གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rizkia Wulandari

PAK A2025 -> ACTIVITY: TELAAH ARTIKEL

Rizkia Wulandari གིས-
NAMA:Rizkia Utami Wulandari
NPM : 2513031032

"The Impact of Digital Transformation on Financial Reporting and Accountability in Emerging Markets"

Kajian ini memiliki signifikansi tinggi bagi negara-negara dalam tahap perkembangan yang berupaya mengoptimalkan teknologi digital untuk memperkuat reliabilitas dan keberlanjutan sistem pelaporan keuangan mereka. Di wilayah pasar berkembang, praktik pelaporan keuangan konvensional kerap menghadapi berbagai hambatan baik dari aspek teknis maupun institusional, termasuk minimnya tenaga ahli yang menguasai teknologi kontemporer. Transformasi digital yang didorong oleh teknologi seperti komputasi awan, kecerdasan buatan, rantai blok, dan analitik data besar bukan semata-mata merupakan inovasi teknologis, melainkan kebutuhan fundamental untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan para pemangku kepentingan.
Adopsi komputasi awan memungkinkan fleksibilitas dan kemudahan akses data yang menjadi pilar transparansi organisasi. Kecerdasan buatan memfasilitasi otomasi proses dan meningkatkan kedalaman analisis finansial yang mendukung manajemen risiko serta perencanaan adaptif. Teknologi rantai blok memperkuat keandalan data dengan menyediakan jejak audit yang tidak dapat diubah, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan regulator. Analitik data memperluas kapasitas organisasi dalam mengidentifikasi pola serta tren yang mendorong keputusan berbasis bukti, yang krusial dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi tidak seluruhnya bersifat teknologis. Dimensi sumber daya manusia dan regulasi menjadi kendala utama yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Urgensi literasi digital menggarisbawahi kebutuhan program pelatihan komprehensif agar transformasi dapat berjalan efektif tanpa menciptakan ketimpangan baru. Pembangunan infrastruktur yang memadai perlu dilakukan secara progresif untuk menunjang implementasi teknologi. Selain itu, penolakan kultural dan institusional terhadap perubahan harus dikelola melalui kepemimpinan yang inklusif dan komunikatif.
Kerangka regulasi yang responsif dan kolaboratif sangat esensial agar implementasi teknologi tidak terkendala oleh peraturan yang usang atau tidak selaras dengan evolusi digital. Berbagai studi kasus platform keuangan digital di pasar berkembang mengindikasikan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada desain yang intuitif, partisipasi pengguna, dan kolaborasi dengan regulator.
Secara holistik, digitalisasi pelaporan keuangan dan akuntabilitas di pasar berkembang membawa prospek signifikan untuk mendorong stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Namun, realisasi kesuksesan bergantung pada harmoni antara inovasi teknologi, kesiapan kompetensi sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, dan kebijakan regulasi yang adaptif.

"Financial Reporting Quality: A Literature Review"

Kajian ini menyajikan tinjauan menyeluruh tentang cara memahami dan mengukur kualitas pelaporan keuangan dari berbagai perspektif, mencakup karakteristik informasi hingga faktor eksternal dan internal yang berpengaruh. Fokus pada atribut seperti relevansi dan representasi setia sebagai fondasi kualitas menegaskan pentingnya informasi yang tidak hanya presisi tetapi juga aplikatif bagi proses pengambilan keputusan.
Aspek tata kelola korporat dan fungsi audit ditekankan sebagai komponen vital yang dapat meningkatkan akurasi dan keterbukaan laporan keuangan, sehingga meminimalkan peluang distorsi laporan melalui manajemen laba. Korelasi antara budaya organisasi serta etika bisnis dengan kualitas pelaporan menunjukkan bahwa dimensi non-teknis memiliki peran setara pentingnya dalam mempertahankan integritas informasi finansial.
Keberagaman metode pengukuran mengungkapkan kompleksitas dalam menetapkan satu standar universal untuk mengevaluasi kualitas laporan keuangan secara komprehensif. Model akrual memberikan pendekatan untuk menganalisis hubungan antara pengakuan pendapatan dan arus kas, menghasilkan perspektif objektif atas kredibilitas laporan, sementara model Beneish mengonsentrasikan pada identifikasi indikasi manipulasi.
Limitasi riset terdahulu seperti cakupan sampel terbatas dan variabel kontrol yang minim menandakan kebutuhan akan studi yang lebih ekstensif dan holistik, khususnya untuk menangkap dinamika pasar berkembang dan entitas berskala kecil. Hal ini membuka kesempatan strategis bagi akademisi dan praktisi untuk mengembangkan instrumen dan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sektor dan konteks lokal.
Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa kualitas pelaporan keuangan memainkan peran sentral dalam mendukung efisiensi pasar dan kepercayaan investor. Peningkatan kualitas ini bukan sekadar tanggung jawab teknis, tetapi membutuhkan sinergi penguatan tata kelola, adopsi teknologi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, dan kepatuhan terhadap prinsip etika.

"Corporate Governance and Financial Reporting Quality"

Kajian ini menginvestigasi dampak tata kelola korporat terhadap kualitas pelaporan keuangan. Kualitas pelaporan keuangan memegang peran krusial dalam menyediakan informasi yang kredibel dan relevan bagi proses pengambilan keputusan pemangku kepentingan. Implementasi tata kelola korporat yang efektif dipercaya dapat meningkatkan transparansi, akurasi, dan reliabilitas laporan keuangan.
Kajian ini menganalisis enam kerangka teori fundamental yang mendasari hubungan ini: teori pemangku kepentingan, teori keagenan, teori stewardship, teori kompetensi inti, teori analisis biaya transaksi, dan teori berbasis sumber daya.
Dimensi kualitas pelaporan yang dikaji mencakup relevansi, reliabilitas, komparabilitas, inteligibilitas, ketepatan waktu, dan representasi fidel. Tata kelola korporat beroperasi melalui mekanisme seperti independensi dewan, supervisi audit internal dan eksternal, sistem pengendalian internal yang robust, transparansi, standar etika dan akuntabilitas yang tinggi, serta kepatuhan terhadap regulasi dan standar pelaporan.
Berbagai temuan empiris menunjukkan hasil yang variatif, namun mayoritas mendukung premis bahwa praktik tata kelola yang efektif meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Kontroversi dan hambatan muncul dari pengaruh dimensi dewan, diversitas gender, kepemilikan manajerial, dan frekuensi pertemuan dewan yang menunjukkan hasil inkonsisten di berbagai konteks geografis dan industri.
Kajian menyimpulkan bahwa tata kelola korporat merupakan determinan signifikan dalam menghasilkan laporan keuangan berkualitas tinggi yang mendukung efisiensi pasar dan proteksi pemangku kepentingan. Namun, masih diperlukan riset lanjutan untuk mengeksplorasi variabel moderasi dan kondisi kontekstual yang mempengaruhi hubungan tersebut di berbagai negara, terutama di kawasan pasar berkembang.