Forum Diskusi Pertemuan 6

Kewajiban dalam kuliah

Kewajiban dalam kuliah

by I Wayan Distrik -
Number of replies: 81

Setiap peserta wajib bertanya 1 kali dan wajib memberi tanggapan atau menjawab pertanyaan teman sejawat

In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Husnul Hariva -
Nama: Husnul Hariva
Npm: 2613022006

Apakah teknologi hujan buatan dapat menjadi solusi utama untuk mengatasi krisis air?
Jawaban:
Tidak dapat dianggap sebagai solusi utama. Hujan buatan hanya dapat dilakukan ketika terdapat kondisi awan dan atmosfer yang mendukung. Teknologi tersebut lebih tepat dipandang sebagai salah satu upaya tambahan dalam pengelolaan sumber daya air, bukan pengganti konservasi air, perlindungan daerah tangkapan air, pengelolaan air tanah, dan pengendalian pencemaran.
In reply to Husnul Hariva

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

izin menjawab pertanyaan dari husnul hariva
“Hujan buatan bukan solusi utama, karena teknologi ini hanya memanfaatkan kondisi atmosfer yang sudah tersedia. Krisis air merupakan masalah yang lebih kompleks, sehingga penyelesaiannya harus melalui pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh dan berkelanjutan
In reply to Husnul Hariva

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Husnul Hariva
Apakah teknologi hujan buatan dapat menjadi solusi utama mengatasi krisis air ?
Jawaban : Teknologi hujan buatan tidak dapat menjadi solusi utama untuk mengatasi krisis air, tetapi dapat menjadi solusi sementara atau tambahan, terutama saat terjadi kekeringan. Hujan buatan juga bergantung pada adanya awan yang sesuai, sehingga tidak bisa dilakukan kapan saja. Karena itu, mengatasi krisis air perlu dilakukan dengan menghemat air, menjaga daerah resapan, melindungi sumber air, dan mengelola air dengan baik.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
NAMA : SINDY AULIA
NPM : 2613022044

Jika siklus hidrologi merupakan sistem tertutup secara global, apakah krisis air sebenarnya merupakan masalah “kekurangan air” atau “distribusi dan akses terhadap air”?

In reply to Sindy Aulia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Adea risya Ananda -
Nama :adea risya ananda
Npm :2613022028

Izin menjawab pertanyaan dari sindy Aulia
Untuk mengatasi masalah ini, fokus utama global maupun lokal adalah memperbaiki cara kita mengelola, membagikan, dan menjaga kualitas air.
1. Solusi Berbasis Infrastruktur & Teknologi (Meningkatkan Akses)
• Desalinasi Air Laut: Mengubah air laut menjadi air tawar bersih menggunakan teknologi reverse osmosis (terutama untuk wilayah pesisir dan negara gersang).
• Pembangunan Jaringan Pipa Modern: Pemerintah harus berinvestasi pada pipa air bersih yang merata dan memperbaiki kebocoran pipa kota yang sering membuang pulih persen air bersih secara sia-sia.
• Sumur Resapan dan Rainwater Harvesting: Memanen air hujan dari atap rumah untuk ditampung, disaring, dan digunakan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi.
2. Solusi Berbasis Lingkungan (Menjaga Distribusi Alami)
• Restorasi Daerah Aliran Sungai (DAS): Menanam pohon di area hulu agar tanah bisa menyerap air hujan dengan baik, sehingga cadangan air tanah tetap terjaga dan mencegah banjir.
• Pemberantasan Pencemaran: Menerapkan hukum yang tegas bagi industri yang membuang limbah sembarangan tanpa diolah terlebih dahulu (Wastewater Treatment).
3. Solusi Individu (Mengurangi Tekanan pada Sumber Air)
• Hemat Air di Rumah: Mematikan keran saat menggosok gigi, menggunakan pancuran (shower) yang hemat air, dan menggunakan kembali air bekas cucian beras/sayur untuk menyiram tanaman.
• Mengurangi Jejak Air (Water Footprint): Mengurangi pemborosan makanan dan barang konsumsi, karena setiap produk (seperti baju atau daging) membutuhkan ribuan liter air dalam proses pembuatannya.
In reply to Sindy Aulia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab prtanyaan dari saudari Sindy Aulia
Jika siklus hidrologi merupakan sistem tertutup secara global, apakah krisis air sebenarnya merupakan masalah “kekurangan air” atau “distribusi dan akses terhadap air”?
Jawaban : Secara global, krisis air lebih tepat dipahami sebagai masalah ketersediaan air tawar di tempat dan waktu tertentu, distribusi, kualitas, serta akses, bukan karena air di Bumi benar-benar habis. Walaupun air terus berputar dalam siklus hidrologi, tidak semua air dapat langsung digunakan manusia. Misalnya, air bisa berada jauh dari permukiman, tercemar, atau tersedia dalam jumlah sedikit saat musim kering. Data WHO/UNICEF menunjukkan bahwa pada 2024 sekitar 2,1 miliar orang masih belum memiliki akses terhadap air minum yang dikelola dengan aman. Jadi, sederhananya, airnya tetap ada dan terus berputar, tetapi air bersih yang tersedia di tempat, waktu, dan kondisi yang dibutuhkan manusia tidak selalu cukup.
In reply to Sindy Aulia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertayaan dari saudari Sindy Aulia
Jika siklus hidrologi merupakan sistem tertutup secara global, apakah krisis air sebenarnya merupakan masalah “kekurangan air” atau “distribusi dan akses terhadap air”?
Jawaban : Secara global, krisis air lebih tepat dipahami sebagai masalah ketersediaan air tawar di tempat dan waktu tertentu, distribusi, kualitas, serta akses, bukan karena air di Bumi benar-benar habis. Walaupun air terus berputar dalam siklus hidrologi, tidak semua air dapat langsung digunakan manusia. Misalnya, air bisa berada jauh dari permukiman, tercemar, atau tersedia dalam jumlah sedikit saat musim kering. Data WHO/UNICEF menunjukkan bahwa pada 2024 sekitar 2,1 miliar orang masih belum memiliki akses terhadap air minum yang dikelola dengan aman. Jadi, sederhananya, airnya tetap ada dan terus berputar, tetapi air bersih yang tersedia di tempat, waktu, dan kondisi yang dibutuhkan manusia tidak selalu cukup.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Hotivatul Sapnah -
Nama : hotivatul sapnah
NPM : 2613022005
Kelas : 26A
Bagaimana perubahan iklim dapat memengaruhi keseimbangan siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang?

