Posts made by Rafa Nur Afifah 2515012040

NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
PRODI : S1 ARSITEKTUR
MATA KULIAH : PANCASILA
TUGAS : ANALISIS JURNAL ( PERTEMUAN 13 )


Jurnal ini membahas bagaimana mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berperan dalam membentuk sikap mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di era sekarang, teknologi berkembang sangat cepat dan banyak memengaruhi kehidupan mahasiswa. Jika tidak digunakan dengan bijak, perkembangan tersebut dapat berdampak negatif dan menjauhkan mahasiswa dari nilai-nilai Pancasila.

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 40 mahasiswa yang dipilih secara acak dari beberapa kelas. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi sederhana untuk melihat pengaruh mata kuliah terhadap sikap mahasiswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kepribadian Pancasila yang baik. Mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, seperti menunjang proses belajar, mencari informasi, serta lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dengan menyaring informasi yang diterima.

Berdasarkan hasil analisis, mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terbukti berpengaruh terhadap cara mahasiswa menyikapi perkembangan teknologi. Meskipun pengaruhnya tidak sepenuhnya besar, mata kuliah ini tetap memiliki peran penting dalam membentuk sikap mahasiswa agar menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE-12

NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS : A


1. Latar Belakang dan Tujuan

Jurnal ini membahas peran media massa dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya sebagai alat kontrol sosial dalam mencegah terjadinya kejahatan. Media massa dinilai memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola pikir dan sikap masyarakat. Oleh karena itu, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis.


2. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk menjelaskan bahwa media massa dapat mendukung kebijakan hukum pidana melalui penyampaian informasi yang mendidik dan beretika. Selain itu, jurnal ini ingin menegaskan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pemberitaan agar media tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.


3. Metode Penelitian

Penelitian dalam jurnal ini menggunakan metode normatif. Penulis mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan media massa, kemudian mengaitkannya dengan nilai-nilai sosial serta Pancasila. Hasil kajian tersebut dijelaskan secara deskriptif untuk menggambarkan peran media dalam konteks hukum dan sosial.


4. Isi dan Pembahasan

Dalam jurnal dijelaskan bahwa media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik. Media tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, pendidikan, dan hiburan, tetapi juga sebagai pengawas sosial terhadap jalannya hukum dan kekuasaan. Penyampaian berita, khususnya berita hukum, seharusnya dilakukan secara akurat, berimbang, dan beretika agar tidak menyesatkan masyarakat serta tetap sejalan dengan nilai keadilan, kemanusiaan, dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila.


5. Permasalahan yang Dihadapi

Permasalahan yang diangkat dalam jurnal ini antara lain masih banyaknya pemberitaan yang tidak melalui proses verifikasi secara memadai. Selain itu, sebagian media cenderung mengutamakan keuntungan sehingga mengabaikan etika jurnalistik dan nilai Pancasila. Kurangnya koordinasi antara media massa dan aparat penegak hukum juga menjadi hambatan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial secara optimal.


6. Kesimpulan dan Saran

Jurnal ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan peran media massa sebagai kontrol sosial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila masih belum berjalan secara maksimal. Oleh karena itu, media massa diharapkan lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Penegakan etika jurnalistik, peningkatan profesionalisme wartawan, serta pengawasan dari lembaga terkait perlu diperkuat agar media dapat berfungsi secara sehat dan mendidik.


7. Analisis Pribadi

Menurut penulis, jurnal ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana arus informasi berkembang sangat cepat. Tanpa penerapan nilai-nilai Pancasila, media massa berpotensi menimbulkan disinformasi dan konflik sosial. Oleh karena itu, media perlu memperkuat perannya sebagai sarana edukasi dan kontrol sosial yang berlandaskan etika dan nilai kebangsaan.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Rafa Nur Afifah 2515012040 -
ANALISIS SOAL 2


NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS : A


A. Bagaimana sistem etika perilaku politik saat ini? Apakah sudah sesuai dengan nilai Pancasila?

Kalau dilihat dari kondisi sekarang, etika perilaku politik di Indonesia masih jauh dari nilai-nilai Pancasila. Banyak pejabat dan politisi yang seharusnya memberi contoh, tapi justru lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan pelayanan publik yang sering menyulitkan masyarakat.

Nilai Pancasila seperti keadilan, kejujuran, dan kepedulian terhadap rakyat sering kali tidak benar-benar diterapkan. Sistem birokrasi juga masih terkesan kaku dan tidak transparan, sehingga masyarakat menjadi kurang percaya pada pemerintah. Karena itu, menurut saya, etika perilaku politik saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan masih perlu banyak perbaikan.


B. Bagaimana etika generasi muda di lingkungan sekitar dan solusi terhadap dekadensi moral?

Etika generasi muda di lingkungan sekitar saya cukup beragam. Ada yang masih sopan, peduli dengan lingkungan, dan mau terlibat dalam kegiatan sosial. Tapi ada juga yang kurang peduli, lebih mementingkan diri sendiri, dan terpengaruh pergaulan bebas serta media sosial.

Menurunnya etika ini terjadi karena kurangnya pendidikan karakter, lemahnya pengawasan dari keluarga, serta pengaruh lingkungan dan media sosial. Banyak anak muda yang lebih fokus pada hal-hal instan dan hiburan dibandingkan nilai-nilai moral.

