Kiriman dibuat oleh Alif Aditiya Nugroho

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Alif Aditiya Nugroho -
Nama: Alif Aditiya Nugroho
Kelas: B
NPM: 2515012042

Analisis Soal Pertemuan ke-12

Menurut saya jika dilihat dari kondisi politik sekarang, etika dalam perilaku politik masih memiliki banyak permasalahan. Seharusnya perilaku politik dijalankan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti jujur, adil, transparan, serta berpihak pada kepentingan rakyat. Namun pada kenyataannya, masih sering ditemui penyimpangan, misalnya kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, serta pelayanan publik yang belum sepenuhnya adil dan merata.

Apabila melihat kondisi generasi muda di lingkungan sekitar, keadaannya cukup beragam. Adapun generasi muda yang kreatif, cepat belajar, dan memiliki pola pikir terbuka. namuni, tidak sedikit juga yang menunjukan penurunan moral, seperti kurang sopan terhadap orang tua, jarang ikut kegiatan sosial, terlalu fokus pada gawai, serta mudah terpengaruh arus media sosial.

Beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi dekadensi moral tersebut antara lain pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga, pengawasan penggunaan media sosial agar tidak disalah gunakan, serta peran sekolah dan lingkungan sekitar dalam membiasakan kegiatan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila secara nyata, bukan hanya teori saja

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Alif Aditiya Nugroho -
NAMA: Alif Aditiya Nugroho
NPM: 2515012042
KELAS: B

TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE-12

Jurnal ini mengkaji peran media massa dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui fungsi kontrol sosial, khususnya untuk mencegah dan menekan kejahatan di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa media massa sebenarnya memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat. Namun, dalam praktiknya, pemberitaan yang disajikan belum sepenuhnya mencerminkan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila secara maksimal.

Kemajuan teknologi informasi membawa pengaruh besar terhadap cepatnya penyebaran informasi di tengah masyarakat. Berbagai informasi dapat diterima hanya dalam waktu singkat, sehingga media massa memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, cara berpikir, serta perilaku masyarakat secara luas.

Selain itu, penulis menekankan bahwa media massa memiliki fungsi kontrol sosial yang sangat krusial. Media seharusnya berperan sebagai sarana pengawasan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus memberikan edukasi hukum kepada masyarakat. Namun, pada kenyataannya, fungsi tersebut belum berjalan secara optimal. Media kerap hanya berfokus pada penyampaian informasi tanpa disertai upaya membangun kesadaran moral di tengah masyarakat.

Kurangnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam pemberitaan media berdampak nyata pada kondisi sosial masyarakat, seperti melemahnya moral, meningkatnya sikap individualisme, berkurangnya rasa persatuan, serta maraknya penyebaran dan penerimaan berita bohong (hoaks).

Oleh karena itu, penulis menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila melalui media massa sangat penting sebagai upaya menekan tingkat kejahatan di Indonesia. Media diharapkan dapat kembali menjalankan fungsi idealnya, yaitu sebagai sarana edukasi, kontrol sosial, dan pembentuk moral publik.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Soal

oleh Alif Aditiya Nugroho -
NAMA: Alif Aditiya Nugroho
NPM: 2515012042
Kelas: B

TUGAS ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-11

A. Menurut Pendapat saya adapun beberapa hal positif yang dapat saya ambil dari artikel diatas seperti mengetahui Batasan ketika bertindak di ruang publik, pentingnya untuk warga Indonesia menjaga budaya baik Indonesia dari dampak globalisasi di era digital sekarang, dan menurut saya opini tentang anak zaman sekarang yang kurang sopan itu kurang tepat, karena perubahan zaman tidak dapat dijadikan sebuah alasan untuk membandingkan adanya nilai nilai moral dan budaya.

