dan pertimbangan keputusan (membuat keputusan atau judgment). Adapun tujuan dari penilaian yaitu memberikan informasi tentang kemajuan hasil belajar peserta didik secara individual, membina kegiatan belajar lebih lanjut, mengetahui tingkat kemampuan peserta didik, menetapkan tingkat kesulitan/kemudahan untuk melaksanakan kegiatan remedial, pendalaman atau pengayaan, motivasi belajar peserta didik, semua aspek kemajuan setiap peserta didik, dan sebagai bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya.
Dalam penilaian kelas terdapat prinsip-prinsip yaitu valid, mendidik, berorientasi pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka, berkesinambungan, menyeluruh, dan bermakna. Adapun alat penilaian dalam PKn SD/MI yaitu berupa tes tertulis, tes perbuatan (performance treat), tes lisan, dan penilaian non tes yang dapat berupa observasi, kuisioner, portofolio dan lain sebagainya. Adapun langkah-langkah dalam pengembangan alat penialain kelas, yaitu menyusun spesifikasi tes (menentukan KD dan menyusun kisi-kisi tes), menulis soal tes, menelaah soal tes, melakukan uji coba tes, menganalisis butir soal, dan memperbaiki soal tes, merakit soal, melaksanakan tes, dan menganalisis hasil tes. Dalam hal ini terdapat model penilaian, yaitu penilaian tes berupa bentuk soal pilihan ganda, bentuk hubungan antarhal, dan entuk soal pilihan ganda kompleks . Sedangkan model penilaian non tes berupa model penialaian perbuatan (terdiri dari nomor, nama siswa, aspek yang dinilai meliputi persiapan, pelaksanaan dan hasil, jumlah skor dan rata-rata skor), model penilaian skala sikap (terdiri dari nomor, pernyataan , pilihan jawaban : sangat setuju ,tidak setuju, netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju), dan model penilaian daftar cek (terdiri dari nomor, pernyataan, kolom ya dan tidak). Portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang peserta didik (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik peserta tersebut. Penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI berbasis portofolio berfungsi sebagai alat penilaian yang mempunyai karakteristik multisumber (dari berbagai sumber), authentic (benar-benar disusun oleh peserta didik), dinamis, eksplisit (kejelasan), integrasi (terintegrasi antar kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan), kepemilikan, dan beragam tujuan. Selain itu penilaian portofolio ini mempunyai kelebihan dan kelemahan diantaranya yaitu sebagai berikut:
- Kelebihan :
a. Memungkinkan pendidik mengakses kemampuan peserta didik.
b. Memungkinkan pendidik menilai keterampilan peserta didik
c. Mendorong kolaborasi antara peserta didik dengan pendidik
d. Memungkinkan pendidik mengintervensi proses
e. Mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual.
- Kelemahan :
a. Memerlukan waktu relatif lama.
b. Pendidik harus tekun, sabar dan terampil.
c. Tidak ada kriteria yang standar.
Adapun koleksi data dalam penialaian portofolio antara lain adalah pengumpulan data oleh peserta didik yang meliputi learning log ( jurnal/catatan pribadi dan lain-lain), pemetaan konsep, bermain peran, self assessment. dan pengumpulan data oleh pendidik yang meliputi anecdotal notes, pemberian skor peta konsep, dan feedback. Jika pada penilaian tes hanya menilai peserta didik berdasarkan sejumlah tugas yang terbatas dan yang menilai hanya guru. Sedangkan dalam penilaian portofolio menilai peserta didik berdasarkan seluruh tugas dan hasil kerja yang berkaitan dengan kinerja yang dinilai dan peserta didik juga turut serta dalam menilai kemajuan yang dicapai.
Kelebihan : Penjelasan materi sudah cukup lengkap dan di dukung dengan pendapat ahli.
Kekurangan : Terdapat penulisan yang kurang rapi, seperti spasi setiap awal paragraf dan terdapat penulisan kata yang kurang tepat, seperti kata daftra yang seharusnya ditulis daftar.
Terima kasih
Nama : Anggini Mareta
NPM : 2013053046
Analisis Materi 1
Jurnal makalah ini berjudul “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar” ini ditulis oleh Michael Tamboch. Pembahasan didahului dengan perlunya model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn.
Makalah ini membahas masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Pemerintah dalam Kurikulum 2013 mengharapkan pembelajaran saintifik dalam berbagai bidang, terutama di sekolah dasar. Sertabentuk penilaian yang tidak selalu tertulis, namun dengan berbagai model seperti proyek,wawancara , maupun portofolio. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) ini sendiri merupakan salah satu mata pelajaran yang membahas mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga banyak murid yang menganggap pembelajaran tersebut hanya berupa hafalan saja. Padahal tuntutan pembelajaran PKn juga harus dapat melatih keterampilan dan sikap yang baik sebagai warga negara Indonesia. Saat ini di Sekolah Dasar sudah diterapkan mengenai kurikulum 2013, dimana setiap pelajaran yang ada diintegrasikan dalam sebuah tema. Hal ini, membuat pembelajaran PKn tidak lagi berdiri sendiri, namun ikut diajarkan dengan mata pelajaran lainnya dengan pendekatantransdisiplin maupun interdisiplin. Penulis mencoba memberikan suatu model pembelajaran yangmenarik mengenai PKn yakni dengan pola webbed dengan penilaian yang autentik seperti proyekdan portofolio dalan kegiatan Student Led Conference (SLC) sehingga dapat mendorong minatmurid mempelajari PKn.
Penulis menyampaikan bahwa Guru sebagai perancang pembelajaran di kelas, sebaiknya terus mau belajar berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang terbaik terutama dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat SD, salah satunya yakni model webbed. Banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah,salah satunya ialah penilaian dengan proyek dan portofolio dalam keguiatan SLC. Namun tentunya dengan perubahan yang sesuai dengan kesiapan sarana prasarana dan kultur budaya setempat.
Jurnal makalah ini memiliki kelebihan yaitu sumber yang digunakan oleh penulis adalah sumber yang terbaru, selain itu penulisan dari jurnal ini sistematis dan informatif. Namun makalah ini masih memiliki kekurangan yaitu, ada beberapa kalimat atau kata yang menggunakan bahasa asing dan tidak di beri terjemahan contohnya pada kalimat Student Led Conference sehingga ini menyulitkan pembaca mengerti maksud dari kalimat atau kata tersebut.
Analisis Materi 2
Jurnal yang ditulis oleh Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono dengan judul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II”. Jurnal JPGSD ini merupakan jurnal volume 10, nomor 1, terbit pada tahun 2022, halaman 134-146.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon guru terhadap instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar. Peneliti menggunakan jenis penelitian pengembangan R & D (Research and Development). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklusnya dilakukan dalam 1 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan untuk megumpulkan data penelitian menggunakan wawancara dan angket.
Dalam pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik diperlukan kinerja yang seimbang yakni antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Terutama pada pembelajaran PPKN membutuhkan penerapan baik secara lisan maupun tulis. Pada pelajaran PPKn, guru mengalami kesulitan dalam memantau hasil belajar siswa karena memberikan evaluasi dengan menggunakan WhatsApp. Dengan penggunaan Google Form diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN di sekolah dasar. Dalam menggunakan aplikasi google form terdapat kelebihan serta kelemahan yang dialami. Berikut ini merupakan kelebihan dari google form:
Distribusi secara online real-time
Batas maksimal penggunaan data bisa 50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu
Setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman (tidak rusak atau hilang)
Menghemat penggunaan kertas
Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pekerjaan siswa
Meminimalis kejujuran siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
Jurnal ini memiliki kelebihan yaitu dalam jurnal penelitian ini keseluruhannya telah dilakukan hasil uji dan penelitian sehingga hasil belajar yang diharapkan akurat dan telah tervalidasi sehingga dapat menjadi acuan bagi pembaca untuk menerapkan instrumen penilaian hasil belajar PPKn menggunakan Google form. Kekurangan: dalam penulisan jurnal terdapat beberapa kalimat yang tidak tersusun rapih paragrafnya dan terdapat beberapa kata asing yang tidak ditulis miring (italic).
Analisis Materi 3
Materi dengan judul “Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian dalam Pembelajaran PKn di SD dan MI” ditulis oleh Idatul Fitri. Materi yang disuguhkan membahas beberapa hal, antara lain:
Jurnal ini membahas Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKn Di SD Dan MI, yang mana diketahui bahwa dalam penilaian terdapat empat unsur pokok, yaitu
Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Macam-Macam penilaian, sebagai berikut :
- Tes tertulis
- Tes perbuatan
- Tes lisan
Model-Model alat penilaian PKn SD/MI, antara lain :
- Bentuk soal pilihan ganda
- Bentuk hubungan antarhal
- Bentuk soal pilihan ganda kompleks
- Model penilaian catatan anekdot
- Model penilaian daftar cocok
- Model penilaian skala bertingkat
- Model penilaian sosiometri
- Model penilaian pedoman wawancara
- Model penilaian daftar baik buruk
- Model penilaian daftar tingkat urutan
Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio, yaitu : portofolio adalah hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Kelebihan portofolio :
- Memungkinkan pendidik mengakses kemampuan peserta didik
- Memungkinkan pendidik menilai keterampilan peserta didik
- Mendorong kolaborasi antara peserta didik dengan pendidik
- Memungkinkan pendidik mengintervensi proses
- Mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual siswa
- Menunjukan prestasi akademik dan memotret kompetensi siswa
- memerlukan waktu relative lama
- pendidik harus tekun, sabar dan terampil
- tidak ada kriteria yang standar
Kelebihan dari jurnal ini memuat informasi yang sangat lengkap sehingga pembaca akan memahami dengan baik isi yang ada dalam materinya. Namun jurnal ini masih memiliki kekurangan yaitu penggunaan huruf kapital serta garis rata pada paragraf yang masih berantakan sehingga penulis diharapkan menggunakan rata kanan kiri agar telihat lebih rapi.
Terima Kasih.
Nama : Divana Oriza Sativa
NPM: 2013053128
izin menjawab,
Analisis 1
Judul jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
Hasil Analisis :
Pada makalah pertama membahas mengenai masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. PKn dapat dijadikan wadah pemersatu bangsa Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan suku, ras dan agama. Pendidikan karakter selain dikembangakan dalam pelajaran agama, juga dalam pelajaran PKn. Untuk itu diperlukan model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn ini. Model pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik yaitu holistik, bermakna, otentik dan aktif. Salah satu model yang cukup banyak digunakan adalah model Webbed. model Webbed (jarring laba-laba) yaitu model pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecenderungan dapat disampaikan dalam beberapa mata pelajaran. Untuk penilaian dapat menggunakan projek maupun portofolio agar lebih menarik bagi murid. Selain itu, materi yang dibahas dalam makalah ini yaitu pengembangan perangkat penilaian hasil belajar dalam pembelajaran tematik integratif menunjukkan pada tahap design, produk perangkat pe-nilaian di SD perlu disesuaikan dengan materi belajar atau KD. Penilaian yang baik tentunya yang dapat mengakomodir keseluruhan indikator pembelajaran yang merupakan turunan dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang ada.
Kelebihan : bahasa yang digunakan dalam jurnal mudah dipahami serta sudah mencantumkan bodynote dalam kalimat kalimat yang dikutip.
Kekurangan : identitas jurnal kurang lengkap serta terdapat beberapa kata asing yang tidak dimiringkan. Selain itu juga terdapat beberapa kata yang tidak di spasi.
Analisis 2
Judul jurnal : PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono
Nama Jurnal : JPGSD
Volume : 10
Nomor : 1
Tahun Terbit : 2022
Jumlah Halaman : 134-146
Hasil Analisis :
Jurnal ini membahas mengenai pengembangan instrumen penilaian hasil belajar
ppkn yang berbasis google form. Penelitian pada jurnal tersebut dilakukan di krlas IV SDN Komplek Kenjeran II. Tujuan dalam penelitian ini untuk menjawab rumusan masalah diatas: (1) Mendeskripsikan cara mengembangkan instrument penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II Surabaya; (2) Untuk mengetahui tingkat kelayakan instrument penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II Surabaya; (3) Untuk memperoleh data tentang respon guru dan siswa terhadap instrument penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R&D (Research. and. Development). Adapun produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis google form. Instrument tersebut terdiri dari kisi-kisi instrument aspek pengetahuan, soal tes berbentuk pilihan ganda, kunci jawaban, dan pedoman penskoran. Selain itu, prosedur yang dipakai menggunakan Model. 4- D. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklusnya dilakukan dalam 1 kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sedangkan untuk megumpulkan data penelitian menggunakan wawancara dan angket. Berdasarkan hasil penelitian aktivitas guru pada siklus I diperoleh hasil sebesar 87,5% dan pada siklus II memperoleh 93,8%. Sedangkan pada aktivitas siswa di siklus I hasil yang diperleh sebesar 70% dan pada siklus II sebesar 95%. Berdasarkan hasil tes siswa diperoleh persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I sebesar 52,4% dan persentase pada siklus II sebesar 85,7%. Dari hasil perolehan persentase pembelajaran PPKn secara DARING melalui aplikasi Google Form dapat disimpulkan bahwa hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN Konplek Kenjeran II/506 Surabaya dapat meningkat.
Kelebihan : Identitas Jurnal sudah lengkap serta hasil penelitian dibuktikan dengan data yang terlampir baik kualitatif maupun kuantitatif
Kekurangan : Terdapat beberapa penulisan kata yang masih salah (typo) serta tanda baca yang tidak sesuai.
Analisis 3
Judul jurnal : KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI
Penulis : Idatul Fitri
Hasil Analisis :
Jurnal ini membahas Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKn Di SD Dan MI. Dimana penilaian assessment dan Penialaian/evaluation memiliki persamaan dan perbedaan. Selain itu, dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu :
1. Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
2.Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
3. Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
4. Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Penilaian juga terbagi menjadi beberapa jenis:
1. Tes Tertulis
Ujian tertulis dapat digunakan soal-soal berbentuk esai, objektif, atau gabungan keduanya.
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
Adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan).Alat yang digunakan adalah lembar pengamatan.
3. Tes Lisan
Dalam tes ini biasanya lebih merujur pada kegiatan wawancara
4. Penilaian Non Tes
Model Model Alat Penilaian PKN SD/MI diantaranya
1. Pengembangan alat penilaian kelas dalam pkn
2. Model model alata penilaian PKN SD/MI
3. Model penialaian catatan anekdot
4. Model penilaian daftar cocok
5. Model penilaian skala bertingkat
6. Model penilaian sosiometri
7. Model penilaian pedoman wawancara
8. Model penilaian daftar baik buruk
9. Model penilaian daftar tingkat urutan
Kelebihan : Jurnal sudah cukup lengkap dan materi yang dibahas sesuai dengan judul
Kekurangan : Identitas jurnal tidak lengkap serta terdapat penggunaan tanda baca yang masih salah.
NPM : 2013053089
Analisis Materi 1
judul jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
penulis : Michael Tamboch
Isi Jurnal
Pada jurnal 1 ini membahas tentang masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Pendidikan karakter selain dikembangakan dalam pelajaran agama, juga dalam pelajaran PKn. Untuk itu diperlukan model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn ini. Model yang digunakan adalah model pembelajaran yang menarik mengenai PKn yakni dengan pola webbed dengan penilaian yang autentik seperti proyek dan portofolio dalam kegiatan Student Led Conference (SLC) sehingga dapat mendorong minat murid mempelajari PKn. model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid. Untuk menghasilkan informasi yang reliable dan valid perlu ada bukti pendukung yang meyakinkan bahwa penilaian yang menghasilkan informasi tersebut memang berkualitas tinggi Bentuk penilaian pun dapat bervariasi tidak hanya tes tertulis dengan format pilihan ganda, isian dan esai. Untuk keterampilan dapat menggunakan penilaian kinerja, proyek dan portofolio. Dari berbagai proyek yang sudah dikerjakan tersebut dapat murid presentasikan dalam satu acara yakni kegiatan Student Led Conference(SLC). Kegiatan ini dilakukan satu kali dalam satu tahun ajaran. Dalam kegiatan ini, murid akan merekap berbagai bentuk penilaian yang dipilih dan sudah direfleksikan kemudian akan dipresentasikan kepada orangtua.
Kesimpulan :
Berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang terbaik terutama dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan ditingkat SD, salah satunya yakni model webbed. Banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah,salah satunya ialah penilaian dengan proyek dan portofolio dalam keguiatan SLC.
Analisis Materi 2
judul jurnal : PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
penulis : Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono
isi jurnal
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon guru terhadap instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar. Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang luar biasa dalam bidang pendidikan. Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Agar pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik diperlukan kinerja yang seimbang yakni antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pada pelajaran PPKn, guru mengalami kesulitan dalam memantau hasil belajar siswa karena memberikan evaluasi dengan menggunakan WhatsApp. Dengan penggunaan Google Form diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II. Penilaian berbasis Google Form sangat mudah karena dalam pengerjaannya hanya membutuhkan jaringan internet yang dapat diisi dimanapun dan kapanpun, Penilaian berbasis Google Form sangat ekonomis tidak menggunakan banyak kertas serta tidak menyita banyak waktu.
Analisis Materi 3
judul jurnal : KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI
penulis : Idatul Fitri
Isi Jurnal
Jurnal ke 3 ini membahas mengenai konsep dan prinsip penilaian PKn SD/MI yang mana Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hokum, pendidikan politik dan kewarganegaraan. Penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luasdan biasanya dilaksanakan secara eksternal. Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya yang berbeda penekanannya , yaitu pada aspek afektif.
Sebagaimana penilaian pada umumnya, secara umum prinsip-prinsip penialaian kelas adalah sebagai berikut :valid, mendidik, berorientasi pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka, berkesinambungan menyeluruh dan bermakna. adapun betuk-bentuk penilaian yaitu :
1. tes tertulis
2. Tes Perbuatan (Perfomance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
jurnal ini juga membahas mengenai model-model Alat Penilaian PKN di SD. membahas mengenai bagaimana langkah-langkah pengembangan alat penilaian kelas dalam PKn, kemudian model-model alat penilaian PKn, model penilaian catatan anekdot, model penilaian daftar cocok, model penilaian skala bertingkat, model penilaian sosiometri, model penilaian pedoman wawancara, model penilaian daftar baik buruk, model penilaian daftar tingkat urutan.
jurnal ini juga membahas mengenai Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio. portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Nama : Fara Nalya Hadhaini
NPM : 2013053148
Analisis jurnal 1
Judul jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis jurnal : Michael Tamboch
Belajar merupakan suatu aktivitas
yang dapat dilakukan secara psikologis
maupun secara fisiologis.Model pembalajaran yang tepat
akan mempengaruhi belajar siswa. Guru
biasa mengajar dengan metode ceramah
saja akan membuat siswa menjadi bosan,
mengantuk, pasif dan hanya mencatat sajaDalam model pembelajaran itu
terdapat berbagai hal yang harus
dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka
dibuat RPP (Rancangan Program
Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti
(KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator,
kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran
hingga metode penilaian. Setiap
pembelajaran yang ada sebaiknya
dirancang untuk mencapai seluruh
indikator yang diharapkan. Untuk dapat
melihat hal ini diperlukan suatu metode
yang dinamakan penilaian agar diperoleh
pemahaman secara utuh dan mendalam
mengenai kemampuan murid dalam
mencapai indikator tersebut.
Kelebihan : materi dijabarkan secara rinci
Kekurangan : terdapat kata penulisan bahasa asing yang tidak dicetak miring
Analisis materi 2
Judul jurnal : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
Penulis jurnal : Lovely Galih Pertiwi , Vicky Dwi Wicaksono
pelaksanaan pembelajaran di era pademi saat ini, maka
pemerintah mengambil kebijakan dengan tetap
melaksanakan pembelajaran tetapi tidak secara
langsung (tatap muka). Pembelajaran dilakukan secara
jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING).Agar pembelajaran secara daring dapat terlaksana
dengan baik diperlukan kinerja yang seimbang yakni
antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut pemerintah daerah
beserta jajarannya berkoordinasi dengan stage holder
pendidikan melaksanakan kebijakan pemerintah yaitu
melaksanakan pembelajaran secara model daring.
Seluruh sekolah di Indonesia melaksanakan
pendidikan secara model daringhasil belajar siswa dapat
meningkat dengan pembelajaran menggunakan apikasi
google form. Selain hasil penelitian di atas pemilihan
Google Form juga didasarkan pada kelebihan yang
ada. Adapun kelebih tersebut adalah distribusi secara
online real-time; batas maksimal penggunaan data bisa
50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu; setiap
perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman
(tidak rusak atau hilang); Menghemat penggunaan
kertas; Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan
analisis hasil pekerjaan siswa; Meminimalis kejujuran
siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
Selain memiliki kelebihan penggunaan Google Form
juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun
dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah
pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih
mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan
laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika
menggunakan HP. Sedangkan secara umum
kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah
penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet,
sehingga jika paketan internet tidak ada maka tidak
bisa terkoneksi.
Kelebihan : materi dituliskan secara rinci
Analisis jurnal 3
Judul jurnal : Konsep dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI
Penulis jurnal : Idatul Fitri
Penilaian assessmentdan Penialaian/evaluation memiliki persamaan dan
perbedaan.Persmaananya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan
nilai sesuatu.Perbedaan, Penialain (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan
biasanya dilaksanakan secara internal contohnya seperti guru menilai hasil belajar muridnya.
Sedangkan Penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luasdan biasanya
dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk menilai suatu programbaik
pada level terbatas maupun pada level yang luas.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu
(1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
(4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Alat penilaian
1. Tes tertulis
2. Tes perbuatan
3. Tes lisan
4. Penilaian non tes
Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI
A. PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KELAS DALAM PKn
Langkah-langkah pengembangan alat penialain kelas, meliputi :
- menyusun spesifikasi tes (menentukan KD dan menyusun kisi-kisi tes)
- menulis soal tes
- menelaah soal tes
- melakukan uji coba tes
- menganalisis butir soal
- memperbaiki soal tes
- merakit soal
- melaksanakan tes
- menganalisis hasil tes
B. MODEL-MODEL ALAT PENIALAIAN PKn SD/MI
a) Bentuk soal pilihan ganda
b) Bentuk hubungan antarhal
c) Bentuk soal pilihan ganda kompleks
Kelebihan : materi dijabarkan dengan sangat jelas dan mudah dipahami
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Nita Yuansari
NPM : 2013053082
Izin menjawab
Analisis Materi 1
Belajar merupakan suatu aktivitas yang dapat dilakukan secara psikologis maupun secara fisiologis. Psikologis berarti proses mental seperti berfikir sedangkan fisiologis berarti aktivitas yang merupakan proses penerapan atau eskperimen membuat karya [4](Rusman 2015:13). Untuk menunjang kemampuan fisiologis tersebut diperlukan media yang dapat memudahkan murid dalam mengerjakan dan melakukan berbagai aktivitas motorik. Media yang digunakan pun tidak lagi hanya bersifat seadanya seperti penggunaan kertas, spidol dll namun juga media elektronik seperti laptop, infocus, internet dan lain sebagainya. Model pembalajaran yang tepat akan mempengaruhi belajar siswa. Guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja akan membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja [7](Slameto, 2013:65). Bila guru hanya menggunakan satu model pembelajaran dan satu model penilaian, maka kasus tersebut bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi pada murid di sekolah yang kita ajar.
Analisis Materi 2
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan, kelayakan dan respon guru terhadap alat berbasis Google Forms untuk menilai hasil belajar PKn pada materi Pancasila siswa kelas IV SD. Peneliti menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus dilakukan dalam satu kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Secara bersamaan mengumpulkan data penelitian melalui wawancara dan kuesioner. Agar pembelajaran online berfungsi dengan baik, harus ada operasi yang seimbang antara otoritas negara bagian dan lokal. Pembelajaran PPKN khususnya membutuhkan penerapan baik lisan maupun tulisan. Di kelas PKn, guru berjuang untuk memantau hasil belajar siswa karena mereka meninggalkan penilaian di WhatsApp. Penggunaan Google form bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN di sekolah dasar. Ada pro dan kontra untuk menggunakan Formulir Google. Di bawah ini adalah manfaat Google Formulir:
Distribusi online secara real time.
Sama di SDN Komplek Kenjeran II Surabaya. Pembelajaran awalnya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Namun di kelas PPKn, guru kesulitan memantau hasil belajar siswa karena menitipkan penilaian di WhatsApp. Oleh karena itu, Google Form digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya pembelajaran PPKN siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II. Aplikasi Google Forms ini sangat ekonomis, selain biaya pencarian yang murah atau ringan, juga lebih nyaman. Meski biayanya rendah, banyak siswa yang masih kesulitan menggunakan aplikasi tersebut. Selain kekurangan tersebut, Google Forms memiliki distribusi dan spreadsheet online real-time, kolaborasi real-time, setiap perubahan disimpan secara otomatis dan aman, dapat menghemat waktu untuk mendapatkan data dan menganalisis hasil kerja, menghemat konsumsi kertas dan mengontrol atau meminimalkannya . ketidakjujuran siswa dalam menghadapi soal karena mereka dapat diberikan tugas hanya sekali. Namun, sebaiknya guru menggabungkan penggunaan Google Forms dengan aplikasi lain seperti Google Meet, YouTube, WhatsApp dan lainnya serta selalu melibatkan siswa agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Analisis 3
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hokum, pendidikan politik dan kewarganegaraan.Kemudian dalam perkembangannya menjadi bidang studi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang lebih menekankan pada penanaman nilai-nilai moral pancasila yang selama ini dikenal lewat Pedoman Penghayatan dan Pengamatan Pancasila (P4) dan BP7.Kemudian PMP berubah lagi menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), kemudian PPKn berubah lagi menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penilaian pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan terhadap kebrhasilan anak didik , apakah anak didik dinyatakan berhasil atau gagal dalam menguasai suatu keterampilan tertentu.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu
(1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
(4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
terima kasih
Nama : Rita Septiana
NPM : 2013053048
Izin mengumpulkan hasil analisis materi 1,2,dan 3 Ibuk.
* ANALISIS MATERI 1
A. IDENTITAS JURNAL
• Judul Jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
• Nama Penulis : Michael Tamboch
B. PEMBAHASAN JURNAL
Jurnal pertama ini membahas terkait variasi penilaian dan model pembelajaran PKn SD. Pada bahasan awal, penulis menjelaskan bahwa penggunaan model pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi belajar siswa. Apabila guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja maka akan membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Namun apabila guru hanya menggunakan satu model pembelajaran dan satu model penilaian, maka kasus tersebut bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi pada murid di sekolah yang kita ajar. Adapun salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Namun, dalam penerapan model pembelajaran tersebut terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka dibuat RPP (Rancangan Program Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran hingga metode penilaian.
Sedangkan penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Dengan melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh karena itu guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa. Penilaian ini juga harus dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran. Jadi guru sebagai perancang pembelajaran di kelas, sebaiknya terus-menerus belajar berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang terbaik terutama dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan ditingkat SD. Banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah,salah satunya ialah penilaian dengan proyek dan portofolio dalam kegiatan SLC. Namun tentunya dengan perubahan yang sesuai dengan kesiapan sarana prasarana dan kultur budaya setempat.
C. KELEBIHAN dan KEKURANGAN
• Kelebihan : abstrak ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris dan terjemahan bahasa Indonesia. Penulisan kalimat atau kata asing yang tepat (sesuai KBBI) sebab dibuat miring pada kalimat/kata asing, selain itu penulis juga banyak mengutip pendapat para ahli sehingga dapat menguatkan materi yang disampaikan.
• Kekurangan : Terdapat kata yang disingkat, seperti (B.Indo) seharusnya dituliskan menjadi Bahasa Indonesia, kemudian terdapat pula paragraf yang kurang dari 3-5 kalimat.
* ANALISIS MATERI 2
A. IDENTITAS JURNAL
• Nama Jurnal : Jurnal PGSD
• Volume : 10
• Nomor : 1
• Halaman : 134-146
• Tahun Penerbit : 2022
• Judul Jurnal : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
• Nama Penulis : Lovely Galih Pertiwi
B. PEMBAHASAN JURNAL
Jurnal kedua ini membahas terkait penggunaan Google form sebagai instrumen penilaian PKn di SD.
Kegiatan perencanaan yang penulis teliti dimulai dengan beberapa kegiatan, diantaranya: 1) merancang rancangan kegiatan pembelajaran yang berisi apa saja yang akan dilakukan saat pembelajaran mulai dari salam pembuka hingga penutup, serta menentukan KI dan KD; 2) merancang prosedur pembelajaran secara DARING dengan menggunakan aplikasi google form;3) merancang alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur kegiatan serta tingkat keberhasilan guru dan siswa. Alat ukurnya berupa lembar observasi dan lembar evaluasi penilaian; 4) membuat pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam lembar observasi untuk mengobservasi kegiatan guru dan siswa secara mandiri. Penskorannya disesuaikan dengan format instrument yang telah dibuat oleh peneliti.
Instrumen hasil belajar yang dirancang oleh guru yakni menggunakan google form sebagai tolak ukur mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II terkait materi Pancasila. Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time; Real time collaboration; setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman; menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
Hasil validasi instrument penilaian hasil belajar mendapatkan persentase yang tinggi, diantaranya dari ahli evaluasi dengan total skor yang diperoleh 65 dari 18 kategori penilaian kemudian dikonversikan ke persentase menjadi 90%. Sedangkan, ahli. media total skor sebesar 20 dari 5 aspek dikonversikan menjadi 100%. Hal ini menyatakan bahwa instrument penilaian hasil belajar PPKn ini termasuk dalam kriteria valid untuk dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
C. KELEBIHAN dan KEKURANGAN
• Kelebihan :penulis menampilkan gambar berupa soal gform yang di buatnya, kemudian penulisan abstrak juga menggunakan bahasa Inggris dan terjemahan bahasa Indonesia. Selain itu materi juga dijabarkan secara terperinci dan penggunaan bahasa asing dicetak miring.
• Kekurangan : terdapat paragraf yang kurang dari 3-5 kalimat, kemudian terdapat pula daftar rujukan yang bersumber dari web atau blog, seharusnya penulis mencari sumber yang lebih terperinci dan akurat seperti jurnal atau buku.
* ANALISIS MATERI 3
A. IDENTITAS JURNAL
• Judul Jurnal : Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI
• Nama Penulis : Idatul Fitri
B. PEMBAHASAN JURNAL
Jurnal ketiga ini membahas 4 materi pokok, diantaranya yaitu : Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI, Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi, Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI, dan Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio.
• Materi pertama yakni terkait Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI.
Berdasarkan konsepnya, pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hukum, pendidikan politik dan kewarganegaraan. Sedangkan penilaian pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan terhadap keberhasilan anak didik , apakah anak didik dinyatakan berhasil atau gagal dalam menguasai suatu keterampilan tertentu.
Terdapat empat unsur pokok dalam penilaian, yaitu : (1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai), (2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran), (3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes, dan (4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment).
Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya yang berbeda penekanannya , yaitu pada aspek afektif .
• Materi pembahasan kedua yaitu Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi.
Sebagaimana penilaian pada umumnya, secara umum prinsip-prinsip penialaian kelas adalah : Valid, mendidik,berorientasi pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka,berkesinambungan, menyeluruh, dan bermakna. Alat penilaian dalam PKn SD/Mi terbagi atas tes tertulis, tes perbuatan (performance treat), tes lisan dan penilaian non tes.
a. Tes Tertulis. Dalam pelaksanaan bentuk tertulis siswa lebih tenang dan yakin, karena merasa tidak berhadapan atau tidak ditanya secara langsung oleh guru penguji yang bersangkutan. Selain itu penilaian dapat lebih bersifat objektif karena tulisan merupakan bukti otentik yang dapat dijamin akuntabilitasnya.Ujian tertulis dapat digunakan soal-soal berbentuk esai, objektif, atau gabungan keduanya.
Tes tertulis uraian : terbatas, tertutup /terstruktur. Tes tertulis objektif terdiri dari tes pilihan
ganda, benar-salah, menjodohkan dan isian singkat.Tes tertulis objektif lebih praktis dan dapat digunakan untuk jumlah peserta didik yang cukup besar, serta mutunya dapat dipertanggungjawabkan.
b. Tes Perbuatan, adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan).Alat yang digunakan adalah lembar pengamatan.
c. Tes Lisan, digunakan untuk menilai hasil-hasil belajar dalam bentuk kemampuan
mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan.
d. Penilaian non tes menggunakan teknik dan alat antara lain :observasi (catatan kejadian), kuesioner (angket atau daftar isian), wawancara/interview, daftar cek, skala pilihan, studi kasus, dan portofolio.
• Materi pembahasan ketiga yakni model-model Alat Penilaian PKn SD/MI. Terdapat beberapa model yang dapat digunakan oleh guru diantaranya yaitu : bentuk soal pilihan ganda, bentuk hubungan antarhal, bentuk soal pilihan ganda kompleks. Adapun model penilaian non tes (model penilaian perbuatan, model penilaian skala sikap, dan model penilaian daftar cek. Selain itu terdapat juga model penilaian lain yakni : model penilaian catatan anekdot, daftar cocok, skala bertingkat, sosiometri, pedoman wawancara, penilaian daftar baik buru dan daftar tingkat urutan.
• Materi pembahasan keempat ialah penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI berbasis portofolio. Yang dimaksud portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut. Konteks assessement berkenaan dengan portofolio, meliputi : tujuan, peran penilaian, tujuan penilaian portofolio di dalam kelas, prinsip penilaian portofolio, dan karakteristik penilaian portofolio.
C. KELEBIHAN dan KEKURANGAN
• Kelebihan : penulisan kalimat atau kata asing yang tepat (sesuai KBBI) sebab dibuat miring pada kalimat/kata asing, selain itu materi juga dijabarkan cukup jelas dan mudah dipahami.
• Kekurangan : Terdapat beberapa penulisan kata yang typo (salah) seperti pada kata “penialaian” yang seharusnya ditulis “penilaian”. Kemudian banyak paragraf yang kurang dari 3-5 kalimat dan penulisan daftar pustaka yang kurang rapi.
Terima Kasih...
Nama : Roza Melinda Puri
NPM : 2013053004
izin Menjawab Bu,
Analisis Jurnal 1
Identitas Jurnal
Judul : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
Didalam Jurnal ini membahas Tentang peran guru dalam memvariasikan penilaian dan model pembelajaran di dalam kelas itu sendiri, dimana Model pembalajaran yang tepat akan mempengaruhi belajar siswa. Guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja akan membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja [7](Slameto, 2013:65). Bila guru hanya menggunakan satu model pembelajaran dan satu model penilaian, maka kasus tersebut bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi pada murid di sekolah yang kita ajar.Dalam model pembelajaran itu terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka dibuat RPP (Rancangan Program Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran.
Oleh karna itu guru harus lah memperhatikan apa saja yg diperlukan didalam kelas dengan memperhatikan karakteristik peserta didik,
Kelebihan Jurnal:
Subtansi dan isi sudah bagus dan definisi serta penjelasan sudah baik
Kekurangan: Didalam Jurnal masih teori saja yg berkembang lebih bagus jika melakukan metodelogi penelitian.
Analisis Jurnal 2
Identitas Jurnal
Judul : PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi, Vicky Dwi Wicaksono
Volume : 10
Nomor : 1
Tahun : 2022
Halaman : 134-146
Nama Jurnal : JPGSD
Isi Jurnal membahas tentang hasil belajar siswa dengan menggunakan aplikasi Google Form, di jurnal dijelaskan
Selain hasil penelitian di atas pemilihan Google Form juga didasarkan pada kelebihan yang ada. Adapun kelebih tersebut adalah distribusi secara online real-time; batas maksimal penggunaan data bisa 50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu; setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman (tidak rusak atau hilang); Menghemat penggunaan kertas; Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pekerjaan siswa; Meminimalis kejujuran siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali. Selain memiliki kelebihan penggunaan Google Form juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika menggunakan HP. Sedangkan secara umum kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga jika paketan internet tidak ada maka tidak bisa terkoneksi.
Kelebihan Jurnal: Subtansi isi sudah bagus dan lampiran lampiran gambar sudah baik.
Kekurangan: tidak ada saran atau solusi jika Kendala dalam suatu masalah penggunaan google form tersebut.
Analisis Jurnal 3
Konsep dan prinsip-prinsip pengembangan penilaian dalam pembelaharan PKn di SD dan MI.Pada kegiatan pembelajaran 1 membahas tentang konsep dan prinsip penilaian PKn SD/MI dimana dijelaskan bahwa PKn sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang memiliki fungsi serta peran sebagai pendidikan hukum, pendidikan politik dan kewarganegaraan. Dalam penilaian ada 4 unsur pokok, yaitu:
1. Objek yang akan dinilai,
2. Kreteria sebagai tolak ukur,
3. Data tentang objek yang dinilai,
4. Pertimbangan keputusan.
Penilaian adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelaharan. Penialaian yang dilakukan guru bertujuan untuk:Membantu mengklarifikasi tujuan pembelajaran,Menginformasikan kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar,Menginformasikan peserta didik bagaimana meningkatkan proses dan hasil belajar,Bahan informasi esensial kepada orang tua dan masyarakat mengenai efektifitas program sekolah.
Pada kegiatan 2 membahas tentang berbagai alat penilaian dalam PKn SD/MI. Tujuan dalam penilaian:
informasi tentang kemajuan hasil belajar siswa secara individual dalam mencapai
tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukannya,informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut, baik terhadap masing-masing siswa maupun terhadap siswa seluruh kelas, Informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, menetapkan tingkat kesulitan/kemudahan untuk melaksanakankegiatan remedial, pendalaman atau pengayaan,Motivasi belajar siswa dengan cara memberikan informasi tentang kemajuannya dan
merangsangnya untuk melakukan usaha pemantapan atau perbaikan,Informasi semua aspek kemajuan setiap siswa dan pada gilirannya guru dapat membantu pertumbuhannya secara efektif untuk menjadi anggota masyarakat dan
pribadi yang utuh,Bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya.
Prinsip-prinsip penilaian kelas, yaitu:
1. Valid,
2. Mendidik,
3. Berorientasi pada kompetensi,
4. Terbuka,
5. Adil dan objektif,
6. Berkesinambungan,
7. Menyeluruh,
8. Bermakna.
Bentuk penilaian adalah sebagai berikut :
1. Tes Tertulis
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Model-model Penilaian PKn SD/MI :
1. Model Penilaian Catatan Anekdot
2. Model Penilaian Daftar Cocok
3. Model Penilaian Skala Bertingkat (Numerical Rating Scale)
4. Model Penilaian Sosiometri
5. Model Penilaian Pedoman Wawancara (Interviu)
6. Model Penilaian Daftar Baik Buruk
7. Model Penilaian Daftar Tingkat Urutan.
Kelebihan: Subtansi isi jurnal sudah lengkap dan terperinci dan jelas,
Kekurangan: masih ada typo dan salah penulisan kalimat serta paragraf yang tidak konsisten,
Terimakasih.
