NPM : 2513032059
Menganalisis Teori Perkembangan Kohlberg
Tahap Tahap Perkembangan moral menurut Kohlberg, menurut pendapat Kohlberg kesadaran seseorang berkembang melalui 3 level yaitu level Pra Konvensional, Konvensional dan Pasca Konvensional.
Level 1 Pra konvensional, pada level ini seseorang menilai perihal yang baik dan buruk berdasarkan dari factor factor diluar dirinya ( eksternal ) seperti hubungan sebab akibat, Gunjaran-Hukuman dan menyenangkan juga tidak menyenangkan. Menurut Kholberg level prakonvensional ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu :
1. Orientasi Hukuman dan kepatuhan, berdasarkan tahap ini seseorang menilai baik buruknya seseuatu berdasarkan rasa takut terhadap suatu hukuman. Misalnya ada seorang anak merasa benar jika mengikuti kata orang tuanya dan merasa salah jika tidak mengikuti kata orang tuanya. Penalaran seperti ini awalnya didasari oleh kesadaran bahwa ketika ia tidak patuh maka ia akan mendapatkan hukuman yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman di dalam dirinya, nah disini Nampak bahwa sifat egosentris sangat menonjol, ia mulai paham bahwa kebaikan yang akan menyelamtkan dirinya sendiri dari hukuman.
2. Relativis Instrumental, pada tahap ini diartikan bahwa melakukan kebaikan karna mengharap imbalan. Ia sudah mulai sadar bahwa perbuatan baik dapat digunakan sebagai alat untuk mendaptkan keuntungan dari pihak lain. Contohnya seorang anak kecil yang jika disuruh akan di iming imingin hadiah yang menarik, jadi seseorang disikap ini bisa saja kelihatan baik tetapi sebenarnya sikap baik itu semata mata untuk mendaptkan keuntungan pribadi.
Level 2 Konvensional, Pada level ini seseorang akan menyesuaikan sikapnya dengan harapan orang orang tertib social, ia mulai keluar dari sifat egois yang mementingkan diri sendiri dan mulai melihat kebahagiaan serta kenyamanan orang lain sebagai sesuatu yang patut untuk dipertimbangkan dan diperjuangkan . disini seseorang juga akan mulai menerapkan norma norma yang berlaku dimasyarakat. Pada tahap ini juga dibagi menjadi 2 tahap yakni :
3. Orientasi Anak Manis, seseorang akan menerapkan prinsip bahwa dirinya adalah anak manis yaitu perilaku yang baik adalah yang mampu membantu orang lain, menyenangkan orang lain sesuai yang diharapkan orang lain
4. Orientasi Hukum dan ketertiban, seseorang mulai menyadari bahwa kelompok seperti keluarga, teman tongkrongan, organisasi maupun himpunan ternnyata sebenarnya ada yang lebih luas seperti suku bangsa, agama dan Negara. Ia mulai menyadari bahwa ia merupakan anggota dari masyarakat itu yang memiliki kewajiban untuk mematuhi hokum yang berlaku.
Level 3 Pascakonvensional, pada level ini hidup baik adalah tanggung jawab masing masing pribadi, disini seseorang menyedari bahwa hukum hukum bisa selalu tidak diterima secara mentah mentah, menyadari bahwa hukum tidak selalu harus ditaati secara mutlak melainkan sesuatu yang terlebih dahulu harus menyesuaikan penilaian berdasarkan prinsip prinsip yang muncul dalam hati nurani. Sama halnya level ini juga dibagi menjadi 2 tahap yakni :
5. Kontrak social legalitis, pada tahap ini segi hukum masih ditetapkan, seseorang mulai menyadari bahwa hukum belum tentu dapat diterapkan diseluruh dikehidupan manusia
6. Orientasi Prinsip hati nurani Universal, seseorang mulai menyadari bahwa didalam lubuk hatinya terdapat prinsip prinsip yang berlaku yang meliputi menjunjung tinggi nilai nilai martabat kemanusiaan seperti keadilan, persamaan dan ketulusan membantu orang lain.
Jadi menurut pemikiran Kohlberg Hukum tertinggi seseorang yang bermoral berdasarkan hati nurani yang menuntun seseorang unntuk mennjujung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, persamaan, ketulusan membantu orang lain dan kebenaran dalam segala situasi dikehidupan.