B. Adapun hubungan antara Pancasila sebagai system etika dengan isi artikel.
a. Sila kedua: yang mengajarkan kemanusiaan dan adab
b. Sila Ketiga: membahas pentingnya toleransi, menghargai perbedaan, serta menjadi harmoni sosial
c. Sila Keempat: menghargai ruang berpendapat orang lain dan berpendapat dengan mengetahui batas

C. Kearifan local di Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan etika dalam sila-sila Pancasil
a. Pada sila pertama, tradisi kenduri mencerminkan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus doa Bersama demi keselamatan.
b. Sila kedua, nilai piil pesenggiri dari Lampung mengajarkan pentingnya menjadi martabat, kehormatan, kesopanan, serta sikap saling menghargai dalam hubungan sosial.
c. Pada sila ketiga, semangat gotong royong menjadi wujud nyata dari persatuan dan kekompakan masyarakat.
d. Sila keempat, Kebiasaan warga Indonesia yang melakukan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan dengan diskusi untuk mencapai mufakat.
e. Sila kelima tampat dalam praktik ngayah di Bali, yaitu kegiatan kerja sukrela demi kepentingan Bersama agar kesejahteraan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

D. Menurut saya upaya menjaga dan melestarikan kearifan local yang selaras dengan etika Pancasila dapat dilakukan dengan terus memperkuat sikap toleransi antarumat beragama, sehingga setiap orang dapat menjalankan keyakinan dengan damai. Selain itu, mengadakan kegiatan atau festival budaya lintas suku juga penting untuk menumbugkan rasa persatuan dan memperkenalkan keberagaman sebagai kekayaan bangsa.

S1 ARSITEKTUR MKU PANCASILA -> Forum Analisis Jurnal

oleh Alif Aditiya Nugroho -
TUGAS ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE 11
Nama: Alif Aditiya Nugroho
NPM: 2515012042
Kelas: B

Judul: Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia (Membaca Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik)
Penulis: Sri Pujiningsih
Jurnal: Pena Justisia
Tahun terbit: 2017

Ringkasan Jurnal
Dalam Jurnal “Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia” Penuis membahas bagaimana etika dijelaskan secara teologis dan ontologis, bagaimana etiket berperan penting dalam terciptanya moral di kehidupan sosial, dan penulis juga membahas bagaimana proses pembentukan sebuah hukum di Indonesia harus dihubungkan dengan nilai moral dan etika. Penulis menjelaskan bahwa hukum tidak hanya lahir dari proses politik, namun juga diperlukan dasar moral agar hukum tidak hanya menjadi alat kepentingan kekuasaan dan Pancasila juga dianggap sebagai sumber nilai dan etika yang dapat membimbing terbentuknnya hukum di Indonesia agar sesuai dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan.

1.Hubungan Antara Etika, Etiket dan Moral
Etika adalah ilmu yang mempelajari tentang baik dan buruk, kenapa kita harus berbuat baik dan bagaimana bertanggung jawab atas pilihan kita.
Etiket adalah bentuk prilaku dari etika, seperti sopan santun, tata krama, dan cara berprilaku baik, jika etika berbicara tentang moral yang lebih mendasar, etiket berbicara tentang bagaimana kita menunjukkan perilaku yang sopan.
Sementara itu, moral adalah ajaran, nilai atau aturan tentang perilaku baik dan buruk yang berlaku dalam suatu kelompok atau masyarakat. Moral biasanya berasal dari agama, budaya dan nilai sosial. Moral ini juga dasar terbentuknya etika, karena etika mempelajari moral secara lebih filosofis.

Analisis Jurnal
Jurnal ini menyoroti kembali betapa pentingnya peran etika dalam penyusunan peraturan perundang-undangan, khususnya di negara yang menjadikan Pancasila sebagai dasar nilainya, namun menurut saya walaupun pembuat kebijakan sudah menyadari dan mengakui Pancasila sebagai sumber nilai terbentuknya hukum di Indonesia, Kenyataan nya banyak kepentingan politik dan ekonomi, sejumlah undang undang yang terkesan tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai pada sila kedua dan ketiga.
Meski demikian, pemikiran yang disampaikan penulis tetap relevan dan penting sebagai kritik konseptual, Jurnal ini mengingatkan kembali bahwa hukum yang berlandaskan etika merupakan fondasi utama bagi ngara hukum yang benar-benar menjunjung keadlian dan kebenaran