Nama : M. Zauzi Turseno
NPM : 2013053146
Analisis 1
Jurnal makalah ini berjudul “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar” ini ditulis oleh Michael Tamboch. Pembahasan didahului dengan perlunya model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn.
Untuk menunjang kemampuan fisiologis tersebut diperlukan media yang dapat memudahkan murid dalam mengerjakan dan melakukan berbagai aktivitas motorik.Bila guru hanya menggunakan satu model pembelajaran dan satu model penilaian, maka kasus tersebut bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi pada murid di sekolah yang kita ajar. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait [2](Hernawan dan Andayani, 2014:1.26) Dari model ini guru diminta untuk membuat atau menerapkan suatu tema yang ada kemudian dikembangkan jarring-jaring mata pelajaran yang saling berhubungan Dalam model pembelajaran itu terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik Setiap pembelajaran yang ada sebaiknya dirancang untuk mencapai seluruh indikator yang diharapkan Untuk dapat melihat hal ini diperlukan suatu metode yang dinamakan penilaian agar diperoleh pemahaman secara utuh dan mendalam mengenai kemampuan murid dalam mencapai indikator tersebut Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid Untuk penilaian yang valid dalam berbagai soal dan mata pelajaran kita biasanya mengenal tes tertulis dengan format pilihan ganda, isian maupun esai Namun, tidak semua model pembelajaran atau materi ajar dapat dinilai menggunakan format ini Penilaian sendiri dibuat berdasarkan materi yang sudah diajarkan sebelumnya dan dapat mengukur dengan baik keseluruhan siswa yang ada Dapat juga dijadikan suatu tolak ukur keberhasilan guru dalam membimbing siswa dan kemampuan siswa dalam menyerap materi dengan baik Dari sini dapat dilihat bahwa penilaian haruslah dibuat oleh guru sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, yang berarti dari proses pembuatan RPP (Rancangan Program Pembelajaran).
Analisis 2
Jurnal yang ditulis oleh Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono dengan judul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II”. Jurnal JPGSD ini merupakan jurnal volume 10, nomor 1, terbit pada tahun 2022, halaman 134-146.
Jurnal ini membahas bagaimana cara untuk menyiasati pelaksanaan pembelajaran di era pademi saat ini. Caranya yaitu dengan tetap melaksanakan pembelajaran tetapi tidak secara langsung (tatap muka). Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon guru terhadap instrument penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar. Peneliti menggunakan jenis penelitian pengembangan R & D (Research and Development). Berdasarkan hasil peneelitian, penilaian berbasis Google Form sangat mudah karena dalam pengerjaannya hanya membutuhkan jaringan internet yang dapat diisi dimanapun dan kapanpun, Penilaian berbasis Google Form juga sangat ekonomis tidak menggunakan banyak kertas.
Analisis 3
Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian dalam Pembelajaran PKn di SD dan MI, ditulis oleh Idatul Fitri.
Sedangkan Penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luasdan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk menilai suatu programbaik pada level terbatas maupun pada level yang luas Pengukuran adalah suatu proses yang menghasilkan gambaran berupa angka-angka mengenai tingkatan ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh individu (siswa) Penilaian adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi siswa, guru, program pendidikan dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektivitas program.
Bahan informasi esensial kepada orang tua dan masyarakat mengenai efektivitas program sekolah Kegiatan Belajar 2 Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi Tujuan penilaian adalah untuk memberikan :
1. Informasi tentang kemajuan hasil belajar siswa secara individual dalam mencapai tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukannya
2. Informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut, baik terhadap masing-masing siswa maupun terhadap siswa seluruh kelas.
Sebagaimana penilaian pada umumnya, secara umum prinsip-prinsip penialaian kelas adalah sebagai berikut :
1. Valid, Penilaian kelas harus diukur dengan alat yang dapat dipercaya, tepat dan sahih
2. Mendidik, penialain harus memberikan sumbangan positif
3. Berorientasi pada kompetensi, pencapaian kompetensi sesuai dalam kurikulum
4. Adil dan objektif, penialain harus adil terhadap semua siswa dan tidak membedabedakan latar belakang siswa
5. Terbuka, terbuka bagi berbagai kalangan
6. Berkesinambungan, dilakukan secara berencana, bertahap, teratur, terus-menerus
7. Menyeluruh, meliputi aspek pengetahuan, sikap dan nilai, serta keterampilan
8. Bermakna, hasil penilaian mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa
A. TES TERTULIS Dalam pelaksanaan bentuk tertulis siswa lebih tenang dan yakin, karena merasa tidak berhadapan atau tidak ditanya secara langsung oleh guru penguji yang bersangkutan.Selain itu penilaian dapat lebih bersifat objektif karena tulisan merupakan bukti otentik yang dapat dijamin akuntabilitasnya Tes tertulis objektif terdiri dari tes pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan dan isian singkat.Tes tertulis objektif lebih praktis dan dapat digunakan untuk jumlah peserta didik yang cukup besar, serta mutunya dapat dipertanggung jawabkan.
B. TES PERBUATAN (PERFORMANCE TREAT) Adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan).Alat yang digunakan adalah lembar pengamatan.
C. TES LISAN Penilaian lisan digunakan untuk menilai hasil-hasil belajar dalam bentuk kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan.
Terimakasih
Nama : Sonnya Adelia
NPM : 2013053140
Izin menjawab
- Materi I
Pada makalah "Variasi Model Penilaian dan Pembelajaran Kewarganegaraan di Sekolah Dasar” oleh Michael Tamboch, makalah ini membahas masalah yang dihadapi guru dalam kaitannya dengan model pembelajaran dan penilaian yang tepat untuk pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Dijelaskan bahwa sekolah dasar merupakan tempat pendidikan kedua setelah keluarga dan/atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada masa ini, dikembangkan dan digalakkan berbagai nilai yang penting bagi siswa saat mereka tumbuh dan berkembang. Karakter juga ditanamkan saat ini. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa masa ini merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan siswa. Selain pendidikan agama, ada juga pengembangan karakter di kelas PKn. Model pembelajaran dan penilaian yang tepat sangat dibutuhkan dalam pembelajaran IPS ini. Model pembelajaran yang tepat mempengaruhi belajar siswa. Model blended learning memiliki karakteristik yang inklusif, bermakna, otentik dan aktif [10] (Winataputra, 2014:9.21). Model yang cukup umum adalah model renang (laba-laba), yaitu model pembelajaran yang mengajarkan mata pelajaran tertentu yang biasanya diajarkan lintas mata pelajaran [10] (Winataputra, 2014:9.22). Penilaian merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk mengukur kemampuan siswa dalam mempelajari dan mengembangkan materi. Melalui evaluasi akhir, guru menentukan apakah keterampilan yang diharapkan siswa sudah tercapai atau belum. Oleh karena itu, guru harus mampu menilai hasil belajar siswa [1] (Anitah 2010:4.35). Penilaian diri didasarkan pada materi yang diajarkan sebelumnya dan dapat digunakan untuk mengukur jumlah siswa yang hadir. Selain itu juga dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan guru untuk membimbing kemampuan siswa dan siswa dalam menyerap materi dengan baik. Penilaian kualitas memberikan informasi yang andal dan valid. Untuk menghasilkan informasi yang handal dan valid diperlukan bukti-bukti untuk memastikan bahwa penilaian yang menghasilkan informasi tersebut benar-benar berkualitas (Hernawan dan Andayani 2014:5.25). Dalam penilaian, Anda dapat menggunakan proyek atau portofolio untuk membuatnya lebih menarik bagi siswa Barang ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Keunggulan majalah ini adalah penjelasan majalah sudah dalam bahasa yang jelas, tidak panjang, mudah dipahami oleh pembaca, dan disertai ilustrasi, sehingga pembaca dapat lebih memahami model dan evaluasi yang dibahas. Namun, majalah ini juga memiliki kekurangan, mis. B. Kurangnya penjelasan rinci tentang topik yang dibahas dan tidak ada contoh konkrit dari rubrik penilaian yang digunakan di sekolah dasar, khususnya di jurusan PKN. Saran bagi penulis yang akan datang agar memperbaiki dan menambahkan lebih detail lagi di mana letak kekurangan artikel tersebut, sehingga artikel tersebut dapat memberikan informasi lebih lanjut kepada pembaca mengenai topik “Variasi Model Penilaian dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar”.
- Materi II
Pada jurnal yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II” oleh Lovely Galih Pertiwi, jurnal tersebut memaparkan hasil penelitian Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II dengan menggunakan jenis R&D. Penelitian pengembangan (Research. and. Development). Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah alat penilaian hasil belajar kewarganegaraan berbasis formulir Google. Instrumen terdiri dari kisi-kisi instrumen perspektif pengetahuan, soal tes pilihan ganda, kunci jawaban dan petunjuk penilaian. Walaupun cara pengumpulan datanya melalui teknik wawancara dan kuesioner.
Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan yang luar biasa. Perubahan terjadi dalam banyak hal, termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran berlangsung dari jarak jauh melalui model online (ONLINE). Sama di SDN Komplek Kenjeran II Surabaya. Pembelajaran awalnya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Setiap kategori membentuk kelompok. Dalam hal ini, setiap kelas membentuk 2 kelompok, yaitu kelompok siswa dan kelompok orang tua siswa. Semua informasi pembelajaran disampaikan melalui WhatsApp. Guru memberikan materi melalui aplikasi YouTube. Sama untuk soal latihan yang ditanyakan melalui aplikasi WhatsApp. Meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, diharapkan pembelajaran siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II dapat meningkat dalam pembelajaran PPKN. Di kelas PKn, guru berjuang untuk memantau hasil belajar siswa saat mereka meninggalkan penilaian di WhatsApp. Dengan bantuan Google Form diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN siswa kelas IV SDN Komplek Kenjera II.
Dari hasil penelitian pengembangan alat penilaian hasil belajar berbasis google form materi pancasila siswa kelas IV SDN Komplek Kenjera II Surabaya mendapatkan data penelitian sebagai data kualitatif, dengan hasil evaluasi sebagai SB (sangat baik). ), B (baik), K (kurang) dan SK (sangat tidak mencukupi) (Croasmun dan Ostrom, 2011). Baik data kuantitatif berupa penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh validator maupun respon guru diubah menjadi skor numerik. Terdapat empat tahapan dalam melakukan penelitian pada setiap siklusnya, antara lain:
Perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Hasil belajar pada siklus I dan II memperoleh informasi sebagai berikut:
- Alat hasil belajar dengan menggunakan Google Form memiliki beberapa keunggulan, yaitu distribusi dan spreadsheet secara real-time online; kolaborasi waktu nyata; semua perubahan disimpan secara otomatis dan aman; hemat konsumsi kertas; menghemat waktu pengumpulan data dan menganalisis hasil pekerjaan siswa, meminimalkan ketidakjujuran siswa karena dapat ditetapkan sebagai tugas hanya sekali.
- Hasil validasi perangkat penilaian hasil belajar mendapat persentase yang tinggi, juga dari ahli penilaian, dengan total skor 65 dari 18 kategori penilaian, yang kemudian diubah menjadi 90%. Sementara itu, skor keseluruhan media khusus berubah dari 20 dari lima aspek menjadi 100%. Di sini disebutkan bahwa alat penilaian hasil belajar PPKn merupakan salah satu kriteria pembelajaran yang valid
- Hasil belajar siswa meningkat pada periode I dan II. Berikut tingkat ketuntasan evaluasi siswa Siklus I dan II: a) Pada siklus I ketuntasan 52,4%, ketuntasan 47,6%. b) dengan bundaran. Ketuntasan II 87,5%, ketidaklengkapan 12,5%. Jika indikator kemahiran yang ditentukan > 80%, maka dapat ditentukan bahwa hasil belajar siswa dalam penelitian ini mengalami peningkatan dengan menggunakan alat penilaian berbasis formulir Google.
- Materi III
Pada makalah Idatul Fitri “Konsep dan prinsip pengembangan asesmen dalam pembelajaran PCN pada soal SD dan MI”, artikel ini memuat konsep dan prinsip asesmen PCN-SD/MI, berbagai alat asesmen ilmu sosial dalam penelitian SD/MI, model-model asesmen dasar untuk kewarganegaraan. Tools/MI dan penggunaan model SD/MI Civic Assessment Tool berbasis portofolio. Dijelaskan bahwa penilaian pada hakekatnya adalah suatu proses pengambilan keputusan tentang keberhasilan seorang siswa, apakah seorang siswa telah dinyatakan berhasil atau tidak berhasil dalam mempelajari suatu keterampilan tertentu. Ada empat unsur utama evaluasi, yaitu:
- objek yang akan dievaluasi (menentukan objek yang akan dievaluasi);
- kriteria seperti benchmark (garis besar/definisi kriteria umum);
- informasi tentang subjek yang dinilai (mengumpulkan informasi baik melalui tes maupun non tes; dan
- pengambilan keputusan (membuat keputusan/penilaian).
- Penilaian kategori valid harus diukur dengan alat yang reliabel, tepat dan valid;
- Pelatihan dan penilaian lainnya harus memberikan kontribusi positif;
- kompetensi, perolehan kompetensi sesuai kurikulum;
- Adil dan Obyektif: Penilaian harus adil kepada semua siswa dan tidak membeda-bedakan asal siswa.
- Terbuka, terbuka untuk kelompok yang berbeda;
- Berkelanjutan, terencana, bertahap, teratur, berkesinambungan;
- Komprehensif, meliputi pengetahuan, sikap dan nilai, serta keterampilan; dan
- Menariknya, hasil penilaian mencerminkan gambaran umum kinerja siswa.
- format soal pilihan ganda;
- bentuk hubungan antar benda;
- Format soal pilihan ganda kompleks. Model evaluasi tanpa tes:
• Model penilaian skala sikap (terdiri dari angka, pernyataan, kemungkinan jawaban: Sangat Setuju, Tidak Setuju, Netral, Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju)
• dan model evaluasi kontrol (terdiri dari angka, pernyataan, kolom ya dan tidak) Penilaian yang dilakukan melalui portofolio adalah kumpulan hasil karya siswa (tentunya individu) pribadi, yang menggambarkan (mencerminkan) tingkat pencapaian siswa, kegiatan belajar, kelebihan dan karya terbaiknya. Menurut Sumarna dan Muhammad Hatta (2004: 71) Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam penilaian portofolio yaitu saling percaya, saling rahasia, kepemilikan bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil. Selain evaluasi portofolio, ia memiliki fungsi sebagai berikut: Multi-sumber (dari sumber yang berbeda), Otentik (sebenarnya ditulis oleh siswa), Dinamis, Eksplisit (kejelasan), Integrasi (terintegrasi antara pengetahuan, sikap dan keterampilan), Kepemilikan dan Tujuan Ganda. Perbedaan antara tes dan portofolio adalah bahwa tes mengevaluasi siswa dalam jumlah tugas yang terbatas, hanya guru yang dievaluasi, semua siswa dievaluasi dengan satu kriteria, proses evaluasinya tidak kolaboratif, evaluasi diri siswa tidak begitu. . Tujuan, hanya menitikberatkan pada output (produk), membedakan antara kegiatan pembelajaran, pengujian dan antara pengajaran. Ketika portofolio menilai siswa berdasarkan semua tugas dan produk kerja yang terkait dengan pencapaian yang dinilai, siswa terlibat dalam mengevaluasi kemajuan yang dicapai, mengevaluasi setiap siswa berdasarkan setiap pencapaian, proses penilaian kolaboratif di mana siswa terlibat dalam evaluasi diri. . meliputi proses. berupa kesepakatan, kemajuan dan capaian yang erat hubungannya dengan penilaian, kegiatan belajar mengajar Barang ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Keunggulan majalah ini adalah deskripsi majalah sudah menggunakan bahasa yang jelas dan disertai contoh beberapa model dan alat penilaian yang dapat digunakan guru dalam penilaian PKN SD?MI. Namun jurnal ini juga memiliki kekurangan, seperti B. penjelasan materi pembahasan yang kurang detail, cara penulisan artikel yang masih belum terstruktur dan masih banyak salah ketik. Saran untuk penulis makalah kedepannya agar lebih memperbaiki dan menambah detail serta lebih memperhatikan metode penulisan.
Terima kasih.
NPM : 2013053083
Izin menyampaikan hasil analisis pada materi berikut
Hasil Analisis Materi 1
1. Judul Jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
2. Penulis : Michael Tamboch
3. Analisis Artikel : Penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh karena itu guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa. Dalam penilaian sikap dapat menggunakan observasi, penilaian diri, penilaian antar teman dan jurnal catatan guru. Sedangkan untuk penilaian pengetahuan dapat menggunakan tes tulis, tes lisan atau penugasan. Untuk keterampilan dapat menggunakan penilaian kinerja, proyek dan portofolio. Rubrik penilaian yang dibuat harus terlampir mengenai keterampilan dan sikap. Setiap penilaian yang baik ialah penilaian yang autentik dimana guru dapat membuat sendiri berbagai bentuk penilaian sesuai dengan Indikator dalam pembelajaran yang ingin dicapai.
4. Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan jurnal tersebut sudah rapi dan menjabarkan mengenai materi tentang variari penilaian yang di dalamnya terdapat penilaian autentik.
Kekurangannya masih banyak penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa onesiesia. Seperti penggunaan huruf kapital dan kata asing yang tidak di tulis secara miring.
5. Simpulan dan Saran : Guru sebagai perancang pembelajaran di kelas, sebaiknya terus mau belajar berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang terbaik terutama dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat SD, salah satunya yakni model webbed. Banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah,salah satunya ialah penilaian dengan proyek dan portofolio dalam keguiatan SLC. Namun tentunya dengan perubahan yang sesuai dengan kesiapan sarana prasarana dan kultur budaya setempat.
Hasil Analisis Materi 2
1. Judul Jurnal : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeren II
2. Penulis : Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono
3. Isi Artikel : Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang luar biasa. Perubahan terjadi dalam berbagai hal. Untuk menyiasati pelaksanaan pembelajaran di era pademi saat ini, maka pemerintah mengambil kebijakan dengan tetap melaksanakan pembelajaran tetapi tidak secara langsung (tatap muka). Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Berdasarkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat dengan pembelajaran menggunakan apikasi google form. Adapun kelebih tersebut adalah distribusi secara online real-time; batas maksimal penggunaan data bisa 50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu; setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman (tidak rusak atau hilang); Menghemat penggunaan kertas; Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pekerjaan siswa; Meminimalis kejujuran siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali. Selain memiliki kelebihan penggunaan Google Form juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika menggunakan HP. Sedangkan secara umum kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga jika pake
4. Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan yang ada pada jurnal tersebut ialah penelitian dibahas secara mendalam dengan didukung dengan angket, kolom, dan gambar yang valid.
Kekurangan yang ada terdapat pada pembahasan materi yang bisa dikatakan sedikit sehingga masih membutuhkan rujukan jurnal yang lain.
