གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Sahla Rizqiah

Sahla Rizqiah_2613022014
menjawab pertanyaan kaila dwi febriani
Bagaimana mekanisme terjadinya efek rumah kaca secara alami,dan apa dampaknya jika kadar gas rumah kaca di atmosfer mengalir berlebihan?
Efek rumah kaca alami adalah proses gas-gas di atmosfer menahan sebagian panas matahari, sehingga bumi cukup hangat untuk dihuni. Kalau kadar gas rumah kaca berlebihan, panas yang terperangkap ikut meningkat dan bumi memanas.
Mekanisme alami:
Radiasi matahari (gelombang pendek) menembus atmosfer. Sekitar 30% dipantulkan kembali ke angkasa oleh awan, aerosol, dan permukaan bumi.
Sisanya diserap daratan dan lautan, sehingga permukaan bumi menghangat.
Bumi lalu memancarkan energi itu kembali sebagai radiasi inframerah (panas).
Gas rumah kaca (uap air, CO₂, CH₄, N₂O, O₃) menyerap sebagian inframerah tersebut dan memancarkannya lagi ke segala arah, termasuk kembali ke permukaan bumi.
Tanpa proses ini, suhu rata-rata bumi sekitar −18°C. Dengan efek rumah kaca alami, suhunya sekitar 15°C.
Dampak jika kadar gas rumah kaca berlebihan (efek rumah kaca ditingkatkan):
Suhu global naik, sehingga terjadi pemanasan global.
Es kutub dan gletser mencair, sehingga permukaan laut naik dan pulau serta kota pesisir terancam tenggelam.
Iklim ekstrem makin sering: gelombang panas, kekeringan, banjir, dan badai.
Pola hujan dan musim berubah, sehingga produksi pangan terganggu.
Lautan mengasam karena menyerap CO₂ berlebih, dan terumbu karang memutih.
Ekosistem terganggu, dengan banyak spesies terancam punah dan penyakit tropis meluas.
Penyebab utama kelebihan gas ini adalah aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan pertanian atau peternakan (penghasil metana).
SahlaRizqiah_2613022014
menjawab pertanyaan dari luh devi agustiani
Apakah Global Warming hanya memiliki dampak negatif saja? atau ada dampak positifnya
Ada beberapa dampak positif, tetapi sifatnya sempit, tidak merata, dan sering bersifat sementara. Secara keseluruhan, dampak negatifnya jauh lebih besar.
Dampak positif (terbatas/lokal):
Musim tanam lebih panjang di wilayah lintang tinggi, seperti Kanada, Rusia, dan Skandinavia.
Jalur pelayaran Arktik terbuka karena es laut mencair, sehingga rute kapal lebih singkat.
Musim dingin lebih ringan di negara subtropis dan kutub, sehingga kematian akibat cuaca dingin ekstrem dan kebutuhan energi pemanas ruangan berkurang.
Efek pemupukan CO₂: kadar CO₂ yang lebih tinggi bisa mempercepat fotosintesis pada beberapa tanaman.
Mengapa keuntungan itu tidak menutupi kerugiannya:
Efek pemupukan CO₂ dibatasi oleh ketersediaan air dan nutrisi, dan kandungan gizi beberapa tanaman pangan justru menurun.
Wilayah tropis dan subtropis, tempat banyak orang tinggal, mengalami gagal panen, gelombang panas, dan kekeringan.
Kenaikan permukaan laut mengancam kota dan pulau pesisir.
Banjir, badai, dan kebakaran hutan menjadi lebih sering dan intens.
Pengasaman laut dan pemutihan terumbu karang merusak ekosistem laut.
Banyak spesies terancam punah, dan penyakit seperti demam berdarah menyebar ke wilayah baru.
sahla rizqia_2613022014
mejawab pertanyaan dari dyah ravika sari
Why does ozone layer depletion not occur at the same rate in every region, even though ozone depleting substances can spread through the atmosphere?
Because the chlorine and bromine from ozone-depleting substances are spread fairly evenly, but the chemistry that turns them into ozone destroyers only works under specific conditions, and those conditions are mostly found over the poles.
What makes polar regions special:
Extreme cold: In the polar winter stratosphere, temperatures drop below about −78°C, letting polar stratospheric clouds form. Reactions on the surface of these cloud particles convert harmless "reservoir" chlorine (like HCl) into reactive forms.
The polar vortex: A ring of strong winds isolates the air over the pole, keeping it cold and stopping it from mixing with warmer, ozone-rich air from outside.
Returning sunlight: In spring, sunlight splits the reactive chlorine into free Cl atoms, which destroy ozone in a catalytic chain reaction (one Cl atom can break down thousands of ozone molecules).
Why Antarctica is worse than the Arctic: The Antarctic vortex is colder, more stable, and lasts longer, because the Southern Hemisphere has less land and fewer atmospheric waves to disturb it. The Arctic vortex is warmer and breaks up more often, so Arctic depletion is smaller and varies a lot from year to year.
Why the tropics and mid-latitudes lose far less: They are too warm for polar stratospheric clouds, and there's constant mixing. Ozone is also made mostly over the tropics and carried poleward by stratospheric circulation, which partly replenishes what is lost.
Nama : Sahla Rizqiah
NMP : 2613022014
saya akan menjawab pertanyaan
Presia dea venti
Karena gas hanya menyerap inframerah jika molekulnya bisa "digetarkan" oleh gelombang inframerah, dan itu hanya terjadi pada molekul yang muatan listriknya tidak simetris.
Energi foton inframerah pas dengan energi getaran ikatan antaratom dalam molekul. Tapi agar molekul bisa menyerapnya, getaran itu harus mengubah momen dipol molekul (distribusi muatan positif dan negatifnya).
N₂ dan O₂ terdiri dari dua atom yang sama (diatomik homonuklir). Muatannya selalu simetris, sehingga saat bergetar tidak ada perubahan momen dipol. Akibatnya inframerah "lewat begitu saja". Mereka hanya menyerap energi yang jauh lebih tinggi, seperti sinar UV.
CO₂ memang berbentuk lurus dan simetris, tetapi saat bergetar (ikatan meregang tidak simetris atau menekuk), muatannya jadi tidak seimbang. Perubahan dipol inilah yang menyerap inframerah.
H₂O dan CH₄ bentuknya tidak simetris atau punya banyak ikatan, sehingga punya banyak mode getaran yang bisa menyerap inframerah.
Setelah menyerap, gas rumah kaca memancarkan kembali energi itu ke segala arah, termasuk kembali ke permukaan bumi. Itulah yang menghangatkan bumi.

IPBA2026B -> Forum Diskusi Pertemuan 6 -> Ruang Diskusi -> Re: Ruang Diskusi

Sahla Rizqiah གིས-
Sahla rizqiah_2613022014 Memberikan pertanyaan Mengapa pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi dianggap sebagai pendorong utama pemanasan global?