གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Aulia cipta Ilyatunisa

pnm26h -> Forum Analisis Jurnal 1

Aulia cipta Ilyatunisa གིས-
Nama : Aulia Cipta Ilyatunisa
NPM : 2513053211

Jurnal ini membahas penerapan pendidikan nilai dan moral dalam sistem pendidikan di Aceh yang disesuaikan dengan budaya serta nilai-nilai Islam. Pendidikan di Aceh tidak hanya mengikuti kurikulum nasional, tetapi juga menggunakan kurikulum Islami yang berlandaskan Qanun Aceh.

Menurut saya, pendidikan nilai dan moral akan lebih efektif jika tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga diterapkan dalam pembelajaran, kegiatan sekolah, pembiasaan, dan keteladanan guru. Namun, jurnal ini juga menunjukkan bahwa penerapannya masih menghadapi kendala, seperti kurangnya pemahaman guru dan belum meratanya kesiapan sekolah dalam menjalankan kurikulum tersebut.

Dari jurnal ini saya memahami bahwa pendidikan nilai dan moral merupakan bagian penting dalam pendidikan karena bertujuan membentuk sikap dan perilaku peserta didik. Sebagai calon guru, saya menyadari bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga memberikan contoh dan membiasakan nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari.

pnm26h -> Forum Analisis Video 1

Aulia cipta Ilyatunisa གིས-
Nama : Aulia Cipta Ilyatunisa
NPM : 25130532211

Video yang disampaikan oleh Rianto Astono membahas mengenai moralitas dengan menggunakan sebuah eksperimen pemikiran yang dikenal sebagai The Trolley Problem. Dari situ, penonton diajak untuk memikirkan bagaimana seseorang menentukan tindakan yang dianggap benar ketika berada dalam situasi yang sulit.
Menurut saya, video ini menarik karena menunjukkan bahwa persoalan moral tidak selalu dapat dibedakan secara sederhana antara benar dan salah. Ada keadaan tertentu ketika seseorang harus memilih dari beberapa pilihan yang sama-sama memiliki konsekuensi. Pilihan yang dianggap benar oleh seseorang belum tentu dianggap benar oleh orang lain karena setiap orang dapat memiliki pertimbangan dan sudut pandang yang berbeda.

Dalam Trolley Problem, seseorang dihadapkan pada pilihan antara membiarkan lima orang menjadi korban atau mengubah arah kereta sehingga satu orang menjadi korban. Dari situ muncul dilema, apakah menyelamatkan lebih banyak orang selalu berarti mengambil keputusan yang benar? Ada yang mungkin memilih menyelamatkan lima orang karena melihat jumlah orang yang dapat diselamatkan. Tapi, ada juga yang tidak ingin sengaja mencelakai satu orang meskipun tujuannya untuk menyelamatkan orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan moral tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga dengan tindakan dan alasan di balik keputusan tersebut.

Menurut saya, permasalahan ini juga mengajarkan bahwa dalam mengambil keputusan kita perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Kita tidak seharusnya terburu-buru menilai keputusan seseorang tanpa memahami keadaan yang sedang dihadapinya, kita perlu pertimbangkan mengenai nilai, tanggung jawab, dan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.