Nama: Thiara Azkia Khansa
NPM: 2515012009
Kelas: A
A. Pendapat dan Hal Positif dari Artikel
Pendapat:
Artikel ini menyuarakan keresahan terhadap menurunnya sopan santun di kalangan generasi muda, namun tetap memberi sudut pandang yang adil bahwa tidak semua anak muda bersikap buruk. Penulis mengajak pembaca untuk introspeksi dan menjaga nilai-nilai budaya luhur Indonesia.
Hal positif yang bisa diambil:
- Pentingnya menjaga sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
- Kesadaran bahwa kebebasan harus dibatasi oleh norma dan aturan.
- Ajakan untuk mempertahankan budaya positif Indonesia di tengah arus globalisasi.
- Penekanan bahwa akhlak baik adalah identitas bangsa, bukan sesuatu yang bisa ditinggalkan.
B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel
Pancasila sebagai sistem etika berfungsi sebagai pedoman moral dan perilaku warga negara Indonesia. Artikel ini sangat selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama:
- Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Menjaga akhlak adalah bagian dari keimanan dan pengamalan ajaran agama.
- Sila ke-2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab): Menolak perilaku kasar, menghina, dan merendahkan orang lain.
- Sila ke-3 (Persatuan Indonesia): Menjaga toleransi dan menghargai perbedaan demi persatuan.
- Sila ke-4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan): Mengajak berdiskusi dengan bijak, bukan dengan emosi atau kebencian.
- Sila ke-5 (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia): Menuntut perlakuan yang adil dan bermoral dalam kehidupan sosial.
Artikel ini mengingatkan bahwa etika dalam Pancasila bukan sekadar teori, tapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
C. Kearifan Lokal Terkait Sistem Etika Berdasarkan Sila Pancasila
Berikut beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila:
-Sila 1
Kearifan lokal: Ngaji bareng (Jawa) ,pengajian kampung
Penjelasan etis: Menumbuhkan nilai spiritual dan akhlak .
-Sila 2
Kearifan lokal: Pepatah Minang: “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”
Penjelasan etis: Etika hidup berdasarkan agama dan kemanusiaan
-Sila 3
Kearifan lokal: Gotong royong Penjelasan etis: Menunjukkan solidaritas dan persatuan
-Sila 4
Kearifan lokal: Musyawarah desa
Penjelasan etis: Mengutamakan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan
-Sila 5
Kearifan lokal: Tolong-menolong dalam panen atau hajatan
Penjelasan etis: Mewujudkan keadilan sosial dan kebersamaan
D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal Terkait Etika Pancasila
Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan:
- Pendidikan karakter sejak dini: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal dalam kurikulum sekolah.
- Teladan dari orang tua dan tokoh masyarakat: Anak-anak belajar dari contoh nyata.
- Revitalisasi budaya lokal: Mengadakan kegiatan seperti festival adat, lomba pidato bertema etika, atau pelatihan sopan santun.
- Pemanfaatan media sosial secara bijak: Menyebarkan konten positif yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
- Kolaborasi antar generasi: Mengajak generasi muda untuk belajar langsung dari para sesepuh tentang nilai-nilai luhur.
NPM: 2515012009
Kelas: A
A. Pendapat dan Hal Positif dari Artikel
Pendapat:
Artikel ini menyuarakan keresahan terhadap menurunnya sopan santun di kalangan generasi muda, namun tetap memberi sudut pandang yang adil bahwa tidak semua anak muda bersikap buruk. Penulis mengajak pembaca untuk introspeksi dan menjaga nilai-nilai budaya luhur Indonesia.
Hal positif yang bisa diambil:
- Pentingnya menjaga sopan santun dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
- Kesadaran bahwa kebebasan harus dibatasi oleh norma dan aturan.
- Ajakan untuk mempertahankan budaya positif Indonesia di tengah arus globalisasi.
- Penekanan bahwa akhlak baik adalah identitas bangsa, bukan sesuatu yang bisa ditinggalkan.
B. Hubungan Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Isi Artikel
Pancasila sebagai sistem etika berfungsi sebagai pedoman moral dan perilaku warga negara Indonesia. Artikel ini sangat selaras dengan nilai-nilai Pancasila, terutama:
- Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa): Menjaga akhlak adalah bagian dari keimanan dan pengamalan ajaran agama.
- Sila ke-2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab): Menolak perilaku kasar, menghina, dan merendahkan orang lain.
- Sila ke-3 (Persatuan Indonesia): Menjaga toleransi dan menghargai perbedaan demi persatuan.
- Sila ke-4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan): Mengajak berdiskusi dengan bijak, bukan dengan emosi atau kebencian.
- Sila ke-5 (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia): Menuntut perlakuan yang adil dan bermoral dalam kehidupan sosial.
Artikel ini mengingatkan bahwa etika dalam Pancasila bukan sekadar teori, tapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
C. Kearifan Lokal Terkait Sistem Etika Berdasarkan Sila Pancasila
Berikut beberapa contoh kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila:
-Sila 1
Kearifan lokal: Ngaji bareng (Jawa) ,pengajian kampung
Penjelasan etis: Menumbuhkan nilai spiritual dan akhlak .
-Sila 2
Kearifan lokal: Pepatah Minang: “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah”
Penjelasan etis: Etika hidup berdasarkan agama dan kemanusiaan
-Sila 3
Kearifan lokal: Gotong royong Penjelasan etis: Menunjukkan solidaritas dan persatuan
-Sila 4
Kearifan lokal: Musyawarah desa
Penjelasan etis: Mengutamakan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan
-Sila 5
Kearifan lokal: Tolong-menolong dalam panen atau hajatan
Penjelasan etis: Mewujudkan keadilan sosial dan kebersamaan
D. Cara Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal Terkait Etika Pancasila
Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan:
- Pendidikan karakter sejak dini: Mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal dalam kurikulum sekolah.
- Teladan dari orang tua dan tokoh masyarakat: Anak-anak belajar dari contoh nyata.
- Revitalisasi budaya lokal: Mengadakan kegiatan seperti festival adat, lomba pidato bertema etika, atau pelatihan sopan santun.
- Pemanfaatan media sosial secara bijak: Menyebarkan konten positif yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
- Kolaborasi antar generasi: Mengajak generasi muda untuk belajar langsung dari para sesepuh tentang nilai-nilai luhur.