Untuk mengatasi hal ini, pendidikan karakter perlu lebih diperhatikan, terutama di keluarga dan sekolah. Orang tua sebaiknya lebih terlibat dalam membimbing anak, dan lingkungan masyarakat juga harus mendukung. Selain itu, anak muda perlu diarahkan ke kegiatan positif seperti kegiatan sosial, organisasi, atau kegiatan keagamaan agar sikap dan etika mereka bisa lebih terbentuk.
ANALISIS JURNAL

NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS : A

1. Tujuan dan Fokus Jurnal

Jurnal ini membahas hubungan antara hukum dan etika dalam politik hukum di Indonesia. Selain itu, jurnal ini menjelaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai dan etika dalam pembentukan hukum nasional. Di dalamnya juga dibahas bagaimana proses pembentukan hukum dipengaruhi oleh kepentingan politik dan nilai yang hidup di masyarakat.


2. Pokok-Pokok Pemikiran

A. Etika dan Moral
Etika merupakan kajian filsafat yang membahas prinsip baik dan buruk secara mendalam, sedangkan moral adalah aturan atau norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Etika bersifat pemikiran, sementara moral lebih pada penerapannya.

B. Perkembangan Etika
Etika berkembang dari ajaran agama, kemudian pemikiran filsafat, lalu dituangkan dalam kode etik. Selanjutnya etika berlaku dalam lingkup organisasi dan diawasi secara terbuka melalui lembaga etik.

C. Politik Hukum
Politik hukum dipahami sebagai arah atau kebijakan dasar dalam pembentukan hukum. Tujuannya adalah menciptakan hukum yang sesuai dengan nilai masyarakat dan konstitusi.

D. Hukum dan Etika
Hukum dan etika saling berkaitan. Etika menjadi dasar nilai, sementara hukum menjadi aturan resminya. Etika memiliki cakupan lebih luas, dan kepatuhan hukum seharusnya lahir dari kesadaran, bukan karena takut sanksi.


3. Kaitan dengan Pancasila

Jurnal ini menegaskan bahwa Pancasila menjadi sumber utama nilai dan etika dalam politik hukum Indonesia. Nilai keadilan, kemanusiaan, dan persatuan harus tercermin dalam setiap pembentukan hukum.


4. Kelebihan dan Catatan Kritis

Jurnal ini kuat karena memadukan pandangan hukum, filsafat, dan politik serta mengutip tokoh hukum Indonesia. Namun, masih diperlukan contoh konkret dan penyederhanaan bahasa agar lebih mudah dipahami.


5. Kesimpulan

Hukum dan etika tidak dapat dipisahkan dalam politik hukum Indonesia. Pancasila harus dijadikan acuan agar hukum yang dibentuk tidak hanya sah secara aturan, tetapi juga adil dan bermoral.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

by Rafa Nur Afifah 2515012040 -
NAMA : RAFA NUR AFIFAH
NPM : 2515012040
JURUSAN : S1 ARSITEKTUR
KELAS : A

TUGAS ANALISIS SOAL, PERTEMUAN KE-11

A. Pendapat mengenai isi artikel dan hal positif yang dapat diambil
Pendapat:

Menurut saya, artikel tersebut menyampaikan bahwa meskipun zaman terus berkembang, kita tetap harus menjaga sopan santun dan sikap saling menghargai. Artikel ini memang menyinggung perilaku sebagian anak muda, tetapi tidak menyamaratakan semuanya. Intinya, kita diingatkan untuk tetap beretika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di media sosial.

Hal positif yang bisa diambil dari artikel tersebut adalah pentingnya menjaga akhlak dan sopan santun, memahami bahwa kebebasan harus disertai tanggung jawab, serta menyadari bahwa budaya positif bangsa Indonesia perlu tetap dipertahankan. Selain itu, artikel ini juga mengingatkan bahwa hal kecil yang kita lakukan bisa berdampak besar bagi orang lain.


B. Hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel

a. Sila ke-1: Artikel mengingatkan kita supaya tetap punya sikap dan akhlak yang baik.
b. Sila ke-2: Kita diajak untuk saling menghargai dan bersikap sopan ke orang lain.
c. Sila ke-3: Menjaga etika dan budaya bisa membantu menjaga persatuan.
d. Sila ke-4: Saat menyampaikan pendapat, kita harus tetap sopan dan tidak asal bicara.
e. Sila ke-5: Perilaku yang baik bisa membuat kehidupan jadi lebih adil dan rukun.

C. Kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

a. Sila ke-1: Tahlilan dan syukuran yang dilakukan bersama sebagai bentuk rasa syukur.
b. Sila ke-2: Gotong royong dan saling membantu di lingkungan sekitar.
c. Sila ke-3: Pela Gandong di Maluku yang mengajarkan persaudaraan walaupun berbeda.
d. Sila ke-4: Musyawarah adat saat menentukan keputusan bersama.
e. Sila ke-5: Sistem Subak di Bali yang mengatur pembagian air secara adil.

D. Cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang terkait sistem etika Pancasila

a. Sila ke-1 (Ketuhanan Yang Maha Esa):
Menjaga kebiasaan dan tradisi yang mengajarkan rasa syukur, doa, dan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
b. Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab):
Menerapkan sikap sopan, saling menghargai, dan tolong-menolong dalam pergaulan sehari-hari.
c. Sila ke-3 (Persatuan Indonesia):
Menjaga dan melestarikan budaya daerah, termasuk bahasa, tarian, dan upacara adat, agar tetap menjadi bagian dari identitas bangsa.
d. Sila ke-4 (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan):
Membiasakan musyawarah dalam menyelesaikan masalah dan ikut serta dalam kegiatan adat atau budaya di lingkungan sekitar.
e. Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia):
Bersikap adil, tidak merugikan orang lain, dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak untuk mengenalkan budaya secara positif.