5. Simpulan dan Saran : Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time; Real time collaboration; setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman; menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali
Hasil Analisis Materu 3
1. Nama Judul : Konsep-Konsep dan Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI
2. Penulis : Idatul Fitri
3. Isi Artikel : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hokum, pendidikan politik dan kewarganegaraan. Penilaian assessmentdan Penialaian/evaluation memiliki persamaan dan perbedaan.Persmaananya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu.Perbedaan, Penialain (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal contohnya seperti guru menilai hasil belajar muridnya. Lalu ada macam-macam tes diantaranya, tes tertulis, tes perbuatan, tes lisan, dan penilaian nontes. Dalam penilaian non tes dibagi lagi menjadi, observasi, kuesionerm, wawancara, daftar cek, skala pilihan, studi kasus, dan portofolio. Dalam interviu dikenal dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung. Interviu langsung adalah wawancara yang dilakukan dengan sumber utama atau siswa yang diselidiki untuk menggali data tentang dirinya. Selanjutnya, model-model alat penilaian yang terdiri dari:Bentuk soal pilihan ganda, Bentuk hubungan antarhal, Bentuk soal pilihan ganda kompleks, model penilaian catatan anekdot, model penilaian daftar cocok, model penilaian skala bertingkat, model penilaian sosiometri, model penilaian pedoman wawancara, model penilaian daftar tingkat urutan
4. Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan jurnal ini memuat informasi yang sangat lengkap sehingga pembaca akan memahami dengan baik isi yang ada dalam materinya.
Kekurangan dalam penulisan jurnal ini sangat tidak rapi.
5. Simpulan dan Saran : Pendidik harus mampu memahami tentang konsep dan prinsip dalam penilaian, berbagai alat dalam penilaian, model-model alat penilaian
Terimakasih
NPM : 2013053147
Analisis Materi 1
Judul “ Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar”
Penulis Michael Tamboch
Dalam proses belajar suatu aktivitas dapat dilakukan secara psikologis maupun fisiologis psikologis berarti proses mental seperti berfikir sedangkan fisiologis berarti aktivitas di mana proses penerapan atau eksperimen. Suatu model pembelajaran akan berpengaruh terhadap belajar peserta didik model apa yang digunakan dan metode apa yang digunakan guru tentu akan berpengaruh terhadap proses belajar peserta didik. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed, dalam model ini guru diminta untuk membuat atau melakukan suatu tema yang ada kemudian dikembangkan ke dalam jaring jaring mata pelajaran yang saling berhubungan. Setiap pembelajaran yang ada sebaiknya dirancang untuk mencapai seluruh indikator yang diharapkan atau yang sudah ditentukan. Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan juga valid untuk itu diperlukan bukti atau pendukung yang dapat menyakinkan bahwa penelitian tersebut menghasilkan informasi yang berkualitas dan valid. penilaian adalah hal yang penting yang perlu dilakukan oleh seorang guru atau Pendidik untuk mengukur sejauh mana siswa nya dalam proses pembelajaran dan mengembangkan materi pelajaran yang sudah diajarkan. Melalui kegiatan penilaian guru akan mengetahui tercapai atau tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh siswa nya. Penilaian dilakukan secara konsisten sistematis dan there program dengan menggunakan tes maupun non tes dalam bentuk tulisan ataupun lisan pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, Portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dapat nilai dan kelompok mata pelajaran.Terdapat banyak model penilaian dari berbagai kegiatan yang dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing masing sekolah seperti penilaian proyek, Portofolio atau penilaian autentik namun perlu disesuaikan dengan sarana dan prasarana di setiap sekolah.
Kelebihan : jurnal tersebut menjelaskan mengenai berbagai penilaian yang dapat dilakukan dalam proses pembelajaran secara jelas dan singkat sehingga pembaca dapat mudah mengerti tentang apa yang ingin disampaikan penulis.
Kekurangan : identitas jurnal tersebut kurang lengkap seperti tidak ada tahun atau nomor
Analisis Materi 2
Judul “ pengembangan instrumen penilaian hasil belajar PPKn berbasis Google form kelas IV SDN komplek Kenjeran II”
Penulis Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono
Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google from memiliki beberapa keuntungan seperti semua perubahan Akan secara otomatis Tersimpan dan juga aman, menghemat penggunaan kertas, menghemat waktu, serta meminimalis sir ketidakjujuran siswa. Terlihat terdapat peningkatan hasil belajar siswa. hasil validasi instrumen penilaian hasil belajar pada jurnal dua ini mendapatkan presentasi tinggi hal ini menyatakan bahwa instrumen penilaian hasil belajar PPKn termasuk ke dalam kriteria valid untuk dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
Kelebihan : materi yang dijelaskan sangat jelas
Kekurangan : masih terdapat penulisan kata yang salah
Analisis Materi 3
Judul “ konsep dan prinsip prinsip pengembangan penilaian dalam pembelajaran PKN di SD dan MI“
Penulis Idatul Fitri
Konsep dan prinsip penilaian PKn SD/MI
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu
(1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
(4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Berbagai alat penilaian dalam PKn SD/MI
Pada umumnya penilaian memiliki prinsip prinsip yaitu valid, mendidik, berorientasi pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka, ber Kesinambungan, menyeluruh, dan bermakna.
Macam-macam penilaian yaitu tes tertulis, tes perbuatan, tes lisan, dan penilaian nontes.
Model model alat penilaian PKn SD/MI
Model penilaian bentuk soal, model penilaian catatan Anekdot, model penilaian daftar cocok, model penilaian sekalah bertingkat, model penilaian sosio metri, model penilaian pedoman wawancara, model penilaian daftar baik buruk, dan model penilaian daftar tingkat urutan.
Penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Penilaian Portofolio menilai siswa berdasarkan surat tugas dan hasil kerja yang berkaitan dengan kinerja yang dinilai siswa turut serta dalam menilai kemajuan yang dicapai, menilai setiap siswa berdasarkan pencapaian masing masing, proses penilaian kolaboratif, siswa menilai dirinya sendiri menjadi suatu tujuan, yang dijadikan perhatian meliputi proses dalam bentuk usaha, kemajuan dan pencapaian, terkait dengan penilaian, pengajaran dan pembelajaran.
Kelebihan : penulisan jurnal tersebut secara urut membuat pembaca mudah mengerti isi materi.
Kekurangan : Identitas jurnal tidak lengkap
Terima Kasih
NPM : 2013053149
Izin menjawab
Materi I
Pada makalah "Variasi Model Penilaian dan Pembelajaran Kewarganegaraan di Sekolah Dasar” oleh Michael Tamboch, makalah ini membahas masalah yang dihadapi guru dalam kaitannya dengan model pembelajaran dan penilaian yang tepat untuk pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Dijelaskan bahwa sekolah dasar merupakan tempat pendidikan kedua setelah keluarga dan/atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada masa ini, dikembangkan dan digalakkan berbagai nilai yang penting bagi siswa saat mereka tumbuh dan berkembang. Karakter juga ditanamkan saat ini. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa masa ini merupakan masa emas pertumbuhan dan perkembangan siswa. Selain pendidikan agama, ada juga pengembangan karakter di kelas PKn. Model pembelajaran dan penilaian yang tepat sangat dibutuhkan dalam pembelajaran IPS ini. Model pembelajaran yang tepat mempengaruhi belajar siswa. Model blended learning memiliki karakteristik yang inklusif, bermakna, otentik dan aktif [10] (Winataputra, 2014:9.21). Model yang cukup umum adalah model renang (laba-laba), yaitu model pembelajaran yang mengajarkan mata pelajaran tertentu yang biasanya diajarkan lintas mata pelajaran [10] (Winataputra, 2014:9.22). Penilaian merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk mengukur kemampuan siswa dalam mempelajari dan mengembangkan materi. Melalui evaluasi akhir, guru menentukan apakah keterampilan yang diharapkan siswa sudah tercapai atau belum. Oleh karena itu, guru harus mampu menilai hasil belajar siswa [1] (Anitah 2010:4.35). Penilaian diri didasarkan pada materi yang diajarkan sebelumnya dan dapat digunakan untuk mengukur jumlah siswa yang hadir. Selain itu juga dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan guru untuk membimbing kemampuan siswa dan siswa dalam menyerap materi dengan baik. Penilaian kualitas memberikan informasi yang andal dan valid. Untuk menghasilkan informasi yang handal dan valid diperlukan bukti-bukti untuk memastikan bahwa penilaian yang menghasilkan informasi tersebut benar-benar berkualitas (Hernawan dan Andayani 2014:5.25). Dalam penilaian, Anda dapat menggunakan proyek atau portofolio untuk membuatnya lebih menarik bagi siswa Barang ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Keunggulan majalah ini adalah penjelasan majalah sudah dalam bahasa yang jelas, tidak panjang, mudah dipahami oleh pembaca, dan disertai ilustrasi, sehingga pembaca dapat lebih memahami model dan evaluasi yang dibahas. Namun, majalah ini juga memiliki kekurangan, mis. B. Kurangnya penjelasan rinci tentang topik yang dibahas dan tidak ada contoh konkrit dari rubrik penilaian yang digunakan di sekolah dasar, khususnya di jurusan PKN. Saran bagi penulis yang akan datang agar memperbaiki dan menambahkan lebih detail lagi di mana letak kekurangan artikel tersebut, sehingga artikel tersebut dapat memberikan informasi lebih lanjut kepada pembaca mengenai topik “Variasi Model Penilaian dan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar”.
Materi II
Pada jurnal yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II” oleh Lovely Galih Pertiwi, jurnal tersebut memaparkan hasil penelitian Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II dengan menggunakan jenis R&D. Penelitian pengembangan (Research. and. Development). Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah alat penilaian hasil belajar kewarganegaraan berbasis formulir Google. Instrumen terdiri dari kisi-kisi instrumen perspektif pengetahuan, soal tes pilihan ganda, kunci jawaban dan petunjuk penilaian. Walaupun cara pengumpulan datanya melalui teknik wawancara dan kuesioner. Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan yang luar biasa. Perubahan terjadi dalam banyak hal, termasuk dalam dunia pendidikan. Pembelajaran berlangsung dari jarak jauh melalui model online (ONLINE). Sama di SDN Komplek Kenjeran II Surabaya. Pembelajaran awalnya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Setiap kategori membentuk kelompok. Dalam hal ini, setiap kelas membentuk 2 kelompok, yaitu kelompok siswa dan kelompok orang tua siswa. Semua informasi pembelajaran disampaikan melalui WhatsApp. Guru memberikan materi melalui aplikasi YouTube. Sama untuk soal latihan yang ditanyakan melalui aplikasi WhatsApp. Meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh, diharapkan pembelajaran siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II dapat meningkat dalam pembelajaran PPKN. Di kelas PKn, guru berjuang untuk memantau hasil belajar siswa saat mereka meninggalkan penilaian di WhatsApp. Dengan bantuan Google Form diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN siswa kelas IV SDN Komplek Kenjera II. Dari hasil penelitian pengembangan alat penilaian hasil belajar berbasis google form materi pancasila siswa kelas IV SDN Komplek Kenjera II Surabaya mendapatkan data penelitian sebagai data kualitatif, dengan hasil evaluasi sebagai SB (sangat baik). ), B (baik), K (kurang) dan SK (sangat tidak mencukupi) (Croasmun dan Ostrom, 2011). Baik data kuantitatif berupa penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh validator maupun respon guru diubah menjadi skor numerik. Terdapat empat tahapan dalam melakukan penelitian pada setiap siklusnya, antara lain: Perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil belajar pada siklus I dan II memperoleh informasi sebagai berikut:
Alat hasil belajar dengan menggunakan Google Form memiliki beberapa keunggulan, yaitu distribusi dan spreadsheet secara real-time online; kolaborasi waktu nyata; semua perubahan disimpan secara otomatis dan aman; hemat konsumsi kertas; menghemat waktu pengumpulan data dan menganalisis hasil pekerjaan siswa, meminimalkan ketidakjujuran siswa karena dapat ditetapkan sebagai tugas hanya sekali.
Hasil validasi perangkat penilaian hasil belajar mendapat persentase yang tinggi, juga dari ahli penilaian, dengan total skor 65 dari 18 kategori penilaian, yang kemudian diubah menjadi 90%. Sementara itu, skor keseluruhan media khusus berubah dari 20 dari lima aspek menjadi 100%. Di sini disebutkan bahwa alat penilaian hasil belajar PPKn merupakan salah satu kriteria pembelajaran yang valid
Hasil belajar siswa meningkat pada periode I dan II. Berikut tingkat ketuntasan evaluasi siswa Siklus I dan II: a) Pada siklus I ketuntasan 52,4%, ketuntasan 47,6%. b) dengan bundaran. Ketuntasan II 87,5%, ketidaklengkapan 12,5%. Jika indikator kemahiran yang ditentukan > 80%, maka dapat ditentukan bahwa hasil belajar siswa dalam penelitian ini mengalami peningkatan dengan menggunakan alat penilaian berbasis formulir Google.
Majalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Keunggulan jurnal ini adalah penjelasan jurnal ditulis lengkap dan detail, menggunakan bahasa yang jelas, tidak panjang, memuat informasi yang mudah dipahami pembaca dan mendukung temuan penelitian. Namun majalah ini juga memiliki kekurangan, seperti salah ketik. Saran untuk kedepannya bagi wartawan agar apa yang kurang pada majalah dapat diperbaiki.
Materi III
Pada makalah Idatul Fitri “Konsep dan prinsip pengembangan asesmen dalam pembelajaran PCN pada soal SD dan MI”, artikel ini memuat konsep dan prinsip asesmen PCN-SD/MI, berbagai alat asesmen ilmu sosial dalam penelitian SD/MI, model-model asesmen dasar untuk kewarganegaraan. Tools/MI dan penggunaan model SD/MI Civic Assessment Tool berbasis portofolio. Dijelaskan bahwa penilaian pada hakekatnya adalah suatu proses pengambilan keputusan tentang keberhasilan seorang siswa, apakah seorang siswa telah dinyatakan berhasil atau tidak berhasil dalam mempelajari suatu keterampilan tertentu. Ada empat unsur utama evaluasi, yaitu:
objek yang akan dievaluasi (menentukan objek yang akan dievaluasi);
kriteria seperti benchmark (garis besar/definisi kriteria umum);
informasi tentang subjek yang dinilai (mengumpulkan informasi baik melalui tes maupun non tes; dan
pengambilan keputusan (membuat keputusan/penilaian).
Secara umum, prinsip penilaian kelas adalah sebagai berikut:
Penilaian kategori valid harus diukur dengan alat yang reliabel, tepat dan valid;
Pelatihan dan penilaian lainnya harus memberikan kontribusi positif;
kompetensi, perolehan kompetensi sesuai kurikulum;
Adil dan Obyektif: Penilaian harus adil kepada semua siswa dan tidak membeda-bedakan asal siswa.
Terbuka, terbuka untuk kelompok yang berbeda;
Berkelanjutan, terencana, bertahap, teratur, berkesinambungan;
Komprehensif, meliputi pengetahuan, sikap dan nilai, serta keterampilan; dan
Menariknya, hasil penilaian mencerminkan gambaran umum kinerja siswa.
Alat penilaian meliputi tes tertulis, tes profisiensi, tes lisan dan penilaian non tes. Status Model yang digunakan oleh evaluator PKN SD/MI adalah sebagai berikut:
format soal pilihan ganda;
bentuk hubungan antar benda;
Format soal pilihan ganda kompleks. Model evaluasi tanpa tes:
• Activity Scoring Model (meliputi nomor, nama siswa, aspek yang akan dinilai adalah persiapan, penyampaian dan hasil, nilai total dan nilai rata-rata.
• Model penilaian skala sikap (terdiri dari angka, pernyataan, kemungkinan jawaban: Sangat Setuju, Tidak Setuju, Netral, Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju)
• dan model evaluasi kontrol (terdiri dari angka, pernyataan, kolom ya dan tidak) Penilaian yang dilakukan melalui portofolio adalah kumpulan hasil karya siswa (tentunya individu) pribadi, yang menggambarkan (mencerminkan) tingkat pencapaian siswa, kegiatan belajar, kelebihan dan karya terbaiknya. Menurut Sumarna dan Muhammad Hatta (2004: 71) Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam penilaian portofolio yaitu saling percaya, saling rahasia, kepemilikan bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil. Selain evaluasi portofolio, ia memiliki fungsi sebagai berikut: Multi-sumber (dari sumber yang berbeda), Otentik (sebenarnya ditulis oleh siswa), Dinamis, Eksplisit (kejelasan), Integrasi (terintegrasi antara pengetahuan, sikap dan keterampilan), Kepemilikan dan Tujuan Ganda. Perbedaan antara tes dan portofolio adalah bahwa tes mengevaluasi siswa dalam jumlah tugas yang terbatas, hanya guru yang dievaluasi, semua siswa dievaluasi dengan satu kriteria, proses evaluasinya tidak kolaboratif, evaluasi diri siswa tidak begitu. . Tujuan, hanya menitikberatkan pada output (produk), membedakan antara kegiatan pembelajaran, pengujian dan antara pengajaran. Ketika portofolio menilai siswa berdasarkan semua tugas dan produk kerja yang terkait dengan pencapaian yang dinilai, siswa terlibat dalam mengevaluasi kemajuan yang dicapai, mengevaluasi setiap siswa berdasarkan setiap pencapaian, proses penilaian kolaboratif di mana siswa terlibat dalam evaluasi diri. . meliputi proses. berupa kesepakatan, kemajuan dan capaian yang erat hubungannya dengan penilaian, kegiatan belajar mengajar Barang ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Keunggulan majalah ini adalah deskripsi majalah sudah menggunakan bahasa yang jelas dan disertai contoh beberapa model dan alat penilaian yang dapat digunakan guru dalam penilaian PKN SD?MI. Namun jurnal ini juga memiliki kekurangan, seperti B. penjelasan materi pembahasan yang kurang detail, cara penulisan artikel yang masih belum terstruktur dan masih banyak salah ketik. Saran untuk penulis makalah kedepannya agar lebih memperbaiki dan menambah detail serta lebih memperhatikan metode penulisan.
Izin mengumpulkan tugas analisis jurnal ibu,
Nama : Dinda Maharani
NPM : 2013053036
1. Jurnal 1
• Identitas Jurnal
~ Judul Jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
~ Nama Penulis : Michael Tamboch
• Pembahasan Jurnal
Dalam jurnal pertama ini membahas mengenai variasi penilaian dan model pembelajaran PKn SD. Dimana penulis menjelaskan bahwa penggunaan model pembelajaran yang tepat akan sangat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Apabila guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja maka akan membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Namun apabila guru hanya menggunakan satu model pembelajaran dan satu model penilaian, maka kasus tersebut bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi pada murid di sekolah yang kita ajar.
Dalam pembelajaran disekolah tentu saja banyak sekali model pembelajaran yang diterapkan salah satunya yakni model pembelajaran Webbed, pendekatan dalam model ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Namun, dalam penerapannya terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu, maka dibuat RPP (Rancangan Program Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran hingga metode penilaian.
Dalam hal ini penilaian harus dilakukan oleh seorang guru untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi karena melalui kegiatan penilaian akhir ini guru akan mengetahui tercapai atau tidaknya kemampuan yang diharapkan dapat dikuasai siswa sehingga guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa. Dan dalam penilaian ini harus dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran.
Jadi dapat dikatakan bahwa guru sebagai perancang pembelajaran di kelas dianjurkan untuk terus-menerus belajar berbagai model pembelajaran dan pendekatan yang terbaik terutama dalam bidang Pendidikan Kewarganegaraan ditingkat SD. Banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah salah satunya yakni penilaian dengan proyek dan portofolio dalam kegiatan SLC yang sesuai dengan kesiapan sarana prasarana dan kultur budaya setempat.