In reply to Hotivatul Sapnah

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Mutiara Qohtrun Nida -
NPM: 2613022023
NAMA: Mutiara Qohtrun Nida

Perubahan iklim bikin siklus pendek jadi lebih cepat karena laut makin panas, penguapan naik, hujan jadi lebih deras tapi durasinya singkat. Siklus sedang kena imbas dari pola angin yang berubah, jadi daerah yang biasa hujan bisa jadi kering atau sebaliknya. Yang paling parah itu siklus panjang, soalnya es di pegunungan cepet mencair, padahal es itu fungsinya kayak "tabungan air" buat musim kemarau. Intinya perubahan iklim bikin siklus air jadi nggak stabil dan susah ditebak.
In reply to Hotivatul Sapnah

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Rosselsaw Delviane Pramana -
NPM : 2613022078
NAMA : Rosselsaw Delviane Pramana
KELAS : 26A

Izin menjawab Pertanyaa dari sapna Perubahan iklim secara signifikan mengganggu keseimbangan siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang dengan cara meningkatkan suhu global, mempercepat laju penguapan, serta mengubah pola curah hujan global. Fenomena yang dikenal sebagai peningkatan siklus hidrologi (intensified hydrological cycle) ini memicu cuaca ekstrem, seperti kekeringan berkepanjangan dan banjir bandang.
In reply to Hotivatul Sapnah

Re: Kewajiban dalam kuliah

by FARA SASTIKA DEWI -
Nama: fara sastika dewi
npm:2613022070
kelas:26A
izin menjawab pertanyaan dari hotivatul sapnah
jawaban: Perubahan iklim dapat mengganggu keseimbangan siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang karena peningkatan suhu mengubah laju penguapan, pola curah hujan, serta penyimpanan air.
Siklus pendek: air menguap dari laut → kondensasi → hujan kembali ke laut. Peningkatan suhu dapat mempercepat penguapan dan membuat hujan menjadi lebih intens atau tidak teratur.
Siklus sedang: air menguap → hujan di daratan → mengalir melalui sungai → kembali ke laut.
Perubahan pola hujan dapat menyebabkan banjir saat hujan berlebihan dan kekeringan saat curah hujan berkurang.
Siklus panjang: melibatkan penyimpanan air dalam es, salju, air tanah, danau, serta waktu yang sangat lama. Pemanasan global dapat mempercepat pencairan es dan mengubah pengisian kembali air tanah, sehingga cadangan air jangka panjang ikut berubah.

inti nya: perubahan iklim tidak menghilangkan siklus hidrologi, tetapi dapat mengubah kecepatan, jumlah, dan distribusi air dalam setiap tahap, sehingga keseimbangan antara air di atmosfer, daratan, laut, dan penyimpanan jangka panjang terganggu.
In reply to Hotivatul Sapnah

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Husnul Hariva -
Nama: Husnul Hariva
Npm: 2613022006

izin menjawab pertanyaan dari hotivatul sapnah
karena peningkatan suhu mengubah laju evaporasi, evapotranspirasi, kondensasi, presipitasi, infiltrasi, serta penyimpanan air maka dari itu jika iklimnya tidak mendukung maka dapat memengaruhi siklus hidrologi 
In reply to Hotivatul Sapnah

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
NAMA : SINDY AULIA
NPM : 2613022044

Izin menjawab pertanyaan dsri hotivatul sapnah , Perubahan iklim dapat memengaruhi keseimbangan siklus hidrologi pada semua skala, karena peningkatan suhu mengubah laju penguapan, kelembapan atmosfer, curah hujan, infiltrasi, dan penyimpanan air.
Siklus hidrologi pendek: air menguap dari laut, mengembun menjadi awan, lalu langsung turun sebagai hujan ke laut. Pemanasan meningkatkan penguapan sehingga dapat meningkatkan kandungan uap air atmosfer. Akibatnya, hujan dapat menjadi lebih intens, tetapi distribusinya juga bisa semakin tidak merata.
Siklus hidrologi sedang: air mengalami penguapan → hujan di daratan → limpasan/infiltrasi → kembali ke sungai dan laut. Perubahan pola hujan dapat mengubah keseimbangan antara limpasan dan infiltrasi. Hujan ekstrem dapat meningkatkan banjir, sedangkan periode kering yang lebih panjang dapat mengurangi pengisian air tanah.
Siklus hidrologi panjang: melibatkan penyimpanan air dalam gletser, lapisan es, dan air tanah dalam dalam waktu sangat lama. Pemanasan menyebabkan pencairan es dan perubahan penyimpanan air, sehingga distribusi air jangka panjang berubah dan dapat berkontribusi pada kenaikan muka laut.
In reply to Hotivatul Sapnah

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Hotivatul Sapnah
Bagaimana perubahan iklim dapat memengaruhi keseimbangan siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang?
Jawaban: Perubahan iklim dapat mengganggu keseimbangan siklus hidrologi karena perubahan suhu memengaruhi penguapan, pembentukan awan, dan curah hujan. Pada siklus pendek, air lebih cepat menguap akibat suhu yang meningkat. Pada siklus sedang, pola hujan dapat berubah sehingga suatu daerah mengalami hujan berlebihan dan banjir, sementara daerah lain mengalami kekeringan. Pada siklus panjang, perubahan suhu juga dapat memengaruhi air tanah dan cadangan air seperti es atau gletser. Jadi, perubahan iklim tidak menghentikan siklus hidrologi, tetapi membuat jumlah, waktu, dan persebaran air menjadi tidak seimbang.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015
Saat ini kan banyak daerah dikota yang mengalami banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi. Jika daerah resapan terus berubah menjadi permukiman dan bangunan, bagaimana perubahan tersebut dapat mengganggu siklus hidrologi, khususnya proses infiltrasi dan run off? Apakah pembangunan kota selalu menjadi penyebab utama banjir, atau terdapat faktor lain yang perlu dianalisis?
In reply to Salsabila Alzahra

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Mutiara Qohtrun Nida -
NPM: 2613022023
NAMA: Mutiara Qohtrun Nida

Kalau daerah resapan berubah jadi bangunan, air hujan nggak bisa meresap ke tanah lagi (infiltrasi turun), jadi hampir semua air langsung jadi runoff ke selokan/sungai. Kalau drainase nggak kuat nampung, ya banjir. Tapi bukan cuma pembangunan kota aja penyebabnya, ada faktor lain kayak drainase yang buruk, curah hujan makin ekstrem, kondisi tanah yang rendah, sama penggundulan hutan di hulu.
In reply to Salsabila Alzahra

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Hotivatul Sapnah -
Nama: Hotivatul Sapnah
NPM: 2613022005

Jawaban:

Perubahan daerah resapan menjadi bangunan mengurangi infiltrasi dan meningkatkan run off sehingga memicu banjir. Namun, banjir tidak hanya disebabkan pembangunan kota, tetapi juga dipengaruhi curah hujan tinggi, drainase buruk, dan sampah yang menyumbat saluran air.
In reply to Salsabila Alzahra

