Kiriman dibuat oleh Rima Diantisa

PAK A2025 -> DISKUSI

oleh Rima Diantisa -

Nama: Rima Diantisa 

NPM:2513031033

Menurut saya video ini membahas pencatatan akuntansi dengan sistem double entry bookkeeping yang mengenalkan konsep debit dan kredit. Debit digunakan untuk mencatat peningkatan aset atau penurunan kewajiban dan ekuitas, sedangkan kredit dipakai untuk mencatat peningkatan kewajiban dan ekuitas atau penurunan aset. Setiap transaksi dicatat secara seimbang sehingga total debit dan kredit selalu sama, dengan tujuan menjaga agar persamaan akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas) tetap terpenuhi.

PAK A2025 -> DISKUSI

oleh Rima Diantisa -
Nama: Rima Diantisa 
NPM: 2513031034

Dari video tersebut dijelaskan bahwa pencatatan Double Entry adalah metode akuntansi di mana setiap transaksi harus dicatat minimal pada dua akun, yaitu debit dan kredit. Jumlah total debit harus selalu sama dengan total kredit agar persamaan dasar akuntansi tetap seimbang, yaitu Aset = Kewajiban + Ekuitas. Secara umum, aturan pencatatannya adalah debit digunakan untuk menambah aset dan beban, serta mengurangi kewajiban, modal, dan pendapatan. Sedangkan kredit berfungsi untuk menambah kewajiban, modal, dan pendapatan, serta mengurangi aset dan beban. Kelebihan dari sistem double entry ini adalah pencatatan lebih akurat karena setiap transaksi tercatat dari dua sisi.

PAK A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Rima Diantisa -
Nama: Rima Diantisa
NPM: 2513031034

Berdasarkan video yang saya tonton, persamaan dasar akuntansi (Aset = Utang + Modal) merupakan landasan utama dalam pencatatan keuangan. Persamaan ini menegaskan bahwa setiap aset perusahaan memiliki asal-usul yang jelas, baik dari pinjaman maupun dari modal pemilik. Prinsip keseimbangan juga menjadi hal penting, karena melalui sistem pencatatan ganda (double-entry), setiap transaksi selalu dicatat pada minimal dua akun berbeda agar posisi keuangan tetap seimbang. Dengan metode ini, laporan keuangan tersusun lebih sistematis, rapi, dan akurat. Secara keseluruhan, video tersebut menekankan bahwa persamaan dasar akuntansi yang tampak sederhana sebenarnya menjadi inti dari penyusunan laporan keuangan, khususnya neraca, sekaligus berperan penting dalam menilai kondisi keuangan suatu perusahaan.

PAK A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Rima Diantisa -

Nama: Rima Diantisa 

NPM : 2513031034

Resume Materi Buku Akuntansi Dasar Bagian 1 

Buku ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar akuntansi dengan menekankan sistem manual, pencatatan ganda, dan akuntansi berbasis akrual. 

• Akuntansi adalah cara untuk mencatat transaksi uang agar bisa membuat laporan tentang kekayaan, utang, dan hasil kerja suatu bisnis. Menaati standar yang diakui seperti GAAP (Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum). 

Alasan mengapa bisnis bisa gagal: kurangnya perencanaan, kurangnya pengetahuan, modal yang sedikit, dan manajemen yang tidak baik. Akuntansi membantu manajer memahami data bisnis untuk penilaian setiap bulan atau tahun. 

2. Tipe & Bentuk Usaha 

Ada beberapa tipe usaha: jasa, perdagangan, dan produksi. 

Jenis organisasi: perorangan, kemitraan, korporasi, dan LLC. Pemilihan tipe usaha berpengaruh pada sistem akuntansi yang dipakai. 


3. Pentingnya Saran dari Profesional 

Disarankan untuk melibatkan akuntan pengacara, banker, agen asuransi, investor, pemerintah, pemasok, hingga organisasi bisnis. 

4. Metode Akuntansi & Pencatatan 

Ada cash basis dan accrual basis. Ada single entry dan double entry. Hal-hal penting untuk dicatat: buku jurnal, buku besar umum, uang kas kecil, piutang, utang, gaji, inventaris, aset tetap, dan lain-lain. 

5. Akuntansi Akrual 

Pendapatan dicatat saat diperoleh, bukan saat kas diterima. Biaya dicatat saat terjadi, meskipun belum dibayar. Kas tidak sama dengan pendapatan. 

6. Pembukuan Dasar 

Lima kategori utama: Aset, Utang (Liabilitas), Ekuitas, Pendapatan, dan Biaya.

Langkah-langkah: tentukan kategori akun, pilih akun tertentu, pastikan jumlahnya akurat, dan catat dengan konsisten. 

7. Daftar Akun (Chart of Accounts) 

Daftar akun dalam sistem akuntansi yang biasanya dilengkapi dengan kode angka. 

