Kiriman dibuat oleh NAILA PUTRI AZ-ZAHRA

PAK A2025 -> ACTIVITY: TELAAH ARTIKEL

oleh NAILA PUTRI AZ-ZAHRA -
Nama : Naila Putri Azzahra
NPM : 2513031033

1. The Impact of Digital Transformation on Financial Reporting and Accountability in Emerging Markets

Artikel ini sangat relevan bagi negara-negara berkembang yang berupaya memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk memperbaiki keandalan serta keberlanjutan pelaporan keuangannya. Selama ini, proses pelaporan keuangan di pasar berkembang kerap terhambat oleh kendala teknis dan kelembagaan, termasuk kurangnya sumber daya manusia yang menguasai teknologi terkini. Karena itu, digitalisasi melalui cloud computing, kecerdasan buatan (AI), blockchain,dan big data bukan hanya sekadar inovasi, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi serta membangun kepercayaan pemangku kepentingan.

Pemanfaatan cloud computin memungkinkan fleksibilitas dan kemudahan akses data yang menjadi dasar keterbukaan informasi. Sementara itu, AI mendorong otomatisasi dan memperkuat kemampuan analisis laporan keuangan, sehingga mendukung pengelolaan risiko dan perencanaan yang lebih adaptif. Blockchain berperan menjaga integritas data melalui sistem pencatatan yang tidak bisa diubah, yang pada akhirnya meningkatkan keyakinan investor dan pengawas keuangan. Di sisi lain, analisis big data memperluas wawasan organisasi dalam membaca pola dan tren ekonomi yang penting untuk pengambilan keputusan berbasis data.

Namun, tantangan utama transformasi digital tidak hanya terletak pada aspek teknologi. Faktor manusia dan kebijakan juga menjadi hambatan yang harus diatasi secara berkelanjutan. Peningkatan literasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh pihak dapat beradaptasi tanpa menimbulkan kesenjangan baru. Pembangunan infrastruktur teknologi pun harus dilakukan secara bertahap dan merata. Selain itu, resistensi budaya terhadap perubahan memerlukan kepemimpinan yang komunikatif dan partisipatif.

Regulasi yang fleksibel dan mendukung perkembangan teknologi sangat diperlukan agar inovasi digital tidak terhambat oleh aturan yang usang. Berbagai studi kasus menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi pelaporan keuangan di negara berkembang bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada desain yang ramah pengguna, kolaborasi dengan regulator, serta keterlibatan aktif para pengguna.

Secara keseluruhan, digitalisasi pelaporan dan akuntabilitas keuangan berpotensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara inovasi teknologi, kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, serta dukungan kebijakan yang responsif terhadap perubahan.

2. Financial Reporting Quality: A Literature Review

Artikel ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana kualitas pelaporan keuangan didefinisikan dan diukur dari berbagai perspektif. Pembahasan mencakup karakteristik informasi seperti relevansi dan representasi setia,yang menjadi inti dari laporan keuangan yang tidak hanya akurat tetapi juga bermanfaat bagi pengambilan keputusan ekonomi.

Faktor tata kelola perusahaan dan fungsi audit dipandang sangat penting dalam memastikan keakuratan dan transparansi laporan, karena keduanya dapat meminimalkan peluang manipulasi seperti manajemen laba.Selain itu, artikel ini juga menyoroti bagaimana nilai-nilai budaya dan etika bisnis turut memengaruhi keandalan laporan keuangan — menegaskan bahwa faktor non-teknis juga berperan besar dalam menjaga integritas informasi.

Pendekatan pengukuran kualitas pelaporan bervariasi. Misalnya, model akrual digunakan untuk menilai sejauh mana pendapatan yang diakui sejalan dengan arus kas, sedangkan model Beneish membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya manipulasi laporan. Namun, keterbatasan penelitian sebelumnya — seperti ukuran sampel dan kurangnya variabel pengendali — menunjukkan perlunya studi lanjutan dengan cakupan lebih luas, terutama di konteks pasar berkembang dan perusahaan kecil.

Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa kualitas pelaporan keuangan memainkan peran vital dalam mendukung efisiensi pasar dan kepercayaan investor. Untuk meningkatkannya, dibutuhkan kombinasi antara penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan etika yang konsisten.


3. Corporate Governance and Financial Reporting Quality

Artikel ini meneliti hubungan antara tata kelola perusahaan (corporate governance) dan kualitas pelaporan keuangan,yang berfungsi menyediakan informasi akurat dan relevan bagi para pemangku kepentingan. Tata kelola yang baik dipercaya mampu meningkatkan transparansi, akurasi, serta keandalan laporan keuangan.

Jurnal ini menjelaskan enam teori utama yang mendasari hubungan tersebut, yakni teori pemangku kepentingan, teori agensi, teori stewardship, teori kompetensi inti, teori biaya transaksi,dan teori berbasis sumber daya.Kualitas pelaporan diukur melalui dimensi seperti relevansi, keandalan, keterbandingan, keterpahaman, ketepatan waktu, dan representasi yang setia.

Peran tata kelola perusahaan diwujudkan melalui berbagai mekanisme seperti keberadaan dewan independen, sistem audit internal dan eksternal, pengendalian internal yang kuat, serta penerapan etika dan transparansi yang tinggi. Penelitian empiris menunjukkan bahwa praktik tata kelola yang baik umumnya berkorelasi positif dengan kualitas pelaporan keuangan, meski ada perbedaan hasil terkait ukuran dewan, keragaman gender, dan kepemilikan manajerial di berbagai konteks industri dan negara.

Kesimpulannya, tata kelola perusahaan menjadi faktor penting dalam menciptakan laporan keuangan yang kredibel dan bermanfaat bagi pasar. Meski demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami kondisi dan variabel yang memengaruhi hubungan ini, terutama di negara-negara berkembang dengan karakteristik pasar yang berbeda.

PAK A2025 -> DISKUSI

oleh NAILA PUTRI AZ-ZAHRA -
Nama : Naila Putri Azzahra
NPM. : 2513031033

Video “How to Prepare Adjusting Entries with Wiley” menguraikan bagaimana cara menyusun jurnal penyesuaian yang dilakukan di akhir periode pelaporan. Penyesuaian ini bertujuan agar pengakuan pendapatan dan beban selaras dengan prinsip akuntansi akrual, yakni pendapatan dicatat saat diperoleh dan beban dicatat saat terjadi. Setiap jurnal penyesuaian selalu menghubungkan satu akun laba rugi dengan satu akun neraca.

Jenis penyesuaian terbagi menjadi dua kategori utama: deferral dan accrual. Pada deferral, beban dibayar di muka seperti perlengkapan atau asuransi mula-mula diakui sebagai aset, sedangkan pendapatan diterima di muka dicatat sebagai kewajiban. Sebaliknya, pada accrual, terdapat pendapatan yang sudah dihasilkan tetapi belum diterima maupun dicatat, serta beban yang sudah timbul tetapi belum dibayar, misalnya jasa medis, biaya utilitas, atau bunga.

Untuk memperjelas, video menampilkan contoh praktik dari dokter gigi Patrick Kurick DDS yang menunjukkan beberapa penyesuaian, mulai dari pengakuan pendapatan akrual, pencatatan beban utilitas dan bunga terutang, penyusutan peralatan, hingga penyesuaian atas asuransi dan perlengkapan yang digunakan.

Ringkasnya, jurnal penyesuaian berperan penting dalam menjaga ketepatan laporan keuangan berbasis akrual. Melalui penyesuaian, informasi keuangan menjadi lebih wajar dan relevan, sehingga dapat mendukung manajemen maupun pihak eksternal dalam membuat keputusan yang lebih tepat.