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

izin menjawab pertanyaan dari salsabila alzahra
Pembangunan kota dapat mengganggu siklus hidrologi karena ketika daerah resapan berubah menjadi permukiman, jalan, dan bangunan, permukaan tanah menjadi lebih kedap air sehingga infiltrasi berkurang dan runoff meningkat. Akibatnya, air hujan lebih cepat mengalir ke permukaan dan terkumpul di saluran atau sungai, sehingga risiko banjir meningkat. Namun, pembangunan kota tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab banjir, karena banjir juga dipengaruhi oleh intensitas dan durasi hujan, kondisi drainase, topografi, kapasitas sungai, sedimentasi, kondisi DAS, pasang laut, serta penurunan muka tanah. Jadi, penyebab banjir perlu dianalisis secara menyeluruh dengan melihat hubungan antara perubahan tata guna lahan dan faktor alam maupun sistem pengelolaan air.
In reply to Salsabila Alzahra

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Salsabila Alzahra
Saat ini kan banyak daerah dikota yang mengalami banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi. Jika daerah resapan terus berubah menjadi permukiman dan bangunan, bagaimana perubahan tersebut dapat mengganggu siklus hidrologi, khususnya proses infiltrasi dan run off? Apakah pembangunan kota selalu menjadi penyebab utama banjir, atau terdapat faktor lain yang perlu dianalisis?
Jawaban : Menurut saya, jika daerah resapan berubah menjadi pemukiman dan bangunan, permukaan tanah menjadi lebih kedap sehingga infiltrasi berkurang dan air hujan lebih banyak mengalir sebagai runoff (aliran permukaan).
Akibatnya, air lebih cepat terkumpul di jalan, selokan, dan sungai sehingga risiko banjir meningkat. Namun, pembangunan kota bukan satu-satunya penyebab banjir. Banjir juga dapat dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi, drainase yang tidak mampu menampung air, kondisi sungai, berkurangnya vegetasi, dan kondisi tanah. Jadi, banjir biasanya terjadi karena gabungan dari beberapa faktor.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Dimas Ramadan -
Nama : Dimas Ramadan
Npm : 2613022073

Mengapa awan kumulus (cumulus clouds) yang dipilih sebagai kriteria utama dalam proses penyemaian awan, dan apa yang terjadi jika proses ini dilakukan pada jenis awan lain?
In reply to Dimas Ramadan

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Mutiara Qohtrun Nida -
NPM: 2613022023
NAMA: Mutiara Qohtrun Nida

Kumulus dipilih karena punya arus udara naik yang kuat dan kandungan air yang tebal, jadi partikel penyemai bisa nyebar rata dan bantu tetesan air saling gabung jadi hujan. Kalau disemai ke stratus, biasanya kurang efektif karena airnya sedikit. Kalau ke cirrus, hampir nggak ngaruh karena awannya tipis dan isinya kristal es. Kalau ke cumulonimbus malah bahaya, soalnya awan itu udah punya dinamika kuat sendiri (petir, angin kencang) jadi bisa memicu cuaca ekstrem.
In reply to Dimas Ramadan

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

Izin menjawab pertanyaan dari dimas ramadan
Awan kumulus sering dipilih untuk penyemaian awan karena memiliki arus udara naik (updraft) yang kuat, kandungan air yang cukup, dan pertumbuhan vertikal yang aktif. Kondisi ini membantu bahan semai seperti AgI (perak iodida) atau bahan higroskopis tersebar dan berinteraksi dengan butir air sehingga mempercepat pembentukan butir hujan.
Jika penyemaian dilakukan pada jenis awan lain, hasilnya tidak selalu efektif. Awan yang terlalu tipis atau tidak memiliki cukup kandungan air dan arus naik mungkin tidak mampu menghasilkan hujan yang berarti. Pada awan yang sudah matang atau memiliki kondisi atmosfer berbeda, bahan semai juga bisa tidak bekerja optimal karena proses pembentukan hujannya sudah berada pada tahap tertentu. Jadi, jenis, umur, ketebalan, kandungan air, dan kondisi atmosfer awan harus diperhatikan, bukan hanya keberadaan awannya.
In reply to Dimas Ramadan

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudara Dimas Ramadan
Mengapa awan kumulus (cumulus clouds) yang dipilih sebagai kriteria utama dalam proses penyemaian awan, dan apa yang terjadi jika proses ini dilakukan pada jenis awan lain?
Jawaban : Awan kumulus sering dipilih untuk penyemaian awan karena umumnya memiliki kandungan air yang cukup dan dapat berkembang menjadi awan hujan, sehingga bahan semai memiliki peluang untuk membantu pembentukan tetes hujan. Jika penyemaian dilakukan pada awan lain yang terlalu tipis, terlalu kering, atau tidak memiliki cukup air, hasilnya bisa kurang efektif karena tidak ada cukup bahan untuk membentuk hujan. Jadi, sederhananya, penyemaian harus dilakukan pada awan yang memang memiliki potensi menghasilkan hujan, bukan sekadar pada awan yang terlihat di langit.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Mutiara Qohtrun Nida -
NPM: 2613022023
NAMA: Mutiara Qohtrun Nida

Rekayasa cuaca (hujan buatan) bisa "mencuri" awan potensial dari wilayah lain yang sebenarnya juga membutuhkan hujan. Secara etis dan lingkungan, siapa yang berhak menentukan wilayah mana yang "layak" disemai, dan bagaimana dampaknya terhadap wilayah tetangga yang justru bisa mengalami kekeringan akibat awan hujannya "dialihkan"?
In reply to Mutiara Qohtrun Nida

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Hotivatul Sapnah -
Nama : hotivatul sapnah
NPM : 2613022005
izin menjawab pertanyaan mutiara
Rekayasa cuaca atau hujan buatan perlu dilakukan secara adil dan hati-hati karena penyemaian awan dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap wilayah lain yang juga membutuhkan hujan. Menentukan wilayah yang akan disemai sebaiknya dilakukan oleh pemerintah bersama ahli berdasarkan data cuaca, tingkat kekeringan, kebutuhan masyarakat, serta potensi dampaknya terhadap daerah sekitar. Meskipun istilah mencuri awan tidak sepenuhnya tepat secara ilmiah, dampak lintas wilayah tetap perlu dipertimbangkan agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan. Oleh karena itu, keputusan rekayasa cuaca harus mengutamakan kepentingan masyarakat secara luas, transparansi, keadilan lingkungan, dan pertimbangan ilmiah.
In reply to Mutiara Qohtrun Nida

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

izin menjawab pertanyaan dari Mutiara Qohtrun Nida
Secara etis, keputusan wilayah yang layak disemai tidak seharusnya ditentukan hanya oleh satu pihak, misalnya pemerintah daerah atau operator teknologi. Penentuan perlu melibatkan pemerintah pusat/daerah, ahli meteorologi, ahli lingkungan, serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat di wilayah tetangga.
Namun, istilah “mencuri awan” perlu diluruskan. Hujan buatan tidak berarti mengambil awan yang pasti akan turun di wilayah lain. Efek penyemaian awan bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan, sehingga tidak selalu dapat dipastikan bahwa suatu wilayah akan kehilangan hujan karena penyemaian di wilayah lain.
In reply to Mutiara Qohtrun Nida