Contoh: 100 untuk Aset, 200 untuk Utang, 300 untuk Ekuitas, 400 untuk Pendapatan, dan 500 untuk Beban. Ini menjadi dasar untuk menyusun laporan keuangan. 

8. Sistem Pencatatan Ganda 

Setiap transaksi mempengaruhi minimal dua akun. 

Contoh: 

Modal awal → Debit Kas, Kredit Modal. 

Pembelian gedung → Debit Gedung, Kredit Kas dan Utang Hipotik. 

Aturannya: total debit harus sama dengan total kredit. 

9. Debet & Kredit 

Debit = sisi kiri, Kredit = sisi kanan. 

Aturannya: 

Aset → bertambah di debit, Berkurang di kredit. 

Utang & Ekuitas → bertamabah di kredit, berkurang di debit. 

Pendapatan → kredit menambah. 

Beban → debit menambah. 

10. Jurnal 

Catatan urutan transaksi (buku entri awal). 

Jenis jurnal: penjualan, pembelian, penerimaan uang, pengeluaran uang, dan jurnal umum. 

11. Buku Besar 

Semua akun (aset, utang, ekuitas, pendapatan, dan beban) dicatat dalam buku besar. Langkah-langkah: transaksi, jurnal lalu posting ke buku besar. Menggunakan format T-account untuk menunjukkan penambahan atau pengurangan. 


Resume Buku 2 :

 A Business Perspective, Volume 1 – Financial Accounting


James Don Edwards & Roger H. Hermanson

1. Pengantar Akuntansi

Akuntansi merupakan sistem informasi yang menyajikan data keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan. Dibedakan menjadi akuntansi keuangan (untuk pihak luar) dan akuntansi manajerial (untuk pihak internal). Buku ini juga menekankan pentingnya etika profesi serta perkembangan standar akuntansi seperti GAAP, FASB, dan IFRS.

2. Akuntansi dalam Keputusan Bisnis

Bentuk usaha dapat berupa perorangan, kemitraan, atau korporasi, dengan aktivitas utama di bidang jasa, perdagangan, atau manufaktur. Laporan keuangan pokok meliputi laba rugi, perubahan laba ditahan, neraca, dan arus kas. Tujuan utama bisnis adalah menjaga keuntungan (profitabilitas) serta kemampuan memenuhi kewajiban (solvabilitas).

3. Siklus Akuntansi

Proses akuntansi terdiri dari delapan tahap: mulai dari analisis transaksi, pencatatan dalam jurnal, posting ke buku besar, pembuatan neraca saldo, penyesuaian, penyusunan laporan keuangan, penutupan akun, hingga neraca saldo pasca-penutupan. Konsep penting dalam proses ini meliputi debit-kredit, bukti transaksi, jurnal, dan ledger.

4. Penyesuaian dan Penyelesaian

Membedakan antara basis kas dan basis akrual. Penyesuaian terbagi menjadi deferred (ditangguhkan) dan accrued (terakru). Setelah penyesuaian, laporan keuangan disusun menggunakan worksheet, dilanjutkan dengan proses penutupan dan pembuatan neraca saldo akhir.

5. Konsep dan Prinsip Akuntansi

Beberapa asumsi dasar meliputi entity, going concern, periodicity, dan monetary unit. Prinsip utama mencakup matching, revenue recognition, historical cost, serta full disclosure. Kendala atau batasan seperti materialitas, konservatisme, dan konsistensi juga dibahas. Selain itu, FASB mengembangkan Conceptual Framework sebagai dasar pelaporan keuangan.

6. Transaksi Perusahaan Dagang

Terdapat perbedaan laporan antara perusahaan jasa dan dagang. Komponen pentingnya meliputi pendapatan penjualan, harga pokok penjualan, dan laba kotor. Retur, potongan penjualan, dan allowance dicatat melalui akun kontra pendapatan. Kinerja dianalisis menggunakan gross margin percentage.

7. Analisis Laporan Keuangan

Alat analisis mencakup rasio likuiditas (current ratio), profitabilitas (gross margin, equity ratio), serta solvabilitas. Selain itu, rasio aktivitas seperti turnover persediaan dan periode pengumpulan piutang juga digunakan. Analisis ini bermanfaat bagi manajemen, investor, kreditur, maupun regulator dalam menilai kondisi dan kinerja perusahaan.

Kesimpulan:

Buku ini menegaskan bahwa akuntansi berfungsi sebagai sarana penting dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Pemahaman tentang siklus akuntansi, konsep dasar, serta praktik laporan keuangan—baik di perusahaan jasa maupun dagang—membekali pembaca dengan kemampuan menilai kondisi keuangan, profitabilitas, dan solvabilitas perusahaan.