• Kelebihan dan Kekurangan Jurnal
Didalam jurnal ini abstrak ditulis dengan menggunakan bahasa Inggris dan terjemahan bahasa Indonesia dilengkapi dengan penulisan kalimat atau kata asing yang tepat (sesuai KBBI) karena sudah bercetak miring pada kalimat/kata serapan asing dan isi dari jurnal ini sudah sangat lengkap karena mengutip pendapat para ahli yang dapat menguatkan materi yang disampaikan. Namun disamping kelebihan tersebut masih terdapat kata yang disingkat, seperti (B.Indo) seharusnya dituliskan menjadi Bahasa Indonesia, kemudian terdapat pula paragraf yang kurang dari 3-5 kalimat.
2. Jurnal 2
• Identitas Jurnal
~ Judul Jurnal : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
~ Nama Penulis : Lovely Galih Pertiwi
~ Nama Jurnal : Jurnal PGSD
~ Volume : 10
~ Nomor : 1
~ Halaman : 134-146
~ Tahun Penerbit : 2022
• Pembahasan Jurnal
Pada jurnal ini membahas mengenai penggunaan Google form sebagai instrumen penilaian PKn di SD. Kegiatan Perencanaan yang dijelaskan dalam jurnal ini dimulai dari beberapa tahapan yakni :
1. Membuat rancangan kegiatan pembelajaran yang berisi apa saja yang akan dilakukan saat pembelajaran mulai dari salam pembuka hingga penutup, serta menentukan KI dan KD.
2. Merancang prosedur pembelajaran secara daring dengan menggunakan aplikasi google form.
3. Merancang alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur kegiatan serta tingkat keberhasilan guru dan siswa dengan menggunakan alat ukur berupa lembar observasi dan lembar evaluasi penilaian.
4. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam lembar observasi untuk mengobservasi kegiatan guru dan siswa secara mandiri.
Sistem penskorannya disesuaikan dengan format instrument yang telah dibuat oleh peneliti. Instrumen hasil belajar yang dirancang oleh guru dalam jurnal ini menggunakan google form sebagai tolak ukur mengetahui tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II terkait materi Pancasila. Penggunaan Google Form sebagai instrumen penilaian mempunyai kelebihan yakni distribusi dan tabulasi online real-time, Real time collaboration, setiap perubahan yang dilakukan akan tersimpan secara otomatis dan aman, menghemat penggunaan kertas, menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa serta meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali
Hasil validasi instrument penilaian hasil belajar mendapatkan persentase yang tinggi diantaranya dari ahli evaluasi dengan total skor yang diperoleh 65 dari 18 kategori penilaian kemudian dikonversikan ke persentase menjadi 90%. Sedangkan dari ahli media total skor sebesar 20 dari 5 aspek dikonversikan menjadi 100%. Hal ini menyatakan bahwa instrument penilaian hasil belajar PPKn ini termasuk dalam kriteria valid untuk dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
• Kelebihan dan Kekurangan Jurnal
~ Dalam jurnal ini mempunyai kelebihan antara lain menampilkan gambar berupa soal gform yang di buatnya dan dalam penulisan abstrak juga menggunakan bahasa Inggris dan terjemahan bahasa Indonesia. Didalam jurnal ini materi mengenai Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II dijabarkan secara terperinci dan penggunaan bahasa asing dicetak miring namun masih terdapat paragraf yang kurang dari 3-5 kalimat serta masih terdapat daftar rujukan yang bersumber dari web atau blog, seharusnya penulis mencari sumber yang lebih terperinci dan akurat seperti jurnal atau buku.
3. Jurnal 3
• Identitas Jurnal
~ Judul Jurnal : Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI
~ Nama Penulis : Idatul Fitri
• Pembahasan Jurnal
Didalam jurnal ini mencakup 4 materi pembahasan yakni Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI, Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi, Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI, dan Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio. Untuk materi mengenai Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI. Berdasarkan konsepnya pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan salah satu bidang kajian dan program studi yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hukum, pendidikan politik dan kewarganegaraan. Sedangkan penilaian pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan terhadap keberhasilan anak didik , apakah anak didik dinyatakan berhasil atau gagal dalam menguasai suatu keterampilan tertentu.Unsur pokok dalam penilaian sendiri antara lain :
(1) Objek yang akan dinilai (menentukan objek yang akan dinilai).
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran).
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes)
(4) Pertimbangan keputusan (membuat keputusan/judgment).
Secara prinsipnya penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya hanya yang berbeda penekanannya yakni dari segi aspek afektif.
Selanjutnya pembahasan mengenai berbagai alat penilaian dalam Pembelajaran PKn SD/Mi pada umumnya mempunyai prinsip-prinsip penilaian kelas ialah valid, mendidik, berorientasi pada kompetensi, adil dan objektif, terbuka, berkesinambungan, menyeluruh, dan bermakna. Alat penilaian dalam PKn SD/Mi terbagi atas tes tertulis, tes perbuatan (performance treat), tes lisan dan penilaian non tes.
(a) Tes Tertulis
Dalam pelaksanaan bentuk tertulis siswa lebih tenang dan yakin karena merasa tidak berhadapan atau tidak ditanya secara langsung oleh guru penguji yang bersangkutan. Selain itu penilaian dapat lebih bersifat objektif karena tulisan merupakan bukti otentik yang dapat dijamin akuntabilitasnya. Ujian tertulis dapat digunakan berupa soal-soal berbentuk esai, objektif, atau gabungan keduanya. Pada tes tertulis uraian itu sifatnya terbatas, tertutup /terstruktur. Tes tertulis objektif terdiri dari tes pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan dan isian singkat.Tes tertulis objektif lebih praktis dan dapat digunakan untuk jumlah peserta didik yang cukup besar, serta mutunya dapat dipertanggungjawabkan.
(b) Tes Perbuatan
Penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan) dengan menggunakan lembar pengamatan.
(c) Tes Lisan
Digunakan untuk menilai hasil-hasil belajar dalam bentuk kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan.
(d) Penilaian non tes
Dalam penilaian ini menggunakan teknik dan alat yakni observasi (catatan kejadian), kuesioner (angket atau daftar isian), wawancara/interview, daftar cek, skala pilihan, studi kasus, dan portofolio.
Lebih lanjut lagi penulis membahas mengenai model-model alat penilaian PKn SD/MI yang dapat digunakan oleh guru ialah bentuk soal pilihan ganda, bentuk hubungan antarhal, dan bentuk soal pilihan ganda kompleks. Adapun model penilaian non tes (model penilaian perbuatan, model penilaian skala sikap, dan model penilaian daftar cek). Selain itu terdapat model penilaian lain antara lain model penilaian catatan anekdot, daftar cocok, skala bertingkat, sosiometri, pedoman wawancara, penilaian daftar baik buru dan daftar tingkat urutan. Pada bagian terakhir penulis membahas mengani penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI berbasis portofolio yaitu suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut. Konteks assessement atau penilaian berkenaan dengan portofolio meliputi tujuan, peran penilaian, tujuan penilaian portofolio di dalam kelas, prinsip penilaian portofolio, dan karakteristik penilaian portofolio.
• Kelebihan dan Kekurangan Jurnal
~ Didalam jurnal ini penulisan kalimat atau kata asing yang tepat (sesuai KBBI) karena sudah bercetak miring atau italic pada kalimat/kata asing, selain itu materi juga dijabarkan cukup jelas dan mudah dipahami namun masih terdapat beberapa penulisan kata yang typo (salah) seperti pada kata “penialaian” yang seharusnya ditulis “penilaian” dan paragraf yang kurang dari 3-5 kalimat serta penulisan daftar pustaka yang kurang rapi.
Terimakasih ibu,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Resa Kurnia
Npm : 2013053071
Jurnal berjudul "Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar" yang di tulis oleh Michael Tamboch membahas mengenai model pembelajaran yang salah satu nya yakni model pembelajaran Webbed, dimana dalam model pembelajaran tersebut terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Juga jurnal ini membahas mengenai penilaian dimana Penilaian adalah hal yang penting
harus dilakukan oleh seorang guru guna
mengukur sejauh mana kemampuan siswa
dalam belajar dan mengembangkan materi Penilaian dilakukan secara
konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan
kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau
produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata
pelajaran
Kelebihan :
Jurnal ini memuat informasi tentang variasi penilaian serta model pembelajaran
Kekurangan:
Terdapat spasi yang terlalu jauh sehingga membuat jurnal tidak rapih
Jurnal berjudul "PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II" dilakukan pembelajaran secara daring yang memanfaatkan whatsapp dan google form sebagai penunjang pembelajaran. Penggunaan google form juga efektif untuk mengukur kemampuan siswa pada pembelajaran dengan cara memberikan latihan.
Kelebihan :
Memuat informasi yang menunjukkan keefektifan penggunaan google form dalam pembelajaran daring, identitas jurnal lengkap
Kekurangan:
Terdapat daftar rujukan yang kurang relevan
Materi dengan judul "KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN
DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI" berisi kan tentang berbagai macam bentuk penilaian yakni
1. Tes Tertulis
2. Tes perbuatan (PERFORMANCE TREAT)
3. Tes lisan
4. Penilaian Non Tes
Dan juga membahas mengenai model-model alat penilaian sbb:
1. Bentuk soal pilihan ganda
2. Bentuk hubungan antarhal
3. Bentuk soal pilihan ganda kompleks
4. model penilaian catatan anekdot
5. model penilaian daftar cocok
6. model penilaian skala bertingkat
7. model penilaian sosiometri
8. model penilaian pedoman wawancara
9. model penilaian daftar tingkat urutan
Kelebihan:
Memuat informasi yang cukup lengkap sehingga menambah wawasan pembaca
Kekurangan :
Daftar pustakanya tidak terpisah atau tidak berada pada lembar sendiri.
Terima kasih
Izin menyampaikan hasil analisis,
Nama : Dinda Wahyu Puspita
NPM : 2013053137
Analisis Materi 1
Materi berbentuk artikel dengan judul "Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar". Materi menjabarkan mengenai Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah suatu mata pelajaran yang merupakan satu rangkaian proses untuk mengarahkan peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter bangsa Indonesia, cerdas, terampil dan bertanggung jawab sehingga dapat berperan aktif dalam masyarakat sesuai dengan ketentuan Pancasila dan UUD 1945. PKn mengarahkan murid menjadi warga negara yang baik di Indonesia. Untuk menjadi baik, tentu bukan hanya pengetahuan saja yang dimiliki oleh murid, namun juga diperlukan keterampilan dan sikap yang tepat. PKn dapat dijadikan wadah pemersatu bangsa Indonesia yang mempunyai banyak perbedaan suku, ras dan agama. Pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi salah satu solusi jitu sebagai sarana dalam mempersiapkan warga negara yang baik di tengah kompleksitas keberagaman yang berada di Indonesia.
Diperlukan model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn ini. Model pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik yaitu holistik, bermakna, otentik dan aktif. Salah satu model yang cukup banyak digunakan adalah model Webbed (jarring laba-laba) yaitu model pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecenderungan dapat disampaikan dalam beberapa mata pelajaran. Dari model ini guru diminta untuk membuat atau menerapkan suatu tema yang ada kemudian dikembangkan jaring-jaring matapelajaran yang saling berhubungan. Dalam model pembelajaran itu terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka dibuat RPP (Rancangan Program Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran hingga metode penilaian. Setiap pembelajaran yang ada sebaiknya dirancang untuk mencapai seluruh indikator yang diharapkan.
Untuk dapat melihat hal ini diperlukan suatu metode yang dinamakan penilaian agar diperoleh pemahaman secara utuh dan mendalam mengenai kemampuan murid dalam mencapai indikator tersebut. Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid. Untuk menghasilkan informasi yang reliable dan valid perlu ada bukti pendukung yang meyakinkan bahwa penilaian yang menghasilkan informasi tersebut memang berkualitas tinggi. Penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Untuk penilaian dapat menggunakan projek maupun portofolio agar lebih menarik bagi murid. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga jenius. Setiap penilaian yang baik ialah penilaian yang autentik dimana guru dapat membuat sendiri berbagai bentuk penilaian sesuai dengan Indikator dalam pembelajaran yang ingin dicapai. Kita dapat memilih dan menentukan aspek yang akan dinilai untuk dibuat model penilaiannya. Dalam penilaian sikap dapat menggunakan observasi, penilaian diri, penilaian antar teman dan jurnal catatan guru. Sedangkan untuk penilaian pengetahuan dapat menggunakan tes tulis, tes lisan atau penugasan. Untuk keterampilan dapat menggunakan penilaian kinerja, proyek dan portofolio.
Rubrik penilaian yang dibuat harus terlampir mengenai keterampilan dan sikap. Untuk keterampilan dapat diisi kerja sama dalam mengerjakan proyek dengan teman, kesiapan dalam membawa alat dan bahan, serta kemampuan dalam mengorganisasikan teman serta alat dan bahan tersebut. Untuk rubrik sikap dapat digunakan lembar ceklis kegiatan sehari-hari murid dan guru bisa ikut memantau dengan memberi beberapa catatan kecil mengenai sikap anak di sekolah.
Analisis Materi 2
Materi berbentuk artikel jurnal dengan judul "Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kanjeran II". Materi membahas tentang masa pandemi Covid-19 yang membawa perubahan luar biasa. Agar pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik diperlukan kinerja yang seimbang yakni antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Untuk menindaklanjuti hal tersebut pemerintah daerah beserta jajarannya berkoordinasi dengan stage holder pendidikan melaksanakan kebijakan pemerintah yaitu melaksanakan pembelajaran secara model daring.
Seluruh sekolah di Indonesia melaksanakan pendidikan secara model daring. Begitu juga dengan SDN Komplek Kenjeran II Surabaya. Pembelajaran pada awalnya dilakukan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Setiap kelas membentuk grup. Dalam hal ini setiap kelas membentuk 2 grup yaitu grup siswa dan grup orang tua siswa. Segala Informasi pembelajaran disampaikan melalui WhatsApp. Guru menyampaikan materi dengan menggunakan aplikasi YouTube. Begitu juga untuk latihan soal diberikan melalui aplikasi WhatsApp. Meskipun pembelajaran dilakukan secara jarak jauh harapannya hasil belajar yang di siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II pada pembelajaran PPKN mengalami kemajuan.
Pencapaian hasil evaluasi yang tidak sesuai harapan dikarenakan dalam pelaksanaan pembelajaran secara DARING siswa melakukan kegiatan membaca, mendengarkan dan melihat video materi pembelajaran PPKN selanjutnya siswa diberi lembar evaluasi secara Luar Jaringan (LURING) dengan memfotokan lembar evaluasi melalui WhatsApp, tidak dilakukannya pembahasan untuk lembar evaluasi tersebut. PPKN membutuhkan penerapan baik secara lisan maupun tulis. Pada pelajaran PPKn, guru mengalami kesulitan dalam memantau hasil belajar siswa karena memberikan evaluasi dengan menggunakan WhatsApp. Dengan penggunaan Google Form diharapkan dapat mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar PPKN siswa kelas IV SDN Komplek Kenjeran II.
Hasil belajar siswa diharapkan dapat meningkat dengan pembelajaran menggunakan apikasi google form. Selain hasil penelitian di atas pemilihan Google Form juga didasarkan pada kelebihan yang ada. Adapun kelebih tersebut adalah distribusi secara online real-time; batas maksimal penggunaan data bisa 50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu; setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman (tidak rusak atau hilang); Menghemat penggunaan kertas; Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan
analisis hasil pekerjaan siswa; Meminimalis kejujuran siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali. Selain memiliki kelebihan penggunaan Google Form juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika menggunakan HP. Sedangkan secara umum kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga jika paketan internet tidak ada maka tidak bisa terkoneksi.
Analisis Materi 3
Materi berbentuk artikel jurnal dengan judul "Konsep dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian dalam Pembelajaran PKn di SD dan MI". Materi memembahas 4 topik terkait konsep dan prinsip penilaian PKn SD/MI, berbagai alat penilaian dalam PKn SD/Mi, model-model alat penilaian PKn SD/MI, dan penggunaan model alat penilaian PKn SD/MI berbasis portofolio.
A. Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program
studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hokum, pendidikan politik dan kewarganegaraan. Penilaian adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang
meliputi siswa, guru, program pendidikan dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat
perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektivitas program.
Sedangkan Penilaian pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan
tentang nilai suatu objek. Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya
yang berbeda penekanannya , yaitu pada aspek afektif. Jarolimek dan W.C Parker (1993) menyatakan bahwa dalam kaitannya dengan proses pembelajaran, penilaian yang dilakukan guru bertujuan untuk :
1). Membantu mengklarifikasi tujuan pembelajaran
2). Menginformasikan kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar
3). Menginformasikan peserta didik bagaimana meningkatkan proses dan hasil belajarnya
4). Bahan informasi esensial kepada orang tua dan masyarakat mengenai efektivitas program
sekolah.
Tujuan penilaian adalah untuk memberikan :
1. Informasi tentang kemajuan hasil belajar siswa secara individual dalam mencapai
tujuan belajar sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukannya
2. Informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut, baik
terhadap masing-masing siswa maupun terhadap siswa seluruh kelas.
3. Informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat
kemampuan siswa, menetapkan tingkat kesulitan/kemudahan untuk melaksanakan
kegiatan remedial, pendalaman atau pengayaan.
4. Motivasi belajar siswa dengan cara memberikan informasi tentang kemajuannya dan
merangsangnya untuk melakukan usaha pemantapan atau perbaikan.
5. Informasi semua aspek kemajuan setiap siswa dan pada gilirannya guru dapat
membantu pertumbuhannya secara efektif untuk menjadi anggota masyarakat dan
pribadi yang utuh.
6. Bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan
keterampilan, minat, dan kemampuannya.
Sebagaimana penilaian pada umumnya, secara umum prinsip-prinsip penialaian kelas
adalah sebagai berikut :
1. Valid, Penilaian kelas harus diukur dengan alat yang dapat dipercaya, tepat dan sahih
2. Mendidik, penialain harus memberikan sumbangan positif
3. Berorientasi pada kompetensi, pencapaian kompetensi sesuai dalam kurikulum
4. Adil dan objektif, penilaian harus adil terhadap semua siswa dan tidak membeda-bedakan latar belakang siswa
5. Terbuka, terbuka bagi berbagai kalangan
6. Berkesinambungan, dilakukan secara berencana, bertahap, teratur, terus-menerus
7. Menyeluruh, meliputi aspek pengetahuan, sikap dan nilai, serta keterampilan
8. Bermakna, hasil penilaian mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa.
B. Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi
1. Tes tertulis
Ujian tertulis dapat digunakan soal-soal berbentuk esai, objektif, atau gabungan
keduanya. Penilaian ini lebih bersifat objektif karena tulisan merupakan bukti otentik yang dapat
dijamin akuntabilitasnya.
Tes tertulis uraian : terbatas, tertutp /terstruktur. Tes tertulis objektif terdiri dari tes pilihan
ganda, benar-salah, menjodohkan dan isian singkat.Tes tertulis objektif lebih praktis dan dapat
digunakan untuk jumlah peserta didik yang cukup besar, serta mutunya dapat dipertanggung
jawabkan.
Kriteria tes objektif yang baik harus memiliki dan memenuhi syarat-syarat seperti
berikut :
a. Memiliki validitas yang tinggi
b. Memiliki reliabilitas yang tinggi
c. Tiap butir soal memiliki daya pembeda
d. Tingkat kesukaran tes berdasarkan kelompok yang akan di tes. 30% mudah, 50%
sedang dan 20% sukar.
e. Mudah diadministrasikan, memiliki petunjuk tentang cara pelaksanaan, cara
mengerjakan, dan cara mengoreksinya.
f. Memiliki norma atau patokan penafsiran data.
