Kiriman dibuat oleh Delia Puspita

Landasan Pendidikan PPKn 2025B -> Analisis Video

oleh Delia Puspita -
NAMA : DELIA PUSPITA
NPM : 2513032053

Materi ini membagi aliran pendidikan menjadi Aliran Konvensional dan Gerakan Baru.

A. Aliran Konvensional membahas penentu perkembangan manusia:

1. Empirisme (John Locke)
Anak lahir bersih seperti tabularasa; perkembangan sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan.
2. Nativisme (Schopenhauer)
Anak lahir dengan pembawaan (bakat) yang tidak dapat diubah oleh lingkungan.
3. Naturalisme (Rousseau) Anak lahir baik tetapi dirusak lingkungan atau pendidikan; menyarankan anak diserahkan pada alam (Negativisme).
4. Konvergensi (William Stern)
Perkembangan dipengaruhi oleh gabungan pembawaan dan pendidikan yang saling mendukung.

B. Gerakan Baru fokus pada perbaikan proses pembelajaran:

1. Pengajaran Alam Sekitar
Kegiatan belajar harus terkait dengan kehidupan nyata anak.
2. Pengajaran Pusat Perhatian (Decroly)
Belajar disesuaikan dengan minat spontan anak "Sekolah untuk hidup dan oleh hidup".
3. Sekolah Kerja (Kerschenteiner) Pendidikan tidak hanya untuk individu tetapi juga untuk kepentingan masyarakat.
4. Pengajaran Proyek (Dewey dan Kilpatrick) Anak bebas menentukan dan memimpin proyek untuk memecahkan masalah secara aktif, mengintegrasikan mata pelajaran.

AI PPKn B -> FORUM DISKUSI

oleh Delia Puspita -
Nama : Delia Puspita
NPM : 2513032053

Dalam era digital dan media sosial saat ini, informasi termasuk hadis (baik shahih maupun mawdu') dapat menyebar dengan sangat cepat. Bagaimana cara kita sebagai umat islam menghadapi tantangan seperti ini? Apakah ada rekomendasi website ataupun aplikasi untuk kita bisa melakukan verifikasi ataupun memastikan ke shahih an hadis yang tersebar tersebut?
Nama : Delia Puspita
NPM : 2513032053

Berdasarkan analisis yang telah saya lakukan terhadap jurnal MODEL PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) (Studi pembelajaran terpadu pada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah), saya menyimpulkan bahwa jurnal ini merupakan panduan praktis dan teoretis yang sangat relevan untuk guru dan pendidik di tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jurnal ini berfokus pada implementasi model pembelajaran terpadu untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Jurnal ini menyoroti masalah bahwa meskipun kurikulum menganjurkan model pembelajaran terpadu, praktik di sekolah sebagian besar masih dilakukan secara terpisah-pisah. Mata pelajaran IPS, yang seharusnya merupakan integrasi dari sejarah, geografi, dan ekonomi, masih diajarkan sebagai disiplin ilmu yang terpisah. Hal ini menghambat pencapaian tujuan IPS yang sebenarnya, yaitu mengembangkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam mengatasi masalah sosial.
Tujuan utama jurnal ini adalah menyediakan pedoman konkret untuk melaksanakan model pembelajaran IPS terpadu di SD/MI. Jurnal ini menyajikan langkah-langkah sistematis yang dapat diterapkan oleh guru, dari tahap perencanaan hingga penilaian. 

Disini saya menganalisis menggunakan referensi jurnal lain. Dari hasil analisis tersebut saya menemukan kesamaan dalam jurnal tersebut. Jurnal yang saya ambil adalah "Pembelajaran IPS Berbasis Tematik Sebagai Upaya Pembaharuan IPS di Sekolah Dasar" oleh Muhammad Nawir, Dian Suparti, & Nurhasanah. Persamaannya yaitu kedua jurnal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memperbaiki kualitas pembelajaran IPS di tingkat sekolah dasar. Keduanya sepakat bahwa pendekatan terpisah (konvensional) tidak efektif dan harus diganti dengan pendekatan yang lebih terpadu.

Referensi : Nawir, M., & Suparti, D. (2024). Pembelajaran IPS Berbasis Tematik Sebagai Upaya Pembaharuan IPS di Sekolah Dasar. Aksiologi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial