གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Zulfa Nurulaini

PAK A2025 -> ACTIVITY: TELAAH ARTIKEL

Zulfa Nurulaini གིས-
Nama : Zulfa Nurulaini
NPM: 2513031037

Resume Jurnal The Impact of Digital Transformation on Financial Reporting and Accountability in Emerging Markets yang ditulis oleh Enoch O. Alonge, Oritsematosan Faith Dudu, dan Olakunle Babatunde Alao
Jurnal ini membahas bagaimana transformasi digital memengaruhi pelaporan keuangan dan akuntabilitas di pasar berkembang. Transformasi ini didorong oleh teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence (AI), blockchain, dan big data analytics yang mampu meningkatkan transparansi, akurasi, serta kepercayaan para pemangku kepentingan. Kondisi pelaporan keuangan di banyak pasar berkembang masih didominasi praktik manual dan sistem lama, sehingga sering menghadapi masalah keterlambatan, kurang transparan, serta tidak konsisten dengan standar internasional. Keterbatasan sumber daya, infrastruktur, serta rendahnya literasi digital turut memperburuk situasi tersebut. Melalui transformasi digital, pelaporan keuangan menjadi lebih akurat, real-time, efisien, dan mudah menyesuaikan dengan standar internasional (IFRS). Transparansi meningkat karena data dapat diakses secara terbuka, sementara risiko kecurangan berkurang dengan penerapan blockchain dan sistem otomatis berbasis AI. Selain itu, digitalisasi memperkuat tata kelola perusahaan serta menjawab tuntutan investor yang kini semakin menekankan pelaporan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Sejumlah studi kasus, seperti M-Pesa di Kenya, GCash di Filipina, Nubank di Brasil, dan Paytm di India, menunjukkan keberhasilan adopsi teknologi digital dalam meningkatkan inklusi keuangan, akuntabilitas, dan kolaborasi dengan regulator. Meski demikian, penerapan transformasi digital masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi karyawan terhadap perubahan, serta regulasi yang belum mampu mengikuti perkembangan teknologi. Untuk mengatasinya, diperlukan investasi dalam pelatihan dan program literasi digital, pengembangan infrastruktur, manajemen perubahan yang baik, serta kerja sama erat dengan regulator. Ke depan, arah transformasi digital dalam pelaporan keuangan akan ditandai oleh semakin meluasnya penggunaan real-time reporting, cloud computing, AI, machine learning, serta meningkatnya fokus pada ESG reporting.
Kesimpulannya, transformasi digital dalam pelaporan keuangan bukan sekadar tren teknologi, tetapi sebuah kebutuhan strategis yang akan menentukan daya saing global pasar berkembang. Dengan adopsi yang tepat, pasar berkembang dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan stakeholder, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Resume Jurnal Financial Reporting Quality: A Literature Review yang ditulis oleh Dr. Siriyama Kanthi Herath dan Norah Albarqi
Jurnal ini membahas tentang kualitas pelaporan keuangan melalui tinjauan literatur dari tahun 2009 hingga 2015. Artikel ini menekankan bahwa kualitas pelaporan keuangan sangat penting karena berpengaruh pada keputusan investasi, efisiensi pasar, dan kepercayaan stakeholder. Pelaporan keuangan yang berkualitas harus memenuhi karakteristik kualitatif seperti relevansi, keterandalan, keterbandingan, keterpahaman, ketepatan waktu, dan penyajian yang setia. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kualitas pelaporan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain manajemen laba, praktik tata kelola perusahaan, kondisi pasar modal, sistem pengendalian internal, standar akuntansi, teknologi informasi, audit, konservatisme akuntansi, reputasi perusahaan, budaya, etika bisnis, hingga karakteristik CEO dan ukuran perusahaan. Selain itu, terdapat berbagai pendekatan untuk mengukur kualitas pelaporan keuangan, seperti model berbasis akrual, skor standar, indeks sistem pengendalian internal, model Beneish (M-Score), hingga ukuran konservatisme akuntansi. Namun, literatur yang ada masih memiliki keterbatasan, misalnya ukuran sampel penelitian yang kecil, kurangnya data dari perusahaan non-listed dan pasar berkembang, serta minimnya variabel kontrol dalam penelitian. Oleh karena itu, penulis menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memperluas sampel, memasukkan perusahaan kecil dan menengah, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pengungkapan sukarela.
Secara keseluruhan, artikel ini menyimpulkan bahwa kualitas pelaporan keuangan merupakan konsep yang luas dan tidak hanya mencakup informasi keuangan tetapi juga informasi non-keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan. Pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelaporan akan membantu manajer, investor, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menilai keandalan informasi keuangan, serta memberikan kontribusi terhadap perbaikan tata kelola perusahaan dan stabilitas pasar keuangan secara global.

Resume Jurnal Corporate Governance and Financial Reporting Quality yang ditulis oleh Olatunde Omotayo Abiodun, Tunji Trimisiu Siyanbola, dan Amos Adejare Aderibigbe
Jurnal ini membahas pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kualitas pelaporan keuangan. Latar belakang penelitian ini adalah maraknya kasus kegagalan korporasi dan krisis keuangan global yang menegaskan pentingnya pelaporan keuangan yang transparan, andal, serta relevan bagi pengambilan keputusan. Penulis meninjau literatur dari tahun 2013 hingga 2023 dan menemukan bahwa tata kelola perusahaan yang baik mampu meningkatkan kualitas pelaporan dengan cara memperkuat independensi dewan, memperbaiki sistem pengendalian internal, meningkatkan transparansi, menegakkan standar etika dan akuntabilitas, memastikan audit eksternal yang berkualitas, serta mendorong perspektif jangka panjang dan kepatuhan pada regulasi seperti IFRS maupun GAAP. Artikel ini juga mengkaji enam teori utama yang relevan, yaitu agency theory, stewardship theory, stakeholder theory, resource-based view theory, core competency theory, dan transaction cost analysis theory. Keenam teori ini memberikan dasar konseptual mengenai hubungan antara manajer, pemilik, serta pemangku kepentingan dalam konteks pelaporan keuangan. Hasil telaah empiris menunjukkan adanya temuan yang beragam: beberapa studi menegaskan pengaruh positif tata kelola, sementara lainnya menemukan hasil yang kontradiktif terkait variabel seperti ukuran dewan, independensi, keragaman gender, serta peran komite audit. Namun secara umum, sebagian besar penelitian sepakat bahwa tata kelola perusahaan memiliki implikasi signifikan terhadap kualitas pelaporan keuangan. Penulis juga menyoroti adanya kesenjangan penelitian, terutama terkait dominannya penggunaan proksi manajemen laba dalam mengukur kualitas pelaporan, keterbatasan variabel moderasi, serta kurangnya penelitian pada konteks negara berkembang seperti Nigeria. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan dengan memasukkan variabel tambahan dan memperluas cakupan sampel. Kesimpulannya, tata kelola perusahaan yang baik mampu menciptakan pelaporan keuangan yang transparan, akurat, dan andal sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan dan stabilitas pasar secara keseluruhan.