NAMA : ANNAISHA NASYWAA RASENDRIYA
NPM : 2515012074
KELAS : B
A. Jika dilihat dari kondisi politik saat ini, penerapan etika dalam perilaku politik masih belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Berbagai persoalan seperti penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan dalam pelayanan publik, serta kebijakan yang lebih condong pada kepentingan kelompok tertentu memperlihatkan bahwa nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab belum dilaksanakan secara menyeluruh. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip-prinsip etis Pancasila yang menekankan integritas, kepedulian terhadap masyarakat, dan penegakan keadilan.
Meskipun demikian, terdapat perkembangan positif, seperti meningkatnya pengawasan publik, keterlibatan media dalam mengungkap penyimpangan, serta munculnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi pemerintahan. Perbaikan ini menunjukkan bahwa etika politik sedang bergerak ke arah yang lebih baik, walaupun implementasinya masih menghadapi banyak kendala.
B. Etika generasi muda di lingkungan saya menunjukkan kecenderungan yang beragam. Sebagian masih menjunjung nilai-nilai yang menjadi ciri bangsa Indonesia, seperti menghargai orang lain, menjaga sopan santun, dan berperilaku wajar dalam pergaulan. Namun, ada pula yang mulai mengalami pergeseran nilai akibat pengaruh perkembangan teknologi dan gaya hidup modern. Misalnya, penggunaan bahasa yang kurang santun, perilaku di media sosial yang cenderung lepas dari norma, serta berkurangnya rasa kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Fenomena tersebut tentu tidak sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai moral yang dianut bangsa Indonesia. Karena itu, upaya perbaikan perlu dilakukan agar dekadensi moral tidak semakin meluas.
Beberapa solusi yang dapat ditempuh antara lain:
1. Memperkuat pendidikan karakter, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga, agar nilai etis dapat terbentuk sejak dini.
2. Pendampingan penggunaan teknologi dan media sosial, sehingga generasi muda mampu memilah informasi dan memahami batasan dalam berperilaku.
3. Menciptakan lingkungan sosial yang mendukung perilaku positif, misalnya melalui kegiatan organisasi, komunitas, atau program pengembangan diri.
4. Memberikan teladan dari orang dewasa, karena perilaku yang baik lebih efektif disampaikan melalui contoh nyata daripada sekadar nasihat.