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Mutiara Qohtrun Nida
Rekayasa cuaca (hujan buatan) bisa "mencuri" awan potensial dari wilayah lain yang sebenarnya juga membutuhkan hujan. Secara etis dan lingkungan, siapa yang berhak menentukan wilayah mana yang "layak" disemai, dan bagaimana dampaknya terhadap wilayah tetangga yang justru bisa mengalami kekeringan akibat awan hujannya "dialihkan"?
Jawaban : Secara etis, penentuan wilayah yang disemai seharusnya dilakukan oleh pemerintah dan lembaga terkait berdasarkan data cuaca, kebutuhan air, serta kondisi wilayah, bukan berdasarkan kepentingan satu daerah saja.
Namun, hujan buatan tidak benar-benar berarti “mencuri” awan, karena awan dan hujan dipengaruhi banyak faktor alam dan hasil penyemaian tidak selalu dapat dikendalikan sepenuhnya. Karena itu, dampak terhadap wilayah sekitar tetap perlu diperhitungkan agar penyemaian di satu daerah tidak menimbulkan kerugian atau mengurangi peluang hujan bagi daerah lain. Intinya, rekayasa cuaca harus dilakukan secara terukur, berdasarkan data, dan mempertimbangkan kepentingan wilayah secara bersama-sama.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Naura Azakia -
Nama : Naura Azakia
NPM : 2613022012


Jika siklus air secara alami terus berlangsung, apakah krisis air sebenarnya disebabkan oleh kekurangan air, atau karena manusia gagal mengelola distribusi dan kualitas air yang tersedia?
In reply to Naura Azakia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Nadini Agustina -
Nama:Nadini Agustina
npm:2613022040

izin menjawab pertanyaan dari naura azakia

Jika dilihat dari total volume air bumi, krisis air bukan disebabkan oleh berkurangnya air secara fisik, melainkan oleh kegagalan manusia dalam mengelola distribusi, kualitas, dan dampaknya terhadap ekosistem.
In reply to Naura Azakia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Hotivatul Sapnah -
Nama: Hotivatul Sapnah
NPM: 2613022005

Jawaban:

Krisis air lebih banyak disebabkan oleh buruknya pengelolaan distribusi dan kualitas air, bukan karena air di bumi benar-benar habis. Meskipun siklus hidrologi terus berlangsung, pencemaran, perubahan iklim, dan distribusi air yang tidak merata menyebabkan air bersih sulit diperoleh.
In reply to Naura Azakia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

Izin menjawab pertanyaan dari Naura azakia
Krisis air tidak selalu berarti bumi kekurangan air secara keseluruhan, tetapi lebih banyak berkaitan dengan ketersediaan air bersih yang tidak merata, pencemaran, perubahan pola hujan, dan pengelolaan sumber daya air yang kurang baik. Meskipun air terus berputar melalui siklus hidrologi, air yang tersedia tidak selalu berada di tempat, waktu, dan kondisi yang dibutuhkan manusia.
Jadi, dapat dikatakan bahwa krisis air merupakan gabungan antara faktor alam dan faktor manusia. Faktor manusia seperti pencemaran sungai, penggunaan air berlebihan, kerusakan daerah resapan, dan pengelolaan distribusi yang tidak efektif dapat memperparah masalah. Dengan demikian, tantangannya bukan sekadar menyediakan lebih banyak air, tetapi menjaga kualitas, mengatur penggunaan, dan mendistribusikan air secara berkelanjutan.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Rosselsaw Delviane Pramana -
NPM : 2613022078
NAMA : Rosselsaw Delviane Pramana
KELAS : 26A

Sebelumnya izin bertanya, Ketika air hujan buatan bercampur dengan gas sulfur dan partikel asam dari abu vulkanik di udara, apakah terdapat risiko terjadinya hujan asam yang lebih pekat bagi pemukiman, tanah, dan sumber air warga?
In reply to Rosselsaw Delviane Pramana

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Nadini Agustina -
Nama:Nadini Agustina
Npm:2612022040

izin menjawab pertanyaan rosselsaw delviane pramana

Ya, risiko tersebut ada, tetapi tingkat kepekatannya sangat bergantung pada volume air hujan yang dihasilkan dan intensitas gas/abu di udara.
In reply to Rosselsaw Delviane Pramana

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Hotivatul Sapnah -
Nama : hotivatul sapnah
NPM : 2613022005
Ya, terdapat risiko terbentuknya hujan yang lebih asam apabila air hujan bercampur dengan gas sulfur dioksida (SO₂) dan partikel asam dari abu vulkanik. Kondisi ini dapat meningkatkan keasaman air hujan dan berdampak pada kesuburan tanah, merusak permukaan bangunan, serta menurunkan kualitas sumber air warga. Namun, tingkat keasamannya bergantung pada konsentrasi gas, kondisi atmosfer, dan komposisi abu vulkanik. Hujan buatan tidak secara langsung menyebabkan hujan asam, tetapi perlu dipantau secara ketat di wilayah yang terdampak aktivitas vulkanik.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by SALSABILLA ROHMALINA -
NPM:2613022030
NAMA:SALSABILLA ROHMALINA

Jika jumlah air di Bumi relatif tetap, mengapa beberapa wilayah dapat mengalami kekeringan sementara wilayah lain mengalami banjir?
In reply to SALSABILLA ROHMALINA

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Adea risya Ananda -
Nama adea risya ananda
Npm 2613022028

Izin jawab dari pertanyaan Salsabila rohmalina

Kekeringan dan banjir dapat terjadi secara bersamaan di wilayah yang berbeda karena siklus hidrologi Bumi tidak mendistribusikan air secara merata dalam ruang dan waktu, meskipun volume total air di planet ini bersifat konstan [QU-KOI3QRR4]. Analisis kritis saya menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada ketidakseimbangan dinamis akibat faktor alam dan diperparah oleh intervensi manusia (antropogenik). Secara alami, atmosfer memindahkan massa uap air secara terpusat, sehingga wilayah yang menjadi titik jenuh akan menerima curah hujan ekstrem yang memicu banjir, sementara wilayah yang ditinggalkan mengalami defisit air yang berujung pada kekeringan. Ketimpangan ini diamplifikasi oleh pemanasan global yang mempercepat evaporasi—membuat daerah kering semakin gersang karena airnya tersedot ke atmosfer, lalu ditumpahkan secara masif di daerah lain sebagai hujan ekstrem. Di sisi lain, degradasi lingkungan akibat betonnisasi perkotaan dan deforestasi telah merusak fungsi tanah sebagai "spons" alami; air hujan tidak lagi mengalami infiltrasi untuk menjadi cadangan air tanah (memicu kekeringan hidrologis saat kemarau), melainkan langsung berubah menjadi limpasan permukaan (run-off) yang meluap menjadi banjir. Jadi, banjir dan kekeringan adalah dua sisi dari koin yang sama, yaitu manifestasi dari rusaknya rute dan manajemen distribusi air di permukaan Bumi.
In reply to SALSABILLA ROHMALINA

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

Izin menjawab pertanyaan dari Salsabilla Rohmalina
Meskipun jumlah air di Bumi relatif tetap, air tidak tersebar secara merata dalam ruang dan waktu. Perbedaan curah hujan, kondisi iklim, topografi, jenis tanah, dan kemampuan wilayah menyerap serta mengalirkan air menyebabkan suatu daerah bisa kekurangan air sementara daerah lain kelebihan air.
Misalnya, wilayah dengan curah hujan rendah, infiltrasi kecil, dan penguapan tinggi lebih mudah mengalami kekeringan. Sebaliknya, wilayah dengan hujan sangat tinggi, drainase buruk, atau daerah resapan yang berkurang lebih mudah mengalami banjir. Jadi, masalahnya bukan jumlah air di Bumi, tetapi distribusi air dan kemampuan suatu wilayah mengelolanya
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by putri intan NurChairani -
Nama :putri intan Nurchairani
Npm:2613022013
Mengapa hujan buatan tidak dapat dilakukan saat langit cerah tanpa awan? Apa artinya bagi konsep hidrosfer?

:

In reply to putri intan NurChairani

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Hotivatul Sapnah -
Nama : hotivatul sapnah
NPM : 2613022005
Hujan buatan tidak dapat dilakukan saat langit cerah tanpa awan karena proses penyemaian membutuhkan awan yang mengandung cukup uap air untuk membentuk hujan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam konsep hidrosfer, proses terjadinya hujan bergantung pada siklus hidrologi, khususnya kondensasi dan presipitasi, serta interaksi antara atmosfer dan hidrosfer.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Premy Larasari -
PREMY LARASARI
2613022051

Bagaimana akar dan daun tumbuhan bekerja sama secara berkesinambungan dalam menjaga proses transpirasi tetap berlangsung?
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Premy Larasari -
PREMY LARASARI
2613022051

Bagaimana akar dan daun tumbuhan bekerja sama secara berkesinambungan dalam menjaga proses transpirasi tetap berlangsung?
In reply to Premy Larasari

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Premy Larasari
Bagaimana akar dan daun tumbuhan bekerja sama secara berkesinambungan dalam menjaga proses transpirasi tetap berlangsung?
Jawaban : Akar dan daun bekerja sama dalam menjaga transpirasi dengan cara akar menyerap air dari tanah dan mengangkutnya ke daun melalui xilem, kemudian daun melepaskan sebagian air dalam bentuk uap melalui stomata. Air yang keluar dari daun membantu menarik air dari akar secara terus-menerus, sehingga aliran air dalam tumbuhan dan proses transpirasi tetap berlangsung.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by FARA SASTIKA DEWI -
NAMA: FARA SASTIKA DEWI
NPM:2613022070
KELAS:26A
Pertanyaan: Kalau siklus air tidak pernah berhenti, apakah sebenarnya manusia bisa mengalami kehabisan air? Jika bisa, apa yang menyebabkan air yang tersedia bagi manusia menjadi semakin sedikit?”
In reply to FARA SASTIKA DEWI

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM ; 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Fara Sastika Dewi
Jadi, meskipun siklus air tejadi secara terus-menerus dan air tidak benar-benar habis dari bumi. Namun, manusia tetap bisa mengalami kekurangan air.
Kenapa, karena tidak semua air yang ada di bumi dapat langsung digunakan oleh manusia. Sebagian besar adalah air laut yang asin dengan presentase yang ada dibumi sekitar 96,5 % ada di lautan ( air asin, tidak bisa langsung diminum), sedangkan air tawar jumlahnya lebih terbatas yang presentasenya sekitar 2,5 % dari air tawar tersebut, mayoritas 68,7 % namun masih berupa es di gletser dan tudung es dan 30,1 % berupa air tanah.
Air yang tersedia pun bagi manusia juga dapat semakin sedikit karena terjadinya suatu pencemaran, penggunaan air secara berlebihan, kekeringan, dan kerusakan hutan. Jadi, yang dapat mengalami kekurangan air bukanlah secara keseluruhuan melainkan air tawar yang bersih dan layak digunakan oleh manusia.
In reply to FARA SASTIKA DEWI

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Dellya Estiyanti -
NPM: 2613022048
Nama: Dellya Estiyanti
Izin menjawab pertanyaan dari Fara Sastika Dewi
Pertanyaan:
Kalau siklus air tidak pernah berhenti, apakah sebenarnya manusia bisa mengalami kehabisan air? Jika bisa, apa yang menyebabkan air yang tersedia bagi manusia menjadi semakin sedikit?
Jawaban:
Secara teori, jumlah total air di Bumi tidak pernah berkurang karena adanya siklus hidrologi, tetapi manusia tetap bisa kehabisan air yang layak pakai karena air tawar bersih jumlahnya kurang dari 3% dan siap pakainya kian langka. Hal ini disebabkan oleh pencemaran limbah industri dan sampah yang merusak kualitas air permukaan, serta penyedotan air tanah secara berlebihan yang menguras cadangan meteoric water. Selain itu, alih fungsi lahan hijau merusak daerah resapan air sehingga air hujan langsung mengalir sebagai run-off ke laut tanpa sempat meresap (infiltrasi). Kondisi ini makin diperparah oleh perubahan iklim yang mempercepat evaporasi dan memicu cuaca ekstrem, serta lonjakan populasi manusia yang membuat kebutuhan air bersih terus meningkat pesat sementara ketersediaannya terbatas.
In reply to FARA SASTIKA DEWI

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Hotivatul Sapnah -
Nama: Hotivatul Sapnah
NPM: 2613022005

Manusia dapat mengalami kekurangan air bersih meskipun siklus hidrologi terus berlangsung. Hal ini karena tidak semua air dapat langsung dimanfaatkan oleh manusia. Pencemaran, kekeringan, penggunaan air tanah secara berlebihan, serta distribusi air yang tidak merata dapat mengurangi ketersediaan air bersih. Oleh karena itu, pengelolaan dan pelestarian sumber daya air sangat penting untuk menjaga ketersediaannya bagi kehidupan manusia.
In reply to FARA SASTIKA DEWI

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

Izin menjawab pertanyaan dari FARA SASTIKA DEWI
Bisa, tetapi yang dapat “habis” bukan air di Bumi secara keseluruhan, melainkan air yang layak dan mudah diakses manusia. Siklus air memang terus berlangsung, tetapi air membutuhkan waktu untuk berpindah dan tidak selalu kembali ke tempat serta kondisi yang sama.
Air yang tersedia bagi manusia dapat semakin sedikit karena pencemaran air, penggunaan air tanah berlebihan, kerusakan daerah resapan, perubahan iklim yang mengubah pola hujan, serta pertumbuhan penduduk dan kebutuhan air yang meningkat. Akibatnya, meskipun jumlah air secara global relatif tetap, ketersediaan air tawar yang bersih dan dapat digunakan dapat menurun.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Daeni Laras sati -
NAMA:DAENI LARAS SATI
NPM:2613022035
Apakah siklus air mampu membersihkan air yang tercemar secara alami? Jelaskan
In reply to Daeni Laras sati