Resume buku 3:

Accounting All-in-One For Dummies

Bab 1: Setting Up Your Accounting System

Bagian ini memperkenalkan perbedaan antara pembukuan dan akuntansi, menjelaskan alur siklus akuntansi mulai dari dokumen sumber, pencatatan jurnal, posting ke buku besar, hingga penyusunan laporan keuangan. Dibahas juga persamaan akuntansi dasar (Aset = Liabilitas + Ekuitas), cara menyusun bagan akun (chart of accounts), prinsip double entry (debit-kredit), serta penggunaan perangkat lunak akuntansi untuk mempermudah pencatatan transaksi.

Bab 2: Recording Accounting Transactions

Materi di bagian ini berfokus pada pencatatan transaksi keuangan seperti pembelian, penjualan, transaksi tunai maupun kredit. Disertakan pula pembahasan mengenai pengelolaan persediaan, utang dagang, serta prosedur penggajian karyawan dan tunjangan termasuk potongan pajak. Selain itu, dijelaskan juga bagaimana cara menghitung dan melaporkan pajak tenaga kerja.

Bab 3: Adjusting and Closing Entries

Topik yang dibahas meliputi perhitungan depresiasi aset tetap dengan beragam metode, pengakuan pendapatan dan beban bunga, serta proses rekonsiliasi kas agar saldo sesuai dengan catatan bank. Di akhir periode, dijelaskan cara melakukan penutupan jurnal, pengecekan neraca saldo (trial balance), serta penyesuaian akun seperti beban dibayar di muka, piutang tak tertagih, persediaan, dan gaji yang masih terutang.

Bab 4: Preparing Income Statements and Balance Sheets

Bagian ini mengulas standar akuntansi yang berlaku (GAAP, FASB, IFRS, SEC) serta langkah-langkah menyusun laporan laba rugi dan neraca. Materi mencakup analisis aset lancar maupun tetap, kewajiban jangka pendek dan panjang, serta ekuitas pemilik (saham, dividen, laba ditahan). Selain itu, dibahas pula keterkaitan antara income statement dan balance sheet dalam menilai kinerja keuangan perusahaan.

Bab 5: Reporting on Your Financial Statements

Menjelaskan bagaimana laporan keuangan dipresentasikan, termasuk valuasi bisnis dan laporan arus kas yang memuat aktivitas operasi, investasi, serta pembiayaan. Bagian ini juga mengajarkan analisis laporan keuangan melalui berbagai rasio, pentingnya catatan atas laporan keuangan, serta cara memahami laporan tahunan perusahaan dan dokumen publik seperti Form 10-K.

Bab 6: Planning and Budgeting for Your Business

Fokus bagian ini adalah perencanaan dan penyusunan anggaran. Materinya meliputi pendirian perusahaan (incorporation), pilihan struktur hukum usaha (perorangan, kemitraan, LLC, S Corp, PT), serta penyusunan business plan dengan analisis pasar dan proyeksi keuangan. Dibahas pula pembuatan anggaran kas, produksi, dan penjualan, penyusunan master budget, penggunaan budget fleksibel, serta perencanaan kewajiban jangka panjang seperti utang dan obligasi.

Bab 7: Making Savvy Business Decisions

Menguraikan teknik analisis biaya dan keputusan manajerial, mulai dari job costing untuk menghitung biaya proyek, activity-based costing (ABC) untuk alokasi biaya yang lebih akurat, hingga analisis margin kontribusi dan Cost-Volume-Profit (CVP). Bagian ini juga menjelaskan konsep break-even point, variance analysis untuk membandingkan anggaran dengan realisasi, serta berbagai metode penetapan harga produk.

Bab 8: Handling Cash and Making Purchase Decisions

Materinya berfokus pada manajemen kas dan keputusan investasi. Dibahas penerapan prinsip matching cost and revenue, metode penilaian persediaan (FIFO, LIFO, rata-rata tertimbang, identifikasi khusus), serta teknik analisis investasi seperti NPV, IRR, dan Payback Period. Selain itu, dipaparkan pula strategi memilih pendanaan melalui utang atau modal sendiri, serta cara mengevaluasi hasil keuangan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Bab 9: Auditing and Detecting Financial Fraud

Bagian terakhir membahas audit dan pencegahan kecurangan keuangan. Isinya meliputi regulasi Sarbanes-Oxley (SOX), penerapan internal control, serta penggunaan audit risk model (inherent, control, detection risk). Dijelaskan pula proses pengumpulan bukti audit, audit atas sistem pengendalian internal, serta berbagai bentuk fraud (manipulasi laporan, pencurian kas, Ponzi scheme). Bagian ini juga menguraikan teknik deteksi kecurangan seperti analisis rasio, Beneish model, hingga data mining.

 Kesimpulan :

Buku ini merupakan panduan akuntansi yang sangat lengkap, mulai dari dasar-dasar pencatatan dan laporan keuangan hingga analisis lanjutan, penyusunan anggaran, audit, dan deteksi fraud. Isinya bersifat praktis, banyak contoh nyata, dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa, akuntan pemula, pengusaha, maupun investor yang ingin memahami akuntansi secara menyeluruh.