Kiriman dibuat oleh Salsabila Alzahra

Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan dari fara sastika dewi

Bisa. Walaupun siklus air terus berlangsung, air yang bisa dimanfaatkan manusia dapat semakin sedikit. Penyebabnya antara lain pencemaran air, kerusakan daerah resapan, dan pengambilan air yang berlebihan. Jadi, masalahnya bukan air di bumi benar-benar habis, tetapi air yang tersedia dan layak digunakan semakin berkurang.
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan daeni laras sati
Menurut saya tidak sepenuhnya bisa, Siklus air memang bisa membantu mengurangi sebagian pencemar, tapi tidak semua pencemar bisa hilang sendiri. Jadi, air tetap perlu dijaga dan pencemaran harus dicegah supaya kualitas air tetap baik.
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan husnul hariva

Menurut saya, teknologi hujan buatan belum bisa menjadi solusi utama untuk mengatasi krisis air. Hujan buatan lebih tepat digunakan sebagai upaya tambahan, karena keberhasilannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan. Jadi, penghematan air, menjaga daerah resapan, dan mencegah pencemaran tetap penting untuk mengatasi masalah air dalam jangka panjang.
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan dari premy larasari
Akar menyerap air dari tanah dan mengangkutnya melalui xilem menuju daun. Di daun, air menguap melalui stomata dalam proses transpirasi. Penguapan ini menarik air secara terus-menerus dari akar ke daun, sehingga transpirasi tetap berlangsung.

IPBA2026A -> Forum Diskusi Pertemuan 6 -> Ruang diskusi -> Re: Ruang diskusi

oleh Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

jadi dari materi tersebut, sebenarnya air mengalami proses yang terus berulang melalui siklus hidrologi, tetapi di sisi lain manusia juga terus memanfaatkan air untuk kehidupan sehari-hari. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan manusia dan adanya pencemaran serta kerusakan daerah resapan, apakah masalah air di masa depan lebih disebabkan oleh kurangnya jumlah air, atau karena manusia tidak mampu menjaga kualitas dan distribusi air yang sebenarnya sudah tersedia?