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Daeni Laras sati -
NAMA:DAENI LARAS SATI
NPM:2613022035

Akar menyerap air dari tanah lalu mengirimnya naik ke daun. Di daun, sebagian air dipakai, sisanya menguap keluar. Penguapan ini bikin tarikan yang menarik air dari bawah terus naik. Daun juga bisa menutup celahnya kalau terlalu kering, supaya air nggak habis. Jadi akar yang pasok, daun yang tarik kerja sama ini bikin air terus mengalir.
In reply to Daeni Laras sati

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

Izin menjawab pertanyaan dari Daeni laras sati
Siklus air mampu membantu membersihkan air secara alami, tetapi tidak dapat menghilangkan semua jenis pencemaran. Misalnya, saat air menguap, sebagian besar zat pencemar seperti garam dan beberapa partikel tertinggal, sehingga uap air relatif lebih bersih dan kemudian membentuk hujan.
Namun, tidak semua polutan dapat hilang melalui siklus air. Zat kimia tertentu, logam berat, mikroplastik, atau limbah yang sudah masuk ke tanah dan air tanah dapat tetap terbawa dalam siklus hidrologi. Jika pencemaran terlalu besar, kemampuan alami lingkungan untuk memurnikannya juga dapat terlampaui
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan dari premy larasari
Akar menyerap air dari tanah dan mengangkutnya melalui xilem menuju daun. Di daun, air menguap melalui stomata dalam proses transpirasi. Penguapan ini menarik air secara terus-menerus dari akar ke daun, sehingga transpirasi tetap berlangsung.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Mengapa perak iodida (AgI) digunakan dalam proses pembuatan hujan buatan?
In reply to Vina Antikah Wulandari

Re: Kewajiban dalam kuliah

by DAVIN FAHRIZA ARISKY -
NAMA : DAVIN FAHRIZA ARISKY
NPM : 2613022019

IZIN MENJAWAB PERTANYAAN DARI VINA ANTIKAH WULANDARI

Pertanyaan : Mengapa perak iodida (AgI) digunakan dalam proses pembuatan hujan buatan?

Jawaban saya adalah Perak iodida (AgI) digunakan dalam proses pembuatan hujan buatan (cloud seeding) terutama karena memiliki struktur kristal yang sangat mirip dengan es alami.Uap air di dalam awan tidak bisa membeku atau mengembun begitu saja tanpa adanya "pemicu" atau media penempelan. Karena geometri struktur kristal AgI hampir identik dengan kristal es, uap air di dalam awan yang bersuhu dingin akan langsung tertipu dan menganggap partikel AgI sebagai es. Air pun mulai membeku dan menempel pada partikel tersebut secara cepat.
In reply to Vina Antikah Wulandari

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

izin menjawab pertanyaan dari vina antikah wulandari

karena struktur kristalnya mirip dengan struktur kristal es, sehingga dapat berperan sebagai inti pembentukan es (ice nuclei) di dalam awan.
Ketika AgI disebarkan ke awan yang memiliki cukup uap air dan suhu yang sesuai, partikel AgI membantu uap air menempel dan membentuk kristal es. Kristal tersebut kemudian membesar melalui proses deposisi dan tumbukan dengan tetesan air. Ketika ukurannya cukup besar, kristal/es atau air yang terbentuk akan jatuh sebagai presipitasi (hujan).
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan husnul hariva

Menurut saya, teknologi hujan buatan belum bisa menjadi solusi utama untuk mengatasi krisis air. Hujan buatan lebih tepat digunakan sebagai upaya tambahan, karena keberhasilannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan. Jadi, penghematan air, menjaga daerah resapan, dan mencegah pencemaran tetap penting untuk mengatasi masalah air dalam jangka panjang.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by DAVIN FAHRIZA ARISKY -
NAMA : DAVIN FAHRIZA ARISKY
NPM : 2613022019
KELAS : 26A

Jika volume air dalam hidrosfer Bumi selalu tetap, mengapa wilayah urban yang padat justru mengalami penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi air bawah tanah secara masif?
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan daeni laras sati
Menurut saya tidak sepenuhnya bisa, Siklus air memang bisa membantu mengurangi sebagian pencemar, tapi tidak semua pencemar bisa hilang sendiri. Jadi, air tetap perlu dijaga dan pencemaran harus dicegah supaya kualitas air tetap baik.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan dari fara sastika dewi

Bisa. Walaupun siklus air terus berlangsung, air yang bisa dimanfaatkan manusia dapat semakin sedikit. Penyebabnya antara lain pencemaran air, kerusakan daerah resapan, dan pengambilan air yang berlebihan. Jadi, masalahnya bukan air di bumi benar-benar habis, tetapi air yang tersedia dan layak digunakan semakin berkurang.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan davin fahriza arisky
Menurut saya meskipun jumlah air di hidrosfer tetap, air tanah yang tersedia di suatu wilayah bisa berkurang akibat pengambilan yang berlebihan. Jika air tanah dieksploitasi terus-menerus, tekanan pada lapisan tanah dapat berubah sehingga tanah mengalami pemadatan dan permukaan tanah turun. Jadi, masalahnya bukan jumlah air di Bumi yang berkurang, tetapi ketersediaan air tanah dan kondisi tanah di wilayah tersebut yang berubah.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Adea risya Ananda -
Nama : adea risya ananda 
Npm:2613022028

Dalam mengatasi penurunan kualitas dan kuantitas air permukaan, mana solusi yang lebih krusial untuk diprioritaskan antara rekayasa teknologi (seperti pengolahan air limbah) atau pendekatan berbasis kebijakan/edukasi masyarakat? Berikan argumentasinya.
In reply to Adea risya Ananda

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Sindy Aulia -
Nama : Sindy Aulia
Npm : 2613022044

Izin menjawab pertanyaan dari adea risya ananda
Keduanya penting, tetapi prioritas sebaiknya diberikan pada pendekatan kebijakan dan edukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan, sementara rekayasa teknologi berperan sebagai pengendalian dan pemulihan.
Alasannya, teknologi seperti pengolahan air limbah dapat mengurangi pencemaran yang sudah terjadi, tetapi tidak menyelesaikan akar masalah jika pencemaran terus dihasilkan. Kebijakan dapat mengatur batas pembuangan limbah, penggunaan air, perlindungan daerah resapan, dan penegakan sanksi. Sementara edukasi mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk menggunakan air secara bijak serta tidak membuang limbah sembarangan.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan vina antikah wulandari
Perak iodida (AgI) digunakan dalam hujan buatan karena partikelnya dapat menjadi inti kondensasi atau inti pembentukan es di dalam awan. Partikel AgI membantu uap air berkumpul dan membentuk butiran air atau kristal es yang kemudian dapat jatuh sebagai hujan, jika kondisi awan memang mendukung.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Dwi Syilvia -
Nama:Dwi Syilvia
Npm:2613022064

