Posts made by Nayla Salsa Ramadhani

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 2

by Nayla Salsa Ramadhani -
Nayla Salsa Ramadhani 2513053167
Jurnal tersebut membahas tentang perkembangan moral siswa sekolah dasar berdasarkan teori Kohlberg. penelitian ini dilakukan kepada 10 siswa kelas VI yang berusia 11-12 tahun. nah siswa diberikan pertanyaan terbuka berupa dilema moral lalu jawaban mereka itu dianalisis berdasarkan alasan yang mereka gunakan dalam mengambil keputusan. menurut saya, dari sini terlihat bahwa perkembangan moral anak itu tidak cukup dilihat hanya dari tindakannya saja tetapi juga dari alasan di balik tindakan tersebut. nah dalam teori Kohlberg juga perkembangan moral itu dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. pada tahap awal, anak itu cenderung melakukan sesuatu karena takut dihukum atau mendapatkan akibat yang tidak menyenangkan. nah setelah berkembang, pertimbangannya itu mulai berkaitan dengan kepentingan diri sendiri, hubungan dengan orang lain, aturan, sampai prinsip moral. jadi menurut saya, yang membedakan perkembangan moral seseorang bukan hanya dari apa yang dilakukan tetapi alasan kenapa dia melakukan hal tersebut.
hal ini terlihat dari dilema yang diberikan kepada siswa tentang Ardi yang harus memilih antara pergi mengerjakan tugas kelompok atau tinggal di rumah untuk menjaga adiknya. nah sebagian besar siswa itu memilih tetap pergi karena takut dianggap sebagai pembohong, takut mendapat hukuman, atau takut ketinggalan pelajaran. namun ada satu siswa yaitu Khansa yang memberikan alasan berbeda. Khansa tetap ingin pergi belajar, tetapi ia juga memikirkan teman-temannya yang menunggu dan adiknya yang tidak ada yang menjaga, karena itu perkembangan moral Khansa itu dinilai sudah lebih tinggi dibandingkan teman-temannya. hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 90% siswa masih berada pada tingkat pra-konvensional sedangkan 10% atau satu siswa yaitu Khansa sudah berada pada tingkat yang lebih tinggi. dari sini saya memahami bahwa anak yang usianya sama belum tentu memiliki perkembangan moral yang sama juga. sebagian anak itu masih berpikir berdasarkan hukuman atau akibat yang akan diterima, sementara sebagian lainnya sudah mulai mempertimbangkan keadaan dan perasaan orang lain. menurut saya, hal yang bisa diterapkan dalam pendidikan adalah guru tidak hanya melihat apakah siswa itu melakukan sesuatu yang benar atau salah, tetapi juga perlu melihat alasan di balik perilakunya. guru bisa memberikan masalah sederhana kepada siswa dan meminta mereka menjelaskan alasan dari pilihan yang mereka buat. dari sini saya memahami bahwa perkembangan moral anak itu masih terus berkembang, sehingga guru itu perlu memahami cara berpikir setiap siswa dan tidak menyamakan perkembangan moral semua anak.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Nayla Salsa Ramadhani -
Nayla Salsa Ramadhani 2513053167
Jurnal tersebut membahas tentang pentingnya pendidikan nilai moral dalam kehidupan manusia yang semakin kompleks. menurut saya, pendidikan tidak hanya dibutuhkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga untuk membentuk nilai dan sikap yang dapat digunakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. dijelaskan juga bahwa kehidupan global membawa berbagai masalah seperti pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, penyalahgunaan narkotika, serta berbagai konflik yang tidak selalu bisa diselesaikan oleh satu negara saja. karena itu pendidikan nilai moral dipandang sebagai salah satu hal yang penting untuk membantu manusia dalam menghadapi berbagai masalah tersebut.
dari jurnal ini saya memahami bahwa pendidikan nilai moral seharusnya tidak hanya diberikan dalam bentuk materi atau pelajaran khusus saja teteapi nilai-nilai seperti kejujuran, kebenaran, kebajikan, kearifan, kasih sayang, keadilan, kebebasan, kedamaian, dan persamaan perlu menjadi bagian dari keseluruhan proses pendidikan. jadi siswa bukan hanya mengetahui nilai yang baik, tetapi juga perlu mengalami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. dijelaskan juga bahwa pendidikan nilai moral di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina memiliki perbedaan karena setiap negara memiliki latar belakang dan ideologi yang berbeda-beda. walaupun begitu semuanya sama-sama memberikan perhatian terhadap nilai moral dan nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan manusia.
menurut saya, bagian yang cukup penting dalam jurnal ini adalah pembahasan tentang bagaimana kondisi pendidikan nilai moral di Indonesia. nah disini dijelaskan bahwa pendidikan nilai di Indonesia itu masih belum banyak menyentuh kesadaran dalam perspektif global. pendidikan agama juga masih lebih banyak berfokus pada pengetahuan dan hafalan saja sedangkan pembentukan sikap dan pembiasaan masih minim. hal ini menunjukkan bahwa siswa bisa saja mengetahui tentang nilai moral tetapi belum tentu nilai tersebut mereka praktikkan dalam keseharian mereka. jadi pendidikan nilai tidak cukup hanya dengan membuat siswa itu tahu tentang suatu nilai saja, tetapi juga perlu memberikan pengalaman yang membuat siswa itu terbiasa dalam menerapkan nilai tersebut. dijelaskan juga bahwa dalam pendidikan nilai moral, guru itu memiliki peran yang sangat penting. siswa dapat menyerap nilai-nilai moral baik melalui pembelajaran langsung di kelas maupun melalui pembiasaan dan pengalaman nyata di sekolah. menurut saya, contoh dari guru menjadi salah satu hal yang penting karena siswa tidak hanya melihat apa yang diajarkan, tetapi juga melihat bagaimana guru bersikap. misalnya jika guru mengajarkan kejujuran, maka guru juga harus menunjukkan perilaku yang jujur. begitu juga jika siswa diajarkan untuk menghormati aturan, guru juga harus menunjukkan sikap yang mematuhi aturan. nah dari sini saya memahami bahwa keteladanan guru dapat mendukung terbentuknya perilaku moral siswa.
pendidikan nilai dapat dilakukan dengan metode langsung maupun tidak langsung. metode langsung dilakukan dengan memberikan atau membahas nilai secara langsung, sedangkan metode tidak langsung itu dilakukan dengan menciptakan situasi yang memungkinkan siswa mempraktikkan perilaku yang baik. menurut saya, metode tidak langsung juga penting karena siswa dapat belajar dari pengalaman yang mereka alami sendiri, bukan hanya dari penjelasan guru saja. pendidikan nilai moral seharusnya dilakukan secara terus-menerus dan tidak hanya ketika ada materi tentang moral aja. nilai perlu diterapkan dalam berbagai kegiatan dan pembelajaran di sekolah karena pendidikan nilai itu tidak dapat hanya dilakukan oleh satu guru atau melalui satu mata pelajaran saja. siswa perlu mendapatkan contoh, pengalaman, dan pembiasaan agar nilai yang dipelajari itu dapat benar-benar diterapkan dalam kehidupan.

pnm26g -> Forum Analisis Jurnal 1

by Nayla Salsa Ramadhani -
Nayla Salsa Ramadhani 2513053167
Jurnal "Pendidikan Nilai dan Moral dalam Sistem Kurikulum Pendidikan di Aceh” membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam membentuk sikap serta perilaku peserta didik. menurut saya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan atau nilai akademik saja, tetapi juga bagaimana siswa itu bisa memiliki sikap dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. pendidikan nilai dan moral menjadi penting karena lingkungan dan perkembangan zaman itu dapat memengaruhi bagaimana cara siswa dakam berpikir dan bertindak. dijelaskan juga bahwa pendidikan di Aceh itu memiliki ciri yang berbeda karena selain mengikuti sistem pendidikan nasional, juga dipadukan dengan nilai-nilai Islam dan budaya Aceh. nah nilai-nilai tersebut tidak hanya diberikan melalui pelajaran agama saja, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan di sekolah. hal ini membuat pendidikan nilai dan moral itu menjadi bagian dari kehidupan siswa di sekolah, bukan hanya materi yang dipelajari di kelas.
menurut saya, penerapan nilai dan moral akan lebih mudah dipahami oleh siswa jika tidak hanya diberikan dalam bentuk teori atau nasihat saja tetapi siswa juga perlu melihat contoh nyata dan dibiasakan untuk menerapkannya, misalnya dengan membiasakan disiplin, bersikap sopan, menghargai orang lain, mengikuti aturan, dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan. nah dalam hal ini, guru memiliki peran yang cukup penting karena sikap guru juga dapat menjadi contoh bagi siswa. namun, penerapan pendidikan nilai dan moral dalam kurikulum juga masih memiliki beberapa kendala. dalam jurnal dijelaskan bahwa masih ada guru yang belum sepenuhnya memahami bagaimana cara memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran secara nyata dan ada yang hanya mencantumkan nilai tersebut dalam pembelajaran, tetapi belum benar-benar menerapkannya dalam proses belajar. selain itu jg kesiapan sekolah, fasilitas, dan metode pembelajaran juga dapat memengaruhi keberhasilan penerapannya. dari jurnal ini saya memahami bahwa pendidikan nilai dan moral itu seharusnya dilakukan secara terus-menerus bukan hanya ketika ada materi tentang moral atau agama aja. nilai tersebut perlu dibiasakan melalui kegiatan sehari-hari di sekolah dan didukung oleh contoh dari guru. dengan begitu siswa tidak hanya tahu mana yang baik dan buruk, tetapi juga bisa membiasakan diri untuk melakukan hal yang baik.