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
Tes perbuatan adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan
muncul dalam diri siswa (keterampilan).Alat yang digunakan adalah lembar pengamatan.
3. Tes Lisan
Penilaian lisan digunakan untuk menilai hasil-hasil belajar dalam bentuk kemampuan
mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun soal tes lisan adalah sebagai
berikut :
1. Buatlah format soal dengan beberapa kemungkinan jawaban serta bobot skornya
2. Siapkan beberapa format soal yang paralel untuk beberapa orang siswa
3. Setiap format soal harus memiliki isi, derajat kesukaran, dan waktu untuk menjawab yang
sama.
4. Penilaian Non Tes
Teknik dan alat non tes, antara lain :
a. Observasi (catatan kejadian)
Menilai hasil belajar dari aspek psikomotor., misalnya praktek keterampilan, diskusi,
bermain, dll
b. Kuesioner (angket atau daftar isian)
Teknik ini untuki menilai hal-hal yang bersifat umum, antara lain identitas
peserta didik, keadaan social ekonomi orang tua dll.
c. wawancara/interviu
pengajuan pertanyaan dijawab langsung oleh peserta didik yang bersangkutan
sehingga terjadi hubungan timbal balik. Wawancara merupakan cara menggali
informasi meliputi berbagai aspek yang menggambarkan keadaan siswa saat itu.
d. Daftar cek
Adalah daftar aktivitas, sifat-sifat, masalah, dan jenis keesukaan.Kegunaannya
adalah untuk menyatakan ada atau tidak adanya suatu unsur, komponen, trait,
karakteristik atau kejadian dalam suatu peristtiwa, tugas atau satu kesatuan yang
kompleks. Pada daftar cek hanya ada 2 alternatif (ya atau tidak, memberi tanda atau
mengososngkan)
e. Skala pilihan
Pada skala pilihan disediakan opsion 3, 4, atau 5 pilihan.
f. Studi kasus
Terkadang perlu dilakukan untuk mempelajari pesrta didik yang bertingkah
laku ekstrim, dilakukan oleh staf Bimbingan Konseling (BK)
g. Portofolio
Merupakan suatu pendekatan dalam penialain kinerja mahasiswa/siswa dengan
mengoleksi atau mengumpulkan bahan-bahan yang relevan sehingga hasil tersebut
dapat dinilai dan dikomentari oleh dosen/guru.
Wayan Wida (1984:18) mengemukakan pertimbangan-pertimbangan dalam
menentukan jenis alat penilaian, yaitu sebagai berikut :
a) Aspek kemampuan yang akan dinilai
b) Sifat bahan yang akan disajikan
c) Besar kecilnya kelompok yang akan diuji
d) Frekuensi penggunaan alat penilaian
e) Kesempatan guru untuk koreksi
C. Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI
Langkah-langkah pengembangan alat penialain kelas, meliputi :
1. menyusun spesifikasi tes (menentukan KD dan menyusun kisi-kisi tes)
2. menulis soal tes
3. menelaah soal tes
4. melakukan uji coba tes
5. menganalisis butir soal
6. memperbaiki soal tes
7. merakit soal
8. melaksanakan tes
9. menganalisis hasil tes
10. merakit soal
11. melaksanakan tes
12. menganalisis hasil tes
Alat-alat penilaian PKn SD/MI :
1. Bentuk soal pilihan ganda
2. Bentuk hubungan antarhal
3. Bentuk soal pilihan ganda kompleks
Model-model penilaian PKn SD/MI :
1. Model penilaian non tes
2. Model penilaian catatan anekdot
3. Model penilaian daftar cocok
4. Model penilaian skala bertingkat
5. Model penilaian sosiometri
6. Model penilaian pedoman wawancara
7. Model penilaian daftar baik buruk
8. Model penilaian daftar tingkat urutan
D. Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa
(bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar,
kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Menurut Nuryani Rustaman (2002:3) konteks assessement berkenaan dengan
portofolio, meliputi berikut ini :
1. Tujuan ( meliputi hakikat hasil belajar, fokus bukti, rentang waktu, hakikat bukti)
2. Peran penialaian ( meliputi pemantapan penanaman nilai, penilaian jati diri, penilaian formal, momentum dan media untuk mendapatkan umpan balik pengajaran)
3. Tujuan penialaian portofolio di dalam kelas ( menghargai perkembangan yang terjadi
pada siswa, menghargai prestasi terbaik siswa, mendokumentasikan proses belajar yang
berlangsung, merefleksi, meningkatkan efektifitas proses belajar, bertukar informasi
dengan orang tua, membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada
siswa, meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri, membantu siswa dalam
merumuskan tujuan)
4. Prinsip penilaian portofolio
Munurut Sumarna dan Muhamad Hatta (2004:71) dalam melakukan penilaian
portofolio ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, yaitu saling percaya,
kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil.
5. Karakteristik penilaian portofolio
Menurut Sumarna dan Muhamaad Hatta (2004:81)peneilaian portofolio
mempunyai karakteristik sebagai berikut : Multisumber (dari berbagai sumber),
Authentic ( benar-benar disusun oleh siswa), Dinamis, Eksplisit (kejelasan), Integrasi
(terintegrasi antar kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan), Kepemilikan, dan
Beragam tujuan.
Kelebihan :
a. memungkinkan pendidik mengakses kemampuan peserta didik
b. memungkinkan pendidik menilai keterampilan peserta didik
c. mendorong kolaborasi antara peserta didik dengan pendidik
d. memungkinkan pendidik mengintervensi proses
e. mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual siswa
f. menunjukan prestasi akademik dan memotret kompetensi siswa
Kelemahan :
a. memerlukan waktu relative lama
b. pendidik harus tekun, sabar dan terampil
c. tidak ada kriteria yang standar
Terimakasih
Nama : Dhea Ayu Purba Laras
NPM : 2013053119
Analisis materi 1
jurnal yang berjudul "Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar" yang ditulis oleh Michael Tamboch ini berisi tentang model pembelajaran dan penilaian yang sesuai dengan Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Model pembalajaran yang tepat akan mempengaruhi belajar siswa. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam model pembelajaran salah satunya adalah dibuatnya RPP. Untuk dapat melihat apakah pembelajaran tersebut efektif atau tidak adalah dengan cara penilaian sehingga penilaian merupakan hal yang wajib dikuasai oleh guru.
- Kelebihan jurnal : Pemaparan materi yang jelas
- Kekurangan jurnal : Jurnal tidak diberi nomor halaman, penulisan kata yang kurang tepat dan tidak dicetak miring
Analisis materi 2
Jurnal yang berjudul "Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II" dengan penulis yaitu Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono.
Pada jurnal ini membahas tentang pengembangan instrumen penilaian hasil belajar PPKn yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 yang menggunakan google form sebagai alat dalam menyampaikan materi pembelajaran dan menggunakan internet karena pembelajaran yang dilakukan secra daring. Penggunaan google form adalah untuk membantu guru dalam memamtau hasil belajar siswa. Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time; Real time collaboration; setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman; menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, dan dapat meminimalisir ketidakjujuran siswa.
- Kelebihan jurnal : Penjabaran materi pembahasan yang sangat lengkap dan mudah dipahami karena disertai dengan gambar diagram
- Kekurangan jurnal : Penggunaan tanda baca yang tidak lengkap, kemudian terdapat kata yang berbahasa asing namun tidak miring
Analisis materi 3
Jurnal yang berjudul "Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKn Di SD Dan MI" yang ditulis oleh Idatul Fitri membahas tentang konsep serta prinsip dalam penilaian PKn di jenjang SD/MI.
Terdapat 4 unsur pokok dalam penilaian yaitu :
a. Objek yang akan dinilai
b. Kriteria sebagai tolak ukur
c. Data tentang objek yang dinilai
d. Pertimbangan keputusan
Terdapat beberapa jenis-jenis penilaian diantaranya :
1. Tes Tertulis
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Berikut merupakan model-model alat peniliaian dalam Pkn SD/MI diantaranya :
1. Bentuk soal pilihan ganda
2. Bentuk hubungan antarhal
3. Bentuk soal pilihan ganda kompleks
4. Model penilaian catatan anekdot
5. Model penilaian daftar cocok
6. Model penilaian skala bertingkat
7. Model penilaian sosiometri
8. Model penilaian pedoman wawancara
9. Model penilaian daftar baik buruk
10. Model penilaian daftar tingkat urutan
- Kelebihan : Isi jurnal dijelaskan dengan rinci
- Kekurangan : Jurnal yang tidak lengkap identitasnya,
Terimakasih
Nama: Nisa Rizki El Balqis
NPM: 2013053166
Nama Jurnal: Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis: Michael Tamboch
Penilaian merupakan hal yang penting yang harus dilaksanakan oleh guru untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta didik dalam belajar dan mengembangkan materi yang telah diajarkan. Melalui penilaian ini guru akan dapat mengetahui tercapai atau tidaknya kemampuan peserta didik yang sudah diharapkan. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya dari beberapa tugas, proyek, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran.
Kelebihan: Terdapat kesesuaian antara tujuan jurnal dengan kesimpulan yang didapatkan.
Kekurangan: Terdapat beberapa kata yang mengandung istilah yang berlaku pada bidang tertentu, sehingga sulit untuk memahami maknanya.
Analisis 2
Nama Jurnal: Meningkatkan Hasil Belajar PKN Menggunakan Metode Simulasi Pada Siswa Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Hasanuddin Tahun Ajaran 2010/2011C
Penulis: Candra Dwi Fathoni, Gede Sedanayasa, Wawan Suwatra.
Pada jurnal 2 membahas tentang bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Keberhaan suatu pembelajaran itu sangat ditentukan oleh pemilihan metode belajar yang ditentukan oleh guru, karena dengan penyajian pembelajaran yang menarik akan dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut guru hendaknya memilih metode pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan materi pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk hal tersebut adalah metode simulasi. Dalam penggunaan metode simulasi siswa tidak dibiarkan lepas sendiri dalam mempraktikkan materi pembelajaran tetapi ada pengawasan dari guru untuk
mengarahkan dan membimbing siswa
sehingga hal ini bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti perkelahian atau perselisihan antar siswa.
Kelebihan: Dalam jurnal tersebut kata serapan asing sudah ditulis dengan huruf miring.
Kekurangan: Dalam jurnal tersebut terdapat beberapa kata yang seharusnya ditulis menggunakan huruf kapital, tetapi didalam jurnal ditulis menggunakan huruf kecil.
Analisis 3
Judul Jurnal: Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian dalam Pembelajaran PKN di
SD dan MI
Penulis: Idatul Fitri
Penilaian merupakan suatu proses yang sistematis yang dimulai dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi dari informasi atau data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa tujuan dari dilakukannya penilaian, yaitu:
- Membantu mengklarifikasi tujuan pembelajaran
- Menginformasikan kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar
- Menginformasikan peserta didik bagaimana meningkatkan proses dan hasil belajarnya
- Bahan informasi esensial kepada orang tua dan masyarakat mengenai efektivitas program sekolah.
Langkah-langkah pengembangan alat penialain kelas, meliputi :
- menyusun spesifikasi tes (menentukan KD dan menyusun kisi-kisi tes)
- menulis soal tes
- menelaah soal tes
- melakukan uji coba tes
- menganalisis butir soal
- memperbaiki soal tes
- merakit soal
- melaksanakan tes
- menganalisis hasil tes
(bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar,
kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Kelemahan: Dalam jurnal ini masih terdapat beberapa tanda baca yang tidak sesuai dengan kaidah EYD.
Kelebihan: jurnal ini sudah memuat penjelasan yang cukup lengkap sehingga pembaca dapat memahami materi secara jelas.
Terimakasih
NPM : 2013053135
Izin menjawab,
Hasil Analisis 1
A. Identitas Jurnal
Judul Jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
B. Isi Jurnal
Jurnal ini membahas masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar. Dalam proses pembelajaran diperlukan Model pembelajarn yanga dapat menjadikan pembelajaran menjadi aktif dan efektif. Dalam model pembelajaran itu terdapat berbagai hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka dibuat RPP (Rancangan Program Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran hingga metode penilaian. Penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Penilaian dibuat berdasarkan materi yang sudah diajarkan sebelumnya dan dapat mengukur dengan baik keseluruhan siswa yang ada. Penilaian Dapat dijadikan suatu tolak ukur keberhasilan guru dalam membimbing siswa dan kemampuan siswa dalam menyerap materi dengan baik. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran.
Hasil Analisis 2
A. Identitas Jurnal
Judul: PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi
B. Isi Jurnal
Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis terhadap pengembangan instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis googel form didapatkan bahwa Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time, Real time collaboration, setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman, menghemat penggunaan kertas, menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali. Selain itu penggunaan Google Form juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika menggunakan HP. Sedangkan secara umum kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga jika paketan internet tidak ada maka tidak bisa terkoneksi.
Hasil Analisis Jurnal 3
A. Identitas Jurnal
Judul : KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI
Penulis : Idatul Fitri
B. Isi Jurnal
Tujuan penilaian adalah untuk memberikan :
1. Informasi tentang kemajuan hasil belajar siswa
2. Informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan belajar lebih lanjut,
3. Informasi yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa, menetapkan tingkat kesulitan/kemudahan untuk melaksanakan kegiatan remedial, pendalaman atau pengayaan.
4. Motivasi belajar siswa
5. Informasi semua aspek kemajuan setiap siswa dan pada gilirannya guru dapat membantu pertumbuhannya secara efektif untuk menjadi anggota masyarakat dan pribadi yang utuh.
6. Bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan yang sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya.
a. Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
Penilaian assessmentdan Penialaian/evaluation memiliki persamaan dan perbedaan.Persmaananya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu.Perbedaan, Penialain (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal contohnya seperti guru menilai hasil belajar muridnya. Sedangkan Penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luasdan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk menilai suatu programbaik pada level terbatas maupun pada level yang luas. Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu
(1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
(4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
b. Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi
1. Tes tertulis
2. Tes Perbuatan (Perfomance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non tes
Seperti observasi (catatan kejadian), kuesioner (angket atau daftar isian), wawancara/interviu pengajuan pertanyaan, daftar cek, skala pilihan, studi kasus dan Portofolio.
c. Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI
1. Model penilaian non tes
2. Model penilaian catatan anekdot
3. Model penilaian daftar cocok
4. Model penilaian skala bertingkat
5. Model penilaian sosiometri
6. Model penilaian pedoman wawancara
7. Model penilaian daftar baik buruk
8. Model penilaian daftar tingkat urutan
d. Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut. Konteks assessement berkenaan dengan portofolio, meliputi
1. Tujuan ( meliputi hakikat hasil belajar, fokus bukti, rentang waktu, hakikat bukti)
2. Peran penialaian ( meliputi pemantapan penanaman nilai, penilaian jati diri, penilaian formal, momentum dan media untuk mendapatkan umpan balik pengajaran)
3. Tujuan penialaian portofolio di dalam kelas
4. Prinsip penilaian portofolio Munurut Sumarna dan Muhamad Hatta (2004:71) dalam melakukan penilaian portofolio ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, yaitu saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil.
Terima kasih
NPM : 2013053073
Izin menjawab ibu.
Jurnal 1
Judul Jurnal : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
Isi Jurnal :
Jurnal ini membahas mengenai masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang sesuai Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar.
Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait.
Penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran.
kelebihan : jurnal ini memuat informasi tentang variasi penilaian serta model pembelajaran yang dijabarkan dengan sangat jelas sehingga pembaca mudah untuk memahami informasi yang ada di dalam teksnya
kekurangan : sebaiknya penulis lebih memperbanyak wawasan tentang variasi penilaian dan model pembelajaran lainnya agar semakin lengkap
Jurnal 2
Judul : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi, Vicky Dwi Wicaksono
Volume : 10
Nomor : 1
Tahun : 2022
Halaman : 134-146
Nama Jurnal : JPGSD
Jurnal ini membahas bagaimana cara untuk menyiasati pelaksanaan pembelajaran di era pademi saat ini. Caranya yaitu dengan tetap melaksanakan pembelajaran tetapi tidak secara langsung (tatap muka). Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon guru terhadap instrument penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar. Peneliti menggunakan jenis penelitian pengembangan R & D (Research and Development). Berdasarkan hasil peneelitian, penilaian berbasis Google Form sangat mudah karena dalam pengerjaannya hanya membutuhkan jaringan internet yang dapat diisi dimanapun dan kapanpun, Penilaian berbasis Google Form juga sangat ekonomis tidak menggunakan banyak kertas.
Kelebihan : isi jurnal dituliskan cukup rinci dengan adanya hasil validasi terkait penelitian yang sudah dilakukan
Kekurangan : ada beberapa kata yang salah penulisannya
Analisis Jurnal 3 :
Jurnal berjudul “Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran Pkn Di SD Dan MI” penulis Idatul Fitri. Jurnal ini membahas mengenai konsep dan prinsip PKN di SD/MI. Penilaian berupa assessment dan evaluation.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu :
1. Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai).
2. Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran).
3. Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes).
4. Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Penilaian pada hakikatnya merupakan suatu proses membuat keputusan tentang nilai suatu objek. secara umum prinsip-prinsip penialaian kelas adalah sebagai berikut : 1) valid, 2) Mendidik, 3) Berorientasi pada kompetensi, 4) Adil dan objektif, 5) Terbuka, 6) Berkesinambungan, 7) Menyeluruh dan 8) Bermakna.
Bentuk penilaian adalah sebagai berikut :
1. Tes Tertulis
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Model-model Penilaian PKn SD/MI :
1. Model Penilaian Catatan Anekdot
2. Model Penilaian Daftar Cocok
3. Model Penilaian Skala Bertingkat (Numerical Rating Scale)
4. Model Penilaian Sosiometri
5. Model Penilaian Pedoman Wawancara (Interviu)
6. Model Penilaian Daftar Baik Buruk
7. Model Penilaian Daftar Tingkat Urutan
kelebihan : isi jurnal sudah dijelaskan dengan rinci
kekurangan : penulisan nya kurang rapi
Terimakasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Mita Ayuning Tias
Npm : 2013053034
Izin menjawab
Hasil Analisis :
Jurnal 1
Judul : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch.
Model pembalajaran yang tepat
akan mempengaruhi belajar siswa. Guru
biasa mengajar dengan metode ceramah
saja akan membuat siswa menjadi bosan,
mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Salah satu model pembelajaran
terpadu yang dapat digunakan di sekolah
dasar adalah model pembelajaran Webbed. Dalam model pembelajaran itu
terdapat berbagai hal yang harus
dipersiapkan dengan baik. Untuk itu maka
dibuat RPP (Rancangan Program
Pembelajaran) yang berisi Kompetensi Inti
(KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator,
kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran
hingga metode penilaian. Setiap
pembelajaran yang ada sebaiknya
dirancang untuk mencapai seluruh
indikator yang diharapkan. Penilaian adalah hal yang penting
harus dilakukan oleh seorang guru guna
mengukur sejauh mana kemampuan siswa
dalam belajar dan mengembangkan materi.
Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan
mengetahui tercapai tidaknya kemampuan
yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh
karena itu guru perlu memiliki kemampuan
dalam menilai hasil belajar siswa. Penilaian dilakukan secara
konsisten, sistematis, dan terprogram
dengan menggunakan tes dan nontes dalam
bentuk tulisan atau lisan, pengamatan
kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau
produk, portofolio, serta penilaian diri
menggunakan standar penilaian pendidikan
dan panduan penilaian kelompok mata
pelajaran. Bentuk penilaian
pun dapat bervariasi tidak hanya tes tertulis
dengan format pilihan ganda, isian dan esai
saja. Terutama bila kita hendak mengukur
sikap, tentunya bisa menggunakan format
checklis tabel, lembar pantau sikap ataupun
penilaian sikap oleh teman sejawat. Akan
sangat sulit bila kita melakukan penilaian
sikap dengan satu bentuk tes tertulis saja.
Kelebihan jurnal ini yaitu materi dipaparkan dengan jelas. Sedangkan kekurangannya yaitu jurnal tidak diberi nomor halaman dan ada penulisan yang kurang tepat.
Jurnal 2:
Judul : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi, Vicky Dwi Wicaksono
Volume : 10
Nomor : 1
Tahun : 2022
Halaman : 134-146
Nama Jurnal : JPGSD
Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang
luar biasa. Perubahan terjadi dalam berbagai hal.
Dalam hal ini kita akan memfokuskan perubahan
dalam bidang pendidikan. Untuk menyiasati
pelaksanaan pembelajaran di era pademi saat ini, maka
pemerintah mengambil kebijakan dengan tetap
melaksanakan pembelajaran tetapi tidak secara
langsung (tatap muka). Pembelajaran dilakukan secara
jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Seluruh sekolah di Indonesia melaksanakan
pendidikan secara model daring. Pembelajaran
pada awalnya dilakukan dengan menggunakan aplikasi
WhatsApp. Setiap kelas membentuk grup. Dalam hal
ini setiap kelas membentuk 2 grup yaitu grup siswa dan
grup orang tua siswa. Segala Informasi pembelajaran
disampaikan melalui WhatsApp. Guru menyampaikan
materi dengan menggunakan aplikasi YouTube. Begitu
juga untuk latihan soal diberikan melalui aplikasi
WhatsApp. Hasil belajar siswa diharapkan dapat meningkat dengan pembelajaran menggunakan apikasi google form. Selain hasil penelitian di atas pemilihan Google Form juga didasarkan pada kelebihan yang ada. Adapun kelebih tersebut adalah distribusi secara online real-time; batas maksimal penggunaan data bisa 50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu; setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman (tidak rusak atau hilang); Menghemat penggunaan kertas; Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pekerjaan siswa; Meminimalis kejujuran siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali. Selain memiliki kelebihan penggunaan Google Form juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika menggunakan HP. Sedangkan secara umum kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga jika paketan internet tidak ada maka tidak bisa terkoneksi.
Jurnal 3
Judul : Konsep Dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKn Di SD Dan MI
Penulis : Idatul Fitri
Penilaian adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang
meliputi siswa, guru, program pendidikan dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat
perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektivitas program. Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu
(1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
(4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment).
Terdapat beberapa jenis penilaiannya, diantaranya:
1. Tes tertulis
2. Tes perbuatan
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Berikut merupakan model-model alat peniliaian dalam Pkn SD/MI diantaranya :
1. Bentuk soal pilihan ganda
2. Bentuk hubungan antarhal
3. Bentuk soal pilihan ganda kompleks
4. Model penilaian catatan anekdot
5. Model penilaian daftar cocok
6. Model penilaian skala bertingkat
7. Model penilaian sosiometri
8. Model penilaian pedoman wawancara
9. Model penilaian daftar baik buruk
10. Model penilaian daftar tingkat urutan.
Kelebihan jurnal ini yaitu materi dijelaskan dengan rinci. Sedangkan kekurangan jurnal ini yaitu penulisannya kurang rapi.
Terimakasih...
Nama : Ida Farida
NPM : 2013053051
Analisis Materi 1
Pada makalah yang berjudul variasi penilaian dan model pembelajaran PKn di sekolah dasar yang disusun oleh Michael Tamboch. Makalah ini membahas masalah mengenai penilaian serta model pembelajaran PKn disekolah dasar. Model pembalajaran yang tepat akan mempengaruhi belajar siswa. Guru biasa mengajar dengan metode ceramah saja akan membuat siswa menjadi bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat. Bila guru hanya menggunakan satu model pembelajaran dan satu model penilaian, maka hal tersebut bukan hal yang tidak mungkin terjadi pada murid di sekolah yang kita ajar. Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran Webbed. Pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait. Kemudian mengenai penilaian, Penilaian yang berkualitas akan menghasilkan informasi yang reliable dan valid. Untuk penilaian yang valid dalam berbagai soal dan mata pelajaran kita biasanya mengenal tes tertulis dengan format pilihan ganda, isian maupun esai. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran.
Kelebihan : materi yang disajikan baik, jelas, kalimat yang digunakan juga sederhana sehingga memudahkan pembaca memahami materi tersebut.
Kekurangan : belum ada halaman dan bentuk font yang berbeda, terdapat perbedaan font pada daftar pustaka dengan font isi materi.
Analisis Materi 2
Jurnal yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKN Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II” ditulis oleh Lovely Galih Wicaksono. JPGSD Volume 10 Nomor 1 Tahun 2022, 134-146. Jurnal ini membahas tentang penilaian hasil belajar PPKn. Pandemi covid-19 memberikan dampak perubahan yang signifikan terutama pada bidang pendidikan. Di mana pendidikan dilaksanakan secara daring. Dalam pembelajaran yang dilakukan secara daring pada jurnal ini dibahas mengenai penggunaan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKN Berbasis Google Form. Pada penggunaan Aplikasi Google Form dapat menghemat waktu, penggunaan kertas dan dapat memantau atau meminimalisasi tingkat ketidak jujuran siswa dalam pengerjaan soal. Adapun kelebihan dari penggunaan aplikasi Google Form yaitu: distribusi dan tabulasi online real-time, Real time collaboration, setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman, menghemat penggunaan kertas, menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, menimalisasi ketidak jujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
Kelebihan : identitas jurnal lengkap, hasil penelitian yang valid dengan dilengkapi data-data.
Kekurangan : masih terdapat beberapa kata asing yang tidak di tulis dengan italic.
Analisis Materi 3
Modul yang berjudul “Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN di SD dan MI” ditulis oleh Idatul Fitri.
Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hokum, pendidikan politik dan kewarganegaraan.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu :
1. Objek yang akan dinilai (menentukan objek yang akan dinilai)
2. Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
3. Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
4. Pertimbangan keputusan (membuat keputusan/judgment)
Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi
1. Tes Tertulis
2. Tes Perbuatan (Performance Treat)
3. Tes Lisan
4. Penilaian Non Tes
Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI
1. Pengembangan alat penilaian kelas dalam pkn
2. Model-model alat penialaian pkn SD/MI
3. Model penilaian catatan anekdot
4. Model penilaian daftar cocok
5. Model penilaian skala bertingkat
6. Model penilaian sosiometri
7. Model penilaian pedoman wawancara
8. Model penilaian daftar baik buruk
9. Model penilaian daftar tingkat urutan
Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Kelebihan : materi yang di sajikan sudah lengkap dengan menggunakan bahasa yang mudah di pahami.
Kekurangan : masih terdapat kesalahan dalam penulisan kata seperti kata penilaian yang ditulis dengan “Penialain” dan terdapat kata yang tidak diberikan spasi.
Sekian terimakasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
NPM: 2013053168
Izin menyampaikan analisis materi.
Analisis Materi 1
Judul artikel: Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis: Michael Tamboch
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah suatu mata pelajaran yang merupakan satu rangkaian proses untuk mengarahkan peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter bangsa Indonesia, cerdas, terampil dan bertanggung jawab sehingga dapat berperan aktif dalam masyarakat sesuai dengan ketentuan Pancasila dan UUD 1945 [6](Setiawan, 2017:2). Dapat diperhatikan bahwa PKn mengarahkan murid menjadi warga negara yang baik di Indonesia. Dalam pembelajaran PKn mencakup Pendidikan karakter yangsebaiknya dikembangkan. Upaya yang sebaiknya dilakukan agar peserta diidk dapat memahami serta memiliki karakter warga negara yang baik seperti taat peraturan perundang-undangan dan memahami aturan hukum serta konsekuensi yang berlaku ketika melanggar aturan tersebut diperlukanlah model pembelajaran dan penilaian yang tepat dalam pelajaran PKn ini sesuai dengan karakteristiknya yaitu holistik, bermakna, otentik dan aktif..
Salah satu model yang cukup banyak digunakan adalah model Webbed (jarring laba-laba) yaitu model pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan tema tertentu yang berkecenderungan dapat disampaikan dalam beberapa mata pelajaran [10] (Winataputra, 2014:9.22). Untuk penilaian dapat menggunakan projek maupun portofolio agar lebih menarik bagi murid. pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitan tema tersebut dengan mata pelajaran yang terkait [2](Hernawan dan Andayani, 2014:1.26). Dari model ini guru diminta untuk membuat atau menerapkan suatu tema yang ada kemudian dikembangkan jarring-jaring mata pelajaran yang saling berhubungan.
Penilaian adalah hal yang penting harus dilakukan oleh seorang guru guna mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dan mengembangkan materi. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tidaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh karena itu guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa [1] (Anitah 2010:4.35). Penilaian sendiri dibuat berdasarkan materi yang sudah diajarkan sebelumnya dan dapat mengukur dengan baik keseluruhan siswa yang ada. Dapat juga dijadikan suatu tolak ukur keberhasilan guru dalam membimbing siswa dan kemampuan siswa dalam menyerap materi dengan baik. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tulisan atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portofolio, serta penilaian diri menggunakan standar penilaian pendidikan dan panduan penilaian kelompok mata pelajaran [5](Rusman 2017:13). Dari sini dapat dilihat bahwa penilaian haruslah dibuat oleh guru sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung, yang berarti dimulai dari proses pembuatan RPP (Rancangan Program Pembelajaran).
Kelebihan pada artikel ini yaitu memuat informasi secara general mengenai model pembelajaran webbed yang membantu siswa dalam memahami pelajaran PKn SD serta bagaimana penilaian dalam pembelajaran PKn. Sedagkan kekuragan adalah variasi dalam model pembelajaran dan penilaian hanya ada 1 macam saja yang dijelaskan sehingga informasi yang didapatkan hanya sebatas 1 model dan 1 variasi penilaian saja.
Analisis materi 2
Judul: PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
Penulis: Lovely Galih Pertiwi, Vicky Dwi Wicaksono
Dalam artikel dijelaskan mengenai penilaian evaluasi siswa pada era covid-19 yang membawa perubahan besar dalam system penilaian di Lembaga Pendidikan. Pada artiklel ini mengacu pada penelitian sebelumnya yakni oleh Ardiyansyah (2018). Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa perolehan nilai evaluasi dari 33 siswa terdapat peningkatan yang signifikan. Peningkatan penilaian evaluasi siswa pada siklus I ke siklus II yakni sebesar 9%. Pada siklus I dan siklus II mengalami kenaikan sebesar 27%. Berdasarkan prosentase peningkatan hasil evaluasi siswa pada siklus I dan II menunjukkan adanya keberhasilan penggunaan Google Form pada pembelajaran. Kelebihan dalam penggunaan g-form dalam evaluasi hasil belajar siswa diantaranya h distribusi secara online real-time; batas maksimal penggunaan data bisa 50 orang dalam suatu berkas pada satu waktu; setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan aman (tidak rusak atau hilang); Menghemat penggunaan kertas; Menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pekerjaan siswa; Meminimalis kejujuran siswa karena bisa di atur hanya dapat dikerjakan 1 kali. Selain memiliki kelebihan penggunaan Google Form juga memiliki kelemahan baik dari segi guru maupun dari siswa. Kelemahan dari segi guru adalah pembuatan soal dengan aplikasi Google Form lebih mudah jika dikerjakan menggunakan computer dan laptop, akan mengalami kendala (lebih lama) jika menggunakan HP. Sedangkan secara umum kekurangannya baik dari guru maupun siswa adalah penggunaan aplikasi ini memerlukan koneksi internet, sehingga jika paketan internet tidak ada maka tidak bisa terkoneksi. Penelitian pada artikel ini menggunakan jenis penelitian R&D dengan mengembangkan instrument penilaian berbasis google form.
Kelebihan dari artikel ini yaitu pembahasannya rinci dan memiliki acuan dari penelitian terdahulu serta terdapat data kuantitatif dan hasilnya dijabarkan secara gambling di dalamnya. Kekurangan pada artikel ini diantaranya beberapa kata terdapat typo dan terdapat penulisan Bahasa asing yang belum dicetak miring.
Analisis materi 3
Judul: KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI
Penulis: Idatul Fitri
Dalam artikel dijelaskan mengenai definisi Pendidikan kewarganegaraan (PKn) dan analisis dari assessment dan evaluasi. keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu.Perbedaan, Penialain (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal. Sedangkan Penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luasdan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk menilai suatu programbaik pada level terbatas maupun pada level yang luas. Jarolimek dan W.C Parker (1993) menyatakan bahwa dalam kaitannya denga proses pembelajaran, penilaian yang dilakukan guru bertujuan untuk :
1. Membantu mengklarifikasi tujuan pembelajaran
2. Menginformasikan kelebihan dan kekurangan peserta didik dalam belajar
3. Menginformasikan peserta didik bagaimana meningkatkan proses dan hasil belajarnya
4. Bahan informasi esensial kepada orang tua dan masyarakat mengenai efektivitas program sekolah.
Prinsip-prinsip penilaian dalam kelas diantaranya Valid, Mendidik, Berorientasi pada kompetensi, pencapaian kompetensi sesuai dalam kurikulum, Adil dan objektif, Terbuka, Berkesinambungan, Menyeluruh,dan Bermakna. Jenis-jenis penilaian diantaranya tes tertulis, performance treat, tes lisan dan penilaian nontes.
Dalam jurnal ini memiliki kelebihan yaitu materi yang disampaikan terperinci dari materi-materi umum ke khusus sehingga dapat dipahami secara bertahap dengan mudah. Sedangkan kekurangannya terdapat pada penulisannya masih kurang rapi, terdapat kata-kata yang tidak diberi spasi dan tidak menggunakan rata kanan kirisehingga tulisan terkesan berantakan.
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Nama : Tamam Abdiella Sancari
NPM : 2013053176
Izin menjawab
Hasil analisis pada jurnal "Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar" yaitu : Belajar dapat dikatakan sebagai suatu aktivitas yang dapat dilakukan secara psikologis maupun fisiologis. Dalam penerapannya untuk meningkatkan kemampuan fisiologis guru dapat menggunakan media yang memudahkan murid dalam melakukan aktivitas motorik. Model pembelajaran juga dapat mempengaruhi belajar siswa apabila guru terbiasa menggunakan metode ceramah hal tersebut terkesan bosan dan membuat siswa menjadi pasif. Model pembelajaran Webbed dapat digunakan untuk diterapkan dalam pembelajaran. Banyak model penilaian dan berbagai kegiatan dapat dipilih untuk dapat diterapkan di masing-masing sekolah,salah satunya ialah penilaian dengan proyek dan portofolio dalam keguiatan SLC.
Kelebihan : materi yang disajikan lengkap dan dapat dipahami
kekurangan : masih ditemukan kurangnya identitas jurnal
Hasil analisis pada jurnal "PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II" yaitu : Dalam penelitian yang telah dilakukan dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa :
a. Instrumen hasil belajar dengtan menggunakan Google Form memiliki beberapa keuntungan : setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman; menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
b. Hasil validasi instrument penilaian hasil belajar mendapatkan persentase yang tinggi, diantaranya dari ahli evaluasi dengan total skor yang diperoleh 65 dari 18 kategori penilaian kemudian dikonversikan ke persentase menjadi 90%. Sedangkan, ahli. media total skor sebesar 20 dari 5 aspek dikonversikan menjadi 100%. Hal ini menyatakan bahwa instrument penilaian hasil belajar PPKn ini termasuk dalam kriteria valid untuk dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
c. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan II.
Kelebihan : materi yang disajikan lengkap
kekurangan : identitas jurnal masih kurang
Hasil analisis pada jurnal "KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI" yaitu :
NPM : 2013053126
Analisis jurnal
Jurnal 1
Judul : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Meningkatkan Kebermaknaan Belajar Siswa SD
Penulis : Michael Tamboch
Salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat digunakan di sekolah dasar adalah model pembelajaran webbed, pendekatan ini dimulai dari menentukan tema yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan hubungan antara tema dan materi pelajaran yang bersangkutan. Dalam melihat ketercapaian indikator pembelajaran, yang harus dilakukan adalah metode yang disebut penilaian agar diperoleh pemahaman yang utuh dan mendalam tentang kemampuan siswa dalam mencapai indikator tersebut.
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematis, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian kerja dalam bentuk tugas, proyek dan atau produk, portofolio, dan penilaian diri dengan menggunakan pendidikan. standar penilaian dan pedoman penilaian kelompok mata pelajaran. Penelitian pengembangan perangkat penilaian hasil belajar pada pembelajaran tematik integratif menunjukkan bahwa pada tahap perancangan perangkat penilaian produk di sekolah dasar perlu disesuaikan dengan materi pembelajaran atau KD yang sesuai dengan pembelajaran tematik.
Kelebihan dan kekukarang:
Jurnal yang di karang penulis sudah cukup lengkap dan referensi acuan yang digunakan belum cukup banyak baik dari penelitian terdahulu, buku, dll. Tetapi jurna ini tidak terlepas dari kekurang yaitu, paparan materi yang kurang banyak membuat pembaca kurang banyak mendapat pengetahuan dan rferensi dari jurnal ini.
Kesimpulan :
Dalam pembelajaran PKn di Sekolah Dasar terdapat capaian yang harus diselesaikan dengan itu perlu adanya penilaian untuk membantu mengukur ketercapaian tersebut.
Jurnal 2
Judul : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google FORM Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi
Dalam jurnal ini penulis meneliti pengembangan Instrumen penilaian hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form. Keuntungan dari penggunaan aplikasi Google adalah
1) distribusi dan tabulasi online real-time
2) real time collaboration
3) setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman
4) menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali
Sesuai hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan II. Persentase ketuntasan evaluasi siswa pada siklus I dan II:
a) pada siklus I
ketuntasan mencapai 52,4%, sedangkan ketidaktuntasan mencapai 47,6%.
b) pada siklus II
ketuntasan mencapai 87,5%, sedangkan ketidaktuntasan mencapai 12,5%Dimana indikator ketuntasan yang ditentukan adalah > 80%, maka dapat dinyatakan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada penelitian ini dengan menggunakan instrument penilaian berbasis google form.
Kelebihan dan kekukarang:
Jurnal yang di karang penulis sudah cukup lengkap dan referensi acuan yang digunakan sudah banyak baik dari penelitian terdahulu, buku, dll. Tetapi jurnal ini tidak terlepas dari kekurang yaitu, paparan materi yang kurang banyak membuat pembaca kurang banyak mendapat pengetahuan dan rferensi dari jurnal ini dan penggunaan bahasa yang sulit di mengerti.
Kesimpulan :
Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar PPKn berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II menghasilkan hasil yang baik, dengan dinyatakan dalam hasil belajar siswa yang meningkat melalui penggunaan instrument penilaian berbasis google form.
Jurnal 3
Judul : Konsep dan Prinsip-Prinsip Pengembangan Penilaian dalam Pembelajaran PKn di SD dan MI
Penulis : Idatul Fitri
Penilaian assessmentdan Penialaian/evaluation memiliki persamaan dan
perbedaan. Persmaananya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu.Perbedaan, Penialain (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal contohnya seperti guru menilai hasil belajar muridnya. Sedangkan Penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luasdan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk menilai suatu programbaik pada level terbatas maupun pada level yang luas. prinsip-prinsip penialaian kelas adalah sebagai berikut
1. Valid,
2. Mendidik,
3. Berorientasi pada kompetensi,
4. Adil dan objektif,
5. Terbuka,
6. Berkesinambungan,
7. Menyeluruh,
8. Bermakna,
Contoh macam-macam tes yaitu, tes tertulis, tes perbuatan, tes lisan, dan non tes seperti observasi dan kuesioner. Adapun model-model alat penilaiaan adalah soal pilihan ganda, hubungan antarhal, soal pilihan ganda kompleks. Selanjutnya, model penilaian catatan anekdot contohnya adalah catatan-catatan kejadian khusus yang dapat dipergunakan untuk melihat perkembangan individu atau kelompok siswa. asih banyak lagi model dalam penilaian.
Kelebihan dan kekukarang:
Jurnal yang di karang penulis sudah lengkap dan referensi acuan yang digunakan terbilang masih sedikit baik dari penelitian terdahulu, buku, dll.
Kesimpulan :
Dalam pengembangan penilaian dalam pembelajaran PKn di SD dan MI terdapat prinsip, langkah-langkah, dan konsep yang dilakukan juga diikuti. selain itu juga terdapat macam-macam model penilaian yang digunakan dalam pembelajaran
Nama : Arif Rahman
NPM : 2013053069
Analisis Materi 1
Pada jurnal yang ditulis Micheal Tamnoch dengan bertajuk “Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar” diawal dengan fokus pada pembahasan hubungan keterkaitan antara pelajaran Pkn dengan kebutuhan model pembelajaran dan penilaiaan yang tepat sehingga pembelajaran dapat mencapai sesuai tujuan dan berjalan secara efektif dan efisien.
Dalam jurnal tersebut terdapat 2 ahli yaitu Hermawan dan Andayani yang berpandangan bahwa salah satu model pembelajaran terpadu yang dapat di aplikasikan terhadap peserta didik di tingkat dasar adalah model webbed, yaitu sebuah pendekatan yang berfokus pada tema tertentu yang pada selanjutnya dari tema tersebut akan di kembangkan lagi menjadi beberapa subtema untuk dikaitkan dengan beberapa mata pelajaran yang masih memiliki nilai kesinambungan.
Dalam praktiknya, Rancangan Program Pembelajaran yang berisi Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, kegiatan awal, inti, penutup pembelajaran hingga metode penilaian merupakan berbagai perangkat yang sangat vital dan dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan model pembelajaran webbed ini.
Selain itu penilaian akhir atau evaluasi merupakan salah satu hal yang tidak kalah penting dalam pembelajaran. Sebab dari penilaian akhir ini lah akan diketahui tercapai atau tidaknya kemampuan penguasaan materi yang di sampaikan dalam pembelajaran tersebut.
Jurnal berjudul “Pengembangan Instrumen Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II” yang ditulis oleh Lovely Galih Pertiwi dan Vicky Dwi Wicaksono berfokus pada penelitian penulis yang menggunakan Research and Development (R&D) sebagai pendekatannya, dan adapun "instrumen penilaian hasil belajar kewarganegaraan berbasis formulir" merupakan hasil karya dari produk yang dikembangkan dalam penelitian ini. Instrumen itu tersusun atas aspek pengetahuan, soal ujian pilihan ganda, kunci jawaban, dan kisi-kisi pedoman penilaian. Dari aplikasi Google Forms ini maka di dapati berbagai keuntungan yang terkiat keefisienann berupa menghemat waktu, menghemat kertas, dan memantau/meminimalkan tingkat kecurangan siswa saat menjawab soal.
4 fokus utama dalam materi yang berjudul “Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian dalam Pembelajaran PKn di SD dan MI” adalah sebagai berikut.
1. Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
Dijelaskan oleh penulisa bahwa pndidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hukum, pendidikan politik dan
kewarganegaraan. Penilaian pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan terhadap kebrhasilan anak didik , apakah anak didik dinyatakan berhasil atau gagal dalam menguasai suatu keterampilan tertentu.
2. Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/MI
Alat penilaian dalam PKn SD adalah dapat berupa tes tertulis, tes perbuatan, tes lisan, dan penilaian non tes.
3. Model-model Alat Penilaian PKn SD/MI
Model-model alat penilaian : model penilaian catatan anekdot, model penilaian daftar cocok, model penilaian skala bertingkat (numerical rating scale), model penilaian sosiometri, model penilaian, model penilaian pedoman wawancara (interviu), model penilaian daftar baik buruk, dan model penilaian daftar tingkat urutan.
4. Penggunaan Model Alat Penilaian PKn SD/MI Berbasis Portofolio
Salah seorang ahli yang disebutkan dalam materi tersebut bernama Aziz Wahab berpandangan mengenaj portofolio yaitu suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut.
Nama : Ferdyansyah
NPM : 2013053054
Hasil Analisis :
Jurnal 1
Judul : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penulis : Michael Tamboch
Jurnal ini membahas masalah-masalah yang dihadapi guru mengenai model pembelajaran dan penilaian yang tepat untuk pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. Ada berbagai model seperti proyek, wawancara, dan portofolio yang dapat digunakan di kelas kewarganegaraan dasar. Guru sebagai perancang pembelajaran di kelas khususnya bidang pendidikan kewarganegaraan dasar perlu mengetahui model dan pendekatan pembelajaran yang terbaik, salah satunya adalah model jaringan. Ada banyak model penilaian dan kegiatan yang berbeda untuk dipilih untuk digunakan di setiap sekolah. Salah satunya adalah penilaian menggunakan proyek dan portofolio kegiatan SLC untuk merangsang minat siswa dalam pembelajaran kewarganegaraan. Keunggulan Isi majalah dirumuskan dengan jelas. Kelemahan: Identitas Jurnal Tidak Lengkap.
Jurnal 2
Judul : Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar PPKn Berbasis Google Form Kelas IV SDN Komplek Kenjeran II
Penulis : Lovely Galih Pertiwi, Vicky Dwi Wicaksono
Volume : 10
Nomor : 1
Tahun : 2022
Halaman : 134-146
Nama Jurnal : JPGSD
Jurnal ini membahas cara menghindari pelaksanaan pembelajaran di era pandemi saat ini. Caranya adalah tetap belajar, tapi tidak secara langsung (secara langsung). Pembelajaran dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan model online (ONLINE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan tanggapan guru terhadap alat penilaian hasil belajar PPKn berbasis formulir Google bahan ajar pancasila siswa kelas IV sekolah dasar. Peneliti menggunakan jenis penelitian pengembangan R and D (Research and Development). Penelitian menunjukkan bahwa penilaian berbasis Google Forms cukup mudah. Prosesnya hanya mengharuskan Anda masuk ke jaringan internet kapanpun dan dimanapun. Penilaian berbasis Google Forms juga sangat ekonomis dan menggunakan lebih sedikit kertas.
Kelebihan : isi jurnal dituliskan cukup rinci dengan adanya hasil validasi terkait penelitian yang sudah dilakukan
Kekurangan : ada beberapa kata yang salah penulisannya
Identitas jurnal 3
Judul: Konsep dan Prinsip-prinsip Pengembangan Penilaian Dalam Pembelajaran PKN DI SD dan MI
Penulis: Idatul Fitri
Konsep dan Prinsip Penilaian PKn SD/MI
Penilaian adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi siswa, guru, program pendidikan dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan siswa dan ketepatan keputusan tentang gambaran siswa dan efektivitas program.Secara prinsip, penilaian dalam PKn tidak berbeda dengan penilaian lainnya, hanya
yang berbeda penekanannya , yaitu pada aspek afektif.
Berbagai Alat Penilaian dalam PKn SD/Mi
Tes Tertulis Tes tertulis
dapat berupa soal uraian, tujuan pembelajaran, atau keduanya. Surat itu juga merupakan bukti otentik yang dapat menjamin akuntabilitas, sehingga penilaian menjadi lebih objektif
b. Merupakan penilaian perilaku atau tes praktis yang dapat digunakan sebagai alat diagnostik, dan alat yang digunakan adalah lembar observasi.
c. Ujian Lisan
Ujian Lisan membantu menilai hasil belajar berupa kemampuan mengungkapkan ide dan pendapat secara lisan
d. , wawancara/wawancara, daftar periksa, skala seleksi, studi kasus, dan portofolio
Kelebihan: pada jurnal ini telah dituliskan secara sistematis mengenai materi konsep dan prinsip-prinsip penilaian dalam pembelajaran PKN di SD dan MI.
Kekurangan: masih terdapat beberapa kata yang kurang tepat (typo) dalam pepenulisannya
Nama : Nova Atika Royani
NPM : 2013053163
Materi 1 : Variasi Penilaian dan Model Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Berdasarkan artikel yang ada pada vclass, diketahui bahwa dalam mengajarkan pendidikan kewarganegaraan yang tentunya menggunakan model-model yang terlah dirancang dengan sedemikian rupa berdasarkan lingkungan sekolah dan kondisi peserta didik. Dalam pemilihan model hendaknya dapat bervariasi dan beragam guna meningkatkan potensi dalam pemenuhan penilaian dari berbagai aspek baik kognitif, afektif, dan psikomotorik. Bukan hanya menggunakan penilaian tertulis namun juga dapat dengan berbagai jenis model lainnya seperti proyek, wawancara, maupun portofolio. PKn merupakan mata pelajaran yang membahas dan membelajarkan mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari. Pada kondisi saat ini kurikulum yang digunakan ialah kurikulum 2013 diimana pembelajaran dilaksanakan secara terintegrasi menjadi sebuah tema tertentu yang dikembangkan dalam kompetensi yang menjadi sebuah penilaian bagi peserta didik.
Pendidikan Kewarganegaraan mengarahkan peserta didik untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik. Untuk menjadi baik tentunya tidak hanya pengetahuan yang dimiliki siswa, tetapi juga keterampilan dan sikap yang tepat. Selain itu PKn dapat dijadikan sebagai wadah pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki banyak perbedaan suku, ras dan agama.
Selain dikembangkan dalam pelajaran agama, pendidikan karakter juga dikembangkan dalam pelajaran PKn. Siswa harus dapat memahami dan memiliki karakter warga negara yang baik, seperti mematuhi peraturan perundang-undangan dan memahami aturan hukum dan konsekuensi yang berlaku ketika mereka melanggar aturan tersebut. Ketika siswa hanya memahami aturan tanpa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, maka akan menjadi masalah yang serius.
Maka melihat kondisi yang terjadi maka model pembelajarajn yang digunakan hendaknya dapat bermakna, bersifat holistik, serta otentik dan aktif bagi peserta didik. Salah satu model yang banyak digunakan ialah model Webbed dimana model pembelajaran ini mengajarkan tema tertentu yang berkecenderungan dapat melalui penyampaian beberapa mata pelajaran.
Materi 2 : PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR PPKn BERBASIS GOOGLE FORM KELAS IV SDN KOMPLEK KENJERAN II
Berdasarkan artikel yang ada pada vclass, diketahui bahwa pada kondisi pandemi covid-19 menjadikan kondisi baru yang membawa perubahan sehingga menjadikan pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara langsung dan tatap muka. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan tersebut melalui dalam jaringan (DARING). Namun agar terciptanya situasi pembelajaran yang kondusif hendaknya kinerja yang diberikan oleh pihak penyelenggara pendidikan dapat seimbang antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah daerah beserta jajaran berkoordinasi dengan stage holder pendidikan melaksanakan kebijakan secara model daring.
Materi 3 : KONSEP DAN PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN PKN DI SD DAN MI
Berdasarkan artikel yang ada pada vclass, diketahui bahwa dalam mengajarkan pendidikan kewarganegaraan yang tentunya memiliki peran dan fungsi yakni sebagai pendidikan hukum, pendidikan politik, serta pendidikan kewarganegaraan. Penilaian merupakan siati proses dilakukan dengan sistematis mulai dari pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi dan data untuk menentukan sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu (1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai), (2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran), (3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes, serta (4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment).
Terimakasih ibu..
NPM : 2013053133
Analisis Materi 1
Hasil Analisis :
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah suatu mata pelajaran yang merupakan satu rangkaian proses untuk
mengarahkan peserta didik menjadi warga negara yang berkarakter bangsa Indonesia,
cerdas, terampil dan bertanggung jawab sehingga dapat berperan aktif dalam
masyarakat sesuai dengan ketentuan Pancasila dan UUD 1945
(1).Hasil belajar siswa pada siklus I berada pada kategori rendah sedangkan pada siklus II berada pada kategori sedang.
(2) Penerapan metode simulasi dalam pembelajaran PKn kelas V MI Hasanuddin Kaliasem tahun ajaran 2010/2011 dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat dibuktikan bahwa penggunaan metode simulasi dalam pembelajaran PKn kelas V MI Hasanuddin
Kaliasem tahun ajaran 2010/2011 dapat meningkatkan hasil belajar.
Hal hal yang dapat dilakukan guru untuk memaksimalkan Pembelajaran adalah sebagai berikut :
(1) Bagi guru mata pelajaran PKn di kelas V MI Hasanuddin, diharapkan dalam proses belajar mengajar diupayakan mengurangi penggunaan
metode ceramah dan lebih meningkatkan penggunaan metode simulasi dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa.
Dan bagi guru-guru di sekolah dasar agar lebih berinovasi dalam pembelajaran dengan menerapkan suatu pendekatan pembelajaran yang inovatif dan didukung suatu teknik belajar yang relevan untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
(2) Bagi Kepala Sekolah, Dalam mengobservasi guru kelas saat melaksanakan proses belajar
menyarankan guru kelas tersebut untuk mengupayakan metode pembelajaran yang relevan terhadap suatu bidang studi.
Disarankan bagi kepala sekolah yang mengalami permasalahan mengenai hasil belajar PKn siswa di sekolah yang dipimpinnya, disarankan untuk mengambil suatu kebijakan untuk mengimplementasikan metode simulasi
dalam pembelajaran PKn.
(3) Bagi Peneliti lain, agar hasil penelitian ini dapat dikembangkan khususnya dalam penggunaan metode pembelajaran dalam mata pelajaran PKn, untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dan disarankan bagi peneliti lain yang berminat untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang metode simulasi dalam bidang ilmu PKn maupun bidang ilmu lainnya, agar memperhatikan kendala-kendala yang dialami dalam penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan dan penyempurnaan penelitian yang akan
dilaksanakan.
Analisis Materi 2
Hasil analisis :
Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang luar biasa. Perubahan terjadi dalam berbagai hal. Dalam hal ini kita akan memfokuskan perubahan dalam bidang pendidikan. Untuk menyiasati pelaksanaan pembelajaran di era pademi saat ini, maka pemerintah mengambil kebijakan dengan tetap melaksanakan pembelajaran tetapi tidak secara langsung (tatap muka). Pembelajaran dilakukan secara jarak jauh dengan model dalam jaringan (DARING). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon guru terhadap instrument penilaian hasil belajar ppkn berbasis google form pada materi Pancasila siswa kelas IV sekolah dasar.
(1) Instrumen hasil belajar dengan menggunakan aplikasi Google Form memiliki beberapa keuntungan, yakni distribusi dan tabulasi online real-time; Real time collaboration; setiap perubahan akan disimpan secara otomatis dan aman; menghemat penggunaan kertas; menghemat waktu untuk mendapatkan data dan analisis hasil pengerjaan siswa, meminimalisir ketidakjujuran siswa karena bisa diatur hanya dapat dikerjakan 1 kali.
(2) Hasil validasi instrument penilaian hasil belajar mendapatkan persentase yang tinggi,diantaranya dari ahli evaluasi dengan total skor yang diperoleh 65 dari 18 kategori penilaian kemudian dikonversikan ke persentase menjadi 90%. Sedangkan, ahli. media total skor sebesar 20 dari 5 aspek dikonversikan menjadi 100%. Hal ini menyatakan bahwa instrument penilaian hasil belajar PPKn ini termasuk dalam kriteria valid untuk dapat diaplikasikan dalam pembelajaran.
(3) Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan II. Berikut persentase ketuntasan evaluasi siswa pada siklus I dan II: a) pada siklus I ketuntasan mencapai 52,4%, sedangkan
ketidaktuntasan mencapai 47,6%. b) pada siklus. II ketuntasan mencapai 87,5%, sedangkan
ketidaktuntasan mencapai 12,5%. Dimana indikator ketuntasan yang ditentukan adalah > 80%, maka dapat dinyatakan bahwa hasil belajar siswa meningkat pada penelitian ini dengan menggunakan instrument penilaian berbasis google form.
Hal hal yang dapat dilakukan agar Pembelajaran lebih maksimal adalah sebagai berikut :
(1) Pelaksanaan pembelajaran PPKn pada siswa kelas IV yang dilakukan secara DARING hendaknya guru memadukan penggunaan aplikasi google form dengan aplikasi lainnya misalnya google meet; youtube, what’s App, dan lain-lain.
(2) Ketika pelaksanaan pembelajaran PPKn yang dilakukan secara DARING, guru hendaknya selalu melibatkan siswa supaya siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
(3) Penelitian ini hanya sampai uji coba skala terbatas, diharapkan peneliti lain dapat melaksanakan penelitian penerapan instrumen penilaian hasil belajar PPKn berbasis google form dengan memperluas cakupan penelitian serta melakukan inovasi-inovasi baru.
Analisis Materi 3
Has analisis :
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu bidang kajian dan program studi, yang fungsi dan perannya sebagai pendidikan hokum, pendidikan politik dan kewarganegaraan.Kemudian dalam perkembangannya menjadi bidang studi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang lebih menekankan pada penanaman nilai-nilai moral pancasila yang selama ini dikenal lewat Pedoman Penghayatan dan Pengamatan Pancasila (P4) dan BP7.Kemudian PMP berubah lagi menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn),
kemudian PPKn berubah lagi menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Penilaian pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan terhadap kebrhasilan anak didik , apakah anak didik dinyatakan berhasil atau gagal dalam menguasai suatu keterampilan tertentu.
Penilaian assessmentdan Penialaian/evaluation memiliki persamaan dan perbedaan. Persmaananya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Perbedaan, Penialain (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal contohnya seperti guru menilai hasil belajar muridnya.
Sedangkan Penilaian (evaluation) digunakan dalam konteks yang lebih luasdan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk menilai suatu programbaik pada level terbatas maupun pada level yang luas.
Dalam penilaian ada empat unsur pokok, yaitu
(1) Objek yang akan dinilai ( menentukan objek yang akan dinilai)
(2) Kriteria sebagai tolak ukur (membuat/menentukan kriteria ukuran)
(3) Data tentang objek yang dinilai (mengumpulkan data baik melalui tes maupun non-tes
(4) Pertimbangan keputusan ( membuat keputusan/judgment)
Dalam pelaksanaan bentuk tertulis siswa lebih tenang dan yakin, karena merasa tidak berhadapan atau tidak ditanya secara langsung oleh guru penguji yang bersangkutan.Selain itu penilaian dapat lebih bersifat objektif karena tulisan merupakan bukti otentik yang dapat dijamin akuntabilitasnya.
Tes Perbuatan (PERFORMANCE TREAT)
adalah penilaian tindakan atau tes praktik yang secara efektif dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pengumpulan berbagai informasi tentang bentuk-bentuk perilaku yang diharapkan muncul dalam diri siswa (keterampilan). Alat yang digunakan adalah lembar pengamatan.
Penilaian lisan digunakan untuk menilai hasil-hasil belajar dalam bentuk kemampuan mengemukakan ide-ide dan pendapat-pendapat secara lisan.