Kalau siklus udara tidak pernah berhenti, apakah sebenarnya manusia bisa mengalami kehabisan udara? Jika bisa, apa yang menyebabkan air yang tersedia bagi manusia menjadi sedikit?”
"Jawaban"
Secara alami, manusia tidak akan kehabisan udara karena Bumi memiliki siklus biogeokimia (seperti siklus oksigen dan karbon) yang mendaur ulang udara secara terus-menerus. Namun, kualitas udara bersih bisa menurun drastis akibat pencemaran.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by canon moza julia fatma -
Nama : Canon Moza Julia Fatma
NPM : 2613022057

Jika air laut jumlahnya sangat melimpah, mengapa manusia masih bergantung pada sumber air tawar yang terbatas?
In reply to canon moza julia fatma

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Ferlita Amelia -
Nama : Ferlita amelia
NPM :2613022071

Izin menjawab pertanyaan dari Canon Moza Julia Fatma
Karena air laut memiliki kadar garam yang tinggi, sehingga tidak dapat langsung digunakan untuk minum, pertanian, dan sebagian besar kebutuhan sehari-hari. Air laut sebenarnya bisa diubah menjadi air tawar melalui desalinasi, tetapi prosesnya membutuhkan biaya dan energi yang cukup besar.
In reply to Ferlita Amelia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudari Ferlita Amelia
Sebagian besar air di Bumi merupakan air laut, sedangkan air tawar hanya sebagian kecil dan sebagian besar tersimpan dalam bentuk es di gletser serta lapisan es. Dengan kondisi tersebut, bagaimana keterbatasan air tawar dapat memengaruhi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya apabila kebutuhan terhadap air terus meningkat?

Jawaban : Keterbatasan air tawar dapat menyebabkan persaingan dalam mendapatkan air jika kebutuhan terus meningkat. Manusia dapat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan minum, pertanian, dan kegiatan sehari-hari, sedangkan tumbuhan dan hewan juga dapat kehilangan sumber air dan habitatnya. Jika penggunaan air lebih cepat daripada ketersediaannya, dapat terjadi kekeringan, berkurangnya hasil pertanian, dan terganggunya keseimbangan ekosistem. Jadi, semakin besar kebutuhan air, semakin penting pula menghemat dan menjaga kualitas sumber air tawar.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Premy Larasari -
PREMY LARASARI
2613022051

Izin menjawab pertanyaan dari SALSABILLA ROHMALINA

Walaupun jumlah air di Bumi sebenarnya tidak pernah berubah, air itu kan selalu berputar lewat siklus hujan, makanya penyebarannya jadi beda-beda di tiap tempat. Ada daerah yang gampang banget kekeringan karena jarang hujan atau areanya emang kering, sementara tempat lain malah sering banjir bandang karena diguyur hujan deras dalam waktu singkat yang bikin tanahnya tidak sanggup nampung air lagi, ditambah makin diperparah sama kerusakan lingkungan kayak penebangan pohon.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan Canon Moza Julia Fatma

Karena air laut memiliki kadar garam yang tinggi sehingga tidak bisa langsung digunakan untuk minum dan kebutuhan sehari-hari. Air laut memang bisa diubah menjadi air tawar, tetapi membutuhkan teknologi dan biaya yang cukup besar. Jadi, manusia tetap bergantung pada sumber air tawar yang lebih mudah digunakan.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawa pertanyaan adea risya ananda
Menurut saya, keduanya penting, tetapi kebijakan dan edukasi masyarakat perlu diprioritaskan. Alasannya, teknologi hanya mengatasi pencemaran setelah terjadi, sedangkan kebijakan dan edukasi dapat mencegah pencemaran sejak awal. Jika masyarakat dan industri lebih disiplin dalam mengelola air, beban pengolahan limbah juga akan berkurang. Jadi, teknologi tetap diperlukan sebagai pendukung.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan putri intan nurchairani
Karena hujan buatan membutuhkan awan sebagai tempat terbentuknya titik-titik air. Kalau langit cerah dan tidak ada awan, tidak ada bahan yang bisa diproses untuk menghasilkan hujan. hidrosfer saling berkaitan dengan atmosfer. Air di Bumi terus mengalami siklus, sehingga hujan tidak bisa dibuat begitu saja tanpa adanya kondisi atmosfer yang mendukung.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Dellya Estiyanti -
NPM: 2613022048
Nama: Dellya Estiyanti
Berbagai jenis delta (seperti delta kaki burung dan delta kipas) terbentuk dari endapan sedimen di hilir sungai. Bagaimana pembuatan waduk atau bendungan di bagian hulu sungai dapat memengaruhi proses pembentukan dan kelangsungan struktur delta di kawasan pesisir?
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
NAMA : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan Rosselsaw Delviane Pramana
Ya, ada kemungkinan, karena gas sulfur dan partikel vulkanik dapat bereaksi dengan air hujan dan meningkatkan keasamannya. Jika kadarnya tinggi, hujan tersebut dapat berdampak pada tanah, tanaman, pemukiman, dan sumber air warga. Namun, tingkat risikonya bergantung pada jumlah gas/partikel dan kondisi atmosfer.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Salsabila Alzahra -
Nama : Salsabila Alzahra
NPM : 2613022015

izin menjawab pertanyaan Dellya Estiyanti
Pembuatan waduk atau bendungan di bagian hulu dapat mengurangi jumlah sedimen yang terbawa ke hilir. Akibatnya, endapan yang sampai ke daerah pesisir menjadi lebih sedikit sehingga pertumbuhan delta dapat melambat. Jika berlangsung terus-menerus, delta juga bisa mengalami pengikisan dan bentuknya menjadi tidak stabil.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Ferlita Amelia -
Nama : Ferlita Amelia
NPM : 2613022071

Sebagian besar air di Bumi merupakan air laut, sedangkan air tawar hanya sebagian kecil dan sebagian besar tersimpan dalam bentuk es di gletser serta lapisan es. Dengan kondisi tersebut, bagaimana keterbatasan air tawar dapat memengaruhi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya apabila kebutuhan terhadap air terus meningkat?
In reply to Ferlita Amelia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Adea risya Ananda -
Nama adea risya ananda
Npm 2613022028

