Nama : Muhammad Al Farrel
NPM: 2615031036
NPM: 2615031036
1. Hubungan Pendidikan Pancasila dengan kehidupan berbangsa dan bernegara
Pendidikan Pancasila berhubungan erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara karena Pancasila merupakan dasar negara dan pedoman bagi masyarakat Indonesia. Melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa belajar untuk menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bermusyawarah, bersikap adil, dan bertanggung jawab. Hal ini penting bagi mahasiswa sebagai generasi muda agar memiliki rasa nasionalisme dan mampu menghadapi berbagai perubahan tanpa kehilangan nilai dan jati diri bangsa.
2. Hal pokok yang dipelajari dan manfaatnya untuk masa depan
Hal yang paling pokok dalam Pendidikan Pancasila adalah memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam menghadapi masalah sosial, perkembangan teknologi, globalisasi, dan perbedaan di masyarakat. Manfaatnya adalah membentuk mahasiswa yang memiliki karakter baik, berpikir kritis, bertanggung jawab, toleran, cinta tanah air, serta mampu mengambil keputusan sesuai nilai-nilai Pancasila.
3. Faktor penghambat dan penunjang Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi
Faktor penghambat antara lain kurangnya minat mahasiswa, anggapan bahwa Pancasila hanya berupa teori dan hafalan, pengaruh negatif globalisasi, serta banyaknya informasi yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila di media sosial.
Faktor penunjang antara lain Pancasila sebagai dasar negara, adanya kewajiban Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi, dukungan dari kampus dan dosen, serta metode pembelajaran yang menarik. Kegiatan seperti diskusi, kerja kelompok, kegiatan sosial, dan penerapan nilai gotong royong juga dapat membantu mahasiswa memahami Pancasila secara nyata.