Kiriman dibuat oleh Valentino Raffael

Etika Profesi SI -> Diskusi Kontroversi UU ITE

oleh Valentino Raffael -
Setelah mempelajari UU ITE (UU 1/2024), dapat disimpulkan bahwa UU ITE secara teori bertujuan untuk melindungi, tetapi dalam praktiknya, masih memiliki potensi membatasi kebebasan berekspresi.

Perlindungan adalah Fungsi Utama: UU ini jelas merupakan instrumen penting untuk melawan kejahatan siber (pornografi, hacking, penipuan), yang merupakan fondasi agar individu dapat merasa aman dan bebas berekspresi di ruang digital.

Batasan Ada pada Implementasi: Potensi pembatasan terletak pada implementasi delik aduan (seperti pencemaran nama baik). Meskipun definisi telah diperketat dan sanksi diringankan dalam revisi 2024, risiko kriminalisasi kritik tetap tinggi.

Ancaman Chilling Effect: Ancaman terbesar bukanlah hukuman itu sendiri, melainkan proses hukumnya yang panjang dan melelahkan. Efek dingin terjadi ketika masyarakat memilih untuk mengunci diri atau menyensor diri sendiri (self-censorship) dari mengemukakan pendapat kritis, karena takut dihadapkan pada tuntutan hukum, terlepas dari hasil akhirnya.

Oleh karena itu, keberhasilan UU ITE dalam menyeimbangkan perlindungan dan kebebasan sangat bergantung pada penegak hukum. Penegak hukum harus menggunakan pasal-pasal bermasalah tersebut dengan sangat hati-hati, proporsional, dan menempatkan kritik sebagai bagian esensial dari demokrasi, bukan sebagai tindak pidana.

Etika Profesi SI -> IEEE dan ACM

oleh Valentino Raffael -
1. Verifikasi dan Dokumentasi Integritas & Kejujuran (IEEE 3) Pastikan celah itu nyata, tanpa merusak lebih lanjut.
2. Pengungkapan Bertanggung Jawab Kesejahteraan Publik (IEEE 1) & Menghindari Bahaya (ACM 1.2) Segera laporkan secara rahasia kepada pemilik sistem untuk perbaikan.
3. Kerja Sama Kritik Teknis Jujur (IEEE 7) Bantu pemilik sistem untuk memperbaiki dan menguji patch.
4. Tidak Menyalahgunakan Kejujuran & Kesetiaan (ACM 1.3) JANGAN pernah menggunakan celah tersebut untuk keuntungan atau merugikan orang lain.