Izin menjawab pertanyaan ferlita Amelia

Keterbatasan air tawar di tengah ledakan kebutuhan global bukan sekadar krisis lingkungan, melainkan ancaman sistemik yang dapat meruntuhkan stabilitas peradaban manusia dan memicu keruntuhan ekologis massal. Secara kritis, ketimpangan antara jumlah air tawar cair yang sangat sedikit dengan permintaan yang terus meroket akan memicu efek domino: sektor pertanian akan lumpuh dan menyebabkan inflasi pangan global, krisis sanitasi akan menurunkan produktivitas manusia akibat wabah penyakit, dan perebutan sumber air lintas negara berpotensi melahirkan konflik geopolitik baru (water wars). Dari sudut pandang analisis ekosistem, kelangkaan ini memaksa alam melewati ambang batas daya dukungnya, di mana pengeringan habitat basah seperti sungai dan danau akan memutus rantai makanan dan mempercepat kepunahan spesies yang tidak mampu beradaptasi. Menurut pemahaman saya, krisis ini diperparah oleh kegagalan manajemen distribusi dan eksploitasi industri yang tidak terkendali, sehingga solusi sejati tidak hanya menuntut penghematan individu, melainkan perombakan total pada kebijakan tata kelola air global dan investasi masif pada teknologi daur ulang air guna mencegah kepunahan sosio-ekologis.
In reply to Ferlita Amelia

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Oktavia Zahra Andini -
Nama : Oktavia Zahra Andini
NPM : 2613022025

Izin menjawab pertanyaan dari Ferlita Amelia

Keterbatasan air tawar dapat menyebabkan krisis air, sehingga kebutuhan manusia seperti minum, pertanian, dan kegiatan sehari-hari terganggu. Bagi makhluk hidup lain, kekurangan air dapat menyebabkan kerusakan habitat, berkurangnya populasi, bahkan kematian. Jika kebutuhan air terus meningkat, persaingan mendapatkan air juga dapat semakin besar.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Oktavia Zahra Andini -
Nama : Oktavia Zahra Andini
NPM : 2613022025

Sebelumnya izin bertanya
Jika hujan buatan dilakukan secara berlebihan di suatu wilayah, apakah dapat memengaruhi wilayah lain? Apa kemungkinan yang dapat terjadi?
In reply to Oktavia Zahra Andini

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Ferlita Amelia -
Nama : Ferlita amelia
NPM :2613022071

Izin menjawab pertanyaan Oktavia Zahra Andini
Ya, secara tidak langsung hujan buatan yang dilakukan secara berlebihan dapat memengaruhi wilayah lain, terutama karena awan dan angin bergerak melintasi batas wilayah.

Kemungkinan yang dapat terjadi:

1. Perubahan distribusi hujan. Hujan yang turun lebih banyak di satu wilayah dapat mengurangi atau mengubah pola hujan di wilayah sekitar.

2. Risiko banjir. Jika hujan yang dihasilkan terlalu deras atau berlangsung lama, wilayah tersebut dapat mengalami banjir.

3. Perubahan kondisi tanah. Curah hujan berlebihan dapat menyebabkan erosi dan tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki lereng.

4. Dampak pada wilayah sekitar — air hujan dapat mengalir ke daerah lain melalui sungai sehingga meningkatkan debit air dan berpotensi menyebabkan banjir di wilayah hilir.

5. Gangguan terhadap ekosistem. Perubahan pola dan jumlah hujan yang terlalu besar dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.

Hujan buatan sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi cuaca dan kebutuhan yang tepat. Penggunaan secara berlebihan berpotensi menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, baik di wilayah tempat penyemaian maupun wilayah di sekitarnya.
In reply to Oktavia Zahra Andini

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Vina Antikah Wulandari -
NAMA : VINA ANTIKAH WULANDARI
NPM : 2613022031

Izin menjawab pertanyaan dari saudara Oktavia Zahra Andini
Jika hujan buatan dilakukan secara berlebihan di suatu wilayah, apakah dapat memengaruhi wilayah lain? Apa kemungkinan yang dapat terjadi?

Jawaban : Jika hujan buatan dilakukan secara berlebihan, wilayah lain berpotensi terdampak, terutama jika hujan yang dihasilkan meningkatkan aliran air ke daerah sekitarnya. Kemungkinan yang terjadi adalah banjir, longsor, atau perubahan pola dan waktu turunnya hujan. Namun, dampaknya tidak selalu terjadi karena hasil hujan buatan bergantung pada kondisi awan dan cuaca. Jadi, penyemaian perlu dilakukan secukupnya dan berdasarkan kondisi serta data cuaca.
In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Risma Fitri Oktavia -

Nama: Risma Fitri Oktavia

NPM: 2613022068

Pertanyaan dari Canon Mozza Julia Fatma(NPM: 2613022057) 

Jika air laut jumlahnya sangat melimpah, mengapa manusia masih bergantung pada sumber air tawar yang terbatas?


Jawaban:

Karena air laut mengandung kadar garam yang tinggi, sehingga tidak dapat langsung dikonsumsi atau digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Air laut harus melalui proses desalinasi yang membutuhkan teknologi dan biaya besar. Sementara itu, air tawar lebih mudah dimanfaatkan untuk minum, pertanian, dan kebutuhan rumah tangga.


In reply to I Wayan Distrik

Re: Kewajiban dalam kuliah

by Era Nova Riyanti -
Nama: Era Nova Riyanti
Npm: 2613022036
Kelas:26A

Izi. Menjawab pertanyaan dari fara sastika dewi
Soal:
Kalau siklus air tidak pernah berhenti, apakah sebenarnya manusia bisa mengalami kehabisan air? Jika bisa, apa yang menyebabkan air yang tersedia bagi manusia menjadi semakin sedikit?”

Jawaban:
Bisa, tetapi yang dapat “habis” bukan air di Bumi secara keseluruhan, melainkan air tawar yang tersedia dan layak digunakan manusia.
Siklus air memang terus berlangsung, tetapi jumlah air yang dapat dimanfaatkan pada suatu wilayah terbatas. Ketersediaannya bisa semakin sedikit karena beberapa faktor:
1.Penggunaan air berlebihan — pengambilan air tanah atau air sungai yang lebih cepat daripada proses pengisiannya kembali.
2.Pencemaran air — limbah rumah tangga, industri, dan pertanian dapat membuat air yang sebenarnya tersedia menjadi tidak layak digunakan.
3.Perubahan iklim — perubahan pola hujan dan peningkatan suhu dapat menyebabkan kekeringan lebih panjang di beberapa wilayah.
4.Kerusakan hutan dan lahan — mengurangi kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air sehingga lebih banyak air menjadi aliran permukaan.
5.Distribusi air yang tidak merata — air di Bumi tidak tersebar secara sama. Ada wilayah yang memiliki banyak air, sementara wilayah lain mengalami kekurangan.
Jadi, meskipun air terus berputar dalam siklus hidrologi, manusia tetap dapat mengalami kelangkaan air karena air tawar yang bersih dan mudah diakses jumlahnya terbatas serta tidak selalu tersedia di tempat dan waktu yang dibutuhkan.